Tag: keramik

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Nggak Perlu Ganti, Begini Cara Perbaiki Lantai Keramik Pecah



    Jakarta

    Lantai keramik retak merupakan salah satu permasalahan di rumah. Hal ini tentunya bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Ternyata, lantai keramik retak terjadi bukan tanpa sebab. Ada beberapa penyebab yang membuat lantai keramik retak di rumah, salah satunya karena faktor lingkungan. Contohnya seperti penutupan bangunan akibat masalah geologis atau dampak dari benda keras yang menyebabkan getaran dinding dan membuat keramik retak.

    Tak hanya itu, masih ada beberapa penyebab lain retaknya lantai keramik. Dilansir dari Mulia Ceramics, Senin (4/12/2023).


    Penyebab Lantai Keramik Retak

    1. Terlalu Dekat dengan Sumber Panas

    Keramik yang posisinya terlalu dekat dengan pemanas air atau alat pemanas lainnya kerap mengalami perubahan suhu yang bisa menyebabkan keretakan. Maka dari itu, kamu perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan posisi lantai keramik yang terlalu dekat dengan sumber panas.

    2. Permukaan di Bawah Keramik Belum Kering

    Beton yang baru dituangkan memiliki banyak kadar air di dalamnya. Saat beton mengering, airnya menguap, dan beton tersebut menyusut. Proses dinamis ini membantu partikel dan agregat dalam beton saling mengikat erat.

    Akan tetapi, proses ini juga memiliki efek samping berupa keramik yang dipasang sebelum beton benar-benar kering dapat mengalami tekanan atau retakan. Jika kamu memiliki rumah baru dengan keramik yang retak, terutama retak halus, ada kemungkinan besar bahwa betonnya belum cukup kering.

    3. Komposisi Campuran Semen Kurang Tepat

    Penggunaan semen atau mortar dengan kadar yang salah atau campuran semen dan pasir tidak tepat bisa mengakibatkan campuran semen yang terlalu pekat. Hal ini berpotensi menyebabkan retak pada keramik.

    4. Kurang Lama Merendam Keramik

    Ada beberapa keramik yang perlu direndam sebelum dipasang. Jika tidak, keramik bisa menyerap terlalu banyak air dari adukan semen saat dipasang, yang bisa menyebabkan retak atau bahkan keramik lepas.

    Namun, beberapa keramik modern tidak memerlukan perendaman. Disarankan untuk membaca panduan merek atau berkonsultasi dengan ahli konstruksi sebelum memasangnya.

    5. Sambungan Pemasangan Keramik

    Pada dasarnya, keramik dan lantai di bawahnya akan menyusut dan mengembang seiring perubahan suhu. Jika tidak ada sambungan yang memadai, lantai bisa tertekan atau terdorong dan akhirnya keramik akan retak. Retakan ini biasanya sedikit dan kecil.

    6. Keramik Tertimpa Benda Tumpul

    Jika ada retakan di satu tempat dan hanya melibatkan satu ubin, kemungkinan besar disebabkan oleh benda tumpul yang mengenai ubin tersebut. Terkadang, kamu akan melihat ubin tersebut memiliki bagian yang pecah akibat benda yang mengenainya.

    Sebagai contoh di dapur, di mana seringkali terdapat benda berat seperti kaleng, panci, atau wajan yang terjatuh, keramik sering kali retak atau pecah. Lantai keramik di dekat pintu juga sering mengalami keretakan akibat dampak saat pintu dibuka atau ditutup berulang kali. Secara umum, jenis keretakan seperti ini biasanya ditemukan di dekat pinggiran lantai, bukan di bagian tengahnya.

    7. Kesalahan saat Memotong Keramik secara Manual

    Pada saat pemotongan, tukang bangunan bisa membuat kesalahan yang tidak terlihat yang bias menyebabkan retakan tersembunyi. Retakan ini mungkin tidak terlihat pada awalnya, tetapi seiring waktu, suhu, dan tekanan bisa membuatnya terlihat. Untuk keramik tertentu, seperti yang berbahan batu mikrokristalin, diperlukan mesin potong khusus.

    Cara Mengatasi Keramik Retak

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan ubin beserta area sekitarnya secara menyeluruh. Dengan menciptakan permukaan yang bersih, epoxy akan lebih mudah menempel pada lantai, sehingga perbaikan akan tampak lebih rapi.

