Tag: kekuningan

  • Tembok Rumah Selalu Kusam Meski Baru Dicat? Ini Penyebab dan Solusinya


    Jakarta

    Warna cat dinding tidak akan bertahan selamanya. Seiring waktu, warnanya akan pudar dengan sendirinya.

    Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Dilansir laman Kraudelt Painting, penyebab cat rumah mudah kusam dan pudar adalah paparan sinar matahari. Warna cat yang paling cepat berubah adalah cat putih karena proses oksidasi. Bahkan pada kondisi terparah, cat putih bisa berubah menjadi kekuningan.

    Jenis cat alkyd (cat untuk tampilan mengkilat) dan pelarut biasanya mudah bereaksi karena pigmen putih di dalamnya aktif. Alhasil cat dinding terutama yang putih bisa muncul bintik bintik kuning.


    Alasan kedua adalah lembap, terutama di musim hujan. Cat yang terkena basah kemudian kering yang terjadi dalam waktu yang lama juga bisa mengalami pemudaran warna. Masalah ini bisa terjadi pada cat dinding di area outdoor dan indoor.

    Lalu, paparan asap dari kendaraan, pembakaran, dan rokok juga bisa menyebabkan warna cat dinding rusak. Terakhir, faktor yang menyebabkan cat dinding cepat kusam adalah reaksi bahan kimia.

    Cara Mengatasi Cat Tembok yang Kusam

    Masalah cat kusam bisa diatasi dengan mudah. Bisa dengan pembersihan, tanpa perlu dicat ulang. Dilansir The Spruce berikut cara mengatasi cat yang kusam agar warnanya bertahan lama.

    Sebelumnya, cara membersihkan cat terdapat 2 cara berbeda tergantung pada jenis cat yang dipakai. Berikut caranya.

    Cat Berbahan Minyak

    Cat minyak untuk dinding biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Cat minyak memiliki permukaan yang tahan terhadap gesekan setiap dibersihkan.

    Cara mengembalikan warna cat minyak ke warna semula adalah dengan menghindari bahan pembersih dari kimia keras. Sebab, bahan kimia justru membuat cat dinding mudah rusak.

    Larutan pembersih yang harus disiapkan adalah satu sendok teh sabun pencuci piring, 1/2 sendok teh cuka putih, dan air hangat. Setelah dicampur, usap pada dinding. Jangan lupa siapkan wadah berisi air bersih untuk bilasan. Gunakan alat pembersih lain atau spons untuk mengeringkan permukaannya.

    Cat Berbahan Air atau Lateks

    Cat satu ini biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Memakai cat berbahan air atau lateks memiliki keunggulan yakni tahan terhadap air sehingga tidak mudah mengelupas. Cat berbahan air juga lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah mengelupas dibandingkan cat yang berbahan dasar minyak.

    Meskipun terlihat kuat dan tahan lama, cat berbahan dasar air atau lateks mudah sekali kotor karena debu mudah menempel pada permukaannya.

    Cara mengatasinya adalah dengan mencampurkan satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

    Bersihkan dinding yang kusam dan kotor menggunakan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Bersihkan mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih. Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini.

    Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih. Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    Cara Mengatasi Dinding Kusam Tanpa Dicat Ulang

    Kontraktor Wildan mengatakan apabila belum bisa mengecat ulang dinding yang kusam karena kesibukan atau terkendala biaya, area tersebut bisa ditutup dengan foto, pajangan, lukisan, atau wallpaper.

    “Tapi kalau tidak mau (perbaikan pada dinding), bisa pakai alternatif lain dengan dipasang wallpaper atau ditutup dengan lukisan atau juga furniture,” tuturnya kepada detikcom saat dihubungi Jumat (25/7/2025).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Air Harus Sering Dibersihkan Agar Tak Berlumut, Ini Waktu Idealnya



    Jakarta

    Lumut merupakan ancaman bagi toren air atau tangki air yang jarang dibersihkan. Lumut bukan hanya berpengaruh pada kebersihan air, melainkan dapat menyumbat saluran sehingga air yang keluar dari keran sering kali sedikit dan tidak deras.

