Tag: kebiasaan buruk

  • 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Rumah Bau, Jangan Dilakukan!


    Jakarta

    Rumah yang memiliki sirkulasi udara baik dapat meningkatkan rasa nyaman bagi penghuninya. Apalagi jika udara tersebut terasa harum dan segar pasti membuat penghuni rumah betah. Maka tak jarang pemilik rumah membeli pengharum ruangan untuk kesegaran tambahan.

    Namun, kadang kala terhirup udara tidak sedap di rumah. Penghuni rumah pasti berpikir hal tersebut muncul dari tempat sampah atau kamar mandi. Padahal, kebiasaan si pemilik rumah juga sangat berpengaruh terhadap kualitas udara yang dihirup sehari-hari.

    Dikutip dari situs The Spruce, pada Senin (19/5/2025), terdapat beberapa hal dan kebiasaan buruk penghuni rumah yang membuat ruangan memiliki bau tidak sedap.


    Membiarkan Piring Kotor

    Sebagian orang memang merasa malas jika harus mencuci piring sehabis makan. Padahal, piring kotor yang dibiarkan terlalu lama di wastafel dapat menimbulkan bau tidak sedap yang menyebar ke seluruh ruangan, lho.

    “Sisa makanan yang tersisa di piring basah menjadi santapan lezat bagi bakteri, melepaskan bau asam dan rawa yang dapat memenuhi dapur lebih cepat dari yang diduga,” ucap Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    Memasak Tanpa Ventilasi

    Kekuatan makanan adalah aromanya bisa menyebar ke seluruh ruangan, baik itu aroma yang sedap atau tidak sedap sekalipun. Oleh karena itu, memiliki dapur yang ada ventilasinya sangat penting untuk mencegah aroma makanan bertahan lama.

    “Tanpa ventilasi yang baik, bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan. Bisa jadi masakan hari Senin masih terasa baunya hingga hari Kamis,” jelas Murphy.

    Membiarkan Handuk Basah

    Bau handuk basah sangatlah mengganggu. Kebiasaan membiarkan handuk basah digantung begitu saja selesai mandi tanpa ada upaya mengeringkannya pada sinar matahari merupakan kebiasaan buruk.

    Menurut Murphy, handuk basah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap tetapi juga bisa mengundang jamur dan bakteri. Pastikan handuk kering kembali sebelum digantung di kamar mandi.

    Tidak Membuka Jendela

    Ketika rumah tidak memiliki aliran udara yang baik, rumah akan memantulkan aroma ke lingkungan sekitarnya. Pemilik Memphis Maids Steve Evans memberikan saran bahwa setiap hari jendela harus dibuka minimal 30 menit untuk memberikan akses keluar masuk udara.

    Merokok di Dalam Rumah

    Kebiasaan merokok di dalam rumah dapat membuat ruangan memiliki bau yang menempel dan susah hilang. Hal ini akibat adanya partikel rokok yang menempel di ruangan.

    “Nikotin dapat menempel pada dinding dan furnitur dan mustahil untuk dihilangkan kecuali oleh jasa pembersihan rumah,” ujar Evans.

    Perhatikan juga saat membeli perabotan bekas, jika tercium aroma rokok maka sebaiknya hindari karena bau rokok pada umumnya menempel pada perabotan.

    Itu dia kebiasaan yang harus dihindari agar tidak membuat rumah menjadi bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Setop! 5 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Rumah Kotor dan Berantakan



    Jakarta

    Rumah yang bersih dan rapi bisa membuat penghuni merasa nyaman tinggal di dalamnya. Namun, rumah yang dihuni biasanya cepat kotor dan berantakan karena ada banyak aktivitas.

    Apalagi kalau penghuni mempunyai kebiasaan buruk yang bikin rumah susah bersih dan rapi. Kalau kamu punya kebiasaan buruk sebaiknya segera ditinggalkan ya.

    Lalu, apa aja kebiasaan buruk yang bikin rumah kotor dan berantakan?


    Berikut 5 kebiasaan buruk yang perlu diubah agar dapat menjaga rumah tetap bersih dan rapi, dikutip dari The Spruce.

    5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Rumah Kotor dan Berantakan

    Inilah kebiasaan buruk yang sebaiknya kamu tinggalkan biar rumah tidak kotor dan berantakan.

