Tag: kelembapan

  • 7 Tanaman Ini Bisa Serap Kelembapan, Rumah Auto Bebas dari Jamur


    Jakarta

    Keberadaan jamur di rumah bisa jadi malapetaka terutama jika bentuknya adalah black mould. Pemicu adanya jamur adalah rumah terlalu lembap. Apabila dibiarkan, kesehatan penghuni rumah dapat terganggu, terutama pada bagian pernapasan.

    Salah satu cara untuk mengatasi kelembapan di rumah ternyata tidak perlu dengan merenovasi rumah, melainkan meletakkan beberapa tanaman yang memang mampu menyerap kelembapan.

    Sebenarnya saat ini sudah ada alat untuk menyerap kelembapan di rumah yakni dehumidifier. Namun, tidak semua orang bisa membeli alat canggih tersebut. Tanaman jauh lebih mudah dan banyak manfaat pula untuk penghuni rumah.


    Dilansir House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa mencegah pertumbuhan jamur di rumah.

    1. Pakis

    A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

    Pakis adalah tanaman yang memiliki daun yang ramping tetapi dapat melebar. Tanaman ini kebanyakan berwarna hijau dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Selain tampilannya yang menarik, tanaman ini juga memiliki manfaat yang berguna yakni menyerap kelembapan udara dan mencegah pertumbuhan jamur di sekitarnya.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Lidah buaya merupakan tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki banyak khasiat yang baik untuk kesehatan. Salah satunya adalah bisa menyerap kelembapan sehingga menutup celah bagi jamur untuk tumbuh. Lidah buaya juga aman diletakkan di dalam rumah bahkan di dalam kamar mandi sekalipun.

    3. Palem

    Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

    Tanaman hias satu ini memiliki banyak jenis yang rata-rata bisa ditanam di dalam pot dan tingginya cukup untuk menghiasi interior rumah. Ternyata tanaman palem memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengendalikan kelembapan dan mencegah timbulnya jamur.

    Palem bisa melakukan transpirasi yakni menyerap air melalui akar dan membuangnya kembali ke udara melalui daun. Jenis tanaman ini juga bisa menyerap bau dan asap sehingga bagus untuk menyaring udara di dalam rumah.

    4. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Tanaman lidah mertua juga cukup mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman ini banyak dipakai untuk menyerap polusi. Namun, ada satu kegunaannya yang jarang diketahui orang, tetapi sama pentingnya yakni dapat menyerap kelembapan. Jika kamu meletakkan tanaman ini di rumah, bisa dipastikan tidak akan repot merawatnya karena lidah mertua tidak butuh banyak disiram.

    5. Anggrek

    Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

    Anggrek adalah bunga hias yang harganya cukup mahal di pasaran, tergantung pada jenisnya. Selain cantik, tanaman ini ternyata bisa mencegah jamur merebak di rumah kita. Tanaman yang menyukai kelembapan ini dapat menyerap kelembapan udara di sekitarnya. Selain di ruangan inti, bunga anggrek bisa diletakkan di kamar mandi.

    6. Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman spider plant memiliki bentuk daun panjang dan ramping. Tanaman ini menarik karena warnanya yang cerah dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Tanaman ini ternyata bisa menyerap kelembapan dan polutan seperti formaldehida dan xilena di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

    7. Peace Lily

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Peace Lily adalah tanaman yang dapat mencegah jamur selanjutnya. Tanaman ini memiliki daun yang cantik yakni putih dengan bentuk yang unik. Namun, apabila kamu ingin dirawat di rumah, jauhkan dari anak-anak dan binatang peliharaan. Sebab, apabila sampai tertelan bisa menyebabkan keracunan. Di dalamnya terdapat kandungan kalsium oksalat yang beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Posisi yang Pas buat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Memasang exhaust fan di kamar mandi perlu dilakukan. Hal itu untuk menghilangkan kelembapan di kamar mandi.

