Tag: keran air bocor

  • Penyebab dan Tips Ampuh Mengatasi Shower Kamar Mandi yang Tersumbat



    Jakarta

    Pernahkah kamu sedang asyik mandi menggunakan shower lalu tiba-tiba air mati? Shower mati tidak selalu berarti air di penampungan habis atau mesin pompa rusak. Bisa juga itu pertanda shower kamu tersumbat.

    Tentunya hal ini sangat menyebalkan. Aliran air yang awalnya lancar dan deras tiba-tiba kecil bahkan tidak keluar sama sekali.

    Sebelum kamu mengatasinya, kamu bisa kenali dulu penyebab mengapa shower kamu bisa tersumbat. Lalu, kira-kira apa saja penyebabnya? Simak penjelasan berikut


    Penyebab Shower Kamar Mandi Tersumbat

    Melansir dari sedot wc surabaya, Rabu (13/12/2023), berikut beberapa penyebab shower kamar mandi tersumbat.

    Pompa Air Mesin Bermasalah

    Biasanya, shower mampet karena pompa mesin kurang lancar. Kamu bisa cek pompa air kamu. Jika kamu menyalakan shower, lalu ada suara air mengalir dalam tanah dari pompa air, maka artinya pompa lancar dan berhasil menarik air menuju bak. Tapi, kalau nggak ada suara air mengalir, hanya terdengar suara pompa, maka inilah penyebabnya.

    Pipa Air Shower Tersumbat

    Shower kamar mandi juga bisa tersumbat gara-gara pada bagian pipa air sudah mampet duluan. Pipa air yang tersumbat bisa terjadi karena adanya kotoran yang menumpuk seperti rambut rontok. Kotoran ini menyumbat sehingga bikin aliran air jadi tersumbat. Makanya air shower bisa tersendat atau nggak keluar airnya.

    Kotoran Pada Lubang Shower Kamar Mandi

    Masalah yang sering terjadi kenapa shower sering tersumbat adalah karena memang ada pasir, timbunan kotoran, atau bahan kimia pada lubangnya.Kamu bisa cek bagian kepala shower, biasanya kotoran berkumpul pada bagian tersebut, sehingga menutup lubang kecil yang seharusnya tempat air mengalir.

    Tips Mengatasi Shower Kamar Mandi yang Tersumbat

    1. Gunakan Cuka & Kantong Plastik

    Kamu dapat membersihkan shower kamar mandi atau pancurannya menggunakan cuka putih. Caranya mudah, isi cuka putih dalam satu kantong plastik. Lakukan secara hati-hati, nggak usah isi terlalu penuh supaya nggak meluap ketika merendam kepala shower.

    Ikat kantong plastik dengan cara melilit pada bagian leher shower. Cara merendam seperti ini membutuhkan waktu beberapa jam, jadi kamu biarkan begitu saja hingga semalam jika memang kotor banget. Kalau shower head terbuat dari nikel atau kuningan, jangan terlalu lama ya! Hal ini penting supaya material lapisan tidak rusak karena cuka, jadi cukup rendam 30 menit saja.

    Setelah selesai merendam kepala shower, lepas plastik. Pilih air panas dan alirkan. Hilangkan endapan mineral pada kepala pancuran, lalu pakai sikat gigi bekas supaya bisa menggosok sisa kotoran menumpuk.

    Bersihkan pada bagian lubang shower supaya air bisa mengalir lancar. Lalu, nyalakan air panas lagi supaya sisa-sisa kotoran terbuang. Ulangi seluruh proses supaya tidak ada endapan mineral.

    2. Menaruh Shower Pada Tempatnya

    Setelah menggunakan shower, pastikan kamu letakkan kembali ke hand shower, atau ke tempatnya. Jangan letakkan shower pada lantai karena kumannya banyak banget!

    Ketika pegang shower, pastikan tangan sudah bersih supaya shower juga nggak kotor. Kebiasaan sehat seperti ini wajib bagi anggota keluarga. Jangan lupa untuk bersihkan bagian selang, pakai kain bersih dan lap. Pakai juga cairan pembersih shower khusus untuk bersihkan selang.

    Shower juga bisa jadi sarang penyakit, karena jamur yang muncul. Jangan sampai ada jamur timbul pada shower. Sehingga, kamu harus membiarkan ventilasi udara kamar mandi bekerja optimal. Jamur bisa muncul karena kamar mandi lembab atau sirkulasi kurang bagus.

