Tag: kemarau

  • Jangan Terlena Hujan, Kemarau Kali Ini Diramal Lebih Kering! Siapkan ‘Tabungan’ Air



    Jakarta

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di banyak wilayah Indonesia mundur menjadi Juli hingga Agustus 2024. Sejumlah wilayah pun tampak akan mengalami kemarau di bawah normal, yakni curah hujan lebih sedikit dibandingkan wilayah lainnya.

    Situasi ini berisiko menimbulkan kekeringan lebih tinggi dan cuaca lebih panas. Untuk itu, BMKG meminta masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan musim kemarau yang lebih kering dari biasanya.

    Ketika kekeringan terjadi, solusi utama memperoleh air adalah memperdalam sumur. Namun, hal tersebut hanya menjadi solusi jangka pendek karena suatu ketika air akan habis tanpa adanya pasokan air hujan.


    Oleh karena itu, sebaiknya menabung air di dalam tanah ketika musim hujan sebagai persiapan menghadapi musim kemarau. Berikut ini tips menyiapkan tabungan air sebagai solusi mencegahnya kekeringan.

    Siapkan Lahan Resapan Air

    Untuk menabung air di dalam tanah, sebisa mungkin air hujan yang terserap oleh tanah. Memaksimalkan air hujan yang jatuh masuk ke tanah dengan tidak menutup rumah seluruhnya dengan tegel atau beton.

    Sediakan sisa lahan atau ruang terbuka untuk air hujan meresap ke tanah. Hal tersebut dapat dilakukan secara alami dengan tanah terbuka yang ditanami rumput sebagian.

    Selain itu, membuat sumur resapan mampu meresap air lebih maksimal ke dalam tanah. Lalu, bisa juga dengan membuat kolam-kolam kecil, cekungan kecil agar air hujan tertampung seperti biopori supaya membantu tanah meresap lebih banyak air.

    Pasang Talang Air

    Apabila memiliki lahan terbatas yang mengharuskan menutup lahan dengan tegel atau beton, maka talang yang langsung dihubungkan ke tanah dapat menjadi solusi. Langkah ini merupakan alternatif bila tidak ada lahan yang cukup untuk dibuka sebagai tempat resapan air.

    Jangan sampai semua air hujan yang jatuh malah mengalir ke got daripada meresap ke dalam tanah. Dengan talang air, air hujan nantinya disalurkan lewat talang agar langsung masuk sumur resapan, sehingga resapan air ke tanah lebih optimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • RI Masuk Musim Kemarau, Simak Cara Biar AC Nggak Boros Listrik di Siang Hari


    Jakarta

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis prakiraan cuaca di Indonesia. BMKG memperkirakan sebanyak 63,66% Zona Musim di Indonesia, akan memasuki periode musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024.

    Berdasarkan data BMKG, suhu di beberapa wilayah Indonesia akan berada di atas 36°C. Dengan kondisi seperti ini, kinerja AC pada ruangan rumah dan gedung akan semakin berat, sehingga penggunaan listrik akan menjadi semakin boros.

    Tapi kali ini kamu tidak perlu khawatir, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya kinerja AC kamu menjadi tetap efisien di cuaca yang panas ini. Berikut caranya.


    Cara Meningkatkan Efisiensi AC Supaya Tidak Boros Listrik

    Dikutip dari homeserve.com, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya efisiensi AC di rumah kamu tetap terjaga.

    1. Pilih Ukuran Yang Tepat

    Cara yang pertama tentunya dengan memastikan ukuran daya dingin AC sesuai dengan ukuran ruangan yang ingin kamu pasangi AC.

    Bila daya dingin AC terlalu kecil untuk ruangan, AC akan kesulitan untuk mendinginkan ruangan sehingga akan aktif terus-menerus. Sehingga penggunaan listrik akan menjadi semakin boros.

