Tag: kekacauan

  • Jangan Asal Pasang Lampu buat Pencahayaan di Dapur, Ini Alasannya



    Jakarta

    Pencahayaan adalah faktor utama di semua desain ruangan, termasuk di dapur. Pencahayaan yang benar bisa menambah keindahan dapur secara keseluruhan, tetapi jika salah seluruh ruangan terlihat buruk.

    Simak pembahasan berikut ini untuk membantu kamu dalam menghindari kesalahan yang paling sering ditemui dalam pencahayaan dapur yang wajib kamu hindari.

    Memasang Banyak Lampu Tersembunyi

    Melansir Better Homes & Gardens, Selasa (19/11/2024), terlalu banyak memasang lampu tersembunyi merupakan kesalahan yang lumrah dalam pencahayaan dapur. Sebab hal itu dapat membuat ruangan dapur yang biasanya berkesan tempat untuk kotor-kotoran menjadi terasa terlalu steril.


    Perhatikan aturan umum untuk memasang lampu tersembunyi, biasanya untuk setiap 4 sampai 6 kaki persegi ruang untuk langit-langit.

    Bawah Lemari Kurang Pencahayaan

    Salah satu kesalahan terbesar yang sering ditemui adalah kurangnya pencahayaan di bagian bawah lemari, karena setiap kali kamu mempunyai meja dapur di bawah satu set lemari dinding, maka lemari tersebut akan menutupi cahaya dari atas dan akan menimbulkan bayangan pada ruang kamu beraktivitas, sehingga tidak dapat cahaya yang maksimal.

    Menambah pencahayaan pada bawah lemari yang bisa pencahayaannya dapat diatur sendiri akan membuat ruang kerja pada meja dapur kamu akan lebih fungsional serta membantu setiap sudut pada dapur akan terasa lebih terang.

    Perlengkapan Lampu yang Tak Berimbang

    Skala memainkan peran besar dalam membuat keseimbangan visual adalah salah satu kesalahan paling umum yang ditemui di dapur adalah perlengkapan lampu yang tidak proporsional.

    Untuk menghindari kesalahan ini, kamu harus memperhatikan ukuran dapur serta komponen lainnya, seperti halnya meja dapur untuk memilih pencahayaan yang tepat dengan skala. Untuk meja dapur, pilih perlengkapan lampu yang memiliki diameter sekitar satu kaki lebih kecil dari bagian tersempitnya.

    Lampu Aksen yang Terlalu Banyak

    Yang tak kalah pentingnya adalah dengan mengetahui area yang tepat pada dapur kamu untuk disorot, karena terlalu banyak lampu aksen dapat menyebabkan kekacauan visual dan akan mengurangi efeknya.

    Jika ingin membuat rencana pencahayaan yang benar untuk dapur adalah, lihat ruang secara menyeluruh jangan hanya beberapa area saja. Hal ini dapat membantu kamu meraih keseimbangan yang tepat serta menghindari kesalahan memakai lampu aksen secara berlebihan.

    Menghiraukan Kontrol pada Pencahayaan

    Walaupun ukuran, gaya, serta posisi lampu itu penting, tetapi jangan sampai kamu mengabaikan faktor praktis yang utama yaitu kontrol pencahayaan. Beberapa orang seringkali terjebak dalam hal memilih lampu yang sempurna, sehingga mudah untuk mengabaikan betapa penting kontrol pencahayaan.

    Sebaiknya kamu memilih peredup dari pada saklar, karena peredup sangat mungkin untuk mengatur pencahayaan dengan lebih tepat dan baik dalam hal atau aktivitas apa pun.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini 4 Cara Bersihkan Noda Sabun Membandel di Kamar Mandi



    Jakarta

    Saat mandi menggunakan sabun terkadang terdapat cipratan noda sabun ke permukaan sekitar. Bila air dengan sabun bercampur, hal ini dapat mengakibatkan terbentuknya lapisan abu-abu atau putih yang disebut noda sabun.

    Noda sabun biasanya terdapat pada pintu kamar mandi, dinding kamar mandi, bak mandi, ubin, dan keran yang akan sulit untuk dibersihkan. Noda sabun tidak hanya tampak jelek, tetapi juga mendorong pertumbuhan jamur.

