Tag Archives: kecanduan

Pinjol dan Judi Online Bikin Daya Beli Masyarakat Lesu


Jakarta

Pinjaman online (pinjol) dan judi online disebut menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja.

Marak pinjol ini bahkan membuat banyak orang melakukan pinjaman di lebih dari satu platform. Menurutnya satu orang bisa menggunakan 20 platform pinjol.

“Karena mudah sekali, KTP apa dikasih langsung dia pinjam. Apakah legal atau illegal? Nasabah atau masyarakat mana mau tahu. Yang penting saya dapat pinjaman. Nah, bayarnya kumaha engke. Mulainya mungkin dari kecil dari Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 2 juta. Tapi karena muter. Ini gali lubang tutup lubang,” kata dia saat dalam peluncuran BCA UMKM Fest di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).


Namun gaya hidup seperti itu yang membuat masyarakat pun kehilangan harapan karena kesulitan membayar utangnya. Di sisi lain mereka juga harus memenuhi kebutuhan pokok mereka.

“Dulu orang gampang pinjam, tetapi nggak bayar. Artinya dia pinjam tidak sesuai dengan income yang dia peroleh sebenarnya. Untuk kebutuhan apa? Kita nggak tahu lah, untuk macam-macam. Sekarang orang hidupnya hopeless,” jelas dia.

Meski begitu, kini keberadaan pinjol juga telah diperketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama yang ilegal. Jadi saat ini keberadaan pinjol telah berkurang.

“Sekarang kalau kita lihat sudah jauh berkurang dan secara ketat OJK pun melarang pinjol-pinjol yang tidak resmi. Ya jadi saya pikir ini suatu hal juga perkembangan yang kadang-kadang kita tidak sadari,” terangnya.

Setelah hadirnya pinjol, sekarang juga sedang marak judi online yang membuat sebagian masyarakat kecanduan. Masalah ini juga menyeret perbankan karena diindikasi banyak orang yang menggunakan transaksi melalui bank untuk judi online.

“Nah hadirlah namanya si judi online. Ini yang lagi ngetop. Top markotop topik. Bahkan bank di bawa-bawa. Padahal banyak sekali cara orang judi online bukan hanya bank. Ada e-commerce, ada e-wallet-e-wallet, ada juga tunai gitu ya. Banyak sekali yang tidak terdeteksi juga,” ungkap dia.

Menurut Jahja, sejumlah aspek itulah yang kini menggerus daya beli masyarakat karena terlilit tanggungan akibat gaya hidup tidak sehat dari pinjol dan judi online. Penurunan daya beli masyarakat ini juga disebut telah dirasakan oleh pelaku usaha besar.

“Nah ini semua menggerogoti daya beli masyarakat. Ini menyebabkan memang terasa sekali. Bahkan bukan hanya, yang menengah saja, beberapa hari yang lalu saya ada lunch bersama beberapa yang lumayan besar. Mereka bilang, teman-teman kita udah hilang, kita dagang, kita rugi,” ujarnya.

(ada/rrd)

Sumber : finance.detik.com

Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu

Banyak Anak Muda Terjerat Pinjol Ilegal, Ini Datanya


Jakarta

Anak mudah usia 26-35 tahun banyak terjerat pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) ilegal. Hal ini diungkapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan data Satuan tugas (Satgas) Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, mengatakan terdapat 6.348 pengaduan terkait pinjol ilegal berasal dari masyarakat berusia 26-35 tahun.

“Hal ini cukup mengkhawatirkan karena pada usia rentang tersebut sudah menggunakan pinjol ilegal. Selain itu, maraknya judi online juga perlu diwaspadai karena sangat merusak tatanan kehidupan apalagi kalau sudah kecanduan,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki dalam keterangannya, dikutip Senin (20/1/2025).


Kiki mengungkapkan, salah satu tantangan bagi anak muda adalah rentan menggunakan pinjol dan judol karena mereka FOMO (fear of missing out), FOPO (fear of other people’s opinions), dan YOLO (you only live once). Fenomena itu dapat mempengaruhi pengambilan keputusan keuangan menjadi kurang bijak.

