Tag: kecoklatan

  • Muncul Warna pada Plafon Imbas Atap Bocor, Begini 4 Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Setiap masuk musim hujan, tanda-tanda kerusakan di rumah mulai kelihatan. Salah satunya adalah atap bocor. Berbagai jenis atap baik genteng ataupun dak bisa saja mengalami kebocoran apabila ada cela air masuk. Saat air masuk dari atap terluar, air tersebut akan jatuh ke plafon. Maka dari itu, pemasangan plafon pada rumah sangat penting untuk melindungi dari kebocoran.

    Namun, masalah kebocoran tidak selesai di sana setelah dipasang plafon. Justru plafon hanya jadi pelindung di awal. Jika plafon yang semula berwarna putih berubah kecoklatan atau ada bekas seperti jalan air, maka kebocoran sudah membesar atau terjadi terlalu sering. Jika didiamkan, plafon rumah justru akan ikut rusak, berubah melengkung hingga ambruk.

    Melansir dari depobagoesbangunan, Senin (22/7/2024), berikut cara mengatasi plafon yang muncul warna karena atap bocor.

    1. Periksa Bagian Atap

    Saat melihat bercakan warna pada plafon, kamu harus segera memeriksa bagian atap. Sebab, atap atau genteng bagian terluar sering menjadi sumber masalah kebocoran di rumah. Jika tidak ada masalah pada genteng atau atap, kamu bisa memeriksa sistem pipa yang mungkin dekat dengan area plafon yang bocor.


    2. Cari Sumber Kebocoran

    Apabila kamu yakin penyebab kebocoran karena atap yang rusak, kamu harus mencari titik tempat masuknya air melalui atap. Caranya dengan menusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

    Kamu bisa meminta jasa spesialis atap atau jasa profesional untuk memperbaiki plafon bocor jika kamu khawatir lokasinya yang tinggi atau tidak paham cara memperbaiki.

    3. Mengecek Bagian Bawah Atap

    Setelah mengecek bagian atap atau genteng, kamu harus melihat bagian plafon dari atas. Cara mencari spot yang pas dengan lokasi plafon yang memiliki bercak warna. Lihat apakah ada banyak air yang tergenang di atas drywall (papan tipis yang terbuat dari gypsum) atau bagaimana kondisinya.

    Cara meminimalisir terjadinya kerusakan yang lebih parah, kamu perlu membuat lubang pada plafon dan biarkan semua air menetes jatuh ke bawah. Dengan begitu, air tidak ada yang mengendap di atas plafon maka dan tidak merembes kepada bagian yang lainnya.

    4. Memperbaiki Atap yang Rusak

    Untuk atap rumah yang gentengnya pecah, kamu perlu segera menggantinya. Namun jika kamu menggunakan seng sebagai atap rumah, maka kamu perlu menambalnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Rumput Halaman Menjadi Berwarna Coklat, Salah Satunya Jamur


    Jakarta

    Rumput yang hijau dan subur seringkali menjadi ciri kesehatan dan keindahan sebuah taman atau halaman. Namun, tidak jarang rumput secara perlahan berubah warna menjadi coklat.

    Kondisi ini tentunya mengurangi daya tarik visual tanaman dan menandakan adanya masalah. Perubahan warna itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Apa saja?

    Penyebab Rumput Halaman menjadi Coklat

    Beberapa penyebab rumput halaman menjadi coklat di antaranya kurang air atau cuaca yang panas, penyakit dan jamur, hingga air seni hewan peliharaan. Menurut laman Neave Group dan Today’s Home Owner begini penjelasannya.


    1. Kurang Air atau Cuaca Panas

    Setiap jenis rumput membutuhkan air yang cukup untuk bisa tumbuh. Kekeringan atau cuaca yang sangat panas bisa menghalangi rumput mendapat cukup air dari tanah.

    Oleh sebab itu, siram halaman seminggu sekali atau dua kali sebulan atau bahkan lebih sering jika kamu tinggal di daerah rawan kekeringan. Cara termudahnya adalah menggunakan penyiram otomatis.

    2. Kutu Busuk

    Kutu busuk menjadi penyebab utama rumput coklat. Hewan ini akan memakan rumput dengan menghisap sari tanaman dan menyuntikkan cairan ludah ke daun dan batang.

