Tag: keluarga

  • Sering Dikira Sama, Ini 4 Perbedaan Kasur Ukuran King dan Queen


    Jakarta

    Banyak orang yang dilema saat membeli tempat tidur. Sebab, mereka ingin membeli kasur yang empuk dan nyaman agar kualitas tidur tetap terjaga baik.

    Selain soal kenyamanan, hal yang harus diperhatikan saat membeli kasur adalah tentang ukurannya. Adapun dua jenis kasur yang banyak dibeli orang, yakni ukuran king dan queen.

    Banyak yang mengira kalau kasur king dan queen adalah sama karena sekilas punya ukuran yang hampir mirip. Padahal, keduanya memiliki sejumlah perbedaan dari segi ukuran hingga harga.


    Ingin tahu perbedaan antara kasur king dan queen? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perbedaan Kasur King dan Queen

    Ada sejumlah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen. Agar tidak salah saat membelinya, simak perbedaannya di bawah ini yang dilansir situs Sleep Foundation:

    1. Ukuran

    Perbedaan yang paling jelas terlihat adalah dari segi ukurannya. Meski sama-sama besar, tapi ukuran queen justru lebih kecil daripada king bed.

    Kasur ukuran king memiliki panjang 180 cm dan lebar 200 cm. Sementara queen bed punya ukuran sedikit lebih kecil, yakni 160 x 200 cm.

    2. Sesuaikan Kebutuhan

    Karena memiliki ukuran lebih lebar, kasur king size dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak kecil. Tempat tidur ini cocok bagi keluarga yang memiliki anak kecil dengan usia di bawah 3 tahun.

    Sementara itu, kasur queen bed lebih cocok untuk pasangan yang baru menikah karena hanya muat untuk dua orang dewasa. Sebenarnya masih bisa menampung satu anak kecil, tapi dikhawatirkan akan terasa sempit.

    3. Tentukan Ukuran Kamar

    Selain membeli kasur sesuai kebutuhan, pastikan juga kamu telah mengukur kamar tidur di rumah. Jangan sampai sudah membeli kasur yang besar tapi ternyata tidak muat atau justru bikin sempit ruangan.

    Kasur ukuran king sangat cocok ditempatkan untuk kamar yang luas. Apabila kamar tidur di rumah minimalis dan ukurannya cukup kecil, maka queen bed bisa menjadi pilihan terbaik.

    4. Harga

    Mengenai harga, baik kasur ukuran king atau queen memiliki banderol yang berbeda-beda. Selain karena dibedakan oleh jenisnya, harga kasur juga tergantung dari mereknya.

    Di berbagai situs marketplace, harga kasur ukuran king dibanderol mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 25 juta. Sementara tempat tidur jenis queen bed punya harga mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 22 jutaan.

    Sejumlah merek kerap menawarkan beberapa promo menarik dan paket bundling. Jadi, harga kasur bisa jauh lebih murah sekaligus mendapatkan bantal, guling, dan seprai.

    Itulah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen bed. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Sederhana Bikin Ruang Tamu Terlihat Rapi dan Nyaman


    Jakarta

    Ruang tamu merupakan area yang krusial di dalam rumah. Tidak hanya digunakan untuk tempat berkumpul keluarga, tapi juga untuk menjamu tamu yang berkunjung ke rumah.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan ruang tamu agar selalu rapi dan nyaman. Namun terkadang, ruang tamu bisa terlihat berantakan karena banyak tumpukkan barang atau sofa yang jarang dicuci.

    Padahal, menjaga ruang tamu agar tetap rapi dan nyaman terbilang sangat mudah lho. Penasaran? Simak sejumlah tipsnya dalam artikel ini.


    Tips Sederhana Bikin Ruang Tamu Terlihat Rapi

    Ada beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan penghuni sehingga ruang tamu jadi terlihat berantakan. Dilansir dari situs The Spruce, berikut cara sederhana membuat ruang tamu jadi rapi dan nyaman:

    1. Gunakan Ruang Tamu Sesuai Tujuannya

    Pada dasarnya, ruang tamu merupakan area yang digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga. Namun, ada beberapa orang yang memanfaatkannya sebagai tempat untuk menyantap makanan.

    Padahal, sisa-sisa makanan bisa saja jatuh ke atas sofa. Selain itu, bumbu makanan mungkin bisa menempel di sofa atau bantal sehingga menimbulkan noda dan bau.

    Meski begitu, tidak masalah jika penghuni rumah menikmati camilan lezat di ruang tamu sambil menonton film kesukaan, asalkan tidak ada sisa makanan yang jatuh dan segera buang bungkus camilan ke tempat sampah.

