Tag Archives: kebiasaan

Tips Hemat Transfer Uang Pakai Dompet Digital, Bisa Gratis Biaya Admin!


Jakarta

Perkembangan teknologi yang semakin pesat turut mengubah kebiasaan masyarakat, salah satunya dalam mengirim uang. Hadirnya berbagai aplikasi digital memudahkan masyarakat dalam melakukan transfer uang. Sayangnya, aktivitas ini memerlukan biaya admin.

Adapun jumlah biaya admin yang dikeluarkan untuk biaya admin pun bervariasi mulai dari Rp 2.500-Rp 6.500 per transaksi. Meski tak seberapa, biaya admin ini tentu akan mengurangi saldo tabungan jika terus menerus dilakukan. Terlebih jika kamu termasuk orang yang sering melakukan transfer uang.

Misalnya dalam satu bulan, kamu melakukan transfer sebanyak 10 kali ke bank berbeda. Jika dihitung, secara tak langsung kamu bisa mengeluarkan uang sebanyak Rp 25.000-Rp 65.000 untuk biaya admin yang berkisar Rp 2.500 sampai Rp 6.500 per transaksi. Padahal, jika tak terpotong biaya admin, uang tersebut bisa kamu gunakan untuk membeli segelas kopi atau menonton film favoritmu di bioskop.


Nah, biar kantong kamu nggak terus-terusan jebol karena biaya admin, kamu bisa memanfaatkan dompet digital seperti DANA. Pasalnya, transfer uang pakai DANA gratis biaya admin 10x/bulan tanpa min. transaksi!

Hal ini tentunya akan membuat pengeluaran kamu jadi lebih hemat. Alih-alih mengeluarkan uang untuk bayar biaya admin, kamu bisa memanfaatkannya untuk membeli makanan atau minuman favoritmu.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi DANA sekarang juga biar lebih hemat dan praktis saat transfer uang. Dengan DANA, kamu bisa membeli segelas kopi, menonton bioskop, atau menabungnya karena tak perlu lagi khawatir soal biaya admin!

Simak juga Video ‘Mulai 1 Mei, Pinjol hingga Dompet Digital Dikenai Pajak’:

[Gambas:Video 20detik]

(anl/ega)



Sumber : finance.detik.com

Transaksi Digital Kian Praktis, Pluang Tambah Fitur Top Up Lewat QRIS


Jakarta

Platform investasi digital Pluang terus menghadirkan inovasi untuk memudahkan penggunanya bertransaksi. Kini, pengguna dapat melakukan top up saldo lebih cepat dan praktis melalui metode pembayaran QRIS, standar pembayaran nasional yang diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

Dengan hadirnya fitur ini, pengguna tak perlu lagi memasukkan data transaksi secara manual. Cukup memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran favorit-mulai dari e-wallet hingga mobile banking dan saldo Pluang akan langsung bertambah dalam hitungan detik.

Kemudahan dan Keamanan dalam Satu Fitur


Sebagai standar pembayaran resmi, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) memungkinkan transaksi lintas platform hanya dengan satu kode QR. Artinya, pengguna bisa melakukan top up dari mana saja, tanpa perlu berpindah aplikasi atau mengisi ulang data secara berulang.

Selain efisien, sistem QRIS juga dinilai lebih aman karena setiap transaksi berada di bawah pengawasan Bank Indonesia, memastikan perlindungan bagi pengguna di setiap proses pembayaran.

Cara Top Up Menggunakan QRIS di Pluang

  1. Buka aplikasi Pluang dan pilih menu ‘Top Up’ melalui halaman utama atau saldo IDR.
  2. Pilih metode pembayaran ‘E-wallet or QRIS’.
  3. Masukkan nominal top up yang diinginkan.
  4. Scan kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran (e-wallet atau mobile banking) pilihanmu. Alternatifnya, unduh kode QR dengan mengetuk ‘Save QRIS Code’ dan unggah ke aplikasi pembayaran.
  5. Setelah transaksi selesai, saldo IDR akan otomatis bertambah setelah proses konfirmasi berhasil.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna, Pluang menetapkan batas maksimum transaksi QRIS sebesar Rp 10 juta per transaksi. Adapun biaya layanan QRIS sebesar 0,7% dari nominal top up, yang akan otomatis dipotong dari total saldo yang diterima.

