Tag: kebocoran air

  • Mau Beli Rumah Second? Ini 6 Cara Mengecek Kebocoran


    Jakarta

    Saat membeli rumah siap huni, ada banyak yang perlu diperhatikan salah satunya kondisi bangunan tersebut. Khawatirnya rumah tersebut banyak spot yang rusak dan bocor saat hujan sehingga memerlukan renovasi sebelum ditempati.

    Maka dari itu, pembeli harus datang ke lokasi terutama setelah hujan atau saat hujan. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah menemukan lokasi bocor di rumah tersebut.

    Agar kamu bisa menemukan lokasi kebocoran dengan cepat, melansir dari laman Leak Masters, Senin (22/7/2024), berikut beberapa cara mengecek kebocoran sebelum beli rumah siap huni.


    Cara Cek Kebocoran Sebelum Beli Rumah

    1. Periksa Kemunculan Jamur

    Jamur kerap muncul pada permukaan apa pun yang lembap dan tidak terawat. Salah satunya adalah langit-langit rumah ataupun tembok. Ini juga adalah tanda paling umum jika ada kebocoran di dalam rumah. Cara paling mudah untuk memastikan noda pada beberapa bagian rumah adalah jamur dengan cara berikut.

    Identifikasi Bau:

    Jamur yang suka kelembapan akan mengeluarkan bau apek atau bau tidak sedap lainnya. Jika jamur sudah menyebar di beberapa sisi, bau tersebut akan tercium dengan jelas bahkan pada saat masuk ke rumah.

    Perhatikan Setiap Sudut:

    Periksa sudut-sudut ruangan secara cermat. Mulai dair lantai, langit-langit, bagian bawah tangga, dan dalam lemari kamar mandi. Kamu mungkin melihat tanda-tanda jamur dan lumut terutama jika ada kebocoran pipa atau saluran air.

    2. Cek Area Atap, Talang, dan Saluran Buangan Air

    Atap adalah area paling pertama terkena air hujan. Jika kondisi atapnya banyak yang rusak, air dengan mudah masuk ke dalam rumah. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan dengan cermat, jika bisa kamu melihat kondisi atapnya juga apakah sirap sudah terpasang dengan baik.

    Sementara itu, talang air atau pipa buangan air di atap juga perlu dicek. Seharusnya setiap rumah telah terpasang pipa tersebut karena fungsinya untuk jalan buangan air dari atap. Kemudian, cek pula saluran pembuangan air tepat di bawah talang air untuk memastikan air bisa mengalir dengan lancar, terutama saat hujan lebat.

    3. Periksa Meteran Air

    Kamu tidak bisa tinggal di rumah tanpa ada air bersih mengalir di dalamnya. Maka saat datang ke rumah baru, kamu perlu mengetes air pada setiap keran. Pastikan semua pipa bisa mengeluarkan air dan tidak lama dari keran dibuka. Lalu periksa meteran air di rumah tersebut.

    Jika air lama keluar dan tidak deras biasanya itu merupakan indikasi adanya kebocoran di suatu tempat. Kamu harus memeriksa semua toilet di rumah untuk melihat apakah ada tangki yang bocor, dan menguji tekanan air di keran untuk memastikan tidak ada yang mengalir ke dalam dinding.

    4. Cek Ruang-ruang Tertutup di Rumah

    Tidak semua bagian rumah mendapat cahaya matahari atau tidak semua rumah memiliki ventilasi yang memadai. Alhasil pasti ada saja ruangan yang lembap atau berbau apek saat dimasuki. Ruangan-ruangan ini biasanya adalah ruang bawah tanah, ruang laundry, hingga garasi. Cek mulai dari dinding, atap, hingga ke sudut ruangan untuk mendeteksi kebocoran. Mereka bisa menggunakan peralatan pencitraan infra-merah untuk memeriksa fondasi atau melakukan pemeriksaan kamera di dalam saluran air Anda.

    5. Periksa Bagian Halaman Rumah

    Selain bangunan, kamu juga perlu memeriksa tanah di sekitar rumah apakah ada tanda-tanda genangan air, atau perubahan warna pada dinding bawah yang mengindikasikan kelembapan. Tambahkan beberapa pohon besar yang tumbuh dengan baik agar halaman bisa menjadi tempat penyerapan yang baik dan tidak mudah ambles.

