Tag: kerok

  • Cara Mengatasi Lapisan Cat yang Menggelembung Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Musim hujan sering membawa masalah baru bagi rumah, salah satunya cat dinding yang menggelembung. Gelembung cat ini biasanya berisi udara atau air, dan jika tidak ditangani dengan benar bisa merusak tampilan bahkan struktur permukaan dinding rumah.

    Lapisan cat yang menggelembung bisa muncul dalam ukuran kecil maupun besar, dan sering kali jadi tanda bahwa ada masalah serius pada tembok-khususnya soal kelembapan.

    Penyebab Cat Dinding Menggelembung

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux), Rahman Wijaya menjelaskan, penyebab utama cat menggelembung saat musim hujan adalah munculnya penggumpalan garam alkali (efflorescence). Gejala ini ditandai dengan keluarnya serbuk putih mirip kapur dari permukaan dinding beton atau bata.


    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal,” kata Rahman kepada detikcom saat ditemui di IndoBuildTech Expo 2025, ICE BSD City, Jumat (4/7/2025) lalu.

    Efflorescence ini muncul akibat garam dari bahan semen, bata, atau mortar yang terdorong keluar oleh kelembapan. Jika langsung ditimpa cat tanpa perlakuan khusus, gelembung bisa muncul kembali bahkan setelah cat baru diaplikasikan.

    Langkah Mengatasi Cat yang Terlanjur Menggelembung

    Jika cat dinding rumah sudah terlanjur menggelembung, jangan langsung ditimpa dengan cat baru. Berikut langkah yang disarankan:

    Kerok cat lama

    Gunakan alat seperti kape untuk mengikis seluruh cat lama hingga bersih. Jangan sisakan bagian yang mengelupas agar tidak mengganggu daya lekat cat baru.

    Pastikan permukaan kering dan tidak lembap

    Dinding yang masih basah bisa membuat masalah kembali muncul. Tunggu hingga benar-benar kering sebelum melanjutkan proses pengecatan.

    Gunakan cat dasar dengan anti alkali

    Pilih cat dasar (primer) yang memiliki kandungan alkali killer. Produk ini biasanya berbahan solvent dan efektif mengunci garam agar tidak keluar ke permukaan.

    Lapisi dengan cat luar (top coat)

    Setelah cat dasar mengering, aplikasikan cat luar minimal 2 lapis agar hasilnya maksimal dan warnanya lebih rata.

    Tips Mencegah Cat Menggelembung di Musim Hujan

    • Pilih lokasi pengecatan yang tidak terkena tampias air hujan langsung.
    • Gunakan bahan bangunan berkualitas untuk mencegah rembesan air dari dalam dinding.
    • Pastikan tembok benar-benar kering sebelum proses pengecatan.
    • Hindari mengecat saat cuaca terlalu lembap atau sedang hujan.

    Dengan perawatan dan proses pengecatan yang benar, dinding rumah tetap awet dan tampil menawan meski musim hujan datang. Jangan abaikan tanda-tanda seperti cat mengelupas atau menggelembung-karena bisa jadi itu awal dari masalah struktural dinding.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Amis di Lantai Jangan Dianggap Sepele, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Salah satu cara untuk membuat rumah wangi dan bersih adalah dengan rajin mengepel. Sebab, cairan yang dipakai ketika mengepel biasanya sudah dilengkapi dengan anti bakteri dan pengharum sehingga bisa memusnahkan bakteri penyebab bau.

    Namun, pada kenyataannya ditemukan lantai yang baru selesai dipel justru berbau tak sedap, amis, seperti bau telur. Kira-kira kenapa ya?

    Penyebab Lantai Bau Amis Walau Sudah Dipel

    Dilansir situs Cleanpedia, berikut beberapa penyebab lantai berbau tak sedap setelah dipel.


    1. Kain Pel Kotor

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kebersihan kain pel. Sebab, umumnya kain pel terbuat dari kain dan mudah sekali lembap sehingga jamur mudah berkembang dan menimbulkan bau.

