Tag Archives: kebiasaan

5 Kebiasaan Simpel Pagi Hari yang Bisa Pangkas Perut Buncit

Jakarta

Bagi sebagian orang, memiliki perut buncit adalah sesuatu yang cukup mengganggu. Selain bisa memengaruhi penampilan dan menurunkan rasa percaya diri, berat badan yang berlebih juga bisa meningkatkan risiko berbagai macam penyakit.

Karena itu, tidak heran jika orang-orang terus mencari cara menghilangkan perut buncit. Apalagi jika cara tersebut praktis, murah, dan gampang untuk dilakukan.

Kabar baiknya, menghilangkan perut buncit memang tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahkan, perut buncit yang mengganggu penampilan bisa dipangkas dengan sejumlah kebiasaan simpel di pagi hari. Apa saja?


Kebiasaan Pagi Hari untuk Menghilangkan Perut Buncit

1. Timbang Berat Badan

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kok bisa menimbang berat badan setiap pagi membantu menghilangkan perut buncit? Dikutip dari WebMD, menimbang berat badan setiap pagi bisa membuat seseorang lebih termotivasi dan konsisten menjalani kebiasaan sehat untuk menurunkan berat badan.

Pasalnya, menimbang berat badan setelah buang air kecil di pagi hari lebih baik dibanding waktu lainnya. Tubuh akan memproses makanan dan minuman saat tidur, sehingga ketika bangun di pagi hari perut akan relatif kosong. Alhasil, menimbang berat badan di pagi hari akan memberikan hasil yang lebih akurat.

2. Minum Air Putih

Mengonsumsi air putih, terutama air hangat, ternyata memiliki dampak yang besar untuk menghilangkan perut buncit. Air hangat dapat merangsang sistem pencernaan dan membuatnya tetap aktif. Hal ini tentunya dapat meningkatkan sistem metabolisme yang memainkan peran penting dalam menurunkan berat badan dan memangkas perut buncit.

3. Berolahraga Sebelum Sarapan

Ternyata, waktu ideal untuk berolahraga di pagi hari adalah setelah bangun tidur dan sebelum sarapan. Kenapa?

Menurut sebuah penelitian, berolahraga dengan perut kosong memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan timbunan lemak sebagai sumber energi. Inilah alasan mengapa berolahraga sebelum sarapan lebih efektif untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit.

4. Sarapan Tinggi Protein

Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting yang memberikan energi bagi tubuh agar bisa beraktivitas. Nah, alih-alih mengonsumsi makanan dengan kabohidrat tinggi saat sarapan, perbanyaklah asupan protein untuk membantu menurunkan berat badan.

Pasalnya, makanan yang kaya akan protein bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi kebiasaan ngemil.

5. Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Berjemur beberapa menit di bawah sinar matahari pagi ternyata juga bisa membantu menurunkan berat badan loh. Menurut sebuah penelitian, paparan sinar matahari di waktu tertentu dapat berdampak pada penurunan berat badan.

Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari juga bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Beberapa studi menyebutkan vitamin D dapat membantu mengurangi serta mencegah kenaikan berat badan.

(ath/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

7 Kebiasaan ‘Terlarang’ untuk Cegah Perut Buncit, yang Diet Wajib Tahu

Jakarta

Perut buncit merupakan salah satu permasalahan yang dialami banyak orang, termasuk di Indonesia. Selain mengganggu penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti jantung dan diabetes tipe 2.

Biasanya, perut buncit sering dikaitkan dengan asupan makanan. Namun, ternyata perut buncit juga bisa disebabkan oleh beragam kebiasaan yang kita jalani sehari-hari.

Apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari agar perut tidak buncit.


1. Duduk terlalu lama

Di zaman seperti sekarang ini, tidak sedikit orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di depan laptop. Bahkan, pekerjaan tertentu bisa menuntut seseorang untuk duduk selama 9 hingga 11 jam setiap hari.

Faktanya, orang yang duduk terlalu lama lebih rentan mengalami obesitas dan penyakit kronis. Sebuah studi juga menemukan orang yang duduk lebih dari 10 jam setiap hari, misalnya seperti pegawai kantoran, memiliki risiko 34 persen lebih tinggi mengalami kematian lebih awal.

Tak hanya itu, studi juga menemukan orang yang terlalu lama duduk cenderung tidak mengimbangi dengan berolahraga. Hal ini juga berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan membuat perut menjadi buncit.

2. Makan terlalu cepat

Selain jenis makanan, kebiasaan saat makan juga dapat meningkatkan risiko perut buncit dan obesitas. Salah satunya adalah makan terlalu cepat.