    1. Membersihkan dengan Alat yang Kotor

    Alat pembersih yang kotor hanya akan menambah dan mempersulit pekerjaan. Luangkan waktu untuk membersihkan alat-alat kebersihan secara menyeluruh setelah digunakan. Kamu bisa mengosongkannya, lalu mencucinya dengan air panas dan menambahkan disinfektan. Secara berkala, gantilah dengan alat-alat kebersihan dengan yang baru.

    2. Meninggalkan Piring Kotor di Wastafel

    Meninggalkan piring kotor di wastafel sama dengan mengundang bakteri dan serangga. Nggak mau kan wastafel di rumah yang seharusnya menjadi tempat membersihkan alat-alat makan justru menjadi sarang penyakit? Yuk, latih semua anggota keluarga untuk mencuci piring setelah menggunakannya!

    Jika kamu sering menyimpan makanan sisa di kulkas, sebaiknya setop mulai sekarang. Terlalu banyak makanan yang disimpan dalam kulkas bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika kamu tahu kalau makanan sisa tersebut tidak akan dikonsumsi lagi, membuangnya akan lebih baik.

    4. Membersihkan Setengah-setengah

    Cobalah untuk menyelesaikan tugas saat bersih-bersih setelah memulainya. Hal ini akan membantumu tetap fokus dan efisien dalam membersihkan rumah.

    Jika kamu hanya punya waktu 15 menit untuk bersih-bersih, mulailah dengan membereskan barang-barang yang berantakan dan letakkan di tempat yang semestinya. Dengan begini, jika fokusmu teralihkan, kamu bisa kembali lagi nanti untuk melakukan pembersihan yang lebih rumit.

    Menunda membersihkan rumah hingga pekerjaan menjadi terlalu sulit hanya akan merepotkanmu nanti. Biasanya kita menunda-nunda dalam membersihkan rumah karena merasa tidak memiliki waktu yang cukup. Padahal, kita tidak tahu kapan waktu kita benar-benar kosong. Cobalah untuk mencicil dalam membersihkan rumah setiap hari agar tugasnya tidak menjadi terlalu berat.

    Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini, kita dapat menjaga rumah tetap bersih dan sehat dengan lebih mudah dan efisien.

    Itulah 5 kebiasaan buruk yang perlu kamu tinggalkan agar rumah tidak kotor dan berantakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Cuci Piring!


    Jakarta

    Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang sering dilakukan sehari-hari. Alat makan atau masak memang harus segera dibersihkan setelah digunakan.

    Namun, terkadang tanpa disadari kita melakukan kebiasaan yang justru membuat piring ataupun gelas tidak bersih maksimal. Belum lagi ada kebiasaan yang malah membuat kegiatan mencuci piring menjadi semakin berat.

    Lantas, apa saja kebiasaan buruk atau kesalahan ketika mencuci piring? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.


    5 Kebiasaan Buruk Saat Cuci Piring

    Inilah beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat mencuci piring agar pekerjaan jadi lebih mudah dan efektif.

    Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

    Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

    2. Menggunakan Spons Kotor

    Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

    3. Merendam Cucian

    Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

    Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

    4. Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

    Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

    5. Menyimpan Cucian Basah

    Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

    Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Tanpa Sadar Mengundang Serangga ke Dalam Rumah



    Jakarta

    Semut, lalat, atau kecoak merupakan jenis serangga yang paling sering ditemui di rumah. Keberadaan mereka sering muncul tiba-tiba dan membuat kenyamanan kita terganggu.

    Padahal, menurut Manajer Area Truly Nolen Pest Control, John D’Abruzzo seperti dikutip dari situs Real Simple, pada Senin (14/04/2025) serangga bukan tiba-tiba muncul di dalam rumah tetapi ada sesuatu yang salah yang tanpa kita sadari. Sebab, serangga memiliki tiga kebutuhan dasar, yaitu makanan, air, dan tempat berlindung. Maka, tidak heran mereka memang sering mencarinya di dalam rumah kita.

    Meskipun serangga bisa dibasmi menggunakan cairan anti serangga, tetap saja kita perlu menjaga kebiasaan yang berpotensi mengundang serangga dalam rumah kita. Berikut merupakan kebiasaan yang tanpa kamu sadari dapat memicu datangnya serangga.


