Tag: keran air

  • Berapa Tinggi Keran Air yang Ideal Untuk Wudu di Rumah? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Wudhu atau wudu adalah bentuk kegiatan menyucikan diri dari kotoran sebelum melakukan ibadah salat. Kegiatan ini dilakukan dengan membasuh bagian tertentu secara berurutan menggunakan air mengalir. Biasanya air langsung dialirkan dari sumur melalui keran air.

    Kegiatan wudu bisa dilakukan dalam posisi berdiri maupun duduk. Biasanya, untuk memudahkan orang tua atau orang yang memiliki disabilitas melakukan wudu, masjid biasanya menyediakan tempat wudu dengan tempat duduk.

    Kamu juga bisa lho membuat tempat wudu di rumah untuk memudahkan berwudu. Kira-kira berapa ya tinggi ideal keran untuk berwudu?


    Mengutip dari klopmart.com, ada perhitungan untuk mengukur tinggi keran air yang ideal untuk berwudu. Hal ini dikarenakan keran air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa membuat orang yang ingin berwudu kesulitan atau tidak nyaman.

    Keran yang tinggi bisa membuat anak-anak kesulitan dan bahkan mengharuskan mereka untuk berjinjit untuk membuka keran air tersebut. Akibatnya, anak-anak rawan tergelincir. Sebaliknya, keran yang terlalu rendah berbahaya untuk orang tua karena harus membungkuk lebih ke bawah.

    Bila kamu penasaran, ayo kita simak bersama tinggi keran air yang ideal untuk berwudu di bawah ini.

    Tinggi Ideal Keran Air untuk Wudu Posisi Berdiri

    Wudu dalam posisi berdiri sangat umum ada di semua masjid di Indonesia karena tidak memakan banyak ruang. Nah, lalu bagaimana dengan tinggi idealnya?

    Rata-rata tinggi anak berumur 6 tahun adalah sekitar 105 cm, dan untuk orang dewasa sekitar 150~170 cm. Bila kita memiliki patokan untuk berwudu dalam posisi berdiri tegak dan sedikit membungkuk, tinggi idealnya adalah sekitar 80~109 cm. Dengan jarak antar keran air sekitar 80~100 cm, sehingga ketika tidak berdesakan ketika berwudu.

    Ada baiknya juga bila keran air untuk anak-anak dan orang dewasa dibedakan, dimana keran air untuk anak anak lebih rendah dibandingkan dengan keran air untuk orang dewasa.

    Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan pijakan kakinya. Umumnya pijakan kaki dibuat cukup rendah dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Sebab, jika terlalu tinggi akan menyebabkan posisi wudu yang tidak nyaman

    Tinggi Ideal Keran Air untuk Wudu Posisi Duduk

    Tinggi keran ira untuk wudu dalam posisi duduk sebenarnya hampir sama dengan posisi berdiri, namun ada beberapa hal lain yang perlu kamu perhatikan saat memasangnya.

    Wudu dalam posisi duduk memerlukan tinggi tempat duduk yang tepat juga. Biasanya tinggi tempat duduk yang cocok adalah 40 cm dengan jarak ke pijakan kaki sekitar 30~40 cm.

    Untuk ketinggian keran airnya, kamu bisa memasangnya sekitar 80~109 cm, namun sebaiknya kamu memasangnya tidak terlalu tinggi karena keran air yang terlalu tinggi bisa membuat air wudu terciprat kemana-mana.

    Nah, itulah ringkasan penghitungan tinggi keran air yang ideal untuk berwudu. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Bocor? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini


    Jakarta

    Keran air bocor bisa cukup mengganggu para penghuni rumah. Dari rembesan air yang menggenangi area sekitar keran hingga membengkaknya tagihan air tentu menjadi masalah.

    Apabila dibiarkan terlalu lama, keran air bocor dapat semakin parah sampai menghambat aktivitasmu. Oleh karena itu, sebaiknya segera memperbaiki keran air bocor sebelum masalah semakin serius.

    Melansir dari Qilat, berikut ini cara memperbaiki keran air bocor di rumah.

