Tag Archives: kebocoran

5 Cara Basmi Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah, Dijamin Ampuh!


Jakarta

Hewan kaki seribu (millipede) dan kelabang (centipede) termasuk serangga yang kerap muncul di rumah. Keberadaannya mampu membuat risi, apalagi jika sampai merayap ke tempat tidur.

Pada dasarnya kaki seribu dan kelabang tidak berbahaya meski memiliki racun karena jarang menggigit manusia. Namun racunnya bisa menimbulkan sakit pada sebagian orang jika gigitannya menembus kulit. Cari tahu cara mengusir kedua hama dari rumah di bawah ini.

Cara Membasmi Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah

Ada sejumlah cara rumahan untuk memberantas kaki seribu dan kelabang di rumah. Sederet cara ini disarankan dicoba berulang agar efektif memberantas kedua hama. Mengutip Better Homes & Gardens dan The Spruce, berikut caranya:


1. Semprotkan Cuka Putih

Cuka pada dasarnya terdiri dari air dan asam asetat. Kandungan asamnya cukup ampuh untuk memusnahkan hama rumah. Cuka putih juga diketahui memiliki sifat antimikroba.

Untuk menumpaskan kaki seribu dan kelabang, semprotkan cuka langsung ke serangga tersebut agar efektif. Tidak perlu mengencerkan cuka dengan air.

2. Sebarkan Daun Pandan

Kelabang sensitif terhadap bau menyengat dan akan menghindari aroma tersebut. Daun pandan dan serai mengeluarkan aroma kuat yang aman bagi manusia tapi tidak disukai hama tersebut.

Kedua bahan alami itu dapat dimanfaatkan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar baunya keluar. Lanjut letakkan di lokasi kaki seribu dan kelabang kerap muncul.

3. Semprotkan Essential Oil

Essential oil seperti tea tree dan peppermint juga punya aroma menyengat yang dihindari hama rumah. Untuk mengusir kaki seribu dan kelabang, campurkan minyak esensial ini dengan air dan semprotkan di sekitar titik masuk atau tempat yang mungkin didatangi mereka.

4. Taburkan Garam

Kaki seribu dan kelabang suka kawasan lembap dan bisa berkembang biak di sana. Jika ada area tertentu di rumah dengan kelembapan tinggi maka perlu waspada akan datangnya hama tersebut.

Untuk mengurangi kelembapan di area rumah, garam dapat dimanfaatkan. Garam diketahui bisa menyerap kelembapan dan mengurangi kadar air di udara sehingga kaki seribu dan kelabang tidak akan tertarik lagi untuk datang.

5. Siram dengan Pemutih

Pemutih pakaian mengandung bahan kimia kuat yang bisa memusnahkan kaki seribu dan kelabang saat terkena. Aroma kuat yang dikeluarkannya pun tidak disenangi hama itu sehingga cukup efektif untuk memberantas serangga di rumah.

Penting diperhatikan, jangan pernah mencampur cuka dan pemutih. Campuran tersebut dapat membentuk gas klorin yang beracun.

Penyebab Muncul Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah

Binatang kaki seribu dan kelabang tertarik dengan tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Jika menemukan serangga tersebut di rumah, kemungkinan hunianmu memiliki kondisi demikian.

Keberadaan hama itu juga dapat mengindikasikan adanya serangga lain di rumah. Bisa jadi terdapat banyak kecoak, ngengat, lalat, serta rayap di hunianmu yang merupakan sumber makanan mereka.

Memperbaiki kebocoran pipa yang membuat air terus-menerus menetes, membersihkan area lembap, serta menjaganya tetap kering menjadi beberapa cara untuk mencegah datangnya kaki seribu dan kelabang. Pastikan juga menutup rapat celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding agar hama tersebut tidak dapat masuk ke rumah.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Waspada Musim Hujan, Ini 4 Tanda Dinding Rembes dan Cara Perbaikinya


Jakarta

Memasuki musim hujan, sering ditemukan masalah pada bangunan, salah satunya adalah dinding rembes. Kebocoran pada bagian rumah seperti dinding rembes ini dapat merusak rumah.

Penyebab dari dinding yang rembes bukan hanya air hujan yang masuk ke dalam retakan dinding, melainkan bisa dipicu adanya pipa air yang bocor, talang air yang rusak, water heater yang rusak, dan kebocoran pada bagian atap.

Air hujan yang masuk ke dinding membuat tingkat kelembapannya meningkat dan memicu jamur tumbuh di permukaan dinding. Kamu bisa langsung mengetahui dinding rumah rembes atau tidak dengan melihat kondisi dinding di rumah. Dilansir Forbes Home, berikut beberapa tanda dinding di rumah mengalami rembes.


