Tag: kebocoran rumah

  • Sederet Bagian Rumah yang Rawan Kebocoran



    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, tentunya harus memiliki perhatian ekstra terhadap rumah. Rumah yang kurang mendapatkan perawatan sangat beresiko terjadinya kebocoran, hal ini akan sangat mengganggu dan berbahaya.

    Ada beberapa bagian yang harus diperhatikan karena memiliki resiko tinggi terhadap kebocoran sehingga menimbulkan kerusakan. Kebocoran di rumah juga bisa menimbulkan kelembapan yang berlebih.

    Melansir Homes & Gardens, berikut beberapa bagian area rumah yang rawan kebocoran saat musim hujan tiba.


    Talang Air

    Pemeriksaan rutin atap dan talang air sangat penting untuk dilakukan. Talang air yang tersumbat akan menyebabkan luapan air dan kebocoran, sehingga akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

    Jendela Atap atau Skylight

    Skylight merupakan cara yang bagus untuk menambah cahaya alami di dapur dan rumah, Skylight juga merupakan salah satu area utama di rumah yang rawan bocor di musim hujan, sehingga hal ini bisa menjadi penyebab utama kebocoran di rumah.

    Masalah yang umum terjadi adalah kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu atau karena terhantam badai. Memperbaikinya bukanlah masalah besar, biasanya hanya melibatkan pemasangan segel baru atau pendempulan.

    Namun, jika ada retakan pada kaca, disarankan untuk secepatnya mengganti seluruh kaca. Jangan hanya menambalnya, karena akan menambah kerusakan yang lebih parah.

    Jendela dan Pintu

    Jendela dan pintu bisa menjadi penyebab kebocoran di rumah. Selama musim hujan, pastikan jendela dan pintu tertutup rapat. Periksa juga keretakan dan celah yang bisa menyebabkan air masuk ke rumah.

    Dek Rumah

    Dek rumah saat musim hujan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Area dek dapat dengan cepat menjadi area bermasalah dan menyebabkan kondisi dek licin yang berbahaya serta beresiko jatuh

    Sambungan dek merupakan sumber umum kebocoran, seperti baut atau sekrup yang menahan dek ke rumah terlihat berkarat atau kendur, sehingga memungkinkan air merembes ke are di bawah dek.

    Lembah Atap

    Lembah atap merupakan titik-titik tempat dua bagian atap bertemu membentuk palung. Tempat ini berperan penting dalam mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap dapat mengembang dan mengacaukan flashing, sehingga membuka pintu kebocoran.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Musim Hujan, Ini 4 Tanda Dinding Rembes dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sering ditemukan masalah pada bangunan, salah satunya adalah dinding rembes. Kebocoran pada bagian rumah seperti dinding rembes ini dapat merusak rumah.

    Penyebab dari dinding yang rembes bukan hanya air hujan yang masuk ke dalam retakan dinding, melainkan bisa dipicu adanya pipa air yang bocor, talang air yang rusak, water heater yang rusak, dan kebocoran pada bagian atap.

    Air hujan yang masuk ke dinding membuat tingkat kelembapannya meningkat dan memicu jamur tumbuh di permukaan dinding. Kamu bisa langsung mengetahui dinding rumah rembes atau tidak dengan melihat kondisi dinding di rumah. Dilansir Forbes Home, berikut beberapa tanda dinding di rumah mengalami rembes.


    Tanda-tanda Dinding Rembes

    1. Bau Apak

    Tanda pertama dinding rembes adalah tercium bau lembap atau apak. Bau seperti ini biasa kamu cium saat hujan turun. Jika kamu mencium bau seperti ini bisa segera cek area dinding yang bersinggungan langsung dengan area luar. Bagian dinding atas dekat atap juga perlu dicek.

    2. Jamur

    Area yang lembap adalah tempat yang tepat untuk berkembangnya jamur. Keberadaan jamur merupakan bukti nyata jika area dinding tersebut terjadi rembesan. Warna jamur yang muncul ini beragam, bisa berwarna hitam, hijau, oranye, atau coklat.

    3. Gelembung pada Dinding

    Tanda kedua dinding mengalami rembes adalah munculnya gelembung. Penyebabnya adalah air masuk ke balik cat dinding sehingga membentuk gelembung pada permukaan dinding. Jika kamu memakai cat lateks, air yang tertampung di dalam cat tersebut tidak mudah pecah karena cat ini memiliki sifat fleksibel.

    4. Cat Dinding Mengelupas

    Air yang masuk ke dinding dapat merusak perekat pada cat atau wallpaper. Akibatnya cat dinding jadi mudah terkelupas dan mengotori lantai. Dinding yang tidak dilapisi cat akan lebih mudah kotor dan menyisakan noda putih yang bertekstur.

