Tag: keluarganya

  • Usai Rumahnya Terbakar, Paris Hilton Beli Lagi Rp 1 T Punya Mark Wahlberg



    Jakarta

    Usai rumah mewahnya hangus dan hancur dalam bencana kebakaran dahsyat di Los Angeles pada awal tahun lalu, Paris Hilton kini punya rumah baru. Dia membeli rumah milik aktor Mark Wahlberg.

    Model dan aktris ini merogoh kocek USD 63 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk membeli rumah dengan 12 kamar dan 20 kamar mandi ini. Hunian mewah seluas 2,4 hektare ini berlokasi di kawasan elite Beverly Hills.

    Dikutip dari SFG News, Selasa 24/6/2025), Paris Hilton dan suaminya Carter Reum sepakat untuk membeli rumah ini pada 20 Juni lalu. Transaksi ini dibantu oleh saudaranya Barron Hilton dan istrinya Tessa Hilton.


    Mark Wahlberg yang terkenal berperan sebagai Bob Lee Swagger dalam film Shooter membangun sendiri rumah ini pada 2014. Bersama keluarganya dia tinggal di rumah ini sampai 2022 hingga akhirnya pindah ke Nevada.

    Paris Hilton bisa bernapas lega karena akhirnya dia mendapatkan rumah idamannya. Setelah sebelumnya dia berduka karena rumah mewahnya di pantai Malibu hangus karena bencana kebakaran hutan di Los Angeles.

    Hilton menyaksikan sendiri lewat tayangan berita bagaimana api melalap bangunan rumahnya dengan sangat dahsyat.

    Rumah Paris Hilton yang terbakarRumah Paris Hilton yang terbakar Foto: Instagram/@parishilton; ABC via Page Six

    “Sakit hati tak bisa diungkapkan,” kata Paris dalam caption unggahan di sosial medianya.

    “Rumah ini meninggalkan banyak kenangan. Di sini Phoenix (anaknya) belajar berjalan dan kami bermimpi membangun kenangan hidup bersama London (anak perempuannya),” kata Paris.

    Bila dibandingkan dengan rumah barunya ini, rumah yang hancur itu hanya punya 3 kamar tidur. dan ada ruang terbuka seluas 3.000 kaki persegi. Tapi lokasinya, idaman banyak orang. Rumah Hilton ini berada di pantai La Costa, di sisi Pacific Coast Highway, yang hancur oleh kebakaran saat menyebar dari Palisades melalui Santa Monica dan Malibu.

    Dia dan Reum membeli tempat tinggal itu seharga USD 8,4 juta pada tahun 2021.

    (zlf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Makin Marak Rumah Kecil di Perkotaan, Apa Keuntungan dan Tantangannya?



    Jakarta

    Saat ini semakin banyak ditemukan rumah kecil dan rumah compact di perkotaan atau pinggiran kota. Rumah-rumah tersebut memiliki fasad yang kecil sekitar 1,5-6 meter, tidak memiliki carport, atau halaman depan yang cukup untuk parkir kendaraan.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan fenomena ini terjadi karena harga lahan yang semakin mahal sehingga mempengaruhi harga jual rumah. Di sisi lain, daya beli masyarakat semakin menurun sehingga tidak mampu untuk membeli rumah yang terlalu mahal karena penghasilan bulanan yang terbatas dan hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Selain itu, saat ini ketersediaan lahan untuk membangun rumah tapak di perkotaan juga semakin terbatas. Oleh karena itu, banyak rumah yang akhirnya dibangun di tanah yang kecil dan terbatas. Pemilik rumah menyiasati luas tanah yang terbatas tersebut dengan menambah lantai ke atas.


    “Untuk mereka yang tetap mau tinggal di Ibu Kota, ada beberapa konsep hunian. Yang pertama adalah compact house. Jadi kecil rumahnya, segala sesuatunya ada. Atau yang kedua adalah konsep single building, multi dwelling. Jadi dalam satu tanah, bisa ada 3 atau 4 keluarga yang bisa tinggal di situ. Banyak tuh kalau di Jepang, di Korea,” kata Denny memberikan contoh, saat dihubungi detikProperti Selasa (27/5/2025).

    Lantas, dengan semakin maraknya luas rumah yang kecil, sebenarnya apa keuntungan dan kerugiannya?

    Denny mengatakan dengan tetap tinggal di dekat kota, meskipun dengan kondisi rumah yang kecil, masyarakat dapat memangkas waktu tempuh ke tempat kerja dan tetap mendapatkan fasilitas transportasi umum.

