Tag: kebocoran

  • Kenali 3 Ciri Genteng Bocor di Rumah Sebelum Makin Parah


    Jakarta

    Rumah harus dirawat secara berkala karena dapat rusak setelah lama digunakan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah genteng bocor akibat hujan.

    Setiap rumah memang berpotensi untuk bocor, maka pemilik sebaiknya waspada dan mengantisipasi kebocoran. Air hujan dapat merembes masuk melalui celah genteng yang bocor.

    Meski kecil, kebocoran bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih besar. Nah, sebelum tambah parah kamu harus bisa mendeteksi tanda-tanda awal kebocorannya.


    Lalu, apa saja ciri-ciri genteng bocor? Yuk, simak tanda-tandanya berikut ini, dikutip dari Red Canyon Roofing, Minggu (7/7/2024).

    Ciri-ciri Genteng Bocor

    1. Bintik-bintik di Dinding Luar Rumah

    Noda dan noda air serupa seperti langit-langit bisa muncul pada dinding di luar rumah. Air bisa mempengaruhi dinding interior dan eksterior. Dalam banyak kasus, noda pada dinding eksterior akan menjadi pertanda awal ada kebocoran.

    Salah satu cara untuk mencegah masuknya air selama musim hujan adalah dengan memeriksa apakah loteng terisolasi dan air hujan mengalir dengan benar.

    Kalau kamu nggak yakin bagaimana cara memeriksa genteng rumah, pastikan untuk menghubungi kontraktor lokal secepat mungkin.

    2. Noda Plafon

    Langit-langit atau plafon yang berubah warna hingga muncul bercak bisa jadi pertanda kalau ada kebocoran pada genteng rumah kamu. Bercak itu gampang banget dikenali. Biasanya berwarna kuning atau bahkan hitam pekat.

    Kalau kamu menemukan tanda itu dan curiga genteng kamu bocor, ada baiknya kalau kamu langsung memeriksa untuk memastikan ada kebocoran. Jangan dibiarkan atau kamu akan menyesal di kemudian hari.

    3. Permukaan Dinding Berubah Bentuk

    Dinding yang tumbuh atau berubah bentuk karena air dan terkena kelembapan sering kali jadi pertanda ada kebocoran di rumah. Ketika kerusakan akibat air seperti ini ditemukan, kemungkinan besar sudah ada air yang mengalir ke berbagai area di rumah dalam kurun waktu yang cukup lama.

    Terkadang kebocoran sangat parah sehingga bisa terjadi lebih cepat dari itu. Tapi dalam banyak kasus, pertumbuhan dan perubahan bentuk dinding merupakan perubahan yang memerlukan waktu. Sebelum makin parah, kamu harus segera memeriksa kemungkinan kebocoran yang ada.

    Dinding yang tumbuh disebabkan oleh penumpukan kelembapan dan menyebabkan kayu serta batuan lembaran mengembang karena kelembapan meresap ke dalam kayu. Jika masalah ini berlangsung terlalu lama, kamu mungkin perlu merenovasi rumah untuk memperbaiki kerusakan dan menghilangkan jamur atau lumut.

    Itulah beberapa ciri-ciri genteng bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Material Pelapis yang Ampuh Atasi Atap Bocor di Rumah


    Jakarta

    Atap bocor adalah masalah yang kerap ditemui pada setiap rumah baik kondisinya baru maupun sudah lama ditempati. Atap bocor tidak boleh dianggap sepele , jika didiamkan kerusakan terburuk adalah atap ambruk. Maka dari itu, atap bocor harus segera diperbaiki.

    Setelah diperbaiki, atap rumah juga harus dilapisi dengan material yang dapat mencegah kebocoran berulang. Material anti bocor ini mudah ditemukan dan cara pemakaiannya pun tidak membutuhkan waktu lama.

    Melansir dari berbagai sumber, berikut 4 material pelapis yang ampuh atasi atap bocor di rumah.


    1. Karpet Talang

    Karpet talang adalah material pelapis yang bentuknya lembaran dengan 2 warna yakni merah dan hitam di masing-masing sisi. Pelapis ini memiliki tekstur yang kasar dan anti air. Fungsinya untuk menampung air agar tidak merembes ke dalam.