Tubuh membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal dan memberitahu otak jika sudah kenyang. Karena itu, orang yang makan terlalu cepat bisa saja mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, jangan heran jika orang yang makan terlalu cepat gampang memiliki perut buncit.

3. Makan sambil nonton TV

Meski terkesan sepele dan tidak berisiko, makan sambil menonton TV ternyata juga bisa meningkatkan risiko perut buncit.

Sebuah studi menyebut orang yang makan sambil menonton TV dapat mengonsumsi lebih banyak makanan.

Tak hanya itu, orang yang makan sambil menonton TV cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan di waktu makan berikutnya. Peneliti menjelaskan, hal tersebut lantaran orang yang makan sambil teralihkan tidak menyadari jumlah makanan yang sudah dikonsumsi saat makan.

4. Begadang

Sering begadang juga dapat membuat perut menjadi buncit. Sebab, kebiasaan begadang atau kurang tidur dapat mengubah pola makan.

Dikutip dari Sleep Foundation, ada dua hormon yang terdampak akibat kurang tidur, yakni ghrelin dan leptin. Ghrelin adalah hormon yang mengatur rasa lapar, sementara leptin mengatur nafsu makan dan rasa kenyang.

Jika seseorang kurang tidur, maka jumlah ghrelin akan meningkat dan leptin menurun. Akibatnya, tubuh menjadi lebih lapar saat bangun tidur keesokan hari. Peningkatan hormon ghrelin juga membuat tubuh ingin mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Kedua hal tersebutlah yang menjadi pemicu perut buncit pada orang yang suka begadang.

5. Telat makan

Orang yang telat atau sering melewatkan waktu makan juga rentan memiliki perut buncit. Sebuah studi mengungkapkan orang yang sering telat makan cenderung merasa lebih lapar sehingga mengonsumsi lebih banyak makanan saat makan.

Tak hanya itu, orang dengan jam makan yang tidak teratur juga rentan terkena penyakit kronis, seperti sindrom metabolik, penyakit jantung, resistensi insulin, dan kadar gula darah yang buruk.

6. Makan dengan piring besar

Percaya atau tidak, ukuran piring atau wadah makan ternyata juga bisa meningkatkan risiko perut buncit. Sebuah studi menyebutkan orang yang makan dengan piring besar cenderung mengambil makanan dalam porsi yang lebih banyak. Akibatnya, jumlah kalori yang dikonsumsi pun semakin tinggi sehingga menyebabkan perut buncit.

Sebuah teori menarik menjelaskan, wadah besar dapat membuat makanan menjadi tampak lebih kecil. Hal ini yang kemudian ‘mengecoh’ otak dan membuatnya berpikir kalau makanan yang diambil masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan.

7. Sering stres

Stres yang tidak dikelola dengan baik juga dapat meningkatkan risiko perut buncit. Orang yang mengalami stres kerap membutuhkan ‘pelampiasan’ untuk meluapkan apa yang dirasakan. Pada beberapa orang, bentuk pelampiasannya adalah dengan mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau makan dalam jumlah banyak. Fenomena ini dikenal juga istilah ‘stress eating’.

Artinya, semakin sering seseorang mengalami stres maka semakin banyak pula makanan tidak sehat yang mungkin dikonsumsi untuk menghilangkan stres tersebut. Inilah yang nantinya berkontribusi terhadap obesitas dan sejumlah masalah kesehatan lain.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Prilly Latuconsina Turun BB 12 Kg usai Jalani Clean Eating, Apa Itu?

Jakarta

Prilly Latuconsina membuat warganet pangling dengan penampilan barunya. Aktris berusia 27 tahun itu berhasil menurunkan berat badan sebanyak 12 kg, dan beratnya saat ini di angka 37 kg dari 49 kg.

Lewat akun TikTok miliknya, Prilly membeberkan pola diet yang dijalaninya. Ia mengaku menjalani pola makan clean eating, yang membuat tubuhnya jauh lebih langsing dari sebelumnya.

“Jadi aku tuh clean eating. Pagi aku cuman ngopi hitam aja, terus siangnya aku makan sayur dan protein,” ungkap Prilly dikutip detikcom dari TikTok @prillylatuconsina15, Sabtu (6/7/2024).


Apa sih pola makan clean eating?

Dikutip dari laman Mayo Clinic, pola clean eating pada dasarnya mengacu pada kebiasaan konsumsi makanan yang belum terlalu banyak mengalami proses pengolahan atau hampir alami.

Pola makan ini memberikan nutrisi pada tubuh melalui makanan sehat dan padat nutrisi. Makanan bersih akan mengisi tubuh dengan banyak vitamin dan mineral, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat.

Beragam makanan ini bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung dan otak, membantu pengelolaan berat badan, membangun sistem kekebalan yang lebih kuat, dan meningkatkan energi.