Tanda-tanda Dinding Rembes

1. Bau Apak

Tanda pertama dinding rembes adalah tercium bau lembap atau apak. Bau seperti ini biasa kamu cium saat hujan turun. Jika kamu mencium bau seperti ini bisa segera cek area dinding yang bersinggungan langsung dengan area luar. Bagian dinding atas dekat atap juga perlu dicek.

2. Jamur

Area yang lembap adalah tempat yang tepat untuk berkembangnya jamur. Keberadaan jamur merupakan bukti nyata jika area dinding tersebut terjadi rembesan. Warna jamur yang muncul ini beragam, bisa berwarna hitam, hijau, oranye, atau coklat.

3. Gelembung pada Dinding

Tanda kedua dinding mengalami rembes adalah munculnya gelembung. Penyebabnya adalah air masuk ke balik cat dinding sehingga membentuk gelembung pada permukaan dinding. Jika kamu memakai cat lateks, air yang tertampung di dalam cat tersebut tidak mudah pecah karena cat ini memiliki sifat fleksibel.

4. Cat Dinding Mengelupas

Air yang masuk ke dinding dapat merusak perekat pada cat atau wallpaper. Akibatnya cat dinding jadi mudah terkelupas dan mengotori lantai. Dinding yang tidak dilapisi cat akan lebih mudah kotor dan menyisakan noda putih yang bertekstur.

Cara Mencegah Dinding Rembes

Dinding yang rembes harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah. Tumbuhnya jamur di dinding juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Dalam catatan detikcom, berikut beberapa cara mencegah dinding rembes.

1. Waspadai Retak Rambut di Dinding

Dinding yang retak bisa menjadi akses masuk air ke dalam dinding. Cara untuk mengatasi retak rambut adalah membersihkan sisa cat yang menempel dari permukaan dinding. Lapisan cat dasar menggunakan lapisan semen super dan semen perbandingan 1 : 1,25. Semen super dan semen berfungsi menutup retak rambut pada dinding, mengikat sisa debu dan kotoran. Selain itu, juga meningkatkan daya lekat waterproofing. Setelah kering dapat dilanjutkan dengan proses pelapisan waterproofing pada dinding. Lakukan 2 kali secara bertahap.

2. Lapisi dengan Cat Waterproofing

Cat dinding yang bagus dan anti rembes perlu dilapisi dengan cat waterproofing yang memang berguna untuk mencegah air masuk ke dinding. Khusus untuk bagian dinding kamar mandi, kamu harus memilihnya dengan tepat karena rentan lembap.

3. Pastikan Acian Dinding Kering

Masalah tidak akan bisa diatasi apabila ternyata sumber kerusakan ada pada acian yang tidak sempurna. Meskipun dilapisi cat waterproofing sekalipun tidak akan menjamin air tidak akan tembus.

Maka dari itu, perlu dilakukan plester dan pengacian ulang pada dinding bagian luar. Proses acian berguna menutupi semua pori-pori menggunakan bahan campuran seperti batu bata dan lainnya (plester). Pastikan acian dinding kering lalu beri waterproofing setelahnya. Kemudian, periksa dinding bagian dalam rumah setelah bagian luarnya selesai diperbaiki.

4. Perbaiki Sumber Kerusakan

Sebenarnya jika ketiga cara di atas sudah dilakukan, rembesan pada dinding kemungkinan besar tidak mudah terjadi. Namun, apabila ternyata muncul tanda-tanda rembesan, kamu perlu memeriksa talang air, pipa air, dan sumber-sumber air di rumah. Apabila ditemukan kerusakan harus langsung diperbaiki.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini yang Harus Dilakukan 24 Jam Pertama saat Rumah Kebanjiran



Jakarta

Banjir dapat terjadi dengan cepat dan meninggalkan kerusakan yang signifikan pada rumah bahkan harta benda. Dalam situasi darurat ini, tindakan yang tepat dalam 24 jam pertama sangat krusial untuk meminimalkan kerugian dan melindungi keselamatan keluarga kamu.

Dari persiapan sebelum banjir hingga langkah-langkah pemulihan setelah air surut harus dipahami. Mengetahui apa yang harus dilakukan dapat membuat perbedaan besar. Simak pembahasan untuk menelusuri langkah-langkah penting yang perlu diambil untuk menyelamatkan rumah kamu dan mengurangi dampak bencana ini.

Mendokumentasikan

Percaya atau tidak, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengeluarkan ponsel kamu. Mulai mengambil foto secara menyeluruh untuk mendokumentasikan kerusakan.


Tujuan dari langkah ini adalah untuk keperluan asuransi. Kamu perlu mencatat seberapa parah kerusakan yang terjadi sebelum mencoba melakukan perbaikan.