    Tanpa exhaust fan, kamar mandi bisa semakin lembap dan memicu pertumbuhan jamur, lumut, bercak air di langit-langit, lantai, dan dinding. Adanya exhaust fan ini bisa mencegah kondisi lembap dan bau apek.

    Nah, agar bisa berfungsi maksimal, ada beberapa tempat yang pas untuk memasang exhaust fan di kamar mandi. Di mana saja posisinya?


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Di Area Paling Lembap

    Exhaust fan sebaiknya terletak di area kamar mandi yang lembap. Biasanya, area ini adalah area mandi atau yang terdapat shower maupun bathtub.

    Tujuannya adalah untuk menghilangkan udara basah dan lembap yang bisa menyebabkan jamur atau kerusakan akibat kelembapan.

    Di Saluran Pembuangan Terdekat

    Exhaust fan bisa dipasang di sisi atau atap rumah. Rencanakan lokasi exhaust fan kamar mandi sehingga saluran memiliki rute terpendek dan langsung, bisa lewat dinding atau atap. Sebab, saluran yang panjang justru bisa membuat exhaust fan kurang efektif dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kondensasi di dalam saluran.

    Jika dipasang di atap, pastikan tidak ada penghalang apapun seperti skylight, cerobong asap, maupun pemanas air. Memasang exhaust fan di dinding maupun atap tidak masalah, namun saluran pembuangan yang lebih pendek lebih baik.

    Itulah area yang pas untuk memasang exhaust fan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Lokasi Andalan buat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Exhaust fan merupakan kipas yang digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan kelembapan pada ruangan. Perangkat ini banyak digunakan di kamar mandi.

    Menurut arsitek Denny Setiawan, exhaust fan sangat berguna untuk mengurangi kelembapan di kamar mandi. Exhaust fan ini bisa menjadi solusi untuk kamar mandi yang kekurangan ventilasi udara.

    “Musuh dari kamar mandi itu bukan luasnya kesempitan, tapi kelembaban yang tidak keluar oleh ventilasi alami dan cahaya matahari sebagai disinfektan, membuat kamar mandi terasa lembab dan pengap. Kamar mandi yang pengap dan lembab Ini kemudian akan membawa penyakit bagi penggunanya,” kata Denny saat dihubungi Jumat (20/12/2024).


    Cara menghidupkan exhaust fan tidak sulit karena ada yang sudah otomatis menyala ketika lampu kamar mandi menyala sehingga tidak perlu menekan tombol apa pun.

    Untuk memaksimalkan kerjanya, exhaust fan harus dipasang di lokasi yang tepat. Dilansir The Spruce, berikut tempat yang tepat memasang exhaust fan.

    1. Plafon atau Atap Kamar Mandi

    Pemasangan exhaust fan sebenarnya tidak membutuhkan tempat yang luas. Diletakkan di bagian plafon juga bisa. Biasanya posisi ini cocok untuk lokasi kamar mandi yang terhimpit di antara 2 ruang sehingga tidak bisa sembarangan membuat lubang. Ketika memasang exhaust fan, siapkan juga saluran pembuangan yang langsung mengarah keluar.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Bagi yang memiliki kamar mandi yang luas bahkan seluas kamar tidur. Pasti di dalamnya terdapat area basah dan kering. Exhaust fan lebih cocok diletakkan di area yang basah dan paling mudah lembap. Area tersebut berada di dekat shower, bak mandi, atau keran. Letak exhaust fan tersebut bisa dipasang di plafon atau di atas shower.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Membuat ventilasi tidak susah, lubang yang cukup bisa membuang kelembapan kamar mandi. Namun jika memakai exhaust fan kamu tentu perlu jalur pembuangan. Maka pilih jalur yang paling pendek agar pembuangan cepat dan tidak ada yang terperangkap di jalurnya. Ukuran paling ideal untuk jalur ventilasi exhaust fan adalah 30 cm dari tutup ventilasi luar. Selain itu pastikan rute ventilasi tersebut lurus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rumah Bau Apek karena Kelembapan? Ini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Pernah mencium bau apek dari dinding rumah saat baru pulang dari liburan panjang atau rumah lama tak ditinggali? Waspada, bau tersebut bisa jadi tanda adanya kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.

