Tag: kebun rumah

  • 8 Cara Rawat Tanaman di Pekarangan Rumah Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Curah hujan yang tinggi terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk merawat pekarangan rumah. Siapa yang tak ingin tanaman tumbuh subur dan cantik, sehingga bisa memperindah tampilan rumah.

    Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, kamu perlu memberikan perhatian khusus dan tindakan preventif. Jangan sampai tingginya curah hujan malah membuat pekarangan rumah kamu tak terawat.

    Lantas, bagaimana cara merawat tanaman di pekarangan rumah saat musim hujan? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Tips Merawat Tanaman di Pekarangan Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah cara merawat pekarangan rumah di kala curah hujan yang tinggi, dikutip dari Root Bridges.

    1. Hindari Adanya Genangan Air

    Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.

    Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk taruh tanaman tersebut agar dapat sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

    2. Sediakan Cahaya Tambahan

    Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, bisa menggunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya.

    3. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

    Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

    Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

    6. Bersihkan Alga yang Tumbuh

    Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu.

    7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

    Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

    8. Cegah Erosi Tanah

    Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

    Demikianlah tips merawat tanaman di pekarangan rumah saat musim hujan. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Rawat Taman Ini Bisa Mengundang Hama ke Rumah, Hindari!


    Jakarta

    Memiliki taman rumah bisa membuat suasana sejuk, asri, dan segar. Banyaknya tanaman di kebun rumah memang memanjakan mata, namun terkadang bisa mengundang hama.

    Keberadaan hama ini bisa merusak tanaman dengan cepat. Hama maupun hewan pengganggu tanaman bisa saja datang karena kelalaian dari pemilik rumah. Tentunya pemilik rumah nggak mau dong hal itu terjadi? Nah, ada beberapa kesalahan umum yang harus diperhatikan karena bisa mengundang hama ke taman rumah.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasi mengenai kesalahan yang dapat mengundang hama tanaman.


    1. Penyiraman Berlebihan

    Penyiraman tanaman secara berlebihan menjadi salah satu penyebab utama datangnya hama ke taman rumah. Hal itu menyebabkan kelembapan berlebihan yang menjadi tempat perkembangbiakan beberapa serangga, seperti nyamuk dan agas.

    Untuk mencegahnya, penghuni rumah bisa memasang jadwal penyiraman tanaman serta memasang timer pada selang.

    Selain itu, penghuni rumah juga sebaiknya menghilangkan genangan air karena bisa menjadi tempat perkembangbiakan serangga. Genangan air ini biasanya ada di tanah maupun bawah pot.

    2. Tidak Membuang Bahan yang Membusuk

    Hama tertarik pada bahan tanaman yang membusuk. Kebun menghasilkan sejumlah besar bahan yang membusuk, seperti daun yang mati, buah yang terlalu matang, maupun sampah organik lainnya. Hal tersebut memungkinkan hama untuk mencari tempat persembunyian serta berkembang biak.

    Langkah yang bisa dilakukan adalah bersihkan kebun dari apa pun yang jatuh. Buah yang membusuk dengan cepat menarik hama yang tidak diinginkan, jadi segera ambil. Masukkan bahan yang membusuk ke dalam tempat sampah kompos atau tempat sampah.

    3. Membunuh Predator Alami

    Menurut pakar pengendalian hama dan pengelolaan vegetasi di Teminix, Terry Keyzer, membunuh predator alami adalah kesalahan berkebun umum yang menarik hama,

    “Penting untuk tidak membunuh semua serangga. Dari semua spesies serangga yang biasa ditemukan di kebun, 99 persen bermanfaat,” katanya.

    Untuk melindungi predator alami spesies hama, sangat penting untuk tidak menyemprotkan insektisida di mana-mana, sebaliknya menggunakan pendekatan yang terarah untuk menghilangkan masalah hama.

    4. Mengabaikan Keanekaragaman Tanaman

    Mengabaikan keanekaragaman tanaman adalah kesalahan berkebun lain yang mengundang hama yang tidak diinginkan. Kebun tidak hanya menyediakan sumber makanan bagi hama, tetapi juga menyebabkan penipisan nutrisi tanah, yang dapat membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan hama.