Dengan kemudahan ini, Pluang berharap pengguna semakin nyaman dalam mengelola saldo dan bertransaksi, sekaligus mendukung kebiasaan pembayaran digital yang efisien dan aman.

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

4 Cara Bikin Rumah Ramah Kucing biar Makin Betah


Jakarta

Memelihara kucing kini merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh pemilik rumah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kucing merasa lebih nyaman untuk tetap berada di dalam rumah.

Caranya adalah menyediakan barang-barang yang sekiranya dibutuhkan oleh kucing. Salah satunya adalah tiang khusus sebagai media kucing untuk mencakar.

Dilansir dari International Cat Care, berikut ini beberapa cara untuk membuat rumah yang aman dan nyaman untuk kucing.


Tiang Garukan Kucing

Kucing punya kebiasaan menggaruk atau mencakar untuk menjaga cakarnya dan menandai wilayahnya. Penghuni rumah yang memiliki kucing perlu punya tiang garuk atau permukaan garuk lain agar tidak menggaruk perabotan. Sediakan tiang garuk yang tinggi agar kucing puas menggaruk secara vertikal dengan rentangan panjang.

Tempat Tidur Kucing

Kucing sering menghabiskan waktunya untuk tidur, sehingga akan lebih baik kalau ada tempat tidur buat mereka. Kucing lebih menyukai tempat yang hangat untuk tidur dan posisinya cukup tinggi.

Sediakan berbagai pilihan tempat tidur di lokasi yang berbeda, terutama di tempat yang hangat, cerah, dan tenang. Tempat tidurnya tidak harus khusus kucing, karena banyak kucing yang merasa nyaman dengan tempat tidur, kursi, atau sofa milik pemiliknya.

Kotak Pasir

Letakkan kotak pasir kucing di sudut tersembunyi. Pastikan kotak pasir itu jauh dari makanan dan air, jendela besar, dan area ramai di rumah.

Selain itu, sebaiknya menyediakan satu kotak untuk setiap kucing di rumah. Lalu, tambahkan satu kotak lagi di tempat yang berbeda agar kucing merasa punya banyak opsi tempat buang air.

Tutupi Bukaan di Rumah

Setiap rumah membutuhkan sirkulasi udara yang lancar. Jangan sampai tidak membuka jendela atau pintu di rumah walaupun ada kucing.

Pastikan untuk memasang teralis atau penutup khusus pada bukaan di rumah agar bisa mendapat udara segar tanpa khawatir kucing kabur.

Itulah beberapa cara untuk membuat rumah ramah kucing.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason

Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



Jakarta

Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

Toilet Jongkok

Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

Toilet Duduk

Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason

4 Jurus Jitu Atur Barang di Kamar Tidur Supaya Selalu Terlihat Rapi


Jakarta

Kamar tidur merupakan salah satu ruangan di rumah yang sering digunakan untuk berbagai aktivitas. Mulai dari tidur, mengganti baju, bersantai, hingga belajar dilakukan di kamar ini.

Hal ini yang membuat kamar tidur kerap tampak berantakan meski sudah dirapikan dengan rutin. Biasanya kamar bia berantakan karena ada tumpukan pakaian dan barang-barang berserakan di sekitar kamar.

Nah, kalau merasa capek atau tidak sempat untuk merapikan kamar, kamu bisa menerapkan beberapa metode mengatur kamar supaya rapi lebih lama. Sebelum mengaturnya, kamu harus tahu fungsi kamar tidur tersebut.


Apakah kamar tersebut hanya untuk tempat beristirahat atau juga difungsikan sebagai ruang kerja. Kamar yang multifungsi tentu akan diisi dengan barang yang lebih banyak sehingga memerlukan cara yang berbeda dalam mengaturnya.