Kamu dapat menggunakan kamera jenis apa pun untuk mendokumentasikan kerusakan. Namun, perusahaan asuransi biasanya lebih menyukai gambar atau video digital karena lebih mudah untuk disimpan dan diakses nantinya.

Setelah kamu selesai mendokumentasikan semua kerusakan dengan baik, saatnya untuk melakukan panggilan.

Hubungi Pihak Berwenang

Melansir dari BMS CAT, insting pertama kamu mungkin adalah bergegas masuk ke rumah untuk menyelamatkan barang-barang kamu. Namun, sangat penting untuk terlebih dahulu menghubungi pihak berwenang dan perusahaan asuransi kamu.

Polisi setempat memiliki pengalaman dan pelatihan yang diperlukan untuk menangani situasi seperti ini. Mereka juga dapat membantu menghubungkan kamu dengan profesional lain yang perlu dihubungi.

Semakin cepat kamu menghubungi pihak berwenang, semakin cepat mereka dapat melakukan pemeriksaan terhadap rumah dan memastikan keamanannya.

Meskipun kamu tetap harus berhati-hati saat melangkah yang akan dijelaskan lebih lanjut nanti, pemeriksaan yang menyeluruh dapat membantu memastikan bahwa dinding tidak runtuh dan membahayakan kamu secara tiba-tiba.

Yang Perlu Dibawa dan Dipakai

Dengan izin dari pihak berwenang, saatnya untuk masuk ke rumah. Namun, sebelum melakukannya, kamu perlu mempersiapkan diri. Pastikan kamu mengenakan sarung tangan dan masker.

Selain itu, gunakan sepatu boot atau sepatu bot setinggi pinggul untuk melindungi diri saat berjalan di area yang mungkin dipenuhi air. Kamu juga akan membutuhkan kantong sampah pada kunjungan pertama ke dalam rumah, baik untuk mengumpulkan dokumen penting maupun untuk menampung barang-barang yang tidak bisa diselamatkan.

Pada kunjungan berikutnya, kamu mungkin perlu membawa peralatan seperti ember dan kain pel untuk membantu mengeluarkan kelebihan air.

Perhatikan Setiap Langkah Saat Memasuki Rumah Setelah Banjir

Sekarang setelah kamu memeriksa rumah, terdapat saran yang sangat sederhana, perhatikan setiap langkah yang kamu ambil, bahkan tim inspeksi terbaik pun bisa saja melewatkan sesuatu, dan kamu bisa mengalami cedera serius jika menginjak tangga yang tidak stabil atau terpeleset di lantai yang licin.

Jika memungkinkan, sebaiknya kamu masuk ke rumah bersama orang lain. Kalian dapat saling membantu sesuai kebutuhan, dan satu orang dapat meminta bantuan jika yang lainnya terluka.

Dengan memperhatikan setiap langkah, kamu dapat memastikan keselamatan dalam setiap gerakan yang dilakukan.

Prioritaskan Dokumen Penting

Setelah kamu berada di dalam rumah, kamu mungkin ingin mengambil barang-barang seperti album foto dan video keluarga. Namun, penting untuk tetap fokus pada dokumen-dokumen penting.

Ini termasuk item seperti akta kepemilikan rumah, dokumen asuransi, kartu Jaminan Sosial, dan sejenisnya. Jika dokumen-dokumen tersebut terkena air, simpanlah di dalam freezer agar dapat dibaca dengan lebih mudah nanti.

Kamu juga bisa memeriksa dengan pihak-pihak seperti bank atau perusahaan asuransi mengenai dokumen apa saja yang benar-benar mereka perlukan. Namun, saat ini, usahakan untuk mengambil semua yang tampak penting.

Prinsip lama ini sangat relevan, lebih baik memiliki dan tidak membutuhkannya daripada membutuhkan dan tidak memilikinya.

Hubungi Lebih Banyak Profesional

Perusahaan asuransi kamu dapat membantu menghubungkan kamu dengan para profesional yang diperlukan, tetapi kamu mungkin masih perlu menghubungi beberapa di antaranya secara langsung.

Sebagai contoh, jika kamu mendapatkan air dari sumur, penting untuk memeriksa kondisi sumur tersebut. Kamu juga mungkin perlu menghubungi perusahaan gas, terutama jika kamu mencium bau kebocoran gas.

Terakhir, jangan mencoba menyalakan peralatan listrik apapun sebelum semuanya diperiksa secara menyeluruh oleh teknisi listrik yang terpercaya.

Segera Hubungi Perusahaan Asuransi

Sangat penting untuk segera menghubungi perusahaan asuransi kamu. Untuk menghemat waktu, sebaiknya hubungi agen lokal kamu secara langsung, daripada menggunakan nomor telepon nasional atau negara bagian.