    Pakai kipas ventilasi agar tetap menyala selama 20 atau 30 menit setelah kamu mandi. Fungsinya supaya tidak kering, kamar mandi juga tidak lembab. Sehingga, dapat mengurangi pertumbuhan jamur.

    3. Bersihkan Pipa Air Kamar Mandi Pakai Soda Kue

    Cara berikutnya supaya shower kamar mandi nggak tersumbat adalah dengan bersihkan pakai soda kue dan cuka. Kedua bahan dapat kamu kombinasikan. Ketika soda bercampur cuka, reaksinya adalah gelembung kuat.

    Kamu juga menggunakan soda kue untuk membuat pipa air tidak tersumbat. Reaksi asam karbonat tersebut menghasilkan agen pembersih aman dan alami, sangat efektif untuk menghilangkan kotoran yang menyumbat pipa.

    4. Pakai Perasan Jeruk Lemon

    Cara terakhir untuk membersihkan shower adalah memanfaatkan jeruk lemon. Peras dan campur dengan baking soda juga air bersih. Mulai bersihkan dari kepala shower dengan cara putar melawan arah jarum jam.

    Ketika kepala shower sudah lepas, letakkan campuran bahan tersebut pada wadah. Lalu, rendam kepala shower dan kerak pasti akan mengelupas ketika kamu mulai sikat bersih.

    5. Memancing Pompa Air

    Jika shower kamu nggak mau keluar air atau tersumbat, maka kamu harus buka bagian pompa air, lalu masukkan air sedikit. Tujuannya supaya mesin pompa bisa menarik air kembali. Biasanya, dalam pompa air terdapat udara menuju ke sumur dalam tanah. Udara bisa masuk juga karena adanya kebocoran pipa.

    Sehingga, pompa tidak mampu menarik air.Itulah kenapa kamu juga wajib periksa pada bagian pipa jika ada kebocoran. Biasanya, kebocoran bisa kamu lihat dari bagian ujung pipa atau juga keran, tampak ada air keluar.

    Demikian penyebab dan tips ampuh mengatasi shower kamar mandi yang tersumbat. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Atasi dan Cegah Keran Air Mampet Karena Lumut



    Jakarta

    Lumut dapat tumbuh subur di tempat lembap salah satunya pada keran air. Biasanya lumut yang tumbuh dapat menyumbat lubang keran air sehingga air tekanan air jadi kecil atau bahkan mampet.

    Tak cuma itu, lumut pada keran air juga membuat air menjadi bau tidak sedap dan warnanya berubah. Tentunya, hal ini membuat kamu kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

    Untuk mengatasi masalah keran air mampet karena lumut, kamu bisa coba cara berikut seperti yang dikutip dari Sakti Desain, Jumat (19/1/2024). Penasaran bagaimana caranya? Mari simak ulasan berikut.


    Langkah Membersihkan Keran Air Mampet Karena Lumut

    Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi keran air mampet karena lumut.

    1. Langkah pertama yaitu mematikan saluran air yang mengalir pada keran. Cara ini untuk mencegah air bercampur dengan bahan pembersih yang akan kamu gunakan nanti.

    2. Selanjutnya, buka kran air dan biarkan air yang tersisa mengalir keluar. Selain itu, cara ini akan membantu mengeluarkan sebagian lumut yang menempel di dalam pipa.

    3. Kemudian, cabut kepala kran dari pipa menggunakan kunci inggris atau tang. Jika kran kamu menggunakan filter atau aerator, lepaskan juga bagian tersebut.

    4. Rendam seluruh bagian keran seperti kepala keran, filter, dan aerator dalam larutan campuran cuka putih dan air hangat dengan perbandingan 1:1 selama 15-30 menit. Cuka putih bisa membantu melarutkan lumut dan kotoran lain yang menempel pada bagian-bagian tersebut.

    5. Sambil direndam, kamu dapat membersihkan pipa menggunakan sikat kawat atau lidi yang panjang. Masukkan sikat atau lidi ke dalam pipa dan gerakkan maju mundur agar lumut yang ada di dalam terangkat.

    6. Setelah bersih, bilas kepala kran, filter, dan aerator dengan air bersih dan pasang kembali ke pipa. Pastikan semua bagian terpasang dengan rapat dan tidak ada kebocoran.

    7. Nyalakan sumber air utama lalu buka kran air. Biarkan air mengalir selama beberapa menit untuk membersihkan sisa-sisa cuka dan lumut dari pipa.

    Lakukan langkah-langkah membersihkan keran air dari lumut tersebut secara rutin setiap 3-6 bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhan kamu.

