Tag: kelembapan

  • Cara Mengurangi Kelembapan Udara di Dalam Ruangan



    Jakarta

    Kelembapan udara yang tinggi pada ruangan dapat berdampak buruk untuk kesehatan para penghuninya. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya ventilasi udara pada ruangan tersebut.

    Kondisi inilah yang menyebabkan ruangan jadi lembap sehingga tak jarang muncul jamur. Terkadang jamur yang tumbuh itu beracun. Nah, untuk mengatasi hal ini kamu dapat mengurangi kelembapan udara pada ruangan tersebut.

    Lalu, bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut.


    Bahaya Kamar yang Lembap

    Ruangan atau kamar lembap dapat berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, terutama bila dibiarkan untuk waktu lama. Umumnya masalah yang menyerang adalah peradangan, alergi dan infeksi pada saluran pernapasan.

    Berikut ini beberapa bahaya tinggal dalam ruangan atau kamar yang lembap.

    Sulit Bernapas

    Ruangan yang lembap menjadi tempat yang efektif untuk jamur tumbuh. Pada kamar yang lembap, spora jamur, sel serta berbagai kuman dan bakteri banyak beredar di utara. Tentunya partikel asing ini akan terhirup pada saat Anda bernapas.

    Partikel asing ini dapat menjadi alergen atau iritan serta berisiko untuk mengiritasi paru – paru, hidung dan tenggorokan. Anda akan merasakan sulit bernapas pada ruangan yang lembap dan dapat memperparah kondisi seseorang yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma atau penyakit paru-paru

    Alergi

    Seringkali pada beberapa orang, berada pada ruangan atau kamar yang lembap dapat menimbulkan reaksi alergi. Biasanya seseorang yang alergi akan mengalami gejala seperti hidung gatal dan berair, mata berair, sering bersin hingga sakit tenggorokan.

    6 Cara Mengurangi Kelembapan Udara di dalam Ruangan

    Mengutip dari Courtina, Rabu (6/12/2023), ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan. Yuk! Simak penjelasan berikut.

    1. Menambah Ventilasi Rumah

    Dengan menambahkan ventilasi tambahan akan membuat udara dapat bersirkulasi dengan baik. Sirkulasi udara segar dari luar yang masuk terus menerus bisa membantu mengurangi pertumbuhan jamur pada ruangan. Selain itu juga, udara yang dihirup penghuni rumah akan lebih sehat.

    Kamu dapat menghitung jumlah ventilasi yang tepat di setiap ruangan dengan mempertimbangkan luas ruangan di rumah kamu. Pemasangan ventilasi yang terlalu berlebihan juga tidak baik untuk kondisi ruangan di dalam rumah kamu.

    2. Meletakkan Silica Gel di Sudut Ruangan yang Punya Kelembapan Tinggi

    Silica gel dapat berfungsi alat penyerap lembap yang cukup ekonomis karena dijual dengan harga murah di pasaran. Selain murah, silica gel juga mudah kamu temukan di toko-toko terdekat. Silica gel biasa berbentuk butiran-butiran kecil yang bisa letakkan di tiap sudut-sudut ruangan yang paling lembap.

    3. Gunakan Cat Dinding Anti lembap

    Kini cat dinding yang dijual di pasaran memiliki banyak inovasi terbaru. Tak hanya sekedar untuk mempercantik rumah. Tapi saat ini juga memiliki kegunaan lain sebagai cat anti lembap. Sehingga bisa membantu menjaga tingkat kelembapan di dalam rumah.Terutama pada dinding rumah.

    4. Meletakkan Tanaman Penyerap Udara lembap di Dalam Ruangan

    Beberapa jenis tanaman yang diletakkan di dalam ruangan dapat membantu mengurangi udara lembap. Pori-pori, akar, dan daun dari tanaman tersebut akan menyerap polutan dan juga mengendalikan kelembapan pada ruangan tersebut. Selain dapat menyerap udara lembap, tanaman tersebut juga dapat mempercantik dan memberikan kesan alami pada ruangan.