    2. Hindari Meletakkan Barang di Atas Meja

    Salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan banyak orang adalah meletakkan aneka barang di atas meja ruang tamu, seperti kunci kendaraan, jam tangan, handphone, hingga botol minum. Terkadang, benda tersebut dibiarkan semalaman dan bikin ruang tamu jadi tampak berantakan.

    “Jauhkan barang-barang yang tidak seharusnya ada di ruang tamu. Jagalah ruangan tersebut sebagaimana mestinya, bukan tempat berkumpulnya barang-barang yang berantakan dan acak-acakan,” kata pakar interior Macie Kreutzer.

    3. Sediakan Keranjang di Ruang Tamu

    Kebiasaan orang meletakkan aneka barang di atas meja membuat ruang tamu jadi terlihat berantakan. Pakar tata ruangan Mindy Godding menyarankan untuk membeli keranjang minimalis dan sederhana yang berfungsi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

    “Saya suka menggunakan keranjang hias minimalis untuk mengumpulkan berbagai macam barang di ruang tamu, seperti boneka anjing, majalah, dan mainan anak-anak,” ungkap Godding.

    Godding menyarankan membeli keranjang barang yang sesuai dengan dekorasi atau konsep hunian. Penghuni rumah juga bisa membeli keranjang berukuran kecil untuk menyimpan benda seperti kunci kendaraan atau jam tangan.

    4. Sediakan Baki Minimalis

    Baki tidak hanya digunakan untuk membawa makanan, tapi juga berfungsi sebagai dekorasi ruangan. Sebab, ada banyak desain baki minimalis yang dapat mempercantik interior.

    Selain digunakan untuk menghias ruangan, baki juga bisa dimanfaatkan untuk meletakkan aneka benda seperti remote TV, majalah, atau remote kipas angin. Dengan begitu, meja di ruang tamu akan tetap terlihat rapi dan tidak dipenuhi oleh berbagai barang.

    “Baki sangat serbaguna! Meletakkan baji yang cantik di meja kopi atau sudut meja akan membuat ruang tamu lebih terlihat rapi,” jelas Kreutzer.

    5. Rutin Membersihkan Sofa dan Bantal

    Tidak hanya terlihat rapi, ruang tamu juga harus tampak bersih agar tidak mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, dianjurkan untuk membersihkan ruang tamu minimal seminggu sekali.

    Godding menyebut membersihkan ruang tamu bisa dilakukan dengan sederhana, yakni cukup menyingkirkan barang yang menumpuk di meja atau sofa. Lalu, sapu dan pel lantai ruang tamu agar bersih dari debu.

    Jika penghuni rumah bekerja dengan cepat, hanya butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk membersihkan ruang tamu agar rapi.

    “Jika ruang tamu digunakan bersama seluruh keluarga, ubah rutinitas sederhana ini menjadi aktivitas bersama agar memberikan kenyamanan bagi semua orang,” pungkas Godding.

    Itulah lima tips sederhana agar ruang tamu terasa rapi dan nyaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak Ideal TV dengan Sofa di Ruang Keluarga



    Jakarta

    Biasanya rumah suka dilengkapi dengan TV sebagai hiburan dan sumber informasi bagi penghuni rumah. Perangkat ini biasanya ditaruh di ruang keluarga atau kamar tidur.

    Tidak asal taruh, penempatan TV perlu mempertimbangkan jarak nonton penghuni. Jarak TV dengan tempat duduk atau sofa penontonnya tidak boleh terlalu dekat. Jika terlalu dekat, dikhawatirkan mata menjadi cepat lelah.

    Perlu diketahui, semakin besar ukuran TV, maka jarak penonton semakin jauh pula. Nah, hal ini bisa menjadi pertimbangan penghuni ketika ingin memilih TV yang cocok buat ruang nonton.


    Memang, berapa seharusnya jarak antara TV dan tempat duduk di rumah? Berikut ini penjelasannya.

    Dikutip dari Herne Bay Domestics, penghuni perlu paham dulu soal ukuran TV. Ukuran tersebut diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

    Kemudian, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Berbeda dari ruang keluarga, cara hitung jarak buat kamar tidur itu dari TV ke posisi bantal di kasur.

    Untuk menentukan jarak aman menonton TV, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Salah satu caranya, penghuni mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

    Sebaliknya, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut hanya perlu dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Sebagai contoh, apabila TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah jarak yang jarak ideal TV dengan tempat duduk berdasarkan ukuran TV. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 36 Butuh Berapa? Ini Estimasi Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilik tanah kosong bisa membangun rumah sendiri. Tak harus langsung bangun rumah megah, pemilik bisa memulai dengan rumah yang sederhana.