    Selain jarang dibersihkan, lumut pada toren disebabkan karena kualitas dinding toren air yang terlalu tipis sehingga cahaya mudah sekali menembus. Selama dinding toren air tebal, tidak ada celah untuk cahaya masuk pagi dan malam, air bisa tetap bersih dan pertumbuhan lumut dapat dicegah.

    Penyebab lainnya toren air sering kotor adalah kondisi airnya tidak jernih, warnanya kekuningan, dan mengandung kapur. Kondisi air seperti ini bisa memicu gatal-gatal hingga alergi kulit. Oleh karena itu, ketahui waktu yang tepat untuk membersihkan toren air.


    Waktu Ideal Bersihkan Toren Air

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.

    Jangka waktu tersebut dapat membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Cara Agar Toren Air Tidak Berlumut

    Supaya air selalu dalam keadaan bersih, berikut cara agar toren air tidak berlumut.

    • Rutin dibersihkan
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki

    Itulah waktu yang tepat untuk membersihkan toren air, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bantal di Rumah Menguning? Ini 3 Penyebab dan Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Bantal bukan hanya bisa mengalami perubahan bentuk, melainkan warna juga. Saat ini kebanyakan bantal berwarna putih, warna ini lama kelamaan bisa berubah jadi kekuningan seperti warna kuning yang biasa ditemukan pada kerah dan lipatan tangan baju.

    Penyebabnya bisa karena beragam alasan, dilansir Sleep Foundation, beberapa di antaranya karena kebiasaan penggunanya, seperti:

    1. Tidur dengan Rambut Basah

    Siapa yang suka tiduran di kasur padahal habis keramas. Alhasil bantal yang dipakai untuk meletakkan kepala jadi basah. Air sisa mandi di malam hari dapat meresap ke sarung bantal, menyebabkan noda kuning dan perubahan warna. Sebaiknya saat rambut masih basah, tahan dulu untuk tiduran menggunakan bantal.


    Hal ini juga berlaku untuk seseorang yang baru selesai olahraga dan kepalanya basah bermandikan keringat. Bantal bukan hanya jadi lembap, melainkan bisa bau apek. Selain itu, kepala yang lepek karena berminyak juga sebaiknya dibersihkan dahulu, baru setelah itu tidur menggunakan bantal. Minyak kulit ini sebenarnya bagus untuk kesehatan rambut, tetapi apabila telah membuat lembap bantal justru dapat mengubah warnanya menjadi kekuningan.

    2. Ngiler

    Selanjutnya adalah apabila bantal tersebut tidak memakai sarung bantal dan terkena iler atau air liur yang keluar dari mulut. Biasanya ngiler itu terjadi tidak sengaja saat sedang tidur. Orang yang tidur telentang cenderung tidak ngiler dibandingkan mereka yang tidur tengkurap atau menyamping. Jadi apabila ingin mengatasi masalah ngiler ini coba ubah posisi tidur.

    3. Tidak Membersihkan Makeup

    Saat ini sudah banyak perempuan memakai produk kecantikan pada wajah untuk terlihat lebih segar, menarik, dan cantik. Beberapa produk kecantikan ada yang tidak bisa terkena dengan benda lain karena bahannya bisa menempel pada benda lain. Produk kecantikan tersebut seperti lotion, krim wajah, dan bedak. Sebelum tidur sebaiknya bersihkan wajah dan pastikan benar-benar bersih karena produk kecantikan juga bisa menyebabkan permukaan bantal kuning.

    Cara Membersihkan Noda Kuning pada Bantal

    Apabila bantal di rumah sudah terlanjut berubah warna, berarti harus segera dibersihkan, begini caranya.

    1. Pakai Detergen

    Bantal bisa dicuci dengan detergen seperti pakaian. Dilansir dari The English Home, berikut caranya:

    – Tambahkan detergen dan air dengan perbandingan yang sama langsung ke area noda.
    – Tepuk-tepuk area bantal tadi untuk mengangkat noda kuning.
    – Setelah noda hilang, bilas sampai bersih dan cuci bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Noda yang disebabkan dari sesuatu yang tertumpah penting segera ditangani menggunakan detergen ringan dan kain bersih dengan cara seperti di atas. Semakin cepat noda dihilangkan, semakin besar pula kemungkinan noda cepat hilang dan tidak bertahan lama.