    Penting untuk segera membersihkan kerak sabun agar tidak sulit dibersihkan. Melansir Better Homes & Gardens, berikut beberapa metode efektif membersihkan noda sabun.


    Cara Membersihkan Noda Sabun

    Menggunakan Soda Kue dan Cuka

    Penggunaan soda kue dan cuka biasanya merupakan cara terbaik untuk menghilangkan noda sabun. Semprotkan cuka putih pada sabun dan biarkan selama 20 menit, tambahkan selapis soda kue dan gosok hingga noda sabun hilang.

    Bilas dengan air dan mengeringkan area tersebut dengan kain bersih. Jika noda sabun dibiarkan cukup lama, campurkan cuka dengan soda kue hingga membentuk pasta serta oleskan ke area tersebut.

    Gunakan Lemon

    Lemon merupakan cara yang tidak beracun untuk membersihkan rumah dan membuatnya tetap beraroma segar. Potong lemon menjadi dua bagian dan gosokan langsung pada noda sabun atau peras air dari beberapa lemon, lalu semprotkan ke area noda.

    Biarkan asam dari air lemon memecah noda sabun selama 10 hingga 15 menit, lalu gosok area tersebut dengan spons sebelum dibilas dengan air bersih.

    Campurkan Sabun Cuci Piring dan Cuka

    Apabila tidak ingin menggunakan soda kue, ganti dengan cairan pencuci piring. Jika jumlah buih sabun sedikit, campurkan dua bagian cuka dan sabun cuci piring dalam botol semprot, lalu oleskan ke area tersebut dan bersihkan setelah 15 menit.

    Jika noda sabun lebih membandel, tambahkan cuka dan sabun cuci piring dengan perbandingan yang sama ke dalam mangkuk lalu panaskan campuran tersebut selama sekitar dua menit.

    Campuran tersebut harus panas, namun tidak mendidih. Biarkan agak dingin sebelum menuangkan ke dalam botol semprot.

    Gosok dengan Batu Apung atau Tongkat

    Wastafel, bak mandi, toilet, dan ubin keramik dapat dibersihkan dengan batu apung atau tongkat gosok. Gosokkan batu apung secara perlahan pada noda, lalu bilas hingga busa sabun terkumpul.

    Cara Mencegah Noda Sabun Kembali Muncul

    Bersihkan Titik-titik Secara Teratur

    Area sekitar wastafel atau bak mandi rentan terkena noda sabun, atasi kekacauan dengan membuat rutinitas pembersihan mingguan. Hal ini membatasi waktu sabun bercampur dengan air dan berkembang menjadi noda sabun.

    Jaga Permukaan tetap Kering

    Di antara sesi pembersihan kamar mandi sebisa mungkin bersihkan area yang basah dan jaga agar tetap kering.

    Batasi Sabun Batang

    Sabun cair umumnya tidak mengandung bedak, salah satu penyumbang utama buih sabun. Gunakan produk cair sebagai pengganti sabun batang jika memungkinkan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Rumah Selalu Terlihat Berantakan Meski Sudah Dirapikan



    Jakarta

    Terkadang kamu sering merasa frustasi karena rumah selalu terlihat berantakan, meskipun sudah berusaha untuk merapikannya. Banyak orang mengalami masalah ini, dan ada berbagai alasan yang mungkin menyebabkannya.

    Simak pembahasan berikut ini yang akan menjelajahi beberapa faktor utama yang membuat rumah tampak tidak teratur. Selain itu solusi praktis untuk mengatasi masalah tersebut.

    Piring di Wastafel

    Mengutip dari Real Simple, denah lantai terbuka semakin banyak diminati akhir-akhir ini. Namun, hal ini juga berarti bahwa dapur kamu yang berantakan akan terlihat oleh semua orang.


    Wastafel yang dipenuhi piring tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga bisa menimbulkan bau tidak sedap.

    Oleh karena itu, penting untuk segera menanganinya. “Dengan mencuci piring segera setelah digunakan, kamu bisa mencegah kekacauan,” ungkap seorang profesional organisasi dan pendiri layanan penataan OCD Ashley Stewart.