    Ukuran karpet talang cukup beragam mulai dari 45 cm, 55 cm, 60 cm, 70 cm, 90 cm, dan 110 cm. Kamu bisa membelinya per lembar dengan harganya lebih murah atau gulungan. Biasanya satu gulungan panjangnya mencapai 50 meter.

    Harga karpet talang yang dijual per lembar ukuran 45 cm-110 cm dijual mulai dari Rp 13.000-Rp 58.000 per lembar. Sementara itu, untuk harga karpet talang yang dijual per gulungan sekitar Rp 350.000-Rp 989.000 tergantung dengan ukurannya juga.

    2. Cat Waterproof atau Anti Air

    Cat waterproof paling banyak digunakan untuk melindungi atap dari kebocoran. Cat waterproof juga tersedia banyak warna dan harganya lebih bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan keuangan.

    Ukuran cat waterproof terdiri dari 1 kg, 5 kg, 10 kg, 18 kg, 20 kg, hingga 25 kg. Harganya berkisar Rp 51.000 untuk 1 kg hingga Rp 1,5 kg untuk yang 25 kg.

    3. Serat Fiber

    Serat fiber adalah pelapis yang biasa digunakan untuk menambal atau menutupi retakan pada atap yang menyebabkan bocor. Selain pada atap rumah, serat fiber juga bisa digunakan pada tembok, genteng, hingga dak beton. Penggunaannya tetap harus dilengkapi dengan cat waterproofing agar lebih kuat menutupi retakan.

    Serat fiber biasanya dijual per lembar atau gulungan. Menilik dari berbagai e-commerce, ukuran serat fiber yang dijual per lembar ada 20×20 cm hingga dijual per meter. Untuk ukuran 20X26 cm per lembarnya Rp 2.300, sementara untuk yang per meter dikenakan Rp 20.000. Kemudian, untuk yang dijual gulungan harganya mencapai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta-an.

    4. Resin

    Resin adalah cairan yang dapat menutup atap bocor. Resin sendiri banyak jenisnya, tetapi untuk mencegah bocor kamu harus mencari resin khusus. Resin yang digunakan untuk bocor di rumah ada yang dijual per kaleng dan ada pula yang botol kecil. Untuk resin yang kalengan dan bermerek harganya mulai dari Rp 80.000-Rp 1 jutaan.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Panik! Ini 8 Cara Mengatasi Suara AC Berisik Tanpa Tukang


    Jakarta

    AC di rumah mengeluarkan suara berisik bisa bikin kamu khawatir dan nggak nyaman. Suara berisik itu memang menandakan ada masalah dari AC. Penyebabnya bermasalah, bisa karena AC kotor, freon AC terganggu, hingga kipas di dalam AC rusak.

    Ternyata masalah ini bisa diatasi sendiri. Melansir dari BTN Properti, Minggu (14/7/2024). Berikut beberapa cara mengatasi suara AC berisik di rumah.

    Cara Mengatasi Suara AC Berisik

    1. Membersihkan AC

    Biasanya AC mengeluarkan suara berisik karena ada penumpukan kotoran. Maka, kamu bisa membersihkan AC tersebut. Memang disarankan AC dibersihkan secara rutin mulai dari komponennya seperti kipas, baling-baling, dan filter. Kotoran atau debu yang menumpuk dapat menyebabkan gesekan dan suara berisik.


    2. Periksa Kipas dan Baling-Baling

    Penyebab kedua adalah masalah pada kipas di dalam AC. Tanda ada masalah di kipas adalah ada benda asing yang menyangkut di dalamnya. Bisa pula kondisi kipas/baling-baling memang sudah tidak bagus seperti aus atau rusak. Kamu perlu segera mengganti atau memperbaiki bagian yang bermasalah.

    3. Periksa Kondensor dan Evaporator

    Kondensor adalah salah satu alat penukar panas pada AC. Jika kondensor AC bermasalah biasanya posisinya tidak rata. Selain itu, kamu juga bisa melihat pada bagian pipa apakah sudah terhubung dan tidak bergetar saat AC dinyalakan.

    4. Kencangkan Skrup AC

    Biasanya ini terjadi karena human eror atau kelalaian manusia setelah AC diperbaiki atau dibersihkan. Kamu bisa mengecek bagian mana yang bergetar dan menimbulkan suara, kemudian eratkan skrup AC.

