Tag: kebun

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini saat Menyiram Tanaman Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Menyiram tanaman memang penting untuk pertumbuhan yang baik, tetapi sebaiknya tidak melakukan dengan asal-asalan. Tak jarang ada yang belum tahu kapan dan sebanyak apa harus memberi air pada tanaman.

    Padahal, hal ini sangat penting karena mempengaruhi tanaman untuk bertahan hidup. Jika tidak tepat, menyiram tanaman justru dapat menimbulkan penyakit hingga akhirnya mati.

    Melansir dari laman Marshal Grain, Selasa (30/4/2024) berikut ini beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menyiram tanaman.


    Kesalahan ketika Menyiram Tanaman

    1. Menyiram Terlalu Banyak Air

    Menyiram terlalu banyak air dapat merusak tanaman, bahkan lebih berisiko membunuh daripada kekurangan air. Tanaman akan lebih mudah sembuh dari masalah kekurangan air daripada kelebihan air.

    Terlalu banyak pasokan air di tanah akan menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan serta memicu penyakit. Selain itu, genangan air bisa membuat tanaman tenggelam dalam hitungan menit atau jam karena akarnya akan mati karena kekurangan oksigen.

    2. Terlalu Sering Menyiram Tanaman

    Tanah yang selalu basah mendorong pertumbuhan jamur dan penyakit. Bagian akar bisa membusuk, sehingga tanaman menjadi mati.

    Maka, penting mengetahui jenis tanaman dan kebutuhan airnya. Sementara intensitas menyiram tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi tanah. Kamu bisa mengecek kelembapan tanah menggunakan jari buat mengetahui kebutuhan air.

    3. Menyiram Tanaman di Malam Hari

    Penyiraman di malam hari memungkinkan kelembapan bertahan lebih lama di dedaunan karena air lebih lama menguap tanpa sinar matahari. Hal ini justru memicu pertumbuhan jamur dan bakteri mempunyai tempat yang sempurna untuk berkembang dan menyerang permukaan tanaman. Maka, sebaiknya hindari menyiram tanaman di malam hari.

    4. Menyiram Tanaman di Siang dan Sore Hari

    Sementara menyirami tanaman di tengah atau sore hari bukan ide yang bagus karena tetesan air pada dedaunan dipantulkan dan diperbesar oleh sinar matahari. Hal ini dapat membakar dan merebus dedaunan. Selain itu, air paling cepat menguap pada sore hari, sehingga hanya menyisakan sedikit air untuk tanaman.

    Oleh karena itu, idealnya menyiram di pagi hari seperti antara jam 4 pagi dan 10 pagi. Dengan begitu, ada waktu yang cukup bagi air untuk meresap dan tetap memungkinkan tanah mengering dengan cukup cepat untuk meminimalkan masalah jamur.

    Itulah kesalahan saat menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Sulap Balkon Jadi Taman Mini yang Indah


    Jakarta

    Balkon memberikan ruang lebih buat menikmati pemandangan indah dan udara segar di rumah maupun apartemen. Agar balkon lebih menarik dan fungsional, kamu bisa mengubahnya menjadi ruang hijau yang cantik lho!

    Kalau kamu kekurangan lahan untuk bercocok tanam, kamu masih bisa memanfaatkan balkon untuk menumbuhkan berbagai tanaman. Selain itu, mungkin kamu sekadar ingin mendekorasi balkon dengan tumbuhan hijau.

    Nah, bagi yang tertarik bisa mencoba menyulap balkon menjadi taman mini dengan cara ini yang dilansir dari Projex, Minggu (19/5/2024).


    Cara Mengubah Balkon Jadi Ruang Hijau

    1. Pakai Rumput Sintetis

    Kemungkinan besar balkon kamu memiliki lantai keramik atau beton, sehingga tidak mungkin menumbuhkan rumput. Buat balkon tampak hijau dengan menebar karpet rumput sintetis. Lalu, kamu bisa menambahkan pot dengan tanaman asli untuk mendapat suasana balkon seperti taman.