    Jika sulit untuk membersihkan piring sepanjang hari, pastikan untuk tidak meninggalkan piring di wastafel saat tidur.

    Mainan Berserakan

    Anak-anak dapat membuat tantangan tersendiri dalam menjaga rumah tetap rapi, tetapi bukan berarti hal itu tidak mungkin diatasi. “Salah satu solusi terbaik untuk mainan adalah dengan menyediakan keranjang dan tempat penyimpanan,” kata Stewart.

    Tidak semua orang memiliki waktu untuk merapikan setiap hari, tetapi setiap orang bisa meluangkan waktu untuk mengumpulkan mainan dan menyimpannya, termasuk anak-anak.

    Jika kamu mengajarkan anak-anak sejak dini untuk membersihkan setelah bermain, mereka akan belajar untuk menyimpan barang-barang mereka setelah digunakan.

    Belum Merapikan Tempat Tidur

    Kamar tidur kamu akan selalu tampak bersih dan teratur jika tempat tidur kamu dirapikan dengan baik. Proses ini hanya memerlukan waktu sekitar satu menit, tetapi dampaknya sangat signifikan.

    Tidak Memakai Keranjang Cucian

    Banyak orang pernah merasa bersalah karena mengenakan kaus selama beberapa jam, kemudian lupa menyimpannya dan meninggalkannya di kursi atau, yang lebih buruk, di lantai. Hal ini sering kali menyebabkan tumpukan pakaian yang berantakan.

    “Jika kamu tidak menggantung pakaian setelah menggunakannya atau memasukkannya ke dalam mesin cuci, kemungkinan besar kamu akan memiliki satu kursi di kamar kamu yang berfungsi sebagai tempat sampah untuk pakaian,” kata Stewart.

    Untuk mencegah kekacauan, para penyelenggara menyarankan agar kamu membiasakan diri untuk menyimpan pakaian di tempat yang tepat atau di keranjang setelah digunakan. Proses ini hanya memerlukan beberapa detik, tetapi dapat memberikan dampak yang signifikan.

    Benda Tidak Memiliki Wadah

    Lindsey Mahanna, seorang pengatur profesional dan pendiri Clutter to Clarity, menjelaskan bahwa ketika barang-barang tidak memiliki tempat yang jelas, mereka cenderung berakhir di lokasi yang acak, yang dapat menciptakan kekacauan di seluruh ruangan.

    Jika kamu meluangkan waktu untuk merapikan, penting untuk mengetahui di mana menyimpan barang-barang yang menumpuk di meja.

    Memiliki Terlalu Banyak Barang

    Baik kamu tinggal di apartemen studio maupun rumah mewah, kita semua memiliki ruang terbatas untuk menyimpan barang. Oleh karena itu, jika kamu memiliki terlalu banyak barang, penting untuk merapikannya secara rutin.

    Jika kamu memiliki lebih dari sekadar alasan untuk menyimpan barang tersebut, hal itu akan semakin menyulitkan proses merapikan. Buatlah jadwal untuk merapikan dan usahakan untuk mematuhi jadwal tersebut.

    Selain itu, sebaiknya pertimbangkan dengan matang apakah kamu benar-benar membutuhkan sesuatu sebelum membelinya.

    Tidak Ada Sistem yang Berlaku

    Shantae Duckworth, seorang pengatur profesional dan pendiri Shantaeize Your Space, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kekacauan di rumah adalah kurangnya sistem yang efektif.

    “Dengan menerapkan strategi pengorganisasian yang praktis, menetapkan rutinitas harian, dan secara teratur merapikan barang, kamu dapat membuat ruang kamu lebih teratur dan mencegahnya menjadi berantakan dengan cepat.”

    Oleh karena itu, jangan ragu untuk mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Biarkan anak-anak bertanggung jawab atas kebersihan kamar mereka. Rencanakan untuk menyortir dapur kamu setiap hari Rabu ketiga.

    Lakukan evaluasi pada kamar mandi kamu setiap bulan. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menyewa seorang pengatur profesional yang dapat membantu menemukan sistem yang paling mudah untuk dirawat oleh kamu dan keluarga.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Kebiasaan Baik Jaga Rumah Selalu Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Siapa sih yang nggak mau rumahnya selalu bersih dan rapi? Tentunya untuk punya rumah seperti itu, kamu harus rajin membersihkan rumah.