    Jika lahan yang dimiliki terbatas, pemilik dapat mempertimbangkan rumah tipe 36. Namun, kalau butuh lebih banyak ruang, rumah tersebut bisa dibuat dua lantai. Tipe rumah ini cocok buat keluarga kecil di perkotaan.

    Saat hendak membangun rumah, pemilik perlu mengetahui gambaran biayanya. Hal ini penting untuk menyiapkan dan yang cukup dan menjalankan proyek sesuai budget.


    Lalu, berapa estimasi biaya untuk membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai? Berikut ini penjelasannya.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 36

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan pembangunan rumah dua lantai bisa memakan biaya mulai dari Rp 4,8 juta hingga Rp 5 juta per meter persegi. Biaya tersebut berbeda tergantung lokasi pembangunan.

    Biaya itu sudah mencakup semua material konstruksi, seperti pasir, semen, bata ringan, genteng, dan cat. Begitu juga dengan upah tukang borongan, biayanya sudah termasuk dalam harga tersebut.

    Pemilik bisa saja mendapatkan harga yang lebih murah tergantung pemilihan material bangunan. Misalnya, lantai rumah menggunakan keramik kualitas KW 1 yang lebih terjangkau.

    “Kalau misalkan atapnya pakai yang genteng keramik tuh lebih mahal lagi, karena dia per pieces-nya sudah Rp 12 ribu, beda dengan atap spandek karena lembaran,” kata Wildan saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Biaya pembangunan juga hanya berlaku untuk membuat bangunan rumah standar. Pemilik mesti menyiapkan dana lebih untuk instalasi listrik, pembuatan taman, pagar rumah, dan kanopi.

    Terpisah, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki pernah mengingatkan agar pemilik menyiapkan dana darurat sekitar 10-15 persen dari total biaya bangun rumah. Langkah tersebut untuk mengantisipasi kalau membutuhkan biaya lebih saat bangun rumah.

    Sebagai contoh, pemilik tanah ingin membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai. Dengan asumsi biaya pembangunannya sekitar Rp 4,8 juta per meter persegi, berikut ini estimasi biaya yang perlu disiapkan.

    • Biaya konstruksi: 72 m2 x Rp 4.800.000 per m2 = Rp 345.600.000.
    • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 51.840.000

    Total Biaya: Rp 345.600.000 + Rp 1.000.000 + Rp 51.840.000 = Rp 398.440.000

    Secara keseluruhan, biaya yang perlu disiapkan pemilik untuk bangun rumah tipe 36 dengan dua lantai sekitar Rp 398 jutaan. Perlu diingat, biaya ini hanya estimasi untuk pembangunan rumah sederhana.

    Pemilik bisa menekan biaya kalau menggunakan material sederhana tapi berkualitas. Sebaliknya, biaya akan semakin mahal kalau mengusung konsep hunian tertentu, misalkan modern atau skandinavia.

    Itulah perkiraan biaya untuk membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran Minimal Kolam Renang yang Ideal di Rumah Menurut Arsitek



    Jakarta

    Punya lahan yang luas di rumah terkadang bingung bagaimana cara memanfaatkannya. Jika detikers mengalami hal yang sama, coba bikin kolam renang untuk sarana olahraga dan rekreasi di rumah.

    Anggapan bahwa membangun kolam renang harus punya lahan luas itu nggak benar adanya. Lahan yang luas hanya dibutuhkan jika detikers mau buat kolam renang berstandar internasional yang biasa dipakai untuk olimpiade. Umumnya luasnya 25-50 meter persegi.

    Ada pun kolam renang di rumah yang hanya untuk dipakai pribadi, menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan tidak ada ketentuan ukuran khusus. Pemilik rumah dibebaskan menentukan luasnya yang disesuaikan dengan lahan, fungsi, dan konsep rumah.


    “Di rumah tinggal tidak ada batasan minimum atau maksimum. Berbeda kalau misalnya kita bicara kolam renang sebagai sport itu kita butuh minimal 25 meter,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Meskipun tidak ada ketentuan luas maksimal, Denny mengatakan kolam renang minimal bisa untuk meluruskan kaki dan berendam. Luas minimal yang cukup untuk ketentuan tersebut adalah 2,4 meter persegi. Oleh karena itu, saat ini banyak kolam renang mungil yang hanya muat untuk berendam.