    Cara Mencegah Keran Air Mampet Karena Lumut

    Untuk menghindari lumut tumbuh kembali menyumbat aliran air dari keran, kamu ikuti tips-tips berikut ini.

    1. Pasangkan filter air di sumber air utama untuk menyaring kotoran dan partikel lain yang bisa menyebabkan lumut.
    2. Setelah digunakan keringkan keran air menggunakan lap bersih atau tisu.
    3. Hindari menggunakan sabun atau deterjen yang berlebih ketika mencuci piring atau baju, karena bisa meninggalkan residu yang menarik lumut.
    4. Menggunakan air panas sesekali untuk membunuh bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan lumut.

    Demikian tips mengatasi keran air mampet karena lumut. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Bocor? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini


    Jakarta

    Keran air bocor bisa cukup mengganggu para penghuni rumah. Dari rembesan air yang menggenangi area sekitar keran hingga membengkaknya tagihan air tentu menjadi masalah.

    Apabila dibiarkan terlalu lama, keran air bocor dapat semakin parah sampai menghambat aktivitasmu. Oleh karena itu, sebaiknya segera memperbaiki keran air bocor sebelum masalah semakin serius.

    Melansir dari Qilat, berikut ini cara memperbaiki keran air bocor di rumah.

    1. Mencari Tahu Penyebab Kebocoran

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu sumber atau penyebab kebocoran pada keran air. Kamu bisa memeriksa bagian-bagian seperti sambungan pipa dengan keran dan gagang keran. Lalu, periksa juga kondisi keran air untuk menentukan antara memperbaiki atau mengganti keran dengan yang baru.


    2. Menyiapkan Peralatan Sesuai Kebutuhan

    Selanjutnya, persiapkan peralatan yang diperlukan dengan menyesuaikan sumber dan penyebab kebocoran keran. Misalkan kebocoran yang disebabkan oleh rembesan air dari sambungan pipa memerlukan kunci untuk mengencangkan keran.

    Selain itu, persiapkan juga karet dan sealer untuk mengatasi bagian keran yang bocor. Berbeda halnya, jika keran air patah, maka kamu harus menyiapkan keran baru.

    Setelah semua siap, pastikan untuk menutup aliran air pada pipa. Kamu bisa mematikan mesin air atau menutup tangki penyimpanan agar aliran air tidak keluar. Langkah ini bertujuan supaya proses perbaikan pipa dapat dilakukan tanpa adanya aliran air yang mengganggu.

    4. Memasang Karet pada Keran

    Setelah menutup aliran air, kamu dapat memulai melakukan perbaikan pada keran air yang bocor. Apabila keran air terasa longgar, kamu bisa memasang karet ban yang baru dengan melepaskan keran yang terhubung dengan pipa.

    Kemudian, lepaskan karet ban lama pada bagian kepala keran. Selanjutnya, pasang karet ban yang baru dan pasang kembali keran pada sambungan pipa.

    Kamu juga dapat menggunakan seal tape pada bagian-bagian yang rentan muncul kebocoran atau rembesan air. Terlebih lagi, penggunaan seal tape akan membuat keran terpasang lebih kuat.

    5. Mengganti Keran dengan yang Baru

    Apabila keran air mengalami kerusakan parah dan tidak bisa diperbaiki, maka kamu perlu menggantinya dengan keran baru. Sama seperti memasang karet ban, langkah pertama untuk mengganti keran adalah melepas keran yang rusak.

    Jika ada sisa patahan yang masih menempel pada pipa, pastikan untuk mengambilnya agar tidak mengganggu pemasangan keran yang baru. Lalu, pasang keran yang baru dan sambungkan dengan pipa saluran air.

    Demikian cara memperbaiki keran air bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Memperbaiki Kran Air yang Menetes Terus dan Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada kran adalah airnya terus menetes atau tidak bisa menutup sempurna. Hal ini bisa mengakibatkan air bisa terbuang sia-sia dan menjadi pemborosan.

    Untuk mengatasinya, detikers tidak perlu memanggil tukang. Simak cara memperbaiki kran air yang menetes terus berikut ini, lengkap dengan kemungkinan penyebabnya.

    Cara Memperbaiki Kran Air

    Biasanya kran bisa diperbaiki dengan mengganti washer maupun ring-O. Dirangkum dari situs My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus:


    1. Siapkan Peralatan

    Beberapa peralatan yang diperlukan yaitu kunci pas, obeng berkepala silang, Cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip ledeng.

    2. Matikan Saluran Air

    Pastikan untuk mematikan saluran air agar memudahkan prosesnya. Ini juga menghindari munculnya air secara tiba-tiba.