Polisi asuransi biasanya menjelaskan dengan jelas apa yang ditanggung dan apa yang tidak. Perusahaan asuransi perlu mengevaluasi kerusakan pada rumah kamu, dan mereka akan meninjau semua foto dan video yang kamu ambil terkait kerusakan tersebut.

Selain itu, kamu perlu bekerja sama dengan perusahaan asuransi dalam proses perbaikan rumah. Mengikuti pedoman mereka akan membantu mencegah banyak masalah di kemudian hari.

Jika rumah kamu belum pernah terkena banjir, masih ada kesempatan untuk mendapatkan asuransi. Banyak orang tinggal di daerah yang berisiko banjir tetapi tidak memiliki asuransi banjir sama sekali.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Atasi Embun di Jendela Rumah



Jakarta

Pengembunan pada jendela akan terjadi saat adanya perbedaan suhu yang signifikan antara bagian dalam dan luar rumah kamu. Meskipun pengembunan adalah hal yang normal, kelembapan yang berlebih dapat menjadi masalah.

Pengembunan terbentuk di jendela saat udara hangat dan lembap bersentuhan dengan permukaan yang lebih dingin. Perbedaan suhu ini menyebabkan uap air di udara mengembun menjadi tetesan cairan di kaca.

Dilansir This Old House, berikut beberapa cara mencegah pengembunan pada jendela sehingga menghindari adanya kelembapan.


Mengurangi Pengembunan Jendela Dalam Ruangan

Menyesuaikan Pengaturan Humidifier

Jika kamu menggunakan pelembap udara, terutama selama musim dingin. Pastikan pelembap udara diatur pada tingkat kelembapan ideal. Langkah sederhana ini dapat mengurangi kondensasi jendela secara signifikan.

Meningkatkan Sirkulasi Udara

Sirkulasi udara yang baik membantu mendistribusikan kelembapan secara merata ke seluruh rumah, mengurangi kemungkinan terbentuknya kondensasi pada permukaan dingin seperti jendela.

Gunakan kipas langit-langit atau kipas portabel untuk menjaga sirkulasi udara, terutama di ruangan yang cenderung memiliki tingkat kelembapan tinggi.

Teknik Ventilasi yang Tepat

Ventilasi yang baik sangat penting untuk mengendalikan kelembapan dalam ruangan. Gunakan kipas angin di kamar mandi dan dapur untuk membuang kelembapan berlebihan pada area tersebut.

Pertimbangkan untuk memasang sistem mitigasi radon, yang juga dapat membantu meningkatkan ventilasi rumah secara keseluruhan.

Mengatasi Pengembunan Jendela di Ruang Tertentu

Dapur

Memasak menghasilkan banyak uap air, gunakan kap penghisap asap atau kipas angin saat memasak dan buka jendela jika cuaca memungkinkan. Menutup panci atau wajan saat memasak juga dapat membantu mengurangi pelepasan uap air.

Area lain yang sering terabaikan adalah lemari es. Terkadang kondensasi di dalam lemari es juga dapat menyebabkan kelembapan di dapur, pastikan pintu lemari es tertutup rapat dan jangan biarkan terbuka terlalu lama.

Kamar Mandi

Kamar mandi secara alami merupakan lingkungan yang lembap, nyalakan kipas angin selama menjadi dan biarkan pintu kamar mandi terbuka jika memungkinkan agar kelembapan dapat hilang.

Periksa kebocoran pada kran, kepala pancuran, dan di bawah wastafel secara berkala. Kebocoran kecil dapat menyebabkan tingkat kelembapan yang lebih tinggi di kamar mandi.

Kamar Tidur

Kamar tidur juga dapat mengalami kondensasi, terutama selama musim hujan. Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang baik dan hindari penggunaan pelembap udara kecuali jika diperlukan.

Buka jendela secara teratur agar udara segar dapat bersirkulasi dengan baik.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Waktunya Disedot, Ini Ciri-ciri Septic Tank Penuh!



Jakarta

Septic tank lama kelamaann bisa penuh, bahkan sampai luber. Kondisi ini harus diatasi seperti disedot secara berkala. Jika dibiarkan bisa menimbulkan penyumbatan pada saluran air.

Sebaiknya lakukan penyedotan septic tank setiap 2-3 tahun sekali. Selain itu perlu diketahui juga ciri-ciri septic tank penuh. Siapa tahu septic tank sudah penuh sebelum jadwal penyedotan.

Lantas, apa ciri-ciri septic tank penuh? Yuk, cek ciri-cirinya berikut ini, dikutip dari Forbes Home.


domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

Ciri-ciri Septik Tank Penuh

1. Saluran Air Lambat

Septic tank dan tempat resapannya adalah ujung saluran sistem pembuangan rumah. Jika tangki tersebut terisi penuh dan tidak dapat beroperasi secara efisien, hal ini bisa membuat air di rumah mengalir dengan lambat.