    2. Bersihkan AC

    Unit AC dilengkapi filter perlu diganti secara berkala. Bila tidak dibersihkan, filter udara ini akan tersumbat. Hal ini akan membuat AC bekerja lebih keras dan boros listrik.

    Jangan lupa juga untuk membersihkan AC Luar, bisa jadi AC bagian luar tersumbat oleh dedaunan dan debu. Pastikan juga saluran pembuangan air bersih dan bebas dari penghalang agar air embun dapat mengalir dengan bebas.

    3. Batasi Sumber Panas Dalam Ruangan

    Peralatan yang menghasilkan panas seperti kompor, pengering pakaian, dan pengering rambut bisa mempengaruhi suhu di dalam ruangan. Hal ini akan memaksa AC untuk bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan.

    Oleh karena itu, sebaiknya kamu batasi penggunaan peralatan semacam ini. Selain itu, kamu juga harus menjauhkan termostat AC dari peralatan yang menghasilkan panas, karena dapat mempengaruhi pembacaan termostat yang akan menyebabkan AC bekerja lebih sering.

    4. Tutup Rapat Ruangan

    Lubang, retakan, dan celah di dalam ruangan akan membuat AC jadi kurang efisien, karena udara dingin yang dihasilkan AC dapat keluar sehingga menyebabkan AC bekerja lebih keras dan bekerja lebih lama untuk menjaga suhu di dalam ruangan.

    Maka dari itu, kamu harus pastikan untuk menutup celah dan retakan yang biasanya ada di sekitar jendela, pintu, dinding, atau jalur pipa dan kabel yang masuk ke dalam ruangan.

    5. Pilih Suhu yang Tepat

    Semua orang pasti selalu ingin suhu AC agar disetel sedingin mungkin. Tetapi, dalam cuaca yang terlalu panas, sebaiknya kamu meningkatkan suhu AC kamu secukupnya. Menaikkan suhu termostat beberapa derajat dapat menghemat energi, karena AC jadi tidak bekerja terlalu keras.

    6. Jaga Aliran Udara AC Luar

    Sirkulasi udara di sekitar unit AC luar membantunya bekerja lebih efisien. Selain dengan membuat atap pada AC luar, kamu juga harus memastikan agar aliran udara pada AC luar tidak tertutup. Jika perlu, kamu bisa kurangi tumbuh-tumbuhan di sekitar AC luar dan berikan jarak minimal 2 kaki (60 sentimeter) di sekitar AC.

    7. Perawatan Rutin

    Selalu jadwalkan perawatan rutin oleh tenaga ahli untuk mengeceknya setidaknya setahun sekali. Teknisi ahli bisa membersihkan unit secara mendalam dan mencari potensi masalah yang dapat mereka perbaiki sebelum menjadi masalah besar.

    8. Kurangi Sinar Matahari

    Sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan akan membawa energi panas. Maka dari itu, kamu harus pastikan untuk meminimalisir masuknya cahaya matahari pada ruangan yang kamu pasangi AC.

    Tutup gorden jendela ketika sinar matahari menyinari tepat ke arah jendela. Hal ini dilakukan untuk mencegah energi panas masuk ke dalam ruangan, yang akan membuat AC menjadi boros listrik.

    Itu dia beberapa cara agar AC kamu tidak boros listrik pada musim kemarau ini. semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sumur Resapan Air, Strategi Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau



    Jakarta

    Musim kemarau ditandai dengan curah hujan yang menurun. Hal ini dapat menimbulkan kekeringan, bahkan krisis air bersih.

    Padahal, air merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Dari minum, membersihkan diri, hingga mengairi tanaman mengandalkan air.

    Nah, perlu sekali mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Ambil kesempatan untuk menampung air di kala hujan, salah satunya bisa dengan sumur resapan air.


    Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menjelaskan sumur resapan air adalah media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian. Air yang tertampung dalam sumur akan meresap ke dalam tanah.

    “Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).

    Ia menyebut sumur resapan sebagai model intervensi teknologi sederhana dalam rangka mengendalikan atau mengelola sumber daya air, khususnya air hujan dan air larian di permukaan tanah.