    Bau apek memang umum terjadi di rumah yang lama tidak dihuni. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, membuat ruangan menjadi lembap dan pengap. Kondisi seperti ini sangat disukai jamur, dan saat mereka berkembang biak, spora yang dilepaskan menimbulkan aroma khas yang tidak sedap.

    Menurut situs The Spruce, jamur biasanya tumbuh di area seperti pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding rumah. Tak hanya mengganggu kenyamanan, spora jamur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Gejalanya bisa berupa mata gatal, bersin, ruam kulit, atau hidung tersumbat jika terpapar terlalu lama.


    Selain jamur, tumpukan debu yang tidak dibersihkan juga bisa memicu bau apek. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh saat rumah mulai tercium bau tak sedap.

    Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau apek karena kelembapan, terutama di dinding rumah:

    1. Buka Semua Ventilasi

    Langkah pertama, buka semua jendela, pintu, dan ventilasi rumah agar udara segar masuk dan mendorong udara lembap keluar. Hindari menyalakan AC karena hal ini akan menutup sirkulasi udara. Jika ada, gunakan kipas angin atau dehumidifier untuk membantu menurunkan tingkat kelembapan.

    2. Bersihkan Debu secara Menyeluruh

    Debu yang menumpuk juga bisa memicu bau tak sedap. Gunakan vacuum cleaner untuk menjangkau sudut-sudut yang sulit dibersihkan. Lakukan pembersihan dalam kondisi rumah tetap terbuka agar debu dan udara kotor bisa langsung keluar.

    3. Basmi Jamur dari Dinding

    Jamur yang menempel di dinding bisa dibersihkan dengan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Jika ingin alternatif alami, cuka juga cukup ampuh. Oleskan cuka ke permukaan yang berjamur, diamkan sejenak, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak lapisan dinding atau perabotan.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, pastikan bahan seperti wallpaper atau furnitur bisa dicuci. Coba dulu di satu titik kecil sebelum membersihkan seluruh permukaan. Gunakan cuka secara perlahan, jangan menggosok terlalu kuat,” ujar James Mellan-Matulewicz, Creative Director Bobbi Beck, dikutip dari Homes & Gardens.

    Dengan langkah-langkah tersebut, bau apek di dinding rumah akibat kelembapan bisa diatasi. Jangan tunda membersihkannya, karena semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko jamur menyebar dan mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Rayap yang Mulai Muncul di Bingkai Pintu



    Jakarta

    Kehadiran rayap adalah musuh bagi pemilik rumah yang punya banyak barang-barang berbahan dasar kayu. Biasanya, rayap menggerogoti furniture kayu hingga membentuk koloni. Tapi perlu diingat, rayap tak hanya menyerang furniture lho.

    Pemilik rumah juga harus memperhatikan rangka, struktur bangunan, jendela hingga pintu yang berbahan kayu. Bukan tak mungkin, rayap menyerang barang-barang itu.

    Lalu bagaimana cara mengusir rayap dan mencegahnya datang kembali? Begini triknya.


    Cara Usir Rayap di Rumah

    1. Menanam Catnip

    Catnip adalah tanaman yang bisa mengusir serangga secara alami. Tentunya, tanaman hias catnip juga akan mengusir rayap dengan baik.

    Ada banyak cara untuk menggunakan catnip dalam pengusiran rayap. Salah satunya adalah dengan menanam catnip di sekitar area yang terinfeksi rayap. Cara efektif lainnya adalah dengan mengoleskan minyak esensial beraroma catnip ke area yang terkena rayap.