    5. Periksa Kompresor

    Sama pentingnya seperti kondensor, kompresor pada AC berfungsi untuk menjaga suhu dalam ruangan tetap dingin. Jika suara berasal dari kompresor, coba periksa kondisnya dan pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada komponen internalnya. Jika ada masalah, hubungi tukang AC untuk memperbaikinya.

    6. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Lalu, kamu bisa memastikan unit dan komponen AC telah terpasang dengan benar dan memiliki ventilasi yang baik. Pastikan juga tidak ada penghalang di sekitar unit yang dapat mengganggu aliran udara.

    7. Cek Level Refrigerant

    Pada saat AC bekerja tentu ada zat pendingin yang dinamakan level refrigerant. Ini sudah bawaan dari pabrik, sehingga sebaiknya hindari mengubah levelnya.

    8. Pasang Peredam Suara

    Langkah terakhir jika kamu tidak menemukan letak kerusakan, kamu bisa memasang peredam bunyi pada AC untuk mengurangi suara yang dihasilkan.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Plafon Tahan Air, Bikin Rumah Aman dari Bocor


    Jakarta

    Ada banyak jenis plafon yang bisa digunakan di rumah. Plafon sendiri fungsinya sebagai pelindung bagian dalam rumah dari panas matahari. Sebab, jika tidak memiliki plafon, rumah akan terasa lebih panas. Selain itu, fungsinya juga melindungi rumah dari kebocoran. Plafon akan menahan panas dan air yang merembes dari sela-sela genteng atau atap.

    Mengingat fungsinya sangat dibutuhkan di rumah, kamu juga tidak boleh sembarangan memilih jenis plafon karena tidak semuanya berbahan bagus. Kamu harus memilih plafon yang berbahan tahan air, kuat, dan tahan lama.

    Melansir dari Klopmart, Senin (22/7/2024) berikut beberapa jenis plafon yang tahan air dan panas, bikin rumah aman dari kebocoran.


    1. Papan Semen

    Papan semen adalah jenis plafon dengan material campuran semen di dalamnya. Permukaannya jauh lebih padat karena ditambahkan pasir silika, gypsum, serat selulosa, dan zat tambahan lainnya. Bahannya yang padat membuat papan semen cocok sebagai material plafon dan dinding, baik eksterior maupun interior. Selain tahan air, papan semen dapat menghalangi jamur, api, dan benturan keras di atap.

    Berbeda dengan jenis plafon pada umumnya yakni tripleks dan gypsum yang lebih tipis, tetapi mudah mengalami kebocoran air.

    2. Papan PVC

    Kamu pernah mendengar PVC? PVC atau Polyvinyl chloride adalah terbuat dari plastik. Material ini sering ditemui pada pipa air sehingga bahannya sudah terbukti tahan air. Selain itu, strukturnya juga kuat dan mampu menghindari plafon dari rembesan air dan serangan rayap.

    Kelebihannya yang lain adalah material ini punya bobot yang cukup ringan. Ketika dipasang pun desain plafonnya cukup mudah dan menambah estetika karena material ini tersedia dalam berbagai pilihan warna dan corak. Selain plafon, Kamu dapat menggunakannya untuk jendela, pintu, atau pipa air.

    3. Papan Kalsiboard

    Selain papan semen, ada pula papan kalsiboard yang juga bagian dari papan semen. Perbedaanya hanya bentuk kalsiboard seperti lembaran dan memiliki kandungan kalsium khusus di dalamnya. Kandungan kalsium ini merupakan mineral yang tidak mudah larut dalam air, jadi papan kalsiboard cocok sebagai bahan plafon tahan air.

    4. Lembaran Akrilik

    Selanjutnya ada akrilik yakni material plafon yang memiliki ketahanan tinggi terhadap air. Jika kamu tidak ingin memakai papan PVC, kamu bisa menggunakan lembaran akrilik terutama di ruangan yang lembab, seperti kamar mandi atau dapur. Bahannya pun ringan, sehingga mudah dilepas saat ingin dibersihkan.

    Material ini tersedia dalam berbagai desain dan warna, jadi Kamu bisa menyesuaikan interior ruangannya. Varian akrilik transparan pun tersedia untuk diaplikasikan sebagai plafon untuk menghadirkan kesan outdoor dalam ruangan. Kamu dapat memilih ukuran ketebalan lembar akrilik demi mengantisipasi rembesan air apabila terjadi hujan lebat.