    Hal ini menghalang air dan makanan sehingga membuat rumput mati. Kutu busuk paling aktif dalam kondisi panas, kering, dan cerah.

    Pertama-tama halaman akan terlihat layu, menguning, dan akhirnya coklat. Bercak-bercaknya akan terus membesar, meski sudah dilakukan penyiraman secara teratur.

    3. Terlalu Banyak Pupuk, Air, atau Keduanya

    Penggunaan pupuk yang tepat untuk rumput halaman akan memberikannya nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan untuk tumbuh.

    Menyiram halaman memang penting untuk menjaganya tetap sehat. Namun, terlalu banyak pupuk, air, atau keduanya bisa menyebabkan rumput berwarna coklat.

    Oleh sebab itu, perhatikan seberapa sering kamu memberikan pupuk pada rumput dan menyiraminya dengan air. Masalah kecoklatan pada rumput ini termasuk bercak-bercak besar yang berubah menjadi coklat.

    4. Penyakit dan Jamur

    Puluhan penyakit dan jamur bisa membuat rumput halaman menjadi coklat. Penyiraman yang sedang berlangsung dan sering menyebabkan kelembaban tinggi menyebabkan ada jamur di mana-mana.

    Untuk mencegah adanya penyakit pada rumput, hindari memotongnya terlalu rendah. Siram dengan benar, dan pastikan halaman memiliki drainase yang memadai.

    5. Air Seni Hewan Peliharaan

    Air seni hewan peliharaan juga bisa menjadi masalah bagi rumput karena bisa menyebabkannya menjadi berwarna coklat dengan cepat. Air ini mengandung nitrogen dalam kadar yang tinggi.

    Nitrogen adalah nutrisi utama untuk halaman yang sehat. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak bisa membuat rumput menjadi coklat dan akhirnya mati.

    Itulah sejumlah penyebab rumput halaman berubah menjadi coklat. Semoga artikel ini bisa membantumu.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat Pagar yang Sebaiknya Dihindari!



    Jakarta

    Pagar merupakan salah satu bagian rumah yang terlihat dari luar. Untuk itu, pagar harus terselihat cantik dan menarik. Memilih warna yang menarik adalah suatu keharusan, faktanya halaman depan adalah pemandangan pertama saat ke rumah.

    Pagar yang cantik dan menarik dapat memperindah halaman rumah kamu. Namun, harus diketahui tidak semua warna cocok untuk pagar halaman rumah.

    Melansir Livingetc, berikut beberapa warna pagar halaman rumah yang sebaiknya dihindari agar tetap terlihat menarik dan cantik.


    Warna Hitam

    Jika material pagar yang digunakan adalah pagar logam, hitam menjadi warna yang populer. Namun, untuk pagar kayu menggunakan warna hitam dapat membuat pembatas yang berlebihan dan menyesakkan terutama jika memiliki halaman belakang yang kecil.

    Warna hitam dapat menyerap panas yang dapat membuat ruang luar terasa lebih panas di musim panas. Sebaiknya gunakan warna abu-abu yang sedikit lebih lembut, yang menjadi latar belakang yang bagus di antara hijaunya dedaunan taman.

    “Jika kamu ingin mendapatkan tampilan hutan atau ingin memamerkan tanaman kamu, warna yang lebih gelap seperti abu-abu antrasit yang sedang tren dapat memberikan ilusi kedalaman dan membuat tanaman serta bunga kamu menonjol,” kata Michael Rolland, pakar cat di The Paint Shed.

    Warna Hijau Tua

    Warna hijau tua tampak menjadi pilihan yang alami karena menyatu dengan lingkungan sekitar, sehingga mencegah pagar kamu terlihat tidak serasi. Namun, pagar taman yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya menjadi pilihan yang praktis maupun estetis.

    “Meskipun penting untuk mempertimbangkan estetika dan gaya keseluruhan yang ingin kamu capai, sebaiknya hindari warna yang terlalu menyatu dengan elemen di sekitarnya,” jelas Tash Bradley, direktur desain interior di Lick.

    Untuk alternatif yang terlihat jelas, hijau sage adalah pilihan yang aman. Warna yang menenangkan membantu menciptakan ruang luar yang ramah saat digunakan sebagai pagar. Hal ini sekaligus membuat taman tampak lebih besar.

