Tag: kedap

  • Cara Mencegah Bau Apek di Lemari Kayu


    Jakarta

    Lemari kayu memang bisa menambah kesan estetis dan alami dalam ruangan. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, lemari bisa mengeluarkan bau apek yang mengganggu. Bau ini tak hanya membuat tak nyaman, tapi juga bisa menempel pada pakaian yang disimpan.

    Bau apek biasanya muncul karena sirkulasi udara yang buruk, kelembapan tinggi, atau penumpukan debu dan jamur. Agar baju tetap wangi dan lemari bebas bau, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir dan mencegah bau apek di lemari kayu.

    Tips Menghilangkan Bau Apek di Lemari Kayu

    1. Keluarkan Semua Isi Lemari

    Langkah pertama adalah mengosongkan isi lemari. Cek apakah pakaian yang disimpan sudah menyerap bau apek. Jika iya, segera cuci ulang pakaian tersebut.


    2. Periksa Sumber Bau

    Cek seluruh bagian dalam lemari, terutama area lembap atau berjamur. Jika ditemukan jamur, bersihkan sesuai dengan jenis material kayu lemari.

    3. Bersihkan dengan Penyedot Debu

    Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu yang menumpuk di dalam lemari, terutama di bagian sudut dan laci.

    4. Semprotkan Cuka Putih

    Campurkan cuka putih dengan air hangat, lalu semprotkan ke permukaan dalam lemari. Cuka bisa membantu menetralisir bau apek yang membandel.

    5. Biarkan Lemari Terbuka

    Setelah dibersihkan, biarkan pintu lemari terbuka selama beberapa hari untuk memperlancar sirkulasi udara dan menghilangkan bau secara alami.

    6. Gunakan Baking Soda

    Letakkan semangkuk baking soda di dalam lemari dan tutup selama semalam. Ulangi jika bau masih tersisa.

    Cara Mencegah Lemari Kayu Bau Apek

    Setelah lemari bersih, berikut ini beberapa cara untuk mencegah bau apek muncul kembali:

    1. Jangan Menyimpan Pakaian Terlalu Padat

    Beri ruang antar pakaian agar sirkulasi udara tetap baik di dalam lemari.

    2. Gunakan Vacuumed Bag

    Untuk pakaian yang jarang dipakai, simpan dalam tas kedap udara agar tidak menumpuk di dalam lemari.

    3. Simpan Sepatu dalam Kotak Khusus

    Jika menyimpan sepatu dalam lemari, pastikan sepatu diletakkan di dalam kotaknya agar tidak menambah aroma tidak sedap.

    4. Gunakan Pengharum Lemari

    Pasang pengharum lemari atau kantong potpourri alami untuk menjaga aroma tetap segar.

    Dengan perawatan rutin dan cara penyimpanan yang tepat, lemari kayu bisa tetap bersih, wangi, dan bebas dari bau apek. Jangan lupa untuk mengecek dan membersihkan lemari secara berkala ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • CCTV Tiba-tiba Buram dan Tidak Fokus? Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Kamera CCTV harus menayangkan hasil video yang jelas agar segala kegiatan hingga wajah orang yang tertangkap bisa terlihat jelas. Bagaimana jika hasil gambar tersebut buram seperti berembun?

    Menurut Engineer CCTV Hikvision Nalendra Fahlevie, terdapat 2 alasan CCTV bisa buram seperti berembun, yakni kameranya tidak fokus dan ada kerusakan.

    1. Kamera Tidak Fokus

    Nalendra mengatakan alasan utama hasil gambar CCTV terlihat buram adalah karena kamera belum fokus membidik objek di depannya. Hal ini bisa diperbaiki dengan mengatur kembali kondisi kamera melalui website atau aplikasi yang biasa digunakan untuk pengoperasian CCTV tersebut.


    “Kalau CCTV buram itu, kalau CCTV fixed lens itu nggak bakal buram. Tapi kalau misalkan CCTV tipenya motorized tipe lensanya, dia itu harus di auto focus,” katanya saat ditemui di saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    2. CCTV Bocor

    Jika masalahnya bukan karena tidak fokus, berarti ada masalah pada CCTV tersebut, yakni mengalami kebocoran. CCTV tidak mungkin berembun hingga menyebabkan gambar kabur atau tidak jelas. Sebab, kamera tersebut seharusnya tertutup rapat atau kedap dari perubahan suhu dan angin.

    Apabila sudah berembun berarti kerusakan terjadi pada dinding terluar CCTV, bisa karena pecah, retak, atau ada celah.

    “Kalau berembun itu biasanya dindingnya udah rusak karena harusnya dia tuh kayak kedap gitu,” jelasnya.