    Selain itu, dengan tinggal di rumah yang kecil, mereka bisa mendapatkan tempat tinggal dengan harga yang murah. Rumah tersebut juga bisa bertambah luas apabila ditambah lantai ke atas. Jenis rumah seperti ini disebut pula dengan rumah tumbuh. Keuntungan lainnya adalah bisa menerapkan hidup minimalis atau saat ini disebut dengan frugal living.

    Di balik kemudahan yang didapatkan, Denny mengingatkan tinggal di rumah yang sempit juga ada aspek ketidaklayakannya.

    Pertama adalah rumah tersebut kurang mendapat pencahayaan, terutama untuk rumah yang lokasinya berdempetan dengan bangunan lain atau yang berada di gang kecil.

    Rumah yang kurang mendapat pencahayaan bisa berpengaruh pada kualitas udara, pertumbuhan jamur, dan gangguan kesehatan penghuninya.

    “Dengan lahan terbatas, rumah tidak mempunyai pengudaraan dan pencahayaan yang baik. Jadi dibutuhkan desain yang baik untuk memastikan semua ruangan bisa mendapatkan pengudaraan dan pencahayaan,” terangnya.

    Kedua adalah keterbatasan ruang gerak. Denny mengingatkan luas ruang gerak untuk satu orang yang ideal adalah 3×3 meter atau 9 meter persegi.

    “Berapa sih ukuran Yang ideal untuk satu keluarga? Satu orang manusia Itu 3×3 meter, jadi kalau anggota keluarganya ada empat atau lima, ya tinggal kamu kalikan,” jelas Denny.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Menu Makan Para Miliarder, Bisa Ditiru Kalau Mau Ikutan Sehat


    Jakarta

    Para miliarder terkenal seperti Jeff Bezos hingga Mark Zuckerberg kerap menjadi sorotan publik. Pasalnya, banyak yang penasaran dengan apa saja yang mereka makan setiap hari.

    Ternyata, mereka tetap menjalani gaya hidup yang sehat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut menu makanan yang dikonsumsi:

    Menu Makan Jeff Bezos

    Pemimpin Amazon Jeff Bezos ternyata memiliki gaya hidup yang sehat. Ia memiliki jadwal olahraga dan makan yang teratur setiap harinya.


    Bezos mulai bekerja pada pukul 10 pagi setelah sarapan bersama keluarganya. Ia menjalani pola makan tinggi protein dan lemak.

    Kabarnya, ia sangat menyukai gurita mediterania, kentang, bacon, dan yogurt bawang putih. Kehidupannya ini jauh lebih sehat dari sebelumnya.

    “Saya belum pernah membaca label nutrisi seumur hidup. Saya makan apapun yang rasanya enak bagi saya,” beber Bezos yang dikutip dari Body and Soul.

    Meski menjalankan gaya hidup sehat, Bezos sesekali memiliki jadwal ‘cheat day’. Terkadang, ia masih mengonsumsi makanan ringan dan makanan cepat saji.

    Bezos rutin olahraga setiap hari, yang disarankan menjalani aktivitas yang berdampak rendah. Tetapi, resistensinya tinggi, seperti mendayung dan angkat beban.

    Ia juga suka aktivitas luar ruangan seperti lari di bukit, kayak, dan paddleboarding.

    Menu Makan Mark Zuckerberg

    Mark Zuckerberg bukanlah orang yang sulit soal makanan. Ia akan mengonsumsi apapun selama makanan tersebut praktis.

    Pola makannya relatif fleksibel dan sederhana. Ia lebih memilih efisiensi dibanding mengikuti tren kesehatan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, ia menggeluti berbagai olahraga intens seperti mixed martial arts (MMA) dan jujitsu. Dengan kegiatan yang intensitas sangat tinggi itu, Zuckerberg bahkan bisa mengonsumsi 4 ribu kalori setiap hari mengonpensasi kalori yang terbakar.

    Padahal, umumnya manusia mengonsumsi 2 ribu kalori per hari. Makanan favoritnya adalah menu-menu yang tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, telur, dan sesekali mengonsumsi makanan cepat saji.

    “Tidak sedang menurunkan berat badan, jadi saya butuh sekitar 4 ribu kalori per hari untuk mengimbangi semua aktivitas,” katanya dalam sebuah unggahan media sosial Thread.

    Menu Makan Elon Musk

    Dibandingkan Zuckerberg dan Bezos, kebiasaan makanan Elon Musk ternyata tidak sesehat itu. Dalam unggahannya di X, pemilik Tesla ini bahkan mengaku suka makan donat setiap hari.

    Elon juga mengaku sering melewatkan sarapan. Ia hanya mengonsumsi cokelat bar atau kopi, jika memang tersedia.