    Sebaiknya pahami tanaman pendamping dari tiap tanaman yang ada di kebun agar lebih beranekaragam.

    5. Tidak Menanam Tanaman Pengusir Serangga

    Menanam tanaman yang dapat mengusir serangga bisa menghindari kebun rusak karena hama serangga. Contohnya, penghuni rumah bisa menanam basil atau kemangi, serai, lavender, maupun daun mint untuk mengusir lalat maupun nyamuk.

    Itulah beberapa kesalahan yang bisa mengundang hama ke taman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! 4 Hal Ini Bisa Bikin Tikus Betah di Rumah



    Jakarta

    Keberadaan tikus di rumah tentu bikin jengkel. Sebab, tikus akan mengotori isi rumah, membuat rumah berantakan, hingga membahayakan kesehatan penghuninya. Walau sering diusir berulang kali, tikus masih sering masuk ke rumah. Nah, sebenarnya apa sih hal-hal yang bisa mengundang tikus-tikus masuk ke dalam rumah?

    Mengutip dari situs The Spruce, terdapat 4 hal yang bisa mengundang tikus masuk ke rumah, yaitu sebagai berikut.

    Sumber Makanan

    Tikus akan pergi kemana saja yang ada makanannya bahkan mereka juga tidak pilih-pilih soal makanan. Namun, yang paling mereka sukai adalah biji-bijian, sereal, dan apapun yang manis. Tikus cenderung lebih menyukai makanan yang mudah diakses, jadi berhati-hatilah terhadap sisa makanan ringan, makanan hewan peliharaan, makanan di dapur, hingga sampah makanan.


    Selain itu, tikus juga bisa mencemari makanan manusia dan hewan. Jika punya sisa makanan sebaiknya simpan ke dalam plastik untuk menghindari kontaminasi. Pastikan juga menyimpan semua makanan dalam wadah kedap udara yang terbuat dari kaca atau plastik tebal.

    Kehangatan dan Perlindungan

    Sama seperti manusia, tikus lebih suka udara hangat dan jika sedang musim hujan maka mereka akan bermigrasi ke dalam ruangan. Tikus juga tertarik pada perabotan rumah yang menghasilkan panas, terutama kulkas, pemanas air, pengering, dan oven.

    Ketersediaan Air

    Pada umumnya tikus juga mencari air, seperti tempat minum hewan peliharaan, air keran yang menetes, tanaman hias yang terlalu banyak air, hingga embun pada peralatan dapur. Mereka mencari air untuk minum. Namun, jika tidak ada air, mereka tetap mencari kelembapan di ruangan yang lembap seperti ruang bawah tanah dan loteng.

    Kebun Rumah

    Jika kamu punya kebun di pekarangan rumah, hal ini menjadi anugerah bagi tikus. Kebun menyediakan tempat persembunyian, makanan segar, hingga bahan bersarang yang potensial. Lebih bahayanya lagi, tikus menyukai biji-bijian dan akan memakan biji-bijian yang baru ditanam.

    Itu dia hal-hal yang bisa mengundang tikus masuk ke dalam rumah. Tetap berhati-hati!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tren Baru! Cara Bikin Kebun Cantik di Rumah Meski Tanpa Halaman Luas



    Jakarta

    Membuat kebun di rumah adalah salah satu cara termudah untuk menghadirkan ketenangan di tengah sibuknya aktivitas sehari-hari. Banyak orang merasa bahwa berkebun hanya cocok dilakukan jika punya halaman yang luas, padahal konsep kebun modern justru semakin fleksibel dan tidak bergantung pada ukuran lahan.

    Selama konsepnya tepat, area apapun di rumah dapat diubah menjadi area hijau yang nyaman. Kebun tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi tambahan di rumah, tetapi juga sebagai ruang terapi. Melihat tanaman setiap hari mampu menurunkan tingkat stres. Karena itu, banyak orang memulai tren membangun kebun di rumah yang mudah diterapkan, tidak rumit dirawat, dan tetap enak dipandang.

    Dilansir dari situs The Spruce, berikut ini beberapa inspirasi kebun yang mudah dibuat dan dirawat di rumah.