    2. Menanam Mint

    Daun mint adalah salah satu pestisida alami yang bisa mengusir rayap. Bahkan, permen dengan rasa mint pun memiliki aroma yang kuat. Dengan begitu, rayap tentu akan kewalahan menghadapinya.

    Mint dapat digunakan untuk mengusir rayap secara efektif, dan bukan dari bahan kimia yang berbahaya. Kamu bisa menanam pohon mint di sekitar rumah untuk mendapatkan bantuan pengusiran rayap.

    3. Menanam Rumput Vetiver

    Vetiver adalah tanaman hias yang cocok dijadikan bahan sebagai pengusir rayap. Rumput vetiver memiliki kandungan senyawa kimia yang biasa disebut nootkatone. Senyawa ini mampu menangkal rayap serta berbagai macam hama lainnya secara alami.

    4. Semprot Insektisida

    Kimia (termisida), yang dapat diaplikasikan dalam beberapa cara yaitu melalui penyemprotan, atau pencampuran termisida dalam bentuk serbuk atau granula dengan tanah.

    Teknik penyuntikan pada bagian yang terserang rayap karena cara ini dapat membunuh rayap beserta koloni-koloninya.

    5. Taruh Kapur Barus

    Letakkan kamper atau kapur barus di sekitar area yang terserang karena rayap tidak suka dengan bau yang menyengat dan takut pada zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus.

    Tak hanya serangga pemakan kayu tersebut, serangga lainnya seperti kecoa, kepik, dan lainnya pun jadi enggan bersarang di lemari. Selain itu, kapur barus juga berguna untuk mengurangi kelembapan pada lemari agar tidak mudah ditumbuhi oleh jamur.

    6. Semprotkan Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Efeknya cukup ampuh karena mengandung racun yang dapat mengganggu sistem pencernaan rayap.

    Cara penggunaanya Masukkan cairan asam borat ke botol semprot agar mudah diaplikasikan. Lakukan penyemprotan pada beberapa sudut rumah yang dijadikan sarang oleh rayap, misalnya lemari, retakan tembok, dan sebagainya sesuai kebutuhan. Cara menghilangkan rayap di kayu seperti ini termasuk ampuh dan cepat prosesnya.

    7. Taruh daun Salam dan Kemangi

    Daun salam dan kemangi segar memiliki aroma kuat dan cukup menusuk, di mana aroma tersebut sangat tidak disukai oleh rayap.

    Cara mengusir rayap menggunakan daun salam dan kemangi mudah dilakukan. Letakkan daun segar di dalam lemari maupun perabot,

    8. Semprotkan Cairan Garam dan Sabun

    Campuran garam dan sabun juga ampuh usir rayap agar tidak kembali ke rumah. Sebab, kedua bahan tersebut apabila dicampurkan dapat mengganggu sistem pencernaan sekaligus pernapasan rayap, sehingga akan membuatnya mati pelan-pelan. Selain itu, aroma wangi sabun juga cukup mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun bagi rayap.

    Larutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair ke dalam botol spray. Setelah itu, semprotkan pada bagian lemari, lantai, maupun perabot yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    Cara Mencegah Rayap Muncul Lagi

    Lanjut halaman berikutnya

    Cara Mencegah Rayap Muncul Lagi

    Meski sudah melakukan perawatan dan mencoba cara untuk membasmi rayap tetapi tidak kecil kemungkinan rayap akan Kembali lagi, berikut adalah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah rayap kembali lagi ke rumah.

    1. Rutin Menjemur Furnitur Kayu

    Rayap paling suka menggerogoti sesuatu yang lembap. Salah satu cara paling mudah mencegah rayap memakan lemari adalah rutin menjemur perabot di bawah matahari.

    Pastikan setiap sisi furnitur berbahan kayu benar-benar kering dan tidak ada sisi yang lembap. Cara ini tidak hanya efektif untuk membasmi rayap kayu, tetapi juga dapat menghilangkan uap di dalam lemari.