    1. Mencari Tahu Penyebab Kebocoran

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu sumber atau penyebab kebocoran pada keran air. Kamu bisa memeriksa bagian-bagian seperti sambungan pipa dengan keran dan gagang keran. Lalu, periksa juga kondisi keran air untuk menentukan antara memperbaiki atau mengganti keran dengan yang baru.


    2. Menyiapkan Peralatan Sesuai Kebutuhan

    Selanjutnya, persiapkan peralatan yang diperlukan dengan menyesuaikan sumber dan penyebab kebocoran keran. Misalkan kebocoran yang disebabkan oleh rembesan air dari sambungan pipa memerlukan kunci untuk mengencangkan keran.

    Selain itu, persiapkan juga karet dan sealer untuk mengatasi bagian keran yang bocor. Berbeda halnya, jika keran air patah, maka kamu harus menyiapkan keran baru.

    Setelah semua siap, pastikan untuk menutup aliran air pada pipa. Kamu bisa mematikan mesin air atau menutup tangki penyimpanan agar aliran air tidak keluar. Langkah ini bertujuan supaya proses perbaikan pipa dapat dilakukan tanpa adanya aliran air yang mengganggu.

    4. Memasang Karet pada Keran

    Setelah menutup aliran air, kamu dapat memulai melakukan perbaikan pada keran air yang bocor. Apabila keran air terasa longgar, kamu bisa memasang karet ban yang baru dengan melepaskan keran yang terhubung dengan pipa.

    Kemudian, lepaskan karet ban lama pada bagian kepala keran. Selanjutnya, pasang karet ban yang baru dan pasang kembali keran pada sambungan pipa.

    Kamu juga dapat menggunakan seal tape pada bagian-bagian yang rentan muncul kebocoran atau rembesan air. Terlebih lagi, penggunaan seal tape akan membuat keran terpasang lebih kuat.

    5. Mengganti Keran dengan yang Baru

    Apabila keran air mengalami kerusakan parah dan tidak bisa diperbaiki, maka kamu perlu menggantinya dengan keran baru. Sama seperti memasang karet ban, langkah pertama untuk mengganti keran adalah melepas keran yang rusak.

    Jika ada sisa patahan yang masih menempel pada pipa, pastikan untuk mengambilnya agar tidak mengganggu pemasangan keran yang baru. Lalu, pasang keran yang baru dan sambungkan dengan pipa saluran air.

    Demikian cara memperbaiki keran air bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Bikin Keran Jadi Kinclong dan Bebas Kerak



    Jakarta

    Keran yang terkena cipratan air lama-lama bisa meninggalkan bekas berupa kerak kalau tidak langsung dibersihkan. Noda kerak ini yang membuat keran terlihat kotor dan kusam.

    Tak hanya merusak pemandangan, kerak air juga cukup susah untuk dibersihkan. Mungkin kamu sudah mencoba berbagai cara untuk membersihkan kerak pada keran, tetapi tidak berhasil.

    Lalu, bagaimana cara ampuh untuk menghilangkan kerak ya?


    Melansir dari SFGATE, Rabu (12/6/2024), keran yang tampak kotor, keruh, atau bernoda, kemungkinan disebabkan oleh air keran sendiri.

    Biasanya air membawa mineral larut seperti kalsium dan magnesium melalui pipa rumah. Belum lagi kalau itu adalah air mandi yang tentu bercampur dengan sisa sabun dan zat kimia lainnya.

    Kandungan mineral dan bahan kimia tadi akan mengering membentuk endapan dan ketika sudah menumpuk akan meninggalkan noda dan tekstur bersisik ketika diraba.

    Ada sejumlah bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan noda kerak membandel pada keran air.

    Bicara bahan, kamu bisa coba pakai cuka putih.

    Cuka putih biasanya cukup untuk menghilangkan endapan kalsium pada keran dan pancuran.

    Sifatnya yang asam memang telah sejak lama dikenal ampuh untuk membersihkan beragam macam noda.

    Kamu bisa mulai dengan membersihkan kerak di bagian dalam keran. Isi plastik dengan cuka dan letakkan di bawah tempat keluarnya air.

    Kemudian, ikat dengan karet gelang untuk menutup kantong agar cuka putih nggak tumpah. Bunda bisa mendiamkannya selama minimal satu jam agar membiarkan cuka putih bekerja.