    Warna Merah Muda

    Warna merah muda cerah cocok untuk interior rumah, tetapi jika menggunakannya dalam ruangan yang luas warna ini bisa terlihat terlalu mencolok. Sebagai warna pagar, warna ini bisa menciptakan tampilan yang tidak wajar dan mencolok.

    “Warna ini tidak akan menyatu dengan baik dengan lingkungan luar dan bisa membuat taman kamu terasa kurang tentram dan damai. Selain itu, warna cerah ini bisa menarik serangga yang mengganggu,” jelas Tash.

    Kamu bisa memilih warna krem atau kelabu kecoklatan yang lembut. Warna yang lebih hangat, namun bersahaja adalah salah satu pilihan terbaik untuk ruang luar.

    Pagar yang dicat dengan salah satu warna ini akan memaksimalkan warna hangat yang menerangi taman.

    Warna Ungu Berpigmen

    Warna ungu berpigmen memiliki alasan yang jauh lebih praktis daripada alasan estetika. Hal ini karena mengecat pagar dengan warna ungu dapat menandakan kepemilikan pribadi.

    Ungu tua juga bisa menjadi warna yang mencolok dan tidak alami jika digunakan di luar ruangan. Disarankan untuk menggunakan biru tua yang merupakan warna yang lebih disukai.

    Namun, jika pagar terlalu tinggi, sebaiknya hindari warna biru langit atau biru kehijauan yang terang karena dapat menyatu terlalu sempurna dengan langit di hari cerah dan membuat pagar terlihat kusam.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 2 Warna Seprai Ini Sering Jadi Incaran Kutu Kasur



    Jakarta

    Kutu busuk atau kutu kasur adalah hewan kecil penghisap darah yang biasa berada di kasur. Kutu kasur termasuk hewan nokturnal yang aktif saat malam hari sehingga mereka meninggalkan bekas gigitan saat kita sedang tidur.

    Hewan satu ini keberadaannya cukup mengganggu sama seperti nyamuk karena gigitannya dapat menimbulkan luka dan infeksi pada kulit. Luka akibat gigitan kutu busuk juga bisa membengkak atau menjadi ruam merah.

    Oleh karena itu, keberadaannya harus dibasmi. Caranya mudah yakni dengan membersihkan kasur secara rutin seperti menyedot debu dengan vacuum cleaner, menggunakan kasur baru bukan bekas, dan menjaga kebersihan kasur.


    Di luar itu, ternyata warna dari seprai juga mempengaruhi lho. Dilansir CNN, kutu kasur menyukai warna-warna yang gelap seperti hitam dan merah tua. Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian berjudul Journal of Medical Entomology pada 2016 lalu. Penelitian itu menguji kutu kasur yang diletakkan di cawan petri dengan ‘tenda’ yang berbeda warna.

    Hasilnya menunjukkan jika kutu kasur langsung berlari menuju tenda warna hitam dan merah dibandingkan tenda berwarna terang, seperti putih, kuning, atau hijau.

    Dalam penelitian lain, ilmuwan penelitian urban entomologi Universitas Florida, Roberto Pereira, mengatakan kutu kasur menyukai warna gelap kemungkinan karena dapat memberikan perlindungan lebih dari serangga yang lebih besar, seperti laba-laba dan semut.

    Selain itu, alasan lainnya adalah kutu kasur salah mengira warna merah dan hitam sebagai warna teman-teman mereka. Sebenarnya warna kutu kasur adalah merah kecoklatan, tetapi saat jumlahnya banyak warna tersebut lebih terlihat hitam dan merah.

    “Alasan lainnya mungkin karena warna-warna cerah membuat serangga ini terpapar dan semakin sering serangga terpapar, semakin banyak mereka kehilangan air, dan jika kehilangan banyak air, mereka akan mati atau harus makan lagi,” ujar Pereira, dikutip dari CNN, Jumat (21/3/2025).

    “Sulit untuk mengetahui apa yang ‘dipikirkan’ oleh kutu kasur, jika kita bisa menggunakan terminologi tersebut,” tambahnya.

    studio shot of black themed bedding sheets and white pillowstudio shot of black themed bedding sheets and white pillow Foto: Getty Images/Suradech14

    Pereira menegaskan warna seprai tidak menjadi faktor utama kutu kasur ditemukan di kasur. Ada faktor lain yang menarik perhatian mereka yakni suhu tubuh manusia, karbon dioksida, dan darah. Jika ketiga faktor tersebut ditemukan, mereka bisa bersarang di kasur meskipun seprai yang digunakan berwarna terang seperti putih, hijau, atau kuning.

