Tag: keran

  • Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


    Jakarta

    Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

    Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

    Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


    Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

    Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

    Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

    Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

    Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

    Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

    Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

    Tips Saat Mengganti Air Aquarium

    Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

    Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Berapa Tinggi Keran Air yang Ideal Untuk Wudu di Rumah? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Wudhu atau wudu adalah bentuk kegiatan menyucikan diri dari kotoran sebelum melakukan ibadah salat. Kegiatan ini dilakukan dengan membasuh bagian tertentu secara berurutan menggunakan air mengalir. Biasanya air langsung dialirkan dari sumur melalui keran air.

    Kegiatan wudu bisa dilakukan dalam posisi berdiri maupun duduk. Biasanya, untuk memudahkan orang tua atau orang yang memiliki disabilitas melakukan wudu, masjid biasanya menyediakan tempat wudu dengan tempat duduk.

    Kamu juga bisa lho membuat tempat wudu di rumah untuk memudahkan berwudu. Kira-kira berapa ya tinggi ideal keran untuk berwudu?


    Mengutip dari klopmart.com, ada perhitungan untuk mengukur tinggi keran air yang ideal untuk berwudu. Hal ini dikarenakan keran air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa membuat orang yang ingin berwudu kesulitan atau tidak nyaman.

    Keran yang tinggi bisa membuat anak-anak kesulitan dan bahkan mengharuskan mereka untuk berjinjit untuk membuka keran air tersebut. Akibatnya, anak-anak rawan tergelincir. Sebaliknya, keran yang terlalu rendah berbahaya untuk orang tua karena harus membungkuk lebih ke bawah.

    Bila kamu penasaran, ayo kita simak bersama tinggi keran air yang ideal untuk berwudu di bawah ini.

    Tinggi Ideal Keran Air untuk Wudu Posisi Berdiri

    Wudu dalam posisi berdiri sangat umum ada di semua masjid di Indonesia karena tidak memakan banyak ruang. Nah, lalu bagaimana dengan tinggi idealnya?

    Rata-rata tinggi anak berumur 6 tahun adalah sekitar 105 cm, dan untuk orang dewasa sekitar 150~170 cm. Bila kita memiliki patokan untuk berwudu dalam posisi berdiri tegak dan sedikit membungkuk, tinggi idealnya adalah sekitar 80~109 cm. Dengan jarak antar keran air sekitar 80~100 cm, sehingga ketika tidak berdesakan ketika berwudu.

    Ada baiknya juga bila keran air untuk anak-anak dan orang dewasa dibedakan, dimana keran air untuk anak anak lebih rendah dibandingkan dengan keran air untuk orang dewasa.

    Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan pijakan kakinya. Umumnya pijakan kaki dibuat cukup rendah dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Sebab, jika terlalu tinggi akan menyebabkan posisi wudu yang tidak nyaman

    Tinggi Ideal Keran Air untuk Wudu Posisi Duduk

    Tinggi keran ira untuk wudu dalam posisi duduk sebenarnya hampir sama dengan posisi berdiri, namun ada beberapa hal lain yang perlu kamu perhatikan saat memasangnya.

    Wudu dalam posisi duduk memerlukan tinggi tempat duduk yang tepat juga. Biasanya tinggi tempat duduk yang cocok adalah 40 cm dengan jarak ke pijakan kaki sekitar 30~40 cm.

    Untuk ketinggian keran airnya, kamu bisa memasangnya sekitar 80~109 cm, namun sebaiknya kamu memasangnya tidak terlalu tinggi karena keran air yang terlalu tinggi bisa membuat air wudu terciprat kemana-mana.

    Nah, itulah ringkasan penghitungan tinggi keran air yang ideal untuk berwudu. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Bikin Keran Jadi Kinclong dan Bebas Kerak



    Jakarta

    Keran yang terkena cipratan air lama-lama bisa meninggalkan bekas berupa kerak kalau tidak langsung dibersihkan. Noda kerak ini yang membuat keran terlihat kotor dan kusam.

    Tak hanya merusak pemandangan, kerak air juga cukup susah untuk dibersihkan. Mungkin kamu sudah mencoba berbagai cara untuk membersihkan kerak pada keran, tetapi tidak berhasil.

    Lalu, bagaimana cara ampuh untuk menghilangkan kerak ya?