    Gunakan lap kain atau sikat untuk membersihkan. Kemudian, pastikan area tersebut benar-benar kering sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

    2. Isi Celah Retakan

    Setelah membuat campuran epoxy atau glasir, saatnya memperbaiki ubin yang retak. Gunakan tusuk gigi atau alat kecil untuk mengoleskan epoxy langsung ke dalam retakan. Semakin kecil alatnya, semakin presisi Anda bisa menempatkan epoxy.

    Sebarkan lapisan tipis epoxy di sepanjang retakan pada ubin dan oleskan juga di sekitarnya. Setelah itu, biarkan selama hingga 15 menit agar epoxy mengering sepenuhnya.

    Namun, bila rusaknya terlanjur parah dan tak bisa diperbaiki, maka lantai keramik mau tidak mau harus diganti.

    3. Ganti Keramik

    Jika retakan terlalu besar atau perbaikan tidak memberikan hasil yang memuaskan, kamu mungkin perlu mengganti keramik yang retak. Hal ini bisa menjadi pilihan terbaik untuk memastikan lantai kamu tetap rapi dan estetis.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai keramik yang retak. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis-jenis, Cara Pemasangan dan Perawatannya



    Jakarta

    Untuk pemasangan keramik di luar ruangan, kamu perlu memperhatikan jenis keramik yang digunakan. Jenis keramik outdoor bisa jadi opsi yang terbaik karena lebih tahan dan awet pada kondisi luar ruangan.

    Keramik outdoor ini memiliki ketahanan yang lebih baik ketimbang keramik biasa. Jika kamu tertarik untuk memasang keramik outdoor ini, kamu perlu tahu lebih lanjut mengenai keramik outdoor. Mulai dari jenis-jenis, cara pemasangan hingga perawatan. Yuk! Mari simak.

    Apa itu Lantai Keramik Outdoor?

    Melansir dari Kanovi.id, Selasa (12/12/2023), Lantai keramik outdoor biasanya digunakan untuk area luar seperti teras, balkon, dan halaman karena tahan lama dan mudah dirawat.


    Lantai keramik outdoor punya banyak ketahanan tinggi dari paparan sinar matahari, hujan, dan cuaca ekstrem lainnya.

    Jenis-jenis Keramik Outdoor

    Masih melansir dari situs yang sama, berikut jenis-jenis keramik yang cocok untuk outdoor.

    1. Lantai Keramik Anti-Slip

    Lantai keramik anti-slip merupakan pilihan aman untuk area outdoor yang sering basah atau terkena air seperti kolam renang atau area basah lainnya. Jenis lantai keramik ini memiliki tekstur yang kasar dan khusus dirancang untuk menghindari kecelakaan tergelincir.

    2. Lantai Keramik Granit

    Lantai keramik granit merupakan jenis lantai keramik outdoor yang paling tahan lama dan kuat. Granit memiliki ketahanan yang tinggi terhadap sinar matahari, cuaca ekstrem, dan goresan, sehingga cocok untuk area outdoor yang sering digunakan dan terpapar cuaca ekstrem.

    3. Lantai Keramik Porselen

    Lantai keramik porselen adalah jenis lantai keramik yang memiliki kekuatan dan daya tahan yang tinggi. Lantai keramik ini juga tahan terhadap cuaca ekstrem dan mudah dirawat. Namun, harga lantai keramik porselen bisa lebih mahal dibandingkan dengan jenis lantai keramik lainnya.

    4. Lantai Keramik Kaca

    Lantai keramik kaca memiliki tampilan yang unik dan menarik. Serat kaca dicampurkan dengan tanah liat untuk menghasilkan lantai keramik yang kuat dan tahan lama. Namun, lantai keramik kaca cenderung lebih licin dibandingkan jenis lantai keramik lainnya, sehingga perlu dipasang dengan hati-hati.

    Pemasangan Lantai Keramik Outdoor

    1. Persiapan Permukaan

    Sebelum memasang lantai keramik outdoor, pastikan permukaan yang akan dipasangi lantai keramik dalam kondisi yang baik dan rata. Bersihkan area tersebut dari debu dan kotoran dan perbaiki segala kerusakan pada permukaan tersebut.

    2. Pemilihan Bahan Perekat yang Tepat

    Pilih bahan perekat yang cocok untuk jenis lantai keramik yang kamu gunakan. Pastikan bahan perekat tersebut tahan terhadap sinar matahari dan cuaca ekstrem agar lantai keramik dapat bertahan lama.