    Selain itu, kutu kasur tidak hanya ditemukan di kasur, melainkan bisa di barang-barang berbusa di rumah seperti kursi, sofa, karpet, atau wallpaper dinding.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda yang Tak Boleh Dicat, Ada yang Bisa Picu Kebakaran


    Jakarta

    Beberapa orang berpikir, untuk memperbaiki tampilan benda di rumah terutama soal warna, salah satu solusinya adalah dengan mengecatnya. Dengan begitu, mereka tidak perlu membeli barang baru.

    Anggapan seperti ini tidak ada salahnya karena untuk mengubah warna tidak sesulit mengubah bentuk. Namun, tidak semua benda bisa diganti warnanya sesuka hati. Ada beberapa benda di rumah yang seharusnya tetap dengan warna yang ada karena sudah dipertimbangkan dari sisi keselamatan dan kelayakan.

    5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

    Dilansir dari Real Simple, berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


    1. Lantai Kayu

    Material untuk lantai tidak hanya dari batuan, melainkan ada material kayu yang memberikan kesan hangat pada rumah. Kayu biasanya berwarna kecoklatan, kemerahan, hingga hitam. Namun, saat ini semakin banyak jenis lantai kayu buatan yang tersedia dengan berbagai macam ketebalan, ukuran, model, hingga warna.

    Jadi jangan sekali-kali mencoba untuk mengecat ulang atau mengubah bentuk lantai kayu baik yang buatan maupun asli. Lebih baik, buat lantai kayu yang sesuai dengan keinginan atau customize.

    2. Alat Elektronik Rumah Tangga

    Benda kedua yang dilarang untuk dicat ulang secara asal adalah perangkat elektronik di rumah. Biasanya orang mengecat perangkat elektronik di rumah karena warna yang kurang sesuai dengan interior atau ingin melakukan pengecatan ulang saja agar tampilannya seperti baru. Cara ini sangat dilarang karena dapat menyebabkan kebakaran.

    “Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” kata seniman dan desainer Elizabeth Sutton, seperti yang dikutip dari Real Simple, Senin (14/7/2025).

    3. Keramik Lantai

    Keramik lantai adalah material yang sebenarnya sudah memiliki warna dan corak sendiri. Cara pewarnaannya pun tidak dengan dicat seperti mengecat dinding karena beberapa keramik permukaannya mengkilap, bukan halus seperti dinding. Menurut Elizabeth Sutton, mengecat lantai keramik tidak membuat tampilannya menjadi lebih bagus.

    Selain itu, cat pada keramik akan mudah mengelupas dan terlihat tidak rapi. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.

    “Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton.

    4. Trim Kayu Alami

    Trim kayu adalah penutup sepanjang garis plafon atau lantai kayu. Bentuknya siku-siku yang tidak tajam. Rumah-rumah zaman dahulu banyak yang menggunakan ini dengan warna aslinya. Namun, saat ini kebanyakan orang lebih memilih warna putih agar senada dengan warna plafonnya.

    Mengecat trim kayu alami justru dapat membuat serat kayu identiknya hilang dan merusak tampilannya. Jika ingin mengubah warnanya, lebih baik gunakan plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

    5. Benda dari Logam

    Bahan logam tidak bisa sembarangan dilapisi cat karena justru dapat memicu korosi. Benda tersebut misalnya kenop, keran, dan engsel.

    Sebaiknya pakai cat khusus untuk logam yang memang memiliki kandungan perlindungan terhadap korosi. Selain itu, logam yang dicat mudah tergores dan rusak tampilannya karena terkadang lapisannya tidak menempel dengan erat.

    Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda Jamur pada Plafon Kamar Mandi Bisa Dibasmi, Begini Caranya!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan paling lembap di rumah. Segala jenis benda dan bagian di kamar mandi mudah sekali berjamur. Apabila didiamkan justru dapat mempengaruhi kesehatan penggunanya.