    Bagi sebagian orang, mungkin membereskan rumah adalah hal yang berat. Padahal, kamu bisa lho membangun kebiasaan baik yang membuat berberes rumah jadi lebih mudah.

    Begini kebiasaan baik menjaga kebersihan dan kerapian rumah seperti yang dilansir dari laman The Savvy Sparrow.


    Kebiasaan Baik Agar Rumah Selalu Bersih dan Rapi

    Inilah beberapa kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga rumah tetap bersih dan rapi.

    Menunda-nunda hanya akan membuat tumpukan pekerjaan dan kondisi rumah semakin kacau. Nah, biar rumah tetap tetap bersih dan rapi, sebaiknya lakukan pekerjaan rumah sesegera mungkin.

    Apalagi kalau hanya pekerjaan sederhana, seperti mencuci satu piring yang baru saja digunakan atau melipat selimut saat bangun tidur. Segera selesaikan pekerjaan rumah agar meringankan beban bersih-bersih nantinya.

    2. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

    Memiliki lebih sedikit barang bisa mencegah kekacauan di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya rutin menyortir barang-barang yang tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan di rumah.

    Dengan mempunyai lebih sedikit barang, maka proses beres-beres semakin cepat. Selain itu, juga menjadi lebih mudah karena sedikit barang yang menghalangi kamu saat mengelap rak ataupun menyapu dan mengepel lantai.

    3. Tentukan Satu Hari Khusus buat Bersihkan Rumah

    Pilih satu hari dalam seminggu khusus untuk membereskan rumah secara mendalam dan tanpa gangguan. Kamu bisa melakukannya di akhir pekan karena biasanya ada lebih banyak waktu luang pada hari itu.

    Buatlah komitmen untuk membersihkan sebagian besar rumah serta melakukan pekerjaan rumah yang berat pada hari itu, sehingga kamu tidak perlu memikirkan hal tersebut di hari-hari lain.

    4. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

    Coba curi-curi waktu untuk membersihkan atau merapikan rumah di sela-sela kesibukan. Luangkan waktu 10 menit saja setiap harinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan seperti melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

    Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

    Itulah kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan buat menjaga rumah tetap bersih dan rapi. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Ular Masuk Rumah dan Cara Cegahnya!



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar ada orang yang menemukan ular di dalam rumah? Kejadian mengerikan seperti bisa saja terjadi pada rumah siapapun.

    Kamu bisa menemukan ular bersembunyi di kamar mandi, plafon, bahkan lemari. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan lantaran ular termasuk hewan yang berbahaya.

    Lalu, kenapa ular masuk rumah ya? Yuk, simak ulasan berikut ini.


    Penyebab Ada Ular Masuk Rumah

    Ular biasanya mendekati rumah adalah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung. Dilansir dari Urban Wildlife Control, suhu udara mempengaruhi ular untuk masuk rumah. Ular merupakan hewan berdarah dingin, sehingga mereka akan mencari tempat yang sejuk dan teduh di siang hari dan tempat yang hangat dan terisolasi di malam hari.

    Keberadaan tikus di rumah dapat mengundang kedatangan ular. Mereka tertarik dengan tikus-tikus yang mendekati sisa makanan di sekitar rumah.

    “Buang sisa makanan di tempat sampah dan jangan sampai keluar ke selokan, khawatir mengundang tikus. Lalu, jangan menumpuk barang terlalu lama, pohon yang sudah menjulang ke arah rumah dipangkas,” ujar Sioux One kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

    Dikutip dari Rentokil, berikut cara mencegah ular masuk ke rumah.

    1. Basmi Tikus Agar Ular Tidak Masuk

    Tikus adalah makanan utama ular, maka pastikan tidak ada tikus di halaman dan dalam rumah. Ular menggunakan lidah mereka untuk mendeteksi mangsa, jadi bersihkan lingkungan sekitar, hilangkan sumber makanan tikus, dan tutup rapat lubang yang mungkin menjadi pintu masuk tikus.