    Praktikan cara di atas saat kamar mandi sepi ya agar tak terganggu banyak aktivitas yang membuat proses pembersihan nggak maksimal.

    Setelah didiamkan beberapa lama, Kamu bisa melepas karet dan plastik berisi cuka tadi Lalu lap kerak yang terlepas dari keran dengan spons dan bilas sampai bersih.

    Untuk membersihkan bagian luar keran, rendam handuk bersih dalam cuka dan bungkus di sekeliling perlengkapan. Biarkan selama satu atau dua jam untuk melunakkan kalsium.

    Gunakan sikat gigi untuk mengikis endapan yang keras. Apabila dibutuhkan, Bunda juga dapat menggunakan pasta soda kue dan air untuk pembersihan lebih lanjut dan untuk menghilangkan endapan kapur yang terkumpul di dasar keran.

    Selain menggunakan cuka putih, Kamu bisa memanfaatkan lemon untuk membersihkan kerak pada keran air. Klik baca halaman selanjutnya untuk mengetahui cara penggunaannya.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Keran Air dengan Bentuk dan Fungsi yang Berbeda-beda


    Jakarta

    Keran air adalah alat yang berfungsi untuk mengalirkan air yang sering ditemukan di dapur dan kamar mandi. Ada banyak jenis keran air yang di pasaran yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan selera pemakaian.

    Adapun jenis-jenis keran ini memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Walaupun sama-sama mengalirkan air, sebaiknya memilih bentuk yang pas untuk menunjang gaya hidup penghuni rumah.

    Lantas, apa saja jenis-jenis keran air? Berikut ini deretan keran air dengan bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, dikutip dari Klopmart, Jumat (14/6/2024).


    1. Keran Angsa

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran air pertama adalah keran angsa. Kran ini punya bentuk melengkung seperti leher angsa. Fungsi dari keran ini sebagai keran untuk mencuci piring dan biasanya keran ini dipasang pada wastafel yang ada di dapur.

    2. Keran Cartridge

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya yang dapat Kamu gunakan adalah keran cartridge atau keran tabung. Keran ini berbentuk seperti tabung atau cartridge yang dapat digerakkan ke atas atau ke bawah. Tabung ini berfungsi sebagai pengatur volume air yang dikeluarkan sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebocoran air.

    3. Keran Otomatis

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran ini memiliki fitur sensor otomatis sehingga Kamu tidak perlu menyentuh katup pembuka dan penutup pada keran. Jika kamu menggunakan keran ini juga akan lebih bersih higienis dan praktis.

    4. Keran Tanam

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya adalah keran tanam. Berfungsi sebagai keran untuk menyiram tanaman. Keran ini biasanya diletakkan di tengah halaman atau bagian luar rumah yang sekitarnya banyak tanaman. Keran ini diletakkan di tengah halaman karena punya tekanan air dari keran ini sangat kuat.

    5. Keran Cabang

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran terakhir yang dapat Kamu gunakan adalah keran yang memiliki cabang. Keran ini memiliki 2 cabang yang berfungsi untuk memisahkan antara aliran air panas dan aliran air dingin. Keran ini biasanya digunakan di bagian kamar mandi terutama di bagian shower.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Orang Tahu, Ternyata Lubang Kecil Wastafel Punya Peran Penting


    Jakarta

    Wastafel menjadi bagian penting yang banyak kamu temukan di restoran maupun di rumah. Wastafel digunakan untuk mencuci tangan yang biasanya terdapat di luar kamar mandi atau tempat mencuci piring.

    Saat kamu menggunakan wastafel, biasanya kamu tidak akan memperhatikan lubang kecil yang berada tepat di bawah keran di dinding wastafel. Lubang kecil itu biasa disebut dengan lubang luapan.

    Lubang kecil pada wastafel memiliki fungsi penting. Bila keran air dibiarkan terbuka dan pembuangan tertutup, lubang tersebut akan menyalurkan air ke dalam lubang kecil dan tidak akan mengucurkan air keluar dari wastafel ke lantai.


    Untuk memastikan luapan wastafel dapat berfungsi, wastafel harus tetap bersih dan bebas dari kotoran. Kotoran yang menumpuk di dekat dasar saluran luapan, membuat aliran air dan udara terhambat.