    Beberapa tanaman yang terbukti ampuh untuk mengurangi kelembapan yaitu ada ivy, chamomile dan spat film. Bunga ivy sangat cocok diletakkan di ruang tamu yang lembap karena tampilannya yang indah.

    Sedangkan untuk tanaman chamomile juga dapat membantu kamu merilekskan pikiran.Tanaman ini sangat cocok diletakkan di jendela kamar mandi dan dapur karena merupakan ruangan yang rawan lembap.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Kamu juga dapat memanfaatkan pembersih mengurangi kelembapan pada ruangan seperti dehumidifier. Alat ini merupakan perangkat elektronik yang berguna untuk menghilangkan udara yang lembap atau dapat juga dikatakan sebagai alat penyerap air dan menghasilkan udara yang lebih sehat. Dengan alat tersebut kamu dapat terhindar dari alergi dan gangguan kesehatan lainnya.

    6. Memasang Hygrometer pada Ruangan

    Untuk mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, kamu dapat memasang hygrometer di rumah. Dengan mengetahui tingkat kelembapan di suatu ruangan. Kamu dapat lebih mudah mengontrol dan menjaga agar kelembapan sesuai standar yaitu sekitar 40 hingga 60 persen. Selain itu dengan memasang hygrometer kamu bisa lebih hemat biaya karena dapat mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, dan alat pemanas sesuai dengan kebutuhan.

    Demikian cara mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bikin Rumah Sejuk Tanpa Harus Beli AC


    Jakarta

    Penggunaan AC bisa membuat ruangan di rumah terasa sejuk. Namun, penggunaannya secara berlebihan terkadang bisa membuat tagihan listrik membengkak.

    Ada beberapa cara untuk membuat ruangan di rumahmu terasa sejuk tanpa menggunakan AC. Salah satu caranya adalah menggunakan kipas angin.

    Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya untuk menyejukkan ruangan tanpa menggunakan AC. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Buka Jendela saat Suhu Turun

    Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat sedang panas di luar bisa membawa angin panas ke dalam rumah. Kamu bisa membuka jendela ketika suhu di luar lebih rendah daripada suhu di dalam ruangan agar angin segar masuk.

    Pakai Exhaust Fan

    tinted glass in the house. window dimming by dark film. hands apply tint film to the window. tint film on sky background. sky view through tinted glassIlustrasi exhaust fan Foto: Getty Images/iStockphoto

    Menggunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur bisa mengeluarkan udara panas dari kamar mandi dan peralatan dapur. Kamu juga bisa menggunakannya bersamaan dengan membuka jendela pada malam hari untuk mengeluarkan air panas dan membawa udara sejuk ke dalam rumah.

    Pasang Tirai

    Ilustrasi bukan jendelaIlustrasi penggunaan tirai Foto: Getty Images/Pongtep Chithan

    Menggunakan tirai bisa menahan sinar matahari masuk ke dalam rumah. Kamu bisa memilih tirai dengan warna terang karena dapat memantulkan cahaya.

    Pasang Kaca Film Surya

    Dilansir CNN Indonesia, kamu bisa menggunakan kaca film surya untuk menghalau sinar matahari agar ruangan tidak panas. Jika memasang tirai terasa mengganggu pemandangan, pertimbangkan untuk membeli kaca film surya dan tempelkan ke jendela. Ini dirancang untuk memantulkan atau menyerap panas tanpa menghalangi pandangan.

    Matikan Alat Elektronik yang Tidak Terpakai

    Matikan atau cabut alat elektronik seperti lampu, charger, dan lainnya yang sudah tidak dipakai. Alat-alat elektronik cenderung menghasilkan energi panas.

    Hias Ruangan dengan Tanaman

    Ilustrasi tanaman meja kerjaIlustrasi tanaman meja kerja Foto: Getty Images/iStockphoto/Tanya Paton

    Ruang hijau kerap terasa jauh lebih sejuk karena tanaman menyerap panas secara alami untuk fotosintesis. Coba pertimbangkan untuk mendandani ruangan Kamu dengan sejumlah tanaman hias.

    Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari sehingga Kamu dapat menemukannya di dekat jendela untuk memberikan keteduhan ekstra. Tanaman yang menyukai matahari termasuk lidah buaya dan tanaman monstera yang populer.G

    Gunakan Seprai Katun atau Linen

    Tips menyejukkan ruangan tanpa AC terakhir, hindari sutra atau bahan poliester lainnya ketika harus memilih bahan seprai tempat tidur karena ini memerangkap panas dan kelembapan (keringat).

    Gunakan bahan seperti katun dan linen, yang lebih adem dan memungkinkan panas menghilang, serta membuat kamu merasa sejuk sepanjang malam.

    Itulah beberapa cara menyejukkan ruangan di rumah tanpa menggunakan AC. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Tidur Terasa Pengap? Begini Cara Atasinya Biar Lebih Segar


    Jakarta

    Terkadang kamar tidur bisa terasa pengap, terutama saat cuaca panas. Susana kamar seperti ini bisa mengganggu istirahat penghuni rumah.

    Bukan hanya itu, hawa pengap di dalam kamar bisa menimbulkan masalah lainnya, seperti pertumbuhan jamur dan lumut. Nah, kalau kamu merasa kamar tidur pengap, segera atasi ya.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan hawa pengap di dalam kamar? Berikut penjelasannya seperti yang dilansir dari Focus on Energy, Jumat (4/10/2024).


    Tips Atasi Kamar Tidur yang Pengap

    1. Cek Ventilasi Udara

    Udara pengap biasanya terjadi di ruangan yang kurang ventilasi. Oleh karena itu, kamu harus sering mengecek ventilasi udara. Buka jendela dan pintu. Beberapa area rumah mungkin juga membutuhkan ventilasi spot.

    2. Pakai Dehumidifier

    Jika masalah udara pengap ini disebabkan oleh masalah kelembapan, maka menggunakan dehumidifier adalah solusinya. Dehumidifier bisa membantu mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan kelembaban itu langsung dari udara di ruangan mana pun yang membuat kamu kesulitan.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Jika ruangan kamu tidak memiliki ventilasi yang cukup, kamu harus menggunakan kipas angin. Dengan menggunakan kipas langit-langit, atau kipas angin di dalam ruangan yang pengap, kamu bisa menjaga udara tetap bergerak dan menghindari udara pengap.

    4. Tutup Kebocoran Udara

    Jika kamu menambahkan insulasi, pertimbangkan juga untuk menutup kebocoran udara. Hal ini membantu mencegah udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

    Kebocoran kecil pun bisa membuat debu, polusi, dan kelembapan masuk ke dalam rumah kamu. Menutup kebocoran udara membuat insulasi dan sistem pendingin di rumah kamu bisa bekerja lebih baik, sambil menjaga udara segar di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Tidur Terasa Pengap? Begini Cara Atasinya Biar Lebih Segar


    Jakarta

    Terkadang kamar tidur bisa terasa pengap, terutama saat cuaca panas. Susana kamar seperti ini bisa mengganggu istirahat penghuni rumah.

    Bukan hanya itu, hawa pengap di dalam kamar bisa menimbulkan masalah lainnya, seperti pertumbuhan jamur dan lumut. Nah, kalau kamu merasa kamar tidur pengap, segera atasi ya.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan hawa pengap di dalam kamar? Berikut penjelasannya seperti yang dilansir dari Focus on Energy, Jumat (4/10/2024).


    Tips Atasi Kamar Tidur yang Pengap

    1. Cek Ventilasi Udara

    Udara pengap biasanya terjadi di ruangan yang kurang ventilasi. Oleh karena itu, kamu harus sering mengecek ventilasi udara. Buka jendela dan pintu. Beberapa area rumah mungkin juga membutuhkan ventilasi spot.

    2. Pakai Dehumidifier

    Jika masalah udara pengap ini disebabkan oleh masalah kelembapan, maka menggunakan dehumidifier adalah solusinya. Dehumidifier bisa membantu mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan kelembaban itu langsung dari udara di ruangan mana pun yang membuat kamu kesulitan.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Jika ruangan kamu tidak memiliki ventilasi yang cukup, kamu harus menggunakan kipas angin. Dengan menggunakan kipas langit-langit, atau kipas angin di dalam ruangan yang pengap, kamu bisa menjaga udara tetap bergerak dan menghindari udara pengap.