    Meninggalkan Makanan

    Jika tiba-tiba kamu melihat segerombolan semut di dapur, maka kamu bisa cek apakah ada sisa buah atau sekantong roti yang tertinggal di meja. Sebab, semut menyukai gula dan karbohidrat. Meninggalkan makanan di luar sama saja seperti mengundang mereka ke pesta makan malam.

    Tidak Membersihkan Dapur Setelah Memasak

    Memasak merupakan aktivitas melelahkan sehingga kadang kamu mungkin tidak punya energi untuk membersihkan dapur. Namun, kamu tetap harus melakukannya untuk mencegah serangga. Sebab, bisa saja ada remah-remah, atau cairan masakan yang tertinggal. Maka, kamu harus membersihkan dapur seperti mengelap meja dan lainnya untuk menghilangkan jejak feromon dan mencegah semut mencarinya.

    Tidak Membuang Sampah

    Tidak membuang sampah dapat mengundang masuknya kecoak. Sebab, tempat sampah merupakan tempat kecoak berkembang biak secara cepat dan berpotensi menularkan patogen secara mekanis karena mereka mencemari makanan.

    Tidak Memeriksa Pipa

    Kamu juga perlu memeriksa pipa air untuk melihat apakah ada kebocoran atau tidak. Pipa bisa menjadi salah satu akses masuk keluarnya serangga.

    Membiarkan Genangan Air

    Jangan membiarkan genangan air di sekitar rumah sebab dapat mengundang nyamuk. Nyamuk akan berkembang biak di genangan air secara cepat dan mereka akan masuk ke dalam rumah untuk mengganggu penghuninya.

    Itu dia deretan kebiasaan buruk yang dapat mengundang serangga ke rumah. Jangan sampai lupa, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Semut Sering Mampir ke Dapur


    Jakarta

    Kehadiran semut di rumah mungkin tidak mengancam bahaya. Namun jika serangga kecil itu sudah berkumpul dalam jumlah banyak, tentu kamu harus waspada karena makanan atau minuman bisa digerayangi semut.

    Ada sejumlah penyebab semut dapat muncul di rumah, terutama di area dapur. Bahkan, ada sejumlah kebiasaan buruk yang sering dilakukan sehingga semut sering muncul di dapur.

    Ingin tahu apa saja kebiasaan buruk yang membuat semut sering mampir ke dapur? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Kebiasaan Buruk yang Dapat Mengundang Semut ke Dapur

    Ada sejumlah kebiasaan buruk yang dilakukan penghuni rumah sehingga mengundang semut datang ke rumah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut penyebabnya:

    1. Ada Sisa Makanan

    Penyebab utamanya karena ada sisa makanan dan minuman yang jatuh di dapur. Jika tidak segera dibersihkan maka kelompok semut bisa datang ke dapur karena telah menemukan sumber makanan.

    “Adanya sisa remah-remah makanan, tumpahan gula, atau makanan yang tidak tertutup, terutama di meja dapur atau lantai dapat dengan cepat menarik semut,” kata ahli entomologi Daniel Perry.

    Maka dari itu, penting untuk membersihkan dapur secara optimal agar tidak ada sisa-sisa makanan atau tumpahan minuman di meja atau lantai dapur. Disarankan untuk membersihkan dapur setiap selesai memasak.

    Makanan dan minuman yang dibiarkan terbuka di atas meja bisa memicu semut untuk datang ke dapur. Tak hanya itu, serangga lain seperti lalat juga tertarik dengan makanan yang dibiarkan terbuka di meja.

    Salah satu solusinya adalah dengan menutup makanan di meja dapur dengan tudung saji. Selain itu, Perry menyarankan untuk memindahkan makanan dari piring ke dalam wadah. Lalu, pastikan wadah ditutup dengan rapat agar tidak digerayangi semut.

    3. Tidak Membuang Sampah

    Sampah di dapur yang dibiarkan menumpuk juga dapat mengundang semut. Sebab, serangga ini memiliki indra penciuman yang tajam. Bahkan sisa makanan berukuran kecil pun dapat diketahui meski berada di tempat sampah.

    Perry mengimbau untuk membuang sampah di dapur secara rutin maksimal dua hari sekali. Jika sudah penuh maka sebaiknya segera buang ke tempat sampah utama. Selain mencegah semut mampir ke dapur, cara ini juga mencegah aroma busuk yang dapat menyebar ke seluruh ruangan.