    6. Cek Pipa

    Terakhir, kamu bisa cek kondisi setiap pipa saluran air di rumah. Rumah yang sudah lama tidak ditempati, banyak sekali risikonya, salah satunya pipa di rumah tersebut bisa saja sudah pecah atau sambungannya sudah longgar. Jika kondisinya sudah tidak bagus kebocoran air mudah sekali terjadi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Hadapi Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor dan Rusak



    Jakarta

    Terkadang ada saja masalah muncul di rumah saat memasuki musim hujan. Derasnya air hujan ditambah udara yang lembap bisa bikin rumah rusak.

    Kondisi seperti ini dapat merusak dinding, menimbulkan rembesan, pertumbuhan jamur, bahkan merusak pada fondasi, lho. Sebelum terjadi kerusakan, sebaiknya mengecek dan mempersiapkan rumah memasuki musim hujan.

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau saat musim hujan? Yuk, simak penjelasanya berikut ini, dikutip dari HomeWorldDesign.


    5 Hal yang Harus Diperhatikan di Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah hal-hal yang perlu kamu cek dan persiapkan di rumah untuk menghadapi musim hujan

    1. Periksa Atap

    Atap menjadi bagian rumah yang paling banyak terkena terpaan air hujan. Oleh karena itu, pastikan atap kokoh dari bebas dari kebocoran atau retakan.

    Periksa dan rawat atap secara teratur untuk mencegah kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan mahal. Pastikan Anda juga memeriksa plafon rumah karena biasanya tanda-tanda kebocoran terlihat dari sini.

    Lalu periksa juga kalau ada genteng yang rusak, retak, berlubang, bergeser, ataupun hilang. Jangan sampai ada celah untuk air masuk ke dalam rumah. Sebagai tambahan, kamu bisa menambahkan lapisan kedap air ke atap untuk mencegah kebocoran.

    2. Periksa Kabel Listrik

    Hujan deras dapat merusak isolasi saluran kabel listrik, sehingga meningkatkan risiko masalah seperti pemadaman listrik, lonjakan daya, sekring putus, dan gangguan pengaturan tegangan di rumah. Pastikan tidak ada kabel yang longgar atau sakelar yang rusak seta pemutus arus berfungsi dengan baik.

    Tutupi kabel yang terbuka untuk mencegah sengatan listrik, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Pastikan kamu tidak asal menggunakan selotip atau lakban untuk memperbaiki atau menutupi kabel ini, karena kabel tersebut tidak terbuat dari bahan isolasi yang tepat dan dapat merusak kabel lebih lanjut. Gunakan selotip listrik atau biarkan teknisi ahli menangani pekerjaan tersebut.

    Hujan deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Sebaiknya kamu juga memasang pelindung lonjakan arus untuk menjaga peralatan dan elektronik tetap aman selama lonjakan daya saat petir menyambar.

    Lalu, penting untuk mengawasi stopkontak di dekat jendela dan area semi terbuka. Sebab, ada kemungkinan stopkontak akan mengalami kerusakan akibat air.

    Kamu juga perlu memangkas cabang-cabang pohon yang terlalu dekat dengan kabel listrik. Jangan sampai ranting pohon jatuh mengenai kabel listrik saat hujan deras dan menyebabkan pemadaman listrik.

    3. Bersihkan Talang dan Saluran Air

    Sistem drainase dan talang melindungi atap dan fondasi rumah dari hujan deras. Untuk itu, salurannya harus bersih dan bebas dari penyumbatan sebelum hujan mulai turun. Kamu bisa memeriksa pipa dan saluran pembuangan secara berkala dan perbaiki retakan atau kebocoran pada pipa.

    Puing-puing seperti daun, ranting, dan batu, dapat dengan mudah terkumpul di saluran pembuangan dan talang. Hal ini akan menghalangi aliran air dan meningkatkan risiko genangan air, luapan, dan tumpahan yang dapat merusak dinding dan fondasi rumah.

    4. Periksa Halaman Rumah

    Kami harus memeriksa halaman rumah untuk mencari area yang selalu tergenang air. Ini dapat mengindikasikan perataan tanah yang tidak tepat yang pada akhirnya akan merusak fondasi rumah. Jika Anda melihat genangan air, hubungi spesialis lansekap dan drainase untuk memeriksa dan memperbaikinya. Jangan sampai perataan tanah tidak semakin memburuk.