    3. Penggunaan Bahan Tambahan

    Untuk memastikan lantai keramik outdoor tahan lama, gunakan bahan tambahan seperti pengisi celah dan silikon tahan air untuk menghindari air meresap ke dalam celah dan merusak perekat.

    4. Pasang dengan Benar

    Pastikan lantai keramik dipasang dengan benar dan merata. Gunakan peralatan yang tepat untuk memudahkan pemasangan dan pastikan lantai keramik dipasang dengan gaya yang kamu inginkan.

    Perawatan Lantai Keramik Outdoor

    1. Bersihkan Secara Rutin

    Untuk menghindari kotoran menumpuk dan kerusakan lantai keramik, kamu perlu membersihkan keramik secara rutin. Gunakan sikat lembut atau alat pembersih lainnya untuk membersihkan permukaan lantai keramik.

    2. Hindari Bahan Kimia yang Kuat

    Jangan gunakan bahan kimia yang kuat untuk membersihkan lantai keramik karena dapat merusak permukaan lantai keramik. Gunakan bahan pembersih yang lembut dan ramah lingkungan untuk membersihkan lantai keramik.

    3. Segera Perbaiki Bila Ada Kerusakan

    Jika terdapat kerusakan pada lantai keramik, segera perbaiki untuk mencegah kerusakan yang lebih serius. Perbaiki atau ganti keramik yang rusak untuk menjaga tampilan dan kualitas lantai keramik kamu.

    4. Hindari Goresan yang Berbahaya

    Perhatikan objek yang diletakkan di atas lantai keramik untuk menghindari goresan yang berbahaya pada lantai keramik. Hindari meletakkan objek yang berat atau tajam pada lantai keramik untuk menjaga kualitas dan tampilan lantai keramik.

    Demikian jenis-jenis, cara pemasangan dan perawatan lantai keramik outdoor.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Pajangan Guci Keramik di Rumah? Begini Tips Merawatnya


    Jakarta

    Guci keramik sering dijadikan dekorasi di rumah. Karena memiliki tampilan cantik dan unik. Tak jarang, guci keramik memiliki harga yang mahal. Maka dari itu, untuk menjaga tampilan yang cantik dengan dekorasi yang unik, kamu perlu merawat guci keramik secara berkala.

    Namun, kamu juga harus perlu berhati-hati saat merawatnya agar keramiknya tidak tergores apalagi sampai retak atau pecah. Lalu, bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut.

    Melansir dari Arafuru, Senin (1/1/2024), berikut beberapa tips merawat guci keramik.


    1. Pakai Bahan Pembersih Alami

    Untuk membersihkan guci keramik kamu tidak boleh asal-asalan. Apalagi menggunakan bahan kimia yang keras. Karena bisa membuat warna guci menjadi pudar.

    Caranya yang paling mudah adalah hindari menggunakan produk-produk pembersih kimia yang umumnya bersifat keras. Kamu bisa memakai produk pembersih alami yang aman untuk guci seperti bahan dari lidah buaya, eceng gondok, dan bunga jantung pisang.

    2. Gosok dengan Kain yang Lembut

    Untuk mengelap guci tidak boleh pemakaian dengan tekstur kasar. Karena bisa menggores permukaan guci keramik. Khusus untuk mengelap permukaan guci, pilihlah kain yang berserat lembut dan halus seperti kain microfiber.

    Bersihkan permukaan guci terlebih dahulu menggunakan kemoceng. Lalu kamu bisa menggosokkan kain microfiber basah secara merata.

    3. Jauhkan dari Sinar Matahari

    Sinar matahari dapat memancarkan sinar ultraviolet yang membuat warna pada guci jadi pudar. Jika guci ditaruh di tempat yang sering terpapar sinar matahari langsung akan membuat warna guci jadi cepat pudar.

    Sehingga warna akan cepat terlihat kusam dan tampilan jadi tidak cantik lagi. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menaruh guci-guci tersebut di lokasi yang jauh dari pintu, jendela, atau lubang ventilasi sehingga warnanya tetap terjaga.

    4. Jangan Meletakkan di Tempat Lembab

    Hindarilah menaruh guci pada tempat yang memiliki kelembapan tinggi. Seperti kita tahu, guci keramik terbuat dari bahan tanah liat. Apabila kamu meletakkan guci di ruangan yang cukup lembab maka jamur-jamur akan tumbuh subur di dalamnya.

