Tag: kebocoran refrigeran

  • Tips Pilih AC yang Tepat untuk Rumah di Dekat Pantai


    Jakarta

    Memiliki tempat tinggal di tepi pantai memiliki beberapa keuntungan, seperti pemandangan yang menakjubkan, hembusan angin, dan deruan ombak yang menenangkan jiwa. Namun, tinggal di pesisir pantai juga bisa menimbulkan tantangan tersendiri, contohnya seperti hawa panas sehingga membutuhkan pendinginan udara atau AC dalam sebuah bangunan atau rumah.

    Kelembapan yang tinggi, udara yang mengandung garam, dan suhu yang tidak menentu adalah suatu hal yang umum terjadi di daerah pesisir yang dapat merusak peralatan, terutama AC. Hal pertama yang harus kamu pertimbangkan adalah ketahanan terhadap korosi.

    Lalu bagaimana cara memilih AC yang tepat untuk rumah di dekat pantai? Dilansir dari INSC Digital Magazine, berikut ini informasinya.


    Pilih yang Memiliki Lapisan Anti Korosi

    Udara yang mengandung garam sangat korosif dan bisa merusak komponen logam yang terdapat pada AC dengan cepat. Maka dari itu, AC yang memakai lapisan anti-korosi atau yang terbuat dari bahan-bahan yang tahan karat lebih banyak disukai.

    Penjual selalu menawarkan model dengan lapisan pelindung khusus pada kondensor dan komponen vital lainnya untuk memperpanjang usia pendingin di pesisir pantai. Cari AC yang dirancang khusus untuk penggunaan di laut maupun pesisir, karena AC tersebut dibuat tahan kondisi yang keras.

    Ketahanan adalah faktor kunci lainnya, AC pada pesisir tidak cukup kuat untuk menahan korosi dan angin kencang, serta pasir, dan radiasi UV yang kuat. Unit dengan konstruksi kuat, termasuk rangka kokoh dan komponen yang tertutup rapat, sangat penting.

    Disarankan memilih AC yang telah melalui pengujian ketahanan lingkungan secara menyeluruh. Unit ini biasanya memiliki struktur diperkuat dan teknologi penyegelan canggih untuk mencegah masuknya pasir dan kelembapan.

    Hemat Energi

    Efisiensi energi juga merupakan faktor utama. Daerah pantai sering menghadapi suhu ekstrem, yang memerlukan penggunaan AC secara terus-menerus dan dalam jangka waktu panjang.

    Model hemat energi tidak hanya membantu menurunkan tagihan listrik, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. Pilih unit dengan peringkat SEER atau Seasonal Energy Efficiency Ratio tinggi.

    Teknologi inverter modern yang menyesuaikan kecepatan kompresor berdasarkan kebutuhan pendinginan menawarkan efisiensi energi lebih baik dan kontrol suhu yang stabil.

    Cari yang Mudah Dibersihkan dan Dirawat

    AC untuk bangunan di daerah pantai memerlukan perawatan lebih sering karena kondisi lingkungan yang keras. Pilih model yang mudah dibersihkan dan dirawat. Beberapa unit dirancang dengan komponen dan filter yang mudah diakses untuk dibersihkan atau diganti tanpa bantuan profesional. Selain itu, AC dengan fitur pembersihan otomatis membantu mencegah penumpukan jamur dan garam, yang mendukung kinerja serta kualitas udara yang lebih baik.

    Pilih Kapasitas AC Sesuai Kebutuhan

    Ukuran dan kapasitas pendinginan harus disesuaikan dengan kebutuhan rumah tepi pantai kamu. Ukuran AC yang tepat sesuai dengan luas area yang perlu didinginkan. Unit yang terlalu kecil akan sulit mempertahankan suhu nyaman, sedangkan unit yang terlalu besar bisa mendingin terlalu cepat tanpa menghilangkan kelembapan udara sehingga menciptakan suasana lembap.

    Tingkat kebisingan juga penting, terutama di lingkungan pantai yang tenang. Unit AC modern umumnya dilengkapi teknologi peredam kebisingan seperti kompresor berinsulasi dan bahan peredam suara. Memeriksa peringkat desibel AC dapat membantu memilih model yang menjaga keheningan dalam ruangan.

    AC Split Bisa Jadi Pilihan

    Sistem split sering direkomendasikan untuk rumah pantai karena fleksibilitas dan efisiensinya. Sistem ini terdiri dari unit luar ruangan yang menampung kompresor dan kondensor serta satu atau beberapa unit dalam ruangan yang menyalurkan udara dingin.

    Unit luar ruangan dapat ditempatkan jauh dari lingkungan korosif, dan unit dalam ruangan ditempatkan strategis untuk distribusi pendinginan yang merata di seluruh rumah.

    Alternatif lain yang layak adalah sistem mini-split tanpa saluran. Sistem ini seperti sistem split tetapi tanpa saluran, memudahkan pemasangan, terutama di rumah lama atau tanpa saluran. Mini-split tanpa saluran memungkinkan pendinginan zona yang efisien dan hemat biaya.