    Penyebab lain kain pel berbau adalah jarang dibersihkan setelah digunakan. Meskipun permukaannya cepat kering, bakteri tetap dapat hidup di kain pel karena tidak pernah dibersihkan. Alangkah baiknya, setelah kain pel digunakan, bilas hingga bersih dan tidak berbusa.

    Sebelum dipakai pun kain pel perlu dibilas di air bersih beberapa kali. Apabila warna air masih keruh, bersihkan kain pel dengan tambahan cairan pembersih seperti sabun cuci piring, cuka, atau soda kue untuk membersihkannya.

    2. Air Pel Kotor

    Saat mengepel usahakan untuk segera mengganti air apabila warnanya sudah berubah. Untuk melihat perubahan tersebut, pakai ember berwarna cerah. Biasanya di rumah yang benar-benar kotor, warna air bisa cepat berubah dalam 1-2 pemakaian. Bukan hanya kotor, air tersebut bisa menjadi tempat berkembang kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan bau.

    3. Ember Pel Sudah Kotor

    Selain kain pel dan air, ember yang dipakai juga harus bersih. Tanda ember kotor adalah di permukaannya ditemukan pasir halus, rambut, dan kotoran lainnya yang menempel. Kemudian, ketika diisi air muncul banyak busa. Cara membersihkannya bisa dengan membilas beberapa kali dengan air bersih atau menyikat permukaan dalamnya kemudian bilas.

    4. Cara Mengepel yang Salah

    Biang kerok selanjutnya terjadi apabila penggunanya mengepel dengan asal-asalan. Cara mengepel yang benar adalah membuat gerakkan menyerupai angka ‘8’ untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.

    5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi

    Mungkin selama ini kamu mengepel tidak menggunakan cairan pembersih lantai, melainkan memakai cairan pembersih asal.

    Dilansir Real Simple, cairan pembersih lantai yang bisa dipakai adalah sabun cuci piring, soda kue, cuka, hingga minyak atsiri. Sementara itu, cairan yang tidak boleh digunakan untuk mengepel lantai adalah gabungan dari pemutih dan cuka karena dapat menghasilkan gas klorin. Ada pula pemutih dan amonia (yang terdapat dalam berbagai pembersih), campuran keduanya dapat menghasilkan zat beracun bernama kloramin, serta pemutih dengan alkohol gosok yang justru memicu cairan beracun bernama kloroform.

    Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.

    Itulah lima penyebab lantai sering berbau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Cat Dinding Mengelupas dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Cat mengelupas merupakan salah satu permasalahan yang kerap muncul pada cat dinding. Penyebabnya adalah proses pengecatan yang tidak tepat.

    Banyak orang berpikir pengecatan adalah pekerjaan yang mudah, sederhana, dan cepat. Kelihatannya hanya mengaplikasikan cat dengan kuas dan memastikan warnanya rata. Padahal mengecat dinding juga memiliki teknik.

    Cat yang mengelupas biasanya disebabkan karena sejak lapisan awal pemasangannya tidak tepat. Perlu diketahui, saat mengecat dinding bukan hanya cat berwarna atau top coat saja yang dipakai, melainkan cat primer yang merupakan lapisan paling bawah sebelum mengecat juga harus digunakan. Selain melewatkan cat primer, berikut beberapa penyebab cat pengelupas.


    Penyebab Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas

    Dilansir Home Building and Renovating, berikut beberapa penyebab cat tembok mengelupas.

    1. Kondensasi

    Kondensasi merupakan proses berubahnya uap menjadi zat cair. Jika ditemukan pada dinding, bentuknya adalah embun. Apabila cairan ini ditemukan pada lapisan bawah cat, bisa memicu kelembapan dan pertumbuhan jamur pada dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air seperti pipa bocor, air menetes, hingga area yang lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada dinding dan membuatnya mengelupas. Air yang berasal dari pipa meningkatkan kelembapan pada dinding.