    Melansir The Spruce, Jumat (20/09/2024), berikut ini beberapa cara membersihkan lubang luapan pada Wastafel.

    Pembersih Pipa atau Sikat Pembersih Wastafel

    Masukkan pembersih pipa atau sikat pembersih wastafel ke dalam lubang luapan wastafel, putar, dan dorong sikat ke dalam dan ke luar untuk membersihkan kotoran.

    Lakukan hal ini secara perlahan, gunakan corong fleksibel tahan panas untuk menuangkan air panas atau air mendidih ke dalam lubang untuk membuangnya. Hal ini bisa jadi berantakan dan kamu mungkin perlu membersihkan ulang wastafel.

    Tali Pengikat

    Tali pengikat panjang berfungsi sangat baik karena dapat ditekuk di sekitar lengkungan wastafel tetapi cukup kaku untuk mengeluarkan endapan. Masukkan ujung tali pengikat yang runcing ke dalam lubang luapan dan masukan sejauh mungkin dengan perlahan.Gerakkan tali pengikat ke atas dan ke bawah serta ke samping untuk melonggarkan dan mendorong keluar sumbatan.

    Selang Karet

    Isi wastafel dengan air sedikit lebih tinggi dari lubang luapan. Biarkan sebagian air mengalir ke bawah luapan. Biarkan sebagian air mengalir ke bawah luapan. Letakkan salah satu ujung selang karet pada lubang luapan.

    Tiupkan beberapa kali udara melalui selang lagi. Udara harus berhembus dengan bebas, tanpa hambatan dan ulangi sesuai kebutuhan.

    Pembersih Cair

    Buat campuran pemutih klorin dan air biasa dengan perbandingan 50/50, lalu tuangkan campuran tersebut ke dalam lubang luapan menggunakan wadah dengan corong tuang. Diamkan campuran selama 10 menit, lalu bilas luapan dengan air biasa.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu PAM, 5 Solusi Bikin Air Keran yang Keruh Jadi Jernih



    Jakarta

    Persoalan air keran di rumah kotor dan keruh menjadi masalah yang kerap terjadi di rumah terutama untuk rumah yang baru dihuni. Air keran yang bersumber dari sumur bor atau pompa biasanya tidak sebersih air yang dipasok dari perusahaan air minum (PAM).

    Air keran yang keruh dan kotor yang dipakai untuk mandi dan mencuci tak hanya bisa menyebabkan gangguan pada kulit, bila air itu juga dipakai untuk memasak dan minum, penyakit lain pun akan mengintai.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air keran kotor dan keruh tanpa harus berlanggapan PAM.


    Berikut tips membuat air keran jernih dilansir dari Angi:

    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Keran Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya!


    Jakarta

    Kamu pernah menemukan keran air terus menetes padahal sudah tertutup rapat? Masalah ini jangan dianggap sepele dan harus segera diatasi.

    Penyebab air di keran selalu menetes ada bisa karena beberapa hal. Dilansir Swan’s Plumbing, bisa karena keran yang sudah aus sehingga tidak lagi rapat saat ditutup. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

    Penyebab kedua bisa karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup yang longgar atau rusak sehingga ketika ditutup atau dibuka ada saja air yang keluar. Kelonggaran ini bisa dikarenakan ada karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian. Penyebab selanjutnya adalah karena sering memakai air dengan debit yang besar. Saat tekanan terlalu tinggi, maka akan menekan komponen di dalam keran dan menyebabkan kebocoran.


    Memperbaiki keran bocor seperti ini bisa dilakukan sendiri, tanpa bantuan profesional. Dilansir My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus.

    Cara Memperbaiki Kran Air

    1. Siapkan Peralatan

    Beberapa peralatan yang diperlukan di antaranya kunci pas, obeng berkepala silang, Cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

    2. Matikan Saluran Air

    Saat kamu ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Dengan begitu, kamu tidak akan tersembur nantinya dan tidak ada air yang terbuang.

    3. Pastikan Air Tidak Mengalir ke Saluran Pembuangan

    Jika tangki air masih berisi air, kamu perlu memastikan air yang tidak mengalir ke keran yang sedang diperbaiki, tidak terbuang ke tempat lain.