    Terlebih, saat ini kawasan dengan lahan hijau untuk meresap air hujan sudah minim. Maka, sumur resapan menjadi alternatif yang baik untuk menahan dan mengembalikan air ke dalam tanah.

    Sumur resapan ini menjadi sangat menguntungkan karena mencegah masalah serta bermanfaat sebagai tabungan air. Daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan yang merusak jalan.

    “Kalau punya sumur gali (atau) sumur pantek (bar), dan di rumah ada sumur resapan, dijamin tidak akan kering sumur (air) karena air masuk ke dalam sumur (dari sumur resapan). Dan itu manfaatnya di musim kemarau yang paling utama, karena kita pakai saat tidak ada hujan,” ucapnya.

    Lalu, Asep menerangkan cara memanfaatkan air hujan dengan sumur resapan. Pemilik rumah bisa menggunakan air toren selama musim hujan. Sementara kelebihan air hujan bisa masuk dan meresap ke tanah dengan sumur resapan, sehingga menjadi air tanah.

    “Pada saat tidak ada hujan, toren kosong, kita bisa pompa dari sumur resapan,” katanya.

    Dengan demikian, sumur resapan menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kekeringan di musim hujan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Sumur Resapan Air Hujan buat Antisipasi Banjir & Kekeringan


    Jakarta

    Sumur resapan air di rumah sangat bermanfaat untuk mengantisipasi berbagai masalah di sekitar rumah. Sumur ini membantu mencegah banjir di musim hujan dan menampung air untuk menghadapi kekeringan di musim kemarau.

    Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menyebut sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan. Ia mendefinisikan sumur resapan air sebagai media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah.

    “Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).


    Sumur resapan ini bermanfaat sebagai tabungan air daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan air. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Membuat Sumur Resapan Air

    1. Tentukan Letak Sumur

    Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

    Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

    2. Hitung Curah Hujan

    Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

    “Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

    Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

    3. Gali Lubang

    Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

    4. Buat Dinding

    Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

    5. Isi Lubang Sumur

    “Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

    Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

    5. Pastikan Aliran Air

    Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

    Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

    6. Tutup Permukaan

    Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

    Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Saat Cuaca Panas dan Terik, Bisa Dibaca Hari Ini



    Jakarta

    Doa saat cuaca panas dan terik dapat diamalkan oleh seluruh umat muslim. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT senantiasa mencurahkan perlindungan kepada umat-Nya ketika dilanda suatu cobaan berupa cuaca panas.

    Suhu udara yang panas dan terik tengah dirasakan masyarakat Indonesia. Fenomena ini terjadi secara alami, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai wilayah di Asia.

    Melansir laman CNN, Rabu (26/4/2023) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan ada lima penyebab utama terjadinya suhu panas di Indonesia sepekan terakhir.
    Kepala Pusat Layanan Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memperkirakan suhu panas akan mencapai 36-37 derajat di beberapa wilayah di Tanah Air.


    Doa saat Cuaca Panas

    Pada zaman Rasulullah SAW, pernah terjadi cuaca panas dan musim kemarau yang melanda. Melansir laman NU, Rabu (26/4/2023) ada beberapa bacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika mengalami cuaca panas.

    Doa pertama

    Berikut ini adalah doa yang dikutip dari pembukaan khutbah Shalat Istisqa Rasulullah SAW

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Arab Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kauturunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud).

    Doa kedua

    Berikut ini doa yang dibaca Rasulullah SAW saat sedang khutbah Jumat. Seorang sahabat datang ke dalam masjid menceritakan bencana kekeringan dan meminta Rasulullah yang sedang khutbah Jumat untuk berdoa kepada Allah.

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Arab Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami,” (HR Muttafaq Alaih).

    Doa ketiga

    Berikut ini adalah lafal doa istisqa yang pernah dibaca oleh Rasulullah menurut riwayat Abu Awanah dari Sahabat Sa’ad ra.

    اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Arab Latin: Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.

    Artinya, “Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia,” (HR Abu Awanah).

    Demikian bacaan doa ketika mengalami dan merasakan cuaca panas. Semua doa ini dapat dipanjatkan dengan niat semata-mata memohon ridho dan pertolongan Allah SWT.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Hujan Sesuai Sunnah, Bisa Dibaca Saat Cuaca Panas



    Jakarta

    Terdapat doa yang dapat dibaca agar hujan cepat turun. Doa ini sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Hujan sering disebut dengan sumber kehidupan karena memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kesuburan tanah, menjaga ekosistem, tersedianya air yang berlimpah, dan sebagainya. Hujan juga merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT.

    Namun, tidak setiap hari Allah SWT menurunkan hujan. Bahkan ada masanya Allah SWT memberikan kekeringan karena tidak terjadi hujan dalam jangka waktu yang lama.


    Banyak dampak yang diberikan karena terjadinya kekeringan, seperti menipisnya sumber air, sawah yang menjadi kering dan keringnya tumbuh-tumbuhan. Banyak lagi dampak yang terjadi ketika hujan tak kunjung turun.

    Maka saat itulah umat muslim dapat berdoa kepada Allah SWT untuk memohon diturunkannya hujan.

    Dikutip dari buku edisi Indonesia: Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al-Qur’a oleh Andi Muhammad Syahril bahwa umat muslim diperbolehkan untuk memohon turunnya hujan seperti yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Anas bin Malik bahwa Umar bin Al-Khatab memohon turunnya hujan ketika musim kemarau berkepanjangan dengan perantara Al-Abbas bin Abdul Muthalib,

    “Ya Allah, dahulu kami memohon turunnya hujan dengan perantara Nabi-Mu ketika ia hidup, lalu Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka, pada hari ini kami memohon turunnya dengan perantara pamannya Nabi-Mu, maka turunkanlah kepada kami hujan.” Lalu hujan turun untuk mereka.”

    Imam An-Nawawi menjelaskan tiga upaya dalam memohon turunnya hujan:

    – Memohon dengan doa tanpa melaksanakan sholat
    – Memohon ketika khutbah Jum’at atau setelah sholat wajib
    – Memohon dengan melaksanakan sholat dua rakaat dan dua khutbah yang telah didahului dengan bersedekah, puasa, taubat, melakukan kebaikan, dan menjauhi kemaksiatan.

    Doa Memohon Hujan

    Mengutip buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian oleh Mahmud asy-Syafrowi bahwa doa meminta hujan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْنًا مُغِيْنًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.” (HR. Abu Dawud)

    Doa tersebut memiliki kaitannya dengan tangisan para perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW karena terputusnya hujan.

    Dan setelah Rasulullah SAW berdoa dengan doa itu, maka turunlah hujan.

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Artinya: “Ya Allah! Berilah kami hujan. Ya Allah, turunkan hujan pada kami. Ya Allah! Hujanilah kami.”

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

    Artinya: “Ya, Allah! Berilah hujan kepada hamba-hamba-Mu, ternak-ternak-Mu, berilah rahmat-Mu dengan merata, dan suburkan tanah-Mu yang tandus.”

    Setelah diturunkannya hujan, kita juga harus berdoa agar hujan yang diturunkan oleh Allah SWT menjadi sebuah keberkahan.

    Doa Ketika Hujan Turun

    Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, MA bahwa doa ketika hujan turun adalah sebagai berikut.

    Diriwayatkan dalam hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Arab-latin: ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’.”

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.

    Setelah hujan turun, maka bisa dilanjutkan dengan doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Itulah doa yang dapat kita panjatkan ketika memohon hujan kepada Allah SWT. Semoga dengan adanya musibah dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT, tidak menjadikan umat Muslim menyerah dan melupakan Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Kemarau Panjang untuk Meminta Hujan Sesuai Tuntunan Rasulullah


    Jakarta

    Indonesia mulai memasuki musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi di semua wilayah. BMKG menyebutkan, puncak musim kemarau ekstrem terjadi di bulan Juli-Agustus 2024 karena pengaruh El Nino Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), dan suhu permukaaan laut di sekitar Indonesia.