Misalnya, toilet bisa jadi tidak segera kosong setelah digunakan dan sulit untuk menyiram kotoran. Masalah septic tank ini bisa jadi merupakan tanda adanya penyumbatan pada pipa, namun bisa juga menjadi tanda bahwa tangki sudah penuh dan perlu untuk dikuras.

2. Bau Tak Sedap

Septic tank berfungsi sebagai saluran pembungan akhir yang menampung limbah dari toilet. Tentu saja septic tank biasanya memiliki bau yang tidak sedap, terutama jika tangki penuh.

Saat angka sudah tidak bisa menampung cairan dan gas, bau tidak sedap tersebut akan bisa tercium di halaman atau tempat dimana septic tank tersebut dikubur.

3. Rumput Tebal dan Rimbun

Jika kamu memiliki halaman rumah yang cukup luas, rumput yang tebal dan rimbun bisa saja menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank kamu. Cairan yang keluar dari septic tank bisa menjadi pupuk cair bagi rumput dan tanaman di halaman.

Jika tangki penuh dan cairan tersebut merembes keluar, rumput dan tanaman akan bisa tumbuh subur. Oleh karena itu, rumput yang rimbun dan banyaknya tanaman liar lainnya dapat menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank.

4. Genangan Air di Halaman

Ketika tangki penuh, air bisa tumpah ke halaman. Jika halaman tidak memiliki sistem drainase yang baik, ini bisa menyebabkan genangan air.

Meskipun air bisa tampak jernih saat keluar dari tanah, ini sebenarnya limbah septik.

5. Banyak Lalat dan Hama

Jika aktivitas serangga seperti lalat atau hama meningkat, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada septic tank. Lalat biasanya bertelur di bahan organik basah, yang bisa ada di sekitar tangki septik yang sudah penuh.

Hama lain juga bisa bertelur di genangan air yang disebabkan oleh tangki septik yang tersumbat itu.

6. Suara Gemericik di Dalam Pipa

Dalam kondisi ideal, limbah akan mengalir ke saluran pembuangan hampir tanpa suara. Namun ketika tangki tersumbat, udara bisa terperangkap di depan limbah yang mengalir melalui pipa.

Hal ini bisa terdengar seperti suara degukan atau gemericik di dalam pipa, yang menandakan adanya masalah pada septic tank atau toilet.

7. Saluran Air Berbalik Lagi

Salah satu indikator terburuk dari septic tank yang penuh adalah saluran pembuangan yang mengalir kembali dalam rumah, seperti saat sedang menyiram kotoran. Hal ini bisa terjadi karena berbagai sebab, salah satunya adalah septic tank yang tersumbat atau penuh, dan biasanya terjadi di lantai bawah rumah.

Karena tangki septik tidak bisa mengalirkan air, limbah yang dibuang dari lantai di atasnya mengikuti jalur yang hambatannya paling kecil, bisa berupa pancuran, wastafel, toilet, atau bahkan saluran pembuangan lantai.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tunggu Sampai Rusak Parah, Ini 6 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi


Jakarta

Rumah memiliki masa pakai seperti barang lainnya. Tidak mungkin kondisi rumah selamanya seperti pertama kali dibeli atau ditempati. Seiring waktu kondisi rumah pasti menurun sehingga butuh renovasi, peremajaan, dan perawatan lanjutan agar kamu tetap nyaman tinggal di dalamnya.

Biasanya untuk mengetahui rumah perlu direnovasi apabila bagian pentingnya tidak bisa digunakan secara normal. Kemudian pada saat hujan turun, kerusakan pada rumah semakin terlihat jelas. Sebagai contoh bocor pada dinding rumah. Padahal sebelumnya air langsung terbuang ke luar rumah.

Tanda kecil seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena air yang masuk ke dalam rumah, dapat memicu korosi pada besi di dalam fondasi rumah, pertumbuhan jamur pada dinding rumah, hingga meningkatnya kelembapan di dalam rumah.


Selain bocor, ada tanda-tanda lainnya yang perlu kamu waspadai. Dilansir Architecture Beast, berikut 6 tanda rumah kamu perlu diperbaiki.

1. Lantai Rusak

Lantai adalah salah satu bagian rumah yang ketahanannya paling terjaga. Apalagi yang memakai jenis penutup yang mahal seperti marmer. Namun, apabila kamu menemukan banyak retakan pada lantai rumah, itu suatu pertanda, kamu perlu menggantinya dengan yang baru.

Mengganti bagian lantai yang rusak bukan hanya untuk keindahan rumah, melainkan untuk keselematan penghuni rumah juga. Sebagai contoh di rumah kamu memakai keramik. Lalu, salah satu keramik pecah. Pecahan keramik yang tajam ini berbahaya apabila tergores atau terinjak. Secepatnya kamu perlu menggantinya dengan yang baru agar saat melewatinya tidak perlu khawatir terluka.