    Makan siang biasanya diselipkan di sela-sela rapat, hanya sekitar 5 menit dengan menu apapun yang disediakan. Ia juga sangat menyukai daging sapi, pizza, minuman bersoda, hingga wine.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Menu Makan Para Miliarder, Bisa Ditiru Kalau Mau Ikutan Sehat


    Jakarta

    Para miliarder terkenal seperti Jeff Bezos hingga Mark Zuckerberg kerap menjadi sorotan publik. Pasalnya, banyak yang penasaran dengan apa saja yang mereka makan setiap hari.

    Ternyata, mereka tetap menjalani gaya hidup yang sehat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut menu makanan yang dikonsumsi:

    Menu Makan Jeff Bezos

    Pemimpin Amazon Jeff Bezos ternyata memiliki gaya hidup yang sehat. Ia memiliki jadwal olahraga dan makan yang teratur setiap harinya.


    Bezos mulai bekerja pada pukul 10 pagi setelah sarapan bersama keluarganya. Ia menjalani pola makan tinggi protein dan lemak.

    Kabarnya, ia sangat menyukai gurita mediterania, kentang, bacon, dan yogurt bawang putih. Kehidupannya ini jauh lebih sehat dari sebelumnya.

    “Saya belum pernah membaca label nutrisi seumur hidup. Saya makan apapun yang rasanya enak bagi saya,” beber Bezos yang dikutip dari Body and Soul.

    Meski menjalankan gaya hidup sehat, Bezos sesekali memiliki jadwal ‘cheat day’. Terkadang, ia masih mengonsumsi makanan ringan dan makanan cepat saji.

    Bezos rutin olahraga setiap hari, yang disarankan menjalani aktivitas yang berdampak rendah. Tetapi, resistensinya tinggi, seperti mendayung dan angkat beban.

    Ia juga suka aktivitas luar ruangan seperti lari di bukit, kayak, dan paddleboarding.

    Menu Makan Mark Zuckerberg

    Mark Zuckerberg bukanlah orang yang sulit soal makanan. Ia akan mengonsumsi apapun selama makanan tersebut praktis.

    Pola makannya relatif fleksibel dan sederhana. Ia lebih memilih efisiensi dibanding mengikuti tren kesehatan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, ia menggeluti berbagai olahraga intens seperti mixed martial arts (MMA) dan jujitsu. Dengan kegiatan yang intensitas sangat tinggi itu, Zuckerberg bahkan bisa mengonsumsi 4 ribu kalori setiap hari mengonpensasi kalori yang terbakar.

    Padahal, umumnya manusia mengonsumsi 2 ribu kalori per hari. Makanan favoritnya adalah menu-menu yang tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, telur, dan sesekali mengonsumsi makanan cepat saji.

    “Tidak sedang menurunkan berat badan, jadi saya butuh sekitar 4 ribu kalori per hari untuk mengimbangi semua aktivitas,” katanya dalam sebuah unggahan media sosial Thread.

    Menu Makan Elon Musk

    Dibandingkan Zuckerberg dan Bezos, kebiasaan makanan Elon Musk ternyata tidak sesehat itu. Dalam unggahannya di X, pemilik Tesla ini bahkan mengaku suka makan donat setiap hari.

    Elon juga mengaku sering melewatkan sarapan. Ia hanya mengonsumsi cokelat bar atau kopi, jika memang tersedia.

    Makan siang biasanya diselipkan di sela-sela rapat, hanya sekitar 5 menit dengan menu apapun yang disediakan. Ia juga sangat menyukai daging sapi, pizza, minuman bersoda, hingga wine.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Inspiratif, Satu Keluarga di Singapura Diet Bareng untuk Atasi Obesitas


    Jakarta

    Satu keluarga di Singapura sukses melakukan diet bersama untuk mengatasi masalah kegemukan. Sang ibu dari keluarga tersebut, Sharifah Osman, mengungkapkan niat untuk menurunkan berat badan itu berawal dari resolusi tahun baru 2022.

    Wanita berusia 49 tahun itu mengatakan keluarganya berhasil menurunkan berat badan dengan total lebih dari 100 kg selama dua tahun.

    Di awal-awal diet, Sharifah masih melakukannya dengan setengah hati dan belum mendapat hasil yang memuaskan. Setelah menjalani program penurunan berat badan dan berhasil, ia mulai memotivasi suami dan kedua anaknya untuk melakukan hal yang sama.


    Dikutip dari The Straits Times, saat itu Sharifah memiliki berat badannya mencapai 105 kg dengan tinggi badan 158 cm. Karena dinyatakan obesitas, dia harus minum obat untuk tiga penyakit kronis, yakni tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

    Di tahun yang sama, yakni 2023, suami Sharifah mengalami serangan jantung dan anak perempuannya memiliki kebutuhan khusus. Sadar mendapat banyak masalah kesehatan, ia mulai ingin memulai hidup sehat dan menurunkan berat badannya.