    Sekarang, coba cek kondisi plafon di kamar mandi masing-masing. Apabila kelihatan muncul noda air, noda kecoklatan, hingga noda kehitaman, berarti plafon tersebut sudah ditumbuhi jamur. Biasanya kamar mandi jadi sering tercium bau tak sedap karena pertumbuhan jamur tersebut.

    Hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi jamur pada plafon adalah dengan menghentikan pertumbuhannya. Caranya dengan mencegah kamar mandi terlalu lembap. Usahakan kamar mandi memiliki ventilasi agar ketika tidak digunakan kamar mandi bisa kering.


    Menurut kontraktor Wildan, apabila plafon sudah berjamur, solusinya adalah dengan mengganti plafon tersebut dengan yang baru, apalagi jika permukaannya sudah berlubang. Namun, menurut laman The Spruce, ada cara untuk menghilangkan noda jamur tersebut.

    Cara Menghilangkan Jamur pada Plafon

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Untuk menghilangkan noda jamur pada plafon dibutuhkan larutan yang ampuh. Larutan pembersih tersebut terdiri dari sabun pencuci piring, pemutih pemutih, air hangat.

    Cara membuat larutan pembersih adalah dengan mencampurkan sabun pencuci piring, pemutih pemutih, dan air dengan perbandingan 1:2:1 dalam sebuah ember atau wadah plastik.

    Apabila noda jamur tidak begitu besar bisa dengan campurkan satu sendok makan sabun pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam botol semprot.

    2. Gunakan Alat Pelindung

    Saat membersihkan plafon berjamur, diperlukan beberapa alat pelindung karena terdapat spora yang bahaya apabila terhirup manusia. Spora ini tidak terlihat sehingga sulit untuk mendeteksi ketika sudah terhirup. Pakai pakaian yang jarang dipakai, kacamata bening yang menutupi mata, masker tebal yang menutupi mulut dan hidup. Kemudian pakai sarung tangan dan ketika memanjat ada orang lain yang mengawasi.

    Pastikan ventilasi di kamar mandi terbuka untuk sirkulasi udara. Sebab, ketika membersihkan biasanya akan mudah berkeringat. Semprot atau lap plafon dengan larutan pembersih. Pastikan permukaan plafon basah, tetapi tidak terlalu berlebihan untuk mencegah kerusakan. Biarkan larutan pembersih mengering di udara.

    3. Periksa Kembali Noda

    Setelah plafon benar-benar kering, periksa noda jamur. Biasanya noda jamur yang baru beberapa hari muncul dapat hilang. Jika masih terlihat bintik-bintik gelap, kamu bisa ulangi proses pembersihan. Pasalnya, jika tidak benar-benar membunuh jamur pada plafon kamar mandi, maka dipastikan jamur tersebut akan tumbuh kembali. Apabila setelah 1-2 bulan noda jamur tersebut masih ada, bahkan bertambah, satu-satunya cara untuk membersihkannya adalah dengan mengganti plafon tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai 2 Warna Seprai Ini, Bikin Kutu Kasur Berdatangan



    Jakarta

    Salah satu hewan yang senang hidup di kasur adalah kutu kasur. Hewan kecil penghisap darah ini pernah menjadi wabah di Eropa beberapa tahun lalu karena gigitannya dapat menyebabkan rasa gatal, luka, hingga infeksi kulit.

    Keberadaan kutu kasur sulit ditemukan karena hewan ini aktif saat malam hari di saat manusia tengah tertidur. Mereka muncul karena tertarik pada karbon dioksida dan panas yang dikeluarkan manusia saat tidur.

    Cara membasmi kutu kasur adalah dengan rajin membersihkan kasur, mulai dari menyedot debu dengan vacuum cleaner, menggunakan kasur baru bukan bekas terutama setelah terendam banji, dan menjaga kebersihan kasur.


    Selain itu, dilansir CNN, ada satu faktor lain yang membuat kutu kasur tertarik hidup di kasur adalah warna seprai yang dipakai gelap seperti hitam dan merah tua. Lho kenapa gitu?

    Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian berjudul Journal of Medical Entomology pada 2016 lalu. Penelitian itu menguji kutu kasur yang diletakkan di cawan petri dengan ‘tenda’ yang berbeda warna.

    Hasilnya menunjukkan jika kutu kasur langsung berlari menuju tenda warna hitam dan merah dibandingkan tenda berwarna terang, seperti putih, kuning, atau hijau.