“Judol sangat mudah dibuat dan bisa dekat kepada anak-anak muda melalui aplikasi seperti game online dan sarana aktivitas dunia digital lainnya,” lanjutnya.

Melihat fenomena itu, Kiki mengatakan hal tersebut menjadi latar belakang mengapa diperlukan upaya bersama dari pemerintah maupun stakeholders terkait untuk meningkatkan literasi keuangan secara masif dan menyeluruh.

“Benteng yang paling mudah adalah dengan mengenal dan selalu ingat 2L yaitu Legal dan Logis atau simply bisa kontak layanan konsumen OJK yaitu telepon ke nomor 157 atau whatsapp ke 081-157157157 dan bisa juga cek ke website atau media sosial OJK dan Satgas PASTI,” terangnya.

OJK juga melalui program Gerakan Cerdas Nasional Keuangan (GENCARKAN) telah menjadikan segmen Pemuda/Mahasiswa/Pelajar ke dalam segmen prioritas. OJK juga akan terus menguatkan upaya edukasi lebih banyak lagi kepada masyarakat melalui berbagai kanal media yang ada, kolaborasi dengan stakeholders, dan seluruh anggota Satgas PASTI.

“Untuk masa depan keluarga yang lebih cerah, mari anak-anak muda untuk memulai kebiasaan-kebiasan baik mengelola keuangan antara lain memaksakan diri untuk menyisihkan penghasilan kita untuk menabung/berinvestasi dan yang paling penting adalah bisa membedakan yang mana keinginan dan kebutuhan,” tutur Kiki.

OJK juga menghimbau agar konsumen dan mayarakat dapat melakukan hal-hal sebagai berikut sebelum mengajukan pinjaman daring. Pertama, memastikan bahwa pindar yang digunakan terdaftar dan diawasi oleh OJK, sehingga kalau terdapat permasalahan dapat menyampaikan pengaduan kepada OJK. Cara memastikannya mudah bisa kontak ke 157 atau whatsapp ke 081-157157157.

Kedua, konsumen harus bijak dalam menggunakan pindar. Ketiga, konsumen harus menggunakan pindar untuk memenuhi kebutuhan hidup bukan untuk memenuhi keinginan atau gaya hidup.

Keempat, konsumen harus dapat menilai dirinya sendiri untuk mengembalikan utang yang dipinjam dari pindar. Kelima konsumen harus memahami karakteristik pindar terutama biaya dan risiko yang melekat pada pindar. Keenam, apabila konsumen memang tidak mampu untuk melunasi pindar sebaiknya meminta kepada platform untuk memberi keringanan.

(ada/rrd)

Sumber : finance.detik.com

Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu

Bos BCA Sebut Pinjol dan Judi Online Bikin Daya Beli Lesu!


Jakarta

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkap bahwa maraknya pinjaman online (pinjol) dan judi online telah menggerus daya beli masyarakat. Hadirnya pinjol semakin diminati setelah pandemi COVID-19.

Jahja mengatakan tren pinjol ini bahkan membuat banyak orang melakukan pinjaman lebih dari satu platform, sehingga utang bisa menggunung. Dia mengungkap bahwa satu orang bisa menggunakan 20 platform pinjol.

“Karena mudah sekali, KTP apa dikasih langsung dia pinjam. Apakah legal atau illegal? Nasabah atau masyarakat mana mau tahu. Yang penting saya dapat pinjaman. Nah, bayarnya kumaha engke. Mulainya mungkin dari kecil dari Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 2 juta. Tapi karena muter. Ini gali lubang tutup lubang,” kata dia saat dalam peluncuran BCA UMKM Fest di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).


Namun gaya hidup seperti itu yang membuat masyarakat pun kehilangan harapan karena kesulitan membayar utangnya. Di sisi lain mereka juga harus memenuhi kebutuhan pokok mereka.

“Dulu orang gampang pinjam, tetapi nggak bayar. Artinya dia pinjam tidak sesuai dengan income yang dia peroleh sebenarnya. Untuk kebutuhan apa? Kita nggak tahu lah, untuk macam-macam. Sekarang orang hidupnya hopeless,” jelas dia.