    5. Lindungi Pintu, Jendela, dan Dinding

    Periksalah jendela dan dinding dengan benar untuk mencari retakan atau area yang tidak tertutup dengan benar. Pastikan semua jendela dan pintu dapat dibuka dan ditutup dengan benar.

    Gunakan busa atau sealant silikon berkualitas untuk menutup celah antara pintu dan jendela. Langkah Ini akan mencegah kebocoran air dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur, pembengkakan, dan pembusukan di sekitar rangka kayu jendela dan pintu. Kamu juga bisa memasang segel karet di dasar pintu masuk dan pintu balkon untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.

    Selain itu, retakan di dinding dapat dengan mudah membuat air meresap, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan akhirnya merusak dinding dan fondasi rumah. Salah satu cara untuk mengidentifikasi area yang mungkin mengalami rembesan adalah dengan mencari dinding yang lembap dan cat yang mengelupas.

    Jika menemukan jamur, kikis dan gunakan pemutih dan air untuk membersihkan dan mendisinfeksi dinding. Selanjutnya, aplikasikan lapisan cat tahan air.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di rumah ketika memasuki musim hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Umum yang Terjadi di Rumah saat Musim Hujan



    Jakarta

    Datangnya musim hujan harus dengan persiapan ekstra agar terhindar dari masalah-masalah yang tidak diinginkan. Masalah kecil yang terjadi jika dibiarkan, akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

    Dengan mengetahui masalah-masalah umum yang terjadi di rumah saat musim hujan, tentunya akan membantu kamu dalam mempersiapkan rumah saat musim hujan.

    Melansir Civil Engineering Web, berikut beberapa masalah umum yang ditemukan di rumah saat musim hujan.


    Kebocoran Atap

    Kebocoran atap menjadi masalah yang sangat umum terjadi selama musim hujan. Seperti retakan pada struktur yang biasanya menjadi penyebab utama kebocoran atap. Pemeliharan rutin yang tidak memadai dapat mengakibatkan kerusakan atap dan terbentuknya retakan.

    Sistem drainase yang tersumbat, rusak, atau pecah juga dapat menyebabkan air bocor ke atap atau lantai sehingga mengakibatkan air masuk ke dalam ruangan dan terbentuknya noda yang tidak diinginkan di langit-langit atau dinding.

    Kerusakan Dinding dan Kebocoran

    Jika dinding luar bangunan tidak dirawat dengan baik, termasuk plesteran dan pengecatan yang tidak memadai sehingga hujan deras dapat menyebabkan berbagai jenis kerusakan seperti mengelupas.

    Retakan kecil pada dinding dapat mengakibatkan kebocoran air ke dalam ruangan, sehingga tampilannya tidak sedap dipandang dan menciptakan lingkungan yang tidak menyenangkan.

    Saluran Drainase Tersumbat

    Penyumbatan saluran drainase selama musim hujan merupakan masalah yang umum terjadi, dengan penyumbatan pada talang air utama menjadi masalah utama. Masalah ini muncul karena kurangnya pembersihan atap dan pipa drainase.

    Sebaiknya lakukan perawatan sebelum musim hujan untuk memastikan kelancaran fungsi sistem talang air. Periksa kondisi talang air dan bersihkan secara teratur untuk mencegah penyumbatan.

    Genteng yang Terlepas

    Selama musim hujan, hujan lebat disertai angin kencang dan badai dapat menyebabkan kerusakan pada genteng. Kerusakan ini dapat terjadi karena sambungan yang longgar atau tertiupnya genteng.

    Periksa kondisi genteng dan sambungan antar genteng. Jika ada kerusakan, segera perbaiki.

    Lumut yang Tumbuh

    Bila hujan sering turun, lumut dapat tumbuh di depan rumah atau di jalan setapak. Jangan abaikan karena dapat mengakibatkan kecelakaan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegahnya setelah hujan.