    Kebun Mini di Sudut Rumah

    Trendy home plants: monstera, dieffenbachia, sansevieria, pilea on a wicker bookcase in the room, indoor garden concept with copy spaceTrendy home plants: monstera, dieffenbachia, sansevieria, pilea on a wicker bookcase in the room, indoor garden concept with copy space Foto: Getty Images/iStockphoto/t sableaux

    Kebun kecil bisa dioptimalkan hanya dengan memanfaatkan sudut rumah menggunakan pot, rak bertingkat, hingga penataan diagonal yang membuat lahan terlihat lega. Tanaman-tanaman seperti lidah mertua dan sirih gading dapat mudah tumbuh dan perawatannya tidaklah rumit.

    Kebun dengan konsep ini sangat memungkinkan dibuat di rumah dengan pemilihan tanaman-tanaman yang cocok dan dapat tumbuh baik di iklim tropis. Kebun mini akan tetap terlihat segar meskipun tidak mendapatkan cahaya matahari.

    Kebun Herbal Serbaguna

    Ilustrasi tanaman herbalIlustrasi tanaman herbal Foto: Getty Images/Rike_

    Kebun herbal adalah salah satu kebun rumahan paling praktis karena tanaman seperti mint, rosemary, dan chamomile cenderung kuat dan tidak memerlukan tanah khusus untuk ditanam. Kebun ini dapat ditempatkan di dekat dapur agar mudah dipetik saat memasak.

    Kebun ini cocok diterapkan di rumah yang biasanya memiliki area dapur belakang dengan pencahayaan yang baik, sehingga aroma herbal yang harum juga dapat membantu menciptakan suasana dapur yang segar dan bisa mengusir hama-hama yang ada di dapur.

    Kebun Tropis dengan Tanaman Berdaun Besar

    Ilustrasi tanamanIlustrasi tanaman Foto: Getty Images/iStockphoto/StephanieFrey

    Kebun tropis direkomendasikan bagi pemilik rumah yang menginginkan suasana yang rimbun dan teduh. Tanaman-tanaman yang bisa ditanam di kebun ini adalah tanaman seperti monstera, banana plant, hingga berbagai jenis tanaman palm untuk menghasilkan gaya kebun tropis.

    Tanaman-tanaman tersebut sudah sangat familiar di Indonesia dan bisa tumbuh subur di iklim lokal. Dengan mempunyai kebun jenis ini, nuansa rumah akan menjadi seperti nuansa villa di Bali.

    Kebun Vertikal untuk Lahan Sempit

    Ide Kebun VertikalIde Kebun Vertikal Foto: Instagram

    Kebun vertikal adalah solusi paling efektif untuk lahan sempit, terutama di rumah urban. Taman vertikal bukan hanya menghemat ruang, tetapi juga membantu meredam panas yang diserap dinding. Konsep kebun ini sangat cocok untuk rumah-rumah kota dengan fasad sempit atau area balkon kecil, sehingga dinding polos dapat sekaligus menjadi elemen dekorasi hijau yang fungsional.

    Kebun Buah Mini di Halaman Belakang

    Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan. Foto: Ari Saputra

    Tren kebun buah di rumah meningkat pesat berkat teknik tabulampot (teknik tanam buah dalam pot). Buah seperti lemon dan jeruk dapat tumbuh subur dalam pot selama mendapatkan sinar matahari yang cukup. Adaptasinya di Indonesia juga sangat mudah karena banyak varietas buah tropis yang justru tumbuh lebih cepat dalam kondisi panas dan lembap.

    Kebun Kering

    Stylish room interior with beautiful potted cactiStylish room interior with beautiful potted cacti Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Bagi penghuni rumah yang menginginkan mempunyai kebun tapi tidak memiliki banyak waktu untuk merawatnya, tanaman kaktus cocok untuk dirawat di kebun. Tanaman ini tahan terhadap panas dan tidak membutuhkan banyak air.

    Bagi rumah yang berada di wilayah panas seperti Jakarta dan Surabaya, konsep kebun ini membuat penampakan kebun tampak rapi, modern, dan tidak menghabiskan banyak waktu untuk penyiraman.

    Itulah beberapa kebun yang dapat dibuat dengan mudah di rumah dan pastinya mudah dirawat. Semoga menginspirasi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com