    Tiap muslim tentu harus siap menghadapi cobaan ini dengan penuh iman dan taqwa. Seperti dicontohkan dalam doa kemarau panjang yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika menghadapi cobaan tersebut.

    Doa adalah salah satu ‘senjata’ tiap muslim saat menghadapi tantangan. Doa kemarau panjang berisi harapan agar Allah SWT mengampuni dosa serta memberi ridhoNya pada tiap muslim. Tentunya, disertai harapan agar kemarau cepat berlalu.


    Kumpulan Doa Kemarau Panjang: Arab, Latin, dan Terjemah

    Dikutip dari laman NU Online, berikut beberapa doa kemarau panjang untuk meminta hujan.

    1. Doa Kemarau Panjang dari HR Abu Dawud

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau Turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan.” (HR Abu Dawud).

    2. Doa Kemarau Panjang Rasulullah saat Khutbah Jumat (Muttafaq Alaih)

    Nabi Muhammad SAW pernah membacakan doa permintaan sahabatnya ketika khutbah Jumat. Ia menceritakan tentang kekeringan yang terjadi dan Rasulullah membaca doa berikut.

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami.” (Muttafaq Alaih)

    3. Doa Istisqa’ yang Pernah Dibaca Rasulullah (HR Awanah dari Sahabat Sa’ad ra)

    اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Latin: Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.

    Artinya: “Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia.” (HR Abu Awanah).

    4. Doa Istisqa’ Semut di Zaman Nabi Sulaiman (sesuai cerita Rasulullah di HR Imam Ahmad)

    Keistimewaan Nabi Sulaiman AS atas kedekatannya dengan seluruh hewan terbukti dari kisah semut ini. Diceritakan beliau dan umatnya gagal melakukan sholat istisqa’ karena hujan telah turun setelah seekor semut mendoakan lafadz berikut.

    اَللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ, لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ

    Latin: Allāhumma innā khalqun min khalqika, laysa binā ghinan ‘an suqyāka

    Artinya: “Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu. Kami tidak dapat berlepas ketergantungan dari anugerah air-Mu.” (HR Ahmad).

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَي القيوم وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

    Latin: Astaghfirullahal azhim, la ilaha illa huwal hayyul qayyum, wa atubu ilaihi

    Artinya: “Aku meminta ampun kepada Allah yang Maha Agung. Tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Maha Tegak. Aku bertobat kepada-Nya.”

    6. Doa Kemarau Panjang sesuai Muktamar Tarjih Muhammadiyah

    Dikutip dari laman Muhammadiyah, berdasarkan Keputusan Muktamar Tarjih XX Garut tahun 1976, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut ketika kemarau panjang.

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِث

    Latin: Allahummaskina ghaitsan marii’an thobakon marii’an ‘aajilan ghaira raaitsan

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami hujan yang lebat, menyegarkan, merata, deras, segera, dan tidak menyebabkan kerusakan.”

    Perintah Allah untuk Memohon Ampun Saat Kemarau

    Anjuran untuk memohon ampunan sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT tercantum dalam QS An-Nuh ayat 10-12.

    (10) فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
    (11) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
    (12) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

    Arab latin: fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā. yursilis-samā`a ‘alaikum midrārā. wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj’al lakum jannātiw wa yaj’al lakum an-hārā

    Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.

    Disebutkan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Nya maka akan mendapatkan.

    • Mengirimkan hujan yang lebat ke daerahnya.
    • Memperbanyak rezeki berupa harta dan anak.
    • Memberikan berkah untuk kebun dan sungai dengan aliran air yang deras.