    “Tapi ada batas minimum lebar kolam renang yang ideal yaitu adalah 2,4 meter. Ya, karena tepak atau depak manusia itu lebarnya kurang lebih adalah sekitar 1,6 meter, 80 cm ke kiri, 80 cm ke kanan. Nah, dengan 2,4 meter artinya kita bisa punya space di kiri dan kanan masih bisa sekitar 30-30 itu masih ideal untuk kolam renang,” jelasnya.

    Lalu, Denny sangat menyarankan memiliki kolam renang pribadi di rumah. Manfaatnya sangat banyak terutama bagi kesehatan.

    Kolam renang memberikan kita sarana untuk berolahraga yang baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sendi. Selain itu, memiliki kolam renang pribadi di rumah juga tidak perlu khawatir akan kebersihannya karena yang menggunakannya adalah keluarga sendiri.

    Lalu, memiliki kolam renang juga bagus untuk ketenangan. Denny mengatakan riak air, terutama yang tersorot cahaya dapat membuat seseorang lebih rileks.
    Selain itu, keberadaan kolam renang pada sebuah hunian juga bisa menambah nilai pada properti tersebut.

    “Pada praktiknya di beberapa vila, memang seringkali arsitek, desainer, atau pemilik kemudian itu berusaha untuk mendapatkan atau memiliki kolam renang. Kalau kolam renang itu efeknya luar biasa terhadap kualitas estetika ruang,” ujarnya.

    Kolam renang di rumah juga bisa membuat rumah jadi lebih sejuk karena uap air yang dihasilkan dapat terserap oleh udara panas dan membuat sekitarnya lembap.

    Cara perawatan kolam renang, kata Denny, tidaklah sulit. Kolam renang cukup dikuras 3 bulan sekali. Dengan catatan, kolam renang tersebut memiliki filter air untuk memastikan airnya selalu bersih dan tidak berjamur. Filter tersebut minimal bekerja 6 jam dalam sehari.

    “Nggak harus setiap hari. Tapi perlu dirawat dan dipastikan filter bekerja minimal 6 jam sehari. Boleh dimatiin, tapi sehari paling nggak itu 6 jam. Kalau nggak dia akan berjamur,” terangnya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelihatan Sepele, Tapi 4 Kebiasaan Ini Bikin Sofa Cepat Jebol!


    Jakarta

    Sofa merupakan salah satu perabotan penting di rumah. Kehadiran sofa dapat membantu penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman saat mengobrol di ruang tamu.

    Agar sofa bisa digunakan dalam waktu lama, maka perlu dirawat dan dibersihkan secara berkala. Namun terkadang, ada sejumlah kebiasaan yang ternyata dapat memperpendek usia pakai sofa.

    Kalau sofa sudah rusak, seperti sudah tidak terasa empuk saat diduduki atau sandarannya mulai goyang, maka dapat mempengaruhi rasa kenyamanan. Mau tak mau harus merogoh kocek lagi untuk membeli sofa baru.


    Ingin tahu apa saja kebiasaan buruk yang membuat sofa di rumah jadi cepat rusak? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kebiasaan Buruk yang Bikin Sofa Cepat Rusak

    Semahal apa pun sofa yang kamu beli, tentu akan cepat rusak jika tidak dirawat dengan baik. Dilansir situs Real Digest, Kamis (13/11/2025), berikut sejumlah kebiasaan buruk yang bikin sofa cepat rusak:

    1. Duduk di Lengan Sofa

    Kebiasaan ini dapat memperpendek usia pakai sofa di rumah. Sebab, lengan sofa tidak dirancang untuk diduduki atau diinjak dengan beban berat.

    Seiring waktu, lengan sofa bisa rusak bahkan patah jika terlalu sering diduduki. Untuk memperbaikinya tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

    2. Lompat-lompat di Sofa

    Bagi si kecil, melompat-lompat di sofa merupakan hal yang seru. Namun, kebiasaan ini bisa memicu kerusakan pada sofa sehingga tak bisa digunakan dalam waktu lama.

    Sofa yang sering diinjak-injak akan menghilangkan keempukannya, sehingga kurang terasa nyaman saat diduduki. Bisa saja tubuh akan terasa pegal-pegal karena terlalu lama duduk di sofa yang sudah tidak empuk.

    3. Duduk di Sandaran Sofa

    Selain lengan sofa, si kecil terkadang terbiasa duduk di sandaran sofa. Kebiasaan buruk ini juga membuat umur sofa jadi lebih pendek karena semakin cepat rusak.