    Usai menghilangkan nodanya, pastikan bantal benar-benar kering setelah selesai dicuci agar tidak timbul noda lain. Hal ini juga memastikan bantal tidak lembap dan berjamur.

    2. Pakai Soda Kue dan Cuka Putih

    Apabila warnanya tidak ada perubahan, coba pakai campuran soda kue dan cuka. Kedua bahan ini sering dipakai untuk membersihkan noda membandel di segala benda. Berikut cara menggunakannya:

    – Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga teksturnya mengental seperti pasta.
    – Oleskan pasta langsung ke area bantal yang bernoda dan biarkan selama 15-30 menit.
    – Setelah itu, basahkan kain bersih dengan cuka putih lalu tepuk-tepuk ke area bantal tadi untuk mengangkat noda dan menghilangkan pasta.
    – Usai noda hilang, bilas bantal dengan air dan cuci bersih bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Khawatir bau cuka menempel lama? Campurkan minyak esensial seperti lavender dengan detergen biasa saat proses pencucian untuk menghilangkan aroma asam cuka.

    3. Pakai Pemutih

    Dilansir dari Sleep Foundation, pemutih umumnya dipakai untuk menghilangkan noda pada pakaian putih. Bahan ini ternyata bisa digunakan untuk menghilangkan noda kuning pada bantal. Caranya, rendam bantal yang menguning dalam pemutih sebelum dicuci, hal ini bantu mengembalikan warna bantal ke warna semula.

    Kamu harus berhati-hati karena produk kimia bersifat keras dan tidak semua bantal bisa diputihkan dengan pemutih. Pastikan untuk pelajari terlebih dahulu instruksi perawatan bantal dengan cermat sebelum memakai pemutih.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda kuning pada bantal. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Bocorkan Trik Cuci Seprai Putih yang Benar agar Tetap Terlihat Bersih


    Jakarta

    Seprai berwarna putih memberikan tampilan kamar yang bersih, elegan, dan sederhana. Sayangnya, memakai seprai putih mudah sekali kotor karena warnanya yang terang.

    Kasur dengan seprai putih juga sulit dibersihkan apalagi jika sudah ada noda yang menempel. Selain itu, warnanya bisa berubah menjadi agak kekuningan. Hal ini yang membuat banyak orang ragu untuk memakai seprai putih dan memilih warna yang agak gelap.

    Sebelum benar-benar memutuskan beralih dari seprai putih, ada lho trik membuat seprai tetap bersih dan warnanya tidak memudar. Dilansir Ideal Home, berikut tips yang bisa diikuti.


    1. Atur Suhu Air

    Seorang pakar sekaligus pemilik White House Hideaway Richard Edwards mengatakan kebanyakan orang salah kaprah bahwa seprai putih harus direndam di air yang panas dan sangat dingin. Padahal ketentuan yang paling tepat adalah rendam seprai putih di air bersuhu yang hangat seperti 40 derajat.

    Air panas dapat membuat noda menempel dan menguning. Sementara itu, air dingin membuat detergen tidak dapat bekerja dengan baik.

    2. Pakai Detergen Bubuk

    Richard mengatakan untuk mempertahankan warna dan tekstur seprai putih layaknya produk baru adalah dengan mencucinya menggunakan detergen bubuk.

    Syaratnya adalah jumlah detergen yang dipakai sesuai. Sebab, jika terlalu sedikit tidak akan membuat seprai bersih dan apabila terlalu banyak justru membuat kainnya kaku dan berubah warna jadi abu-abu.

    3. Hati-hati Saat Memakai Pemutih Pakaian

    Pemakaian pemutih pada pakaian yang asal-asalan dapat merusak serat kain dan membuat pakaian lebih kusam.

    Richard menegaskan hindari menggunakan pemutih klorin. Ganti produk tersebut dengan pemutih oksigen pada saat mencuci. Jenis pemutih tersebut lebih aman bagi kain.