    4. Ada Sisa Air di Dapur

    Tidak hanya tertarik pada sisa makanan, semut juga membutuhkan air untuk bertahan hidup. Jika ada kebocoran pipa atau tumpahan air di dapur, maka semut bisa datang karena mereka telah menemukan sumber air.

    “Kelembapan berlebih dari kebocoran atau adanya permukaan basah juga merupakan penyebab umum semut datang ke dapur,” ujar Perry.

    Sebagai bentuk pencegahan, coba cek pipa di bawah wastafel secara berkala. Jika ada kerusakan maka segera diperbaiki. Selain itu, jaga kondisi wastafel tetap kering setelah mencuci piring.

    5. Mengabaikan 1-2 Semut yang Ada di Dapur

    Sering melihat ada 1-2 semut di dapur? Sebaiknya jangan dianggap remeh. Soalnya, semut akan kembali ke sarang untuk memanggil kawan-kawannya karena telah menemukan sumber makanan di dapur.

    “Jika Anda melihat ada seekor semut di rumah, maka waspadalah. Mereka bisa saja telah menemukan makanan, lalu kembali ke sarangnya dan membawa lebih banyak semut lagi,” ungkap Perry.

    Sebaiknya jangan menunggu semut muncul dalam jumlah banyak baru kemudian dibasmi. Perry menyarankan untuk memblokir jalan masuk menuju dapur dengan menggunakan kapur khusus serangga.

    Kamu juga bisa menggunakan sejumlah bahan alami lainnya, seperti cuka putih, air sabun, minyak esensial, atau ampas kopi untuk mengusir semut dari dapur.

    Demikian lima kebiasaan buruk yang menyebabkan semut datang ke dapur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Picu Bau Tak Sedap di Rumah


    Jakarta

    Bau tak sedap bisa jadi salah satu tanda bahwa rumah sedang kotor. Bau tersebut dapat tercium apabila seseorang berdiri beberapa meter dari sumber bau.

    Munculnya bau di rumah bukan hanya karena ada pipa pembuangan rusak atau kebocoran gas. Bau juga bisa muncul karena kebiasaan penghuni rumah.

    Biasanya pemilik rumah sudah terbiasa dengan bau tersebut, bahkan terkadang tidak menyadari bahwa rumahnya berbau. Kondisi ini tidak boleh dianggap normal karena dapat berpengaruh pada kesehatan. Apalagi beberapa bau juga ada yang disebabkan oleh aktivitas jamur.


    Kebiasaan Buruk yang Bikin Rumah Bau

    Dilansir The Spruce berikut beberapa kebiasaan yang dapat memicu munculnya bau tidak sedap.

    1. Merokok di Dalam Rumah

    Bau rokok bukan hanya tidak sedap, melainkan berbahaya bagi orang yang tidak merokok atau perokok pasif. Bau ini bukan seperti angin yang apabila dikibas tangan dapat hilang. Bau tersebut menempel pada pakaian orang yang merokok dan benda di sekitarnya.

    “Nikotin dapat menempel pada dinding dan furnitur dan mustahil untuk dihilangkan kecuali oleh jasa pembersihan rumah,” ujar Steve Evans, Pemilik Memphis Maids seperti yang dikutip detikcom, Rabu (27/8/2025).

    Hal ini sangat berbahaya bagi perokok pasif terutama anak-anak, ibu hamil, orang tua, dan penderita asma. Apabila ada anggota keluarga seorang perokok aktif, sebaiknya arahkan mereka untuk merokok di luar rumah. Setelah merokok juga jangan langsung berinteraksi dengan anak dan jauhkan anak dari area merokok tersebut.

    2. Membiarkan Piring Kotor

    Sumber bau selanjutnya berasal dari dapur, yakni tumpukan piring kotor. Setelah memasak atau makan, salah satu kegiatan yang kerap ditunda adalah mencuci piring. Beberapa orang merasa lebih baik jika mencuci piring saat jumlahnya sudah banyak.

    Tumpukan cucian kotor di wastafel jika dibiarkan terlalu lama dapat memicu bau tak sedap di rumah. Selain itu, apabila masih ada sisa makanan yang belum dibuang juga akan menarik cicak, semut, dan serangga lain mendekat.