Meski begitu, kini keberadaan pinjol juga telah diperketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama yang ilegal. Jadi saat ini keberadaan pinjol telah berkurang.

“Sekarang kalau kita lihat sudah jauh berkurang dan secara ketat OJK pun melarang pinjol-pinjol yang tidak resmi. Ya jadi saya pikir ini suatu hal juga perkembangan yang kadang-kadang kita tidak sadari,” terangnya.

Setelah hadirnya pinjol, sekarang juga sedang marak judi online yang membuat sebagian masyarakat kecanduan. Masalah ini juga menyeret perbankan karena diindikasi banyak orang yang menggunakan transaksi melalui bank untuk judi online.

“Nah hadirlah namanya si judi online. Ini yang lagi ngetop. Top markotop topik. Bahkan bank di bawa-bawa. Padahal banyak sekali cara orang judi online bukan hanya bank. Ada e-commerce, ada e-wallet-e-wallet, ada juga tunai gitu ya. Banyak sekali yang tidak terdeteksi juga,” ungkap dia.

Menurut Jahja, sejumlah aspek itulah yang kini menggerus daya beli masyarakat karena terlilit tanggungan akibat gaya hidup tidak sehat dari pinjol dan judi online. Penurunan daya beli masyarakat ini juga disebut telah dirasakan oleh pelaku usaha besar.

“Nah ini semua menggerogoti daya beli masyarakat. Ini menyebabkan memang terasa sekali. Bahkan bukan hanya, yang menengah saja, beberapa hari yang lalu saya ada lunch bersama beberapa yang lumayan besar. Mereka bilang, teman-teman kita udah hilang, kita dagang, kita rugi,” ujarnya.

(ada/kil)



Sumber : finance.detik.com

Mengkhawatirkan! Banyak Anak Muda Terjerat Pinjol Ilegal


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan tugas (Satgas) Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) mencatat masyarakat usia 26-35 tahun banyak menggunakan pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) ilegal.

Temuan itu berdasarkan data pengaduan sepanjang 2024. OJK menyebut terdapat 6.348 pengaduan terkait pinjol ilegal berasal dari masyarakat berusia 26-35 tahun.

“Hal ini cukup mengkhawatirkan karena pada usia rentang tersebut sudah menggunakan pinjol ilegal. Selain itu, maraknya judi online juga perlu diwaspadai karena sangat merusak tatanan kehidupan apalagi kalau sudah kecanduan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam keterangannya, dikutip Senin (20/1/2025).


Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki itu, salah satu tantangan bagi anak muda adalah rentan menggunakan pinjol dan judol karena mereka FOMO (fear of missing out), FOPO (fear of other people’s opinions), dan YOLO (you only live once). Fenomena itu dapat mempengaruhi pengambilan keputusan keuangan menjadi kurang bijak.

“Judol sangat mudah dibuat dan bisa dekat kepada anak-anak muda melalui aplikasi seperti game online dan sarana aktivitas dunia digital lainnya,” lanjutnya.

Melihat fenomena itu, Kiki mengatakan menjadi latar belakang mengapa diperlukan upaya bersama dari pemerintah maupun stakeholders terkait untuk meningkatkan literasi keuangan secara masif dan menyeluruh.

“Benteng yang paling mudah adalah dengan mengenal dan selalu ingat 2L yaitu Legal dan Logis atau simply bisa kontak layanan konsumen OJK yaitu telepon ke nomor 157 atau whatsapp ke 081-157157157 dan bisa juga cek ke website atau media sosial OJK dan Satgas PASTI,” terangnya.

OJK juga melalui program Gerakan Cerdas Nasional Keuangan (GENCARKAN) telah menjadikan segmen Pemuda/Mahasiswa/Pelajar ke dalam segmen prioritas. OJK juga akan terus menguatkan upaya edukasi lebih banyak lagi kepada masyarakat melalui berbagai kanal media yang ada, kolaborasi dengan stakeholders, dan seluruh anggota Satgas PASTI.