    Untuk menghilangkannya, kamu dapat menggunakan larutan pembersih yang sesuai berdasarkan permukaan yang ingin dibersihkan. Biarkan larutan bekerja, lalu gunakan sikat gosok atau pembersih bertekanan tinggi untuk menghilangkannya secara efektif.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Tiba-tiba Muncul dari Lantai? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Munculnya air dari bawah lantai bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya saat musim hujan.

    Umumnya, air muncul dari retakan sela keramik atau pecahan keramik. Retakan ini bisa terjadi karena rusak tertimpa beban yang berat, kesalahan saat pembangunan, atau ulah hewan.

    Selain itu, posisi rumah juga bisa menjadi salah satu penyebab. Apakah di dataran yang terjal atau datar. Saat hujan deras, tanah dengan mudah tergeser karena gerusan air. Gerusan ini dapat membuat tanah menjadi lebih turun. Ditambah tidak adanya area resapan air.


    Ada juga beberapa penyebab lainnya yang menyebabkan munculnya air dari lantai. Berikut ini informasinya dilansir dari Angi.

    1. Adanya Kebocoran Pipa

    Kemungkinan besar air yang muncul dari bawah keramik berada di dekat area yang dilalui oleh pipa air seperti kamar mandi, westafel, atau dapur.

    Setelah mengetahui lokasinya, cek meteran air di rumah. Apabila tidak bergerak, berarti kebocoran air bukan berasal dari pipa air. Melainkan sumber lain seperti air tanah yang meluap.

    Menurut Forbes, tanda-tanda pipa bocor utama sebagai berikut.

    – Suara mendesis dan gemericik

    – Tekanan air rendah

    – Sebelumnya terjadi penyumbatan saluran air yang terus-menerus

    – Air juga menggenang di sekitar halaman

    2. Kelebihan Air Tanah atau Naiknya Permukaan Air

    Saat hujan, air dapat menyebabkan kenaikan permukaan air tanah hingga meluap ke bagian atas. Air dapat dengan mudah muncul di dalam rumah apabila banyak celah pecahan keramik.

    Pemilik rumah bisa memasang sistem drainase interior di pertemuan dinding dan lantai. Sistem drainase ini semacam parit atau tanah menurun yang bisa mengalirkan air ke dalam pipa dan keluar dari rumah.

    Itulah beberapa penyebab timbulnya air dari bawah lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Keran Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya!


    Jakarta

    Kamu pernah menemukan keran air terus menetes padahal sudah tertutup rapat? Masalah ini jangan dianggap sepele dan harus segera diatasi.

    Penyebab air di keran selalu menetes ada bisa karena beberapa hal. Dilansir Swan’s Plumbing, bisa karena keran yang sudah aus sehingga tidak lagi rapat saat ditutup. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

    Penyebab kedua bisa karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup yang longgar atau rusak sehingga ketika ditutup atau dibuka ada saja air yang keluar. Kelonggaran ini bisa dikarenakan ada karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian. Penyebab selanjutnya adalah karena sering memakai air dengan debit yang besar. Saat tekanan terlalu tinggi, maka akan menekan komponen di dalam keran dan menyebabkan kebocoran.


    Memperbaiki keran bocor seperti ini bisa dilakukan sendiri, tanpa bantuan profesional. Dilansir My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus.

    Cara Memperbaiki Kran Air

    1. Siapkan Peralatan

    Beberapa peralatan yang diperlukan di antaranya kunci pas, obeng berkepala silang, Cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

    2. Matikan Saluran Air

    Saat kamu ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Dengan begitu, kamu tidak akan tersembur nantinya dan tidak ada air yang terbuang.

    3. Pastikan Air Tidak Mengalir ke Saluran Pembuangan

    Jika tangki air masih berisi air, kamu perlu memastikan air yang tidak mengalir ke keran yang sedang diperbaiki, tidak terbuang ke tempat lain.

    4. Lepaskan Gagang Kran

    Setelah masalah air selesai, sekarang buka gagang keran terlebih dahulu. Cari sekrupnya, buka satu-satu hingga terlepas. Simpan sekrup di tempat yang aman dan kalau bisa tidak tercampur agar saat hendak dipasang lagi, mudah untuk dicari.

    5. Buka Cartridge atau Katup

    Keran biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terbuka, ambil bagian tersebut.