    4. Lepaskan Gagang Kran

    Setelah masalah air selesai, sekarang buka gagang keran terlebih dahulu. Cari sekrupnya, buka satu-satu hingga terlepas. Simpan sekrup di tempat yang aman dan kalau bisa tidak tercampur agar saat hendak dipasang lagi, mudah untuk dicari.

    5. Buka Cartridge atau Katup

    Keran biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terbuka, ambil bagian tersebut.

    6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

    7. Pasang Selotip Ledeng

    Jika kran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

    8. Susun Kembali Komponen Pipa

    Setelah menemukan letak kerusakan dan kamu sudah memasang dengan yang baru, pasang lagi seluruh komponen. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Langkah terakhir adalah melakukan tes dengan dialiri air. Apabila setelah ditutup tidak ada yang menetes lagi, maka perbaikan tadi berhasil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Area Rumah yang Wajib Dilindungi Cat Antibocor


    Jakarta

    Dinding rumah perlu dilapisi dengan cat waterproof. Cat satu ini jenisnya berbeda dengan cat dinding biasa karena dapat tahan air, melindungi dari kebocoran, mencegah menggelembung, warna pudar, dan terkelupas saat terkena air.

    Cat yang juga bisa disebut dengan cat antibocor ini biasanya harganya lebih mahal dari cat biasa. Namun, tidak perlu khawatir soal modal yang perlu disiapkan karena tidak semua bagian rumah harus memakai cat waterproof.

    Dilansir Angi, berikut beberapa ruangan yang paling disarankan untuk dilapisi dengan cat waterproof.


    1. Dinding Eksterior

    Dinding eksterior adalah dinding yang berada di luar rumah seperti fasad. Dinding eksterior harus memakai jenis cat yang berbeda dengan interior. Sebab, dinding luar akan mengalami perubahan suhu seperti dari panas ke dingin atau dari kering ke lembap. Kondisi ini bisa memicu tumbuhnya jamur, pudarnya warna cat, dan perubahan tekstur cat tersebut. Oleh karena itu, cat waterproof sangat dibutuhkan untuk dinding bagian luar rumah.

    2. Kamar Mandi

    Ruangan selanjutnya yang dindingnya harus mendapatkan perlindungan ekstra adalah kamar mandi. Meskipun dinding ini tidak terkena sinar matahari langsung atau pun dihantam air hujan, tetapi ruangan ini merupakan area basah. Kelembapan sering menjadi masalah di ruangan ini dan dapat memicu cat dinding rusak. Untuk mencegah hal tersebut, disarankan untuk menggunakan cat waterproof.

    3. Kolam Renang

    Biasanya kolam renang permukaannya menggunakan keramik sehingga perawatannya mudah. Namun, ada bagian kolam renang yang lebih bagus dilapisi cat. Mengingat permukaan di sekitar kolam renang bisa cepat basah, cat yang digunakan harus waterproof agar tidak timbul gelembung dan bisa tahan lama.

    4. Dapur

    Selain kamar mandi, dapur juga tempat yang mudah lembap. Di sini terciptanya panas dari kompor dan dingin dari keran air. Dapur bisa bertambah lembap apabila ditemukan pipa-pipa yang digunakan ternyata ada yang bocor.

    Hati-hati, kondisi ini mudah membuat warna cat dinding pudar dan muncul bintik-bintik hitam atau putih yang merupakan jamur. Untuk menghindari hal tersebut, disarankan untuk memakai cat waterproof.

    5. Lantai Garasi

    Garasi biasanya selalu dalam keadaan tertutup dengan minim ventilasi. Hal ini yang membuat garasi sering berbau karena muncul spot-spot jamur di area yang lembap. Kondisi seperti ini mudah membuat cat dinding berubah kusam. Bagi yang lantai garasinya hanya terbuat dari beton atau semen tanpa keramik, kamu bisa melapisinya dengan cat waterproof. Jenis cat dinding ini selain tahan terhadap air juga tidak mudah luntur terkena oli atau zat kimia lainnya.

    Kekurangan Cat Dinding Waterproof

    Selain kegunaannya yang bisa melindungi dinding rumah, cat waterproof juga memiliki kekurangan, berikut di antaranya.