“Untuk masa depan keluarga yang lebih cerah, mari anak-anak muda untuk memulai kebiasaan-kebiasan baik mengelola keuangan antara lain memaksakan diri untuk menyisihkan penghasilan kita untuk menabung/berinvestasi dan yang paling penting adalah bisa membedakan yang mana keinginan dan kebutuhan,” tutur Kiki.

OJK juga menghimbau agar konsumen dan mayarakat dapat melakukan hal-hal sebagai berikut sebelum mengajukan pinjaman daring. Pertama, memastikan bahwa pindar yang digunakan terdaftar dan diawasi oleh OJK, sehingga kalau terdapat permasalahan dapat menyampaikan pengaduan kepada OJK. Cara memastikannya mudah bisa kontak ke 157 atau whatsapp ke 081-157157157.

Kedua, konsumen harus bijak dalam menggunakan pindar. Ketiga, konsumen harus menggunakan pindar untuk memenuhi kebutuhan hidup bukan untuk memenuhi keinginan atau gaya hidup.

Keempat, konsumen harus dapat menilai dirinya sendiri untuk mengembalikan utang yang dipinjam dari pindar. Kelima konsumen harus memahami karakteristik pindar terutama biaya dan risiko yang melekat pada pindar. Keenam, apabila konsumen memang tidak mampu untuk melunasi pindar sebaiknya meminta kepada platform untuk memberi keringanan.

(ada/rrd)



Sumber : finance.detik.com

Pinjol Bisa Bikin Susah Sendiri!


Jakarta

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad mengingatkan anak muda jangan asal menggunakan pinjaman online (pinjol). Menurutnya, sebelum menggunakan pinjaman baik itu dari pinjol ataupun kredit, harus mengetahui kemampuan diri sendiri.

“Jadi dengan mau pinjol, kredit yang bener aja, kalau nggak nauin diri, itu aja nanti dia susah sendiri. Jadi yang paling penting kita harus bisa membuka mata dan membuka hati setiap masing-masing individunya dulu. Jadi kalau memang dia mampu, nauin diri sesuai dengan kapasitas kita dulu,” kata dia dalam Indonesia Summit 2025, di Tribrata Darmawangsa Jakarta, Rabu (27/8/2025).


Dia mengimbau jangan sampai anak muda langsung coba-coba begitu saja untuk mengambil pinjol. Karena jika sudah kecanduan akan menyusahkan diri sendiri.

“Nanti masuk-masuk ke pinjol mulai stress-stress, nyoba lagi judol (judi online), itu merusak. Yang paling individunya sendiri harus nauin dirinya sendiri sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya dulu,” tegasnya.

Raffi juga mengingatkan agar anak muda jangan tergiur dengan promosi pinjol di sosial media tanpa mengetahui kemampuan sendiri.

“Jadi sebenarnya jangan kemakan sama social media. Jadi kita suka ngawang-ngawang, pengin itu, beli itu. Sebenarnya kalau saya mengimbau kepada semua generasi muda, harus sadar dulu dirinya sesuai dengan kapasitasnya dia sendiri dulu,” pungkasnya.

Lihat juga Video Utang Warga +62 Naik! Pinjol Rp 83,52 T dan Paylater Rp 31,5 T

(ada/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Transformasi Pria Sukses Pangkas BB hingga 138 Kg, Ini Rahasianya


Jakarta

Seorang pria di Michigan, Amerika Serikat bernama Ken Doers (53) berhasil menurunkan berat badan sebanyak 305 lbs (138,3 kg) dari 540 lbs (244,9 kg). Selama memiliki berat badan berlebih, Ken harus menghadapi masalah depresi, kecanduan alkohol, hingga keinginan bunuh diri.

Perjalanan penurunan berat badan yang dilakukan Ken begitu panjang. Karena bobotnya terlalu besar, ia awalnya hanya mampu berolahraga dengan guling-guling di tempat tidur.

Dari tempat tidur, ia beralih ke latihan di kursi yang mengharuskannya melakukan gerakan membungkuk dan meregangkan tubuh tanpa membebani persendian. Ken berhasil menurunkan 15 lbs (6,8 kg) dalam sebulan sambil mengatur pola makannya.