    4. Jangan Cuci Seprai dengan Pakaian Lain

    Ketika mencuci seprai sebaiknya tidak digabung dengan pakaian lain. Seprai membutuhkan ruang yang besar agar semua sisinya benar-benar bersih. Selain itu, memisahkan seprai putih dari pakaian lain agar seprai tidak luntur karena pakaian lain.

    5. Jemur di Luar Ruangan

    Richard menyarankan untuk menjemur seprai putih di luar ruangan yang sedang panas. Hal ini agar tidak muncul bau apek atau lembap. Selain itu, sinar UV matahari juga menawarkan sifat pemutih alami yang dapat membantu menjaga kecerahan warna. Hal ini juga berlaku untuk semua pakaian putih.

    Itulah tips agar seprai putih tetap bisa tampak bersih dan baru, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Simpan Buku yang Tepat, biar Nggak Kuning dan Kusam


    Jakarta

    Bagi pecinta buku, tidak ada yang lebih menyedihkan selain melihat koleksi perlahan berubah warna menjadi kuning dan kusam. Padahal, buku sudah disusun rapi di rak dan jarang disentuh.

    Perubahan warna ini bukan hanya terjadi karena usia, tetapi juga dipengaruhi cara penyimpanan dan kondisi ruangan. Lalu, bagaimana cara yang tepat agar koleksi tetap bersih, putih, dan awet bertahun-tahun? Yuk simak penjelasannya.

    Penyebab Buku Menguning

    Halaman buku yang menguning sering terjadi akibat proses oksidasi pada kertas. Dilansir dari halaman Popular Science, Minggu (02/11/2025), perubahan warna ini semakin cepat terjadi jika buku disimpan pada ruangan dengan suhu dan kelembapan yang tidak stabil. Lingkungan yang terlalu lembap atau terlalu panas dapat mempercepat proses kimia pada serat kertas sehingga warnanya berubah menjadi kekuningan dan kusam.


    Selain itu, sinar ultraviolet juga bisa menjadi penyebab utama. Dikutip dari GOHD Books, sinar matahari yang mengenai permukaan buku secara langsung, terutama bagian tepinya, dapat memicu penggelapan warna dan memperburuk kondisi kertas seiring waktu.

    Cara Simpan Buku yang Tepat

    Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyimpan buku agar tetap awet.

    • Pilih Ruangan dengan Suhu dan Kelembaban Stabil

    Agar buku bertahan lebih lama, kondisi ruangan perlu diperhatikan. Temperatur ideal untuk menyimpan buku berada di kisaran 18-22°C. Perubahan suhu yang ekstrem tidak disarankan karena bisa mempercepat kerusakan struktur kertas dan lem pada punggung buku.

    Di daerah tropis seperti Indonesia, penting untuk menjaga sirkulasi udara agar tidak lembap. Untuk koleksi yang disimpan jangka panjang, penggunaan dehumidifier atau silica gel dapat membantu menjaga suhu tetap stabil.

    • Lindungi dari Paparan Cahaya

    Cahaya terang bukan hanya bisa memudarkan warna sampul buku, tetapi juga merusak kertas secara perlahan. GOHD Books mengungkapkan pentingnya menempatkan rak buku jauh dari jendela atau sinar matahari langsung. Jika rak berada di area terang, gunakan tirai atau lapisan anti-UV pada kaca untuk mengurangi paparan.

    Khusus untuk koleksi tertentu atau buku antik, menyimpannya dalam rak berkaca akan memberikan perlindungan tambahan.

    • Cara Menata Buku yang Benar

    Cara menempatkan buku di rak turut mempengaruhi ketahanannya. Buku sebaiknya disusun berdiri tegak, tidak terlalu rapat, untuk memberi sirkulasi udara yang cukup. Buku besar atau berat bisa disimpan dalam posisi mendatar agar punggungnya tidak mudah rusak.

    Dikutip dari The New York Public Library (NYPL), saat mengambil buku dari rak, jangan menarik dari bagian atas punggungnya. Sebaliknya, geser sedikit buku di sampingnya untuk memberi ruang sebelum menarik buku yang diinginkan. Teknik sederhana ini membantu menjaga struktur punggung tetap kuat.