    Mengutip dari laman BPBD Kabupaten Bogor, musim kemarau panjang dan kekeringan di Indonesia terjadi karena letak geografis, minimnya daerah resapan, curah hujan yang rendah, dan pemanasan global. Akibatnya terjadi berbagai kerusakan bumi yang merugikan seperti:

    • Kekurangan sumber air bersih
    • Banyak tanaman yang kering dan mati
    • Meningkatnya kadar polusi udara
    • Kebakaran hutan
    • Gagal panen.

    Menurut QS Ar-Rum ayat 41, terjadinya kerusakan di bumi adalah perbuatan tangan manusia sebagai akibat yang harus ditanggung. Hal ini akan terus terjadi hingga manusia kembali ke jalan yang benar. Mengutip dari Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir dari laman Baznas, berikut solusi umat muslim dalam menghadapi kerusakan lingkungan.

    • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
    • Meningkatkan kesadaran lingkungan
    • Tidak mengeksploitasi lingkungan
    • Mengelola lingkungan dengan sistem berkelanjutan
    • Menjaga dan tidak merusak lingkungan

    Demikian doa kemarau panjang untuk menurunkan hujan sesuai dengan hadist dan amalan Rasulullah. Perlu adanya kesadaran lingkungan untuk menjaga ketersediaan air dari kekeringan demi kepentingan manusia, hewan, maupun tumbuhan.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Nabi Yusuf Menafsirkan Mimpi Raja Mesir tentang Kemarau Panjang



    Jakarta

    Nabi Yusuf as adalah putra Nabi Yaqub as. Allah SWT memberikan anugerah berupa paras yang rupawan kepada Nabi Yusuf as. Selain itu, ia juga mendapat mukjizat bisa menafsirkan mimpi.

    Kemampuannya menafsirkan mimpi ini kemudian membuat Nabi Yusuf as kemudian diangkat sebagai bendahara kerajaan oleh sang Raja Mesir. Kejadian ini pula yang membuat Nabi Yusuf as bisa kembali bertemu ayah tercinta setelah berpisah bertahun-tahun.

    Mimpi Sang Raja

    Mengutip buku Kisah 25 Nabi & Rasul oleh Muchtam, dikisahkan pada suatu hari, Raja Mesir bermimpi aneh. “Sesungguhnya, aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang arti mimpiku itu jika kamu dapat menafsirkan mimpi.”


    Para juru ramal yang diundang mulai berpikir. Akan tetapi, seluruh juru ramal tidak ada yang mampu menafsirkan mimpi tersebut.

    Hal ini membuat Sang Raja kecewa. Ia resah dengan mimpi yang dialaminya tersebut. Pada saat itulah, pelayan raja yang mimpinya pernah ditafsirkan oleh Nabi Yusuf teringat kepada Nabi Yusuf.

    Pelayan tersebut kemudian mendatangi Nabi Yusuf dan memanggilnya ke hadapan raja. Raja kemudian menceritakan mengenai mimpi yang dilihatnya saat terlelap.

    Kemudian Yusuf berkata, “Arti tafsir mimpi ini adalah bahwa negeri Mesir akan mengalami masa subur selama tujuh tahun, tetapi kemudian negeri Mesir akan mengalami kemarau panjang selama tujuh tahun pula.”

    Raja berkata, “Sungguh situasi yang berat. Lalu, bagaimana cara mengatasi masalah tersebut”

    Nabi Yusuf menjawab, “Simpanlah hasil gandum kalian di waktu musim subur sebagai bekal untuk bertahan di musim kemarau yang panjang.”

    Nabi Yusuf Dibebaskan dari Hukuman

    Sebelum menemui Raja untuk menafsirkan mimpinya, Nabi Yusuf as tengah menjalani hukuman atas tuduhan fitnah. Setelah berhasil menafsirkan mimpi Raja, ia pun mendapat kesempatan untuk dibebaskan.

    Raja yang puas mendengar penjelasan tentang mimpinya kemudian memerintahkan pengawalnya agar membebaskan Nabi Yusuf as. Akan tetapi, ia menolak dibebaskan sebelum perkaranya disidangkan dan ia diputuskan tidak bersalah.