Banyak orang mungkin berpikir sulit untuk menerapkan pola makan ini. Namun, manfaatnya akan sangat besar untuk kesehatan.

Beberapa contoh makanan yang bisa dikonsumsi selama menjalani clean eating, seperti:

  • Buah-buahan segar, misalnya apel, alpukat, pisang, blueberry, anggur, jeruk, stroberi, atau jus buah yang 100 persen alami.
  • Beberapa sayuran, seperti brokoli, kubis brussel, kubis, wortel, kembang kol, jagung, kacang hijau, selada, jamur, bawang bombay, paprika, ubi jalar, tomat.
  • Daging atau protein tanpa lemak.
  • Telur, ikan segar, selai kacang polos (tanpa tambahan gula).
  • Biji-bijian, sereal, popcorn, oat, beras merah, pasta gandum utuh.
  • Produk susu, seperti keju, susu, yogurt tawar, susu non-dairy tanpa pemanis, minuman dengan sedikit gula atau dengan madu.

(sao/suc)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

5 Kesalahan Saat Diet yang Malah Bikin Perut Makin Buncit, Segera Hentikan

Jakarta

Diet merupakan salah satu cara paling umum dan efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, diet tidak bisa dilakukan asal-asalan loh.

Pasalnya, mengadopsi kebiasaan diet yang salah justru dapat menghambat penurunan berat badan. Kebiasaan yang dikira ‘sehat’ malah membuat berat badan semakin membengkak.

Dikutip dari Livestrong, berikut kesalahan paling umum saat diet yang bisa membuat berat badan tak kunjung turun.


1. Asal-asalan minum smoothie

Smoothie adalah salah satu minuman yang kerap dikonsumsi saat diet. Smoothie biasanya terbuat dari campuran buah, sayur, susu, biji-bijian, hingga gandum.

Smoothie memang bisa menjadi tambahan yang sehat untuk diet. Namun jika dikonsumsi sembarangan, smoothie malah memberikan dampak buruk pada penurunan berat badan.

Ahli gizi Amy Gorin, RDN mengungkapkan kesalahan saat membuat smoothie adalah menambahkan terlalu banyak bahan, sehingga menambah jumlah kalorinya.

“Smoothie bisa menjadi makanan yang lezat dan seimbang. Di sisi lain, smoothie bisa saja mengandung hingga setengah kalori harian” ujarnya.

Agar kandungan kalori dalam smoothie tetap terkendali, Gorin menyarankan untuk menggunakan satu jenis lemak sehat per porsi. Misalnya, menambahkan sepertiga alpukat, satu sendok makan selai kacang, atau seperempat cangkir kacang-kacangan.

2. Terlalu membatasi makanan yang disukai

Diet kerap ‘mewajibkan’ seseorang untuk tidak mengonsumsi makanan yang disukai. Namun, terlalu membatasi diri justru bisa memberikan dampak negatif terhadap penurunan berat badan.

“Ini adalah pendekatan yang sering menjadi bumerang. Jika Anda menyukai kentang goreng, tetapi tidak boleh memakannya, akan sangat sulit untuk mengatasi larangan ini selamanya,” kata ahli diet dan nutrisi Samantha Cassetty, RD.

Cassetty mengatakan sebenarnya tidak masalah untuk makan kentang goreng atau makanan apapun yang digemari. Menurutnya, hal terpenting dalam diet adalah konsistensi.

“Jadi setelah makan burger atau kentang goreng pada hari Selasa, kembalilah ke kebiasaan sehat Anda pada waktu makan berikutnya,” imbuhnya.

3. Mengkompensasi kelebihan makan dengan olahraga

Godaan untuk mengonsumsi makanan yang tidak menyehatkan memang sulit dilawan, apalagi ketika sedang diet. Beberapa orang mungkin berpikir olahraga bisa mengenyahkan kalori usai bablas melahap makanan yang tidak sehat, akan tetapi faktanya tidak demikian.

“Sebenarnya, olahraga hanya (berkontribusi) sekitar 20 persen dalam menurunkan berat badan. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, hasilnya akan jauh lebih efektif dengan membuat perubahan pada apa yang Anda makan,” kata Cassetty.

Cassetty menambahkan olahraga juga bisa meningkatkan nafsu makan pada sebagian orang. Alhasil, mereka malah makan lebih banyak sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

4. Mengurangi kalori secara drastis

Defisit kalori memang menjadi salah satu metode paling efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, penurunan asupan kalori yang terlalu drastis bisa memicu sejumlah gangguan kesehatan.

“Anda membutuhkan kalori yang cukup untuk mendukung tingkat aktivitas harian Anda, termasuk olahraga. Saya yakin merasa sengsara, lapar, dan kekurangan energi bukanlah cara ideal untuk mencapai tujuan Anda,” tutur Gorin.

