Tag: kebocoran

  • Masih Banyak yang Salah Gunakan Pipa, PVC Bukan untuk Air Panas!



    Jakarta

    Masalah salah pilih jenis pipa ternyata masih sering terjadi di masyarakat. Banyak yang menggunakan satu jenis pipa untuk semua kebutuhan, padahal setiap jenis pipa punya fungsi yang berbeda.

    Salah satu kesalahan paling umum adalah penggunaan pipa PVC untuk air panas, padahal pipa tersebut tidak dirancang untuk tahan suhu tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius dari produsen sistem perpipaan Rucika dalam ajang IndoBuildTech 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang.

    “Masih banyak masyarakat yang belum paham fungsi masing-masing pipa. Misalnya, PVC digunakan untuk air panas, padahal itu berisiko karena tidak tahan suhu tinggi,” ujar Reynard Natamihardja, Corp. Brand Management & Activation Dept. Head Rucika, dalam keterangannya Senin (7/7/2025).


    Rucika menyebut, edukasi soal pemilihan pipa yang tepat masih menjadi PR besar dalam industri konstruksi dan properti. Sebab, kesalahan memilih pipa bisa berdampak pada kebocoran, kerusakan sistem air, hingga biaya perbaikan yang membengkak.

    Untuk menjawab tantangan itu, Rucika tak hanya pamer produk, tapi juga menyelenggarakan sejumlah sesi edukatif di booth mereka selama pameran. Mulai dari talkshow bersama arsitek Atelier Riri, hingga diskusi santai dengan para content creator.

    Di IndoBuildTech 2025, Rucika juga memperkenalkan sejumlah produk terbaru yang dirancang khusus sesuai kebutuhan proyek modern. Salah satunya adalah Rucika Kelox PE-RT Multilayer, sistem pipa untuk air panas dan dingin bertekanan yang dikembangkan bersama Ke Kelit dari Austria.

    “Pipa ini sudah menggunakan teknologi PUSH FIT, sistem sambungan tanpa las atau lem yang lebih cepat dan efisien saat pemasangan,” jelas Reynard.

    Selain itu, ada juga Fosetpol, tiang keran berdesain estetis hasil kerja sama dengan Maezawa dari Jepang. Fosetpol cocok digunakan di area luar rumah seperti taman atau carport, dan diklaim tahan cuaca hingga 30 tahun.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Wajib Diperiksa Setelah Rumah Terendam Banjir


    Jakarta

    Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (6/7/2025) sore telah menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dikutip dari detikNews, sebanyak 41 RT di Jakarta masih dilanda banjir hingga Senin (7/7/2025) dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

    Apabila rumah kamu termasuk yang kebanjiran, sebaiknya lakukan sejumlah pengecekan terlebih dahulu. Banjir tak hanya membuat rumah jadi kotor, tapi bisa merusak beberapa benda yang tak sempat diselamatkan.

    Periksa 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir

    Ada beberapa hal yang wajib diperiksa usai rumah terendam banjir. Dilansir dari Flood Info, berikut penjelasannya:


    1. Cek Kabel Listrik

    Langkah pertama yang wajib diperiksa adalah kabel listrik. Saat terendam banjir, ada potensi sejumlah kabel mengalami korsleting. Apabila tidak hati-hati maka kamu bisa tersengat listrik bahkan memicu kebakaran.

    Apabila ingin membersihkan rumah, sebaiknya jangan langsung menyalakan aliran listrik dari Miniatur Circuit Breaker (MCB). Lalu, pastikan juga peralatan listrik sudah dicabut dari stop kontak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    2. Periksa Tabung Gas

    Saat rumah kebanjiran mungkin kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang, termasuk tabung gas. Jika banjir sudah surut, segera cek tabung gas di rumah karena dikhawatirkan mengalami kebocoran.

    Jika mencium bau menyengat dari tabung gas, segera keluarkan ke tempat terbuka. Hal ini dapat terjadi karena tabung gas terlalu lama berada di tempat tertutup dan minim ventilasi.

    Sebaiknya, jika sudah mengetahui tanda-tanda rumah akan terendam banjir segera lepas tabung gas dari selang kompor gas. Kemudian pindahkan tabung gas ke posisi yang aman dan tidak terendam banjir.