    5. Ubin

    Biasa dipasang di lantai, ternyata ubin bisa dipasang pada atap rumah. Hasilnya lebih menarik karena memiliki desain dan corak yang indah saat dilihat. Lokasinya yang berada di atas, pembuatan ubinnya pun berbeda dengan yang berada di bawah. Material untuk plafon lebih berat dan dibutuhkan keahlian khusus untuk memasangnya. Pilihan terbaik untuk plafon adalah menggunakan ubin dari logam yang biasanya terbuat dari kuningan, timah, tembaga, besi galvanis, atau aluminium.

    6. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

    GRC terbuat dari material beton komposit ditambah serat kaca sebagai bahan penguatnya. Ukurannya lebih besar, berkisar pada 120×240 cm, jadi cocok digunakan untuk menutup rangka atap di berbagai ruangan. Selain itu, GRC juga terlihat serasi untuk interior rumah minimalis.

    Daripada bahan lainnya, GRC lebih tahan air dibandingkan kaca dan akrilik. Plafon GRC juga mampu melindungi penghuninya dari berbagai cuaca dingin dan panas.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Warna pada Plafon Imbas Atap Bocor, Begini 4 Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Setiap masuk musim hujan, tanda-tanda kerusakan di rumah mulai kelihatan. Salah satunya adalah atap bocor. Berbagai jenis atap baik genteng ataupun dak bisa saja mengalami kebocoran apabila ada cela air masuk. Saat air masuk dari atap terluar, air tersebut akan jatuh ke plafon. Maka dari itu, pemasangan plafon pada rumah sangat penting untuk melindungi dari kebocoran.

    Namun, masalah kebocoran tidak selesai di sana setelah dipasang plafon. Justru plafon hanya jadi pelindung di awal. Jika plafon yang semula berwarna putih berubah kecoklatan atau ada bekas seperti jalan air, maka kebocoran sudah membesar atau terjadi terlalu sering. Jika didiamkan, plafon rumah justru akan ikut rusak, berubah melengkung hingga ambruk.

    Melansir dari depobagoesbangunan, Senin (22/7/2024), berikut cara mengatasi plafon yang muncul warna karena atap bocor.

    1. Periksa Bagian Atap

    Saat melihat bercakan warna pada plafon, kamu harus segera memeriksa bagian atap. Sebab, atap atau genteng bagian terluar sering menjadi sumber masalah kebocoran di rumah. Jika tidak ada masalah pada genteng atau atap, kamu bisa memeriksa sistem pipa yang mungkin dekat dengan area plafon yang bocor.


    2. Cari Sumber Kebocoran

    Apabila kamu yakin penyebab kebocoran karena atap yang rusak, kamu harus mencari titik tempat masuknya air melalui atap. Caranya dengan menusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

    Kamu bisa meminta jasa spesialis atap atau jasa profesional untuk memperbaiki plafon bocor jika kamu khawatir lokasinya yang tinggi atau tidak paham cara memperbaiki.

    3. Mengecek Bagian Bawah Atap

    Setelah mengecek bagian atap atau genteng, kamu harus melihat bagian plafon dari atas. Cara mencari spot yang pas dengan lokasi plafon yang memiliki bercak warna. Lihat apakah ada banyak air yang tergenang di atas drywall (papan tipis yang terbuat dari gypsum) atau bagaimana kondisinya.

    Cara meminimalisir terjadinya kerusakan yang lebih parah, kamu perlu membuat lubang pada plafon dan biarkan semua air menetes jatuh ke bawah. Dengan begitu, air tidak ada yang mengendap di atas plafon maka dan tidak merembes kepada bagian yang lainnya.

    4. Memperbaiki Atap yang Rusak

    Untuk atap rumah yang gentengnya pecah, kamu perlu segera menggantinya. Namun jika kamu menggunakan seng sebagai atap rumah, maka kamu perlu menambalnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah Second? Ini 6 Cara Mengecek Kebocoran


    Jakarta

    Saat membeli rumah siap huni, ada banyak yang perlu diperhatikan salah satunya kondisi bangunan tersebut. Khawatirnya rumah tersebut banyak spot yang rusak dan bocor saat hujan sehingga memerlukan renovasi sebelum ditempati.