    “Sisa makanan yang tersisa di piring basah menjadi santapan lezat bagi bakteri, melepaskan bau asam dan rawa yang dapat memenuhi dapur lebih cepat dari yang diduga,” ucap Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    3. Memasak Tanpa Ventilasi

    Kebiasaan selanjutnya adalah saat memasak tetapi dapur minim ventilasi. Alhasil bau masakan akan menyebar di dalam rumah. Bau tersebut akan bercampur dan di area dapur juga pasti terasa hawa panas. Kondisi ini terkadang cukup mengganggu.

    Bau tersebut bisa bertambah parah apabila asap panas dari masakan memicu pertumbuhan jamur di dinding dan perabotan. Oleh karena itu, penting memiliki ventilasi di dapur untuk pertukaran udara.

    “Tanpa ventilasi yang baik, bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan. Bisa jadi masakan hari Senin masih terasa baunya hingga hari Kamis,” jelas Murphy.

    4. Membiarkan Handuk Basah

    Lembap adalah faktor utama munculnya jamur. Apabila handuk tercium bau tak sedap terutama dalam kondisi basah, berarti sudah ada beberapa jamur yang tumbuh di permukaan, tetapi tak kasat mata.

    Menurut Murphy, handuk basah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap tetapi juga bisa mengundang jamur dan bakteri. Pastikan handuk kering kembali sebelum digantung di kamar mandi.

    Oleh karena itu, handuk yang sehabis digunakan baik yang basah atau kering wajib untuk digantung di area terbuka dan tersorot matahari. Cahaya matahari dapat menjadi anti bakterial bagi handuk.

    5. Tidak Membuka Jendela

    Rumah yang jarang membuka jendela biasanya memiliki sirkulasi udara yang buruk. Jika menjadi kebiasaan, rumah akan terasa lebih pengap, lembap, dan panas.

    Lingkungan tersebut merupakan ciri-ciri tempat hidup jamur. Jendela seharusnya dibuka minimal 30 menit untuk memberikan akses keluar masuk udara.

    Itulah kebiasaan yang harus dihindari agar tidak membuat rumah menjadi bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kebiasaan Ini Tanpa Sadar Bisa Bikin Kamar Mandi Cepat Kotor, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang sering digunakan di rumah. Tak heran, area tersebut harus sering dibersihkan.

    Selain karena sering dipakai, kamar mandi juga bisa kotor karena kebiasaan penghuni rumah lho. Maka dari itu, sebaiknya para penghuni rumah mulai mengubah kebiasaan agar kamar mandi tidak cepat kotor.

    Apa saja sih kebiasaan yang bisa bikin kamar mandi kotor? Berikut ini informasinya.


    Kebiasaan yang Bisa Bikin Kamar Mandi Cepat Kotor

    Ilustrasi ToiletIlustrasi tutupan kloset terbuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Kebiasaan yang satu ini pasti sering ditemukan. Sebaiknya tutup kloset saat ingin mem-flush-nya untuk mencegah bakteri menyebar ke permukaan kamar mandi.

    “Setiap kali Anda menyiram toilet dengan dudukan terbuka, partikel mikroskopis yang mengandung bakteri akan terlontar ke udara akibat kekuatan air yang disiram,” kata presiden Molly Maid, Marla Mock, dikutip dari Martha Stewart, Selasa (7/10/2025).

    Partikel-partikel tersebut, kata Mock, bisa menempel di handuk dan sikat gigi kalau posisinya dekat dengan kloset.

    2. Tidak Membersihkan Sisa Cipratan Air

    Ilustrasi membersihkan kaca.Ilustrasi kaca kamar mandi. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, kebiasaan ini tanpa sadar bisa membuat kamar mandi cepat kotor. Cipratan air yang tidak segera dilap bisa menyebabkan kerak air ketika sudah kering. Kalau ada genangan air, justru bisa jadi tempat yang pas untuk jamur tumbuh.

    Maka dari itu, sebaiknya segera lap setelah menggunakan wastafel, meja kamar mandi, cermin, maupun bathtub setelah selesai mandi. Kalau dibersihkan setiap hari, bisa mencegah penumpukan residu dan tampilan kotor.