    4. Makan dan Minum di Sofa

    Kebiasaan yang satu ini banyak dilakukan oleh penghuni rumah. Biasanya, makan di sofa bareng keluarga dilakukan sambil menonton TV di ruang tamu.

    Meski terasa nyaman, tapi kebiasaan ini berisiko menyebabkan sofa jadi kotor karena ada sisa-sisa makanan dan minuman yang tumpah.

    Kalau ada noda makanan, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak menempel dan membekas. Bersihkan sofa dengan kain lap basah, lalu dikeringkan dengan tisu dapur atau kain microfiber kering.

    Itulah empat kebiasaan yang ternyata membuat sofa di rumah jadi cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Penting Kenapa Gen Z Harus Mulai Memikirkan Punya Rumah



    Jakarta

    Banyak yang bilang hunian bukan menjadi prioritas utama dari gen z. Mereka lebih memilih untuk sewa kos, kontrakan ataupun apartemen karena dianggap lebih praktis dan memudahkan.

    Tak heran jika saat ini kos-kosan, kontrakan ataupun apartemen yang disewakan di tengah kota kebanyakan diisi oleh gen z. Meski sudah mapan memiliki penghasilan yang cukup, mereka tetap memilih untuk tidak membeli rumah apa lagi jika lokasinya jauh dari pusat kota.

    Padahal punya rumah sendiri bukan sekadar impian manis, melainkan sebuah langkah strategis. Di era harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, memiliki hunian sendiri dapat memberi perlindungan finansial serta kestabilan hidup yang makin sulit dicapai saat menyewa kos atau kontrakan.


    Berikut 4 alasan mengapa Gen-Z harus mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri.

    Harga Rumah Semakin Mahal Tiap Tahun

    Salah satu alasan paling kuat mengapa Gen‑Z harus mulai berpikir punya rumah sendiri adalah karena harga rumah terus naik dari waktu ke waktu. Dilansir dari situs PR Newswire,survei menunjukkan bahwa 87,2% gen z menganggap kepemilikan rumah penting untuk investasi jangka panjang. Tapi hampir 80% dari mereka menyatakan bahwa harga rumah yang tinggi menjadi penghalang utama.

    Kenaikan harga rumah tidak hanya di satu wilayah. Di berbagai pasar properti, nilai rumah sebagai aset selalu meningkat. Artinya jika membeli rumah lebih awal, potensi mendapat rumah di harga terjangkau juga semakin besar. Sebagai generasi muda yang masih bisa memilih cicilan tenor panjang, ini bisa jadi keunggulan yang strategis.

    Selagi Masih Muda dan Masih Produktif

    Saat ini, gen z berada pada masa usia yang produktif tinggi. Dengan itu, potensi penghasilan ke depan masih sangat besar dan waktu yang tersedia untuk membayar cicilan rumah juga bisa lebih panjang. Dengan membeli rumah di usia muda, memungkinkan memilih jangka waktu kredit yang lebih panjang, sehingga beban cicilan bisa lebih ringan dibanding membeli rumah ketika usia mendekati masa tidak produktif.

    Dengan usia yang lebih muda, risiko penghasilan menurun atau masa pensiun juga masih jauh. Sehingga hal itu dapat menjadi alasan bahwa membeli rumah di awal bisa jadi langkah yang bijak dalam rencana kehidupan jangka panjang. Studi dari Freddie Mac menunjukkan bahwa sebagian besar gen z menginginkan rumah sendiri dan melihat kepemilikan rumah sebagai stabilitas dan kontrol atas hidupnya.

    Lebih Aman Karena Tak Perlu Terus Pindah Hunian

    Meskipun tidak terasa, nyatanya pindah-pindah kos atau kontrakan itu sebenarnya memakan banyak biaya. Mulai dari biaya administrasi, mencari lokasi baru, sampai waktu dan tenaga untuk berkemas dan pindahan. Belum lagi rasa tidak pasti karena bisa saja harga sewanya naik dan tiba-tiba harus pindah lagi.

    Dengan memiliki rumah sendiri akan terasa lebih aman, lebih sedikit gangguan tempat tinggal, kontrol lebih besar atas ruang hidup, dan potensi stabilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari situs Augusta Ceo, berdasarkan hasil surveynya menunjukkan bahwa gen z juga sebenarnya memiliki pemikiran untuk memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari keamanan finansial dan kehidupan yang lebih mapan.