    Melansir dari SFGATE, Rabu (12/6/2024), keran yang tampak kotor, keruh, atau bernoda, kemungkinan disebabkan oleh air keran sendiri.

    Biasanya air membawa mineral larut seperti kalsium dan magnesium melalui pipa rumah. Belum lagi kalau itu adalah air mandi yang tentu bercampur dengan sisa sabun dan zat kimia lainnya.

    Kandungan mineral dan bahan kimia tadi akan mengering membentuk endapan dan ketika sudah menumpuk akan meninggalkan noda dan tekstur bersisik ketika diraba.

    Ada sejumlah bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan noda kerak membandel pada keran air.

    Bicara bahan, kamu bisa coba pakai cuka putih.

    Cuka putih biasanya cukup untuk menghilangkan endapan kalsium pada keran dan pancuran.

    Sifatnya yang asam memang telah sejak lama dikenal ampuh untuk membersihkan beragam macam noda.

    Kamu bisa mulai dengan membersihkan kerak di bagian dalam keran. Isi plastik dengan cuka dan letakkan di bawah tempat keluarnya air.

    Kemudian, ikat dengan karet gelang untuk menutup kantong agar cuka putih nggak tumpah. Bunda bisa mendiamkannya selama minimal satu jam agar membiarkan cuka putih bekerja.

    Praktikan cara di atas saat kamar mandi sepi ya agar tak terganggu banyak aktivitas yang membuat proses pembersihan nggak maksimal.

    Setelah didiamkan beberapa lama, Kamu bisa melepas karet dan plastik berisi cuka tadi Lalu lap kerak yang terlepas dari keran dengan spons dan bilas sampai bersih.

    Untuk membersihkan bagian luar keran, rendam handuk bersih dalam cuka dan bungkus di sekeliling perlengkapan. Biarkan selama satu atau dua jam untuk melunakkan kalsium.

    Gunakan sikat gigi untuk mengikis endapan yang keras. Apabila dibutuhkan, Bunda juga dapat menggunakan pasta soda kue dan air untuk pembersihan lebih lanjut dan untuk menghilangkan endapan kapur yang terkumpul di dasar keran.

    Selain menggunakan cuka putih, Kamu bisa memanfaatkan lemon untuk membersihkan kerak pada keran air. Klik baca halaman selanjutnya untuk mengetahui cara penggunaannya.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Keran Air dengan Bentuk dan Fungsi yang Berbeda-beda


    Jakarta

    Keran air adalah alat yang berfungsi untuk mengalirkan air yang sering ditemukan di dapur dan kamar mandi. Ada banyak jenis keran air yang di pasaran yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan selera pemakaian.

    Adapun jenis-jenis keran ini memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Walaupun sama-sama mengalirkan air, sebaiknya memilih bentuk yang pas untuk menunjang gaya hidup penghuni rumah.

    Lantas, apa saja jenis-jenis keran air? Berikut ini deretan keran air dengan bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, dikutip dari Klopmart, Jumat (14/6/2024).


    1. Keran Angsa

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran air pertama adalah keran angsa. Kran ini punya bentuk melengkung seperti leher angsa. Fungsi dari keran ini sebagai keran untuk mencuci piring dan biasanya keran ini dipasang pada wastafel yang ada di dapur.

    2. Keran Cartridge

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya yang dapat Kamu gunakan adalah keran cartridge atau keran tabung. Keran ini berbentuk seperti tabung atau cartridge yang dapat digerakkan ke atas atau ke bawah. Tabung ini berfungsi sebagai pengatur volume air yang dikeluarkan sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebocoran air.

    3. Keran Otomatis

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran ini memiliki fitur sensor otomatis sehingga Kamu tidak perlu menyentuh katup pembuka dan penutup pada keran. Jika kamu menggunakan keran ini juga akan lebih bersih higienis dan praktis.

    4. Keran Tanam

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya adalah keran tanam. Berfungsi sebagai keran untuk menyiram tanaman. Keran ini biasanya diletakkan di tengah halaman atau bagian luar rumah yang sekitarnya banyak tanaman. Keran ini diletakkan di tengah halaman karena punya tekanan air dari keran ini sangat kuat.