    Rumput SintetisRumput Sintetis Foto: (istimewa/homestratosphere.com)

    2. Furniture Minimalis

    Balkon tentu memiliki ruang yang sangat terbatas, maka jangan penuhi dengan furniture yang besar dan banyak. Kalau kamu pengin bisa duduk santai di balkon, gunakan kursi dan meja kecil saja. Sebaiknya menghemat ruang untuk menampung lebih banyak tanaman.

    akrilik.. Foto: Getty Images/iStockphoto/KangeStudio

    3. Manfaatkan Pagar

    Maksimalkan ruang yang ada dengan menggantungkan pot tanaman kecil di pagar balkon. Kamu bisa memajang bunga-bunga cantik dan tanaman kecil lainnya di pagar supaya tidak memakan tempat di lantai balkon. Sedangkan tanaman yang lebih besar bisa ditaruh di lantai balkon.

    4. Pilih Tanaman yang Tepat

    deretan tanaman.deretan tanaman. Foto: Getty Images/iStockphoto/GarrettAndrewChong

    Pastikan memilih tanaman yang cocok hidup di balkon. Tentu kamu tidak ingin pemandangan rusak karena ada tanaman mati bukan?

    Kemungkinan tanaman tidak mendapat sinar matahari dan air yang cukup di balkon. Oleh karena itu, pilih tanaman yang tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari dan air. Lalu, pastikan rutin menyirami tanaman atau menggunakan sistem pengairan otomatis.

    5. Pasang Rak Dinding

    Cara lain untuk efisiensi ruang balkon adalah memasang rak pada dinding. Supaya semakin cantik, kamu juga bisa menggunakan pot-pot dekoratif di bagian balkon ini.

    6. Pencahayaan

    Setelah merancang taman di balkon rumah atau apartemen, kamu bisa lengkapi dengan menambah pencahayaan. Gunakan lampu sorot ataupun lampu gantung untuk menciptakan atmosfer yang lebih menawan dan menenangkan di balkon.

    Begitulah cara mengubah balkon menjadi taman mini yang indah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Kebun


    Jakarta

    Rumput liar selalu menjadi musuh abadi bagi orang yang hobi berkebun. Pasalnya, rumput liar ini selalu saja datang dengan sendirinya, dan akan mencuri banyak nutrisi bagi tanaman yang kita rawat.

    Jaraknya yang sangat berdekatan dengan tanaman kita ini seringkali membuat kita kesulitan untuk membersihkannya, karena kita tidak bisa menggunakan bahan kimia untuk membunuh rumput tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya kebun atau taman bunga, kali ini kamu tidak perlu pusing mengurusi rumput liar ini lagi. Di bawah ini ada beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman kamu.


    Cara Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman

    Dikutip dari rd.com, Selasa (16/7/2024), rumput liar sering kali tumbuh di bawah dan pohon. Mereka bisa tumbuh dan akan menempel dengan sistem akar tanaman dan mencuri nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk segera membasmi rumput liar di sekitar tanaman yang kamu rawat.

    Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah pertumbuhan rumput liar di area bawah tanaman.

    1. Mulsa Organik

    Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rumput liar adalah dengan menggunakan mulsa organik seperti serpihan kayu atau kayu cincang yang terurai secara perlahan.

    Caranya adalah dengan menyebarkan mulsa tersebut dengan ketebalan beberapa inci di sekitar tanaman yang kamu rawat, pastikan mulsa tidak menyentuh batang atau akar tanaman.

    2. Bahan Lain

    Cara lain untuk menekan pertumbuhan rumput liar adalah dengan menggunakan lapisan koran yang ditumpuk dengan tanah, atau menggunakan lembaran plastik hitam yang ditumpuk dengan batu. Selain tanah dan batu, kamu juga bisa menyembunyikan lapisan ini di bawah serpihan kayu.

    Di samping koran dan plastik hitam, kamu juga bisa membeli matras mulsa khusus yang terbuat dari rami atau flax, atau menggunakan lapisan kerikil.