    Cara Mencegah Dinding Rembes

    Dinding yang rembes harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah. Tumbuhnya jamur di dinding juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Dalam catatan detikcom, berikut beberapa cara mencegah dinding rembes.

    1. Waspadai Retak Rambut di Dinding

    Dinding yang retak bisa menjadi akses masuk air ke dalam dinding. Cara untuk mengatasi retak rambut adalah membersihkan sisa cat yang menempel dari permukaan dinding. Lapisan cat dasar menggunakan lapisan semen super dan semen perbandingan 1 : 1,25. Semen super dan semen berfungsi menutup retak rambut pada dinding, mengikat sisa debu dan kotoran. Selain itu, juga meningkatkan daya lekat waterproofing. Setelah kering dapat dilanjutkan dengan proses pelapisan waterproofing pada dinding. Lakukan 2 kali secara bertahap.

    2. Lapisi dengan Cat Waterproofing

    Cat dinding yang bagus dan anti rembes perlu dilapisi dengan cat waterproofing yang memang berguna untuk mencegah air masuk ke dinding. Khusus untuk bagian dinding kamar mandi, kamu harus memilihnya dengan tepat karena rentan lembap.

    3. Pastikan Acian Dinding Kering

    Masalah tidak akan bisa diatasi apabila ternyata sumber kerusakan ada pada acian yang tidak sempurna. Meskipun dilapisi cat waterproofing sekalipun tidak akan menjamin air tidak akan tembus.

    Maka dari itu, perlu dilakukan plester dan pengacian ulang pada dinding bagian luar. Proses acian berguna menutupi semua pori-pori menggunakan bahan campuran seperti batu bata dan lainnya (plester). Pastikan acian dinding kering lalu beri waterproofing setelahnya. Kemudian, periksa dinding bagian dalam rumah setelah bagian luarnya selesai diperbaiki.

    4. Perbaiki Sumber Kerusakan

    Sebenarnya jika ketiga cara di atas sudah dilakukan, rembesan pada dinding kemungkinan besar tidak mudah terjadi. Namun, apabila ternyata muncul tanda-tanda rembesan, kamu perlu memeriksa talang air, pipa air, dan sumber-sumber air di rumah. Apabila ditemukan kerusakan harus langsung diperbaiki.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 4 Titik Ini Rawan Alami Kebocoran di Rumah


    Jakarta

    Rumah bocor adalah salah satu masalah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan tiba. Pemilik rumah harus lebih memperhatikan dan merawat rumah untuk mencegah kebocoran.

    Sebab, rumah yang mengalami kebocoran berisiko menimbulkan kerusakan yang berkelanjutan pada bangunan rumah. Air yang menerobos ke dalam rumah membuat bangunan rumah menjadi lembap.

    Oleh karena itu, kamu perlu tahu titik-titik rawan bocor di rumah. Berikut ini tempat berpotensi mengalami kebocoran saat hujan, dikutip dari Homes & Gardens.


    Titik Rawan Bocor di Rumah

    Inilah beberapa lokasi di rumah yang kerap kali terjadi bocor ketika hujan.

    1. Talang Air

    Talang air yang tersumbat bisa menyebabkan luapan air dan kebocoran. Jika dibiarkan, luapan air bisa menimbulkan kerusakan pada rumah.

    Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan rutin pada atap dan talang air untuk mencegah kebocoran ketika turun hujan.

    2. Jendela Atap atau Skylight

    Mempunyai skylight atau jendela pada atap adalah cara yang bagus untuk menambah pencahayaan alami rumah. Namun, Skylight juga merupakan salah satu area yang rawan bocor.

    Biasanya kebocoran terjadi karena ada kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu. Untuk memperbaikinya, kamu cukup memasang segel baru atau pendempulan.

    Selain itu, retakan pada kaca juga bisa jadi penyebab kebocoran. Sebaiknya kamu segera mengganti seluruh kaca kalau menemukan retakan.

    3. Jendela dan Pintu

    Kebocoran juga bisa terjadi pada area jendela dan pintu rumah. Air hujan masuk melalui retakan dan celah pada dua tempat itu.

    Pastikan jendela dan pintu tertutup rapat selama hujan dan perbaiki retakan dan celah pada jendela dan pintu.

    4. Lembah Atap

    Lembah atap adalah titik pertemuan dua bagian atap yang membentuk palung. Tempat ini mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap bisa menyebar dan mengganggu flashing atap, sehingga menimbulkan peluang kebocoran.

    Itulah beberapa titik yang rawan bocor di rumah saat terjadi hujan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



    Jakarta

    Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

    Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

    Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


    Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

    Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

    1. Identifikasi Kebocoran

    Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

    2. Segera Perbaiki Kebocoran

    Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

    Tips Mencegah Plafon Bocor

    Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

    1. Bersihkan Talang Air

    Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

    Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan

    Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

    4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

    Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com