    • Perawatan Rutin agar Buku Tetap Bersih

    Debu menjadi musuh utama yang sering tak terlihat. Membersihkan buku secara berkala menggunakan kain lembut untuk menghindari penumpukan debu yang dapat menarik kelembapan dan memicu jamur. Membersihkan permukaan buku, rak, dan area sekitar secara rutin membantu mempertahankan kondisi halaman tetap bersih dan bebas bercak coklat.

    Menjaga buku agar tidak cepat kusam dan menguning bukan hanya soal estetika tetapi juga ketahanannya. Memperhatikan kondisi ruangan, cahaya, tata letak, dan perawatan rutin, buku dapat bertahan lama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tiap Ruangan Punya Warna Lampu Berbeda, Begini Penjelasannya


    Jakarta

    Pencahayaan merupakan aspek penting di rumah. Hampir setiap ruangan saat ini membutuhkan pencahayaan, tetapi warna cahaya tiap ruangan berbeda-beda lho.

    Umumnya kita mengenal cahaya lampu di rumah berwarna putih atau kuning. Padahal warna cahaya yang digunakan di rumah itu terbagi dalam 3 jenis, yakni warna warm white, natural, dan cold white.

    Warna cahaya ini dibedakan oleh Correlated Color Temperature (CCT) yang diukur dalam satuan kelvin (K). Warna ini dapat mempengaruhi mood, suasana, dan kenyamanan ketika melakukan kegiatan di dalam ruangan tersebut.


    Dalam Standar Pencahayaan Ruang SNI 03-6197-2000 pembagian warna cahaya ini sudah diatur. Dilansir dari jurnal berjudul Simulasi Dampak Pencahayaan Ruang pada Penggunaan Roster Sebagai Fasad Bangunan karya Eky Maulidin, berikut warna dan suhu warna lampu yang disarankan tiap ruangan.

    1. Teras

    Teras merupakan area terluar di rumah. Area ini bisa paling terang pada siang hari karena tidak ada yang membatasi cahaya matahari masuk. Apabila sudah malam, lampu yang bisa digunakan cahaya warm white bersuhu di bawah 3.000 K dan natural antara 3.300-5.300 K.

    2. Ruang Tamu

    Umumnya ruang tamu memakai warna lampu agak kekuningan karena ingin membuat suasana yang homey dan akrab. Namun, warna lampu yang disarankan adalah warna natural dengan suhu antara 3.300-5.300 K.

    3. Ruang Makan

    Ruang makan pada masing-masing rumah lokasinya berbeda-beda. Bahkan ada rumah yang tidak memiliki ruang makan. Warna cahaya lampu yang disarankan adalah warm white yang suhunya di bawah 3.000 K.

    4. Ruang Kerja

    Ruang kerja harus memiliki suasana yang bisa mendorong produktivitas. Suasana yang hangat dan nyaman justru membuat kita mudah mengantuk. Warna cahaya yang cocok adalah natural dengan suhu antara 3.300-5.300 K dan cool white yang suhunya lebih dari 5.300 K.

    5. Kamar Tidur

    Sama seperti ruang tamu, kamar tidur membutuhkan pencahayaan yang hangat dan dapat membantu istirahat sehingga disarankan memakai cahaya lampu warm white dengan suhu di bawah 3.000 K dan warna natural antara 3.300-5.300 K.

    6. Kamar Mandi

    Banyak yang berfikir jika warna lampu di kamar mandi harus terang karena minimnya jalur cahaya alami masuk. Konsep tersebut benar adanya karena memang warna lampu yang disarankan untuk kamar mandi adalah warna natural antara 3.300-5.300 K dan cool white antara lebih dari 5.300 K.

    7. Dapur

    Lalu, dapur ternyata tidak harus seterang kamar mandi, warna warm white dengan suhu di bawah 3.000 K dan warna natural antara 3.300-5.300 K sudah cukup.

    8. Garasi

    Garasi juga merupakan ruangan terluar dari rumah. Namun, umumnya garasi jarang dibuka kecuali saat memasukkan mobil. Warna cahaya lampu yang disarankan adalah natural dan cool white.

    Itulah pembagian warna cahaya lampu tiap ruangan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com