    Maka dari itu, pembeli harus datang ke lokasi terutama setelah hujan atau saat hujan. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah menemukan lokasi bocor di rumah tersebut.

    Agar kamu bisa menemukan lokasi kebocoran dengan cepat, melansir dari laman Leak Masters, Senin (22/7/2024), berikut beberapa cara mengecek kebocoran sebelum beli rumah siap huni.


    Cara Cek Kebocoran Sebelum Beli Rumah

    1. Periksa Kemunculan Jamur

    Jamur kerap muncul pada permukaan apa pun yang lembap dan tidak terawat. Salah satunya adalah langit-langit rumah ataupun tembok. Ini juga adalah tanda paling umum jika ada kebocoran di dalam rumah. Cara paling mudah untuk memastikan noda pada beberapa bagian rumah adalah jamur dengan cara berikut.

    Identifikasi Bau:

    Jamur yang suka kelembapan akan mengeluarkan bau apek atau bau tidak sedap lainnya. Jika jamur sudah menyebar di beberapa sisi, bau tersebut akan tercium dengan jelas bahkan pada saat masuk ke rumah.

    Perhatikan Setiap Sudut:

    Periksa sudut-sudut ruangan secara cermat. Mulai dair lantai, langit-langit, bagian bawah tangga, dan dalam lemari kamar mandi. Kamu mungkin melihat tanda-tanda jamur dan lumut terutama jika ada kebocoran pipa atau saluran air.

    2. Cek Area Atap, Talang, dan Saluran Buangan Air

    Atap adalah area paling pertama terkena air hujan. Jika kondisi atapnya banyak yang rusak, air dengan mudah masuk ke dalam rumah. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan dengan cermat, jika bisa kamu melihat kondisi atapnya juga apakah sirap sudah terpasang dengan baik.

    Sementara itu, talang air atau pipa buangan air di atap juga perlu dicek. Seharusnya setiap rumah telah terpasang pipa tersebut karena fungsinya untuk jalan buangan air dari atap. Kemudian, cek pula saluran pembuangan air tepat di bawah talang air untuk memastikan air bisa mengalir dengan lancar, terutama saat hujan lebat.

    3. Periksa Meteran Air

    Kamu tidak bisa tinggal di rumah tanpa ada air bersih mengalir di dalamnya. Maka saat datang ke rumah baru, kamu perlu mengetes air pada setiap keran. Pastikan semua pipa bisa mengeluarkan air dan tidak lama dari keran dibuka. Lalu periksa meteran air di rumah tersebut.

    Jika air lama keluar dan tidak deras biasanya itu merupakan indikasi adanya kebocoran di suatu tempat. Kamu harus memeriksa semua toilet di rumah untuk melihat apakah ada tangki yang bocor, dan menguji tekanan air di keran untuk memastikan tidak ada yang mengalir ke dalam dinding.

    4. Cek Ruang-ruang Tertutup di Rumah

    Tidak semua bagian rumah mendapat cahaya matahari atau tidak semua rumah memiliki ventilasi yang memadai. Alhasil pasti ada saja ruangan yang lembap atau berbau apek saat dimasuki. Ruangan-ruangan ini biasanya adalah ruang bawah tanah, ruang laundry, hingga garasi. Cek mulai dari dinding, atap, hingga ke sudut ruangan untuk mendeteksi kebocoran. Mereka bisa menggunakan peralatan pencitraan infra-merah untuk memeriksa fondasi atau melakukan pemeriksaan kamera di dalam saluran air Anda.

    5. Periksa Bagian Halaman Rumah

    Selain bangunan, kamu juga perlu memeriksa tanah di sekitar rumah apakah ada tanda-tanda genangan air, atau perubahan warna pada dinding bawah yang mengindikasikan kelembapan. Tambahkan beberapa pohon besar yang tumbuh dengan baik agar halaman bisa menjadi tempat penyerapan yang baik dan tidak mudah ambles.