    Semua jamur ini akan merusak struktur guci secara perlahan-lahan. Selain itu, kamu pun wajib memastikan tidak ada cairan yang tumpah mengenai permukaan guci. Sebab hal ini akan mengakibatkan perubahan warna pada guci kesayangan kamu.

    5. Tempatkan Guci dengan Baik

    Ada banyak sekali lokasi di rumah kamu yang bagus untuk diberikan pajangan guci. Yang paling penting, kamu harus menimbang terlebih dahulu untuk memastikan kalau lokasi tersebut benar-benar aman.

    Pilihlah lokasi penempatan yang jarang dilewati dan mendukung guci agar tampak menarik. Hindari meletakkan guci di dekat tangga, di balik pintu, atau di pinggiran lantai karena rawan terjatuh dan pecah.

    Demikian 5 tips merawat guci keramik agar awet dan kinclong. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Keramik Bisa Diinjak Setelah Dipasang? Begini Cara Mengetahuinya


    Jakarta

    Rumah kamu baru saja dipasang keramik baru? Selesai dipasang, kamu ingin melewatinya tetapi ragu apakah sudah bisa diinjak atau belum.

    Keramik yang baru dipasang membutuhkan waktu untuk mengering. Sama seperti jalan aspal atau semen, pemasangan keramik lantai pun demikian. Sebaiknya pilih jalan lain apabila keramik baru saja selesai dipasang.

    Meski permukaan keramik keras dan solid, apabila bahan perekat di bawahnya belum siap untuk diberi tekanan, rawan terjadi retak hingga bergeser.
    Selain itu, tampilan nat yang mengisi celah ubin juga bisa cepat berubah warnanya dan berpotensi menjadi sarang bakteri dan lumut karena masih basah.


    Lalu sebenarnya butuh berapa lama untuk memastikan keramik yang terpasang sudah bisa diinjak? Menurut homelyfixes.com, keramik sebaiknya dibiarkan mengering selama 24 jam. Tetapi waktu pengeringan ubin ini tergantung dengan jenis, ketebalan, dan suhu ruangan tempat dari keramik tersebut terpasang.

    Misalnya keramik akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering dibandingkan porselen. Lalu keramik yang lebih tebal akan lebih lama mengeras dibandingkan ubin yang tipis. Begitu pula dengan suhu udara, jika tempat keramik dipasang terlalu lembap seperti kamar mandi maka perekat membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeras.

    Cara Mengetahui Keramik Siap Diinjak

    Melansir dari homelyfixes.com pada Rabu (7/2/2024) ada beberapa cara untuk mengetahui keramik siap untuk diinjak.

    1. Ketuk Permukaan Keramik

      Setelah 24 jam dipasang, kamu bisa mengetuk bagian tengah keramik untuk mengetahui ketahanannya. Bagian pinggir keramik biasanya akan lebih cepat kering karena terkena udara.

      Apabila saat diketuk terdengar seperti kosong atau berongga tidak seperti bagian pinggir yang keras. Lalu permukaan ubin tersebut melengkung dan tidak rata. Hal itu menandakan bagian bawahnya masih lembap dan apabila dipaksakan diinjak ada potensi permukaannya retak.

    2. Tekan Nat

      Sentuh bagian celah ubin untuk mengetahui kondisinya. Nat yang sudah keras berarti sudah keras dan bisa diinjak.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik atau Marmer? Ketahui Perbedaannya Sebelum Memilih Ubin


    Jakarta

    Terdapat beragam jenis bahan untuk lantai dan dinding bangunan yang beredar di pasaran. Beberapa yang sering kita dengar adalah keramik dan marmer.

    Apa perbedaan bahan keramik atau marmer? Faktor-faktor apa yang harus diperhatikan sebelum memilih antara bahan keramik atau marmer untuk rumah atau kantor detikers? Simak pembahasannya di artikel berikut.

    Perbedaan Bahan Keramik dan Marmer

    Mengutip situs RK Marbles India, keramik terbuat dari campuran tanah liat dan berbagai mineral yang dibakar dalam suhu tinggi. Proses ini membuat ubin keramik memiliki tekstur mulus. Keramik memiliki tingkat penyerapan air yang rendah dan cukup awet. Ubin keramik memiliki pilihan warna dan motif yang beragam, sehingga bahan ini populer digunakan di dalam maupun luar ruangan.