    4. Tutup Kebocoran Udara

    Jika kamu menambahkan insulasi, pertimbangkan juga untuk menutup kebocoran udara. Hal ini membantu mencegah udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

    Kebocoran kecil pun bisa membuat debu, polusi, dan kelembapan masuk ke dalam rumah kamu. Menutup kebocoran udara membuat insulasi dan sistem pendingin di rumah kamu bisa bekerja lebih baik, sambil menjaga udara segar di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 5 Masalah yang Akan Terjadi Bila Rumah Dibiarkan Lembap


    Jakarta

    Kelembapan yang tinggi bukan hanya membuat rumah tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada rumah. Mencegah kelembapan sangat penting untuk dilakukan.

    Banyak yang akan terjadi apabila rumah dibiarkan terus-menerus lembap. Tidak hanya kerusakan pada rumah, tetapi juga akan mengganggu kesehatan pada penghuni rumah.

    Dengan memeriksa ventilasi tetap baik, akan mencegah adanya kelembapan.


    Melansir The Spruce, Minggu (3/11/2024), berikut beberapa masalah yang akan terjadi apabila rumah tetap dibiarkan lembap terlalu lama.

    Munculnya Jamur

    Jika rumah lembap, jamur akan tumbuh dengan cepat. Jamur dapat tumbuh dan menembus dinding, tetapi juga dapat tumbuh di permukaan lembut, seperti bantal atau karpet di area dengan ventilasi yang buruk.

    Jamu juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti asma atau alergi. Hal ini penting untuk segera diatasi sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius lagi.

    Wallpaper dan Cat Mengelupas

    Jika kelembapan tidak terkontrol, maka akan tercipta tempat berkembang biaknya embun di mana saja yang mengalami kondensasi berlebihan. Hal ini tentunya akan menyebabkan kertas dinding dan cat kamu mulai menggelembung dan terkelupas.

    Dengan hanya menutupi nya tidak akan menyelesaikan masalah, lapisan cat baru atau lapisan wallpaper baru tidak akan menyelesaikan masalah dalam hal kelembapan.

    Keadaan Furniture dan Dekorasi Memburuk

    Hal lain yang tidak mengenakan saat rumah memiliki tingkat kelembapan yang tinggi adalah furniture akan cepat lapuk, terutama yang terbuat dari bahan kayu. Apabila terjadi, akan menyebabkan kerusakan.

    Kerusakan Struktural

    Kelembapan yang tinggi akan benar-benar merusak struktural dalam rumah, seperti dinding, drywall, dan bahkan beton. Anehnya, kelembapan juga bisa merusak komponen logam, seperti balok penyangga.

    Kelembapan membuat balok-balok struktur rumah membengkak dan menyusut. Hal ini menyebabkan dinding retak dan menyebabkan lebih banyak kelembapan meresap ke dalam rumah kamu.

    Lantai Kayu Kendur

    Lantai kayu yang kendur adalah tanda bahwa rumah kamu terlalu lembap Lantai dapat kendur dan retak, yang membuat rumah kamu tidak aman bagi penghuninya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya Cuaca Lembab buat Rumah dan Kesehatan, Catat Cara Mengatasinya!



    Jakarta

    Cuaca lembab dapat memberikan dampak serius bagi rumah kamu. Kelembapan yang tinggi tidak hanya menciptakan suasana yang tidak nyaman, tetapi juga menjadi lahan subur bagi pertumbuhan jamur dan masalah kesehatan yang mengikutinya.

    Pahami lebih dalam tentang efek cuaca lembab dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi rumah serta kesehatan keluarga kamu.

    Pertumbuhan Jamur

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), jika rumah kamu cenderung lembap jamur dapat berkembang dengan cepat. Jamur bisa tumbuh dan merusak dinding, serta muncul di permukaan lembut seperti bantal atau karpet atau di area yang kurang ventilasi.


    Jamur dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti asma atau alergi, sehingga penting untuk segera menangani masalah ini.