    3. Tanaman Penutup Tanah

    Alternatif lain adalah menanam tanaman penutup tanah. Beberapa pilihan yang baik adalah Ajuga reptans, dan Jelatang Putih.

    Rumput liar tidak akan tumbuh bila tanaman ini menutupi tanah di bawah semak dan pohon. Namun perlu diperhatikan bahwa kamu hanya bisa melakukan ini di sekitar tanaman yang sudah berusia beberapa tahun.

    Itu dia beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman yang kamu rawat. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Tidur Gegara Suara Katak di Sekitar Rumah? Begini Cara Usirnya



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar suara katak pada malam hari di pekarangan rumah? Biasanya suaranya cukup nyaring tetapi tidak begitu sering. Katak mengeluarkan suara pada malam hari saat katak mencoba menarik perhatian dan mengganggu tidur pasangannya.

    Keberadaan katak sebenarnya bermanfaat karena hewan ini merupakan predator serangga. Lalat, nyamuk, laba-laba, hingga tawon adalah makanannya. Namun, ada beberapa orang yang tidak menyukai keberadaan katak karena geli melihat wujudnya.

    Jika kamu termasuk salah satunya, dilansir The Spruce, berikut cara mengusir katak dari pekarangan.


    1. Singkirkan Genangan Air

    Katak menyukai area yang dekat dengan sumber air. Ia membutuhkan air untuk membasahi tubuhnya. Genangan air ini bukan hanya yang berada di tanah, air yang berada di dalam wadah seperti gayung, botol minum bekas, ember, atau benda lainnya.

    2. Hindari Tumpukan Barang di Halaman

    Sama seperti hewan lainnya, katak juga mencari tempat-tempat tersembunyi. Semakin sedikit barang di pekarangan atau kebun, tidak memberikan mereka peluang untuk bersembunyi apalagi berkembang biak. Maka, simpan barang-barang yang tidak terpakai di tempat yang tepat atau buang sehingga tidak memenuhi rumah.

    3. Rawat Kebun dan Pekarangan

    Selain tidak ada tumpukan barang tak terpakai di pekarangan, kamu juga harus rajin merawat kebun atau pekarangan. Pangkas tanaman yang terlalu lebat sehingga tidak menjadi tempat persembunyian katak.

    4. Matikan Lampu Luar Ruangan

    Katak akan terbantu mencari mangsa apabila di kebun atau pekarangan dilengkapi lampu yang banyak. Kamu boleh memasang lampu di pekarangan atau kebun, tetapi jangan terlalu banyak. Lampu dapat membantu mereka menemukan makanan yakni serangga.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah, Auto Nggak Betah


    Jakarta

    Kucing adalah hewan berbulu menggemaskan yang sering dipelihara di rumah. Namun, berbeda hal dengan kucing liar yang terkadang bikin geram karena suka masuk halaman rumah dan buang kotoran.

    Meski sudah sering diusir, kucing liar terkadang kembali lagi. Kalau menemukan kondisi seperti ini, diperlukan langkah strategis buat mencegah kucing masuk halaman rumah.

    Lantas, apa yang bisa dilakukan buat menghalau kucing liar? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah cara mencegah kucing liar masuk ke halaman rumah, dikutip dari The Spruce.

    1. Hilangkan Sumber Makanan

    Kucing liar akan tinggal di daerah yang ada banyak sumber makanan. Hindari memberi makan kucing agar mereka tidak merasa betah. Kemudian, tutup tempat sampah dengan rapat supaya nggak jadi tempat kucing mencari makan.

    2. Hilangkan Tempat Berlindung

    Tutup lubang di gudang, garasi, teras, atau tempat berlindung sederhana seperti tumpukan kayu. Langkah ini guna menghindari adanya tempat tinggal bagi kucing liar.

    3. Beri Tekstur pada Permukaan Tanah

    Kucing suka berjalan di halaman rumah. Coba tabur kerikil, pecahan kulit telur, atau lapisan kawat ayam agar kucing liar merasa tidak nyaman berjalan di sana.