Seberapa Sering Merapikan Kamar Tidur?

Carrie Ypma, seorang expert organizer dan pendiri Clutter Keeper, mengatakan bahwa kamar tidur harus dirapikan setiap hari agar rapi dan tidak berantakan.

“Menyisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk mengambil barang-barang yang berantakan dan mengembalikannya ke tempat semula bisa mencegah kekacauan menumpuk,” kata Ypma, dikutip dari Real Simple, Jumat (28/6/2024).

Kegiatan merapikan kamar tidur ini sebaiknya dijadikan kebiasaan sehingga bisa meminimalisasi rasa malas saat mengerjakannya. Saat sudah menjadi kebiasaan, kita akan otomatis merapikan kamar tidur tanpa merasa terpaksa.

Cara Mengatur Kamar Tidur

Berikut cara-cara yang harus kamu lakukan dalam merapikan kamar tidur.

1. Sortir dan Singkirkan Barang yang Tak Terpakai

Semakin sedikit barang di kamar, semakin sedikit pula yang harus dibersihkan dan diatur. Jadi, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menyortir dan menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi.

Agar tidak bingung, bagi barang-barang menjadi tiga kategori, yaitu simpan, buang, dan sumbangkan. Dengan membagikan barang ke tiga kategori tersebut, kamu bisa menentukan mana barang yang sekiranya masih ingin dipakai, mana yang ingin dibuang, dan mana yang bisa disumbangkan.

2. Kategorikan Barang-Barang di Laci

Laci merupakan bagian kamar yang sering berantakan. Laci yang berantakan tak jarang membuat kita kesulitan menemukan barang. Alhasil, waktu kita juga bisa terbuang sia-sia.

Nah, karena itu, gunakan pembatas laci yang bisa membuatmu dengan mudah membagi dan mengkategorikan barang-barang di dalamnya. Pembatas laci ini bisa kamu buat sendiri dari karton atau dibeli di toko-toko.

3. Gunakan Toples atau Kotak untuk Menyimpan Barang di Atas Meja

Kamu bisa menggunakan kontainer atau kotak untuk menyimpan barang-barang yang berantakan di atas permukaan meja. Barang-barang yang berantakan ini kerap mengurangi keindahan kamar. Nah, karena itu, simpan barang-barang ke dalam kotak atau toples sehingga kamar bisa jadi lebih rapi.

4. Maksimalkan Ruang Penyimpanan di Bawah Tempat Tidur

Kolong tempat tidur juga bisa kamu gunakan untuk meminimalisasi kekacauan di dalam kamar. Simpan barang-barang yang jarang kamu pakai di kolong tempat tidur sehingga lemarimu hanya diisi dengan barang-barang yang sering dipakai saja.

Demikianlah cara mengatur kamar tidur agar rapi lebih lama. Semoga informasinya bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Mau Nobar di Rumah? Begini 6 Cara Bikin Ruangan Kedap Suara


Jakarta

Nonton bareng atau nobar sudah lama menjadi kebiasaan masyarakat saat menonton sebuah siaran yang ramai peminatnya. Sebagai contoh adalah nobar pertandingan bola. Banyak orang yang percaya jika menonton bersama-sama akan jauh lebih seru daripada sendiri. Akhirnya salah satu akan membuka rumahnya sebagai tempat nobar. Namun, ada risikonya nih, bisa saja tetangga terganggu karena suara kamu. Namun, sekarang ada tips agar suara kamu tidak sampai terdengar yakni bikin ruangan kedap suara.

Dengan ruangan kedap suara, suara kamu tidak akan terdengar begitu jelas di luar. Sementara yang berada di dalam ruangan tetap bisa berteriak sepuasnya. Apalagi pertandingan boleh digelar dini hari. Jadi kamu bebas berekspresi.

Melansir dari Ideal Home, Kamis (13/6/2024), sebuah laporan oleh The House of Lords Science and Technology Committee yang mengatakan kebisingan sebagai ‘polutan yang sering terabaikan’. Padahal lingkungan yang bising dapat mempengaruhi kualitas tidur dan kesehatan seseorang.