    Untuk rumah besar atau yang memiliki banyak ruangan, AC sentral mungkin menjadi pilihan terbaik. Sistem ini menggunakan jaringan saluran untuk mendistribusikan udara dingin dari unit pusat.

    Meski instalasinya lebih kompleks dan mahal, sistem AC sentral menawarkan kontrol iklim menyeluruh dan dilengkapi dengan sistem penyaringan yang meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga efisiensi sistem ini di lingkungan pantai.

    Pendingin udara portabel menjadi solusi praktis, terutama bagi penyewa atau untuk penggunaan sementara. Unit ini mudah dipindahkan tanpa instalasi permanen, tetapi mungkin tidak sehemat energi atau sekuat sistem split atau sentral.

    Pilih yang Memiliki Kemampuan Sebagai Dehumidifier

    Tingkat kelembapan tinggi dapat membuat udara terasa lebih panas dan menyebabkan masalah seperti jamur. AC dengan kemampuan dehumidifikasi kuat dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas udara.

    Pemurnian udara adalah fitur lain yang perlu dipertimbangkan. Udara pesisir membawa polutan seperti serbuk sari, debu, dan semprotan air laut. AC dengan sistem penyaringan canggih dapat menghilangkan partikel-partikel ini, sehingga menghasilkan udara lebih bersih.

    Filter HEPA, karbon aktif, dan pembersih sinar UV adalah beberapa opsi yang bisa ditambahkan. Berinvestasi dalam termostat berkualitas tinggi juga dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja AC di rumah pantai. Termostat yang dapat diprogram memungkinkan pengguna mengatur jadwal suhu untuk mengurangi konsumsi energi saat rumah kosong. Termostat pintar bahkan mampu menyesuaikan suhu berdasarkan pola penggunaan.

    Pemasangan yang tepat sangat penting untuk sistem AC di lingkungan pantai. Pemasangan profesional memastikan unit diposisikan dengan benar dan semua komponen terlindungi dari unsur alam. Perawatan rutin oleh teknisi juga membantu mencegah masalah korosi dan kebocoran refrigeran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • AC di Rumah Tiba-tiba Mati Sendiri? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Kamu pasti pernah mengalami saat ingin mendinginkan ruangan di rumah, AC tiba-tiba mati sendiri. Hal ini pastinya cukup menyebalkan dan ada kemungkinan AC rusak. AC harus menarik aliran udara hangat untuk mendinginkannya secara efisien.

    Jika AC tidak mendapatkan cukup udara, komponen seperti blower harus bekerja lebih keras untuk menjaga rumah tetap sejuk. Sehingga komponen-komponen ini dapat menjadi terlalu panas dan menyebabkan AC sering mati sendiri.

    Dilansir beberapa sumber, berikut penyebab kenapa AC tiba-tiba mati sendiri.


    Termostat AC yang Rusak

    Melansir Aircon Mag, Kamis (14/11/2024), termostat dianggap sebagai “otak” di dalam AC. AC akan menerima sinyal dari termostat yang memberi tahu kapan harus menyala dan mati.Hal ini bisa menjadi penyebab mengapa AC mati setelah 30 detik.

    Termostat dapat rusak, atau mungkin tidak berfungsi dengan baik karena kabel yang menghubungkan termostat ke AC mengalami korsleting. Sehingga dapat menyebabkan AC tiba-tiba mati sendiri.

    Filter Udara Kotor

    Filter udara yang tersumbat merupakan salah satu faktor yang paling umum yang mempengaruhi efisiensi AC. Filter seringkali menjadi komponen sistem yang sering diabaikan dan padahal memerlukan perhatian paling besar.

    Pendingin udara akan bekerja dengan efisiensi yang menurun jika filter udara tersumbat, sehingga AC tidak dapat mendinginkan dengan baik.

    Refrigeran di AC Rendah

    Untuk mendinginkan udara di rumah membutuhkan bahan yang dinamakan refrigeran atau yang disebut juga freon. Jika AC kekurangan refrigeran, perubahan tekanan yang menyertainya dapat menyebabkan saklar pengaman aktif, yang mematikan kompresor.

    Jika menemukan indikator seperti tagihan listrik naik, AC mengeluarkan suara mendesis, unit dalam ruangan dikelilingi air, atau kehilangan daya pendinginan, kemungkinan mengalami kebocoran refrigeran.

    Masalah Kumparan

    Dilansir dari Angi, kumparan kondensor terletak di luar ruangan, saat AC menyala kumparan terasa sangat panas karena melepaskan panas dari dalam rumah.

    Jika AC terus menerus mati sendiri, kemungkinan kumparan kondensor terlalu panas. Kumparan tersebut terpapar unsur alam sepanjang tahun, sehingga lapisan kotoran menumpuk. Kumparan kondensor perlu dibersihkan secara menyeluruh.