    Cat dan Wallpaper Terkelupas

    Jika kelembapan tidak dikelola dengan baik, akan muncul area berembun di tempat-tempat yang mengalami kondensasi berlebih. Ini dapat mengakibatkan kertas dinding dan cat mulai melengkung atau terkelupas.

    Jangan pernah mencoba untuk menutupi masalah ini, sebab tidak akan menyelesaikannya. Jadi, menambahkan lapisan cat atau kertas dinding baru tidak akan mengatasi isu kelembapan yang ada.

    Furnitur yang Membusuk

    Tanda lain yang mengindikasikan bahwa rumah kamu memiliki kelembapan tinggi adalah furnitur yang mulai lapuk, terutama yang terbuat dari kayu. Ini juga bisa merusak papan lantai, terutama jika terbuat dari kayu dan rangka jendela.

    Menyebabkan Balok dan Kancing Struktural Mengembang dan Menyusut

    Kelembapan dapat menyebabkan balok struktural rumah kamu membengkak dan menyusut. Ini mengakibatkan dinding retak, yang memungkinkan lebih banyak kelembapan masuk ke dalam rumah.

    Cara Mengurangi Kelembapan Pada Rumah

    Pertama, dehumidifier bekerja sesuai namanya dan sangat efektif untuk menurunkan tingkat kelembapan di rumah kamu. Alat ini sangat berguna di area yang paling lembap, seperti ruang bawah tanah dan kamar mandi.

    Kedua, menggunakan kipas angin pembuangan saat kamu menggunakan banyak air, misalnya saat mandi atau memasak, hal itu dapat membantu mengurangi kelembapan di dalam rumah.

    Meskipun tampak sederhana, kiat-kiat ini cukup efektif dan tidak memerlukan biaya tambahan. Membuka jendela dapat dengan cepat menurunkan kelembapan, karena udara segar membantu menyerap kelembapan berlebih.

    Coba batasi penggunaan air, penggunaan air secara berlebihan bisa memicu kelembapan meningkat. Meskipun merepotkan, cobalah untuk mandi lebih singkat dan dengan air dingin jika memungkinkan.

    Terakhir, kamu bisa memasang monitor kualitas udara dalam ruangan yang akan memberi tahu jika ada hal yang perlu diperhatikan di rumah kamu. Alat ini dilengkapi dengan sensor kelembapan yang dapat memberikan rasa tenang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Efektif Bikin Rumah Nggak Mudah Lembap Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kelembapan di rumah meningkat. Hal ini bisa kamu ketahui dari munculnya noda hitam di sudut-sudut rumah. Kelembapan rumah yang meningkat ini jangan dianggap sepele karena dapat merusak tampilan rumah dan membahayakan kesehatan.

    Mengutip Telegrafi, cara mengatasi masalah kelembapan di rumah cukup beragam. Ada yang harus memperbaiki struktur rumah, ada yang cukup meletakkan alat pembersih udara instan. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan pemilik rumah.

    Dehumidifier merupakan alat yang dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Ini adalah cara instan dan paling cepat. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).


    “Semakin sedikit kelembaban yang Anda hasilkan di dalam rumah, semakin sedikit pula kondensasi yang terbentuk. Oleh karena itu, pikirkan bagaimana Anda akan menghilangkan kelembapan selama bekerja sehari-hari,” kata manajer layanan teknis Inggris di Rentokil, Nicholas Donnithorne mengutip dari The Sun pada Selasa (5/12/2024).

    Lalu, apabila perbaikannya sampai membongkar dan mengganti struktur bangunan, biasanya karena dampak dari kelembapan tersebut cukup parah. Sebagai contoh bisa timbul jamur di dinding, plafon, dan material kayu di rumah atau membuat dinding dan plafon bergelembung.

    Namun tenang, ada beberapa cara agar rumah tidak mudah lembap di tengah musim hujan seperti saat ini.

    1. Membuka Jendela

    Keberadaan ventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Sebagai contoh membuka jendela saat memasak dan mandi secara rutin dapat memberikan akses sinar matahari dan angin di rumah.

    2. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi.