    Untuk diet, Sharifah melibatkan pelatih pribadinya, Deen Mujahid, yang memotivasinya berolahraga dan mengubah pola makannya.

    Proses Penurunan Berat Badan

    Selama diet, Mujahid menyarankan Sharifah untuk mengurangi makan nasi dan makanan tidak sehat lainnya yang biasa dikonsumsi. Selain itu, dia lebih sering olahraga dan melakukan kebiasaan sehat lainnya.

    Dikutip dari Hindustan Times, Sharifah juga selalu menggunakan tangga untuk sampai di tempat tinggalnya yang berada di apartemen lantai 13.

    Sharifah sering melakukan lompat tali, jalan kaki sejauh 5 km setiap hari, dan pergi ke tempat gym pada jam makan siang. Dalam waktu 17 bulan, ia berhasil menurunkan berat badan lebih dari 50 kg dan ikut serta dalam kompetisi lari khusus wanita.

    Tak hanya berat badan, diet yang dijalani Sharifah juga membantunya mengendalikan penyakit dan tidak lagi mengkonsumsi obat.

    “Saya perlu melakukan sesuatu untuk mengubah hidup saya. Saya merasa sangat sulit untuk menurunkan berat badan, kami menyukai makanan, dan makanan adalah kenyamanan saya,” terang Sharifah.

    “Setiap kali saya stres, saya makan,” sambungnya.

    NEXT: Mulai memotivasi keluarganya

    Mulai Memotivasi Keluarganya

    Ketika sudah berhasil menurunkan berat badan, Sharifah mulai meyakini suaminya Supian Abdul Ghani (54) dan anak pertamanya untuk menjalani hidup sehat. Supian merupakan seorang pengawas lapangan golf yang memiliki berat badan 98 kg pada tahun 2022.

    Supian pernah mengalami dua kali serangan jantung, yakni pada tahun 2012 dan Maret 2022, karena kegemukan dan memiliki kebiasaan merokok.

    “Setelah serangan jantung kedua saya, Sharifah mengatakan pada saya untuk semangat dan menjaga kesehatan karena mungkin tidak akan ada kesempatan ketiga,” ungkap Supian.

    Dengan bantuan istrinya untuk menjalani hidup sehat, Supian berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 20 kg.

    Putra Sharifah, Syahmi, juga pernah mengalami obesitas dengan berat badan lebih dari 100 kg pada 2022. Pria yang bekerja sebagai guru itu mulai mengikuti langkah kedua orang tuanya untuk hidup lebih sehat.

    Saat ini, berat badan Syahmi sudah menyentuh angka 70 kg dan sering melakukan olahraga zumba bersama ibunya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Inspiratif, Satu Keluarga di Singapura Diet Bareng untuk Atasi Obesitas


    Jakarta

    Satu keluarga di Singapura sukses melakukan diet bersama untuk mengatasi masalah kegemukan. Sang ibu dari keluarga tersebut, Sharifah Osman, mengungkapkan niat untuk menurunkan berat badan itu berawal dari resolusi tahun baru 2022.

    Wanita berusia 49 tahun itu mengatakan keluarganya berhasil menurunkan berat badan dengan total lebih dari 100 kg selama dua tahun.

    Di awal-awal diet, Sharifah masih melakukannya dengan setengah hati dan belum mendapat hasil yang memuaskan. Setelah menjalani program penurunan berat badan dan berhasil, ia mulai memotivasi suami dan kedua anaknya untuk melakukan hal yang sama.


    Dikutip dari The Straits Times, saat itu Sharifah memiliki berat badannya mencapai 105 kg dengan tinggi badan 158 cm. Karena dinyatakan obesitas, dia harus minum obat untuk tiga penyakit kronis, yakni tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

    Di tahun yang sama, yakni 2023, suami Sharifah mengalami serangan jantung dan anak perempuannya memiliki kebutuhan khusus. Sadar mendapat banyak masalah kesehatan, ia mulai ingin memulai hidup sehat dan menurunkan berat badannya.

    Untuk diet, Sharifah melibatkan pelatih pribadinya, Deen Mujahid, yang memotivasinya berolahraga dan mengubah pola makannya.

    Proses Penurunan Berat Badan

    Selama diet, Mujahid menyarankan Sharifah untuk mengurangi makan nasi dan makanan tidak sehat lainnya yang biasa dikonsumsi. Selain itu, dia lebih sering olahraga dan melakukan kebiasaan sehat lainnya.