2. Pipa Bocor

Pipa adalah jalur pembuangan yang penting di rumah. Pipa pun memiliki banyak jenis tergantung pada fungsinya. Apabila pipa mulai bocor, maka akan timbul masalah-masalah baru. Air yang seharusnya langsung terbuang ke luar, bisa terbuang ke tempat yang salah. Cara memperbaiki pipa yang bocor sebaiknya meminta bantuan tukang ahli agar lebih cepat penyelesaiannya.

3. Ditemukan Rayap dan Hama

Hewan bisa menyebabkan kerusakan pada fondasi rumah. Salah satu hewan yang kehadirannya berbahaya adalah rayap. Hewan kecil ini kerap memakan kayu di rumah. Apabila tidak dibasmi, permukaan kayu bisa habis diburu oleh mereka.

4. Atap atau Genteng Bocor

Selain kebocoran pada dinding rumah, atap atau genteng juga bisa mengalami hal serupa. Bahkan risikonya lebih besar. Biasanya, kebocorannya ditandai dengan bintik-bintik air di langit-langit.

Kebocoran terjadi karena ada celah pada genteng atau atap terluar sehingga air bisa masuk ke dalam rumah. Kalau bukan karena retakan, genteng juga bisa rusak karena sudah lama dipakai. Umumnya genteng baik dipakai hingga 30 tahun. Lewat dari itu, sebaiknya kamu menggantinya dengan yang baru.

5. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

Jika kamu terus-menerus memperbaiki masalah yang sama setiap saat, ini bisa menjadi tanda bahwa rumah kamu memerlukan renovasi. Selain itu, melakukan renovasi juga bisa membantu kamu menghindari biaya berulang dan menjaga rumah kamu tetap berfungsi dengan efisien.

6. Perlu Ruang Tambahan

Selain karena ditemukan kerusakan, tanda kamu perlu merenovasi rumah adalah saat kamu merasa rumah sudah sempit, sementara anggota keluarga semakin banyak. Kamu membutuhkan ruang tambahan agar seluruh anggota keluarga nyaman selama di rumah.

Renovasi untuk menambah ruangan pada rumah juga bisa mengubah tata letak rumah kamu, jadi hal ini bisa menjadi solusi juga untuk kamu yang butuh suasana dan tampilan rumah yang baru.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ada 27 Hari Libur dan Cuti Bersama 2025, Lakukan Ini saat Tinggalkan Rumah


Jakarta

Jumlah libur dan cuti bersama 2025 sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama atau SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025. Selama 2025 kamu akan mendapatkan 27 hari libur dan cuti Bersama.

Bagi kamu yang berencana untuk berlibur keluar, kamu perlu mempersiapkan rumah agar tetap aman saat ditinggal. Sebab, banyak kejadian tak terduga terjadi pada saat rumah dalam keadaan kosong, mulai dari kebakaran, barang elektronik meledak, atap ambruk, hingga bocor.

Dengan mempersiapkan rumah dalam keadaan aman, kamu akan lebih tenang saat meninggalkan rumah. Selain itu, kamu tidak perlu pusing-pusing mengeluarkan biaya untuk renovasi atau membersihkan rumah saat kembali ke rumah.


Dilansir dari cnet.com, berikut yang kamu harus lakukan sebelum meninggalkan rumah.

1. Cabut Kabel Alat Elektronik

Hal pertama yang harus kamu cek adalah memastikan tidak ada kabel dari alat elektronik yang masih tersambung ke stop kontak. Kabel yang masih tersambung ke stop kontak berisiko mengalami korsleting listrik dan berakhir memicu kebakaran.

2. Membersihkan Kulkas

Saat kamu pergi berhari-hari, kamu harus menyortir makanan yang mudah basi dan tahan lama. Hal ini untuk mencegah timbulnya bau busuk di dalam kulkas. Maka dari itu, sebelum pergi liburan, sebaiknya kamu membersihkan isi kulkas, terutama jika kamu ingin mematikan kulkas selama berlibur.

3. Buang Sampah

Sebelum meninggalkan rumah, pastikan semua sampah sudah dibuang di luar rumah. Hal ini untuk mencegah timbul bau tidak sedap dan serangga masuk ke rumah.

4. Periksa Cucian

Kemudian, kamu perlu mengecek cucian di rumah. Sebaiknya kamu sudah mencuci semua pakaian kotor sebelum berlibur. Saat kamu pulang, tidak ada lagi pakaian kotor menumpuk. Selain itu, angkat pakaian yang sudah kering agar tidak kotor.