    3. Pakai Sarung Tangan dan Alas kaki Tertutup

    Ketika akan membersihkan rumah dari sisa banjir, disarankan memakai sarung tangan lateks dan alas kaki tertutup, misalnya sepatu boot yang setinggi mata kaki. Selain itu, gunakan juga kaus atau celana lengan panjang.

    Langkah ini dilakukan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Soalnya, banjir berasal dari air selokan maupun kali yang mengandung banyak bakteri jahat yang berbahaya bagi kesehatan.

    4. Mengecek Dinding dan Lantai Rumah

    Penting juga untuk mengecek seluruh kondisi rumah setelah terendam banjir. Dinding dan lantai tentunya sudah kotor sehingga wajib dibersihkan. Meski begitu, kamu juga wajib melihat apakah ada kerusakan yang ditimbulkan atau tidak.

    Terutama pada dinding, setelah terendam banjir selama berhari-hari membuat dinding jadi basah dan lembap. Kondisi ini bisa membuat cat dinding jadi rusak, merusak struktur bangunan, hingga memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

    Sementara itu, lantai yang terendam air dan lumpur akibat banjir dapat menyebabkan kerusakan pada keramik. Kalau tidak segera dibersihkan, warna keramik bisa kusam sehingga tidak terlihat estetis.

    Itu dia empat hal yang wajib diperiksa setelah rumah terendam banjir. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Kebocoran Listrik di Rumah dengan Cara Ini, Nggak Perlu Alat Tambahan!


    Jakarta

    Adanya kebocoran listrik di rumah tidak bisa dianggap remeh. Sebagai informasi, kebocoran listrik adalah kondisi ketika arus listrik yang mengalir di luar jalur yang seharusnya.

    Listrik yang mengalir di luar jalur tidak dapat dicegah meskipun meteran listrik sudah dalam kondisi mati. Hal tersebut sangat berisiko karena bikin tagihan listrik membengkak hingga membahayakan keselamatan penghuni rumah.

    Ingin tahu cara mengecek adanya kebocoran listrik di rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Cek Ada Kebocoran Listrik di Rumah

    Sebagai pemilik rumah, kamu dapat mengecek kebocoran listrik dengan melihat meteran listrik atau token, terutama yang memakai meteran prabayar. Berikut langkah-langkahnya yang dikutip dari catatan detikProperti:

    1. Matikan dan cabut semua kabel dan perangkat elektronik di rumah
    2. Matikan instalasi listrik melalui Mini Circuit Breaker (MCB)
    3. Tekan angka ’44’ pada meteran listrik, lalu tekan ‘Enter’
    4. Setelah itu, lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0’ (nol) yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, jika ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda ada kebocoran listrik di rumah.

    Bahaya Jika Ada Kebocoran Listrik di Rumah

    Sebagai pemilik rumah, detikers harus waspada terhadap kebocoran listrik. SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengatakan kondisi kebocoran listrik dapat lebih berisiko jika lokasinya berada di dekat besi dan air. Kombinasi keduanya bisa menyebabkan sengatan listrik, korsleting, hingga kebakaran.

    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti pada Kamis (31/10/2024) lalu.

    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” ungkapnya.

    Kebocoran listrik di rumah juga dapat merusak barang-barang elektronik. Soalnya, daya yang diterima jauh lebih besar daripada yang seharusnya.

    Lebih lanjut, Yudhi mengatakan adanya kebocoran listrik membuat tagihan listrik jadi membengkak setiap bulan. Soalnya, pemakaian listrik jadi berlebihan meski sudah mengurangi penggunaan perangkat elektronik semaksimal mungkin.

    “Tagihan listrik kita kan naik terus ya, maksudnya kayak gede. Jadi kenapa sih masyarakat sering kan kontraknya saya agak bengkak itu (karena kebocoran listrik),” pungkas Yudhi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Berjamur dan Lembap Jangan Asal Dicat Ulang, Begini Solusinya



    Jakarta

    Memasuki musim hujan masalah yang kerap ditemui di rumah adalah dinding lembap. Tandanya adalah muncul noda-noda putih hingga hitam di beberapa area. Selain itu, jika dipegang, dinding akan terasa seperti berkapur.

    Apabila sudah seperti ini, apa solusinya dengan pengecatan ulang?