    1. Berpotensi Terjadi Kebocoran

    Meskipun namanya cat antibocor, tetapi mungkin saja cat waterproof mengalami kebocoran. Jika kamu menemukan kondisi seperti ini, harus dilakukan pengecekan dahulu. Bisa jadi sumber masalahnya bukan dari cat tetapi mungkin ada masalah pada rumah seperti kebocoran, rembes, atau retakan yang belum ditutupi dengan baik.

    2. Harganya Mahal

    Seperti yang disebutkan sebelumnya cat waterproof biasanya lebih mahal dari jenis cat lainnya karena memiliki keunggulan tersendiri. Kisaran harga cat waterproof jika di 2025 dilihat dari beberapa situs online mulai dari Rp 60 ribuan hingga Rp 4 jutaan tergantung pada merek dan berat isinya.

    3. Sulit Diaplikasikan ke Dinding

    Pengecatan cat waterproof harus diaplikasikan berlapis-lapis. Selain itu, beberapa jenis cat waterproof berbau yang menyengat sehingga saat kamu melapisi cat dinding ke dinding rumah perlu menggunakan masker dan memastikan terdapat ventilasi di ruangan tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Sekarang, Ini Pemicu Air Pancuran Shower Mengecil



    Jakarta

    Saat memakai shower, kamu bisa mengatur debit air yang keluar seperti mengatur keran air. Semakin besar debit air yang keluar, pancuran akan semakin lebar dan deras. Sebaliknya, jika kamu butuh sedikit, air yang keluar pun tidak deras, hanya seperti tetesan air.

    Namun, ada beberapa kejadian saat air yang keluar dari shower tidak bisa deras seperti pada awal pemakaian. Alhasil, jika semula mandi dengan shower kamu bisa selesai lebih cepat, sekarang harus bersabar karena debit air yang keluar sedikit.

    Lantas, apa penyebab air shower mengecil?


    Menurut Nasional Retail Manager PT Global Pasifik Prima, Nicolass penyebab air shower mengecil adalah terjadi penyumbatan pada saluran atau pipa shower. Pemicunya banyak, tetapi untuk di Indonesia sendiri yang sering ditemukan karena kualitas air yang mengandung kapur. Air seperti ini biasanya berada di daerah pegunungan.

    “Di daerah-daerah seperti mungkin kalau kita sebut di Bali, sumber air yang masuk ke sistem pumping pipa-pipa air, dia harus pake filter dulu. Karena air di Bali itu mengandung zat kapur yang tinggi sekali,” kata Nicolass kepada detikProperti saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Cara mudah mengetahui air di rumah mengandung kapur dengan melihat kerak-kerak yang menempel di kamar mandi. Kerak tersebut bentuknya noda-noda putih yang bentuknya abstrak. Kerak ini biasanya tidak hilang dengan disiram air, melainkan harus digosok atau disikat. Biasanya kerak ini ditemukan di keran air, dinding, shower, kaca, hingga ke kloset.

    Nicolass mengatakan untuk mencegah debit air mampet, shower perlu dilengkapi dengan filter air pada pipa keran.

    Jika pipa sudah dipasang filter, tetapi debit air yang keluar masih kecil atau mampet, ia menyarankan untuk mengecek bagian cartridge shower. Bagian ini merupakan jantung keran yang tidak boleh tersumbat.

    “Jadi kalo pemasangan baru, ada baiknya saluran airnya tuh di-flush (disiram) dulu karena cartridge shower ini kan terbuat dari keramik. Fungsinya itu jalur air. Dihidupkan dulu biar kotoran-kotoran keluar dulu. Lalu unitnya dipasang. Kalau unitnya langsung dipasang sebelum di-flush, kotoran-kotorannya akan masuk ke cartridge ini,” tuturnya.

    Selain disebabkan air kapur, penyebab air shower mengecil adalah adanya karat pada pipa air. Karat biasanya disebabkan karena bahan yang digunakan rawan korosi dan mengalami oksidasi sehingga mudah bereaksi saat terkena air. Nicolass menyarankan untuk menggunakan bahan kuningan untuk shower bagian luar dan dalam.

    “Harus kuningan. Kalau Stainless Steel 304, dari namanya saja stainless ya kan? Tidak mudah terkena noda, tetapi tetap teroksidasi. Tapi kalo kuningan dia tidak teroksidasi,” tambahnya.