    2. Potong Rumput di Halaman

    Rumput yang terlalu tinggi bisa menjadi tempat persembunyian bagi ular. Potong rumput secara teratur untuk mencegah ular bersembunyi dekat rumah.

    3. Tutup Retak dan Celah pada Dinding

    Retak dan celah pada dinding adalah pintu masuk potensial bagi ular. Pastikan untuk menutup semua celah, terutama yang mungkin terbentuk akibat kerusakan dinding.

    4. Pasang Pagar atau Tembok sebagai Benteng

    Jika rumahmu dekat dengan hutan atau area yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya ular, pasanglah pagar atau tembok di sekitarnya. Langkah ini akan memberikan lapisan pertahanan ekstra, mencegah ular mendekati rumah, dan membuat sarang di halaman.

    5. Bersihkan Kekacauan di Halaman

    Kekacauan di sekitar rumah, seperti tumpukan barang tak terpakai, rumput kering, atau batuan, bisa menjadi tempat yang nyaman bagi ular. Selalu pastikan halaman rumahmu bersih dari barang-barang tersebut untuk mengurangi kemungkinan ular berkumpul di dekat atau di dalam rumah.

    Itulah penyebab dan cara cegah ular masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 4 Tempat di Rumah yang Jadi Sarang Lalat Bertelur



    Jakarta

    Lalat merupakan hama yang bisa muncul di rumah. Hewan ini dianggap hama karena bisa mengganggu kesehatan orang. Apalagi hewan ini mudah bertelur.

    Lalat bisa bertelur di berbagai tempat di area rumah. Hal itu yang membuat populasi lalat bisa tumbuh dengan cepat di sekitar rumah.

    Lalat biasanya bertelur di area yang mendukung keturunannya dengan persediaan makanan. Melansir Pest Pointers, berikut beberapa tempat yang diyakini menjadi tempat bertelurnya lalat di rumah.


    Sisa-sisa Makanan di Rumah

    Salah satu tempat yang paling sering dihinggapi lalat untuk bertelur adalah pada sisa makanan. Makanan yang ditaruh diluar dalam waktu yang lama, atau bahkan sisa-sisa kecil yang jatuh.

    Saat lalat menemukan tempat berkembang biaknya, lalat akan memahami bahwa sisa makanan dapat mendukung keturunan barunya. Jika kamu membiarkan makanan di luar dalam waktu yang lama, hal ini akan memperbanyak lalat untuk menjadi tempat bertelur.

    Selain memastikan makanan tidak tertinggal dalam waktu lama, membersihkan sisa-sisa dan membuangnya dapat membantu mengurangi jumlah lalat di rumah.

    Dapur

    Mirip dengan makanan yang berserakan, tumpahan di dapur juga dapat memungkinkan lalat untuk berkembang biak. Kekacauan seperti tumpahan makanan yang tidak dibersihkan, atau bahan-bahan sisa yang menjadi tempat untuk bertelurnya lalat.

    Tumpahan yang berminyak, berlemak, atau membusuk akan menarik banyak lalat, karena zat-zat ini padat nutrisi dan kalori bagi keturunannya. Zat ini juga mengandung banyak protein, sehingga mendukung pertumbuhan dan reproduksi lalat baru.

    Kompos Dalam Ruangan

    Kompos menjadi tempat yang bagus untuk lalat bertelur. Kompos merupakan bahan yang sangat mirip dengan tempat lalat bertelur di alam. Di alam liar, lalat biasanya berkembang biak di bahan organik yang membusuk.

    Selain menjadi sumber makanan yang penting, kompos juga menarik bagi lalat karena panas yang dihasilkan. Panas ini optimal untuk mendukung perkembangan telur dan lalat muda yang sensitif terhadap suhu.

    Kotoran Hewan Peliharaan

    Tempat lain yang disukai oleh lalat adalah kotoran hewan peliharaan. Terkadang hewan peliharaan kamu meninggalkan kotoran di halaman atau bahkan di dalam rumah tanpa kamu sadari.

    Mirip dengan kompos, kotoran hewan peliharaan segar memiliki jumlah panas dan nutrisi yang tepat untuk mendukung telur lalat.