    Di kos atau kontrakan, sewanya bisa tiba-tiba naik atau pemilik bisa memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrakan. Tapi kalau punya rumah sendiri, tidak perlu khawatir dipaksa pindah mendadak atau keluar biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

    Gaya Hidup Fleksibel dan Investasi Masa Depan

    Memiliki rumah sendiri memberi kebebasan yang tidak selalu bisa didapat dari kos atau kontrakan. Rumah bisa diatur sesuai ggaya hidup, mulai dari renovasi kecil, memilih lokasi yang dekat kantor atau tempat favorit, ataupun membuat ruang yang nyaman dan modern sesuai selera gen z yang suka hal praktis dan berbasis teknologi.

    Selain itu, punya rumah sejak muda juga membuka pintu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan. Rumah bisa menjadi tempat membangun keluarga suatu hari nanti, atau menjadi aset berharga yang bisa diwariskan atau dialihkan. Dengan kata lain, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga fondasi untuk berbagai rencana besar dalam hidup.

    Itulah 4 Alasan gen z harus mulai menabung dan punya rumah sendiri. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sibuk Sampai Tak Sempat Bersihkan Rumah? Coba Lakuin 6 Hal Ini


    Jakarta

    Tidak semua orang memiliki waktu untuk membersihkan rumah. Ada beberapa penghuni yang mungkin hanya beberapa jam ada di rumah, selebihnya berada di luar.

    Meskipun jarang di rumah, bukan berarti tempat tinggal bebas dari kotoran dan debu. Jangan sampai meremehkan kebersihan rumah sampai muncul bau apek atau busuk.

    Bau apek biasanya muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh karena debu menumpuk di perabotan. Sementara itu, bau busuk bisa berasal dari tempat sampah atau kulkas yang bahan makanannya jarang disortir.


    Disarankan tetap luangkan waktu untuk membersihkan rumah beberapa jam. Untuk mempermudah membersihkan rumah, dilansir dari The Savvy Sparrow, berikut tipsnya.

    Ketika membersihkan rumah hal terpenting adalah niat dan moodnya dahulu. Untuk memotivasi diri agar mau membersihkan rumah, lakukan hal-hal yang mudah dan tidak menguras energi dahulu, seperti merapikan tempat tidur dan membuka jendela. Hal ini akan meringankan beban bersih-bersih nantinya.

    2. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

    Jika ingin memulai bersih-bersih yang tidak membebani coba targetkan membersihkan atau merapikan rumah hanya 10 menit di sela-sela kesibukan. Kegiatannya tentu tidak akan banyak, misalnya melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

    Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

    3. Ajak Anggota Keluarga Ikut Bereskan Rumah

    Jika tinggal bersama orang lain, buat kesepakatan dan komitmen untuk saling menjaga rumah tetap bersih dan membersihkannya secara berkala. Menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab semua penghuninya. Jangan sungkan untuk mengajak penghuni lain mengurus rumah bersama dengan membagi tugas.

    Bisa juga dengan membuat jadwal bersih-bersih. Penghuni rumah menentukan hari dan waktu yang tepat untuk bersih-bersih.

    4. Siapkan Tempat Penyimpanan Sementara

    Lalu, kekacauan yang paling terlihat adalah barang-barang yang berserakan, misalnya tas, baju kotor, cangkir, sampah, hingga kabel. Angkat barang-barang tersebut berdasarkan jenisnya agar tidak memenuhi area lantai dan perabotan yang akan dibersihkan.

    Barang yang kotor dan harus dicuci sebaiknya langsung dibersihkan. Tas yang sudah tidak dipakai bisa dimasukkan ke dalam lemari penyimpanan agar tidak terinjak. Begitu juga dengan aksesoris seperti kacamata dan perhiasan agar diletakkan kembali ke tempat penyimpanan.

    5. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

    Setelah itu, cek area dapur apakah ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa. Lalu kembali ke kamar apakah ada make up atau skin care yang sudah habis dan kedaluwarsa. Cek juga di kamar mandi apakah ada barang yang harus dibuang dan diganti. Jangan simpan barang yang tidak bernilai dan tidak dipakai karena hanya akan memenuhi ruang dan membuat rumah berantakan.

    6. Pakai Furnitur yang Dilengkapi Tempat Penyimpanan

    Cara menyembunyikan bagian rumah yang berantakan sebenarnya bisa dengan memasukkan barang yang belum sempat disusun ke dalam penyimpanan kosong yang khusus. Dengan begitu, ketika membutuhkan barang tersebut bisa mencarinya di satu tempat. Oleh karena itu, di rumah perlu banyak tempat penyimpanan, terutama yang menempel dengan perabotan lain, seperti di bawah kasur terdapat rak penyimpanan atau di dekat ruang TV terdapat area untuk menyimpan barang-barang berukuran kecil yang bisa ditutup dan dibuka.