    Sementara itu, marmer tercipta dari batu-batuan alam. Bahan ini berpori, padat, dan memiliki tingkat penyerapan air yang tinggi. Corak-corak marmer terbentuk secara alami dan menimbulkan kesan mewah. Ubin marmer biasanya berwarna natural seperti hijau, hitam, cokelat, abu-abu, dan putih.

    Faktor yang Perlu Dipertimbangkan ketika Memilih Keramik atau Marmer

    Sebelum memilih antara keramik atau marmer, ada baiknya detikers mempertimbangkan faktor-faktor berikut.

    1. Proses Pemasangan

    Proses pemasangan keramik lebih cepat dan tidak membutuhkan pelitur lagi karena keramik dipasang dalam keadaan sudah dipelitur. Ubin keramik bisa dipotong secara manual sehingga detikers bisa memasang ubin dengan berbagai kombinasi pola dan warna.

    Sementara, marmer membutuhkan waktu pemasangan yang lebih lama. Selain itu, ubin marmer masih harus melalui tahap pelitur dan finishing sehingga ruangan tidak bisa segera digunakan.

    2. Pemeliharaan dan Perawatan

    Ubin keramik mudah dibersihkan dan dirawat. Karena tingkat penyerapan airnya rendah, keramik memiliki sifat anti noda.

    Ubin marmer mudah kotor karena sifat alamiahnya bereaksi dengan berbagai jenis zat. Cairan asam yang sering ditemukan di rumah seperti cuka, mustard, dan air jeruk mampu menodai marmer. Noda harus segera dibersihkan agar tidak membekas secara permanen. Marmer harus rutin dipoles menggunakan lapisan sealant untuk mencegah masuknya cairan yang bisa mengotori permukaan marmer.

    3. Daya Tahan

    Keramik cukup awet dan tidak mudah berubah warna. Akan tetapi, ubin keramik mudah pecah.

    Sementara itu, ubin marmer lebih kuat dibandingkan berbagai jenis ubin lainnya, tetapi warnanya bisa berubah kekuningan setelah beberapa waktu.

    4. Harga

    Harga ubin keramik variatif, tergantung produsen dan desainnya. Tetapi, harga keramik umumnya lebih murah dibandingkan marmer. Marmer relatif mahal karena merupakan bahan alami.

    5. Estetika

    Keramik digemari orang karena pilihan warna dan motifnya yang beragam, tetapi penampilannya tidak memberikan kesan alamiah seperti lantai yang terbuat dari kayu atau batu. Meski keramik bisa dipoles sehingga menimbulkan efek yang mirip marmer, garis-garis ubinnya lebih kentara dibandingkan menggunakan marmer.

    Marmer sering menjadi simbol kemewahan dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Pola pada permukaan marmer timbul secara alami sehingga setiap marmer memiliki pola yang unik.

    Di Mana Sebaiknya Menggunakan Keramik dan Marmer?

    Ubin keramik bisa digunakan untuk permukaan di dalam dan luar ruangan. Keramik bisa diberi finishing anti selip sehingga cocok digunakan sebagai lantai dapur dan kamar mandi.

    Marmer memiliki permukaan licin sehingga tidak cocok digunakan di kamar mandi. Selain itu, karena mudah kotor, sebaiknya marmer juga tidak digunakan untuk lantai dapur atau dinding di luar ruangan. Marmer cocok digunakan di dalam ruangan, seperti ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar tidur.

    Itu dia perbedaan antara keramik dan marmer serta hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih antara keramik atau marmer. Semoga artikel ini bermanfaat bagi detikers yang sedang mencari bahan untuk lantai dan dinding ruangan.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Efektif Bersihkan Sela-sela Keramik Lantai di Rumah


    Jakarta

    Lantai di rumah adalah tempat yang paling mudah kotor di rumah karena sering dilewati dan diinjak. Cara membersihkannya sebenarnya mudah dengan disapu atau dipel sudah kembali bersih. Namun, jika kamu perhatikan lantai yang sering dipel ternyata tidak membuat sela-sela ubin juga ikut menjadi bersih.

