Tag: keramik

  • Cara Cek Lantai Keramik Kopong Tanpa Bongkar, Cuma Butuh Kelereng!



    Jakarta

    Lantai keramik merupakan material yang banyak dipakai di Indonesia. Hal ini disebabkan material keramik tahan lama, mudah dibersihkan, dan tahan terhadap panas.

    Keramik juga mudah dipasang, cukup dengan ditempel ke permukaan lantai dengan semen. Cara pemasangan ini sebenarnya sederhana, tetapi masih banyak tukang yang tidak amanah sehingga pemasangan keramik pada lantai tidak sesuai standar.

    Kontraktor Panggah Nuzhulrizky menjelaskan keramik yang bagian bawahnya tidak diisi banyak semen akan menyebabkan ada spot yang kosong. Tandanya jelas dan bisa disadari tanpa perlu membongkar keramik, yakni dengan mendengarkan suaranya. Keramik yang semennya dilapisi penuh tidak akan menimbulkan suara kosong yang keras ketika bagian luar keramik dikasih tekanan. Berbeda dengan keramik yang bagian bawahnya kosong pasti akan terdengar nyaring terutama ketika diberi tekanan.


    “Tidak meratanya isian adukan di bawah keramik, hal ini dapat menyebabkan terjebaknya udara yang menimbulkan efek kopong dan dapat menimbulkan kerusakan pada keramik seperti pecah atau meledak yang biasa disebut popping,” kata Panggah saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Panggah memberikan saran, apabila hendak mengecek kualitas lantai keramik caranya dengan menjatuhkan kelereng. Bunyi yang timbul pada keramik yang kopong biasanya lebih nyaring dan ringan. Sebaliknya, suara kelereng yang dijatuhkan ke keramik yang terisi semen penuh lebih berat seperti bertabrakan dengan benda yang keras dan penuh.

    “Untuk mengetahui apakah pasangan keramik sudah terisi full dengan adukan (semen) pasangan atau masih ada beberapa titik yang mengalami kekosongan atau kopong,” jelasnya.

    Panggah menjelaskan apabila bagian bawah terasa kopong atau tidak terisi dengan adukan semen yang merata, dapat berisiko karena keramik jadi lebih mudah pecah atau meledak atau sering disebut sebagai popping.

    Itulah beberapa trik kelereng untuk mengidentifikasi masalah pada keramik lantai. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Perbaiki Lantai Keramik Retak Jadi Seperti Baru Lagi


    Jakarta

    Lantai keramik bisa retak atau pecah akibat benturan keras atau termakan usia. Meski sepele, retakan itu cukup mengganggu estetika lantai.

    Tenang saja, pemilik rumah bisa dengan mudah memperbaiki lantai keramik yang retak. Tak perlu bongkar dan ganti ubin baru, pemilik bisa menambalnya selama retakan enggak parah.

    Setidaknya dengan begitu, retaknya tersamarkan. Lantai pun terlihat seperti semula tanpa harus diganti.


    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak

    Inilah langkah-langkah untuk menambal lantai keramik yang retak, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah pertama adalah membersihkan retakan keramik. Gunakan amplas atau pengikis untuk mengikis bagian dalam retakan yang tajam. Setelah itu, bersihkan kotoran pada keramik pakai sabun cuci piring atau cairan pembersih.

    2. Oleskan Epoxy

    Setelah lantai keramik retak bersih, saatnya mengoleskan epoxy. Siapkan campuran epoxy dengan mengikuti petunjuk produk.

    Tuang epoxy ke bagian retak pada keramik dan biarkan mengeras. Pemilik bisa meratakan epoxy pada retakan tipis pakai tusuk gigi. Kalau retakannya lebar, pakai alat yang permukaannya rata.