    5. Keran Cabang

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran terakhir yang dapat Kamu gunakan adalah keran yang memiliki cabang. Keran ini memiliki 2 cabang yang berfungsi untuk memisahkan antara aliran air panas dan aliran air dingin. Keran ini biasanya digunakan di bagian kamar mandi terutama di bagian shower.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh buat Pastikan Air Keran di Rumah Bersih dan Jernih


    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga harus tersedia di setiap rumah. Akan tetapi, terkadang air keran di rumah belum tentu aman dan jernih untuk digunakan, apalagi dikonsumsi.

    Penting sekali memastikan kualitas air di rumah, sebab air kotor bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Pastinya kamu nggak mau sampai sakit perut atau terkena penyakit kulit, kan?

    Nah, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memastikan air keran di rumah tetap bersih dan jernih. Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Angi, Kamis (20/6/2024).


    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Dapur Ini Ampuh buat Bersihkan Rumah Sampai Kinclong



    Jakarta

    Membersihkan rumah tentu membutuhkan cairan pembersih agar bisa membasmi kuman dan kotoran. Meski ada banyak cairan pembersih di pasaran, kebanyakan bersifat keras serta dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan.

    Tenang saja, kamu bisa bikin cairan pembersih alami yang lebih aman dengan menggunakan berbagai bahan dapur. Bukan cuma untuk masak, bahan tersebut efektif membersihkan permukaan di rumah.

    Mengutip dari laman Better Bond Cleaning, Senin (8/7/2024), berikut ini beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membuat cairan pembersih alami di rumah.


    Bahan Dapur yang Bisa Jadi Cairan Pembersih

    1. Lemon

    Lemon sebagai buah sitrus mampu menghilangkan kotoran, debu, bakteri, dan noda di lantai dan permukaan keras lainnya. Kamu bisa mencampurkan jus lemon dan garam untuk menggosok permukaan menjadi kinclong.

    Sementara untuk keran, buah lemon bisa digosokkan ke permukaan kotor dan dibiarkan selama enam jam sebelum dibersihkan dengan kain basah. Selain itu, lemon juga dapat menjadi pewangi alami tempat sampah, cukup dengan meletakkan separuh belahannya.

    2. Soda Kue

    Soda kue merupakan bahan pembersih alami yang lembut tetapi mampu membersihkan kotoran dengan mudah. Selain digunakan sendirian, bahan ini dapat ditambahkan ke banyak bahan pembersih lainnya.

    Soda kue boleh digunakan untuk membersihkan oven, microwave, dan talenan untuk menghilangkan noda dan kotoran. Sebab, bahan tersebut tergolong aman, terlebih karena merupakan bahan makanan.

    3. Cuka Putih

    Cuka putih merupakan bahan yang luar biasa sebagai cairan pembersih rumahan. Bahan ini bisa membantu menghilangkan minyak dan noda membandel pada permukaan serta berfungsi sebagai disinfektan.

    Menariknya, cairan ini bisa digunakan sebagai pembersih gelas, logam kuningan, dan minyak. Cuka putih sangat efektif untuk membersihkan noda, tetapi disarankan agar tidak digunakan pada bahan marmer atau batu-batuan.

    4. Garam

    Garam sebagai barang yang wajib ada di rumah ternyata bisa sangat membantu membersihkan rumah. Kamu dapat menyikat ubin, lantai, atau permukaan keras lainnya dengan taburan garam. Untuk hasil lebih maksimal, campurkan garam dengan air panas sebagai cairan pembersih.

    Itulah bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai cairan pembersih alami untuk membuat rumah menjadi kinclong dan sehat bagi keluarga maupun lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Buang Air Panas ke Saluran Air, Begini Cara yang Benar


    Jakarta

    Pernahkah kamu membuang air panas hasil merebus makanan langsung ke wastafel? Eits, sebaiknya jangan diulangi lagi ya. Air panas sebenarnya tak boleh langsung dibuang ke wastafel, sehingga mengalir ke saluran air.

    Mungkin kamu ingin cepat dan praktis membuang air panas, namun hal ini justru bisa merugikan, lho. Lantas, memang apa akibatnya kalau buang air panas ke saluran air?

    Yuk, simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari WP Plumbing, Kamis (29/8/2024).


    Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

    Air panas bisa merusak pipa saluran pembuangan pada wastafel. Ada beberapa bahan pipa yang tidak tahan panas, seperti PVC, Pex, dan CPVC.