“Saya benar-benar merasakan perbedaan pada minggu pertama saya bergerak hanya dengan melakukan latihan di tempat tidur,” cerita Ken dikutip dari Daily Mail, Jumat (23/5/2025).

“Kemudian saya bisa bangun dan mulai latihan di kursi, itu luar biasa,” sambungnya.

Ken mengikuti program latihan yoga yang dibuat oleh mantan pegulat WWE Diamond Dallas Page (DPPY). Program tersebut dirancang agar gerakannya bisa dilakukan di tempat tidur, dengan aktivitas yang secara bertahap meningkatkan kemampuan atletik.

Menurutnya, program DPPY merupakan olahraga paling mudah yang bisa ia lakukan sesuai kemampuan. Program tersebut juga membantu peserta mengikuti pola makan lebih sehat memprioritaskan makanan utuh, buah, dan sayur.

Seiring berjalannya waktu, Ken mulai bisa berjalan tanpa tongkat, bahkan ia bisa melakukan banyak kegiatan yang tak bisa dilakukan bertahun-tahun. Ken menghabiskan total 4 tahun untuk menurunkan berat badannya sebanyak 138,3 kg menjadi 106,5 kg.

“Saya dapat mengenakan kaus kaki. Saya dapat memotong kuku kaki saya. Saya bisa mengemudikan van tanpa setir menggesek perut saya. Saya bisa menggunakan sabuk pengaman,” ceritanya.

Ken mengaku senang bisa menjalani kehidupan yang lebih baik di usia 50-an. Ia merasa beruntung bisa dapat ‘kesempatan kedua’ untuk hidup lebih sehat.

“Sungguh menakjubkan betapa banyak patah hati, rasa sakit, dan kemarahan yang menyebabkan saya berada di posisi ini sekarang,” ujar Ken.

“Jadi, jika saya bisa berubah, siapa pun bisa berubah. Anda menjalani hidup sesuai keinginan Anda,” tandasnya.

(avk/naf)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied

Couple Goals! Pasangan Kekasih Ini Curhat Sukses Turun 70 Kg berkat Bariatrik


Jakarta

Sepasang kekasih di Inggris membagikan proses transformasi bentuk tubuh yang menakjubkan di media sosial TikTok. Ellie (26) dan tunangannya Rhys Jefferies (30) masing-masing berhasil menurunkan berat badan total puluhan kilogram.

Ellie dari berat badannya sekitar 146 kg menjadi 70 kg, sedangkan Rhys menurunkan berat badannya dari 165 kg menjadi 91 kg. Transformasi ini muncul setelah mereka menghabiskan total 20 ribu poundsterling (Rp 439 juta), untuk seluruh rangkaian operasi penurunan berat badan yang menyelamatkan mereka.

Pasangan asal East Midlands ini sudah mengalami kelebihan berat badan sejak kecil. Mereka sama-sama berjuang dengan pola makan tidak sehat, dan seringkali makan berlebihan makanan tinggi kalori.


“Kami sudah begitu kecanduan makanan, mencoba diet atau defisit kalori tidak mungkin dilakukan, kami sudah terlalu jauh,” cerita Ellie dikutip dari Daily Mail, Rabu (3/9/2025).

Momen meninggalnya ayah Rhys menjadi titik balik. Mereka menyadari hidup terlalu pendek untuk selalu kesulitan melakukan aktivitas-aktivitas simpel karena tubuh obesitas.

Dengan semua tabungan yang digunakan untuk menikah dan membeli rumah, mereka memutuskan menjalani operasi gastric sleeve di Turki. Gastric sleeve, juga disebut sleeve gastrectomy, adalah operasi bariatrik untuk menurunkan berat badan. Operasi ini bekerja dengan mengurangi ukuran lambung. Kata “gastrektomi” berarti pengangkatan sebagian atau seluruh lambung.

Untuk operasinya saja, mereka menghabiskan biaya 2.345 poundsterling (Rp 51,5 juta) per orang. Setelah operasi berjalan sukses, mereka harus beradaptasi dengan pola makan yang baru.