    Dikutip dari Hindustan Times, Sharifah juga selalu menggunakan tangga untuk sampai di tempat tinggalnya yang berada di apartemen lantai 13.

    Sharifah sering melakukan lompat tali, jalan kaki sejauh 5 km setiap hari, dan pergi ke tempat gym pada jam makan siang. Dalam waktu 17 bulan, ia berhasil menurunkan berat badan lebih dari 50 kg dan ikut serta dalam kompetisi lari khusus wanita.

    Tak hanya berat badan, diet yang dijalani Sharifah juga membantunya mengendalikan penyakit dan tidak lagi mengkonsumsi obat.

    “Saya perlu melakukan sesuatu untuk mengubah hidup saya. Saya merasa sangat sulit untuk menurunkan berat badan, kami menyukai makanan, dan makanan adalah kenyamanan saya,” terang Sharifah.

    “Setiap kali saya stres, saya makan,” sambungnya.

    NEXT: Mulai memotivasi keluarganya

    Mulai Memotivasi Keluarganya

    Ketika sudah berhasil menurunkan berat badan, Sharifah mulai meyakini suaminya Supian Abdul Ghani (54) dan anak pertamanya untuk menjalani hidup sehat. Supian merupakan seorang pengawas lapangan golf yang memiliki berat badan 98 kg pada tahun 2022.

    Supian pernah mengalami dua kali serangan jantung, yakni pada tahun 2012 dan Maret 2022, karena kegemukan dan memiliki kebiasaan merokok.

    “Setelah serangan jantung kedua saya, Sharifah mengatakan pada saya untuk semangat dan menjaga kesehatan karena mungkin tidak akan ada kesempatan ketiga,” ungkap Supian.

    Dengan bantuan istrinya untuk menjalani hidup sehat, Supian berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 20 kg.

    Putra Sharifah, Syahmi, juga pernah mengalami obesitas dengan berat badan lebih dari 100 kg pada 2022. Pria yang bekerja sebagai guru itu mulai mengikuti langkah kedua orang tuanya untuk hidup lebih sehat.

    Saat ini, berat badan Syahmi sudah menyentuh angka 70 kg dan sering melakukan olahraga zumba bersama ibunya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Profil Calon Walkot Muslim Pertama New York yang Pro Palestina


    Jakarta

    Zohran Mamdani merupakan kandidat Wali Kota muslim yang pertama di New York dari Partai Demokrat. Pria berusia 33 tahun itu merupakan sosok yang sangat menentang agresi Israel terhadap Gaza, Palestina.

    Mamdani merupakan seorang legislator di negara bagian New York mewakili Queens. Ia mengungguli kandidat berpengaruh yang tak lain adalah mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk calon Wali Kota New York yang digelar Selasa (24/6/2025) lalu.

    Hasil perolehan suara Mamdani jauh di atas Cuomo hingga sulit mengejarnya. Cuomo sendiri telah mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Mamdani.


    Setelah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, kemenangan Mamdani ini disebut sebagai momen penting politik pro-Palestina di Amerika Serikat. Meski belum sah, Mamdani telah mendeklarasikan kemenangan dalam pidato di depan para pendukungnya.

    “Malam ini, kita mencetak sejarah. Mengingat kata-kata Nelson Mandela, ini semua terlihat tidak mungkin sampai benar-benar terjadi.Teman-teman, kita telah berhasil. Saya akan menjadi kandidat Demokrat untuk Wali Kota New York,” katanya dikutip dari New York Times.

    Profil Zohran Mamdani

    Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs New York State Assembly, nama lengkap calon Wali Kota Muslim di New York itu adalah Zohran Kwame Mamdani. Ia lahir dan dibesarkan di Kampala, Uganda.

    Mamdani pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia 7 tahun. Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science sebelum meraih gelar di bidang Kajian Afrika dari Bowdoin College.

    Sebelum terjun ke politik, ia bekerja sebagai penasihat perumahan untuk membantu warga berpenghasilan rendah mencegah penggusuran. Mamdani terpilih sebagai anggota dewan Negara Bagian New York pada 2020 dari Distrik 36 yang mencakup Astoria, Queens.

    Awal tahun ini, Mamdani menikah dengan seorang seniman wanita bernama Rama Duwaij. Wanita itu merupakan keturunan Suriah yang tinggal di Brooklyn.

    Lantang Kritik Agresi Israel Terhadap Gaza

    Masih dari sumber yang sama, Mamdani sangat vokal dalam mengkritik agresi Israel di Gaza. Bahkan, ketika menjadi mahasiswa di kampusnya ia mendirikan cabang Students for Justice in Palestine (Solidaritas Mahasiswa untuk Palestina).