    2. Beri Jarak Antara Furnitur dan Dinding

    Memberikan jarak antara perabot dan dinding. Apalagi, furnitur bahan kayu lebih mudah lapuk ketika berdekatan dengan dinding yang lembap.

    3. Hindari Kontak Langsung dengan Lantai Kayu

    Menggunakan trap dari material besi disarankan untuk menghindari jarak antara perabot dan lantai kayu

    4. Perhatikan Kebersihan Lingkungan Rumah

    Membersihkan Genangan air di Rumah salah satu cara termudah untuk melakukan pencegahan karena penyebab banyak rayap di rumah adalah adanya genangan air baik di selokan maupun di halaman, terutama di musim penghujan.

    5. Kurangi Kelembapan di Rumah

    Jika ada rembesan hujan ataupun keramik lantai yang rusak disebabkan oleh kebocoran saluran air harus segera di perbaiki agar rumah tidak menjadi lembap dan mudah diserang oleh rayap.

    6. Tutup Retakan Dinding dan Kusen

    Retakan dinding dan kusen yang sudah dihinggapi rayap akan sangat terlihat sebelum kerusakanya semakin parah segera perbaiki bagian tersebut. menggunakan semen putih, sebelum rayap membentuk koloni.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Mengecat Dinding di Musim Hujan Bikin Hasilnya Jelek?


    Jakarta

    Salah satu kunci agar hasil cat dinding bagus adalah menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering. Menimpa lapisan cat yang belum benar-benar kering justru merusak lapisan barunya karena cat akan sulit menempel.

    Salah satu faktor cat dapat mengering adalah formula dari cat tersebut, panas, dan sirkulasi udara di sekitarnya. Lantas, apabila mengecat di musim hujan yang lembap, apakah akan lebih sulit dan berpengaruh ke kualitas hasilnya?

    Menurut manajer konstruksi di ASAP Restoration LLC, Brandon Walker, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan pengeringan jauh lebih lama. Hal ini dapat memengaruhi kualitas cat, seperti cat yang diaplikasikan lebih tebal dapat menyebar atau ‘mengalir’ ke area lain karena tidak menempel.


    “Kelembapan tinggi juga dapat menyebabkan hasil akhir yang tidak merata. Jika beberapa bagian dikerjakan pada waktu yang berbeda dalam satu hari, dapat memengaruhi kualitas hasil akhir,” katanya seperti yang dikutip pada Selasa (9/9/2025).

    Ia mengatakan hasil akhir yang kurang memuaskan seperti itu bisa diperbaiki, tetapi setelah lapisan pertama benar-benar kering.

    Mengecat asal-asalan di saat musim hujan yang benar-benar lembap juga memberikan celah pertumbuhan jamur. Bentuk jamur yang sering ditemui pada dinding seperti noda berwarna yang bentuknya abstrak. Apabila disentuh, biasanya tidak memiliki tekstur, masih sama seperti dinding pada umumnya. Lama kelamaan juga akan muncul jalur air pada dinding.

    Pertimbangan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pertama-tama adalah mengukur kelembapan udara apakah memungkinkan untuk mengecat. Sebab, udara lembap dapat membuat cat kering lebih lama dibandingkan saat cuaca cerah. Pemilik rumah dan tukang juga harus sabar menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering.

    2. Kondisi Permukaan

    Hampir semua masalah pada dinding disebabkan oleh garam alkali. Kemunculannya biasanya dikarenakan kondisi dinding yang lembap. Cara mengatasinya bukan dengan mengecat ulang, melainkan memperbaiki hingga ke bagian acian.

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Cara mengatasinya adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Kitchen Set Kayu Bisa Berjamur dan Ambruk



    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari penyimpanan di dapur yang umumnya dipasang di atas dan di bawah kompor. Kitchen set menjadi unsur yang penting di dapur dan harus dirawat dengan baik.