    Itulah cara mudah menjaga rumah tetap bersih dan rapi di tengah kesibukan. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Rewel! Begini Jurus Mudik Nyaman Kalau Bawa Mobil Bareng Anak



    Jakarta

    Mudik bersama anak memang bisa menjadi tantangan tersendiri. Perjalanan jauh, kemacetan, serta kondisi yang tidak bisa diprediksi sering kali membuat anak rewel.

    Namun, jangan khawatir! Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, mudik bisa tetap nyaman dan menyenangkan untuk seluruh keluarga. Dilansir dari Auto2000, berikut adalah jurus ampuh agar perjalanan mudik tetap seru tanpa drama tantrum!

    1. Pelajari Pemicu Anak Tantrum

    Anak yang tantrum di perjalanan bisa bikin panik dan kelelahan. Beberapa pemicu utama tantrum adalah rasa lapar, lelah, bosan, overstimulasi, frustrasi, atau kurang perhatian dari orang tua.


    Perhatikan tanda-tandanya sejak dini dan siapkan strategi untuk mengatasinya. Misalnya, bawa camilan favorit, sediakan selimut untuk tidur siang, atau ajak mereka mengobrol agar tetap terhibur.

    2. Pahami Sifat dan Karakter Anak

    Setiap anak memiliki sifat unik yang perlu dipahami agar perjalanan lebih nyaman. Ada anak yang mudah rewel saat lapar, ada yang tidak bisa menahan buang air kecil, atau ada yang butuh distraksi agar tidak bosan. Dengan memahami karakter anak, orang tua bisa lebih siap dalam mengantisipasi segala kemungkinan selama perjalanan.

    3. Gunakan Car Seat

    Bagi anak balita, penggunaan car seat adalah solusi terbaik untuk kenyamanan dan keamanan mereka. Car seat dapat melindungi anak dari benturan keras jika terjadi pengereman mendadak. Jika anak belum terbiasa, latih mereka menggunakan car seat sebelum berangkat agar tidak ada drama di jalan.

    4. Kabin Wajib Nyaman

    Kabin mobil yang bersih dan rapi membuat anak betah selama perjalanan. Susun barang bawaan dengan rapi agar tidak mengganggu pergerakan. Pastikan ada hiburan yang cukup seperti boneka, buku cerita, atau mainan favorit. Jangan lupa sediakan camilan dan minuman kesukaan agar anak tetap senang selama perjalanan.

    5. Jangan Lupakan Pakaian Anak

    Pilih pakaian berbahan nyaman seperti kaos untuk anak selama perjalanan. Di malam hari, siapkan jaket atau selimut agar anak tetap hangat. Jangan lupa membawa pakaian ganti yang cukup, terutama jika anak mudah berkeringat atau rentan menumpahkan makanan dan minuman.

    6. Jaga Interaksi Agar Anak Tidak Bosan

    Anak mudah bosan saat perjalanan panjang. Untuk mengatasi ini, ajak mereka berinteraksi dengan cara menyenangkan, seperti tebak-tebakan, bermain kata, atau mengenalkan mereka pada rambu-rambu lalu lintas. Jangan biarkan mereka terpaku pada gadget sepanjang perjalanan karena justru bisa membuat mereka semakin rewel.

    7. Mengemudi dengan Aman dan Nyaman

    Gaya mengemudi juga berpengaruh terhadap kenyamanan anak di mobil. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak agar anak tidak merasa mual atau pusing. Jaga kecepatan stabil dan berkendara dengan hati-hati supaya perjalanan lebih tenang.

    8. Manfaatkan Rest Area untuk Istirahat

    Jangan memaksakan perjalanan tanpa istirahat, terutama jika membawa anak kecil. Gunakan rest area untuk buang air, makan, atau sekadar membiarkan anak bermain sejenak agar tidak bosan. Beberapa rest area bahkan memiliki taman bermain yang bisa dimanfaatkan sebagai hiburan.

    9. Servis Berkala Agar Mobil Tetap Prima

    Mobil yang membawa muatan penuh, apalagi saat mudik, perlu dalam kondisi prima. Pastikan mesin, ban, kemudi, suspensi, serta AC dalam keadaan optimal agar perjalanan lebih nyaman. Jangan tunggu sampai mepet, lakukan servis berkala di bengkel resmi sebelum berangkat.