    4. Beri Aroma Pengusir Kucing

    Taburkan bahan pengusir kucing liar di kebun. Misalnya menaruh kamper, kain lap yang dibasahi amonia, bubuk mustard, cabai rawit, bubuk kopi, dan semprotan berbahan jeruk. Ingatlah untuk menaruh kembali pengusir kucing tersebut setelah hujan lebat.

    5. Buat Pagar Anti Kucing

    Halangi kucing masuk ke area rumah dengan mengamankan pagar. Pagar anti-kucing meliputi pemasangan jaring anti-kucing yang tidak dapat dipanjat kucing dan palang beroda di bagian atas pagar, sehingga kucing tidak dapat memanjatnya.

    Jika kucing melompati pagar di satu area, coba taruh kaleng kosong yang diisi dengan kelereng. Letakkan kaleng di area yang diinginkan agar ketika jatuh, kucing yang melompat ke pagar ketakutan.

    Pilihan lainnya adalah menggunakan bel atau lonceng angin yang sensitif. Benda ini akan mengeluarkan suara saat kucing menimbulkan getaran.

    Itulah tips mencegah kucing masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kodok Muncul di Halaman Rumah? Ini Penyebab dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Katak atau kodok terkadang suka muncul di halaman rumah. Meski tidak berbahaya, amfibi yang suka loncat-loncat ini bisa bikin penghuni rumah merasa takut atau geli.

    Kehadiran kodok bukanlah sebuah kebetulan. Kondisi kebun atau halaman yang nyaman bisa membuat kodok betah tinggal di sana.

    Misalnya rumah mempunyai kolam atau dekat dengan kebun yang mungkin jadi sumber makanan. Hal ini membuat kodok tertarik buat tinggal dekat rumah.


    Lantas, kenapa kodok suka muncul di halaman rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Kodok Muncul di Rumah

    Inilah penyebab kodok muncul di halaman rumah seperti yang dikutip dari KliknClean.

    1. Banyak serangga

    Kodok akan berkumpul di tempat terdapat sumber makanan. Rumah yang sekitarnya banyak serangga sangat menarik bagi katak. Katak mengincar serangga seperti lalat dan nyamuk.

    2. Keberadaan Air

    Kodok merupakan makhluk amfibi, sehingga lebih suka tinggal di dekat sumber air. Oleh karena itu, mereka cenderung tertarik pada properti yang mempunyai kolam renang dan kolam ikan.

    3. Terdapat Kebun

    Kodok menyukai tempat yang teduh untuk berlindung. Mereka bisa berteduh di kebun atau halaman rumah yang banyak rumput liar, dedaunan, atau rumput yang cukup tinggi. Kebun yang rimbun dan jarang dibersihkan dapat menjadi tempat tinggal serangga dan katak.

    4. Lampu Taman

    Selain itu, lampu taman juga bisa menjadi penyebab banyak katak di rumah. Sebab, lampu di taman menarik perhatian sejumlah serangga. Alhasil, kodok pun ikut datang untuk memangsa serangga tersebut.

    Tips Usir Kodok

    Jika terganggu dengan kehadiran katak, penghuni bisa mengusirnya dengan bahan-bahan rumahan kok. Berikut ini cara mengusir katak.

    1. Air garam

    Semprotkan sedikit air garam pada tempat-tempat yang suka dilalui kodok. Kodok peka terhadap air garam, mereka bisa merasakan efek sengatan pada kulitnya.

    2. Ampas Kopi

    Ampas kopi ternyata bermanfaat buat mengusir kodok, lho. Caranya, taburkan ampas kopi di area tanah kosong di kebun. Campuran tanah yang mengandung nitrat dan ampas kopi akan menghasilkan rasa tidak nyaman bagi katak ketika menginjaknya.

    3. Cuka

    Penghuni bisa membuat cairan anti kodok dengan mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Semprotkan cairan tersebut pada area yang sering dijumpai kodok. Namun, tingkat keasaman tinggi dari cairan itu dapat membunuh tanaman yang disemprot.