Cara Bikin Ruangan Kedap Suara di Rumah

1. Pasang Panel Dinding

Panel dinding adalah salah satu material pelapis yang bisa meredam suara. Tampilan dinding pun bisa lebih estetik karena modelnya yang rapih dan beragam.

“Membuat permukaan bertekstur pada dinding dan langit-langit merupakan tips lainnya untuk membantu gema suara karena ini adalah cara sempurna untuk memberi tekstur pada dinding dan tetap memastikannya terlihat fantastis,” kata desainer interior Cathy Dean dari Studio Dean seperti yang dikutip pada Minggu (14/7/2024).

Ukuran panel dinding dan kualitas bahannya panel dinding akan mempengaruhi seberapa kedap suara pada ruangan tersebut.

2. Pakai Pintu Berbahan Solid

Agar suara tidak terpantul ke luar rumah, kamu bisa melengkapi barang di sana dengan bahan yang solid seperti kayu, kaca, dan lainnya. Selain perabotan, kaca dan pintu juga bisa dipilih bahan yang tebal dan solid agar suara tidak keluar.

3. Pakai Perabotan Berbahan Lembut

Selain bahan yang solid, kamu bisa menggunakan perabotan yang lembut. Salah satunya adalah bahan kain seperti kain pelapis, selendang, gorden dan bantalan untuk meredam suara bising dan gema. Kamu juga bisa memasang kepala tempat tidur berlapis kain kepompong pada tempat tidur kemudian taruh karpet permadani untuk mengurangi suara ketika tidur pada malam hari.

4. Pakai Furniture Besar

Perabotan berukuran besar terkadang membuat ruangan penuh dan sempit. Namun, penggunaan perabotan besar justru menguntungkan untuk meredam suara. Menaruh lemari atau rak buku menghadap tembok dapat mengurangi suara bising dari tetangga.

“Saat benda berat diletakkan di dalam ruangan, benda tersebut cenderung menyerap suara sehingga menghasilkan lebih sedikit kebisingan,” jelas John Paul Manning,dari Insulation4Less.

5. Pasang Tirai pada Jendela

Jika tempat nobar dekat dengan jendela, kamu harus menutupinya dengan tirai. Dengan memasang jendela yang tebal dan tirai penutup dapat membantu mengurangi suara dari luar masuk ke dalam rumah.

6. Pasang lukisan

Salah satu hiasan dekorasi ruangan satu ini ternyata bisa meredam suara. Ruangan dengan lukisan di dalamnya bisa buat ruangan lebih sunyi. Karena gelombang suara akan diserap lukisan, mengurangi suara langsung masuk ke ruangan kamu.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Begini Posisi Kasur yang Disarankan dalam Islam yang Jarang Orang Tahu


Jakarta

Dalam Islam, terdapat beberapa adab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang baik untuk diikuti. Salah satunya adalah adab saat hendak tidur. Nabi Muhammad SAW menerapkan cara tidur yang baik dari awal hendak tidur hingga bangun kembali, termasuk posisi kasur yang disarankan.

Arah tidur ini bukan didasarkan pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW, melainkan ada pengaruh baiknya bagi kesehatan. Mengingat saat tidur, tubuh kita juga beristirahat. Berikut beberapa aturan terkait posisi kasur mengutip dari Sakti Desain, Senin (22/7/2024).

1. Posisi Kasur Menghadap ke Selatan

Posisi kasur yang baik menurut Islam adalah dengan mengarah ke selatan. Cara mengetahui posisi selatan adalah menyamping dari arah kiblat. Seluruh daerah di Indonesia saat Salat semuanya akan menghadap ka’bah yang berada di barat.


2. Tidak Disarankan Menghadap ke Arah Barat

Dalam ajaran Islam terdapat larangan tidur menghadap ke barat karena pusat gerakan bumi dan pusat gravitasi. Jika posisi tempat tidur bagian atas menghadap ke arah barat, hal ini dipercaya akan menimbulkan masalah fisik dan mental. Maka dari itu, saat mendesain interior hunian, pilih posisi rumah atau posisi pintu yang paling tepat menurut Islam.