    Kompresor Rusak

    Kompresor AC merupakan elemen mekanis dari AC. Kompresor menghasilkan tekanan yang dibutuhkan refrigeran untuk mengeluarkan udara dingin setelah menyerap panas dari rumah.

    Kompresor dapat menjadi terlalu panas karena komponen HVAC yang kotor dan refeigeran yang rendah. Kompresor juga akan aus seiring waktu, hal ini bisa menjadi penyebab AC tiba-tiba mati sendiri.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Hal yang Bikin AC Tidak Dingin, Begini Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) setelah beberapa waktu digunakan kinerjanya bisa menurun. Salah satu tanda yang jelas adalah ruangan tidak terasa dingin.

    Hal ini tentu bikin jengkel penghuni rumah lantaran AC tak berfungsi semestinya. AC tidak dingin bisa disebabkan oleh kurangnya perawatan ataupun kerusakan komponen internal.

    Daripada rugi menyalakan AC yang tidak dingin, coba cari tahu penyebabnya dulu.


    Lantas, apa membuat AC tidak dingin? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab AC Tidak Dingin

    Inilah beberapa penyebab yang membuat AC tidak terasa dingin.

    1. Kebocoran Refrigerant

    Dikutip dari laman Hydes AC, refrigerant (komponen sistem AC yang menghasilkan udara dingin) mengalir lewat kumparan AC, dan memindahkan panas dari dalam rumah ke unit kondensor luar.

    Ketika sistem mengalami kebocoran refrigeran, maka sistem tidak akan mampu memindahkan panas keluar h secara memadai. AC akan tetap menyala, namun tidak bisa memberikan dingin dengan optimal.

    2. Kumparan Pendingin Kotor

    AC punya seperangkat kumparan dalam ruangan yang menyerap panas dari udara rumah, dan kumparan luar ruangan yang memindahkan panas dari rumah ke luar ruangan.

    Apabila salah satunya memiliki lapisan kotoran, maka panas akan jauh lebih sulit dipindahkan. Hal tersebut menyebabkan pengurangan kemampuan sistem untuk membuang panas dari rumah.

    3. Filter Udara yang Kotor

    Filter udara yang kotor akan membuat jumlah udara yang berhembus melewati kumparan evaporator menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan sebagian besar udara hangat yang ditarik AC dari udara rumah tidak akan benar-benar didinginkan.

    4. Unit Kondensor Tersumbat

    Unit kondensor berada di luar, sehingga rentan tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka unit kondensor tidak bisa melepaskan panas dari kumparan kondensor dengan baik.

    Dengan demikian, panas yang dikeluarkan dari rumah tidak akan dilepaskan dengan baik.

    5. Sistem yang Sudah Usang

    Sistem AC yang lama tidak akan mampu mendinginkan ruangan seperti sebelumnya. Mungkin sistem AC sudah mencapai akhir masa pakai. Makanya, penting untuk mengganti sistem AC ketika sudah tidak lagi mampu bekerja secara efektif.

    6. Pengaturan Termostat yang Tidak Tepat

    Pengaturan kipas termostat diatur ke ‘aktif’ akan penangan udara akan meniupkan udara bahkan ketika sistem tidak dalam siklus pendinginan. Akibatnya, sebagian udara yang keluar dari ventilasi menjadi terasa hangat.

    Kamu bisa menyesuaikannya dengan mengalihkan pengaturan kipas ke ‘otomatis’. Pengaturan lain yang bisa dicek, yaitu apakah sistem dalam mode “panas” atau ‘dingin’. Pasalnya, AC hanya akan menyala jika termostat diatur ke ‘dingin’.

    7. Masalah Kompresor AC

    Kompresor AC berperan untuk memastikan refrigeran berada pada tekanan optimal. Tanpa kompresor, sistem tidak akan bisa menyerap panas dari ruangan di rumah lalu memindahkannya ke luar.

    Jika kompresor mengalami masalah, AC Anda tidak akan mampu mendinginkan rumah dengan baik.

    8. Remote AC Rusak

    Remote yang rusak akan membuat pengiriman sinyal perubahan suhu ke unit AC gagal.

    Hal yang Harus Dilakukan jika AC Tidak Dingin

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika AC tidak dingin. Dilansir laman Bob Vila. Berikut adalah beberapa cara mengatasi AC jika tidak dingin.

    • Periksa dan setel ulang termostat.
    • Bersihkan saluran kondensasi yang tersumbat.
    • Ganti filter yang kotor.
    • Tambahkan zat pendingin.
    • Bersihkan kumparan yang kotor.
    • Cek sistem untuk mendiagnosis kerusakan saluran.
    • Bersihkan area sekitar kompresor.
    • Beli AC baru yang lebih kuat.

    Jika detikers tidak bisa membuka unit AC untuk memperbaikinya, kamu bisa menyewa seorang profesional untuk membersihkannya.

    AC Akan berfungsi dengan optimal jika dirawat dalam kondisi prima. Perawatan rutin juga akan memastikan AC berfungsi dengan baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com