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya menjelaskan dinding yang sudah berjamur karena lembap atau bocor memang harus dicat ulang. Namun, pengecatan ulang bukan cara untuk mengatasi jamur tersebut.


    Pemilik rumah harus mengatasi kebocoran atau celah-celah di mana udara dan air masuk ke dinding. Mengutip BBC, salah satu penyebab dinding berjamur adalah terjadinya kondensasi atau pengembunan. Hal ini merupakan fenomena alami terjadi. Biasanya disebabkan adanya perbedaan suhu pada dinding dengan lingkungan sekitarnya. Namun, risikonya memang tidak baik untuk tampilan ruangan dan kesehatan penghuninya.

    “Kita perbaikin dulu, kenapa dia berjamur temboknya ya kalau dia berjamur, ya mau nggak mau, kalau mau hasilnya maksimal, harus dikerok dulu,” kata Rahman saat ditemui detikcom di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Setelah cat lama dihapus atau dibersihkan hingga hanya tersisa dinding acian, ambil cairan khusus untuk mencegah jamur tumbuh di dinding. Lalu, pakai cat dasar yang mengandung alkali killer atau pencegah pertumbuhan garam alkali. Tunggu selama 1-2 jam hingga mengering.

    Apabila sudah kering, bisa pasang top coat sebanyak 2 lapis. Setiap lapisan harus ditunggu selama 1-2 jam hingga mengering.

    Rahman mengatakan dinding yang rentan muncul jamur berada di tempat yang lembap seperti kamar mandi. Bisa juga di rumah tua, dapur, dan sekitar jendela rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Masih Bocor Meski Sudah Diperbaiki? Ini 6 Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap dialami banyak orang ketika turun hujan adalah atap bocor. Jika menemukan ada tetesan air ketika turun hujan, segera perbaiki atap rumah demi mencegah kebocoran.

    Meski sudah diperbaiki, terkadang atap masih saja bocor ketika turun hujan. Kondisi ini tentu bikin jengkel apalagi kamu sudah mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki atap.

    Ternyata, ada sejumlah faktor yang menyebabkan atap rumah kembali bocor meski sudah diperbaiki. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Atap Masih Bocor Walau Sudah Diperbaiki

    Ada beberapa hal yang menyebabkan atap bocor walau sudah diperbaiki. Dilansir situs RGB Construction dan Roof Crafters, Rabu (9/7/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Salah Memperbaiki Kebocoran

    Faktor yang pertama karena salah memperbaiki atap yang bocor. Bisa saja kamu salah memperbaiki atap yang bocor atau sebenarnya masih ada titik-titik bocor lainnya yang belum diketahui.

    Maka dari itu, sebaiknya lakukan pengecekan pada atap secara menyeluruh agar memastikan tidak ada lagi kebocoran. Jika ragu, kamu bisa menyewa tukang untuk mengecek sekaligus memperbaikinya.

    2. Kualitas Material yang Rendah

    Saat memperbaiki atap bocor mungkin kamu menggunakan material genteng yang punya kualitas rendah. Meski sudah diganti dengan produk baru, tetapi tidak akan bertahan lama karena kualitasnya rendah sehingga cepat rusak.

    3. Pemasangan yang Kurang Tepat

    Genteng harus dipasang secara tepat. Jika pemasangan dilakukan tidak benar maka dapat berisiko menyebabkan kebocoran lagi. Kalau kamu ragu untuk mengganti genteng sendiri, cobalah memanggil tukang bangunan karena mereka lebih handal.

    4. Jarang Dirawat

    Genteng mungkin sudah diganti dengan yang baru, tapi jika tidak dirawat secara rutin maka bisa saja rusak seiring waktu. Nah, adanya genteng yang rusak menjadi pemicu terjadinya kebocoran saat turun hujan.

    Cobalah cek atap rumah setiap sebulan sekali guna memastikan tidak ada daun atau ranting pohon. Kamu juga bisa menggunakan jasa kontraktor untuk mengecek atap dan memastikan tidak ada yang bocor.

    5. Ada Lubang Kecil di Genteng

    Faktor berikutnya karena terdapat lubang kecil di genteng yang tidak terdeteksi sebelumnya. Hal itu yang membuat atap rumah tetap bocor meski sudah diperbaiki hingga berkali-kali.

    6. Fondasi Rumah Bergeser

    Pada sejumlah rumah yang usianya tua, atap bocor bisa disebabkan karena fondasi bangunan sudah bergeser akibat pergerakan tanah. Kondisi ini memberi tekanan pada atap sehingga menyebabkan struktur rumah retak.

    Fondasi rumah yang bergeser membuat perbaikan pada atap akan sia-sia karena kebocoran dapat terjadi lagi suatu saat.

    Demikian enam penyebab atap rumah kembali bocor meski sudah diperbaiki. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Kelabang dan Kaki Seribu di Rumah, Bisa Pakai Garam



    Jakarta

    Rumah dapat dimasuki berbagai hama kecil, termasuk kelabang dan kaki seribu. Kedua hewan melata ini tidak berbahaya, tetapi kehadirannya cukup mengganggu penghuni rumah.

    Sebagian orang mungkin ngeri atau geli dengan bentuknya yang seperti ulat. Belum lagi mereka mempunyai kaki-kaki yang mungil.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens dan The Spruce, kelabang dan kaki seribu suka tinggal di tempat yang hangat, lembap, dan gelap. Penghuni bisa saja menemukan kedua hewan ini di bagian rumah dengan karakteristik tersebut.


    Rumah yang terdapat serangga seperti kecoak, ngengat, rayap, serta rayap juga rawan muncul dua hewan melata itu. Pasalnya, serangga merupakan sumber makanan bagi kelabang dan kaki seribu.

    Jika ingin rumah bebas kelabang dan kaki seribu, lingkungan rumah perlu dijaga agar tetap kering. Misalnya penghuni memperbaiki kebocoran pipa atau membersihkan area lembap.

    Kemudian, penghuni juga perlu memperhatikan akses masuk hama ke dalam rumah. Pastikan untuk menutup celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding.

    Bagaimana cara membasmi kelabang dan kaki seribu di rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Basmi Kelabang dan Kaki Seribu

    Inilah beberapa tips untuk membuat rumah bebas kelabang dan kaki seribu.

    1. Taburkan Garam

    Kelabang dan kaki seribu suka tinggal di lingkungan yang lembap untuk berkembang biak. Untuk itu, penghuni bisa menaburkan garam di area lembap buat mengurangi kadar air di udara. Dengan begitu, kedua hewan itu tidak akan tertarik buat masuk rumah.

    2. Siram Pemutih Pakaian

    Pemutih pakaian mengandung bahan kimia yang keras. Aromanya yang menyengat membuat kelabang dan kaki seribu tidak betah di rumah. Lalu, keduanya pun dapat musnah ketika disiram pemutih.

    Perlu diingat, jangan campur cuka dengan pemutih. Sebab, campuran itu akan menghasilkan gas klorin yang beracun.

    3. Semprotkan Cuka Putih

    Cuka putih mengandung asam asetat dan tingkat keasamannya cukup ampuh memusnahkan hama rumah. Penghuni rumah dapat menyemprotkan cuka putih langsung ke kelabang dan kaki seribu.

    4. Sebarkan Daun Pandan

    Kelabang dan kaki seribu sensitif terhadap bau menyengat, salah satunya daun pandan dan serai. Manfaatkan dua bahan ini dengan cara memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar aromanya keluar. Lalu, letakkan di area yang sering dilalui kelabang dan kaki seribu.

    5. Semprotkan Minyak Esensial

    Minyak esensial seperti tea tree dan peppermint memiliki bau menyengat yang tidak disukai hama. Penghuni bisa mengusir kelabang dan kaki seribu dengan mencampurkan minyak esensial dengan air. Semprotkan cairan itu pada titik masuk atau lokasi yang sering dilewati kelabang dan kaki seribu.

    Itulah tips seputar kelabang dan kaki seribu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! 5 Makhluk Ini Sering Menyelinap Masuk Kamar Mandi



    Jakarta

    Berbagai hewan bisa menyelinap masuk ke dalam rumah. Biasanya, mereka mencari tempat yang lembap seperti kamar mandi.

    Kehadiran hama seperti nyamuk, laba-laba, dan kecoak bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bayangkan saja, hewan-hewan kecil hinggap pada tubuh penghuni, tentu akan bikin risih bukan?

    Lalu, makhluk apa saja yang suka masuk kamar mandi dan bagaimana cara membasminya? Simak penjelasannya berikut ini.


    5 Makhluk yang Suka Masuk Kamar Mandi

    Inilah sederet hama yang kerap masuk kamar mandi beserta cara mengatasinya, dikutip dari az Animals.

    1. Nyamuk

    Kasus DBD melonjak 40%, komunitas Filipina tawarkan warga jadi pemburu nyamuk bayaranNyamuk Foto: BBC World

    Nyamuk terkadang ditemukan berterbangan di dalam kamar mandi. Serangga ini muncul dari wastafel dan saluran pembuangan kamar mandi, yakni tempat mereka bertelur. Mereka memang menyukai area yang hangat dan lembap.

    Jika tak ingin ada nyamuk, penghuni perlu menghilangkan genangan air di kamar mandi. Kemudian, semprotkan campuran cuka, gula, dan detergen untuk membasmi nyamuk.

    2. Laba-laba

    European Journal of Entomology pernah membahas laba-laba golongan Oonopidae bisa bereproduksi tanpa pejantan.Laba-laba Foto: Wikipedia

    Laba-laba bisa masuk ke kamar mandi lewat celah kecil, lubang ventilasi, jendela, hingga wastafel. Biasanya laba-laba mencari sumber air di kamar mandi. Mereka pun dapat bersembunyi di balik handuk dan pakaian basah.

    Untuk mencegah laba-laba, sebaiknya tutup retakan dan celah. Lalu, semprotkan campuran cuka dan air di sudut-sudut kamar mandi untuk mengusir laba-laba.

    3. Lalat Limbah

    Lalat LimbahLalat Limbah Foto: lucaspezeta/pexels

    Lalat limbah menyukai genangan air, terutama pada saluran pembuangan yang pancuran dan wastafelnya memiliki aliran air lambat. Serangga ini biasanya ditemukan dekat pipa bocor, genangan air, saluran pembuangan, dan kamar mandi yang tak terpakai.

    Cara mengatasi lalat limbah adalah menghilangkan genangan air. Lalu, perbaiki saluran air tersumbat dan pipa bocor.

    Penghuni juga bisa memasang perangkap untuk membasmi lalat limbah. Siapkan mangkuk berisi campuran cuka apel dan detergen pencuci piring. Letakkan perangkap ini di tempat yang sering dihinggapi lalat.

    4. Kecoak

    Close up hand hold Dead Cockroach tentacleKecoak Foto: Getty Images/iStockphoto/ananaline

    Kecoak juga sering ditemukan merayap di kamar mandi, misalnya di dalam kabinet, bawah wastafel, dan belakang WC. Serangga suka muncul di kamar mandi yang lembap dan punya permasalahan perpipaan.

    Kalau mau kamar mandi bebas kecoak, tutup akses masuknya, seperti celah, lubang, dan lubang pembuangan. Lalu, perbaiki keran yang bocor. Basmi kecoak dengan menaburkan soda kue dan gula di area bermasalah.

    5. Kelabang

    KelabangKelabang Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

    Terakhir, ada kelabang yang suka merayap dan bersembunyi di celah-celah dan saluran pembuangan kamar mandi. Hewan ini mencari tempat yang lembap dan hangat, misalnya tempat kebocoran dan genangan air.

    Itulah beberapa hewan yang suka ditemukan di dalam kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Risih Keran Air Menetes Terus? Begini Cara Mudah Perbaikinya


    Jakarta

    Keran air yang terus menetes bisa membuat risih pemilik rumah. Meski sudah tutup keran rapat-rapat, tetesan air terus berjatuhan.

    Jika menemui masalah seperti ini, pemilik perlu segera memperbaikinya. Sebab, air yang mengalir terus bisa jadi pemborosan.

    Sebelum memperbaiki keran, pemilik rumah perlu menyiapkan beberapa peralatan, antara lain kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip ledeng. Simak cara perbaiki keran air menetes berikut ini.


    Cara Perbaiki Keran Air Menetes

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki keran air yang menetes, dikutip dari Your Repair dan My Plumber London.

    1. Matikan Saluran Air

    Pertama, matikan saluran air untuk memudahkan proses perbaikan. Langkah ini menghindari munculnya air secara tiba-tiba.

    2. Tutup Saluran Pembuangan Sekitar Keran

    Tutup juga saluran pembuangan di sekitar keran. Hal ini untuk mencegah komponen keran masuk ke lubang pembuangan saat perbaikan.

    3. Lepas Gagang Keran

    Lepaskan sekrup pada gagang keran menggunakan obeng secara hati-hati. Sebagian gagang memiliki penutup yang harus dibuka pelan-pelan, lalu bisa membuka sekrup pengaman.

    4. Buka Cartridge atau Katup

    Selanjutnya, buka cartridge atau katup menggunakan kunci pas sesuai ukuran. Putar kunci pas berlawanan arah jarum jam. Komponen keran akan terlihat setelah terbuka.

    5. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Jika ada tanda kerusakan, keausan, dan kelonggaran, gantilah dengan washer atau ring-O yang baru.

    6. Pasang Selotip Ledeng

    Kalau desain keran terdapat sambungan berulir, pasanglah selotip ledeng di sekitar ulir sebelum memasang keran kembali. Hal ini agar pemasangan lebih kencang, sehingga mencegah air merembes lewat ulir.

    7. Pasang Keran

    Kemudian, pasang kembali katup secara pelan-pelan pada lokasi semula. Pastikan katup terpasang sejajar dengan komponen internal keran. Gunakan kunci pas untuk mengencangkannya dengan memutar searah jarum jam. Pastikan keran kencang tapi tidak terlalu kencang.

    8. Pasang Kembali Gagang Keran

    Pasang kembali gagang keran dengan memasang sekrupnya. Kalau ada bagian penutup, pasang kembali pada tempatnya.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Terakhir, nyalakan kembali saluran air. Coba buka dan tutup keran untuk mengecek aliran air normal dan ada tidak kebocoran.

    Jika keran air masih bocor, pastikan lagi komponen sudah terpasang dengan kencang. Apabila masih belum teratasi, mungkin sudah saatnya mengganti dengan keran yang baru.

    Itulah tips memperbaiki keran air yang bocor. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Diserbu Kaki Seribu saat Musim Hujan? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kaki seribu merupakan salah satu hewan berjenis lipan yang senang hidup di tempat yang sejuk dan lembap. Kaki seribu biasanya tidak menetap terlalu lama di satu tempat. Mereka berpindah mencari lokasi yang lebih baik, terutama jika lingkungan terasa panas dan kering.

    Dikutip dari Southern Living, kaki seribu biasanya tinggal di bawah tanah. Mereka tertarik pada tumpukan daun kering, mulsa, hamparan bunga, dan batu di sekitar rumah.

    Oleh karena itu, jika melihat kaki seribu ada di dalam rumah adalah hal yang jarang. Apabila mereka masuk hingga ke dalam rumah dan di tempat-tempat yang tak biasa, kemungkinan besar area tersebut merupakan tempat yang sejuk dan lembap.


    Bisa juga mereka tengah menuju daerah yang lebih lembap di dekat sana. Daerah tersebut biasanya sempit, gelap, dan dingin. Apabila di rumah terdapat tumpukan barang atau sudut-sudut rumah yang memenuhi kriteria tersebut, harap berhati-hati.

    Cara Cegah Kaki Seribu Masuk ke Rumah

    Dilansir dari Southern Living, kaki seribu bisa dicegah untuk tidak muncul di permukaan dengan cara berikut.

    1. Tutup Celah di Rumah

    Kaki seribu bisa masuk rumah melalui celah, retakan, atau bukaan pada pintu dan jendela. Saat memasuki musim hujan, usahakan celah tersebut dalam keadaan tertutup sehingga kaki seribu tidak ada kesempatan untuk masuk.

    2. Hilangkan Kelembapan

    Kelembapan merupakan musuh utama kerusakan bangunan. Selain itu, kelembapan juga bisa memicu datangnya kaki seribu. Untuk mengurangi kelembapan di rumah, coba pakai perangkat elektronik bernama dehumidifier. Singkirkan pula penyebab munculnya kelembapan.

    Jangan biarkan membuang tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa menumpuk di rumah karena bisa menjadi sarang baru bagi kaki seribu.