Selain itu, posisi kasur dilarang menghadap barat juga berlaku untuk posisi kepala. Ada beberapa alasan yang mendasari pantangan ini, diantaranya tidur menjadi tidak nyenyak, tidak baik untuk kesehatan anak-anak, mempengaruhi emosi, dan bisa mengalami mimpi buruk. Jadi selain, harus membaca doa sebelum tidur, posisi tidur juga berpengaruh.

3. Posisi Tempat Tidur Mengarah ke Utara

Jika tadi meletakkan kasur harus menghadap selatan, posisinya adalah kepala tidak mengarah ke Utara, tetapi hanya berada di utara. Kemudian badan kamu arahkan ke kanan, ke arah kiblat.

Dalam Islam disarankan menerapkan posisi ini karena tulang rusuk akan berada di sebelah kanan sehingga baik untuk kesehatan. Jika posisi telah menghadap utara, disarankan pula agar kamu tidak tidur dengan posisi badan miring ke kiri.

Menurut berbagai sumber, kasur yang berada di utara akan membuat posisi tidur miring ke kiri sehingga tidak baik untuk kesehatan. Dalam posisi ini, paru-paru bakal menekan jantung sehingga tidak bekerja normal ketika tidur. Hal ini juga yang sering Nabi Muhammad SAW anjurkan di dalam sunahnya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman yang Cocok untuk Rumah Minim Cahaya


Jakarta

Merawat tanaman di dalam rumah membawa manfaat yang banyak untuk penghuni rumah, seperti mengurangi stres dan membantu memurnikan udara. Menata tanaman dengan benar juga meningkatkan estetika desain rumah.

Seringkali merawat tanaman dalam ruangan memiliki tantangan dalam hal ruang dan cahaya matahari. Memilih tanaman yang cocok untuk hal tersebut memang cukup sulit, karena biasanya tanaman harus mendapatkan cahaya secara rutin.

Ada banyak pilihan tanaman yang dapat kamu pilih untuk memulai merawat tanaman dalam ruangan. Dilansir dari The Spruce, Sabtu (14/09/2024), berikut beberapa rekomendasi tanaman dalam ruangan yang cocok untuk kamu.


1. Monstera Deliciosa

Concept of urban jungle, growing plants at homeMonstera Foto: Getty Images/iStockphoto/Damian Lugowski

Monstera Deliciosa merupakan tanaman berdaun besar dan berjenjang, tanaman ini memberikan kesan tropis dan dapat tumbuh hingga 10 kaki saat dewasa.

Meskipun tanaman ini menyukai cahaya terang dan tidak langsung, terlalu banyak sinar matahari langsung dapat membakar dedaunannya yang mengagumkan. Jauhkan tanaman ini dari hewan peliharaan kamu, karena tanaman ini beracun untuk hewan peliharaan jika tertelan.

2. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Tanaman ini menjadi tanaman favorit bagi penyuka tanaman dalam ruangan. Tanaman hias klasik, serbaguna, dan mudah dirawat. Tanaman laba-laba atau spider plant ramah untuk hewan peliharaan, cukup kompak jika ditempatkan dalam satu ruangan.

Tanaman ini mudah untuk diperbanyak dari tunas. Tanaman laba-laba retro dengan dedaunannya yang halus, seperti rumput, dan menjuntai, sangat cocok untuk ditambahkan ke gantungan tanaman kamu.

3. Snake Plant (Dracaena trifasciata)

Cozy home interior decor, Sansevieria (snake plant) in ceramic pots on a white table on the background of a bed with decorative pillows, modern design on a sunny dayCozy home interior decor, snake plant in ceramic pots on a white table on the background of a bed with decorative pillows, modern design on a sunny day Foto: Getty Images/iStockphoto/Inna Luzan

Jika kamu tidak yakin dengan kemampuan merawat tanaman hias, tetapi kamu ingin memiliki tanaman untuk membuat kesan struktural di ruangan kamu, tanaman ini cocok untuk kamu pilih.