    3. Jaga Suhu Ruangan

    WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan suhu di dalam rumah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Maka dari itu, penting untuk memiliki ventilasi yang cukup di dalam rumah atau setidaknya menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Isolasi Area Ini di Rumah, Bakal Rugi Sendiri!



    Jakarta

    Mengetahui di mana harus mengisolasi bagian rumah kamu akan membuat terasa nyaman dan aman sepanjang musim penghujan. Saat musim penghujan hampir tiba, beberapa pemilik rumah ingin tahu cara menjaga rumah yang tidak memiliki insulasi yang baik agar tetap hangat.

    Tetapi, terdapat beberapa area yang harus kamu pertimbangkan untuk mengisolasinya. Karena, jika insulasi tidak dipasang secara benar atau pada tempat yang salah, hal ini justru dapat menyebabkan lebih banyak kerugian dibandingkan dengan manfaatnya.

    Apa itu Isolasi?

    Melansir Home Building, Selasa (5/11/2024), jika mengambil pada pendekatannya, isolasi berarti membangun rumah yang sangat terisolasi serta kedap udara.


    Sederhananya, ini tentang membungkus rumah kamu dengan menggunakan selimut termal guna menciptakan rumah berkelanjutan yang tidak terlalu banyak membutuhkan pemanas, serta meningkatkan tingkat kenyamanan, dan mengurangi biaya listrik kamu.

    “Insulasi adalah komponen penting dari bangunan yang nyaman dan efisien, insulasi tidak hanya mengurangi kehilangan atau perolehan panas dengan menyediakan penghalang antara suhu dalam dan luar, tetapi penggunaannya juga dapat mendukung beberapa tantangan keberlanjutan dan pembangunan terbesar saat ini, mulai dari konsumsi energi hingga polusi suara dan ketahanan terhadap kebakaran,” kata Manajer produk GBU, James Francis.

    Area Ventilasi

    Melansir Ideal Home, pada Selasa (5/11/2024), ventilasi sering kali membuat rumah terasa lebih dingin, terutama pada saat musim-musim tertentu seperti musim penghujan ketika suhu mulai menurun.

    “Meskipun terasa berangin, kamu tidak boleh membiarkan insulasi menutupi area ventilasi atau menggunakan bahan anti angin untuk menyumbatnya,” ujar pakar properti dan konstruksi MyJobQuote.co.uk, Thomas Goodman, dalam kutipannya di Ideal Home.

    Dia menegaskan bahwa hal itu dapat menimbulkan masalah kelembapan yang signifikan dalam jangka panjang.

    Di Atas Kabel Listrik

    Sementara itu pendiri The Stairlift Store, Mark Glenney menerangkan insulasi loteng di atas kabel merupakan hal yang sulit. Kabel membutuhkan ruang untuk melepaskan panas dan membungkus insulasi dengan rapat pada area sekitar kabel atau kabel dapat memberikan resiko panas yang lebih.

    “Menutupi kabel dengan insulasi loteng umumnya baik-baik saja, tetapi kamu harus memastikan kabel kamu memiliki peringkat yang tepat dan pada kotak sambungan diisolasi dengan baik dan benar sehingga tidak terlalu panas dan menimbulkan resiko kebakaran,” ujar pendiri dan CEO Furbnow, Becky Lane.

    Hal itu juga tidak hanya bisa mengakibatkan kabel menjadi terlalu panas, tetapi juga bisa mengurangi kapasitas kabel untuk mengalirkan arus. Pada intinya, kabel hanya boleh ditutup dengan isolasi ketika seorang tenaga ahli listrik sudah mengkonfirmasi kalau hal ini tidak akan berdampak kepada kapasitasnya secara signifikan.

    Rongga pada Dinding Bangunan Lama

    Biarpun beberapa dinding rongga dapat diisolasi dan mungkin menjadi tempat paling sering untuk menambahkan isolasi, namun terdapat beberapa contoh di mana kamu lebih baik tak usah melakukannya. Karena isolasi pada dinding rongga yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah kondensasi.

    Jika kamu berencana untuk mengisolasi dinding rongga pada properti lama, sebaiknya kamu memakai bahan isolasi yang dapat bernapas guna mempertahankan kemampuan ini.