Mengonsumsi terlalu sedikit kalori juga dapat berdampak buruk pada metabolisme tubuh. Hal ini dapat mempersulit penurunan berat badan, dan bahkan menyebabkan kegemukan.

5. Mengadopsi tren diet yang salah

Sekarang ini, ada banyak tren diet yang diklaim ‘manjur’ menurunkan berat badan. Akan tetapi, metode diet yang efektif untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

“Saya mengingatkan orang-orang bahwa hanya karena sahabat Anda berhasil menurunkan berat badan dengan mengikuti program tertentu, bukan berarti program itu tepat untuk Anda,” ucap Cassetty.

Penelitian menunjukkan tidak ada metode diet terbaik yang berlaku untuk semua orang. Cassetty menyarankan orang-orang untuk memilih diet yang sesuai dalam hal jadwal, selera makan, dan preferensi agar mereka bisa menikmati proses penurunan berat badan tersebut.

“Jadi sebaiknya ketahui apa yang penting bagi Anda dan apa saja pengorbanan yang mungkin ingin Anda lakukan, serta temukan cara menurunkan berat badan yang sejalan dengan nilai-nilai tersebut,” pungkas Cassetty.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Jarang Diketahui, Kebiasaan Makan Ini Bisa Bantu Turunkan BB dengan Cepat

Jakarta

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan, termasuk dengan menerapkan metode diet dan rencana olahraga konvensional. Namun, bagi sebagian orang untuk konsisten melakukan dua hal tersebut mungkin terasa menyulitkan.

Meskipun begitu, nyatanya dengan mengubah kebiasaan cara makan dapat membantu untuk mencapai tujuan tersebut dengan lebih mudah. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan cara makan berdasarkan sains yang dapat membantu untuk menurunkan berat badan:

1. Mengunyah Makanan Perlahan

Organ otak membutuhkan waktu untuk memproses bahwa tubuh sudah cukup makan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengunyah makanan secara menyeluruh dan lebih lambat dikaitkan dengan faktor yang mungkin terkait dengan penurunan berat badan, termasuk:


  • Penurunan asupan makanan
  • Perut terasa penuh
  • Ukuran porsi lebih kecil

Kecepatan dalam menghabiskan makanan dapat memengaruhi berat badan. Sebuah tinjauan tahun 2021 melaporkan bahwa seseorang yang tidak makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang makan dengan cepat.

2. Porsi Kecil

Menggunakan piring yang lebih kecil dapat membantu tubuh untuk mengonsumsi porsi makanan yang lebih keci. Karenanya lebih sedikit kalori dengan membuat porsi tampak lebih besar. Di sisi lain, piring yang besar dapat membuat porsi terlihat lebih kecil, menyebabkan keinginan untuk menambahkan lebih banyak makanan.

Sebuah tinjauan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa piring pengontrol porsi juga dapat membantu untuk mengurangi berat badan, BMI (body mass index), lingkar pinggang, dan penanda lipid darah. Pertimbangkan untuk menyajikan makanan padat nutrisi dan rendah kalori di piring yang lebih besar serta makanan tinggi kalori di piring yang lebih kecil.

3. Mengonsumsi Banyak Protein

Protein dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan dan manajemen kalori dalam beberapa cara, termasuk:

  • Meningkatkan perasaan kenyang
  • Mengurangi rasa lapar
  • Meningkatkan termogenesis makanan (proses tubuh menghasilkan panas atas respon terhadap makanan yang dikonsumsi)
  • Meningkatkan metabolisme tubuh

Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi sarapan berprotein tinggi dengan telur dan roti panggang mengalami lebih sedikit rasa lapar dan mengonsumsi lebih sedikit kalori di kemudian hari daripada mereka yang mengonsumsi sarapan rendah protein dengan sereal.

4. Menyiapkan Makanan di Rumah

Memasak makanan di rumah merupakan sebuah cara yang bagus untuk memasukkan lebih banyak makanan yang bergizi dan seimbang. Hal tersebut dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

Sebuah tinjauan tahun 2020 menunjukkan bahwa seseorang yang menyiapkan lebih banyak makanan di rumah cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang rutin menyantap makan di luar atau menyantap makanan siap saji.

5. Banyak Minum Air Putih

Mengonsumsi air putih dapat membantu tubuh untuk menurunkan berat badan, termasuk apabila meminumnya sebelum makan. Studi tahun 2018 menunjukkan bahwa mengonsumsi air putih sebelum makan dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tanpa memengaruhi rasa kenyang secara signifikan.