    3. Meninggalkan Handuk dan Keset Basah di Lantai

    Jenis-jenis kesetIlustrasi keset kamar mandi. Foto: istimewa/blibli

    Kebiasaan lainnya adalah meninggalkan handuk basah atau lembap di lantai setelah mandi. Selain tampak berantakan, air yang ada di handuk itu bisa menjadi tempat perkembangbiakan jamur maupun bakteri.

    Hal itu berpotensi adanya penyebaran bakteri kalau handuk itu dipakai lagi dan menyebabkan bau yang tidak bisa diabaikan. Nah, sebaiknya gantung handuk usai digunakan sebelum dipakai lagi nantinya. Selain itu, cuci handuk setiap 3-4 hari sekali dan cuci keset kamar mandi setiap minggu.

    4. Tidak Membersihkan Bekas Alat Mandi

    Ilustrasi amenities atau alat mandi hotelIlustrasi alat mandi Foto: Freepik/freepik

    Sabun, sampo, maupun pasta gigi merupakan benda yang sering dipakai saat mandi. Namun, kadang-kadang masih ada residu yang tertinggal di lantai, shower, atau wastafel.

    Nah, kalau tidak langsung dibersihkan bisa-bisa menjadi kerak. Sebaiknya jika melihat ada noda bekas sabun segera dibersihkan agar tidak berkerak.

    Itulah beberapa kebiasaan yang bisa bikin kamar mandi cepat kotor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Bikin Rumah Bau, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Rumah yang wangi tentu menjadi idaman banyak orang. Tapi ada beberapa kebiasaan ini justru bisa bikin rumah bau.

    Ya, rumah bisa jadi bau karena kebiasaan penghuninya. Misalnya karena tidak buang sampah yang sudah menumpuk di dalam rumah.

    Selain itu, masih ada sederet kebiasaan yang bisa bikin rumah bau. Dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Memandikan Hewan Peliharaan

    Jika punya hewan peliharaan di rumah, tentunya pemilik harus memandikannya. Kalau tidak dibersihkan atau dimandikan, justru bisa membuat rumah bau.

    Ketombe, bulu, dan rambut hewan peliharaan dapat menumpuk di permukaan dan lama kelamaan menimbulkan bau apek. Untuk menghilangkan bau ini, ahli kebersihan King dan Barton menyarankan untuk menggunakan pembersih berbasis enzim pada lantai dan memandikan hewan peliharaan setidaknya sebulan sekali.

    2. Ventilasi Kurang Baik

    Ventilasi yang kurang baik juga bisa menyebabkan rumah bau apek. Hal itu karena tidak ada aliran udara yang masuk. Tanpa ventilasi yang memadai, bau di rumah bisa terperangkap dan terus bertambah apalagi kalau ditambah tidak membuang sampah.

    3. Tidak Mencuci Karpet

    Apabila di rumah memakai karpet, tentu harus dicuci agar tidak berdebu dan bau. Hal itu karena karpet bisa menjadi sarang bau dari sel kulit mati, rambut hewan, maupun tumpahan air yang menumpuk.

    Setidaknya, cuci karpet setahun sekali untuk hasil yang maksimal. Mencuci karpet juga bisa membuat warna kembali hidup dan menjadi wangi.

    4. Tidak Menyiram Tanaman

    Tanaman hias bisa jadi dekorasi rumah yang menarik. Tapi kalau dibiarkan begitu saja bisa-bisa wanginya menghilang. Tanaman dan bunga yang mulai layu harus segera dibuang agar tidak menimbulkan bau.

    5. Tidak Membersihkan Kulkas

    Di kulkas bisa saja ditemukan makanan busuk. Apabila tidak dibuang, bisa-bisa bikin kulkas bau. Setelah makanan busuk atau kedaluwarsa dibuang baru bersihkan dengan air panas dan sabun.

    Cara terbaik untuk membersihkan bagian dalam kulkas adalah dengan melepas semua rak dan mengelapnya secara menyeluruh dengan sabun sebelum membilasnya dengan air panas. Disarankan juga untuk menggunakan cuka putih dan soda kue saat membersihkan kulkas secara menyeluruh untuk mendisinfeksi dan meningkatkan kualitas udara.

    Itulah beberapa kebiasaan yang bisa bikin rumah bau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com