    Untuk mengatasinya, kamu dapat lebih waspada tentang di mana hewan peliharaan kamu buang air. Jika tidak sengaja buang air di dalam rumah, bersihkan secara menyeluruh dengan beberapa jenis semprotan disinfektan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sibuk Sampai Tak Sempat Bersihkan Rumah? Coba Lakuin 6 Hal Ini


    Jakarta

    Tidak semua orang memiliki waktu untuk membersihkan rumah. Ada beberapa penghuni yang mungkin hanya beberapa jam ada di rumah, selebihnya berada di luar.

    Meskipun jarang di rumah, bukan berarti tempat tinggal bebas dari kotoran dan debu. Jangan sampai meremehkan kebersihan rumah sampai muncul bau apek atau busuk.

    Bau apek biasanya muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh karena debu menumpuk di perabotan. Sementara itu, bau busuk bisa berasal dari tempat sampah atau kulkas yang bahan makanannya jarang disortir.


    Disarankan tetap luangkan waktu untuk membersihkan rumah beberapa jam. Untuk mempermudah membersihkan rumah, dilansir dari The Savvy Sparrow, berikut tipsnya.

    Ketika membersihkan rumah hal terpenting adalah niat dan moodnya dahulu. Untuk memotivasi diri agar mau membersihkan rumah, lakukan hal-hal yang mudah dan tidak menguras energi dahulu, seperti merapikan tempat tidur dan membuka jendela. Hal ini akan meringankan beban bersih-bersih nantinya.

    2. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

    Jika ingin memulai bersih-bersih yang tidak membebani coba targetkan membersihkan atau merapikan rumah hanya 10 menit di sela-sela kesibukan. Kegiatannya tentu tidak akan banyak, misalnya melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

    Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

    3. Ajak Anggota Keluarga Ikut Bereskan Rumah

    Jika tinggal bersama orang lain, buat kesepakatan dan komitmen untuk saling menjaga rumah tetap bersih dan membersihkannya secara berkala. Menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab semua penghuninya. Jangan sungkan untuk mengajak penghuni lain mengurus rumah bersama dengan membagi tugas.

    Bisa juga dengan membuat jadwal bersih-bersih. Penghuni rumah menentukan hari dan waktu yang tepat untuk bersih-bersih.

    4. Siapkan Tempat Penyimpanan Sementara

    Lalu, kekacauan yang paling terlihat adalah barang-barang yang berserakan, misalnya tas, baju kotor, cangkir, sampah, hingga kabel. Angkat barang-barang tersebut berdasarkan jenisnya agar tidak memenuhi area lantai dan perabotan yang akan dibersihkan.

    Barang yang kotor dan harus dicuci sebaiknya langsung dibersihkan. Tas yang sudah tidak dipakai bisa dimasukkan ke dalam lemari penyimpanan agar tidak terinjak. Begitu juga dengan aksesoris seperti kacamata dan perhiasan agar diletakkan kembali ke tempat penyimpanan.

    5. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

    Setelah itu, cek area dapur apakah ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa. Lalu kembali ke kamar apakah ada make up atau skin care yang sudah habis dan kedaluwarsa. Cek juga di kamar mandi apakah ada barang yang harus dibuang dan diganti. Jangan simpan barang yang tidak bernilai dan tidak dipakai karena hanya akan memenuhi ruang dan membuat rumah berantakan.

    6. Pakai Furnitur yang Dilengkapi Tempat Penyimpanan

    Cara menyembunyikan bagian rumah yang berantakan sebenarnya bisa dengan memasukkan barang yang belum sempat disusun ke dalam penyimpanan kosong yang khusus. Dengan begitu, ketika membutuhkan barang tersebut bisa mencarinya di satu tempat. Oleh karena itu, di rumah perlu banyak tempat penyimpanan, terutama yang menempel dengan perabotan lain, seperti di bawah kasur terdapat rak penyimpanan atau di dekat ruang TV terdapat area untuk menyimpan barang-barang berukuran kecil yang bisa ditutup dan dibuka.

    Itulah cara mudah menjaga rumah tetap bersih dan rapi di tengah kesibukan. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com