    Loteng

    Penyumbatan juga dapat menimbulkan terbentuknya kondensasi, kelembapan, serta jamur. Penting untuk kamu menjaganya supaya usia atap tidak terganggu.

    Hal yang harus kamu perhatikan juga adalah harus mengganti atap karena kamu salah mengisolasi atap.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Jamur Bukan Hanya Tumbuh saat Lembab, tapi Juga Suhu Panas



    Jakarta

    Jamur adalah masalah rumah tangga umum yang muncul pada tempat basah dan berventilasi buruk. Jamur menyebar melalui spora kecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Spora ini dapat ditemukan di dalam dan luar ruangan, serta ketika kondisinya tepat, jamur dapat mulai tumbuh dan berkembang biak.

    Jamur dapat tumbuh dan berkembang biak pada suhu yang lembap atau panas, simak pembahasan berikut untuk mengetahui dan mencegah di suhu berapa jamur dapat tumbuh.

    Pertumbuhan Jamur pada Suhu Dingin

    Melansir Union Restoration, pada (19/11/2024), jamur dapat tumbuh di berbagai suhu, namun ada kisaran suhu optimal untuk jamur tumbuh, yaitu sekitar 20 derajat celcius dan 86 derajat celcius. Namun faktanya, beberapa spesies jamur dapat tumbuh subur di suhu rendah yaitu 0 derajat celcius.


    Area dengan insulasi yang buruk atau bagi kamu yang tidak memiliki pemanas berhati-hatilah, karena hal ini dapat menciptakan titik dingin pada tempat jamur untuk bisa tumbuh subur. Tempat-tempat seperti ini biasanya ditemukan di banyak tempat, termasuk loteng dan ruangan yang sempit.

    Jika kamu menduga terdapat masalah jamur pada rumah, maka penting bagi kamu untuk segera mengambil tindakan untuk membasminya sebelum kamu menghadapi masalah kesehatan termasuk masalah pernapasan, alergi, serta infeksi.

    Pertumbuhan Jamur pada Suhu Panas

    Walaupun jamur lebih suka suhu sedang untuk pertumbuhannya, namun nyatanya jamur juga dapat bertahan di suhu panas. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena suhu tinggi saja tak dapat menghilangkan potensi pertumbuhan jamur.

    Jamur dapat berkembang biak pada suhu yang mencapai 49 derajat celcius, jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan kebanyakan orang. Namun, harus diperhatikan bahwa suhu yang sangat tinggi dapat memperlambat pergerakan pertumbuhan jamur.

    Ini merupakan salah satu alasan betapa penting untuk menjaga suhu rumah kamu pada tingkat sedang dan menghindari area yang terlalu panas atau dingin. Faktor-faktor lain seperti tingkat kelembapan, kadar air, dan bahan substrat juga berkontribusi terhadap pertumbuhan jamur.

    Dengan mengatasi faktor ini secara terpadu, kamu bisa menciptakan lingkungan yang kurang mendukung perkembangbiakan jamur dan menjaga ruang hidup yang jauh lebih sehat. Merawat dan membersihkan sistem HVAC pada rumah secara rutin dan memperbaiki kebocoran atau kerusakan akibat air dengan cepat juga dapat mencegah pertumbuhan jamur.

    Tingkat Kelembapan

    Kelembapan adalah faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan jamur, yang cenderung tumbuh pada tempat yang memiliki kelembapan tinggi, biasanya di atas 60% kelembapan relatif.

    Terdapat beberapa contoh kelembapan yang memengaruhi jamur untuk berkembang biak, seperti kamar mandi dan dapur. Kamar mandi merupakan ruangan yang memiliki tingkat kelembapan yang cenderung tinggi, karena terdapat pancuran bak mandi, serta wastafel.

    Sementara itu pada bagian dapur jamur tumbuh karena uap yang dihasilkan meningkatkan tingkat kelembapan pada dapur. Uap dapat terkumpul di permukaan, yang dapat menyebabkan pertumbuhan koloni jamur, apalagi jika tidak ada ventilasi yang memadai, karena hal itu dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada ubin, dinding, dan langit-langit.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Banyak Manfaat, 5 Tanaman Hias Ini Cocok Diletakkan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Bukan hanya di halaman rumah, tanaman hias juga ada yang bisa diletakkan di kamar mandi. Fungsinya bukan hanya sebagai filter udara dan menyedot kelembapan, melainkan bisa pula mempercantik tampilan kamar mandi.