    CCTV yang sudah mengalami kebocoran perlu diganti karena akan sulit bagi kamera merekam dan perawatannya lebih sulit.

    “Kalau misalkan memang berembun berarti memang udah ada kebocoran, harus diganti,” terangnya.

    Itulah penyebab CCTV buram tidak menampilkan hasil rekaman dengan jelas, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Berlumut Bukan Karena Warnanya Cerah, Begini Faktanya



    Jakarta

    Jika diperhatikan warna toren yang paling banyak dipakai di rumah-rumah antara oranye dan biru tua. Namun saat ini lebih banyak orang memakai warna biru tua atau gelap karena beranggapan warna cerah dapat memicu pertumbuhan lumut di dalam.

    Warna cerah dinilai lebih mudah ditembus matahari. Cahaya yang tembus ke dalam toren dapat memicu pertumbuhan fotosintetik lumut. Lantas, apakah anggapan itu benar nggak ya?

    Menurut Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega anggapan tersebut tidak benar. Penyebab toren cepat berlumut bukan karena warna yang dipakai, melainkan ketebalan dindingnya. Dinding yang tipis dan transparan membuat cahaya tembus ke dalam. Apabila material dinding yang dipakai tebal dan tidak tembus cahaya, warna cerah atau gelap akan aman dari lumut.


    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Ia menjelaskan produk toren saat ini, terutama milik Pinguin sudah dilengkapi dengan 4 lapisan sehingga cahaya matahari tidak akan masuk ke dalam toren.

    Cara untuk mengetahui dinding toren tebal adalah dengan meletakkan ponsel ke dalam toren yang kering dengan fitur video aktif. Setelah itu, tutup rapat. Ambil ponsel tersebut semenit kemudian untuk melihat hasil rekaman ada kebocoran cahaya atau tidak. Apabila hasil rekamannya gelap tidak ada cahaya yang masuk setelah toren ditutup, berarti toren tersebut tidak mudah ditumbuhi lumut.

    “Sekarang kan kayak gini, misalnya warnanya cerah-cerah. Tapi nggak akan masuk cahaya karena sebenarnya itu cerah bagian depannya doang. Jadi memang kita udah rancang supaya cahaya nggak tembus. Terus supaya dia kuat selama bertahun-tahun, berpuluh puluh tahun,” jelasnya.

    Selain karena ketebalan toren, faktor lain yang membuat toren air cepat berlumut adalah kondisi air di rumah tersebut. Jadi bukan hanya karena cahaya matahari yang menembus ke dalam toren air, melainkan kualitas air rumah tersebut.

    Mega mengungkapkan saat ini warna toren air pun sudah beragam, tidak terbatas pada oranye cerah dan biru tua. Untuk mengikuti pasar, warna yang hadir justru warna-warna pastel dan earth tone. Konsumen juga tidak perlu khawatir karena warna tersebut tidak akan memicu pertumbuhan lumut.

    Mengenai banyaknya pemakaian toren warna oranye dan biru tua daripada warna-warna lainnya, Mega mengatakan dua warna tersebut merupakan warna yang paling banyak diambil oleh supplier seperti toko bahan bangunan. Selain itu, warna oranye dan biru tua merupakan warna-warna awal yang telah ada sejak produk toren air rilis.

    “Karena memang kalau di distributor toko, kan kita ada distribusi ke toko-toko. Biasanya mereka ambil warnanya yang oranye sama biru tua. Biasanya mereka nyetok torenya yang 2 warna ini,” ungkapnya.

    Itulah penjelasan mengenai penyebab toren banyak lumut yang ternyata bukan karena warnanya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Ideal buat Kuras Toren Air? Ini Rekomendasinya



    Jakarta

    Toren air adalah tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Meski isinya air bersih, penghuni rumah perlu membersihkan atau menguras toren air secara berkala.

    Jika toren air dibiarkan kotor, kualitas air bakal terganggu dan pipa bisa tersumbat. Soalnya, tangki ini mudah berlumut dan muncul endapan pasir hingga kapur.

    Lalu, kapan saatnya toren air dikuras dan dibersihkan? Berikut ini penjelasannya.


    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menganjurkan agar toren air dibersihkan secara teratur. Ia menyebutkan waktu untuk pengurasan sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak endapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Jika kalau kualitas air kurang bagus di rumah, sebaiknya kuras toren sebulan sekali. Kondisi air yang dimaksud seperti warnanya kekuningan, terdapat banyak sedimen atau berlumpur.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, cara kuras toren air sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga dapat dilakukan sendiri. Beberapa toren air pun sekarang sudah ada yang punya pipa pembuangan di bawahnya. Dengan begitu, penghuni lebih mudah membuang air tanpa perlu memindahkan letak toren.