    6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

    7. Pasang Selotip Ledeng

    Jika kran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

    8. Susun Kembali Komponen Pipa

    Setelah menemukan letak kerusakan dan kamu sudah memasang dengan yang baru, pasang lagi seluruh komponen. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Langkah terakhir adalah melakukan tes dengan dialiri air. Apabila setelah ditutup tidak ada yang menetes lagi, maka perbaikan tadi berhasil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Penyebab AC Keluar Air, Bisa Jadi Tanda Kerusakan


    Jakarta

    Pernahkah kamu mendapati lantai basah karena tetesan air dari unit AC di rumah? Kebocoran AC tentu akan menjadi masalah yang mengganggu.

    Hal ini juga bisa menjadi tanda adanya kerusakan dari AC. Ketahui beberapa penyebab AC keluar air berikut ini.

    Penyebab AC Keluar Air

    AC yang mengeluarkan air bisa disebabkan karena berbagai masalah seperti saluran pembuangan tersumbat, filter udara yang kotor, serta kumparan evaporator beku. Berikut penjelasannya mengutip salah satu laman produsen AC, Service Champion, dan ARS Rescue Rooter.


    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran pembuangan yang tersumbat mencegah AC mengosongkan wadah pembuangan dengan benar. Wadah pembuangan bisa tersumbat oleh kotoran atau serpihan yang menumpuk. Hal ini membuat air rentan berbalik dan menimbulkan kebocoran.

    Kamu bisa membersihkannya dengan vacuum cleaner basah atau kering. Tapi hati-hati agar tidak merusak unit HVAC (Heating, Ventilation, dan Air-Conditioning).

    2. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor akan membatasi aliran udara di atas kumparan evaporator, sehingga menyebabkan kondensasi dan kebocoran air. Sebagai informasi, menurut detikEdu, kondensasi merupakan proses perubahan uap air di udara menjadi butiran air.

    3. Tingkat Refrigeran Rendah

    Kadar refrigeran yang rendah membuat kumparan evaporator menjadi terlalu dingin. Hal ini menyebabkan kumparan membeku dan basah saat mencair. Adapun tanda-anda lain dari kadar referigeran yang rendah adalah suara gemericik atau mendesis dan pendinginan yang tidak efektif.

    4. Pemasangan AC yang Tidak Tepat

    AC yang dipasang dengan cara yang salah atau saluran pembuangan yang tidak dikonfigurasi dengan benar bisa menyebabkan masalah drainase dan kebocoran air. Jadi, pastikan kamu meminta bantuan tenaga profesional ketika memasang AC.

    5. Wadah Pembuangan Rusak

    Wadah pembuangan sangat penting untuk mengalirkan kondensat berlebih. Jika wadah pembuangannya rusak, aliran air akan terhalang dan bisa menyebabkan kebocoran air.

    6. Kumparan Evaporator Beku

    Seiring berjalannya waktu, kumparan evaporator bisa tersumbat. Bukannya mendinginkan udara panas dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, kumparan tersebut kotor dan melambat karena zat pendingin ak bisa melewati kumparan ke dalam unit.

    Tanpa panas yang diserap, kumparan menjadi semakin dingin dan membeku. Es yang mencair dengan cepat memenuhi wadah pembuangan dan menyebabkan kebocoran air.

    7. Isolasi Rusak

    Isolasi dalam AC membantu mengurangi jumlah kondensasi yang dihasilkan. Jika ada kerusakan seperti berlubang atau retak. AC tidak bisa berfungsi dengan baik dan dapat menyebabkan kebocoran. Kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa bagian AC membeku.

    8. Saluran Pembuangan Terputus

    Kebocoran AC juga bisa disebabkan karena saluran pembuangan yang terputus. Wadah pembuangan menyalurkan air ke saluran pembuangan, namun sambungan yang terputus membuat air bocor ke mana mana. Perlu diketahui, sistem AC yang mengalami kebocoran air akibat saluran pembuangan air yang bermasalah memerlukan perhatian profesional untuk memperbaikinya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Toren Air Bocor Tanpa Bongkar Pasang


    Jakarta

    Toren bocor kondisinya sama seperti pipa yang bocor. Keduanya sama-sama sulit untuk disadari dan diperbaiki.