    Perlu kamu ketahui, tidak semua tanaman bisa diletakkan di kamar mandi, terutama tipe tanaman yang membutuhkan sinar matahari langsung dan memiliki akar yang besar.

    Dilansir The Spruce, berikut beberapa tanaman yang bisa tumbuh dan diletakkan di kamar mandi.


    1. Sirih Gading

    selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

    Sirih gading atau pothos adalah tanaman yang bisa tumbuh tanpa tanah. Tanaman ini bisa tumbuh di dalam ruangan yang minim cahaya matahari. Perawatannya yang sederhana cocok untuk diletakkan di kamar mandi.

    Bahkan kamar mandi yang lembap, tanaman ini bisa tumbuh asalkan kamu rajin untuk mengganti air dan memotong batang paling bawah setiap minggu.

    Perlu diingat, sirih gading merupakan tanaman rambat, kamu bisa meletakkannya di dinding kemudian membuat media rambatan. Kamu tidak perlu membeli banyak tanaman, sirih gading yang tumbuh subur bisa merambat lebat.

    2. Lidah Mertua

    Cozy home interior decor, Sansevieria (snake plant) in ceramic pots on a white table on the background of a bed with decorative pillows, modern design on a sunny daySansevieria (snake plant) in ceramic pots Foto: Getty Images/iStockphoto/Inna Luzan

    Lidah mertua merupakan tanaman yang kerap dijumpai di Indonesia. Tanaman ini memiliki sejuta manfaat, salah satunya bisa sebagai filter udara kotor dan kelembapan pada suatu ruangan. Lidah mertua juga bisa hidup di tempat yang terang maupun minim cahaya. Kamu hanya perlu menyiramnya saat tanahnya mengering.

    3. Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Satu lagi tanaman yang sering ditemukan di Indonesia, yakni spider plant. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang panjang dan pipih. Semakin besar, jumlah daunnya akan semakin banyak dan menunduk.

    Selain tampilannya yang menarik, spider plant dikenal sebagai tanaman ‘tahan banting’ alias bisa tumbuh di lingkungan apapun, salah satunya kamar mandi. Spider plant mampu tumbuh di tempat dengan kelembaban tinggi dan di tempat minim cahaya.

    Pastikan kamu menggunakan pot dengan drainase yang baik agar udara juga bisa masuk ke dalam akar. Kamu cukup menyiramnya ketika tanahnya sudah mengering, mungkin seminggu atau dua minggu sekali.

    4. Peace Lily

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily in white flower pot on wood with black background. Foto: Dok. Istock

    Jika kamu ingin kamar mandi ditemani dengan tanaman yang memiliki bunga, kamu bisa membeli tanaman peace lily. Tanaman satu ini memiliki beberapa bunga lancip yang warnanya kontras dengan daunnya. Meskipun terkadang tidak tumbuh, tetapi sekalinya bunga peace lily muncul tampilannya akan berkali-kali lipat indahnya. Untuk perawatannya, kamu cukup menyiramnya setiap minggu dan memberi pupuk sekitar bulan April-Agustus.

    Peace lily bisa diletakkan di kamar mandi. Tanaman ini bisa hidup di tempat dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan minim cahaya, sangat cocok untuk diletakkan di kamar mandi.

    5. Aloe Vera

    Aloe Vera plant in a pot in a tiled bathroom with copy space to the rightAloe Vera plant in a pot in a tiled bathroom with copy space to the right Foto: Getty Images/iStockphoto/Peter Carruthers

    Tanaman ajaib berikutnya pasti kamu sudah tidak asing. Betul, tanaman ini bernama aloe vera atau lidah buaya. Selain bagus untuk perawatan diri dan obat, aloe vera cocok diletakkan di kamar mandi. Perawatannya pun mudah tidak harus sering disiram atau diberi pupuk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com