“Secara mental kami masih kecanduan makanan. Kami harus menyesuaikan diri dengan kapasitas perut dan perubahan pola pikirnya sangat besar,” cerita Ellie.

Ellie dan Rhys mulai disiplin menghitung kebutuhan kalori dan nutrisi. Untuk mendukung pertumbuhan otot, Rhys juga menjadi sering berlatih di gym.

Ellie bercerita ada sebagian orang yang mengkritik langkah mereka untuk operasi. Ini dianggap sebagai cara instan untuk menurunkan berat badan. Ellie berpendapat orang-orang yang mengkritik mereka mungkin tidak memahami kondisi mental mereka.

Sangat sulit bagi Ellie dan Rhys untuk mengubah pola pikir mereka tentang makanan. Setelah menjalani operasi pun mereka harus tetap bekerja keras untuk menjaga asupan dan pola pikir mereka.

“Dulu kami susah berbelanja pakaian, tapi sekarang Rhys bisa pakai ukuran small, dan saya 8-10. Kami menghitung kalori setiap hari dan bekerja keras menjaga berat badan serta kesehatan. Hasilnya luar biasa,” jelas Ellie.

Setelah operasi gastric sleeve, keduanya menjalani beberapa prosedur lagi seperti pengangkatan kulit dan tummy tuck. Ellie juga sempat operasi payudara dan melakukan sedot lemak.

Kini seluruh prosedur yang mereka inginkan sudah selesai. Ellie menyebut dirinya Rhys saling mendukung selama masa pemulihan.

“Melakukan operasi bersama membuat kami bisa benar-benar saling mendukung. Kami saling menyemangati sepanjang pemulihan, dan rasanya menyenangkan menyelesaikan bagian terakhir transformasi ini bersama-sama,” tandas Ellie.

(avk/kna)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied

Kenapa Makanan Ringan Ultra Processed Food Rasanya Selalu ‘Nagih’?


Jakarta

Pasti pernah, niatnya cuma makan satu bungkus makanan ringan, tapi ujung-ujungnya malah menghabiskan beberapa bungkus? Atau niatnya hanya minum sedikit minuman bersoda, tapi tangan reflek ambil lagi dan lagi?

Fenomena ini tidaklah aneh. Makanan seperti itu memang dibuat agar terasa nagih, gurihnya pas, manisnya bikin puas, dan teksturnya membuat mulut ingin terus mengunyah. Tanpa sadar, tubuh jadi sulit berhenti meski sudah banyak makan tanpa merasa kenyang.

Jenis makanan seperti inilah yang dikenal dengan sebutan ultra-processed food atau UPF. Dalam jangka panjang, konsumsi berlebih bisa memicu pola makan tak terkendali yang mirip dengan kecanduan.


Apa itu UPF?

Ultra-processed food (UPF) adalah istilah untuk makanan yang telah melalui banyak tahap pemrosesan industri. Bukan sekadar dimasak atau diawetkan, UPF biasanya dibuat dari bahan hasil ekstraksi seperti pati, protein terisolasi, atau minyak terhidrogenasi.

Bahan-bahan ini kemudian dicampur dengan berbagai zat aditif, mulai dari pemanis buatan, pewarna, penguat rasa, pengawet, hingga pengemulsi, yang jarang kita temukan di dapur rumah.

Ciri khas UPF mudah dikenali: tampilannya menarik, rasanya intens, praktis dikonsumsi, dan tahan lama. Jadi produk seperti mi instan, biskuit manis, sosis, nugget, snack kemasan, minuman bersoda, hingga makanan beku siap saji termasuk dalam kategori ini.

Kenapa Bisa Bikin Kecanduan?

Produk UPF sengaja diproduksi dengan kombinasi rasa yang sangat menggugah selera (highly palatable) yaitu tinggi gula, lemak, dan garam. Perpaduan ini memicu lonjakan hormon dopamin di otak yang memberi rasa senang dan puas setiap kali kita makan. Akibatnya, tubuh mengingat sensasi tersebut dan ingin mengulanginya lagi dan lagi.