    Hal ini dikarenakan bahan yang berbeda. Keramik memiliki permukaan yang mengkilap dan mudah dibersihkan. Sementara sela-selanya terbuat dari campuran semen, pasir, dan air sehingga cara membersihkannya perlu digosok.

    Membersihkan sela-sela ubin juga membutuhkan waktu lama apalagi untuk rumah yang luas. Kamu bisa mencobanya pada area kamar mandi atau dinding dapur yang memakai keramik.


    Mengutip dari Ideal Homes, Rabu (27/3/2024), berikut bahan-bahan yang efektif membersihkan sela-sela ubin agar tampilannya seperti baru lagi.

    1. Pakai Baking Soda dan Cuka

    Campurkan dua sendok makan baking soda ke dalam air secukupnya. Jika noda susah dihilangkan, tambahkan dengan cuka. Namun jika menggunakan larutan cuka, kamu perlu menambahkan pasta gigi agar tidak merusak keramik. Gosok kembali sela-sela keramik, bilas permukaannya dengan kain lembap agar lantai rumah kamu tidak becek.

    Namun, dua bahan ini tidak untuk digunakan terlalu sering karena dapat merusak keramik. Efeknya ubin tidak terlihat berkilau lagi karena lapisan pelindungnya rusak.

    2. Pasta Gigi

    Pasta gigi mengandung soda bikarbonat yang merupakan bahan ampuh yang mampu mengangkat noda. Kamu cukup mengoleskan pasta gigi ke nat atau sela keramik menggunakan sikat gigi bekas. Kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.

    3. Lemon

    Asam dari lemon bisa membersihkan noda pada sela-sela keramik. Caranya dengan mengiris lemon dan mengoleskan airnya ke sepanjang sela-sela keramik. Diamkan selama 15 menit lalu gosok dengan sikat gigi. Setelah itu, bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.

    4. Pemutih

    Pemutih bisa menghilangkan jamur dan kotoran yang membandel dari nat tetapi dengan batas pemakaian yang cukup. Jika berlebihan dapat memudarkan warna sela keramik yang asli.

    Cara membersihkannya bisa menuangkan sedikit pemutih ke dalam wadah dan mencelupkan sikat gigi bekas ke dalamnya sebelum digosok. Bisa pula mencampurkan pemutih dengan pasta gigi. Setelah dioleskan ke sela keramik harus ditunggu selama 15 menit baru bisa digosok.

    Sehabis dibilas, keringkan dengan cara ditunggu atau kipas angin. Hindari menggunakan kertas atau kain karena seratnya dapat menempel di lantai yang telah bersih.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Begini Panduan Beli Keramik untuk Kamar Mandi



    Jakarta

    Kamar mandi adalah ruangan paling sering terkena air, rawan licin, dan lembap. Pemilihan keramik yang tepat dapat menghindari kecelakaan seperti terpeleset atau kaki terluka karena ada pecahan keramik. Pemilihannya yang tidak bisa asal, begini panduan membeli keramik untuk kamar mandi.

    Dalam pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, PT Kia Serpih Mas atau KIA Ceramics memperkenalkan beberapa produk untuk kamar mandi, salah satunya keramik.

    Graphic Designer PT Kia Serpih Mas, Besa Wade Ruwapensa mengatakan untuk kamar mandi terdapat 2 jenis keramik yang disarankan yakni satin atau baby skin dan anti-slip atau anti licin.


    “Kalau kamar mandi disarankan untuk wet areanya memakai anti slip. Terus untuk area kering kalau menurut saya lebih disarankan memakai satin. Jangan pakai yang glossy karena di sana biasanya ada wastafel, takut ada cipratan air berpotensi basah licin,” kata Besa kepada detikProperti, ditulis Sabtu (11/5/2024).

    Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Namun, jika ukuran kamar mandi terlalu kecil sehingga hanya terdiri dari area basah saja atau wet area, bisa hanya menggunakan keramik anti-slip. Untuk ukuran dan modelnya bisa dibebaskan keinginan pembeli.

    Untuk tahun ini, Besa mengatakan KIA Ceramics banyak mengeluarkan produk berwarna netral, earth tone, dan beige. Keramiknya pun tidak hanya yang polos, melainkan ada pula yang bercorak hingga bertekstur.

    Tidak terbatas pada lantai, KIA Ceramics juga memiliki produk keramik untuk dinding kamar mandi. Meskipun sama-sama keramik, ternyata spesifikasi Keramik lantai dan dinding berbeda.