    Itulah penyebab kodok muncul di halaman rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Tanam Cabai di Taman Rumah, Hemat Nggak Perlu Beli ke Pasar


    Jakarta

    Masakan Indonesia identik dengan cita rasa pedas berkat penggunaan cabai. Biasanya orang-orang membeli cabai ke pasar atau supermarket untuk mendapatkan cabai. Namun, sebenarnya cabai bisa didapatkan dengan modal minim kalau ditanam sendiri di rumah, lho.

    Dikutip dari laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah cocok ditanam saat kondisi udara cukup lembap dibandingkan kering. Nah, waktu yang tepat buat menanam cabai adalah ketika musim hujan.

    Selain itu, cabai bisa tumbuh subur di dataran rendah atau tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Kondisi tanah yang cocok buat menanam cabai adalah yang tanah gembur, yaitu tekstur seperti remah dan tidak terlalu padat. Lalu, kandungan pH-nya juga normal sebesar 6-7.


    Bagaimana cara menanam cabai di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Inilah langkah-langkah untuk menanam cabai di rumah.

    1. Rendam Benih Cabai

    Sebelum menanam benih cabai, pastikan untuk memilih yang berkualitas. Caranya dengan merendam bibit tersebut di air hangat dengan suhu 50 derajat celsius. Biasanya benih yang berkualitas tenggelam di dalam air.

    2. Semai Benih Cabai

    Selanjutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan campuran pupuk kendang atau kompos dengan tanah dengan perbandingan 1:1 di sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

    3. Pindahkan Bibit ke Tanah

    Jika mempunyai lahan yang cukup di rumah, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm, sehingga membentuk gundukan tanah. Campurkan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan kalau tanah terlihat kering.

    Tambahkan pupuk susulan tiga kali berupa urea, ZA, KCl pada minggu ke 3, 6, dan 9 setelah bibit ditanam. Besaran pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

    Kemudian, tutup tanah yang sudah disiapkan dengan plastik mulsa berlubang. Barulah cabai muda siap dimasukkan ke dalam lubang.

    4. Perawatan Tanaman Cabai

    Setelah 1-2 minggu berlalu, periksa kalau ada bibit yang mati. Lalu, buang bibit yang mati dan sakit.

    Sementara itu, bibit yang berhasil berkembang perlu rajin disiram. Jika tanaman cabai sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

    5. Masa Panen Cabai

    Masa panen cabai sekitar 2 bulan setelah penanaman atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika menemukan buah cabai yang rusak, sebaiknya segera disingkirkan.

    Waktu panen cabai bisa disesuaikan dengan waktu penggunaan cabai. Kalau cabai mau dikirim ke tempat yang jauh, panen ketika warnanya hijau. Berbeda halnya buat keperluan rumah, panen saat cabai berwarna merah.

    Itulah informasi seputar menanam cabai di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyiram Tanaman Agar Tidak Menjadi Sarang Nyamuk


    Jakarta

    Tanaman perlu disiram agar tumbuh dengan subur, baik di dalam maupun pekarangan rumah. Namun, menyiram tanaman terkadang menyisakan genangan air, sehingga rawan jadi sarang nyamuk.

    Nyamuk biasanya berkembang biak di genangan air. Genangan tersebut bisa terbentuk pada daun, pot, dan lubang.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu lebih berhati-hati ketika menyiram tanaman. Pastikan tidak ada genangan air yang dapat dimanfaatkan nyamuk.


    Bagaimana cara menyiram tanaman tanpa membentuk sarang nyamuk? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mencegah Sarang Nyamuk Saat Siram Tanaman

    Inilah tips menyiram tanaman agar tidak menjadi sarang nyamuk, dikutip dari National Parks Board, Minggu (27/7/2025).

    1. Buang Genangan Air di Pot

    Setelah menyiram tanaman di pot, air suka tergenang pada alas pot. Pastikan untuk membuang air tersebut dan menggosok alasnya secara berkala untuk menghilangkan telur nyamuk.