    Tanda toren bocor adalah air yang keluar dari keran terlihat lebih kecil dan air lebih cepat habis. Kemudian, ketika sudah diisi, air tidak kunjung penuh. Tanda-tanda toren bocor akan lebih parah apabila pemilik rumah telat menyadarinya hingga beberapa hari. Sebab, celah pada tangki dapat memicu percepatan pertumbuhan lumut dan alga di dalam toren. Masalah lainnya yang akan muncul adalah beberapa bagian toren yang terbuat dari logam akan lebih mudah berkarat.

    Ketika mendapati toren di rumah bocor, orang awam biasanya tidak memahami cara memperbaikinya dan memilih untuk membeli yang baru. Eits, sebentar, cek dulu kerusakannya. Ada beberapa kerusakan yang bisa diatasi tanpa harus beli baru lho. Misalnya hanya satu lubang kecil yang bisa ditutup.


    Dilansir Water Tank Factory begini cara mengatasi toren air bocor tanpa perlu beli dan bongkar besar-besaran. Cara ini bisa diikuti untuk jenis toren air berbahan plastik.

    1. Pengelasan Poli

    Untuk retakan berukuran kecil hingga sedang, bisa memanggil tenaga ahli untuk meminta retakan ditutup dengan teknik pengelasan poli, yakni material dipanaskan agar menyatukan kembali.

    2. Ditutup dengan Lem

    Saat ini terdapat produk untuk menutup kebocoran pada tempat penyimpanan air. Cara ini ampuh untuk mengatasi kebocoran kecil pada toren air.

    3. Perbaiki Pipa

    Toren air yang bocor juga bisa disebabkan karena pipa terdekatnya tersumbat, retak, atau pecah. Periksa bagian ring dan gasket, cari apakah ada indikasi terjadi aus. Kemudian, tutup celah yang mungkin jadi tempat keluarnya air dengan lakban khusus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Keran Air Longgar Tanpa Alat Khusus



    Jakarta

    Keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat bisa bikin risih, boros air, bahkan berisiko meningkatkan tagihan bulanan. Masalah ini umum terjadi di banyak rumah, namun kabar baiknya: bisa diatasi sendiri tanpa perlu alat-alat khusus.

    Dilansir dari berbagai sumber, salah satu penyebab utama keran menetes adalah bagian dalamnya yang mulai aus, terutama washer alias segel karet kecil di dalam gagang keran. Selain itu, komponen seperti ring-O, seal, atau katup bisa saja longgar akibat karat, retakan, atau penumpukan mineral dari air yang mengalir setiap hari.

    Masalah makin parah jika air digunakan dalam tekanan tinggi. Debit besar dapat menekan bagian dalam keran dan menyebabkan kebocoran seiring waktu.


    Berikut ini langkah-langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki keran air longgar di rumah, tanpa perlu memanggil tukang:

    1. Matikan Saluran Air

    Pastikan aliran air utama ditutup agar tidak menyembur saat keran dibuka. Ini juga mencegah air terbuang sia-sia ke saluran pembuangan.

    2. Lepas Gagang Keran

    Gunakan obeng atau tangan kosong (jika memungkinkan) untuk membuka gagang keran. Simpan sekrup di tempat yang aman agar mudah dipasang kembali nanti.

    3. Periksa Bagian Dalam Keran

    Buka katup atau cartridge dengan memutar berlawanan arah jarum jam. Perhatikan kondisi washer dan ring-O di dalamnya. Jika sudah aus, keras, atau pecah, segera ganti dengan yang baru.

    4. Gunakan Selotip Pipa

    Untuk keran dengan ulir, kamu bisa melilitkan selotip khusus pipa di bagian sambungan agar lebih rapat dan mencegah kebocoran.

    5. Rakit Ulang dan Tes

    Setelah penggantian selesai, pasang kembali seluruh komponen keran seperti semula. Kencangkan secukupnya, lalu buka saluran air dan tes. Jika keran sudah tidak menetes, berarti kamu berhasil mengatasi masalahnya.

    Dengan perawatan sederhana ini, kamu tak hanya menghemat air, tapi juga menghindari kerusakan lebih parah yang bisa mengganggu aktivitas di rumah. Jadi, sebelum buru-buru panggil tukang, tak ada salahnya mencoba sendiri dulu, kan?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com