Akademi Nutrisi dan Dietetika merekomendasikan untuk mengonsumsi air putih setidaknya 15,5 gelas atau 3,7 liter untuk pria dewasa dan 11,5 gelas atau 2,7 liter untuk wanita dewasa per hari.

(kna/kna)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto

4 Kebiasaan Simpel di Pagi Hari Bantu Turunkan BB, Cocok Buat yang Lagi Diet

Jakarta

Mendapatkan bentuk tubuh yang ramping dan ideal mungkin menjadi impian bagi sebagian orang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk dengan melakukan beberapa kebiasaan kecil dalam sehari-hari.

Faktanya, dengan melakukan perubahan kecil pada rutinitas di pagi hari dapat membantu untuk menurunkan berat badan dan membantu untuk mempertahankannya. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan kebiasaan simpel yang dapat dicoba di rumah:

1. Sarapan Tinggi Protein

Mengonsumsi sarapan tinggi protein dapat membantu untuk mengurangi keinginan makan dan membantu proses penurunan berat badan. Sebuah penelitian terhadap 20 gadis remaja, menemukan bahwa mengonsumsi sarapan berprotein tinggi dapat mengurangi keinginan makan setelah makan lebih efektif dibandingkan sarapan berprotein biasa.


Tidak hanya itu, protein dapat membantu proses penurunan berat badan dengan mengurangi kadar ghrelin atau ‘hormon lapar’ yang bertanggung jawab untuk meningkatkan nafsu makan. Satu penelitian terhadap 15 pria, diketahui bahwa sarapan tinggi protein dapat menekan sekresi ghrelin lebih efektif dibandingkan sarapan tinggi karbohidrat.

Rekomendasi menu makanan berprotein yang dapat dicoba seperti telur, yoghurt Yunani, keju cottage, kacang-kacangan, dan biji chia.

2. Minum Banyak Air Putih

Air putih dapat membantu untuk meningkatkan pengeluaran energi dalam tubuh, atau jumlah kalori yang dibakar tubuh, setidaknya selama 60 menit. Sebuah penelitian kecil melaporkan bahwa mengonsumsi 500 mililiter air dapat menyebabkan peningkatan 30 persen dalam laju metabolisme, rata-rata.

Studi lainnya melaporkan bahwa wanita dengan kondisi kelebihan berat badan yang meningkatkan asupan air putih mereka menjadi lebih dari satu liter per hari, maka kehilangan tambahan 2 kg dalam satu tahun, tanpa membuat perubahan lain dalam pola makan atau rutinitas olahraga mereka.

3. Berjemur di bawah Sinar Matahari

Membuka tirai agar sinar matahari masuk atau menghabiskan beberapa menit ekstra di luar setiap pagi, dapat membantu untuk memulai proses penurunan berat badan. Penelitian kecil menemukan bahwa paparan cahaya bahkan dalam tingkat sedang pada waktu tertentu dalam sehari dapat memengaruhi berat badan.

Selain itu, paparan sinar matahari juga merupakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memenuhi kebutuhan vitamin D dapat membantu untuk menurunkan berat badan dan bahkan mencegah kenaikan berat badan.

4. Latihan Mindfulness

Latihan mindfulness adalah praktik yang melibatkan pemusatan perhatian sepenuhnya pada saat ini dan menyadarkan pikiran serta perasaan dalam tubuh. Praktik ini terbukti dapat meningkatkan penurunan berat badan dan mendorong kebiasaan makan sehat.

Analisis terhadap 19 penelitian menemukan bahwa intervensi berbasis kesadaran dapat meningkatkan penurunan berat badan dan mengurangi perilaku makan terkait obesitas. Latihan mindfulness dapat dilakukan dengan cara meluangkan waktu lima menit setiap pagi untuk duduk dengan nyaman di tempat tenang dan terhubung dengan indra dalam tubuh.

(suc/suc)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto

Pria Ini Sukses Pangkas 25 Kg dalam 90 Hari, Transformasinya Bikin Pangling

Jakarta

Seorang pria di Belanda berhasil menurunkan berat badannya secara drastis dalam waktu 90 hari. Joachim Scheffer, yang dikenal di media sosial sebagai ‘ThatFatFreeRunner’, itu berjuang untuk menurunkan berat badan dengan berbagai program diet jangka pendek dan tidak ada hasilnya.

Namun, pada 2024 memulai tantangan baru untuk mengubah rutinitas latihannya, gaya hidup sehari-hari, dan kebiasaan makannya hanya dalam waktu tiga bulan.

Scheffer mengalami obesitas dengan berat sekitar 114 kg. Di bawah program intensif yang ditetapkan oleh pelatihnya, Stan Browney, ia berhasil menurunkan berat badannya hingga 25,5 kg.