    6. Cek Pipa

    Terakhir, kamu bisa cek kondisi setiap pipa saluran air di rumah. Rumah yang sudah lama tidak ditempati, banyak sekali risikonya, salah satunya pipa di rumah tersebut bisa saja sudah pecah atau sambungannya sudah longgar. Jika kondisinya sudah tidak bagus kebocoran air mudah sekali terjadi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 7 Tanda Genteng Bocor dan Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Genteng rumah bocor kerap tidak disadari oleh penghuninya karena baru ketahuan apabila atap diguyur air dalam waktu yang lama dan sering. Maka dari itu, kebocoran baru disadari setelah air masuk ke bagian dalam rumah.

    Biasanya genteng bocor bisa disadari dari sejumlah tanda yang terlihat dari dalam rumah. Mengutip dari Angi, Senin (22/7/2024) berikut 7 tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.

    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Jika kamu melihat noda warna kuning kecoklatan pada langit-langit rumah atau plafon, itu merupakan tanda genteng rumah kamu bocor. Air yang menggenang pada langit-langit atau plafon rumah membuat permukaannya lembap sehingga muncul noda warna tersebut. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.


    Apabila kamu melihat air rembesan mencapai tembok, maka kamu perlu mengecek sumber kebocoran dan memperbaikinya. Dengan begitu tidak ada lagi kerusakan pada plafon seperti terbentuknya bingkai yang membusuk hingga tumbuh jamur.

    2. Muncul Jamur pada Dinding terluar

    Munculnya jamur pada dinding luar, bisa menjadi tanda-tanda genteng bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu,ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    3. Ada Suara Air Menetes dari Atap

    Tanda paling mudah yang dikenali adalah suara air jatuh dari atap. Biasanya air menetes kita dengar dari kamar mandi, keran, atau wastafel, tetapi jika sumber suaranya dari atap itu sudah menjadi tanda paling jelas genteng bocor.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Air masuk jika ada celah pada genteng. Celah ini bisa timbul karena posisi genteng yang bergeser, genteng rusak, hingga genteng tersebut retak. Jika kamu melihat ada genteng dengan kondisi seperti itu, pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    5. Flashing Rusak atau Hilang

    Biasanya pada atap rumah yang memiliki ventilasi, terdapat flashing untuk melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini juga bisa jadi jalan masuknya air. Biasanya disebabkan karena kerusakan karena badai dan angin kencang. Jika sudah begitu, kamu harus mengganti dengan flashing baru atau merombak ventilasi tersebut.

    6. Genangan air

    Setelah mendengar ada tetesan air pada plafon, kamu juga perlu melihat apakah ada genangan air di balik plafon tersebut. Jika kamu melihat genangan air, kamu harus mencari sumber air di dekat sana, lalu mengganti plafon yang rusak. Selain itu genangan air juga bisa ditemukan pada lantai. Air bisa sampai ke bawah karena ada celah juga pada plafon.

    7. Pipa Air Rusak

    Pipa air berperan penting untuk membuang air terutama saat hujan. Jika pipa kamu rusak atau tersumbat, air justru meluap dan tidak maksimal terbuang melalui pipa tersebut. Alhasil ada air yang menyebar ke area lain yang seharusnya tetap kering.

    Cara Mengatasi Genteng Rumah Bocor

    1. Cari lokasi atap yang bocor
    2. Cek kerusakan pada pipa air
    3. Ganti genteng yang pecah atau rusak
    4. Ganti lapisan atap yang lama
    5. Pasang dek atap yang baru

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Hal yang Menarik Tikus Datang ke Rumah dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Keberadaan tikus sebenarnya mudah diketahui, pertama banyak benda di rumah rusak dengan bentuk yang tidak teratur kemudian ada bau tidak sedap di rumah, dan terakhir bunyi berisik di sudut atau atap. Tikus tidak akan diam di satu tempat saja, dia bisa berkeliling rumah apalagi jika hewan ini belum menemukan sumber makanannya.

    Kecerdikan tikus terbukti dari cara dia masuk ke dalam rumah. Serapat apa pun rumah, apabila memang ada celah untuk tikus masuk, hewan ini bisa lolos, Biasanya akses masuk tikus bisa melalui saluran air, celah dinding, atap rumah, atau pintu rumah yang lupa ditutup terutama saat malam hari. Lantas, apa yang menarik perhatian tikus hingga masuk ke rumah?

    Dikutip dari Cleanipedia, Selasa (23/3/2024), berikut 3 hal yang bisa menarik perhatian tikus hingga masuk ke rumah.