    Akhirnya, Nabi Yusuf as diputus tidak bersalah oleh raja. Ia pun dibebaskan.

    Tak hanya itu, Raja Mesir kemudian menjadikan Nabi Yusuf as sebagai salah satu orang kepercayaannya.

    Mendengar penawaran tersebut. Yusuf berkata kepada raja, “Jika memang engkau percaya kepadaku. jadikanlah aku bendaharawan negara. Sesungguhnya, aku mampu menjaga juga berpengetahuan dalam hal tersebut.”

    Kemarau Panjang yang Melanda Mesir

    Sebagaimana mimpi raja yang pernah ditafsirkan Nabi Yusuf, negeri Mesir pun dilanda kemarau yang sangat panjang. Banyak rakyat yang kehabisan gandum.

    Raja tidak khawatir karena telah memiliki stok makanan yang cukup banyak. Rakyat sekitar yang kehabisan bahan makanan lantas berbondong-bondong datang ke Kerajaan Mesir.

    Hal ini juga dilakukan saudara-saudara Nabi Yusuf yang dulu pernah mencelakainya. Mereka pun datang ke Kerajaan Mesir dan mencoba untuk meminta bantuan pangan.

    Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, saudara-saudara Nabi Yusuf sampai di Mesir. Mereka langsung menuju kerajaan.

    Nabi Yusuf yang melihat para saudaranya ini langsung mengenali mereka satu per satu. Akan tetapi, saudara-saudaranya tidak mengenalinya karena penampilan Nabi Yusuf yang berbeda.

    Nabi Yusuf lantas memberikan gandum kepada mereka. Sebelum para saudaranya ini pulang, Nabi Yusuf berpesan, jika datang kembali, mereka harus membawa serta saudara bungsu mereka, yaitu Bunyamin.

    Mereka merasa heran bagaimana Yusuf mengetahui tentang Bunyamin. Akan tetapi, mereka tidak terlalu memikirkannya. Permasalahan mereka lebih besar dibanding dengan memikirkan keanehan tersebut.

    Sesampainya di kampung halamannya, mereka menyampaikan pesan tersebut kepada ayah mereka, “Wahai Ayah, kami tidak akan mendapat gandum lagi jika tidak membawa Bunyamin. Oleh sebab itu, biarkanlah Bunyamin pergi bersama kami agar kami mendapat gandum. Kami akan menjaganya dengan baik.”

    Mendengar permintaan tersebut, Nabi Yaqub ragu dan tidak percaya. Ia khawatir peristiwa kehilangan Nabi Yusuf akan terulang kembali.

    Setelah anak-anaknya meyakinkan dan juga memikirkan tentang persediaan makanan yang mulai menipis, akhirnya Nabi Yaqub as mengizinkan Bunyamin pergi.

    Nabi Yaqub meminta janji dari mereka untuk menjaga Bunyamin dengan sebaik mungkin.

    Bunyamin Ditahan di Kerajaan

    Setelah sampai di kerajaan, mereka disambut baik oleh Nabi Yusuf. Mereka diberikan tempat istirahat yang nyaman. Mereka merasa senang karena mereka disambut dengan kehangatan.

    Sementara itu, Yusuf mencari kesempatan untuk bisa berbicara dengan Bunyamin karena ia telah lama merindukannya. Akhirnya, kesempatan itu pun tiba.

    Nabi Yusuf mengundang Bunyamin untuk bertemu di ruangannya. Yusuf berkata, “Sesungguhnya aku adalah saudaramu. Janganlah kamu berduka cita terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

    Saat saudara-saudara Nabi Yusuf hendak kembali pulang, tanpa sepengetahuan saudara-saudaranya, Yusuf memasukkan cangkir emas milik kerajaan ke kantong Bunyamin.

    Ketika para pengawal kerajaan memeriksa di pintu keluar kerajaan, mereka menemukan tempat minum milik kerajaan dalam kantong yang dibawa oleh Bunyamin.