    Dalam unggahannya di X pada 31 Oktober 2024 lalu, Mamdani mengkritik pendudukan Israel di Gaza. Ia menyebut yang dilakukan Israel sebagai bentuk genosida.

    “Saya akan selalu jelas dalam bahasa saya dan berdasarkan fakta: Israel sedang melakukan genosida.” tulisnya.

    Secara terbuka, Mamdani juga mendukung gerakan boikot, divestasi dan sanksi (BDS) terhadap entitas yang berafiliasi dengan Israel.

    Melalui sesi wawancara pada Desember 2024 lalu bersama seorang jurnalis bernama Mehdi Hasan, Zohran Mamdani secara publik menyatakan akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York.

    “Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Ini adalah kota yang nilainya sejalan dengan hukum internasional,” ujarnya seperti dikutip dari laporan Al Jazeera.

    Donald Trump Cemooh Zohran Mamdani

    Kemenangan sensasional Zohran Mamdani memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui media sosialnya, ia melontarkan cemoohan terhadap calon Wali Kota Muslim New York pertama itu.

    “Akhirnya terjadi, Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100 persen,” tulis Trump dalam unggahannya di akun Truth Social pribadinya pada Kamis (25/6/2025) lalu.

    “Baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, dan ada dalam jalur untuk menjadi Wali Kota.” tambah Trump.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Suami Istri yang Bercerai Apakah Bertemu Kembali di Surga?


    Jakarta

    Penghuni surga adalah orang-orang pilihan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa nantinya manusia akan dikumpulkan kembali bersama keluarganya di surga. Namun, apakah suami istri yang sudah bercerai tetap akan dipertemukan di surga?

    Mengutip buku Surga karya Mahir Ahmad Ash-Syufiy disebutkan surga adalah rumah keselamatan, rumah yang dijanjikan Allah SWT dengan kuasa-Nya agar orang-orang beriman bisa hidup di sana dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Surga juga menjadi rahmat Allah SWT, tempat yang abadi sehingga orang-orang mukmin yang menjadi penghuninya pun pasti orang-orang yang berkarakter terpuji, baik yang memiliki fasilitas surga dengan derajat yang tertinggi ataupun yang terendah.

    Surga juga disebut sebagai hadiah dari Allah atas balasan ketaatan semasa di dunia. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Bayyinah ayat 8:


    جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗࣖ

    Artinya: “Balasan mereka di sisi Tuhannya adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”

    Bertemu Keluarga di Surga

    Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa manusia akan dipertemukan dengan keluarganya di surga dengan keimanan. Disampaikan Ibnu Katsir dalam riwayat Al-Aufi dari Ibnu Abbas yang menyebut hal ini saat menafsirkan firman Allah SWT dalam surah At-Tur ayat 21:

    وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ

    Artinya: “Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

    Suami Istri yang Sudah Bercerai Apakah Bertemu di Surga?

    Ikatan antara orang-orang beriman seperti kakek-nenek, orang tua, anak cucu, dan pasangan suami istri tidak hanya berlangsung di dunia, tetapi bisa berlanjut hingga akhirat. Namun, bagaimana dengan pasangan yang telah bercerai selama hidupnya di dunia? Apakah mereka juga bisa bertemu kembali di surga?

    Ibnu Katsir membahas hal ini dalam kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa seorang wanita yang pernah menikah dengan lebih dari satu pria karena beberapa kali menikah akan dipertemukan di surga dengan suami yang memiliki akhlak terbaik kepadanya selama hidup di dunia.

    Penjelasan ini didasarkan pada dialog antara Ummu Salamah dan Rasulullah SAW. Ummu Salamah pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, ada di antara kami wanita yang pernah menikah dengan dua, tiga, bahkan empat orang. Jika semuanya masuk surga, siapakah yang akan menjadi suaminya di akhirat?”

    Rasulullah SAW menjawab bahwa wanita tersebut akan diberi pilihan, dan ia akan memilih suami yang paling baik akhlaknya. Ia akan berkata, “Ya Allah, suami inilah yang paling baik perlakuannya kepadaku ketika di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya.” Rasulullah pun menegaskan bahwa akhlak mulia membawa kebaikan di dunia dan akhirat. (HR Al-Haitsami)

    Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Ummu Habibah. Intinya, apakah pasangan suami istri yang telah bercerai akan bertemu kembali di surga sangat bergantung pada bagaimana akhlak mereka semasa hidup.

    (lus/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketegaran Pangeran Khaled bin Talal Merawat sang Putra yang Koma 20 Tahun



    Jakarta

    Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, yang dikenal sebagai ‘Pangeran Tidur’ Arab Saudi, tutup usia pada Sabtu, (19/7/2025). Pangeran berusia 36 tahun ini meninggal dunia setelah koma selama hampir 20 tahun.