    Berdasarkan data, bahan-bahan ini memang bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa juga pada akhirnya bisa melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

    Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak tersebut lalu semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Nah, agar air panas yang kita buang tidak merusak wastafel, ada trik yang bisa diterapkan. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

    Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak akan melunakkan dan melelehkan pipa saluran pembuangan pada wastafel. Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

    Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Jangan Taruh 4 Barang Ini di Bawah Wastafel


    Jakarta

    Wastafel adalah tempat untuk mencuci tangan, sikat gigi, atau untuk membersihkan barang. Wastafel bentuknya cukup sederhana yakni keran, wadah seperti mangkuk sebagai tempat air terbuang dan pipa pembuangannya. Biasanya, di bawah wastafel tersedia ruang kosong.

    Ada beberapa orang menggunakan ruang kosong di bawah wastafel ini untuk meletakkan beberapa benda atau tempat penyimpanan. Ternyata, area dibawah wastafel tidak bisa untuk meletakkan sembarang barang. Sebab, beberapa benda ini justru dapat menimbulkan bahaya bagi penghuninya.

    Dilansir Ideal Home, Sabtu (12/10/2024), berikut 6 barang yang tidak boleh disimpan di bawah wastafel..


    1. Cairan Pembersih Kimia

    Biasanya kamu meletakkan sesuatu di tempat yang mudah dijangkau. Sebagai contoh cairan pembersih kimia. Biasanya dipakai untuk membersihkan toilet, membersihkan lantai, atau kerak di dinding. Maka dari itu, tempat penyimpanannya di dekat sumber air. Salah satunya adalah wastafel.

    Ternyata lokasi ini sangat tidak disarankan karena bisa dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Saat mereka tengah aktif di rumah, bisa saja cairan tersebut tersenggol dan akhirnya tumpah. Selain itu, untuk menghindari cairan tersebut terminum karena warna yang menarik.

    2. Tekstil

    Biasanya ada kain yang diletakkan di bawah wastafel untuk mengeringkan lantai yang basah. Jika fungsinya untuk itu, kamu perlu sering menggantinya agar tidak mudah berjamur karena di bawah wastafel kerap basah dan lebih lembap dari area lain.

    3. Makanan Hewan Peliharaan

    Perlakukan makanan hewan layaknya makanan untuk kita sendiri. Agar hewan aman saat memakannya kamu juga perlu menyimpan makanan mereka di tempat yang aman dan kering. Sementara di bawah wastafel, lebih sering lembap daripada kering.

    4. Barang yang Mudah Berkarat

    Hindari meletakkan barang-barang mudah berkarat di bawah wastafel jika ingin kualitasnya tahan lama. Air dan kelembapan dapat memicu karat lebih cepat muncul.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Lihat Toren Air Posisinya di Atas Rumah? Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki toren air yang fungsinya untuk menampung air bersih. Jika kamu perhatikan, rata-rata toren air diletakkan di luar ruangan dan posisinya tidak menempel dengan tanah.

    Penempatan toren seperti ini tidak hanya berlaku di Indonesia, melainkan di Amerika juga berlaku hal yang sama. Kira-kira apa ya alasannya?

    Dilansir detikEdu, posisi toren memang lebih baik diletakkan di atas karena air bergerak ke tempat yang lebih rendah. Hal tersebut dipengaruhi adanya gaya gravitasi di mana semua benda akan kembali ke bawah. Begitu pula dengan air yang massanya tidak lebih berat dari gravitasi.


    Toren air berisi sekian liter air sesuai dengan kemampuan tampungnya. Semakin tinggi posisi toren air maka akan semakin besar jumlah air yang mengalir. Hal ini sesuai dengan hukum debut air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Posisi toren air yang tinggi dapat membantu air yang keluar dari keras lebih deras.

    Hal yang sama dikatakan oleh pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

    “Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Ketinggian untuk meletakkan toren harus disesuaikan dengan ketinggian rumah. Jangan lupakan untuk memasang pipa saluran air yang berdiameter besar agar jalur air luas sehingga waktu turunnya air juga singkat.

    Suratman menyebutkan terdapat beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

    “Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” sebut Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hewan Ini Suka Muncul di Kamar Mandi, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Hewan atau serangga seperti kecoak dan kelabang kerap kali muncul di kamar mandi. Meski kecil, kehadiran hewan ini cukup mengganggu penghuni rumah.