    3. Dinding Retak

    Penyebab selanjutnya adalah dinding retak. Penyebabnya bukan karena kelembapan, melainkan ada kerusakan pada bagian pengacian atau plester. Cara memperbaikinya harus dicek pada acian dan plester dinding tersebut.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Cat yang mengelupas bisa disebabkan karena perubahan suhu yang ekstrem. Biasanya hal ini terjadi pada area outdoor.

    Cara Memperbaiki Tembok Lembap dan Mengelupas

    Dilansir New Line Painting, berikut cara memperbaiki mengelupas.

    1. Bersihkan Tembok dari Cat Lama

    Cat yang sudah mengelupas harus dibuang secara keseluruhan yakni dari ujung ke ujung, bukan hanya bagian yang sudah mengelupas. Cara membersihkannya bisa dengan menggunakan kikiran atau amplas khusus. Apabila ditemukan noda atau minyak yang menempel pada dinding harus dibersihkan memakai air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak penyebab cat mengelupas. Apabila masalahnya adalah dinding retak, perbaiki bagian acian dan plester agar tidak muncul retakan lagi.

    3. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan tidak ada retakan lagi, aplikasikan cat primer atau cat dasar. Lapisan cat dasar dapat mengikat agar top coat dapat menempel sempurna. Udara lembap, garam alkali, hingga air tidak dapat merusak cat tersebut.

    4. Cat Ulang Dinding

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan top coat yang warnanya disesuaikan dengan keinginan. Bedakan juga cat untuk indoor dan outdoor karena kualitasnya berbeda.

    Itulah penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Berjamur Muncul Bercak Hitam, Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Berawal dari kondisi lembap, plafon rumah bisa mengalami kerusakan serius. Salah satu kerusakan yang sering terjadi pada plafon adalah jamur akibat kelembapan.

    Kontraktor dari Rebwild Wildan mengatakan plafon yang terbuat dari gypsum biasanya rusak karena air dan lembap. Kedua hal tersebut memicu pertumbuhan jamur pada gypsum. Jika dibiarkan, kondisi plafon bakal semakin parah.

    “Namanya kapur, kalau kena air bisa lembab. Kalau versi parahnya bisa ambruk, lepas dari baut penahan plafonnya,” ujar Wildan kepada detikProperti, Senin (13/10/2025).


    Pertanda awal plafon lembap dan berjamur yang paling jelas adalah warnanya sudah tak lagi putih. Lalu, muncul bercak-bercak hitam, yaitu jamur atau black mold.

    Selain itu, terlihat jalur air yang bentuknya seperti genangan. Bekas genangan air itu sudah kering dan berwarna kecoklatan. Nah, lama-lama plafon yang berjamur bisa sampai berlubang.

    Kalau sudah mengalami masalah tersebut, pemilik rumah harus segera mengatasi sumber masalahnya. Kemudian, plafon itu diperbaiki dengan cara diganti seluruhnya.

    “Plafon gypsum ini jadi warning juga kalau ada yang salah dari suatu bangunan, apalagi bocor,” ucapnya.

    Apa saja penyebab plafon lembap dan berjamur? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Plafon Berjamur

    Inilah biang kerok plafon menjadi lembap sehingga muncul jamur menurut kontraktor.

    1. Atap Bocor

    Wildan mengatakan masalah plafon berjamur sering kali disebabkan oleh bocoran air dari atap. Plafon gypsum menampung air sehingga muncul jamur.

    Pemilik disarankan menggunakan jasa tim ahli untuk mengecek sumber kebocoran. Kalau memang benar atap bocor, segera lakukan perbaikan.

    2. Kamar Mandi Bocor

    Selain dari atap, kebocoran bisa berasal dari kamar mandi di lantai atas plafon. Kebocoran biasanya dari nat kamar mandi.