    Dalam sebuah pernyataan, Dewan Imam Global (GIC) menyatakan, “Dewan Imam Global menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada Wali Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Yang Mulia Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Keluarga Kerajaan yang terhormat, atas wafatnya Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang meninggal dunia setelah perjuangan panjang yang berlangsung hampir dua puluh tahun setelah sebuah kecelakaan tragis.”

    Di balik meninggalnya sang Pangeran Tidur, ada sosok ayahanda Khaled bin Talal yang terus bersabar mendampingi anaknya tanpa putus asa. Ia bersama keluarganya terus berikhtiar dan mendoakan kesembuhan, hingga pada akhirnya harus menerima takdir kematian dari Allah SWT.


    Penyebab Pangeran Alwaleed bin Khaled Koma

    Lahir pada bulan April 1990, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal adalah putra sulung Pangeran Khaled bin Talal Al Saud dan keponakan dari miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal.

    Menurut laporan Khaleej Times, ia sedang menjalani dinas militer di sebuah akademi kadet di London ketika sebuah kecelakaan lalu lintas yang dahsyat menimpanya pada tahun 2005. Kecelakaan tersebut menyebabkannya mengalami pendarahan otak dan pendarahan internal yang parah.

    Setelah kecelakaan itu, Al-Waleed dilarikan kembali ke Arab Saudi dan dirawat di King Abdulaziz Medical City di Riyadh di bawah pengawasan medis intensif.

    Para dokter, termasuk spesialis dari Amerika Serikat dan Spanyol, terus-menerus merawatnya, tetapi ia tidak pernah sadar kembali. Sebaliknya, ia tetap menggunakan alat bantu hidup, dengan respons ringan yang terputus-putus seperti gerakan jari.

    Trauma otak yang parah dan pendarahan internal yang dialaminya membuatnya koma sejak usianya 15 tahun.

    Pangeran Khaled bin Talal Sebagai Simbol Cinta Ayah

    Selama hampir dua dekade mengalami koma, pangeran Al Waleed dikenal dengan sebutan “Sleeping Prince” atau “Pangeran Tidur” Arab Saudi.

    Namun di balik kondisinya yang koma, yang menjadi sorotan adalah sosok sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal bin Al-Saud yang terus setia di sisi tempat tidur putranya dari tahun ke tahun.

    Perjuangan sang ayah dan keluarganya yang senantiasa memberikan perawatan dan tidak putus harapan atas kesembuhan sang anak menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.

    Mengutip Gulf News, kamar rumah sakit sang Pangeran Tidur menjadi saksi spiritual, sebagai tempat doa-doa dipanjatkan oleh keluarga, kerabat dan pengunjung yang datang untuk memberi dukungan.

    Kehidupan dan perjuangan yang panjang tidak hanya mencerminkan tantangan medis tetapi juga semangat kemanusiaan yang abadi dan pengabdian keluarga yang melampaui generasi.

    Kematian Pangeran Tidur Membuat Masyarakat Berduka

    Berita meninggalnya Pangeran Al-Waleed di fasilitas medis khusus di Arab Saudi memicu belasungkawa yang meluas.

    Di media sosial, tagar “Pangeran Tidur” (#SleepingPrince) menjadi tren saat ribuan orang berduka. Namun, ia bukan hanya simbol duka, tagar tersebut juga menjadi simbol kesabaran, keyakinan, dan kasih sayang seorang ayah.

    Dalam sebuah unggahan di X, Pangeran Khaled bin Talal bin Abdulaziz, ayahanda yang berduka, menulis dengan mengutip Al-Quran Surah Al-Fajr ayat 27,

    “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu, dengan hati yang ridha dan menyenangkan [Nya], dan masuklah ke Surga-Ku… Dengan hati yang meyakini kehendak dan ketetapan Allah, dan dengan duka yang mendalam, kami berduka atas putra terkasih kami.”

    Menurut laporan Khaleej Times, salat jenazah untuk Pangeran Al-Waleed akan dilaksanakan pada 20 Juli 2025.

    Salat jenazah untuk jemaah pria akan dilaksanakan di Masjid Imam Turki bin Abdullah setelah salat Ashar waktu setempat, sedangkan untuk jemaah wanita akan dilaksanakan di Rumah Sakit Spesialis King Faisal setelah salat Dzuhur. Ucapan belasungkawa akan diterima di Istana Al-Fakhriyah milik keluarga hingga 22 Juli.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketegaran Pangeran Khaled bin Talal Merawat sang Putra yang Koma 20 Tahun



    Jakarta

    Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, yang dikenal sebagai ‘Pangeran Tidur’ Arab Saudi, tutup usia pada Sabtu, (19/7/2025). Pangeran berusia 36 tahun ini meninggal dunia setelah koma selama hampir 20 tahun.