    3. Tutup Juga Saluran Pembuangan di Sekitar Kran

    Jangan lupa menutup saluran pembuangan di sekitar kran untuk berjaga-jaga agar tidak ada bagian-bagian kran masuk ke lubang pembuangan saat proses perbaikan.

    4. Lepaskan Gagang Kran

    Gunakanlah obeng untuk melepas sekrup yang pada gagang kran secara hati-hati. Sebagian gagang memiliki penutup yang harus dibuka pelan-pelan baru kemudian kita bisa membuka sekrup pengaman.

    5. Buka Cartridge atau Katup

    Setelah melepas gagang, buka cartridge atau katup menggunakan kunci pas sesuai ukuran. Putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terbuka, maka akan terlihat komponennya.

    6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge secara saksama. Cek apakah ada tanda keausan, kerusakan, atau kelonggaran. Jika ada tanda tersebut, gantilah dengan washer atau ring-O yang baru.

    7. Pasang Selotip Ledeng

    Jika kran didesain dengan sambungan berulir, pasanglah selotip ledeng di sekeliling ulir sebelum memasangnya lagi. Hal ini dilakukan agar lebih kencang dan mencegah air merembes lewat ulir tersebut.

    8. Pasang Kran

    Pasang lagi katup secara pelan-pelan pada lokasi semula, dan pastikan bahwa sejajar dengan komponen internal kran. Gunakan kunci pas untuk mengencangkannya, yaitu dengan memutar searah jarum jam. Pastikan kencang, tetapi jangan terlalu kencang.

    9. Pasang Kembali Gagang Kran

    Pasang kembali gagang kran dengan memasang sekrupnya. Jika ada penutupnya, pasang kembali pada tempatnya.

    10. Nyalakan Saluran Air

    Nyalakan saluran air. Coba buka dan tutup kran apakah alirannya normal dan apakah masih ada kebocoran. Jika masih ada kebocoran, coba pastikan lagi komponennya terpasang dengan kencang. Jika masih belum teratasi, mungkin detikers harus mengganti kran dengan yang baru.

    Penyebab Kran Air Menetes Terus

    Selain mengetahui cara memperbaiki kran air yang menetes terus, detikers juga sebaiknya tahu penyebab kran air menetes terus. Berikut beberapa penyebab yang dilansir dari Swan’s Plumbing:

    1. Washer Aus atau Rusak

    Penyebab pertama adalah yang paling umum terjadi, yaitu washer yang aus atau rusak. Washer adalah segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang kran yang mencegah air mengalir saat kran ditutup.

    2. Komponen Longgar atau Rusak

    Kran memiliki berbagai komponen, seperti ring-o, seal, washer, dan katup yang dapat menjadi longgar atau rusak. Jika salah satu dari komponen longgar atau tidak dipasang dengan benar, maka dapat menyebabkan kebocoran.

    3. Tekanan Air Terlalu Besar

    Penyebab lainnya adalah tekanan air yang terlalu besar. Saat tekanan terlalu tinggi, maka akan menekan komponen di dalam kran, sehingga bisa menyebabkan bocor. Detikers bisa memasang pengatur tekanan saluran air agar mencegah kerusakan.

    4. Korosi dan Penumpukan Mineral

    Mineral dan endapan di dalam air dapat menumpuk di dalam kran dan menyebabkan korosi atau penyumbatan. Masalah ini dapat menyebabkan kebocoran dengan mengganggu fungsi komponen kran.

    5. Pipa retak atau rusak

    Dalam beberapa kasus, air yang menetes mungkin terjadi bukan karena masalah kran, tetapi berasal dari pipa. Pipa yang retak atau rusak dapat menyebabkan air bocor pada titik sambungan kran.

    6. Faktor Usia

    Terakhir adalah faktor usia. Semakin lama usia kran maka komponennya juga akan aus, sehingga menyebabkan kebocoran.

    Demikian tadi cara memperbaiki kran air yang menetes terus tanpa memanggil tukang, beserta penyebab kebocoran pada kran. Semoga bermanfaat!

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Menetes Terus? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Pernahkah menemui keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat? Kondisi seperti itu bisa membuat risih para penghuni rumah.

    Keran air menetes membuat air terbuang percuma. Lalu, suara tetesan air yang berjatuhan tanpa henti mengganggu ketenangan.

    Lantas, kenapa keran air menetes terus ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Keran Air Menetes

    Inilah sederet biang kerok keran air menetes, dikutip dari Swan’s Plumbing.