    2. Bersihkan Genangan Air di Pekarangan

    Genangan air juga bisa terbentuk setelah menyiram pekarangan rumah. Air dapat terkumpul di berbagai tempat, misalnya pot, ember, drainase, dan tanaman. Periksa area yang dapat mengumpulkan air, lalu bersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

    3. Gemburkan Tanah

    Sebelum menyiram tanaman, sebaiknya gemburkan media tanahnya agar air dapat meresap ke bawah. Permukaan tanah yang padat ketika kering mencegah penyerapan air.

    Jika tidak terserap, air malah menggenang dan tidak sampai ke akar tanaman. Gunakan garpu atau sekop untuk menggemburkan tanah secara berkala.

    4. Bersihkan Daun Jatuh

    Daun-daun yang berjatuhan di pot atau pekarangan rumah bisa menjadi tempat berkumpulnya air. Pastikan untuk membersihkan daun yang jatuh sebelum menyiram tanaman atau pekarangan.

    5. Siram Air

    Penghuni bisa sering menyiram air bersih ke area yang tergenang air di sekitar tanaman. Langkah ini akan menggantikan air yang terkumpul dan membuang telur serta jentik nyamuk.

    Itulah cara mencegah terbentuknya sarang nyamuk ketika menyiram tanaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Serangan Kutu Putih Rusak Tanaman, Begini Cara Basminya


    Jakarta

    Kutu putih adalah serangga yang suka hinggap di tanaman. Pemilik tanaman mesti waspada karena serangga ini suka merusak tanaman.

    Kehadiran kutu putih dapat menghambat pertumbuhan, bahkan mematikan tanaman dengan cara mengisap sarinya. Lalu, biasanya akan muncul residu putih pada tanaman.

    Kemunculan kutu putih bisa dipicu oleh kadar nitrogen dan pertumbuhan lunak tanaman. Kondisi tersebut bisa akibat penghuni memberikan terlalu banyak pupuk.


    Selain itu, serangga putih ini tertarik dengan tanaman yang punya banyak sari buah, misalnya tanaman jeruk dan mangga. Sari buah merupakan makanan kutu putih.

    Jika tanaman sudah terlanjur diserang kutu putih, bagaimana cara basminya ya? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Basmi Kutu Putih

    Inilah beberapa cara untuk membasmi kutu putih yang hinggap pada tanaman, dikutip dari The Spruce dan Martha Stewart.

    1. Siram Air

    Kalau serangan kutu putih tergolong ringan, penghuni dapat mengatasinya dengan menyiram air. Posisikan bagian tanaman yang terdapat kutu putih di bawah keran, lalu alirkan airnya.

    2. Pangkas Sebagian Tanaman

    Penghuni bisa memotong bagian tanaman yang terserang kutu putih yang tergolong cukup berat. Langkah ini untuk mencegah kutu putih menyerang bagian tanaman lain.

    3. Semprot Larutan Minyak Nimba

    Buatlah insektisida organik menggunakan minyak nimba buat basmi kutu putih. Caranya dengan mencampurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air ke dalam botol semprot.

    Semprotkan cairan itu ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Ulangi penyemprotan 1-2 minggu kemudian kalau belum teratasi.

    4. Semprot Cairan Anti Kutu Putih

    Selain itu, penghuni bisa bikin cairan anti kutu putih dari bawang bombai, bawang putih dan bubuk cabai. Semprotkan cairan itu pada bagian tanaman yang terinfeksi selama beberapa hari.

    Cara buatnya dengan blender bahan-bahan hingga menjadi pasta dan tambahkan 1 liter. Diamkan campuran itu selama satu jam, lalu saring menggunakan kain tipis. Lalu, tambahkan sabun cuci piring cair dan aduk hingga rata.

    Masukan cairan ke dalam botol semprot agar siap pakai. Semprotan anti kutu putih ini dapat bertahan selama seminggu di dalam kulkas.

    5. Sebarkan Serangga Predator

    Terakhir, penghuni dapat mengatasi serangan kutu putih ringan dengan menyebarkan serangga predator. Tawon parasitoid (leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri mampu membutuh kutu putih, tetapi proses pembasmian butuh waktu yang cukup lama.

    Itulah cara mengatasi kutu putih yang menyerang tanaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com