5. Cek Pintu dan Jendela

Hal yang paling penting adalah pastikan jendela dan pintu sudah dalam keadaan terkunci. Jangan sampai ada akses untuk pencuri masuk ke rumah saat kamu berlibur. Bila perlu, pasang juga CCTV agar kamu bisa memantau rumah meskipun tengah berlibur.

6. Titipkan Kunci Cadangan

Dilansir dari Better Homes & Gardens, apabila rumah kamu bentuknya komplek, kamu bisa menitipkan kunci rumah kepada satpam. Apabila di dekat rumah kamu ada saudara yang dipercaya, kamu bisa menitipkan kunci rumah kepada mereka. Dengan menitipkan kunci cadangan kepada tetangga atau orang terdekat dapat membantu terutama dalam kondisi darurat. Misalnya seperti ada kebocoran gas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Hilangkan Jamur di Plafon Kamar Mandi, Cukup Pakai 2 Bahan Ini


Jakarta

Salah satu area di rumah yang sering ditemui jamur adalah plafon kamar mandi. Penyebabnya adalah kondisi kamar mandi yang lembap, ditambah kebocoran pada atap, atau salah satunya.

Cara mengetahui keberadaan jamur pada plafon kamar mandi adalah dengan melihat apakah ada noda-noda kecoklatan atau warna yang kontras dengan plafon. Biasanya jamur ini bisa bertambah banyak tergantung pada besar area lembap.

Tumbuhnya jamur pada plafon kamar mandi jangan dianggap sepele karena berisiko bagi kesehatan. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.


Membasmi jamur pada plafon kamar mandi ternyata tidak sulit. Dilansir The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.

Cara Menghilangkan Jamur sari Plafon Kamar Mandi Drywall (Papan Gipsum) Yang Dicat

1. Campurkan Larutan Pembersih

Larutan pembersih jamur mudah kamu temukan, bahkan ada yang instan. Namun, jika kamu ingin membuat sendiri larutan pembersih tersebut. Caranya dengan menyiapkan sabun pencuci puring dan pemutih klorin. Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan perbandingan 1:2:1.

Setelah itu, masukkan larutan pembersih ke dalam botol. Semprotkan larutan tersebut pada plafon yang berjamur. Diamkan seharian, lalu semprot lagi hingga terlihat perubahannya.

Saat membersihkan jamur, kamu harus memakai alat pelindung seperti masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, pastikan ventilasi di kamar mandi dalam keadaan terbuka atau berfungsi agar kamar mandi tidak lembap dan area yang dibersihkan bisa cepat kering.

2. Periksa Noda Secara Teratur

Jamur tidak akan hilang dalam satu kali penyemprotan. Kamu perlu menyemprotkan larutan permbersih secara berulang hingga noda tersebut hilang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Iyuh, Kloset Bau Bisa Jadi Karena Septic Tank Mampet, Nih Cara Perbaikinya!



Jakarta

Jika kloset kamu tiba-tiba mengeluarkan bau yang sangat menyengat bisa jadi ada permasalahan pada septic tank. Tangki septik atau tempat pembuangan kotoran memang menjadi penyebab kloset bau jika mampet

Tentu kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan. Oleh karena itu septic tank mampet harus segera diperbaiki untuk menghilangkan sumber masalah kloset bau.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kloset bau akibat septic tank mampet? Cek caranya berikut ini yang dikutip dari My Decorative.


Tips Mengatasi Kloset Bau Akibat Septic Tank Mampet

1. Penutup Ventilasi Karbon Aktif Poli-Udara

Penutup ventilasi karbon aktif poli-udara merupakan alat yang dipasang pada septic tank untuk mengatasi bau septic tank yang populer di perumahan.

Alat ini cukup murah dan cara kerjanya adalah memiliki mineral karbon aktif yang dapat mengikat molekul gas yang berbau tidak sedap sehingga mencegah septic tank berbau. Namun, karbon aktif bisa rusak, jadi kamu harus mengganti penutup ventilasi ini dari waktu ke waktu.

2. Filter Arang

Tangki septik membutuhkan udara luar untuk menyimpan limbah dari pipa ledeng dengan baik. Namun, akses ke udara segar ini adalah tempat untuk penumpukan gas berbahaya seperti Hidrogen Sulfida.

Gas ini memiliki bau seperti telur busuk. Untuk mencegah penumpukan gas ini, kamu harus memasang filter arang pada ventilasi udara. Sama dengan karbon aktif, filter arang bekerja mengikat molekul gas dan menghentikan bau agar tidak sampai ke rumah. Sekali lagi, ini bukan solusi permanen karena arang akan habis dan perlu diganti.

3. Lakukan Perawatan Pipa Secara Rutin

Septic tank yang mampet atau bermasalah bisa menimbulkan bau selokan di kloset kamar mandi, bahkan sampai ke ruangan lainnya di rumah. Namun, hal ini tak selalu septic tank yang penuh.