Dedaunannya yang memiliki bentuk seperti pedang biasanya berwarna hijau tua dengan tepi berwarna kuning, menjadi titik fokus yang minimalis dan modern. Dengan kebiasaan tumbuh tegak, tanaman ini dapat masuk ke dalam ruang kecil.

Penyiraman berlebih membuat tanaman ini cepat mati. Untuk menyiram tanaman lidah mertua atau snake plant, tunggu hingga tanah benar-benar kering.

4. Cast Iron Plant (Aspidistra elatior)

A group of Aspidistra plants in the nursery area of the Alcazar gardens in Seville.A group of Aspidistra plants in the nursery area of the Alcazar gardens in Seville. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alphotographic

Sesuai namanya, tanaman ini lebih tahan kekeringan dan lebih sulit mati. Hindari dari sinar matahari langsung dan jangan menyiram secara berlebihan.

Tanaman ini tumbuh dengan lambat, hal ini cocok untuk kamu yang memiliki ruangan kecil. Daunya yang gelap dan mengkilap dapat mencapai panjang lebih dari setengah meter setelah dewasa.

5. Pohon Naga (Dracaena marginata)

Four dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sillFour dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sill Foto: Getty Images/iStockphoto/janzwolinski

Pohon naga tahan di lingkungan yang kering. Tanaman ini cukup tinggi dan tegak serta dedaunan yang memanjang dan tipis.

Tanaman yang anggun dan menonjol ini memiliki semburat merah pada tepi daunnya. Tanaman ini tumbuh subur di tempat yang terkena cahaya terang tetapi tidak langsung.

Itulah rekomendasi lima tanaman dalam ruangan yang cocok untuk rumah kamu.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Rumah Saat Renovasi



Jakarta

Ketika mempertimbangkan renovasi rumah, seringkali menimbulkan pertanyaan tentang lebih baik pindah atau tidak. Keputusan ini tak cuma masalah kenyamanan, melainkan memengaruhi kehidupan sehari-hari, keuangan, serta pengalaman renovasi secara keseluruhan.

Berikut merupakan pembahasan jika kamu perlu pindah dari rumah, namun hak itu tidak selalu diharuskan. Simak kelebihan serta kekurangan berikut ini tentang tetap tinggal di rumah selama proses renovasi.

Kelebihan

Menghemat Biaya

Melansir The Renovation Company, pada Jumat (1/11/2024), tentu, keuntungan utama untuk tetap tinggal selama rumah sedang direnovasi akan menghemat pengeluaran kamu. Dengan kamu tinggal di rumah, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa rumah, yang akan menghemat waktu kamu, terlebih di pasar sewa yang gila.


Mengetahui Perbedaan pada Rumah

Sebagian pemilik rumah senang jika berada di sana, menyaksikan dan menonton perubahan demi perubahan yang terjadi pada rumah mereka secara langsung. Tentu hal ini membuat puas bagi sang pemilik, melihat dinding kamar mandi baru dibangun, atau melihat karpet yang tidak kamu sukai dicopot.

Rasanya seperti melakukan streaming secara langsung pada acara besar, menyaksikan proses renovasi ini bisa sangat menyenangkan.

Kekurangan

Debu Beterbangan

Jika kamu tidak menyukai debu, tinggal di rumah ketika proses renovasi berlangsung mungkin bukan ide yang baik, debu adalah hal yang tidak terpisahkan dari renovasi. Dan, kamu mungkin merasa tidak bisa menghindarinya sampai proses renovasi selesai.

Privasi Terganggu

Jika kamu tinggal di rumah yang sedang direnovasi mungkin merasa selalu ada orang asing di tempat kamu. Dan, mungkin hal itu akan membatasi kebiasaan kamu seperti menghabiskan waktu di pagi hari dengan menggunakan piyama.