Tak berhenti di situ, konsumsi UPF juga bisa mengacaukan sistem alami pengatur nafsu makan. Kandungan gula dan lemak tinggi dapat meningkatkan kadar hormon pemicu lapar (ghrelin) sekaligus menurunkan sensitivitas terhadap hormon yang memberi sinyal kenyang (leptin). Akibatnya, tubuh sulit membedakan waktu saat benar-benar lapar dan waktu saat sudah cukup makan.

Selain itu, asupan UPF berlebihan dapat menimbulkan resistensi insulin, yaitu saat hormon insulin tidak lagi efektif menekan rasa lapar dan mengontrol kadar gula darah. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah terdorong untuk terus makan, terutama makanan dengan kandungan tinggi karbohidrat.

Kombinasi antara gangguan hormonal dan pelepasan dopamin inilah yang membuat UPF terasa begitu nagih dan sulit dikendalikan. Dari sisi otak dan tubuh, efeknya sangat mirip dengan mekanisme kecanduan pada zat adiktif.

Kenali 5 Tahapan Sebelum Kecanduan UPF

Kecanduan terhadap makanan ultra-proses tidak muncul begitu saja. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Metabolic Health tahun 2024 menunjukkan bahwa ada tahapan yang bisa dikenali sedari awal sebelum tubuh benar-benar kehilangan kendali:

1. Tahap Pra-Adiksi

Konsumsi UPF mulai berlebihan, tetapi belum menimbulkan ketergantungan nyata. Dorongan makan masih bisa dikendalikan, meski rasa “ngidam” mulai muncul saat tidak makan.

2. Tahap Awal Adiksi

Frekuensi konsumsi meningkat tanpa kontrol yang jelas. Seseorang mulai sulit membatasi porsi, tapi belum sampai pada perilaku kompulsif. Biasanya disertai pembenaran seperti, “nggak apa-apa, cuma sekali ini”.

3. Tahap Pertengahan Adiksi

Muncul perilaku binge eating atau makan berlebihan secara kompulsif, disertai gejala mirip withdrawal (putus zat) seperti gelisah, murung, atau sulit fokus ketika makanan tertentu dihentikan.

4. Tahap Lanjut Adiksi

Konsumsi tetap dilakukan meski sadar akan dampak negatifnya. Kontrol diri menurun dan sering muncul perasaan bersalah setelah makan, tapi tetap sulit berhenti.

5. Tahap Akhir Adiksi

Toleransi meningkat dan tubuh butuh rasa atau jumlah yang lebih besar untuk mendapatkan kepuasan yang sama. Gejala putus zat makin jelas, dan makan berubah menjadi perilaku kompulsif untuk menjaga kestabilan psikologis maupun fisik yang mulai terganggu.

Cara Mengurangi Konsumsi UPF

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecanduan UPF:

1. Pilih makanan utuh (whole foods)

Mulailah mengganti sebagian UPF dengan cemilan alami seperti buah, sayur, telur, atau kacang-kacangan. Makanan utuh mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan hormon lapar dan kenyang secara alami.

2. Kurangi UPF secara bertahap

Hindari perubahan yang tiba-tiba atau mendadak. Jika biasanya ngemil keripik setiap hari, coba dikurangi jadi tiga kali seminggu. Pendekatan bertahap membantu tubuh dan otak menyesuaikan diri tanpa memicu craving berlebihan.

3. Terapkan mindful eating

Coba makan dengan penuh kesadaran: rasakan tekstur, aroma, dan rasa setiap suapan tanpa terburu-buru. Hindari makan sambil bermain ponsel atau menonton TV. Teknik ini membantu otak menangkap sinyal kenyang lebih cepat dan mengurangi dorongan makan berlebih.

4. Tidur cukup dan kelola stres

Kurang tidur dan stres kronis dapat meningkatkan kadar hormon rasa lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon rasa kenyang (leptin), sehingga memicu keinginan makan tinggi gula dan lemak.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

Pria di AS Sukses Pangkas BB 124 Kg Tanpa Operasi, Ini Rahasianya


Jakarta

Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Ryan Grewell berhasil memangkas berat badannya hingga 275 pon (124,7 kg) pada tahun 2024 silam. Dikutip dari Newsweek, berat badan Grewell sebelumnya hampir 490 pon (222 kg). Bukan tanpa alasan, Grewell sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kecanduan makanan cepat saji.