Bisa jadi mengalami penyumbatan pada pipa. Jika penyebabnya adalah penyumbatan atau penyempitan pipa karena penumpukan material, gas mungkin menumpuk pada pipa alih-alih diangkut ke tangki.

Dalam hal ini, gas dapat mengalir ke mana saja, yaitu ke saluran pembuangan kamu. Untungnya, cara mengatasi bau septic tank ini cukup mudah dengan melakukan perawatan pipa secara teratur.

4. Periksa Bila Ada Kerusakan

Jika masalah tetap ada meski filter pada penutup ventilasi udara, kamu mungkin memiliki masalah yang lebih serius. Mungkin ada kebocoran di suatu tempat dalam sistem septic tank.

Sebelum menggali septic tank, cobalah memeriksa terlebih dahulu apakah ada tanda-tanda kerusakan ini. Terutama, kamu harus menemukan sumber bau.

Selain itu, jika menemukan tanah di sekitar pipa atau tangki dan dalam kondisi lembap, ini merupakan indikasi septic tank mengalami masalah kebocoran serius. Pada titik ini, cara mengatasi bau septic tank adalah menghubungi teknisi profesional sehingga dapat melakukan pemeriksaan tepat dan menentukan apa masalahnya.

Demikian cara mengatasi bau septic tank yang mampet. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kenali Jenis-jenis Rayap dan Cara Ampuh Cegah Masuk Rumah



Jakarta

Rayap merupakan salah satu hama berbentuk serangga yang ada di rumah. Jika rumah diserang rayap maka akan sangat merugikan sang pemilik rumah. Biasanya rayap akan menyerang struktur rumah berbahan kayu hingga mebel kayu yang tidak diproses dengan baik.

Jenis-jenis Rayap

Mengutip dari bhg.com, ada beberapa jenis rayap. Jenis rayap yang paling umum ada di perumahan adalah rayap bawah tanah, kayu kering, dan kayu lembab.

1. Rayap Tanah

Rayap tanah adalah tipe rayap yang sangat invasif. Tipe ini tersebar luas di bawah tanah, dan memiliki daya kerusakan pada kayu paling tinggi dibandingkan rayap kayu kering dan rayap kayu lembab. Hal ini dikarenakan rayap bawah tanah memiliki rahang bergigi gergaji.


Rayap ini biasanya berwarna kuning muda atau cokelat dengan sayap transparan. Rayap jenis ini biasa hidup di tanah, tumpukan kompos, dan kayu pondasi rumah. Biasanya mereka membuat jalur dari tanah liat sebagai akses jalan mereka dari tanah ke kayu tujuan mereka.

2. Rayap kayu Kering

Rayap ini selalu bergantung pada jalur tanah liat yang mereka buat untuk bergerak. tidak seperti rayap tanah yang bisa membuat jalur di bawah tanah.

Rayap ini memiliki sayap yang besar dan biasanya mereka berwarna kuning tua hingga cokelat muda. Rayap kayu biasa bersarang di bangunan kayu dan umumnya ditemukan di daerah yang hangat, seperti di pesisir.

3. Rayap Kayu Lembap

Tipe Rayap ini lebih sering menyebabkan kerusakan pada struktur kayu di luar ruangan dibandingkan dengan di dalam ruangan, karena mereka lebih menyukai kayu lembap

Rayap ini biasanya berwarna coklat muda sampai coklat tua atau bahkan coklat kemerahan. Rayap ini biasa bersarang pada kayu lembab, seperti di tumpukan kayu bakar, tiang pagar, tiang listrik, dan kayu yang rusak karena air.

Nah, setelah kamu tahu tipe-tipenya, kamu bisa ikuti cara berikut ini untuk mencegahnya masuk ke dalam rumahmu.

Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

Area lembap di rumah bisa membuat rayap tertarik untuk bersarang disitu. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan area lembab di sekitar rumah adalah dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

2. Ganti Tanah Dengan Pasir

Cara ini dilakukan untuk mencegah sebanyak mungkin kontak kayu dengan tanah. Rayap tidak dapat membuat jalur lumpur melalui pasir.

3. Bersihkan Drainase/Selokan

Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

4. Gunakan Kayu Anti Rayap

Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

5. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

6. Simpan Kayu Jauh dari Rumah

Bila kamu suka menyimpan kayu bakar, alangkah baiknya bila kamu menyimpannya jauh dari rumahmu

7. Lakukan Pengecekan Rutin

Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

Itulah beberapa pengenalan dari tipe-tipe rayap dan cara mencegahnya masuk ke rumah. Semoga rumah kamu bebas dari rayap!

(das/das)



Sumber : www.detik.com