Rumah Terasa Kecil

Tujuan akhir dari proses renovasi rumah adalah membuat rumah kita menjadi lebih besar. Namun dalam prosesnya, semuanya akan terasa jauh lebih kecil. Pada dasarnya kamu tinggal di lokasi kerja dengan orang tambahan, perlengkapan perkakas bangunan, serta kebisingan dari proses renovasi Akan tetapi, tempat itu akan menjadi terasa lebih luas ketika renovasi sudah selesai dikerjakan

Alternatif Tempat Tinggal Selama Renovasi

Tinggal di hunian sementara selama proses renovasi berlangsung bisa menjadi pilihan agar tetap nyaman. Dengan menginap di tempat lain, pekerjaan renovasi bisa semakin cepat selesai. Tinggal di lokasi konstruksi pula sangat tidak disarankan karena tidak nyaman dan tidak baik bagi kesehatan.

Menginap di Rumah Teman atau Keluarga

Jika rumah kamu sedang dalam proses renovasi, dan kamu sedang mencari tempat tinggal selama renovasi rumah. Terkadang, tempat terbaik untuk ditinggali adalah di tempat keluarga atau kerabat terdekat kamu.

Tinggal bersama orang-orang tercinta dapat memberikan dukungan emosional selama masa renovasi berlangsung. Meskipun menginap di rumah sepupu kedengarannya menyenangkan, kamu mungkin harus mempertimbangkan beberapa hal, mulai dari waktu berapa lamanya kamu tinggal, jarak antara rumah kamu dan sepupu, dan lainnya.

Sewa Sementara

Jika kamu menyukai keheningan dan kesendirian, menyewa adalah langkah yang tepat. Dari apartemen mewah untuk jiwa urban hingga rumah liburan yang nyaman untuk mencari kedamaian, dan pilihan lainnya.

Namun memilih hunian sewa yang tepat memerlukan pertimbangan yang matang, apartemen jangka pendek dapat menawarkan semua fasilitas, tapi mungkin harganya sedikit lebih tinggi sedangkan rumah menyediakan ruang, tapi mungkin memerlukan lebih banyak perawatan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Efektif Bikin Rumah Nggak Mudah Lembap Saat Musim Hujan


Jakarta

Memasuki musim hujan, kelembapan di rumah meningkat. Hal ini bisa kamu ketahui dari munculnya noda hitam di sudut-sudut rumah. Kelembapan rumah yang meningkat ini jangan dianggap sepele karena dapat merusak tampilan rumah dan membahayakan kesehatan.

Mengutip Telegrafi, cara mengatasi masalah kelembapan di rumah cukup beragam. Ada yang harus memperbaiki struktur rumah, ada yang cukup meletakkan alat pembersih udara instan. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan pemilik rumah.

Dehumidifier merupakan alat yang dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Ini adalah cara instan dan paling cepat. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).


“Semakin sedikit kelembaban yang Anda hasilkan di dalam rumah, semakin sedikit pula kondensasi yang terbentuk. Oleh karena itu, pikirkan bagaimana Anda akan menghilangkan kelembapan selama bekerja sehari-hari,” kata manajer layanan teknis Inggris di Rentokil, Nicholas Donnithorne mengutip dari The Sun pada Selasa (5/12/2024).

Lalu, apabila perbaikannya sampai membongkar dan mengganti struktur bangunan, biasanya karena dampak dari kelembapan tersebut cukup parah. Sebagai contoh bisa timbul jamur di dinding, plafon, dan material kayu di rumah atau membuat dinding dan plafon bergelembung.

Namun tenang, ada beberapa cara agar rumah tidak mudah lembap di tengah musim hujan seperti saat ini.

1. Membuka Jendela

Keberadaan ventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Sebagai contoh membuka jendela saat memasak dan mandi secara rutin dapat memberikan akses sinar matahari dan angin di rumah.

2. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi.

3. Jaga Suhu Ruangan

WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan suhu di dalam rumah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Maka dari itu, penting untuk memiliki ventilasi yang cukup di dalam rumah atau setidaknya menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com