    Namun, hindari menggunakan pisau untuk meratakan epoxy ya. Alat tersebut membuat epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Jika epoxy menyebar ke bagian lain, pemilik bisa bersihkan dengan cara dikikis. Sebaiknya langkah ini dilakukan sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Kalau epoxy sudah mengering atau mengeras, saatnya mengecatnya agar terlihat seperti ubin baru. Oleskan cat pada bekas retakan menggunakan kuas tipis.

    Disarankan untuk memilih warna cat yang mirip dengan keramik serta finishnya mengkilap. Selain itu, pilih cat berbahan dasar minyak agar warnanya tidak cepat pudar akibat air.

    Itulah tips memperbaiki lantai keramik yang retak menjadi seperti baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Nat Keramik Bisa Pakai Soda Kue, Caranya Gampang Banget!


    Jakarta

    Nat keramik merupakan bahan pengisi yang digunakan untuk mengisi celah antar keramik. Fungsi utamanya untuk mencegah air dan debu masuk ke celah keramik.

    Namun, nat keramik lantai akan kotor karena terjadi penumpukan kotoran dan debu yang sulit dibersihkan. Kalau jarang dibersihkan maka bisa mengganggu estetika keramik lantai maupun dinding.

    Maka dari itu, penting untuk membersihkan nat keramik secara berkala. Selain menggunakan produk pembersih yang dijual di pasaran, kamu juga bisa pakai bahan alami seperti soda kue.


    Ingin tahu cara membersihkan nat keramik dengan cepat dan mudah menggunakan soda kue? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Bersihkan Nat Keramik dengan Soda Kue

    Nat keramik perlu dirawat dan dibersihkan secara berkala. Biasanya, nat keramik dibersihkan menggunakan cairan pembersih khusus, tetapi jika terlalu banyak bisa menimbulkan kerusakan pada keramik akibat efek bahan kimia.

    Dilansir dari situs Real Simple, Minggu (23/11/2025), cara lain untuk membersihkan nat keramik yakni menggunakan soda kue. Bahan ini dinilai lebih aman sekaligus tidak menimbulkan kerusakan yang parah pada keramik.

    Sebab, soda kue memiliki sifat abrasif sehingga dapat mengangkat kotoran yang menempel. Agar lebih efektif mengangkat kotoran dan noda di nat keramik, soda kue perlu dibuat semacam pasta.

    Simak langkah-langkah di bawah ini untuk membersihkan nat keramik menggunakan soda kue:

    1. Buat Pasta Soda Kue

    Langkah pertama adalah dengan membuat soda kue. Caranya dengan menuangkan 4-5 sendok makan soda kue ke dalam wadah, lalu tuang air secukupnya. Setelah itu, aduk sampai membentuk pasta.

    2. Oleskan ke Nat Keramik

    Kemudian oleskan pasta soda kue ke nat keramik yang kotor dan banyak noda. Oleskan secara merata agar ampuh membersihkan kotoran yang menempel.

    3. Diamkan Selama 10 Menit

    Setelah itu, diamkan pasta soda kue yang sudah dioleskan ke nat keramik selama 10-15 menit agar bereaksi terhadap kotoran.

    4. Sikat Nat Keramik

    Siapkan sikat gigi bekas atau sikat yang berbulu halus untuk menyikat nat keramik. Lakukan secara perlahan agar tidak menimbulkan goresan halus pada keramik.

    5. Bilas dengan Air

    Usai menyikat nat keramik, segera dibilas dengan air bersih. Setelah itu, lap dengan kain microfiber agar cepat kering.

    Apabila masih menemukan sisa noda di nat keramik lantai, ulangi langkah-langkah di atas. Jika soda kue masih belum ampuh mengangkat noda membandel, cobalah menggunakan cairan pembersih khusus nat.

    Sebagai pengingat, hindari penggunaan pemutih untuk membersihkan nat keramik lantai. Cairan ini bisa merusak jenis keramik tertentu sehingga tidak disarankan untuk dipakai.

    Demikian cara mudah bersihkan nat keramik lantai dengan soda kue. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com