    Cara Cegah Toren Air Berlumut

    Selain itu, penghuni dapat mencegah pertumbuhan lumut berlebih untuk menjaga kebersihan air. Mega menyarankan untuk menggunakan toren yang kedap cahaya. Cahaya dapat memicu pertumbuhan jamur di dalam toren.

    Bukan soal warna toren, ia menegaskan ketebalan dindingnya yang mempengaruhi pertumbuhan lumut. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya akan sulit masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Penghuni dapat melakukan tes untuk mengecek kebocoran cahaya di dalem toren. Caranya dengan memasukkan kamera yang sedang merekam video, lalu tutup toren rapat-rapat.

    Setelah itu, cek hasil rekaman. Apabila video tersebut gelap gulita, dapat dipastikan toren kedap cahaya.

    Itulah tips seputar toren air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hujan Deras Tak Masalah! Begini Cara Bikin Dinding Rumah Anti Rembes dan Jamur



    Jakarta

    Kelembapan dan rembesan air adalah tantangan nyata bagi kenyamanan dan keawetan dinding rumah. Terlebih di Indonesia sebagai daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Untuk itu, pemilihan material dinding menjadi kunci dalam menjaga struktur dan estetika rumah agar tetap aman, kering, dan tahan lama.

    Air hujan bisa merembes di dinding rumah karena beberapa faktor. Bisa jadi karena air masuk melalui pori-pori material atau karena sambungan yang tidak rapat. Kemudian, kelembapan yang terperangkap dalam dinding, dapat menyebabkan cat mengelupas, jamur tumbuh, plaster rusak, serta menurunnya ketahanan interior.

    Dilansir dari situs Cohoom, kelembapan bisa meresap ke dalam rumah melalui kebocoran pada fondasi, udara lembap, kondensasi, atau percikan air sehari-hari. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan kerusakan serius, seperti cat yang mengelupas, munculnya jamur, serta plester yang rusak.


    Karena itu, penting untuk menggunakan material anti rembes untuk mencegah air hujan merembes ke dinding rumah. Berikut beberapa material anti rembes.

    1. Cat Waterproof

    Cat waterproof adalah solusi praktis dan efektif untuk melindungi dinding rumah dari rembesan air. Selain mudah diaplikasikan, cat ini membentuk lapisan pelindung yang mencegah kerusakan seperti cat mengelupas, plester retak, atau pertumbuhan jamur.

    Cat ini memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cat berbasis akrilik air, dikenal fleksibel dan mudah diaplikasikan. Cat berbasis minyak, menawarkan daya tahan dan resistensi kelembapan yang lebih tinggi, cocok untuk area dengan kelembapan tinggi. cat berbasis silikon, dikenal paling tahan air karena permukaannya bersifat anti air dan bisa membiarkan uap air keluar sehingga tidak mengurus kelembapan.

    2. Plester Anti Air

    Plester anti air adalah lapisan struktural yang biasanya diterapkan sebelum cat atau finishing. Material ini berfungsi sebagai penghalang utama terhadap rembesan air.

    Beberapa hal perlu diperhatikan saat menggunakan material ini. Terdapat metode plester dengan tambahan aditif anti air untuk meningkatkan resistensi air. Untuk area yang sangat lembap atau basah, plester ini sangat penting untuk mencegah air merembes melalui kelembapan dan kebocoran.

    3. Material Modern dan Teknologi Baru

    Selain cat dan plester dengan metode umum, terdapat juga material modern dengan bahan maksimal untuk menahan air dan jamur. Material seperti beton telah banyak digunakan sebagai dinding tahan air. Teknologi nano struktur juga banyak digunakan untuk proses waterproofing agar bangunan menjadi kedap air.

    Dilansir dari situs Better Homes & Gardens, penggunaan material plester kapur juga banyak digunakan saat ini. Penggunaannya dengan cara dipoles dan dilapisi sabun agar tahan air. Material ini populer sebagai pilihan yang estetis sekaligus fungsional untuk dinding agar tidak lembab.

    Cat waterproof memberikan proteksi permukaan yang relatif mudah diterapkan. Kemudian plester anti‑air memastikan struktur dinding mendapat perlindungan dasar. Sedangkan material modern, menawarkan solusi jangka panjang dengan fitur tahan air dan estetika tinggi.

    Dengan pemilihan dan penerapan yang tepat, dapat memastikan dinding rumah tetap kering dan awet. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com