“Saya tidak banyak bergerak saat berat badan saya berada di titik tertinggi. Saya tidak melakukan aktivitas fisik, berjalan kurang dari 4.500 langkah per hari, dan mengonsumsi makanan yang ‘sangat buruk’. Berat badan saya terus bertambah,” kata Grewell.

Grewell mengonsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 kalori setiap hari, dan hal itu akhirnya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mulai mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi yang tentu berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Imbas hal tersebut, ia disarankan untuk menurunkan berat badan oleh seorang chiropractor.


Sadar bahwa obesitas dapat menjadi mimpi buruk baginya di masa mendatang, Grewell bertekad untuk berjuang demi mendapatkan berat badan yang ideal.

Dirinya memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Namun, menurut Grewell, ada satu hal penting lain yang membantunya menurunkan berat badan, yakni bersepeda.

“Bersepeda mengingatkan saya pada masa kecil. Saya ketagihan,” katanya.

Bersepeda tidak membebani lututnya, dan setiap kayuhan yang ia lakukan merupakan kemenangan baginya. Dari perjalanan beberapa mil, hingga 100 mil (161 km).

“Bersepeda adalah hal terhebat yang pernah saya lakukan untuk kedua aspek (mental dan fisik),” katanya.

Dia menjelaskan bersepeda telah membantunya membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan sistem kardiovaskularnya.

“Saya bahkan tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatu tanpa menahan napas dan benar-benar berusaha, tetapi sekarang saya hampir tidak pernah kehabisan napas. Saya dapat melakukan tugas-tugas fisik dengan mudah, dan saya menyukai aktivitas fisik,” tutupnya

(dpy/suc)



Sumber : health.detik.com

Pria di AS Sukses Pangkas BB 124 Kg Tanpa Operasi, Ini Rahasianya


Jakarta

Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Ryan Grewell berhasil memangkas berat badannya hingga 275 pon (124,7 kg) pada tahun 2024 silam. Dikutip dari Newsweek, berat badan Grewell sebelumnya hampir 490 pon (222 kg). Bukan tanpa alasan, Grewell sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kecanduan makanan cepat saji.

“Saya tidak banyak bergerak saat berat badan saya berada di titik tertinggi. Saya tidak melakukan aktivitas fisik, berjalan kurang dari 4.500 langkah per hari, dan mengonsumsi makanan yang ‘sangat buruk’. Berat badan saya terus bertambah,” kata Grewell.

Grewell mengonsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 kalori setiap hari, dan hal itu akhirnya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mulai mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi yang tentu berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Imbas hal tersebut, ia disarankan untuk menurunkan berat badan oleh seorang chiropractor.


Sadar bahwa obesitas dapat menjadi mimpi buruk baginya di masa mendatang, Grewell bertekad untuk berjuang demi mendapatkan berat badan yang ideal.

Dirinya memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Namun, menurut Grewell, ada satu hal penting lain yang membantunya menurunkan berat badan, yakni bersepeda.

“Bersepeda mengingatkan saya pada masa kecil. Saya ketagihan,” katanya.

Bersepeda tidak membebani lututnya, dan setiap kayuhan yang ia lakukan merupakan kemenangan baginya. Dari perjalanan beberapa mil, hingga 100 mil (161 km).

“Bersepeda adalah hal terhebat yang pernah saya lakukan untuk kedua aspek (mental dan fisik),” katanya.

Dia menjelaskan bersepeda telah membantunya membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan sistem kardiovaskularnya.

“Saya bahkan tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatu tanpa menahan napas dan benar-benar berusaha, tetapi sekarang saya hampir tidak pernah kehabisan napas. Saya dapat melakukan tugas-tugas fisik dengan mudah, dan saya menyukai aktivitas fisik,” tutupnya

(dpy/suc)



Sumber : health.detik.com