    “Disarankan menggunakan keramik sesuai peruntukkannya. Contohnya banyak yang memakai keramik dinding ke lantai. Padahal itu kurang cocok karena breaking strength-nya lebih rendah yang dinding. Kalau dia ditempel otomatis ada kemungkinan kalau perekatnya tidak kuat akan jatoh, nanti menimpa orang. Nah makanya keramik dinding pasti lebih ringan dari keramik lantai,” jelasnya.

    Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Untuk membedakan keramik lantai dan dinding, bisa dilihat melalui kemasan produk. Untuk keramik lantai biasanya ditulis floor tile dan untuk keramik dinding dinamakan wall tile.

    Lebih lanjut, Besa menjelaskan semakin besar ukuran keramik maka ketebalannya akan bertambah. Begitu juga dengan harganya juga akan semakin mahal.

    “Kalau untuk pasar Indonesia biasanya memakai ukuran 30×30 cm (persegi), 25×25 cm untuk kamar mandi. Kalau bentuknya square biasanya untuk keramik lantai,” sebutnya.

    Biasanya ketinggian dinding yang perlu dipasang keramik apabila hanya sebagian yang ditutup keramik sekitar 150-175 cm dari bawah. Penentuannya disesuaikan dengan tinggi penghuni rumah.

    Kemudian untuk menentukan jumlah keramik yang perlu dibeli baik untuk dinding dan lantai bisa diketahui dari luas ruangan. Besa menyebutkan harga keramik ditentukan per meter persegi. Dalam satu dus keramik itu terdiri dari keramik 1 meter persegi (square meter).

    Selain itu, keramik tidak bisa dibeli satuan sehingga saat membeli keramik kamar mandi harus dilebihkan 1 dus untuk berjaga-jaga.

    “Anggaplah perumahan-perumahan sekarang itu kamar mandinya 1,5 meter x 1,5 meter biasanya. Berarti tinggal dikalikan. Nanti kita dapat luasnya berarti 22,5 meter persegi. Berarti harus beli 3 dus untuk keramik ukuran 50 x 50 cm dengan 12 pcs keramik isinya. Biasanya satu dus itu 1 square meter. Satu dus (ukuran 50 x 50 cm) isinya 4 pcs karena 1 keramik setengah meter,” ujarnya.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Lantai Keramik Terangkat dan Pecah serta Cara Cegahnya


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa terangkat atau bahkan meledak karena berbagai pemicu. Jangan biarkan hal ini terjadi karena bisa berbahaya kalau penghuni rumah terkena bagian tajam keramik.

    Tak hanya berbahaya, lantai keramik yang rusak seperti ini perlu segera diperbaiki. Jadi menambah pekerjaan rumah, bukan?

    Keramik yang terangkat atau meledak ini ternyata disebut popping, lho. Lalu, apa yang bikin lantai keramik bisa terangkat, bahkan meledak hingga pecah?


    Mengutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Kamis (13/6/2024), berikut ini penyebab lantai keramik dan meledak serta cara mengatasinya.

    Penyebab Lantai Terangkat & Pecah

    1. Ada Udara yang Masuk

    Salah satu penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bagian bawah keramik. Udara yang panas bisa membuat nat keramik memuai, sehingga nat keramik mengalami keretakan yang menimbulkan celah atau rongga yang menjadi jalur masuknya udara ke bawah keramik.

    2. Banjir

    Banjir bisa membuat nat keramik terkikis, sehingga menimbulkan celah untuk udara masuk.

    Cara Cegah Lantai Terangkat & Pecah

    1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik secara Berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Itulah penyebab sekaligus tips untuk mencegah keramik lantai terangkat hingga meledak. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Bahan Ampuh Bersihkan Bekas Semen pada Keramik Beserta Caranya


    Jakarta

    Setelah melakukan proyek perbaikan atau pembangunan rumah, terkadang ada bekas semen pada keramik. Noda semen ini membuat tampilan keramik menjadi kotor dan tidak menarik.

    Segera bersihkan noda semen dengan bahan-bahan yang ampuh melunakkan semen. Nggak perlu ribet, ada banyak bahan yang bisa kamu gunakan buat bersihkan keramik dari semen membandel.

    Yuk, cek daftar bahan yang bisa kamu pakai buat bersihkan keramik dari semen beserta caranya, dikutip dari Klopmart, Selasa (18/6/2024).