    Saat memasang kitchen set pastikan bahan yang dipakai tahan terhadap kelembapan karena dapur merupakan salah satu ruangan yang mudah sekali lembap. Sumber kelembapan ini berasal dari tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak menurut JMT Kitchens and Bedrooms.

    Kelembapan tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur. Tanda kitchen set telah ditumbuhi jamur adalah muncul noda berwarna, seperti putih, coklat, hijau, hingga hitam dengan serabut halus di permukaannya.


    Bahan yang biasa berjamur adalah kayu. Apabila didiamkan, jamur dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur. Selain berjamur, material dari kayu juga rawan jadi sasaran rayap sehingga perawatannya harus ekstra jika ingin membuat kitchen set dari kayu.

    Beruntungnya masalah ini sebenarnya sudah ada solusinya. Banyak produsen kayu melapisi material tersebut dengan cat khusus yang bisa melindungi kayu dari jamur dan rayap sehingga tahan lama.

    Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

    Saat ini sudah terdapat berbagai jenis material kitchen set yang tersedia. Hasilnya pun tidak kalah menarik dari kitchen set kayu. manajer FurnitureMu, Sidiq, menyarankan untuk memilih material seperti PVC board dan aluminium yang lebih tahan terhadap jamur.

    “Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Tak Menentu Bikin Rumah Mudah Lembap, Begini Atasinya


    Jakarta

    Kelembapan merupakan musuh utama rumah. Ketika rumah terlalu lembap berbagai masalah akan muncul, mulai dari masalah pada bangunan dan kesehatan.

    Rumah yang lembap dapat memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang dapat merusak tampilan rumah, merusak cat, plafon, hingga material perabotan, serta memicu penyakit pernapasan yang tidak disangka-sangka.

    Di masa-masa seperti saat ini, cuaca panas dan hujan sedang tidak menentu, potensi rumah jadi lebih lembap sangat besar. Pemilik rumah harus lebih mewaspadai terhadap kenaikan kelembapan di rumah. Dilansir dari Telegrafi, cara mengatasinya bukan dengan membongkar rumah, melainkan ada cara-cara sederhana yang bisa diikuti dan ada yang instan juga. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.


    1. Jaga Suhu Ruangan

    Suhu ruangan yang ideal menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO adalah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Apabila sudah lewat dari batas tersebut, pemilik rumah perlu melakukan sesuatu. Salah satu cara paling praktis adalah sering-sering membuka jendela agar sirkulasi di dalam rumah teratur. Bisa juga dengan menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Cara yang tak kalah instan, tetapi memang perlu mengeluarkan uang adalah membeli Dehumidifier. Alat tersebut dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).

    2. Membuka Jendela

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membuka jendela merupakan cara sederhana dan wajib dilakukan agar rumah tidak terasa pengap dan terisolasi. Terutama saat memasak dan mandi karena pada di ruang yang tidak begitu luas tersebut memerlukan sirkulasi udara yang baik.

    3. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan ruangan di rumah yang paling berpotensi cepat lembap. Alasannya kamar mandi umumnya ruangannya berada di dalam rumah, minim ventilasi, dan selalu basah sehingga air yang berkumpul di dalamnya bisa menyebabkan ruangan cepat lembap. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi. Hindari juga meletakkan handuk basah sembarangan karena jamur bisa tumbuh di mana saja asal ada area yang lembap.

    Itulah cara untuk mengatasi rumah yang lembap, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Rumah Lembap Jadi ‘Surga’ Kutu Busuk, Begini Penjelasan Ahlinya



    Jakarta

    Kelembapan yang terlalu tinggi di dalam ruangan kerap menjadi pemicu berbagai masalah, termasuk meningkatnya potensi serangan hama. Potensi hama yang muncul di ruangan lembap salah satunya adalah kutu busuk. Hal itu dikarenakan udara lembap menyediakan kondisi yang ideal bagi mereka untuk bertahan dan berkembang.