    Dalam sebuah penelitian urban entomologi Universitas Florida, ilmuwan Roberto Pereira mengatakan kutu kasur menyukai warna gelap karena dapat memberikan perlindungan lebih dari serangga yang lebih besar, seperti laba-laba dan semut.

    Alasan lainnya adalah kutu kasur salah mengira warna merah dan hitam sebagai warna teman-teman mereka. Sebenarnya warna kutu kasur adalah merah kecoklatan, tetapi saat jumlahnya banyak warna tersebut lebih terlihat hitam dan merah.

    “Alasan lainnya mungkin karena warna-warna cerah membuat serangga ini terpapar dan semakin sering serangga terpapar, semakin banyak mereka kehilangan air, dan jika kehilangan banyak air, mereka akan mati atau harus makan lagi,” ujar Pereira, dikutip dari CNN, Jumat (2/8/2025).

    “Sulit untuk mengetahui apa yang ‘dipikirkan’ oleh kutu kasur, jika kita bisa menggunakan terminologi tersebut,” tambahnya.

    studio shot of black themed bedding sheets and white pillowstudio shot of black themed bedding sheets and white pillow Foto: Getty Images/Suradech14

    Meskipun begitu, Pereira menegaskan warna seprai tidak menjadi faktor utama kutu kasur ditemukan di kasur. Faktor utamanya tetap karena kutu kasur menyukai suhu tubuh manusia, karbon dioksida, dan darah. Jika ketiga faktor tersebut ditemukan, mereka bisa bersarang di kasur meskipun seprai yang digunakan berwarna terang seperti putih, hijau, atau kuning.

    Hal lain yang perlu diketahui adalah kutu kasur tidak hanya ditemukan di kasur, melainkan bisa di barang-barang berbusa di rumah berbulu dan penuh debu seperti kursi, sofa, karpet, atau wallpaper dinding.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Kena Ompol dan Berbekas? Begini Cara Mudah Bersihkannya


    Jakarta

    Kasur sangat rentan basah apalagi bagi yang memiliki anak-anak yang sering mengompol. Bekas ompol atau cairan lain yang tumpah di kasur bisa meninggalkan noda berwarna kecoklatan di permukaan kasur. Sebenarnya noda tersebut dapat ditutupi dengan seprai, tetapi ketika kasur tidak ditutup seprai akan terlihat kotor.

    Selain itu, kasur yang terkena ompol biasanya akan berbau pesing sehingga bukan hanya noda yang harus diatasi, melainkan baunya juga. Masalah ini sebenarnya mudah di atasi, tidak perlu sampai membeli kasur baru.

    Dilansir Real Simple begini cara membersihkan noda dan bau ompol pada kasur.


    Cara Menghilangkan Bau Ompol Kasur

    Hal yang perlu diketahui adalah lokasi yang terkena ompol. Dengan begitu saat membersihkannya akan jauh lebih mudah. Selain itu, saat menemukan anak buang air di kasur, harus segera dibersihkan dan jangan ditunggu hingga kering. Begini cara membersihkannya.

    1. Buat Larutan Pembersih

    Cara menghilangkan bau ompol dari kasur terutama seprai caranya mirip dengan menghilangkan bau pada pakaiannya, yakni bisa memakai detergen. Siapkan 1/2 sendok teh detergen dengan 1 cangkir air hangat. Lalu, ambil sikat gigi yang sudah dimasukkan ke dalam larutan detergen tadi agar sabun dapat menyebar ketik digosok. Mulai gosok permukaannya dengan lembut dari bagian luar noda ke tengah.

    2. Taburkan Baking Soda

    Setelah semua permukaannya bersih, bilas dengan air bersih hingga tidak ada noda sabun yang menempel pada seprai dan kasur. Kemudian, keringkan area tersebut dengan kain bersih atau pengering rambut bagi yang memilikinya. Panas akan mempercepat air kering sehingga permukaan kasur tidak lembap.

    Apabila sudah kering, taburkan area tersebut dengan lapisan baking soda secukupnya.

    3. Keringkan

    Biarkan kasur mengering selama beberapa jam sesuaikan dengan bahan kasur yang dipakai. Penghuni rumah bisa mempercepat proses ini dengan menyalakan kipas angin atau membuka jendela. Setelah kering, bersihkan baking soda dari kasur dengan disapu atau menggunakan vacuum cleaner.