    Hal ini terpaksa membuat Bunyamin ditangkap dan ditahan. Bunyamin tidak bisa pulang bersama saudara- saudaranya. Saudara-saudara Bunyamin berusaha untuk bisa membebaskan adiknya.

    Mereka memohon dengan berkata. “Wahai Tuan, sesungguhnya ia memiliki ayah yang sudah lanjut usia. Oleh karena itu, ambillah salah seorang dari kami sebagai pengganti adik kami”

    Yusuf berkata, “Sesungguhnya kami menahan adikmu karena ia terbukti telah mengambil barang milik kerajaan. Oleh sebab itu, kami tidak bisa membebaskannya. Jika kalian ingin adik kalian bebas, kembalilah kalian dan bawa ayah kalian ke sini untuk mengambil adik kalian.”

    Akhirnya, mereka pulang tanpa membawa serta Bunyamin. Sesampainya di Palestina, mereka menyampaikan kabar penahanan Bunyamin. Kabar tersebut tentu saja membuat Nabi Yaqub merasa sangat sedih.

    Pertemuan Nabi Yusuf, Nabi Yaqub dan Bunyamin

    Ketika persediaan bahan makanan kembali habis, saudara-saudara Nabi Yusuf kembali mendatangi kerajaan. Sesampainya di sana, mereka menceritakan kondisi yang dialami ayah mereka.

    “Wahai Tuan, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga. Ayah kami senantiasa bersedih karena telah kehilangan dua orang yang sangat dicintainya. Setiap hari beliau menangis. Sekarang kami kekurangan makanan. Oleh karena itu, kami memohon kepada Tuan untuk memberikan gandum kepada kami,” ujar salah seorang saudara Nabi Yusuf.

    Mendengar kabar tersebut, Nabi Yusuf sangat sedih dan iba. Ia tidak mampu lagi menahan perasaannya untuk memberitahukan siapa sebenarnya dirinya. Nabi Yusuf berkata, “Apakah kalian tahu kejahatan yang telah kalian lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya?”

    Kembali Nabi Yusuf berkata, “Tahukah kalian, sesungguhnya akulah Yusuf yang pernah kalian lemparkan ke dalam sumur.”

    Mendengar ucapan Nabi Yusuf, terkejutlah mereka kemudian bertanya dengan ragu, “Apakah kamu benar-benar Yusuf?”

    Pengakuan Yusuf benar-benar membuat mereka kaget. Mereka semakin yakin bahwa orang yang ada di hadapannya adalah Yusuf setelah melihat bukti bukti yang ada. Mereka pun kemudian mengakui kesalahan mereka, meminta maaf dan menyesal atas perbuatan yang pernah mereka lakukan.

    Yusuf tidak pernah merasa dendam kepada saudara-saudaranya. la memaafkan mereka dengan penuh kasih sayang. la memberi mereka makanan dan menitipkan bajunya untuk diusapkan ke mata ayahnya agar sembuh.

    Sesampainya di Palestina, mereka menceritakan kabar tentang Yusuf dan memberikan baju titipan Yusuf pada Nabi Yaqub. Mendengar kabar tersebut Nabi Yaqub menjadi sangat gembira.

    Ketika baju Nabi Yusuf diusapkan ke matanya, atas izin Allah SWT tiba-tiba saja matanya sembuh dari kebutaan sehingga Nabi Yaqub dapat melihat kembali.

    Kegembiraan yang dirasakan Nabi Yaqub begitu besar. Ia tak sabar untuk bertemu dengan anaknya yang telah lama dirindukannya. Mereka semua berangkat ke Mesir untuk bertemu Nabi Yusuf. Ketika sampai di Mesir, mereka disambut suka cita oleh Nabi Yusuf.

    Nabi Yaqub, Nabi Yusuf dan Bunyamin kembali berkumpul, lengkap bersama seluruh saudaranya.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com