Selama berprogram penurunan berat badan, Scheffer menggabungkan latihan angka beban dan latihan dengan alat gym.

Pola Makan Diatur

Pola makan Scheffer juga diperhatikan dan diatur. Dia tidak lagi boleh mengonsumsi pizza dan beralih ke makanan yang rendah kalori serta tinggi protein.

Pada minggu pertama, ia berhasil menurunkan berat badan hingga 3 kg hanya dengan mengikuti rutinitas latihan pembakar lemak di tempat gym secara konsisten.

Namun, perjalanan diet Scheffer tidak mulus. Ia sempat berada pada titik jenuh pada hari ke-10 dan berat badannya tidak turun.

“Berat badannya tidak turun, saya tidak tahu persis mengapa,” kata Browney, dikutip dari Daily Mail.

Penurunan Berat Badan yang Drastis

Browney merinci rutinitas olahraga yang dijalani Scheffer selama program dietnya. Ia lari bebas dan berjalan kaki hingga berhasil membawanya untuk kembali produktif menurunkan berat badan.

Bahkan, Browney meminta Scheffer menggunakan pelacak di ponselnya untuk memastikan ia berhasil mencapai 10.000 langkah per hari.

“Saya tidak terlalu suka berjalan ke mana pun, jadi saya membuatnya lebih menyenangkan dengan mendengarkan musik,” kata Scheffer .

“Namun, dengan berjalan kaki dapat membakar lebih banyak kalori,” sambungnya.

Pada hari ke-11, berat badannya turun dari 114 menjadi 109 kg.

“Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir kali saya masuk dalam kategori di bawah 110 kg, itu gila. Begitu banyak kemajuan saat saya bercermin,” tuturnya.

Setelah 30 hari, ia melakukan pemeriksaan penurunan berat badan lengkap pertamanya. Scheffer mengukur lingkar dada dan pinggangnya, yang masing-masing turun 13 cm dan 15 cm.

Berat badannya juga turun menjadi 103 kg, yang menandakan beratnya turun sebanyak 11 kg.

Pada hari ke-50, berat badannya mencapai 98 kg dan pada hari ke-60, 93,6 kg yang menandai penurunan 18 kg dari awal tantangan ini dilakukan.

Dengan hanya 10 hari tersisa di hari ke-80, berat badannya terus turun menjadi 90 kg. Penurunan berat badan yang mengejutkan sebesar 23 kg.

“Gaya hidup saya telah berubah, saya melihat begitu banyak hal baik, manfaat yang baik,” beber Scheffer .

Pada penimbangan terakhir di hari ke-90 lingkar pinggangnya turun menjadi 86 cm, turun 25 cm. Sementara lingkar perutnya turun sekitar 27 cm, menjadi perutnya hanya 94 cm.

Berat akhir keseluruhannya tercatat sebesar 88,5 kg, 25,5 kg lebih rendah daripada saat ia memulai tantangan tersebut.

“Anda tampak seperti orang yang sama sekali berbeda, saya tidak mengenali Anda, kawan,” ujar Browney.

(sao/kna)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied

Cocok untuk Pejuang Diet, Ini 5 Kebiasaan Pagi yang Bikin Badan Cepat Kurus

Jakarta

Menjaga pola makan dan rutin berolahraga merupakan dua kunci utama untuk menurunkan berat badan. Namun, ada sejumlah cara lain yang dapat dilakukan untuk mendukung penurunan berat badan yang lebih optimal.

Salah satunya dengan menerapkan kebiasaan pagi yang baik. Sebagian orang percaya pagi hari merupakan waktu terbaik untuk melakukan hal-hal yang mendukung penurunan berat badan, seperti berolahraga dan lain sebagainya.

Lantas, apa saja kebiasaan pagi yang dapat membantu menurunkan berat badan? Dikutip dari WebMD, berikut ulasannya.


1. Minum Air Putih

Satu atau dua gelas air putih sebelum sarapan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap penurunan berat badan. Meski tidak mengandung kalori, air dapat memberikan sedikit rasa kenyang, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan di pagi hari.

Air juga merangsang metabolisme untuk membantu membakar kalori.

2. Berolahraga Sebelum Sarapan

Melakukan olahraga ringan saat perut kosong dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan berolahraga setelah sarapan. Sebab, sesi olahraga sebelum sarapan dapat membantu tubuh membakar lebih banyak lemak sebagai sumber energi.

3. Makan Sarapan Tinggi Protein

Protein dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Ini karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama memecah protein dibandingkan nutrisi lainnya.

Pilihlah sarapan yang kaya protein, seperti telur, roti gandum, yogurt Greek, selai kacang, dan buah beri.

4. Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Sedikit sinar matahari di pagi hari dapat membantu tubuh membakar lebih banyak lemak. Penelitian menunjukkan seseorang yang berjemur di pagi hari cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah, atau tubuh yang lebih ramping, dibandingkan mereka yang berjemur di waktu lain.

5. Latih Mindfulness

Mindfulness atau kesadaran penuh dapat membantu seseorang mengadopsi gaya hidup sehat yang mendukung penurunan berat badan.

Misalnya, mereka yang mempraktikkan mindfulness akan fokus makan tanpa gangguan gadget atau televisi. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang makan sambil menonton televisi atau bermain gadget cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan karena mereka tidak memerhatikan jumlah makanan yang sudah dikonsumsi.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied

6 Tips Turunkan Berat Badan usai Libur Lebaran, Efektif dan Mudah Dilakukan

Jakarta

Tak sedikit yang memanfaatkan waktu libur panjang, khususnya pada saat libur Lebaran, untuk mengunjungi aneka tempat makan enak. Biasanya, tempat makan tersebut menyajikan hidangan yang tinggi lemak, kalori, dan gula.

Akibatnya, berat badan menjadi ‘membengkak’ setelah libur panjang. Apalagi jika tidak menjaga pola makan yang sehat dan rutin beraktivitas fisik selama liburan.

Lantas, bagaimana cara menurunkan berat badan setelah libur panjang? Dikutip dari Forbes, berikut sederet tips dari para ahli gizi yang bisa dipraktikkan.


1. Penuhi Kebutuhan Protein dan Serat

Protein dan serat merupakan dua nutrisi yang sangat penting dalam penurunan berat badan. Ahli diet sekaligus pendiri Real Life Nutritionist, Miranda Galati menyarankan untuk memperbanyak asupan protein dan serat untuk membangun kembali pola makan yang seimbang.

Cobalah untuk mengonsumsi 25-30 gram serat per hari dengan meningkatkan asupan makanan seperti lentil, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan biji-bijian utuh.

2. Tingkatkan Asupan Cairan

Hidrasi yang baik dapat membantu tubuh memetabolisme karbohidrat dengan baik dan membuang kelebihan garam, sehingga mengurangi kembung di perut.

“Minumlah air sebanyak setengah dari berat badan Anda [dalam ons] setiap hari,” ujar pakar gizi dari New York, Etosha Farmer.

3. Jangan Lewatkan Sarapan

Beberapa orang mengira melewatkan sarapan dapat mempercepat penurunan berat badan. Faktanya, kebiasaan ini justru dapat berdampak negatif bagi mereka yang sedang diet.

“Makan dalam waktu 30 menit setelah bangun tidur, dan makan tiga kali sehari serta dua kali camilan sehari akan membantu Anda terhindar dari makan berlebihan keesokan harinya,” terang pakar gizi dan penulis buku ‘Cooking for a Fast Metabolism’, Haylie Pomroy.

4. Konsumsi Makanan Utuh

Memperbanyak konsumsi makanan utuh dapat memberikan dampak positif terhadap proses penurunan berat badan. Farmer menjelaskan pola makan yang kaya dengan makanan utuh juga dapat membantu membersihkan dan mengembalikan diet ke arah yang benar.

“Fokuslah pada makanan utuh dalam bentuk alami. Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya satu buah dan dua jenis sayuran setiap hari,” imbuh Farmer.

5. Makan Lebih Banyak Sayuran

Sayuran mengandung serat yang dapat membantu membakar lemak tak sehat yang mungkin masuk ke tubuh selama liburan.

“Mereka juga memiliki fitonutrien termogenik-artinya, mereka tidak hanya membantu Anda membakar lemak tak sehat tetapi juga membakar lemak historis (lemak yang telah Anda simpan dalam waktu lama),” kata Pomroy.

6. Aktif Bergerak

Olahraga merupakan salah satu kunci utama untuk menurunkan berat badan. Latihan intensitas rendah, seperti berjalan, yoga, dan berenang dapat membantu melancarkan pencernaan dan meningkatkan laju metabolisme, dua hal yang penting dalam penurunan berat badan.

(ath/suc)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied

Diet Tanpa Olahraga Bisa Kurus? Ini Kata Ahli

Jakarta

Para ahli umumnya merekomendasikan keseimbangan antara pola makan dan olahraga untuk menjaga kebugaran. Namun, bagi orang dengan gaya hidup sibuk, gerakan terbatas, atau keterbatasan fisik yang membuat sulit membakar kalori, pengaturan asupan nutrisi bisa menjadi solusi utama.

Menurut dokter spesialis obesitas dan lipid, Spencer Nadolsky, pola makan atau nutrisi adalah faktor terpenting dalam upaya menurunkan berat badan. Lantas, seperti apa cara diet tanpa olahraga menurut ahli?