    “Jadi air masuk lewat celahnya, turun ke plafon atau dari pipa yang kurang baik pemasangannya. Jadi muncul rembesan air,” jelasnya.

    Pastikan untuk menggunakan jasa ahli untuk mengidentifikasi masalah kebocoran. Jika kebocoran berasal dari kamar mandi, pemilik perlu mengaplikasikan ulang nat keramik. Nat adalah adukan yang digunakan untuk menutup celah antar keramik lantai dan dinding. Selain itu, perbaiki juga instalasi perpipaan yang bocor.

    3. Kurang Sirkulasi Udara

    Kemudian, sirkulasi yang kurang yang baik juga bisa menjadi pemicu jamur pada plafon. Adapun ciri-ciri rumah kurang sirkulasi antara lain ruangan tidak terkena cahaya matahari, tidak ada ventilasi, tidak ada pergantian udara, lalu full AC.

    Pemilik rumah bisa mencegah plafon lembap dan berjamur dengan memastikan bangunan rumah tidak seperti ciri-ciri tadi. Namun, kalau terlanjur mendapat rumah seperti itu, solusinya adalah memasang exhaust fan. Pasanglah perangkat tersebut di titik-titik tertentu sehingga ada buangan udara ke luar.

    4. Kondensasi AC

    Plafon lembap karena kebocoran juga bisa disebabkan oleh kondensasi pipa AC. Kemunculan jamur ada pada area sejalur dengan arah pipa AC di atas plafon.

    Wildan menyebut semua pipa AC bisa mengalami kondensasi kalau pemasangannya kurang pas. Oleh karena itu, pemilik perlu memastikan pemasangan AC sesuai.

    “Pasangnya (pipa AC) yang benar, lurus, engga belok-belok. Dia kalau belok-belok udara nggak ngalir sempurna. (Pipa) dingin sendiri, jadilah kondensasi,” tuturnya.

    Itulah sederet penyebab plafon lembap dan berjamur beserta langkah pencegahannya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Pengering Mesin Cuci Tak Mau Berputar, Cek Sendiri Aja


    Jakarta

    Salah satu fitur yang sangat berguna di mesin cuci adalah pengering pakaian. Hal ini sangat membantu penggunanya agar setelah selesai dicuci bisa langsung dijemur karena memeras pakaian terkadang membuat telapak tangan perih.

    Bentuk pengering pakaian tergantung pada model mesin cucinya. Ada yang berbentuk tabung kecil dan terpisah dari tabung penggilingan. Ada juga yang hanya satu tabung dan bisa otomatis dikeringkan tanpa perlu dikeluarkan dari mesin cuci.

    Di luas kegunaannya yang bermanfaat, pengering pakaian juga bisa mengalami error atau masalah. Ciri-ciri pengering pakaian bermasalah adalah tidak bisa berputar cepat, mengeluarkan air, dan membuat pakaian benar-benar kering.


    Untuk dapat mencegah hal tersebut atau agar bisa mengatasinya dengan cepat, dilansir dari Mr Appliance dan Asurion berikut beberapa penyebab pengering pakaian bermasalah.

    Penyebab Pengering Mesin Cuci Tidak Berputar

    1. Ada Benda Kecil Terselip

    Berbeda dengan cara manual yang harus diperas. Mesin pengering mengurangi air pada pakaian caranya dengan menerapkan pemutaran yang cepat. Apabila pengering tidak dapat berputar berarti ada yang mengganjal kerja mesin tersebut, seperti benda yang terbawa ke dalam mesin cuci.

    Oleh karena itu, ada anjuran untuk selalu mengosongkan kantong pakaian sebelum mencuci. Barang kecil tersebut contohnya koin, kartu kredit, peniti, tisu, hingga kertas. Jika mesin cuci tiba-tiba berhenti cek bagian dasar apakah ada benda padat yang tersangkut.