    1. Mengincar Makanan

    Tikus biasanya mencari makanan di tempat sampah, tetapi ada beberapa tikus yang nekat masuk ke rumah-rumah untuk mencari makanan. Setelah mereka mengetahui ada sumber makanan di suatu tempat, tikus akan terus mendatangi tempat itu untuk mencari makanan. Sebab, tikus memiliki ingatan yang baik sehingga mudah bagi mereka untuk kembali ke tempat yang sama.

    2. Ada kebocoran pada saluran air

    Hidupnya banyak di saluran air, tidak sulit untuk tikus masuk ke dalamnya. Namun jika tikus berani naik ke atas berarti rumah tersebut salurannya tidak ditutupi apa pun atau bisa pula saluran tersebut bocor sehingga tikus menemukan celah hingga naik ke atas.

    3. Ada Celah pada Tembok

    Tikus termasuk hewan yang besar, tetapi mereka pintar mencari kesempatan untuk masuk ke dalam rumah sehingga celah tembok bisa saja sebagai akses masuk mereka. Jika terlalu kecil, mereka akan memanjang tembok dan mencoba masuk melalui lubang ventilasi. Maka dari itu, setiap lubang ventilasi di rumah harus ditutup. Agar udara tetap dapat masuk, kamu bisa menggunakan penutup yang berlubang.

    Cara Mencegah Tikus Masuk ke Dalam Rumah

    1. Tutup Pintu dan Jendela

    Seperti yang disebut sebelumnya, tikus cukup cerdik untuk masuk ke rumah, salah satunya bisa melalui jendela dan pintu rumah. Maka dari itu, tutup pintu depan rumah bila tidak ada orang di area tersebut.Tutup jendela pada malam hari. Keadaan malam yang gelap bisa membuat Anda tidak dapat melihat tikus yang masuk melalui jendela rumah.

    2. Buang Sampah Sebelum Malam

    Jika tikus berada di rumah, biasanya mereka kerap bersembunyi dan keluar saat malam hari. Sasaran mereka adalah sisa makanan. Maka dari itu, simpan makanan dan bahan makanan di wadah tertutup sehingga tidak bisa dijamah tikus. Jangan menyimpan sampah atau sisa makanan di dalam rumah. Bahkan, sebaiknya buang sampah atau sisa makanan ke tempat sampah di luar rumah. Di dalam rumah, gunakan tempat sampah yang ada tutupnya sehingga tidak bisa dimasuki oleh tikus untuk mencari makanan.

    3. Memeriksa Kebocoran Pipa

    Periksa apakah ada kebocoran di saluran pipa air. Jika ada, segera perbaiki pipa air yang bocor supaya tidak memancing datangnya tikus.

    4. Periksa Semua Celah pada Dinding

    Kemudian, rajin memeriksa apakah dinding di rumah berlubang atau memiliki celah yang dapat dimasuki tikus. Bila ada, tutup celah tersebut supaya tidak bisa dilewati tikus.

    Cara Usir Tikus dari Atap Rumah

    1. Pasang Perangkap Tikus

    Perangkap tikus saat ini banyak yang ampuh, mulai dari berbentuk lem, jebakan, hingga zat beracun. Agar perangkap tersebut efektif menangkap tikus, kamu harus meletakkannya di area yang sering dilewati tikus. Salah satu tandanya ada kotoran tikus dan bekas cakaran.

    2. Sebar Bahan Dapur yang Aromanya kuat

    Tikus tidak menyukai aroma-aroma kuat dari kopi, bawang putih, bubuk merica, hingga teh celup. Kamu bisa menyebar bahan-bahan tersebut agar tikus tidak berani mendekat.

    3. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

    Cara yang lebih ampuh untuk mengusir tikus di rumah adalah menyemprotkan cairan pembasmi tikus pada sepanjang area yang dilalui tikus.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tabung Gas Bocor Picu Rumah Meledak, Cegah Pakai Cara Ini!


    Jakarta

    Sebuah rumah di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) mengalami ledakan tabung gas berukuran 12 kg belum lama ini. Diduga kejadian itu terjadi karena tabung gas bocor, sehingga mengakibatkan dua rumah hancur atau rusak berat serta 10 rumah terdampak.

    “Dua bangunan rumah hancur dan sekitar 10 rumah terdampak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi dikutip dari detikNews, Minggu (4/8/2024).