    Ia menambahkan bahan kuningan juga perawatannya mudah yakni cukup dibersihkan dengan lap atau kain mikro fiber apabila terlihat bercak putih setiap setelah digunakan. Dengan begitu, tampilan luarnya tetap aman dan tidak mengelupas.

    Bagian coating adalah bagian yang perlu dijaga agar tidak mengelupas. Apabila lapisan ini rusak atau terkelupas bahan shower akan lebih mudah teroksidasi dan membuat daya tahannya menurun.

    “Perawatannya itu paling simpel habis mandi dilap pakai lap kering yang halus. Air di Indonesia itu mau air ledeng, air pump, air PDAM pasti meninggalkan jejak white spot yang kelamaan susah dibersihkan. Kita mulai menggunakan opsi menggunakan chemical. Ketika kita menggunakan opsi chemical, dia punya lapisan luar safety coating,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Keran Muncrat Saat Dibuka? Ini Penjelasan dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pernahkah mengalami air keran tiba-tiba muncrat saat dibuka? Padahal, air biasanya keluar secara perlahan ketika menarik atau memutar kenop keran.

    Tekanan air yang keluar terlalu besar bisa menyebar dan membuat area sekitar basah. Belum lagi, kalau pakaian terkena cipratan air, pastinya sangat menjengkelkan ya.

    Aliran air bisa saja hanya muncrat sementara, lalu mengecil seketika atau pada bukaan kedua. Namun ada juga air keran yang muncrat terus menerus, bahkan alirannya melebar sehingga kamu perlu mengecilkan debit air.


    Lantas, kenapa air keran bisa muncrat ya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Angie’s List.

    Penyebab Air Keran Muncrat

    Inilah beberapa penyebab air keran muncrat saat dibuka serta bagaimana cara memperbaikinya.

    1. Pipa Saluran Air Dimatikan

    Air keran bisa muncrat karena saluran air yang sudah lama tidak digunakan. Biasanya hal ini terjadi setelah pemilik rumah baru pulang dari berlibur atau jarang berada di rumah.

    Penghuni jarang menggunakan air, sehingga otomatis sudah lama tidak ada yang memberikan tekanan untuk air mengalir ke atas. Pada saat kembali digunakan, keran mengeluarkan suara pipa kosong, baru setelah itu air muncrat keluar.

    Jika mengalami hal ini, tidak perlu lakukan perbaikan pada saluran air. Sebab, air bisa kembali mengalir dengan lancar seperti semula setelah sering digunakan.

    2. Lubang Penyaring Keran Tersumbat

    Biasanya ada penutup berlubang pada lubang keran air, untuk menghasilkan aliran air yang lancar dan bebas percikan. Aliran air muncrat bisa jadi pertanda penyaring keran itu tersumbat, sehingga air keluar dengan deras dan keras.

    Jika benar tersumbat, coba lepas penyaring keran dan sikat bagian lubang dan dalamnya. Biasanya sumbatan itu terjadi karena ada lumut yang menumpuk.

    3. Kerusakan pada Cartridge Keran

    Jika cara buka keran dengan diangkat, jenis keran itu disebut cartridge. Katup keran cartridge yang rusak atau kotor bisa menghambat aliran air, alhasil menyebabkan keran air muncrat. Solusinya, katup keran cartridge rusak perlu diganti dengan yang baru.

    4. Pipa Air Retak

    Air keran muncrat juga bisa disebabkan pipa air yang retak. Kondisi ini membuat udara masuk ke dalam aliran air dan menimbulkan air muncrat.

    Adapun tanda-tanda kebocoran air pada pipa rusak di antaranya terdapat noda air di dinding seperti rembesan. Selain itu, tercium bau lapuk, keran air terasa longgar, dan keran air muncrat setiap dibuka.

    Untuk memperbaiki pipa air yang retak tergantung, perlu disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Jika retaknya parah, pipa air harus diganti dengan yang baru.

    Kalau pipa air masih bisa ditambal, gunakan dengan lem fiber, dempul epoksi, serta selongsong karet dan jepitan. Minta bantuan ahli agar perbaikan pipa retak cepat teratasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com