    Perjalanan mudik menggunakan mobil dengan keluarga dan membawa serta anak kecil memang bisa jadi pengalaman yang ‘menantang’. Namun dengan persiapan yang matang, momen seperti ini tentu tak mudah dilupakan.

    Menurut Chief Marketing Auto2000, Yagimin, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan saat mudik, yaitu anak dan barang bawaan.

    “Keduanya harus diatur seoptimal mungkin supaya perjalanan yang panjang, dapat berlangsung mulus tanpa kendala. Selagi antrean belum penuh, segera servis berkala di bengkel resmi sebagai persiapan mudik, booking lewat Auto2000.co.id untuk berkunjung ke bengkel kami. Kami juga menyediakan 8 titik Posko Siaga Lebaran yang bisa menjadi pilihan AutoFamily untuk mengecek mobil sekaligus beristirahat di tengah perjalanan,” papar Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Sabtu (29/3/2025).

    (mhg/din)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Menteri Pembangunan Keluarga Bicara Susahnya Turunkan Stunting RI, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang disorot di Indonesia. Stunting merupakan sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

    Tidak hanya berdampak pada berat, tinggi badan anak, serta risiko lebih rentan penyakit, stunting juga berefek buruk pada perkembangan kognitif. Kondisi ini yang akhirnya memengaruhi kemampuan belajar, berpikir, hingga kecerdasan anak. Hal ini yang akhirnya membuat stunting menjadi salah satu fokus kerja dari pemerintah.

    Prevalensi stunting di Indonesia sebenarnya menunjukkan tren penurunan. Tercatat pada tahun 2018 kasus stunting berada di angka 30,8 persen turun menjadi 24,4 persen pada tahun 2021, 21,6 persen pada tahun 2022, dan pada tahun 2023 menjadi 21,5 persen.


    Meski begitu, prevalensi stunting di Indonesia masih termasuk tinggi apabila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Thailand di angka 10 persen dan Vietnam 19 persen.

    Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menuturkan ada sejumlah faktor yang membuat persoalan stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Beberapa di antaranya adalah masih kurangnya asupan gizi, kurangnya air bersih di daerah tertentu, kurangnya edukasi, hingga masih banyak hunian tak layak huni dan belum memiliki sistem sanitasi.

    Wihaji berpendapat kebanyakan dari faktor tersebut sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat pada saat ini.

    “Ekonomi itu faktor utamanya kenapa dia tidak punya jamban. Kenapa dia tidak punya air bersih, itu dari lingkungan, kemudian kenapa juga kurang mengerti, ya karena masih kurang edukasi juga,” ujar Wihaji ketika ditemui awak media di Kab Karawang, Jawa Barat, Rabu (4/12/2024).

    Wihaji menuturkan edukasi pada masyarakat juga masih menjadi PR (pekerjaan rumah) yang besar untuk segala pihak dalam mengatasi masalah stunting. Masih ada banyak kebiasaan ibu hamil yang sebenarnya dapat memengaruhi kesehatan janin, namun masih saja dilakukan.

    Salah satu yang disoroti misalnya adalah kebiasaan nyirih atau mengunyah sirih di beberapa daerah tertentu yang masih dilakukan oleh ibu hamil.

    Menurutnya kebiasaan ini dapat memengaruhi kondisi janin yang akhirnya dapat meningkatkan risiko stunting. Terlebih kebiasaan ini biasanya juga dilakukan dengan menambahkan zat-zat lain yang bisa saja berisiko pada janin.

    “Itu termasuk kultur yang perlu diedukasi, itu salah satu contohnya, beberapa daerah itu masih ada,” sambungnya.

    Wihaji lebih lanjut mengatakan pihaknya saat ini akan melakukan pendekatan berbasis data dalam penanganan stunting secara by name by address. Ia menuturkan saat ini tercatat ada sekitar 8,7 juta keluarga berisiko stunting di Indonesia.

    Menurutnya, kini pihak Kemendukbangga tinggal fokus bekerja bersama kementerian terkait untuk mencapai hal tersebut. Ia yakin secara bertahap nantinya angka stunting akan perlahan menurun sesuai dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Kita mau cicil pelan-pelan. Perintah Pak Presiden, sudah jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar, jangan banyak lokakarya, turun ke lapangan langsung selesaikan masalahnya,” ujar Wihaji.

    “Kerja sama antar kementerian juga akan lebih fokus karena perintah Pak Presiden. Jangan sampai nanti ada tumpang tindih program antar kementerian. Mulai saat ini dirapihkan, saya yakin nantinya akan tertangani dengan baik,” tandasnya.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto