Tag: keracunan

  • 8 Cara Mudah Basmi Lalat dari Rumah!


    Jakarta

    Lalat merupakan serangga pembawa penyakit. Lalat dapat membawa virus dan bakteri yang dapat ditularkan melalui makanan yang dihinggapinya. Beberapa penyakit yang dibawa oleh lalat di antaranya kolera, demam tifoid, disentri, infeksi mata, hingga keracunan makanan.

    Maka tak heran jika ada lalat di rumah rasanya ingin langsung mengusir atau membasminya. Untuk membasminya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari menggunakan bahan alami hingga bahan-bahan yang sering ditemukan di rumah.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan beberapa tipsnya.


    1. Pakai Rempah-rempah dan Bunga

    Dilansir dari Healthline, Kamis (4/9/2024), rempah-rempah dan bunga dapat ditanam di kebun maupun bagian luar rumah untuk mencegah lalat masuk ke dalam rumah. Beberapa yang dapat mengusir lalat yaitu kemangi, marigold, lavender, daun salam, dan catnip. Sebagai bonus, tanaman-tanaman tersebut juga bisa dipakai untuk memasak lho!

    2. Cuka dan Sabun Cuci Piring

    Campuran dari cuka dan sabun cuci piring dapat menjebak lalat. Caranya, campurkan sedikit cuka apel dan beberapa tetes sabun cuci piring di gelas panjang. Tutup gelas tersebut dengan bungkus plastik. Ikat bungkus plastik tersebut dengan karet dan beri lubang di atas bungkus plastik tersebut.

    Lalat akan tertarik dengan baru cuka tersebut dan akan masuk ke dalamnya. Namun, sabun cuci piring tersebut akan membuat lalat tenggelam alih-alih mendarat di cuka tersebut.

    3. Cabai Cayenne dan Air

    Campurkan cabai cayenne dan air, lalu semprotkan di sekitar rumah. Hal tersebut dapat membuat lalat ogah datang ke rumah kalian.

    4. Tanaman Venus

    Tanaman venus merupakan tanaman insektivora atau pemakan serangga. Jika kalian menanamnya di luar, mereka akan memakan lalat yang ada.

    Saat lalat hinggap di tanaman tersebut, kedua sisi tanaman Venus akan menutup di sekitar lalat. Selanjutnya, tanaman itu akan mengeluarkan cairan yang dapat mencerna bagian dalam lalat. Tanaman Venus mencerna lalat sekitar 5-12 hari, lalu mengeluarkan bagian exoskeleton atau rangka luar yang melindungi serangga.

    5. Jebakan Lampu

    Jebakan lampu merupakan sebuah kotak dengan lampu di bagian belakangnya yang dapat menarik perhatian lalat. Saat lalat mendekat ke arah lampu, mereka bisa mati dengan sengatan listrik yang ada di dalamnya atau terperangkap di sana, tergantung dari jebakan yang kalian pilih.

    6. Sticky Traps

    Sticky traps berupa kertas maupun stik yang lengket dan dapat digantung atau diletakkan di bagian rumah kalian. Sebagai tips, gunakan stik atau kertas dengan warna terang agar lalat tertarik untuk mendarat di situ.

    7. Pakai Perangkap Buah buat Usir Lalat

    Dilansir dari detikJatim, perangkap cuka apel dapat mengusir lalat. Campurkan cuka apel bersama gula dan sabun cuci piring ke dalam mangkok. Kemudian letakkan di meja dan dekat dengan buah-buahan. Aroma cuka apel dan gula dapat menarik perhatian lalat dan terperangkap ke dalam mangkok.

    8. Cahaya Lilin Bisa Usir Lalat

    Lalat juga tertarik dengan nyala api. Kamu bisa menyalakan lilin di wadah yang berisi sedikit air. Saat lalat mendekat ke arah api, ia akan terbakar kemudian tergelincir ke dalam air. Cara ini dapat mengusir lalat buah yang suka menghampiri potongan buah segar.

    Demikian beberapa tips untuk mengusir dan membasmi lalat dari rumah. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ternyata Benda di Rumah ini Mengandung Timbal



    Jakarta

    Timbal adalah logam berat yang dapat membahayakan kesehatan manusia, terutama bagi anak-anak dan wanit. Jika terpapar dalam jumlah yang signifikan maka akan sangat bahaya bagi kesehatan.

    Meskipun banyak orang mengaitkan timbal dengan produk industri, kenyataannya, barang-barang sehari-hari yang kita gunakan juga bisa mengandung timbal.

    Pada pembahasan berikut ini, akan menjelajahi berbagai jenis barang umum yang mungkin mengandung timbal, mulai dari cat dan peralatan rumah tangga.


    Mengetahui risiko ini sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh paparan timbal.

    Apa itu Timbal? Mengapa Sangat Berbahaya?

    Melansir dari Dengarden, pada Rabu (6/11/2024), menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, timbal adalah logam alami yang banyak ditemukan di seluruh dunia. Penggunaan utama timbal adalah untuk memproduksi baterai timbal-asam yang digunakan dalam kendaraan bermotor.

    Namun, sejumlah kecil juga terdapat dalam barang-barang sehari-hari yang kita gunakan, seperti cat, kaca patri, ubin keramik, pipa ledeng, perhiasan, mainan, selang taman, dan beberapa produk kosmetik.

    Fakta dari WHO

    Timbal dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan memberikan efek negatif pada berbagai sistem, seperti pada dalam tubuh, timbal tersebar ke otak, hati, ginjal, dan tulang. Kain ini disimpan di gigi dan tulang, dan akumulasi ini bertambah seiring waktu.

    Ini sangat berbahaya bagi anak-anak, yang dapat mengalami dampak kesehatan serius dan permanen, terutama terkait perkembangan otak dan sistem saraf.

    Paparan tinggi timbal pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.

    Selain itu, timbal juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang bagi orang dewasa, termasuk peningkatan risiko hipertensi dan kerusakan ginjal, serta tidak ada tingkat paparan timbal yang aman tanpa risiko efek berbahaya.

    Meski timbal berguna dan kadang-kadang diperlukan dalam beberapa produk, faktanya adalah bahkan dalam jumlah setetespun timbal ‘sudah terlalu banyak’ karena akan terakumulasi dalam tubuh dan mengganggu fungsi kimia dasar.

    Akhirnya menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah sampai-sampai memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

    Cat

    Tidak semua cat berbahaya, tetapi cat yang mengandung timbal memang berisiko. Pada tahun 1991, Amerika Serikat mengidentifikasi cat bertimbal sebagai ancaman lingkungan yang serius bagi anak-anak, cat bertimbal juga dapat berdampak negatif pada orang dewasa.

    Penting untuk dicatat bahwa hampir semua rumah tua dibangun sebelum tahun 1978 memiliki cat yang mengandung timbal. Meskipun cat bertimbal itu sendiri tidak berbahaya, ketika mulai mengelupas, ia melepaskan partikel timbal berbahaya yang dapat terhirup.

    Oleh karena itu, jika kamu berencana membeli rumah tua, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional sebelum melakukan renovasi atau pengecatan sendiri.

    Ubin Keramik

    Ubin keramik, terutama yang ada di kamar mandi rumah tua, mungkin mengandung kadar timbal yang tinggi. Ubin yang diproduksi pada tahun 1970-an, terutama yang berwarna, bisa berbahaya.

    Ketika ubin mulai terkelupas, debu yang dihasilkan bisa berisiko. Oleh karena itu, renovator rumah tua yang melakukannya sendiri sebaiknya berkonsultasi dengan profesional untuk mengevaluasi apakah ubin tersebut berbahaya atau masih aman untuk ditangani.

    Jika tidak, sebaiknya serahkan pekerjaan renovasi kepada tukang bangunan profesional untuk memastikan tidak ada paparan timbal yang tidak diinginkan dan menghindari risiko meninggalkan partikel timbal berbahaya di rumah setelah proyek selesai.

    Selang Taman

    Pastinya kamu pernah bermain-main dengan selang taman atau menyeruput air dari sana pada hari-hari musim panas yang terik saat menyiram halaman. Terdapat cukup banyak selang taman yang mengandung timbal, khususnya karena beberapa di antara mereka dibuat dari bahan daur ulang.

    Sebagian besar selang taman dilabel dengan informasi tentang kandungan timbal, jadi pastikan kamu berhati-hati saat memilih selang yang ingin dibeli. Ada juga selang taman yang tidak mengandung timbal, tapi harga mereka mungkin sedikit lebih mahal.

    Perlengkapan Perpipaan

    Beberapa rumah tua mungkin dilengkapi dengan pipa timbal atau perlengkapan pipa yang terbuat dari kuningan atau perunggu, yang bisa mengandung timbal.

    Jika air terjebak dalam pipa atau perlengkapan tersebut untuk waktu yang lama, timbal dapat larut ke dalam air minum.

    Debu

    Cat yang mengandung timbal dapat mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu, yang menghasilkan debu atau serpihan timbal yang menempel di lantai, ambang jendela, dan tanah di sekitar rumah.

    Debu dan tanah ini dapat menjadi sumber paparan timbal yang signifikan, terutama bagi anak-anak kecil yang mungkin merangkak atau bermain di lantai.

    Keramik dan Glasir Tembikar

    Glasir yang dipakai pada keramik, tembikar, dan porselen tertentu dapat mengandung timbal. Ini terutama berlaku untuk barang-barang yang lebih tua atau yang dibuat secara manual, seperti piring hias, cangkir, dan mangkuk.

    Selain itu, keramik impor atau antik juga mungkin memiliki glasir yang mengandung timbal.

    Penutup Jendela dan Tirai Vinil

    Beberapa tirai, kerai, dan gorden yang terbuat dari vinil atau plastik dan diproduksi sebelum tahun 1990-an mungkin mengandung timbal.

    Timbal ini biasanya terdapat dalam bahan penstabil yang digunakan dalam pembuatan produk-produk tersebut.

    Kaca Patri

    Kaca patri memiliki potensi untuk mengandung timbal. Jendela kaca patri tradisional dibuat dengan menyusun potongan-potongan kecil kaca berwarna yang dihubungkan dengan timbal.

    Meskipun timbal yang digunakan dalam jendela tersebut biasanya tidak berada dalam bentuk yang mudah larut atau menimbulkan risiko paparan yang signifikan.

    Tetap saja timbal dapat menjadi masalah jika kaca patri mengalami kerusakan, memburuk, atau jika terdapat area bertimbal yang dapat dijangkau, seperti di jendela rendah atau dekat tempat bermain anak-anak.

    Penanganan Produk yang Mengandung Timbal

    Baca informasi kecil di kemasan produk dan perhatikan jika ada pernyataan tentang kandungan timbal, cek kualitas produk impor dan ikuti berita untuk mengetahui jika ada barang yang ditarik karena mengandung timbal lebih dari batas aman.

    Penting untuk membuat keputusan yang baik, jadi lakukan riset sebelum membeli agar terhindar dari keracunan timbal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Ini Efektif Cegah Jamur di Rumah


    Jakarta

    Jamur dapat merusak tampilan rumah. Kemunculan jamur biasanya disebabkan karena daerah tersebut lembap. Apabila tidak segera diatasi, jamur dapat berkembang dengan cepat membentuk pola tidak beraturan berwarna hitam, putih, coklat, hingga hijau.

    Ternyata, pertumbuhan jamur di rumah bisa dicegah dengan cara yang mudah dan murah yakni meletakkan tanaman hias yang bisa menyerap kelembapan. Kira-kira tanaman apa saja ya?

    Melansir dari House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa mencegah pertumbuhan jamur di sudut rumah.


    1. Pakis

    A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

    Biasanya kamu melihat pakis sebagai tanaman liar yang tumbuh di sekitar parit atau kebun. Namun, ada lho tanaman pakis yang bagus dirawat di dalam rumah. Bahkan tanaman ini juga memiliki manfaat yang berguna yakni menyerap kelembapan udara dan mencegah pertumbuhan jamur di sekitarnya.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Lidah buaya dikenal kaya akan sifat antioksidan dan anti jamur. Selain itu, tanaman hias ini bisa menyerap kelembapan sehingga tidak ada celah jamur untuk tumbuh. Lidah buaya juga bisa diletakkan di dalam kamar mandi, mengingat ruangan ini paling lembap di rumah.

    3. Palem

    Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

    Palem merupakan tanaman hias yang ukurannya cukup besar bahkan bisa seukuran manusia dewasa. Ternyata selain tampilannya yang menarik, palem juga dapat mengendalikan kelembapan dan mencegah timbulnya jamur.

    4. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Tanaman hias satu ini terkenal dapat menyaring udara terutama polusi. Ternyata ada kegunaannya yang lain dan tidak kalah bermanfaat yakni dapat menyerap kelembapan sehingga jamur tidak dapat berkembang. Tanaman ini juga cocok ditanam di ruangan yang hangat dan basah, seperti kamar mandi.

    5. Anggrek

    Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

    Anggrek tidak hanya cantik sebagai tanaman hias, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kelembapan di sekitarnya.

    6. Spider Plant

    Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

    Tanaman yang memiliki bentuk daun panjang dan ramping ini ternyata bisa menyerap kelembapan di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

    7. Peace Lily

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Peace Lily adalah tanaman yang dapat mencegah jamur selanjutnya. Tanaman ini memiliki daun yang cantik yakni putih dengan bentuk yang unik. Namun, apabila kamu ingin menanamnya di rumah, jauhkan dari anak-anak dan binatang peliharaan. Sebab, apabila sampai tertelan bisa menyebabkan keracunan. Di dalamnya terdapat kandungan kalsium oksalat yang beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alat Ini Wajib Ada di Rumah buat Cegah Kebakaran



    Jakarta

    Kebakaran merupakan salah satu bencana yang bisa menimpa setiap rumah dan pemukiman tanpa terkecuali. Mulai dari pemukiman kumuh padat penduduk hingga perumahan elite sekalipun bisa saja tertimpa bencana ini.

    Salah satu contoh paling anyar adalah kebakaran besar yang terjadi di Los Angeles, Amerika Serikat. Bencana ini juga melahap rumah-rumah mewah di Malibu.

    Oleh karena itu penting bagi pemilik rumah untuk mengetahui hal-hal dasar jika menghadapi bencana kebakaran. Ada sejumlah alat atau perlengkapan wajib ada di rumah yang bisa digunakan untuk menangkal terjadi kebakaran atau setidaknya meminimalisir dampak kerusakan yang ditimbulkan.


    Mengutip B&W Fire Security System LLC, setidaknya ada 4 perlengkapan antikebakaran yang wajib ada di rumah:

    1. Smoke Alarm (Detektor Asap)

    Alarm asap dapat memberi tahu Kamu dan keluarga tentang kebakaran sebelumnya. Alat itu mendeteksi tingkat asap yang tidak normal dan gas pembakaran yang tidak terlihat di atmosfer.
    Perangkat ini juga merasakan api yang menyala atau membara.

    National Fire Protection Association (NFPA) merekomendasikan untuk memasang satu alarm asap di setiap tingkat rumah Anda, serta di luar area tidur dan di setiap kamar tidur.

    2. Sistem Penyiram Kebakaran Rumah

    Untuk membantu melindungi keluarga dan rumah dari kerusakan akibat kebakaran, pertimbangkan untuk memasang sistem penyiram api otomatis.

    Alarm asap mendeteksi dan tidak mengendalikan api. Memiliki penyiram api rumah melengkapi alarm dan menyediakan sarana untuk memadamkan api dengan cepat.

    Dengan memasang penyiram api otomatis kamu bisa mencegah penyebaran api yang menyala atau memadamkannya sebelum pemadam kebakaran tiba.

    Sistem pemadam api otomatis juga bisa mengurangi risiko gas dan asap ketika terjadi kebakaran.

    3. Pemadam Api

    Semua fasilitas harus memiliki alat pemadam api yang mudah diakses, memiliki penerangan yang baik, diisi dengan benar, dan diperiksa secara teratur.

    Alat pemadam kebakaran seringkali merupakan pertahanan lini pertama terhadap kebakaran kecil, mencegah kerusakan yang merugikan.

    Gunakan peralatan keselamatan kebakaran ini hanya jika pengetahuan dan kemampuan Kamu dalam mengoperasikannya baik. Alat pemadam api harus disimpan di semua tingkat rumah, termasuk garasi, dapur, dan dekat pintu keluar.

    4. Alarm Karbon Monoksida (CO)

    Karbon monoksida terbentuk ketika bahan bakar seperti bensin, minyak, metana, gas alam, dan propana terbakar secara tidak efisien. Jika terhirup dalam waktu lama, terutama saat tidur, dapat menyebabkan kematian atau keracunan.

    Alarm CO dapat dipasang untuk memperingatkan keluarga Anda tentang gas yang tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak berwarna ini.

    Pasang alarm di lokasi sentral di seluruh rumah Anda dan di luar area tidur.

    Saat alarm karbon monoksida berbunyi, keluarlah dan buka jendela atau pintu untuk menyegarkan diri dan menetralkan udara di dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Taruh 5 Tanaman Ini di Rumah, Lalat Auto Kabur!


    Jakarta

    Tidak hanya tempat sampah, lalat juga bisa datang ke tempat yang bersih seperti rumah, kamar, atau bangunan lainnya. Biasanya kedatangan mereka karena mencium bau-bau dari makanan di rumah.

    Kehadiran lalat bisa sangat mengganggu karena apabila mereka hinggap di makanan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, keracunan, hingga alergi. Hal ini disebabkan lalat dapat membawa bakteri dan bisa menempel di makanan.

    Cara mengusir lalat tidak semudah kelihatannya. Meskipun tubuhnya kecil, tetapi gerakan lalat cukup gesit. Daripada memasang perangkap berbahan kimia, ada cara yang lebih aman untuk mengusir lalat.


    Dilansir Homes & Gardens, berikut beberapa tanaman hias yang tidak disukai oleh lalat sehingga dapat membantu kamu mengusir lalat dari rumah.

    1. Daun Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

    Mint memiliki rasa dan aroma yang kuat. Ternyata aroma inilah yang tidak disukai oleh lalat. Peppermint dan spearmint merupakan dua jenis mint yang beraroma paling kuat sehingga sangat cocok untuk ditanam untuk mengusir lalat.

    Menanam daun mint tidak sulit. Tanaman ini dapat tumbuh hingga sekitar 1 meter. Apabila sudah berbunga, kamu bisa memotong hingga 5 cm. Setiap hari harus disiram, jangan sampai tanahnya kering. Letakkan di tempat yang lalat sering datangi seperti dekat meja makan atau dapur.

    2. Bunga Nasturtium atau Borage

    Nasturtium - South American trailing plant with round leaves and bright orange, yellow, or red ornamental edible flowersBunga Nasturtium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nadya So

    Pernah dengar bunga nasturtium? Tanaman satu ini bisa dimakan lho. Selain bentuknya yang cantik dengan warna yang cerah, bunga ini juga sering dipakai untuk hiasan pada makanan dan kue.

    Manfaat dari bunga ini yang jarang orang tahu adalah nasturtium dapat mencegah lalat datang ke rumah. Hal ini dikarenakan konsentrasi miristisin dan limonene yang terdapat secara alami di daun serta bunganya.

    Nasturtium merupakan tanaman rambat yang dapat tumbuh hingga 2,5 meter sehingga cocok untuk ditanam di rumah dan tidak memakan tempat.

    3. Bunga Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Siapa yang tidak tahu bunga lavender? Tanaman satu ini sudah dipakai di berbagai produk instan karena aromanya yang menyenangkan dan banyak manfaatnya.

    Aroma lavender ini tidak hanya ampuh mengusir nyamuk, melainkan lalat juga. Bunga ini memiliki minyak alami yang mengandung konsentrasi tinggi linalool. Zat ini sangat kuat untuk dilawan lalat, kutu, dan nyamuk sehingga mengganggu organ penciuman mereka yang sensitif.

    Sama seperti bunga lainnya, lavender tidak selalu berbunya, ada waktu-waktu tertentu. Apabila sudah berbunga, kamu harus memangkas agar dapat mencium baru yang segar.

    4. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary adalah tanaman yang kerap menjadi pemanis pada sebuah makanan. Tanaman ini memiliki aroma yang khas seperti kayu yang segar. Ternyata aroma ini juga ampuh untuk mengusir lalat dari rumah.

    Tanaman rosemary cukup ditempatkan di bawah sinar matahari langsung. Rajin-rajin untuk menyiramnya, jangan sampai tanahnya kering. Pangkas saat sudah terlalu tinggi agar kamu tetap bisa mencium baunya. Pada bagian inilah tunas mengandung konsentrasi minyak paling kuat sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang paling kuat.

    5. Bunga Marigold

    Vibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers FieldMarigold Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelypeace

    Tanaman lainnya yang menghasilkan aroma yang tak disukai lalat adalah bunga marigold. Baunya ternyata berasal dari akar tanaman ini. Selain bermanfaat untuk mengusir lalat, tanaman ini juga memiliki tampilan yang menarik yakni muncul dengan beragam warna seperti merah, kuning, dan orange.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah, Jangan Anggap Sepele


    Jakarta

    Keberadaan ular di sekitar rumah bisa membahayakan penghuni, terutama jika hewan tersebut berbisa atau sangat buas. Karena itu, keberadaan ular wajib diketahui penghuni sehingga bisa disiapkan langkan pengamanan selanjutnya.

    Ular biasa tinggal d sarang yang hangat dan tersembunyi, sehingga tak mudah ditemukan ular lain atau penghuni rumah.

    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah

    Ada beberapa ciri-ciri adanya sarang ular di rumah yang bisa diketahui. Berikut di antaranya:


    1. Ada Penampakan Jejak Ular

    Ketika berpindah dari tempat satu ke tempat lain, ula menggunakan kontraksi otot tubuh yang mendorong tubuhnya. Mengutip laman Revoke Snake Repellent, ular akan meninggalkan jejak di permukaan yang berdebu atau tertutup tanah. Biasanya jejak ular membentuk huruf, tapi juga bisa bervariasi tergantung pada gerakan ular.

    2. Ada Kulit Mengelupas

    Ular mengalami pergantian kulit yang diawali pengelupasan. Kulit yang telah mati ini ditinggalkan di area sekitar tempatnya tinggal.
    Kalau ditemukan sesuatu yang menyerupai ular tapi tidak bergerak, kemungkinan itu adalah kulit ular. Hal tersebut bisa jadi menandakan ada sarang ular di rumahmu.

    3. Ada Suara Aneh di Tempat yang Gelap dan Sempit

    Suara-suara aneh dari area tersembunyi di dalam atau area sekitar rumah bisa mengindikasikan aktivitas ular. Artinya, ada ular bersarang di tempat yang jarang digunakan atau didatangi. Misal loteng atau kamar mandi yang tidak digunakan.

    4. Hilangnya Hewan Pengerat di Rumah secara Misterius

    Tikus dan hewan pengerat lain yang tinggal di sekitar rumah bisa menjadi korban serangan ular. Jika penghuni rumah melihat satu atau dua tikus di sekitar rumah menghilang tiba-tiba, hewan tersebut kemungkinan menjadi korban ular.

    5. Ada Kotoran Ular

    Kotoran ular mirip feses burung dengan cairan berwarna kuning dan putih yang mengandung urea. Jika menemukan kotoran ular jangan disentuh meski penasaran.

    Menurut laman wildlife removal, kotoran ular mengandung bakeri salmonella yang menyebabkan salmonesis. Kondisi ini adalah keracunan yang menyebabkan gangguan gastrointestinal serius.

    6. Ada Bau yang Aneh

    Keberadaan ular bisa diketahui dari bau aneh, yang muncul dari sarang atau tempatnya beraktivitas. Mengutip laman Accurate Pest Control, apabila bau ini terciun sebaiknya segera hubungi ahli untuk memastikan keberadaan ular.

    Cara Mengusir Ular

    Untuk mengusir ular, gunakan hal-hal yang tidak disukainya seperti asap dan zat berbau. Mengutip laman Call Northwest dan Smith Pets, berikut penjelasannya.

    1. Gunakan Asap

    Ular sensitif terhadap asap. Gali lubang api dan biarkan berasap selama beberapa hari. Cara ini bisa dilakukan untuk mengusir ular dari area rumah.

    2. Gunakan Zat Berbau

    Ular peka terhadap berbagai bau belerang, minyak cengkeh kayu manis, dan cuka. Tuang bahan-bahan ini di sekeliling rumah atau di area yang terdapat aktivitas ular.

    3. Singkirkan Tempat Berlindung Ular

    Selang, tumpukan kayu bakar, atau rumput tinggi bisa jadi tempat ular bersembunyi. Singkirkan spot-spot tersebut, sehingga ular tak bisa lagi bersembunyi.

    4. Singkirkan Sumber Makanan Ular

    Singkirkan hewan-hewan yang menarik perhatian ular dari rumah misal katak, burung, dan hewan pengerat.
    Selain itu, letakkan pakan hewan peliharaan atau ternak di tempat yang tertutup rapat. Makanan ini bisa menarik perhatian tikus dan hewan lain yang menjadi mangsa ular.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Sebaiknya Dijauhkan dari Anabul dan Anak-anak, Bisa Keracunan!


    Jakarta

    Terdapat beberapa tanaman hias yang berbahaya bagi hewan peliharaan dan anak-anak. Penyebabnya bukan hanya karena tampilan atau bau dari tanaman tersebut, melainkan apabila tanaman tersebut dikonsumsi.

    Seperti yang kita tahu, anak-anak seperti balita suka meraih benda apa pun di sekitarnya. Jika mereka mencabut daun tanaman yang disebut berbahaya ini, dapat akan timbul gejala-gejala yang membuat tubuh tak nyaman. Lalu, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing tidak hanya memakan daging, terkadang mereka kerap memakan atau menggigit tanaman.

    Khawatirnya apabila tanaman-tanaman berbahaya ini berada di jangkauan hewan dan anak-anak, kemudian tanpa pengawasan dapat membahayakan keselamatan mereka.


    Lantas, tanaman apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari anak-anak dan hewan? Dilansir Real Simple berikut daftarnya.

    1. Palem Sagu

    beautiful green tropical palm tree in a potbeautiful green tropical palm tree in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Tanaman palem sagu atau sikas sagu (Cycas revoluta) memiliki bentuk dahan yang melebar. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi orang dewasa. Oleh karena itu, banyak yang memajang tanaman ini di dalam ruangan karena cukup besar tetapi mudah perawatannya.

    Namun, hati-hati tanaman satu ini beracun bagi hewan dan manusia. Bagian yang harus dihindari adalah bijinya. Di dalamnya terdapat zat bernama sitosin yang apabila dimakan bisa menyebabkan muntah-muntah, diare, atau gejala yang lebih parah.

    Apabila hewan peliharaan atau anak-anak memakan bagian apapun dari tanaman, bukan bijinya, tetap harus periksa ke dokter untuk segera mendapat penanganan.

    2. Kaktus Pensil

    Ilustrasi kaktusIlustrasi kaktus pensil. Foto: Getty Images/Jobrestful

    Tanaman kaktus terkadang dihindari dari anak-anak karena permukaannya yang berduri. Di samping itu, ada lho jenis kaktus yang lain, lebih kecil dan ramping batangnya tetapi tak kalah berbahaya. Tanaman ini memang tidak memiliki daun hanya batang yang ramping. Nama tanaman ini adalah kaktus pensil.

    Di balik tampilannya yang unik, hati-hati dengan getahnya yang muncul dari ujung batang. Getah ini berwarna putih yang apabila terkena di tangan akan terasa kesat dan lengket. Untuk kulitnya sensitif getah ini dapat menimbulkan iritasi bagi manusia dan hewan. Jauhnya getah ini dari area wajah karena jika terkena di mata dapat menimbulkan kebutaan.

    3. Kuping Gajah

    fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

    Kuping gajah juga sering disebut dengan anthurium. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang lebar dan berserat mirip telinga gajah. Daunnya pun tidak hanya hijau, melainkan banyak warna, seperti merah, pink, hingga coklat kemerahan.

    Di balik keindahannya ternyata kuping gajah mengandung asam oksalat, asparagin, dan asam amino yang bisa menyebabkan sensasi terbakar pada kulit, rasa gatal, gangguan pernapasan, hingga menutup jalur napas.

    4. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Philodendron adalah tanaman yang perawatannya cukup mudah dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Namun, di dalam tanaman ini terdapat kandungan kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi apabila dikonsumsi. Selain itu, bisa juga bereaksi pada kulit dengan menimbulkan bengkak.

    5. Tanaman Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantIvy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman Ivy memiliki bentuk daun yang cantik yakni seperti bintang. Tanaman ini termasuk tanaman rambat. Hati-hati ketika memegangnya karena tanaman ivy dapat mengeluarkan getah. Di dalam mengandung falcarinol yang bisa berdampak dermatitis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Ini Bisa Serap Kelembapan, Rumah Auto Bebas dari Jamur


    Jakarta

    Keberadaan jamur di rumah bisa jadi malapetaka terutama jika bentuknya adalah black mould. Pemicu adanya jamur adalah rumah terlalu lembap. Apabila dibiarkan, kesehatan penghuni rumah dapat terganggu, terutama pada bagian pernapasan.

    Salah satu cara untuk mengatasi kelembapan di rumah ternyata tidak perlu dengan merenovasi rumah, melainkan meletakkan beberapa tanaman yang memang mampu menyerap kelembapan.

    Sebenarnya saat ini sudah ada alat untuk menyerap kelembapan di rumah yakni dehumidifier. Namun, tidak semua orang bisa membeli alat canggih tersebut. Tanaman jauh lebih mudah dan banyak manfaat pula untuk penghuni rumah.


    Dilansir House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa mencegah pertumbuhan jamur di rumah.

    1. Pakis

    A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

    Pakis adalah tanaman yang memiliki daun yang ramping tetapi dapat melebar. Tanaman ini kebanyakan berwarna hijau dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Selain tampilannya yang menarik, tanaman ini juga memiliki manfaat yang berguna yakni menyerap kelembapan udara dan mencegah pertumbuhan jamur di sekitarnya.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Lidah buaya merupakan tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki banyak khasiat yang baik untuk kesehatan. Salah satunya adalah bisa menyerap kelembapan sehingga menutup celah bagi jamur untuk tumbuh. Lidah buaya juga aman diletakkan di dalam rumah bahkan di dalam kamar mandi sekalipun.

    3. Palem

    Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

    Tanaman hias satu ini memiliki banyak jenis yang rata-rata bisa ditanam di dalam pot dan tingginya cukup untuk menghiasi interior rumah. Ternyata tanaman palem memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengendalikan kelembapan dan mencegah timbulnya jamur.

    Palem bisa melakukan transpirasi yakni menyerap air melalui akar dan membuangnya kembali ke udara melalui daun. Jenis tanaman ini juga bisa menyerap bau dan asap sehingga bagus untuk menyaring udara di dalam rumah.

    4. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Tanaman lidah mertua juga cukup mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman ini banyak dipakai untuk menyerap polusi. Namun, ada satu kegunaannya yang jarang diketahui orang, tetapi sama pentingnya yakni dapat menyerap kelembapan. Jika kamu meletakkan tanaman ini di rumah, bisa dipastikan tidak akan repot merawatnya karena lidah mertua tidak butuh banyak disiram.

    5. Anggrek

    Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

    Anggrek adalah bunga hias yang harganya cukup mahal di pasaran, tergantung pada jenisnya. Selain cantik, tanaman ini ternyata bisa mencegah jamur merebak di rumah kita. Tanaman yang menyukai kelembapan ini dapat menyerap kelembapan udara di sekitarnya. Selain di ruangan inti, bunga anggrek bisa diletakkan di kamar mandi.

    6. Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman spider plant memiliki bentuk daun panjang dan ramping. Tanaman ini menarik karena warnanya yang cerah dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Tanaman ini ternyata bisa menyerap kelembapan dan polutan seperti formaldehida dan xilena di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

    7. Peace Lily

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Peace Lily adalah tanaman yang dapat mencegah jamur selanjutnya. Tanaman ini memiliki daun yang cantik yakni putih dengan bentuk yang unik. Namun, apabila kamu ingin dirawat di rumah, jauhkan dari anak-anak dan binatang peliharaan. Sebab, apabila sampai tertelan bisa menyebabkan keracunan. Di dalamnya terdapat kandungan kalsium oksalat yang beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gagal Rawat Tanaman? Mungkin Saatnya Beralih ke Tanaman Palsu


    Jakarta

    Banyak orang suka memajang atau memelihara tanaman di dalam rumah agar terasa asri dan sehat. Sayangnya, terkadang tanaman tidak terurus dengan baik, hingga akhirnya kering dan mati.

    Selain itu, ada saja kondisi yang bikin penghuni rumah nggak cocok pelihara tanaman. Misalnya penghuni punya riwayat alergi atau hewan peliharaan.

    Namun, penghuni rumah masih bisa memajang tanaman palsu, kok! Tanaman palsu dapat memberi kesan asri tanpa perlu repot-repot dirawat.


    Lantas, apa saja pertanda lebih baik pajang tanaman palsu ketimbang yang asli ya? Simak ulasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes and Gardens.

    7 Pertanda Lebih Baik Pajang Tanaman Palsu di Rumah

    Inilah beberapa ciri-ciri hunian yang sebaiknya memajang tanaman palsu daripada yang asli.

    1. Tanaman Sulit Dipelihara

    Ada tanaman yang kurang cocok dipelihara indoor karena memerlukan intensitas cahaya dan kelembapan tertentu yang hanya ada di luar ruangan. Namun, kalau sangat menyukai tanaman itu, pemilik rumah bisa beralih ke versi palsunya, lho.

    2. Penghuni Jarang di Rumah

    Jika penghuni jarang berada di rumah, sebaiknya memilih tanaman palsu. Penghuni rumah tetap bisa mendapatkan suasana rumah yang asri dari tanaman palsu tanpa perlu repot-repot merawatnya.

    3. Ada Hewan Peliharaan

    Beberapa tanaman indoor populer ternyata beracun bagi hewan peliharaan, lho. Daripada hewan peliharaan keracunan atau mengalami iritasi kulit, ada baiknya memilih tanaman palsu saja.

    4. Penghuni Tidak Pandai Merawat Tanaman

    Jangan bersedih kalau mendapati tanaman sering mati di rumah, pemilik bisa coba beralih ke tanaman palsu. Gunakan tanaman palsu untuk memberi kehijauan pada rumah selagi masih belajar merawat tanaman.

    5. Penghuni Punya Riwayat Alergi

    Sejumlah tanaman indoor dapat memicu alergi pada penghuni rumah. Jika punya riwayat alergi terhadap tanaman tertentu tapi masih ingin memeliharanya, gunakan tanaman palsu saja. Namun jangan lupa untuk rajin membersihkannya dari debu ya.

    6. Penghuni Tidak Suka Kotor dan Serangga

    Tanaman bisa mengundang serangga masuk rumah, lalu media tanam seperti tanah bisa mengotori rumah. Kalau penghuni rumah nggak suka kotor-kotoran dan serangga, tanaman palsu bakal lebih cocok buat dipelihara.

    7. Masih Sewa Tempat Tinggal

    Bagi yang masih menyewa tempat tinggal, mungkin memiliki tanaman asli bakal lebih merepotkan. Sebab, memindahkan tanaman dari satu tempat ke tempat lainnya akan menambah beban bawaan. Selain itu, tanaman asli bisa mengotori rumah sewaan milik orang lain.

    Itulah beberapa pertanda sebaiknya penghuni memajang tanaman palsu daripada memelihara tanaman asli di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Aman dan Ampuh Usir Tawon di Rumah, Ini Rekomendasi Ahli!


    Jakarta

    Tawon merupakan serangga terbang yang kerap masuk ke dalam rumah. Kehadiran tawon bikin sebagian orang merasa khawatir dan takut karena bisa disengat secara tiba-tiba.

    Sengatan tawon tak bisa dianggap remeh. Dalam banyak kasus, sengatan tawon dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri, kemerahan, bengkak, hingga gatal pada kulit.

    “Tawon menimbulkan bahaya yang signifikan, karena satu tawon atau sekelompok besar tawon dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal bagi individu dan hewan peliharaan yang sensitif,” kata ahli pengendalian hama Ray Hess, dikutip dari Real Simple.


    Apabila kamu melihat tawon di dalam rumah, sebaiknya segera usir sebelum mereka membuat sarang dan berkembang biak. Namun, mengusir tawon tak bisa sembarangan karena bisa saja mereka terganggu dan akhirnya menyerang detikers.

    Namun tenang saja, sejumlah ahli memaparkan pendapatnya tentang cara mengusir tawon yang ampuh dan aman. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Ampuh Usir Tawon di Rumah

    Ada sejumlah cara ampuh untuk mengusir tawon di rumah dengan mudah dan aman. Dilansir situs Good Housekeeping, Rabu (2/7/2025), berikut beberapa tipsnya:

    1. Air Sabun

    Tips yang pertama adalah menggunakan air sabun. Cara buatnya juga mudah, yakni dengan mencampur 2 sendok makan sabun cuci piring ke dalam wadah berisi air, setelah itu tuang ke dalam botol semprot.

    Sebelum menyemprotkan ke tawon, pastikan kocok botol terlebih dahulu. Agar lebih aman dan mencegah tersengat, semprotkan cairan tersebut dari jarak agak jauh.

    Larutan sabun diklaim ampuh untuk mengusir tawon di rumah karena bisa membuatnya keracunan hingga mati. Sebab, zat yang terkandung pada sabun dapat menyumbat pori-pori pernapasan atau spirakel tawon.

    “Sabun dapat menyumbat pori-pori pernapasan mereka dan mereka dapat mati seketika,” ujar seorang pakar tawon, Chris Walker.

    2. Cuka

    Selain digunakan sebagai bahan masakan, cuka ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir tawon. Kandungan asam asetat pada cuka memiliki aroma yang khas sehingga dapat mengusir tawon dari rumah.

    Untuk membasmi tawon beserta sarangnya, kamu dapat mencampurkan cuka putih atau cuka apel, gula, dan air ke dalam wadah, setelah itu aduk hingga merata. Kemudian letakkan larutan tersebut di dekat sarang. Seiring waktu tawon bisa terperangkap dan tenggelam ke dalam larutan tersebut.

    3. Cengkeh Utuh

    Menanam cengkeh utuh ternyata dapat mengusir tawon dari dalam rumah. Kamu bisa meletakkan atau menggantung cengkeh di dekat sarang atau area yang kerap dilalui tawon.

    Agar efektif membasmi tawon, kamu dapat memasukkan beberapa cengkeh utuh ke dalam kantong plastik. Selain itu, kamu bisa menggabungkan cengkeh dan lemon ke dalam wadah, setelah itu digantung di area yang kerap dilalui serangga tersebut.

    4. Bedak Bayi

    Tips mengatasi tawon berikutnya adalah dengan memakai bedak bayi. Sebab, serangga terbang ini tidak menyukai aroma dari bedak bayi yang menyengat, sehingga dapat membuatnya kabur.

    Kamu bisa menaburkan bedak bayi di sarang tawon atau berada di area yang sering dilaluinya agar tidak datang kembali.

    5. Minyak Cengkeh

    Aroma minyak cengkeh tak hanya memberikan efek menenangkan, tapi juga bisa mengusir tawon. Untuk membuat cairan pengusir tawon, campurkan beberapa tetes minyak cengkeh dengan sabun cuci piring, lalu ditambah sedikit air dan masukkan ke dalam botol semprot.

    Cengkeh memiliki aroma yang kuat sehingga bisa digunakan sebagai obat pengusir serangga alami. Dengan menyemprotkan ke sarang atau area yang sering dilaluinya, tawon dipastikan tidak akan datang lagi.

    6. Geranium dan Cengkeh

    Kombinasi antara minyak geranium dan cengkeh ternyata juga dapat membasmi tawon di rumah. Untuk cara pakainya, campurkan beberapa tetes minyak geranium dan cengkeh dengan perbandingan yang sama, lalu tambahkan dengan air secukupnya.

    Jika sudah tercampur rata, kamu tinggal mengoleskan cairan tersebut ke area yang sering dilalui tawon, seperti ventilasi, kusen pintu, dan jendela. Kamu juga bisa mengoleskan cairan tersebut di dekat sarang agar tawon bisa pergi.

    Itulah enam cara ampuh mengusir tawon di rumah dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com