    Kamar mandi adalah tempat yang lembap dan mempunyai sejumlah lubang pembuangan. Nggak heran, kalau menjadi tempat berbagai serangga betah untuk bersarang di sini.

    Lantas, kenapa hewan tersebut muncul di kamar mandi? Bagaimana cara mangatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.


    6 Hewan yang Suka Muncul di Kamar Mandi

    Inilah deretan hewan yang kerap ditemukan di kamar mandi beserta cara mengatasinya, dilansir dari az Animals.

    1. Kecoak

    susu kecoaKecoak Foto: iStock

    Kecoak bisa terkadang ditemukan di bawah wastafel, di dalam kabinet, dan di belakang WC. Serangga cokelat ini tertarik dengan kamar mandi yang ada pipa bocor, kelembapan, dan masalah perpipaan.

    Supaya nggak ada kecoak lagi, tutup lubang, celah, dan lubang pembuangan di kamar mandi. Lalu, perbaiki keran-keran yang bocor. Taburkan campuran soda kue dan gula di sekitar area bermasalah.

    2. Nyamuk

    Aedes aegypti mosquito larvae are examined at the entomology department of the Health Ministry, in Guatemala City, Guatemala, July 22, 2024. REUTERS/Josue DecaveleNyamuk Foto: REUTERS/Josue Decavele

    Nyamuk suka muncul dari saluran pembuangan kamar mandi dan wastafel, tempat mereka dapat bertelur. Hama ini tertarik dengan kehangatan dan area lembap dekat keran.

    Basmi nyamuk dengan menyemprotkan campuran cuka, gula, dan detergen. Selain itu, hilangkan air yang menggenang di kamar mandi.

    3. Lalat Limbah

    Lalat LimbahLalat Limbah Foto: lucaspezeta/pexels

    Lalat limbah bisa ditemukan dekat saluran pembuangan, kamar mandi tak terpakai, pipa bocor, dan genangan air. Lalat kecil ini menyukai genangan air, terutama pada saluran pembuangan yang wastafel dan pancuran punya aliran air yang lambat.

    Serangga tersebut bisa diatasi dengan memperbaiki saluran air yang tersumbat dan pipa bocor, serta menyingkirkan genangan air. Lalu, siapkan perangkap berupa semangkuk berisi campuran cuka apel dan detergen pencuci piring di dekat area yang bermasalah.

    4. Laba-laba

    Cara Mengusir Laba-laba di Rumah Tanpa Membunuh dan Obat PembasmiLaba-laba Foto: Christian Cagni/Unsplash

    Laba-laba dapat muncul di berbagai area kamar mandi, termasuk celah kecil, jendela, lubang ventilasi, pojokan, hingga wastafel. Laba-laba juga bisa bersembunyi di handuk atau pakaian basah. Laba-laba bisa masuk kamar mandi karena mencari sumber air.

    Tutup retakan dan celah di kamar mandi kalau nggak mau ada laba-laba masuk. Angkat barang-barang di lantai dan semprotkan campuran cuka dan air di sekitar sudut-sudut.

    5. Kalajengking

    Kalajengking masuk rumah bikin resah warga Cianjur.Kalajengking Foto: Ikbal Selamet/detikJabar

    Kalajengking masuk kamar mandi melalui lubang pembuangan, terutama di wastafel. Kalajengking tertarik pada air dan menemukan jalan masuk ke kamar mandi melalui sistem perpipaan.

    Oleh karena itu, rawat saluran pembuangan kamar mandi dengan menyiram pemutih setiap minggu dan pasang perangkap lengket di sekitar area bermasalah.

    6. Kelabang

    KelabangKelabang Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

    Kelabang biasanya ditemukan merayap di lantai, bersembunyi di celah-celah, atau berdiam di dekat saluran pembuangan kamar mandi. Mereka menyukai tempat yang hangat dan lembap, seperti tempat kebocoran dan air yang tergenang.

    Untuk mengatasi kemunculan kelabang, perbaiki kebocoran air, gunakan dehumidifier, dan nyalakan kipas ventilasi. Menuang cuka ke saluran pembuangan juga bisa mengatasi mencegah kelabang masuk kamar mandi.

    Itulah sejumlah hewan yang suka muncul di kamar mandi serta cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com