    Cara Menghilangkan Noda Bekas Ompol

    Biasanya setelah noda basah dan baunya hilang, beberapa saat kemudian akan muncul bekas basah pada permukaan kasur. Untuk menghilangkan bisa menggunakan cara berikut.

    1. Buat Larutan Pembersih

    Kali ini bahan yang dipakai adalah baking soda yang dicampur dengan air, perbandingannya 3:1, ukurannya disesuaikan dengan luas noda di kasur. Pastikan bentuk larutan tersebut cukup kental.

    2. Oleskan ke Kasur

    Setelah itu, oleskan pasta tersebut pada bekas noda ompol. Ratakan menggunakan sikat bulu atau benda lain agar larutan baking soda tersebar merata. Tunggu selama 4 jam.

    3. Keringkan

    Fungsi dari baking soda adalah membersihkan noda dan menyerap bau pada permukaan kasur dan seprai. Setelah 4 jam apabila tidak ada perubahan, ulangi cara yang sama dengan waktu tunggu kali ini 4 jam lamanya. Pakai kipas angin untuk mempercepat prosesnya. Jika sudah kering, vakum area tersebut.

    Sebagai catatan, jika menggunakan baking soda masih belum hilang bau pesing dan nodanya, penghuni rumah bisa menggunakan cuka. Semprotkan cuka putih yang sudah disuling ke area tersebut. Bau cuka memang menyengat, tetapi akan hilang saat kasur mengering.

    Itulah cara menghilangkan bau pesing dan noda air kencing dari kasur. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Berjamur Muncul Bercak Hitam, Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Berawal dari kondisi lembap, plafon rumah bisa mengalami kerusakan serius. Salah satu kerusakan yang sering terjadi pada plafon adalah jamur akibat kelembapan.

    Kontraktor dari Rebwild Wildan mengatakan plafon yang terbuat dari gypsum biasanya rusak karena air dan lembap. Kedua hal tersebut memicu pertumbuhan jamur pada gypsum. Jika dibiarkan, kondisi plafon bakal semakin parah.

    “Namanya kapur, kalau kena air bisa lembab. Kalau versi parahnya bisa ambruk, lepas dari baut penahan plafonnya,” ujar Wildan kepada detikProperti, Senin (13/10/2025).


    Pertanda awal plafon lembap dan berjamur yang paling jelas adalah warnanya sudah tak lagi putih. Lalu, muncul bercak-bercak hitam, yaitu jamur atau black mold.

    Selain itu, terlihat jalur air yang bentuknya seperti genangan. Bekas genangan air itu sudah kering dan berwarna kecoklatan. Nah, lama-lama plafon yang berjamur bisa sampai berlubang.

    Kalau sudah mengalami masalah tersebut, pemilik rumah harus segera mengatasi sumber masalahnya. Kemudian, plafon itu diperbaiki dengan cara diganti seluruhnya.

    “Plafon gypsum ini jadi warning juga kalau ada yang salah dari suatu bangunan, apalagi bocor,” ucapnya.

    Apa saja penyebab plafon lembap dan berjamur? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Plafon Berjamur

    Inilah biang kerok plafon menjadi lembap sehingga muncul jamur menurut kontraktor.

    1. Atap Bocor

    Wildan mengatakan masalah plafon berjamur sering kali disebabkan oleh bocoran air dari atap. Plafon gypsum menampung air sehingga muncul jamur.

    Pemilik disarankan menggunakan jasa tim ahli untuk mengecek sumber kebocoran. Kalau memang benar atap bocor, segera lakukan perbaikan.

    2. Kamar Mandi Bocor

    Selain dari atap, kebocoran bisa berasal dari kamar mandi di lantai atas plafon. Kebocoran biasanya dari nat kamar mandi.

    “Jadi air masuk lewat celahnya, turun ke plafon atau dari pipa yang kurang baik pemasangannya. Jadi muncul rembesan air,” jelasnya.

    Pastikan untuk menggunakan jasa ahli untuk mengidentifikasi masalah kebocoran. Jika kebocoran berasal dari kamar mandi, pemilik perlu mengaplikasikan ulang nat keramik. Nat adalah adukan yang digunakan untuk menutup celah antar keramik lantai dan dinding. Selain itu, perbaiki juga instalasi perpipaan yang bocor.