    1. Komponen Longgar atau Rusak

    Keran terdiri dari berbagai komponen, seperti ring-o, seal, washer, dan katup. Komponen tersebut sewaktu-waktu bisa longgar atau rusak. Kalau komponen longgar atau tidak dipasang dengan benar, keran air akan bocor.

    2. Washer Aus atau Rusak

    Kemudian, penyebab kebocoran keran yang paling umum adalah washer yang aus atau rusak. Washer merupakan plastik kecil atau segel karet di dalam gagang keran. Fungsinya untuk mencegah air mengalir saat keran ditutup.

    3. Korosi dan Penumpukan Mineral

    Keran air bocor dapat disebabkan oleh mineral dan endapan dari air. Hal itu menimbulkan korosi atau penyumbatan, sehingga mengganggu fungsi komponen keran.

    4. Tekanan Air Terlalu Besar

    Selain itu, tekanan air yang terlalu besar juga mengakibatkan keran bocor. Pasalnya, tekanan air dapat menekan komponen di dalam keran dan mengakibatkan kebocoran. Penghuni bisa memasang pengatur tekanan saluran air untuk mencegah kerusakan.

    5. Faktor Usia

    Faktor usia juga bisa jadi penyebab keran air menetes. Komponen keran lama-lama akan aus hingga menyebabkan kebocoran.

    6. Pipa Retak atau Rusak

    Air yang menetes tidak selalu berasal dari keran, tetapi bisa dari titik sambungannya. Hal ini disebabkan oleh pipa yang retak atau rusak.

    Itulah beberapa penyebab keran air menetes. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Risih Keran Air Menetes Terus? Begini Cara Mudah Perbaikinya


    Jakarta

    Keran air yang terus menetes bisa membuat risih pemilik rumah. Meski sudah tutup keran rapat-rapat, tetesan air terus berjatuhan.

    Jika menemui masalah seperti ini, pemilik perlu segera memperbaikinya. Sebab, air yang mengalir terus bisa jadi pemborosan.

    Sebelum memperbaiki keran, pemilik rumah perlu menyiapkan beberapa peralatan, antara lain kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip ledeng. Simak cara perbaiki keran air menetes berikut ini.


    Cara Perbaiki Keran Air Menetes

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki keran air yang menetes, dikutip dari Your Repair dan My Plumber London.

    1. Matikan Saluran Air

    Pertama, matikan saluran air untuk memudahkan proses perbaikan. Langkah ini menghindari munculnya air secara tiba-tiba.

    2. Tutup Saluran Pembuangan Sekitar Keran

    Tutup juga saluran pembuangan di sekitar keran. Hal ini untuk mencegah komponen keran masuk ke lubang pembuangan saat perbaikan.

    3. Lepas Gagang Keran

    Lepaskan sekrup pada gagang keran menggunakan obeng secara hati-hati. Sebagian gagang memiliki penutup yang harus dibuka pelan-pelan, lalu bisa membuka sekrup pengaman.

    4. Buka Cartridge atau Katup

    Selanjutnya, buka cartridge atau katup menggunakan kunci pas sesuai ukuran. Putar kunci pas berlawanan arah jarum jam. Komponen keran akan terlihat setelah terbuka.

    5. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Jika ada tanda kerusakan, keausan, dan kelonggaran, gantilah dengan washer atau ring-O yang baru.

    6. Pasang Selotip Ledeng

    Kalau desain keran terdapat sambungan berulir, pasanglah selotip ledeng di sekitar ulir sebelum memasang keran kembali. Hal ini agar pemasangan lebih kencang, sehingga mencegah air merembes lewat ulir.

    7. Pasang Keran

    Kemudian, pasang kembali katup secara pelan-pelan pada lokasi semula. Pastikan katup terpasang sejajar dengan komponen internal keran. Gunakan kunci pas untuk mengencangkannya dengan memutar searah jarum jam. Pastikan keran kencang tapi tidak terlalu kencang.

    8. Pasang Kembali Gagang Keran

    Pasang kembali gagang keran dengan memasang sekrupnya. Kalau ada bagian penutup, pasang kembali pada tempatnya.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Terakhir, nyalakan kembali saluran air. Coba buka dan tutup keran untuk mengecek aliran air normal dan ada tidak kebocoran.

    Jika keran air masih bocor, pastikan lagi komponen sudah terpasang dengan kencang. Apabila masih belum teratasi, mungkin sudah saatnya mengganti dengan keran yang baru.

    Itulah tips memperbaiki keran air yang bocor. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com