    Kutu busuk sebenarnya tidak membutuhkan banyak hal untuk hidup, tetapi mereka sangat peka terhadap kondisi sekitar, terutama kelembapan. Saat udara menjadi lebih lembap, tubuh mereka bisa bertahan lebih lama tanpa makan dan tetap aktif bergerak untuk mencari inang. Inilah sebabnya mengapa rumah yang terasa lembap sering kali menjadi lokasi ideal bagi pertumbuhan kutu busuk.

    Dilansir dari situs E&G Exterminators, Kamis (20/11/2025), berikut penjelasan mengenai kelembapan bisa memengaruhi kehidupan dan penyebaran kutu busuk.


    Kelembapan Membantu Kutu Busuk Bertahan

    Menurut E&G Exterminators, kutu busuk tidak minum air secara langsung, melainkan menyerap kelembapan dari udara. Karena itulah kelembapan relatif di atas 50 persen dapat membantu mereka mencegah dehidrasi, memperpanjang masa hidup, dan tetap aktif.

    Telur kutu busuk cenderung menetas lebih baik dalam kondisi lembap, sehingga siklus hidup mereka berjalan lebih efisien. Selain itu, kelembapan tinggi mendorong aktivitas mereka berlangsung lebih lama. Pada kondisi kering, kutu busuk bisa pasif atau lebih jarang mencari inang, namun pada lingkungan lembap perilaku mereka menjadi lebih agresif karena tubuh mereka aman dari risiko kekurangan air.

    Tanda Kemunculan Kutu Busuk di Ruangan Lembap

    Ruangan yang lembap biasanya membuat tanda-tanda keberadaan kutu busuk lebih mudah terlihat. Beberapa gejala yang sering muncul adalah bercak kecokelatan di seprai, bau manis yang agak apek dari feromon (zat kimia) kutu busuk, serta ditemukannya telur atau kulit kutu busuk yang rontok di lipatan kasur.

    Kelembapan dan suhu hangat juga membuat mereka lebih aktif bergerak.Mereka bisa berpindah ke furnitur berlapis kain, celah dinding, sofa, karpet, dan furnitur lainnya.

    Selain mempercepat penyebaran, kondisi lembap juga bisa meningkatkan risiko reaksi alergi pada sebagian orang. Kombinasi kutu busuk dan kelembapan dapat memperparah iritasi atau sensitivitas kulit akibat gigitan.

    Cara Mengendalikan Kutu Busuk di Lingkungan Lembap

    E&G Exterminators menegaskan bahwa mengatasi kutu busuk di ruangan lembap membutuhkan beberapa cara. Namun, banyak metode mandiri tidak mampu menjangkau telur atau kutu busuk yang bersembunyi di celah-celah furnitur, apalagi jika kelembapan masih tinggi dan terus mendukung perkembangan mereka.

    Ahli pengendalian hama biasanya menggunakan strategi terpadu. Cara-cara tersebut dilakukan mulai dari inspeksi mendalam, perlakuan yang bertahap, hingga mengurangi sumber kelembapan dalam rumah.

    Penurunan kelembapan melalui perbaikan ventilasi, menutup kebocoran, atau penggunaan dehumidifier dapat membantu memperlambat siklus hidup kutu busuk. Namun keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kombinasi antara pengendalian lingkungan dan penanganan untuk benar-benar memutus siklus hidup kutu busuk di rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda di Plafon Belum Tentu Karena Bocor, Bisa Jadi Ini Biang Masalahnya!



    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, banyak pemilik rumah terkejut ketika menemukan noda lembap atau bercak kekuningan di plafon. Padahal, atap terlihat baik-baik saja dan tidak ada tanda kebocoran. Fenomena ini mungkin saja bukan rembesan hujan, melainkan kondensasi uap air yang diam-diam terbentuk di balik lapisan atap.