Beberapa cara untuk menurunkan berat badan tanpa olahraga menurut ahli, seperti tidak melewatkan makan, makan lebih banyak serat, karbohidrat, serta lemak, hingga tidur yang cukup. Dikutip dari laman Prevention, begini penjelasannya.


1. Jangan Lewatkan Makan

Menurut ahli diet Alex Evink, RD, ada orang-orang yang mungkin berpikir bahwa hanya makan satu atau dua kali sehari kemungkinan akan menghasilkan asupan kalori yang lebih rendah secara keseluruhan. Tapi melewatkan makan bisa menyebabkan ngemil tanpa sadar atau malah makan berlebihan.

Jika fokus makan tiga kali sehari dengan kontrol porsi, rasa lapar tidak akan datang dan kemungkinan besar asupan kalori keseluruhan yang dikonsumsi lebih sedikit.

Selain itu makan dari piring dan mangkuk yang lebih kecil. Dengan begitu, kemungkinan besar asupan makanan yang masuk akan mengandung lebih sedikit kalori.

2. Perbanyak Serat

Serat dikenal baik untuk pencernaan. Ahli diet, Karen Ansel MS, RDN menyarankan asupan serat untuk membantu menurunkan berat badan.

“Serat bisa membantu menurunkan berat badan dalam banyak cara,” katanya.

Serat mengembang di usus seperti spons sehingga menjadi penekan nafsu makan alami. Selain itu, penelitian terbaru menemukan bahwa serat memberikan dampak positif pada bakteri baik di usus yang membantu memproduksi hormon di usus. Dalam hal ini hormon tersebut memberi tahu otak bahwa tubuh sudah cukup maka.

“Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya 25 gram serat per hari dari berbagai makananan kaya serat seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran,” tambahnya.

3. Perbanyak Protein

Sama seperti serat, protein secara alami membantu merasa kenyang dengan mempengaruhi produksi hormon kenyang. Protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga saat mengonsumsinya seseorang cenderung tidak akan mencari camilan setelah makan makanan kaya protein.

“Protein juga membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna daripada, misalnya, lemak atau karbohidrat, sehingga Anda tidak menyimpan banyak kalori,” tutur Ansel.

Untuk hasil yang maksimal, usahakan untuk mengonsumsi 20 gram protein tanpa lemak per porsi makan, seperti ikan, ayam, kalkun, telur, dan produk susu rendah lemak.

4. Konsumsi Lemak

Lemak membantu tubuh merasa lebih kenyang lebih lama dan bisa membantu mencegah lonjakan gula darah yang membuat timbulnya rasa lapar. Ahli diet Jessica Cording, RD menyarankan untuk menambah kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan berminyak ke dalam pola makan.

“Ketika Anda mulai lebih memperhatikan asupan lemak, itu bisa sangat membantu,” katanya.

5. Seimbangkan Karbohidrat

Banyak orang menganggap diet rendah karbohidrat atau bahkan diet keto penting untuk menurunkan berat badan. Kendati demikian tak perlu sampai benar-benar menghilangkan karbohidrat dari menu harian.

Menurut Coding, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak adalah kunci untuk menjaga rasa kenyang yang bisa mengurangi keinginan ngemil dan makan berlebihan, yang bisa menghambat upaya penurunan berat badan.

6. Tidur yang Cukup

Sebuah studi pada tahun 2022 mengungkapkan, lebih banyak tidur bisa menyebabkan penurunan berat badan. Bagaimana bisa?

“Kurang tidur, kurang dari enam jam per malam bisa memengaruhi hormon pengatur rasa lapar yang menyebabkan peningkatan ngemil dan perubahan kebiasaan makan,” kata Nadolsky.

7. Hidrasi yang Baik

Kadang-kadang, tubuh salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Sehingga pada akhirnya menyebabkan makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sebuah studi menemukan, minum air sebelum makan dikaitkan dengan penurunan berat badan.

“Jika Anda tidak minum cukup air, tubuh akan menahan air untuk mencegah dehidrasi parah

8. Kurangi Gula

Tidak diketahui secara jelas apakah gula sendiri bisa menyebabkan kenaikan berat badan, tapi satu hal yang pasti adalah gula cenderung masuk ke dalam makanan yang mengandung terlalu banyak kalori.

“Baik itu soda, latte manis, atau makanan penutup, makanan-makanan ini harus menjadi yang pertama dihilangkan jika Anda ingin menurunkan berat badan,” kata Ansel.

Dia juga mengingatkan gula tersembunyi di berbagai macam makanan, seperti saus tomat, roti, saus salad, dan lain sebagainya.

(elk/suc)



Sumber : health.detik.com