    9 Bahan buat Bersihkan Semen pada Keramik

    1. Cuka

    Cuka merupakan bahan alami yang mampu menghilangkan berbagai noda, termasuk bekas semen. Cuka akan membantu melunakkan semen sehingga kamu dapat dengan mudah menggosoknya dengan sikat atau spons.

    Caranya mudah, kamu bisa mulai dengan mencampurkan cuka dan air dalam perbandingan 1:1. Setelah campuran jadi, oleskan pada bekas semen dan biarkan selama 10-15 menit. Lalu kamu dapat menggosok area tersebut dengan sikat kasar atau spons untuk membuat sisa semen terkelupas. Kemudian bersihkan dengan membilasnya menggunakan air bersih.

    2. Soda Kue

    Selain itu, soda kue adalah bahan pembersih efektif yang bisa kamu coba buat hilangkan semen pada keramik. Untuk menggunakannya, kamu perlu mencampurkan soda kue dengan sedikit air sampai sedikit mengental.

    Oleskan campuran tersebut pada bekas semen dan diamkan selama 10-15 menit. Kemudian gunakan sikat atau spons keras untuk membersihkan bekas semen dan bilas dengan air hingga bersih.

    3. Batu Apung

    Batu apung merupakan bahan yang abrasif, sehingga dapat membantu mengikis bekas semen dari keramik. Basahi permukaan keramik terlebih dahulu, kemudian gunakan batu apung untuk menggosok perlahan bekas semen yang mengeras. Pastikan untuk berhati-hati agar tidak merusak permukaan keramiknya. Setelah mengikis, bilaslah dengan air hingga semua sisa semen bersih.

    4. Larutan HCL

    Selanjutnya, asam klorida (HCL) juga termasuk pembersih yang kuat, tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati. Untuk melindungi kamu dari bahaya dan risiko lain yang tidak diinginkan, kenakan dahulu semua alat pelindung dan pastikan area yang kamu kerjakan punya ventilasi yang baik. Campurkan HCL dengan air sesuai petunjuk pada label dan oleskan pada bekas semen.

    Lalu diamkan selama beberapa menit, kemudian gunakan sikat atau spons untuk membersihkan bekas semen. Bilas dengan air bersih dan pastikan bekas semen telah hilang sepenuhnya.

    5. Garam

    Lalu, garam bisa jadi bahan untuk membantu melunakkan bekas semen. Untuk menggunakannya, kamu cukup mencampurkan garam dengan sedikit air untuk membuat teksturnya kental jangan sampai terlalu cair.

    Oleskan pasta ini pada bekas semen dan diamkan selama 10-15 menit. Gunakan sikat atau spons untuk membersihkan bekas semen, lalu bilas dengan air bersih dan keringkan.

    6. Parutan Kelapa

    Siapa sangka, parutan kelapa bisa jadi cara menghilangkan bekas semen dengan alami. Kamu dapat memarut kelapa segar dan gunakan serbuknya untuk menggosok bekas semen. Hal ini bisa menjadi metode yang lembut dan aman untuk permukaan keramik. Setelah menggosok, bilas dengan air bersih dan keringkan.

    7. Belimbing Wuluh

    Buah satu ini mengandung asam sitrat alami yang bisa membantu melunakkan bekas semen. Potong belimbing wuluh menjadi dua bagian dan gosokkan permukaan dagingnya pada bekas semen. Biarkan sejenak, kemudian sikat atau lap bersih.

    8. Lemon

    Mirip dengan belimbing wuluh, lemon punya kandungan asam sitrat yang dapat membantu melunakkan bekas semen. Cukup peras lemon lalu gunakan jusnya untuk membersihkan bekas semen. Diamkan beberapa menit, lalu sikat sampai bekas semen terkelupas. Bilas dengan air bersih dan pastikan telah hilang sepenuhnya sebelum mengeringkan.

    9. Hidrogen Peroksida

    Kamu dapat coba menggunakan hidrogen peroksida untuk menghilangkan bekas-bekas semen. Cukup campurkan hidrogen peroksida dengan air dalam perbandingan 1:1, lalu oleskan pada bekas semen dan biarkan selama beberapa menit sebelum membersihkannya dengan sikat. Bilas dengan air bersih dan keringkan.

    Itulah beberapa cara membersihkan noda semen pada keramik. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com