    Dalam sebuah pernyataan, Dewan Imam Global (GIC) menyatakan, “Dewan Imam Global menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada Wali Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Yang Mulia Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Keluarga Kerajaan yang terhormat, atas wafatnya Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang meninggal dunia setelah perjuangan panjang yang berlangsung hampir dua puluh tahun setelah sebuah kecelakaan tragis.”

    Di balik meninggalnya sang Pangeran Tidur, ada sosok ayahanda Khaled bin Talal yang terus bersabar mendampingi anaknya tanpa putus asa. Ia bersama keluarganya terus berikhtiar dan mendoakan kesembuhan, hingga pada akhirnya harus menerima takdir kematian dari Allah SWT.


    Penyebab Pangeran Alwaleed bin Khaled Koma

    Lahir pada bulan April 1990, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal adalah putra sulung Pangeran Khaled bin Talal Al Saud dan keponakan dari miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal.

    Menurut laporan Khaleej Times, ia sedang menjalani dinas militer di sebuah akademi kadet di London ketika sebuah kecelakaan lalu lintas yang dahsyat menimpanya pada tahun 2005. Kecelakaan tersebut menyebabkannya mengalami pendarahan otak dan pendarahan internal yang parah.

    Setelah kecelakaan itu, Al-Waleed dilarikan kembali ke Arab Saudi dan dirawat di King Abdulaziz Medical City di Riyadh di bawah pengawasan medis intensif.

    Para dokter, termasuk spesialis dari Amerika Serikat dan Spanyol, terus-menerus merawatnya, tetapi ia tidak pernah sadar kembali. Sebaliknya, ia tetap menggunakan alat bantu hidup, dengan respons ringan yang terputus-putus seperti gerakan jari.

    Trauma otak yang parah dan pendarahan internal yang dialaminya membuatnya koma sejak usianya 15 tahun.

    Pangeran Khaled bin Talal Sebagai Simbol Cinta Ayah

    Selama hampir dua dekade mengalami koma, pangeran Al Waleed dikenal dengan sebutan “Sleeping Prince” atau “Pangeran Tidur” Arab Saudi.

    Namun di balik kondisinya yang koma, yang menjadi sorotan adalah sosok sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal bin Al-Saud yang terus setia di sisi tempat tidur putranya dari tahun ke tahun.

    Perjuangan sang ayah dan keluarganya yang senantiasa memberikan perawatan dan tidak putus harapan atas kesembuhan sang anak menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.

    Mengutip Gulf News, kamar rumah sakit sang Pangeran Tidur menjadi saksi spiritual, sebagai tempat doa-doa dipanjatkan oleh keluarga, kerabat dan pengunjung yang datang untuk memberi dukungan.

    Kehidupan dan perjuangan yang panjang tidak hanya mencerminkan tantangan medis tetapi juga semangat kemanusiaan yang abadi dan pengabdian keluarga yang melampaui generasi.

    Kematian Pangeran Tidur Membuat Masyarakat Berduka

    Berita meninggalnya Pangeran Al-Waleed di fasilitas medis khusus di Arab Saudi memicu belasungkawa yang meluas.

    Di media sosial, tagar “Pangeran Tidur” (#SleepingPrince) menjadi tren saat ribuan orang berduka. Namun, ia bukan hanya simbol duka, tagar tersebut juga menjadi simbol kesabaran, keyakinan, dan kasih sayang seorang ayah.

    Dalam sebuah unggahan di X, Pangeran Khaled bin Talal bin Abdulaziz, ayahanda yang berduka, menulis dengan mengutip Al-Quran Surah Al-Fajr ayat 27,

    “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu, dengan hati yang ridha dan menyenangkan [Nya], dan masuklah ke Surga-Ku… Dengan hati yang meyakini kehendak dan ketetapan Allah, dan dengan duka yang mendalam, kami berduka atas putra terkasih kami.”

    Menurut laporan Khaleej Times, salat jenazah untuk Pangeran Al-Waleed akan dilaksanakan pada 20 Juli 2025.

    Salat jenazah untuk jemaah pria akan dilaksanakan di Masjid Imam Turki bin Abdullah setelah salat Ashar waktu setempat, sedangkan untuk jemaah wanita akan dilaksanakan di Rumah Sakit Spesialis King Faisal setelah salat Dzuhur. Ucapan belasungkawa akan diterima di Istana Al-Fakhriyah milik keluarga hingga 22 Juli.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com