    Ade Ary menjelaskan, dari 10 rumah yang terdampak, enam rusak. Ledakan tersebut menimbulkan kerugian materiil. Rumah tersebut mengalami kerusakan mulai dari kaca, lantai, plafon, pintu, jendela, hingga tembok.


    Ade Ary menjelaskan ledakan ini terjadi pada pukul 05.00 WIB pada Kamis (1/8). Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya pun ikut diturunkan dalam mengidentifikasi sumber ledakan. Dia menyebut, dari temuan Tim Jibom, diduga ada kebocoran pada tabung gas sehingga menimbulkan ledakan.

    “Hasil penyelidikan dari pihak Jibom Polda Metro Jaya, diduga ledakan tersebut akibat kebocoran dari tabung gas 12 kg,” ungkap Ade.

    Dia juga mengimbau masyarakat agar memeriksa mengecek keamanan dan kelayakan tabung gas yang digunakan secara berkala. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan pada saat penggunaan tabung gas.

    “Pemeriksaan secara berkala terhadap kelayakan tabung gas merupakan hal yang sangat penting demi keamanan semua pihak,” ujar Ade Ary.

    Kebocoran tabung gas bocor memang perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan malapetaka bila tidak ditangani atau dicegah dengan baik. Simak penjelasannya berikut ini berdasarkan catatan detikcom.

    Penyebab Tabung Gas Bocor

    Kebocoran gas bisa saja terjadi salah satunya setelah memasang tabung gas baru karena regulator tidak terpasang dengan benar. Jadi setiap memasang tabung gas baru, selalu pastikan regulator rapat dan tidak bocor.

    Selain itu, tabung gas bocor juga dapat diakibatkan keadaan tabung yang tidak layak, sehingga perlu melakukan beberapa langkah mengatasi tabung gas bocor. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan kalau tabung gas bocor.

    Cara Atasi Tabung Gas Bocor

    1. Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

    Tanda awal kebocoran tabung gas biasanya diketahui dari bau yang tercium di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

    Apabila mencium aroma gas, tidak diperkenankan untuk melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik, biarkan saja sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

    2. Cabut Regulator Tabung Gas

    Jika yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, maka penanganannya dengan segera mencabut regulator pada tabung ketika menemukan tanda kebocoran. Selain untuk menghentikan aliran gas ke kompor, juga untuk memungkinkan memindahkan tabung.

    3. Buat Sirkulasi Udara

    Selanjutnya, pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi agar gas di dalam ruangan bisa keluar. Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya.

    Gas yang keluar dari tabung akan bercampur dengan udara sekitar, sehingga menjadikannya netral dan aman. Lalu, amankan juga lingkungan sekitar agar tidak ada yang menyalakan api.

    4. Tabung Gas Terbakar

    Kalau sudah muncul api pada tabung gas, berarti tabung tidak akan meledak. Maka cara penanganannya adalah dengan menutup titik api menggunakan karung, seprai, handuk, atau kain yang dalam keadaan lembap. Kemudian, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Kenapa Rumah Diserang Rayap dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran rayap di rumah sangat merugikan pemilik rumah yang menggunakan perabotan dan struktur bangunan kayu. Bagaimana tidak? Serangga yang satu ini adalah pemakan kayu, sehingga kerap merusak mebel kayu di rumah.

    Sangat disayangkan kalau bangunan rumah dan perabotan sampai rusak gegara rayap. Sebelum kejadian, sebaiknya kamu melakukan langkah-langkah mencegah rayap masuk ke rumah.

    Ada sejumlah alasan mengapa rumah kamu sampai diserang rayap. Dari mulai kondisi rumah yang lembap, hingga lalainya kita melakukan pemeriksaan.


    Berikut ini cara mencegah rayap masuk rumah yang dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (5/8/2024).

    Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Jangan biarkan ada area lembap di rumah karena rayap tertarik untuk bersarang lokasi seperti ini. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

    Apabila sudah terlanjur lembap, maka segera atasi masalah tersebut dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

    2. Bersihkan Drainase/Selokan

    Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

    3. Gunakan Kayu Anti Rayap

    Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

    4. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

    Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

    5. Lakukan Pengecekan Rutin

    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Itulah beberapa cara mencegah rayap masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com