    Ketika kelembapan dalam rumah meningkat, baik akibat aktivitas harian seperti mandi, memasak, hingga kualitas ventilasi yang buruk, uap air akan naik dan bertemu dengan permukaan yang lebih dingin di area langit-langit. Di titik inilah uap berubah menjadi tetesan air, memicu bercak, noda, hingga potensi jamur yang bisa merusak interior rumah.

    Dilansir dari Home and Garden, berikut beberapa penyebab kondensasi di plafon dan cara mengatasinya.


    Penyebab Kondensasi di Plafon

    Tingkat Kelembapan Dalam Ruangan yang Tinggi

    Aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci bisa meningkatkan kelembapan udara di dalam rumah. Jika kelembapan ini tidak dikontrol, uap air akan naik ke bagian langit-langit dan berkondensasi di permukaan plafon atau bagian rangka atap.

    Isolasi Plafon yang Buruk

    Insulasi yang kurang atau tidak merata bisa menciptakan titik dingin. Pada bagian tersebut, suhu bisa lebih rendah, sehingga udara lembap yang bersentuhan di sana akan lebih mudah mengembun.

    Ventilasi yang Tidak Efisien

    Kurangnya aliran udara di loteng atau ruang atas plafon membuat uap air sulit keluar. Tanpa ventilasi yang baik, kelembapan akan terus menumpuk, memperbesar peluang kondensasi.

    Kebocoran Atap yang Meniru Kondensasi

    Kadang noda di plafon menyerupai bekas kebocoran, namun sebenarnya berasal dari kondensasi. Perlu diketahui perbedaannya agar solusi yang diambil tepat.

    Penyaluran Udara Panas

    Struktur bangunan seperti rangka baja atau kayu bisa menjadi penyaluran panas, yaitu bagian yang memindahkan panas dengan cepat dan menciptakan area yang lebih dingin. Titik-titik ini rentan menjadi lokasi embun uap air.

    Cara Menangani & Mencegah Kondensasi di Plafon

    Berikut beberapa langkah efektif untuk mengatasi masalah kondensasi dan mencegah munculnya bercak di plafon.

    Kurangi Kelembapan Dalam Ruangan

    Penggunaan exhaust fan di kamar mandi dan dapur bisa dilakukan, untuk mengeluarkan uap lembap dalam ruangan. Gunakan juga ventilasi yang cukup besar agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar. Pertimbangkan juga untuk memakai dehumidifier jika kelembapan ruangan sangat tinggi.

    Perbaiki Insulasi Plafon

    Tambahkan atau perbaiki lapisan insulasi di plafon untuk mengurangi titik dingin. Insulasi yang baik akan menjaga suhu bagian dalam plafon agar lebih stabil, mengurangi risiko embun.

    Tingkatkan Ventilasi Loteng

    Pastikan ruang loteng memiliki ventilasi yang cukup agar udara lembap bisa keluar. Ventilasi yang baik dapat sangat mengurangi penumpukan kelembapan.

    Identifikasi dan Atasi Thermal Bridging

    Cari bagian struktur yang mungkin berfungsi sebagai penyaluran udara panas, misalnya rangka kayu ataupun logam. Perkuat isolasi di sekitar area tersebut.

    Pastikan Bukan Karena Kebocoran

    Sebelum menyimpulkan bahwa masalahnya berasal dari kondensasi, periksa terlebih dahulu apakah ada kebocoran pada atap, talang, atau saluran air. Kondensasi sering terlihat mirip dengan air menetes akibat kebocoran, sehingga mudah membuat orang salah diagnosis. Dengan memastikan semua jalur air dan struktur atap dalam kondisi baik, sumber masalah yang sebenarnya dapat diketahui dan dapat menentukan langkah perbaikan yang tepat.

    Mengeringkan Plafon yang Basah

    Jika plafon sudah lembap, lakukan pengeringan dengan hati-hati agar uap air yang mengendap bisa hilang sebelum menyebabkan jamur atau kerusakan struktur.

    Itulah penyebab noda yang muncul di plafon karena kondensasi dan cara penanganannya. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com