    3. Hilangkan Genangan Air

    Jangan biarkan di halaman rumah terdapat genangan air. Sebab, genangan air dapat menarik perhatian kaki seribu, bahkan hewan lainnya. Genangan air muncul karena tidak ada resapan, tidak ada jalur mengalirkan air, permukaan tanah yang cekung, atau karena ada kebocoran pada pipa. Jadi atasi dahulu permasalahannya agar tidak ada lagi genangan air di rumah.

    Itulah penyebab dan cara mencegah kaki seribu masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Lengkap Membersihkan Toren Air Rumah, Jangan Sampai Salah!


    Jakarta

    Toren air memiliki fungsi penting sebagai persediaan air bersih di rumah. Agar penghuni bisa mendapatkan air yang bersih dan segar, maka toren wajib dibersihkan secara rutin.

    Perlu diingat, toren air yang tidak dibersihkan hingga berbulan-bulan dapat memicu tumbuhnya lumut. Hal tersebut membuat air jadi kotor sehingga tidak layak digunakan untuk mandi atau mencuci. Jika dipaksakan maka bisa memicu kulit gatal-gatal dan gangguan pencernaan.

    Maka dari itu, penting untuk merawat dan menjaga kebersihan toren air di rumah. Namun, kamu juga tidak bisa membersihkan toren secara sembarangan. Simak panduan membersihkan toren yang benar dalam artikel ini.


    Panduan Membersihkan Toren Air dengan Tepat

    Toren atau disebut juga tandon air perlu dibersihkan dan dikuras isinya agar tidak ditumbuhi lumut. Disarankan untuk menguras toren air minimal 3-4 bulan sekali agar terlepas dari masalah lumut.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut langkah-langkah membersihkan toren air dengan benar:

    Alat dan Bahan

    • Sikat
    • Spons
    • Scrubber atau saringan lumut
    • Kaporit
    • 3 sdm garam dengan 2 liter air yang sudah didihkan (opsional)
    • Cuka putih (opsional).

    Langkah-langkah Membersihkan Toren Air

    Setelah menyiapkan alat dan bahan di atas, kini ikuti caranya di bawah ini:

    1. Matikan Pompa Air

    Langkah yang pertama adalah dengan mematikan pompa air agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren. Hal ini juga membantu mempercepat proses menguras dan memastikan pembersihan tandon dilakukan secara optimal.

    2. Buang Sisa Air di Dalam Toren

    Sebelum dimulai proses pembersihan, pastikan kamu sudah mengabarkan kepada penghuni rumah bahwa toren air akan dibersihkan sehingga tidak dapat digunakan sementara waktu. Kemudian buang sisa air di dalam toren agar air yang terkontaminasi dengan kuman dan jamur bisa terbuang dan tidak digunakan.

    3. Buang Kotoran yang Mengumpul

    Langkah berikutnya adalah membuang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, tanah, dan pasir yang menumpuk di dalam toren. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar kotoran bisa terangkat sepenuhnya.

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu mengecek komponen toren yang terhubung, seperti valve atau keran, pipa, pompa, serta fitting inlet dan outlet. Periksa seluruh komponen agar saat dibersihkan tidak memicu kerusakan, putus, atau menimbulkan celah yang menyebabkan kebocoran.

    Jika ditemukan ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya diganti terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Kalau komponen sudah diganti, kini saatnya melakukan proses pembersihan pada permukaan toren. Jika ukuran tandon cukup besar dan kamu memiliki bobot kurang dari 60 Kg, kamu dapat masuk ke dalam toren untuk mempermudah pembersihan. Namun kalau sulit dijangkau kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar Toren

    Setelah membersihkan bagian dalam, jangan lupa untuk menyikat area luar toren sampai bersih. Bersihkan juga bagian tutup toren agar tidak ada lagi sisa lumut dan kotoran yang menempel.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren hingga seluruh lumut dan kotoran terangkat, pastikan kamu membilasnya dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan sabun larut secara menyeluruh.

    7. Isi Ulang Toren

    Langkah terakhir, isi ulang toren dengan air bersih sesuai kapasitasnya. Pastikan kualitas airnya bersih, jernih, tidak berwarna, dan tidak bau. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan air di dalam toren hingga jangka waktu lama sampai nantinya tandon dikuras kembali.

    Demikian panduan membersihkan toren air yang berlumut dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com