    3. Kurang Sirkulasi Udara

    Kemudian, sirkulasi yang kurang yang baik juga bisa menjadi pemicu jamur pada plafon. Adapun ciri-ciri rumah kurang sirkulasi antara lain ruangan tidak terkena cahaya matahari, tidak ada ventilasi, tidak ada pergantian udara, lalu full AC.

    Pemilik rumah bisa mencegah plafon lembap dan berjamur dengan memastikan bangunan rumah tidak seperti ciri-ciri tadi. Namun, kalau terlanjur mendapat rumah seperti itu, solusinya adalah memasang exhaust fan. Pasanglah perangkat tersebut di titik-titik tertentu sehingga ada buangan udara ke luar.

    4. Kondensasi AC

    Plafon lembap karena kebocoran juga bisa disebabkan oleh kondensasi pipa AC. Kemunculan jamur ada pada area sejalur dengan arah pipa AC di atas plafon.

    Wildan menyebut semua pipa AC bisa mengalami kondensasi kalau pemasangannya kurang pas. Oleh karena itu, pemilik perlu memastikan pemasangan AC sesuai.

    “Pasangnya (pipa AC) yang benar, lurus, engga belok-belok. Dia kalau belok-belok udara nggak ngalir sempurna. (Pipa) dingin sendiri, jadilah kondensasi,” tuturnya.

    Itulah sederet penyebab plafon lembap dan berjamur beserta langkah pencegahannya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Basi! Kenali Tanda-tanda Rebusan dan Kukusan Sudah Tak Layak Konsumsi


    Jakarta

    Makanan rebusan maupun kukusan seperti ubi, singkong, kentang kini digemari oleh kalangan Gen Z. Jenis makanan ini memang sehat sebab rendah lemak dan mempertahankan nutrisi yang lebih baik daripada dengan gorengan.

    Kendati demikian, dibandingkan dengan gorengan, makanan rebusan maupun kukusan cenderung lebih cepat basi. Menurut spesialis gizi klinik, dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, hal ini karena gorengan memiliki minyak yang bertindak sebagai pengawet alami dan mengurangi kadar air, berbeda dengan kukusan.

    “Kukusan punya kadar air tinggi yang memudahkan bakteri, jamur, atau ragi berkembang biak,” katanya kepada detikcom, Kamis (13/11/2025).


    Karenanya, penting untuk mengetahui tanda-tanda rebusan atau kukusan yang sudah tidak layak konsumsi. Menurut dr Ardian, tanda-tanda pembusukan pada umbi-umbian kukus biasanya muncul dalam 1-3 hari di suhu ruang atau lebih lama jika di kulkas.

    “Jangan konsumsi jika ada gejala berikut, karena bisa menandakan kontaminasi bakteri seperti Salmonella atau E. coli yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan (food poisoning),” ungkapnya.

    Adapun beberapa gejala atau tanda pada umbi-umbian tak layak konsumsi yang dimaksud yaitu:

    1. Perubahan warna: Kulit atau dagingnya menghitam, kecoklatan, atau muncul bintik hitam atau hijau. Misalnya, ubi atau kentang yang mulanya oranye/kuning jadi gelap dan lembek.
    2. Bau tidak sedap: Aroma asam, busuk, atau seperti alkohol, bukan bau alami makanan segar. Ini sering disebabkan oleh fermentasi bakteri.
    3. Tekstur berubah: Menjadi lembek, berlendir (slimy), atau berair berlebih. Jagung kukus yang biasanya kenyal bisa jadi lembab dan berjamur, sementara singkong atau kentang bisa berubah jadi seperti bubur.
    4. Muncul jamur atau gelembung: Bercak putih/hijau (mold) atau gelembung gas di permukaan, tanda aktivitas mikroba yang menghasilkan gas.
    5. Rasa aneh: Jika dicicipi (tapi sebaiknya jangan jika sudah curiga), rasanya asam atau pahit tidak wajar.

    Sementara, untuk singkong khususnya, pastikan sudah direbus lalu dikukus dengan matang sempurna. Umbi-umbian ini mengandung senyawa sianida alami yang bisa beracun jika kurang matang.

    “Tapi ini bukan persoalan kondisi basi, melainkan persiapan awal,” tuturnya.

    (elk/up)



    Sumber : health.detik.com