    2. Kait Pintu Pengering Rusak

    Jenis mesin cuci yang memiliki sistem pengering terpisah, biasanya model wadah pakaiannya dari plastik yang ringan dan terdapat kain di bagian atas. Tidak menutup kemungkinan kait tersebut rusak karena beban pakaian yang berat dan tekanan dari gerakan keranjang yang diputar keras saat pengeringan. Apabila kait tersebut rusak, keranjang pakaian akan berat sebelah. Biasanya mesin cuci akan bergetar dan timbul suara keras seperti dua benda berbenturan. Hal ini mengindikasi ada ketimpangan beban.

    Kondisi ini juga bisa membuat mesin cuci tidak bisa mendeteksi bahwa pintunya tertutup dan elemen pemanas dan tabung tidak bekerja. Cara mengatasinya adalah dengan mengganti peralatan yang rusak pada bagian pengering.

    3. Bagian dalam Pengering Kotor

    Saat mencuci pakaian pasti ditemukan rambut atau kotoran yang ikut terbawa. Benda-benda kecil tersebut dapat mengendap di permukaan bersama air yang terbuang. Lama kelamaan kotoran tersebut akan menyumbat kerja mesin dan membuat pergerakannya melambat dan tersendat.

    Cara mengatasinya adalah dengan memeriksa tabung pengering dan bersihkan kotoran secara teratur. Jika tabung pengering bersih, maka mesin akan berfungsi kembali.

    4. Sabuk Penggerak Terputus

    Kemudian, mesin pengering bisa tidak berputar karena sabun penggerak yang rusak. Fungsi dari sabuk penggerak ini amat penting, yakni untuk memutar tabung pengering. Jika sabuk putus, maka pengering tidak bisa berputar.

    Cara mengeceknya adalah coba putar drum secara manual. Jika ada sedikit atau tidak adanya hambatan saat memutarnya, artinya sabuk penggerak tidak berfungsi.

    5. Bantalan Drum Aus

    Bantalan drum merupakan bagian yang menyangga bagian belakang drum. Cara mengecek jika memang ada masalah pada bantalan drum adalah coba lepas sabuk pengering. Coba putar drum manual dengan tangan. Jika drum macet atau berderit, kemungkinan bantalan rusak atau aus dan membebani motor. Cara mengatasinya adalah mengganti bantalan tersebut.

    6. Motor Penggerak Pengering Rusak

    Drum pengering yang rusak tadi juga akan mempengaruhi motor mesin. Tandanya adalah terdengar suara geraman atau dengungan saat menyalakan cucian. Motor juga bisa mati total di tengah pencucian.

    7. Rol Drum Aus

    Rol drum adalah roda kecil yang menahan drum agar tetap di tempatnya saat berputar. Jika drum tersangkut atau tidak bisa berputar bebas, mungkin rol sudah aus. Coba buka pengering dan lihat dinding belakangnya. Jika ada celah antara drum dan dinding, gantinya adalah pasang rol drum yang baru.

    Itulah beberapa penyebab tidak berputarnya pengering mesin cuci. Selain penyebab di atas, pastikan arus listrik ke mesin cuci besarnya tepat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Dianggap Sepele, Ini 4 Biang Kerok Lantai Keramik Ambles


    Jakarta

    Ketika lantai dibuat tidak sesuai standar, pasti ada saja masalah yang timbul. Salah satunya adalah lantai ambles, tidak lagi rata layaknya lantai rumah pada umumnya.

    Kondisi lantai yang ambles berbeda-beda, ada yang hanya satu keramik, ada yang seluruh permukaan turun, ada yang hanya pinggiran yang masuk ke dalam tanah, dan sebagainya. Seluas apa pun perubahannya, pemilik rumah harus tetap waspada.

    Lantai pasti memiliki material penutup, seperti keramik. Ketika lantai tersebut ambles, otomatis materialnya akan terkena tekanan dari dua arah berbeda. Alhasil keramik bisa pecah dan berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.


    Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya dahulu. Dilansir dari True Level Concrete, berikut beberapa penyebab lantai rumah ambles.

    1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

    Penyebab paling umum lantai rumah tiba-tiba ambles adalah tanah di bawahnya tidak dapat menopang permukaan lantai di atasnya. Tanah dan struktur isi lantai tersebut tidak penuh sehingga ada ruang kosong yang tidak bisa menyokong tekanan dari atas.

    2. Lantai Lembap

    Saat membangun rumah, ahli bangunan sudah memiliki teknik agar kelembapan tidak dapat masuk ke rumah. Celah kelambapan itu bukan hanya dari sumber-sumber air di kamar mandi, pipa pembuangan, atau keran di rumah, melainkan bisa dari dalam tanah. Ketika tidak ada pelindung di bagian lantai, kelembapan dapat mudah menerobos dan membentuk celah di antara keramik. Air pun bisa masuk di antara lapisan tanah dan struktur paling bawah rumah. Hal ini yang menyebabkan tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat.

    3. Pergerakan tanah

    Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang mungkin saja terjadi. Ciri-cirinya bisa terlihat jelas pada bangunan, tetapi terkadang tidak disadari. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering.

    Pergerakan tanah tidak dapat dianggap sepele karena hampir sama dengan longsor. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak. Apabila ada perubahan pada lantai, dinding, hingga ke tanah di halaman, langsung laporkan kepada ahli untuk dilakukan pemeriksaan. Apabila memiliki modal lebih, sebaiknya pindah dari sana untuk mencari rumah yang lebih aman.

    4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

    Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

    Itulah beberapa penyebab lantai rumah ambles, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Dinding Rumah Bisa Jebol gegara Hujan Angin, Ini Alasannya


    Jakarta

    Hampir seluruh wilayah di Indonesia akhir-akhir ini diguyur hujan angin. Hal ini bukan fenomena yang biasa karena hujan angin bisa mengancam keselamatan masyarakat dan bangunan.

    Angin tersebut sangat berisiko merusak rumah. Buktinya sudah banyak, salah satunya adalah beberapa dinding rumah dilaporkan jebol akibat hujan angin. Kejadian terbaru ditemukan di Kabupaten Bogor.

    Dilansir dari detikNews, dinding yang jebol tersebut berada di kamar tidur. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor dinding rumah itu jebol setelah daerah tersebut diguyur hujan angin dalam durasi yang cukup lama.


    Dari foto yang diterima detikcom, dinding rumah tersebut sudah dibangun dengan bata yang telah diplester dan diaci dengan ketebalan yang wajar. Namun, ternyata konstruksi tersebut tidak dapat selamat dari guyuran hujan angin.

    Kejadian tersebut bisa menjadi pengingat dan alarm bagi masyarakat untuk segera mengecek kondisi dinding di rumahnya. Selain mengecek, masyarakat juga harus mengetahui penyebab dinding bisa jebol setelah diguyur hujan angin.

    Penyebab Dinding Jebol saat Hujan Angin

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan ada dua penyebab yang menjadi biang kerok utama dinding jebol ketika hujan angin, berikut di antaranya.

    1. Kondisi Dinding yang Tidak Kuat Menahan Tekanan

    Alasan bangunan bisa roboh karena angin memberikan tekanan yang besar. Ketika pembangunannya tidak sesuai standar, kata Wildan, dinding jebol mungkin saja terjadi. Bisa juga dikarenakan bahan perekat dindingnya tidak dibuat dengan benar. Untuk membuat bahan perekat dibutuhkan semen, kapur, pasir, dan air.

    “Karena adukannya juga bisa. Spesi (adukan) kan ada rasio campuran antara pasir dan semen,” kata Wildan kepada detikcom, pada Senin (3/11/2025).

    2. Struktur Dinding Tidak Pakai Angkur

    Widan mengatakan pembangunan dinding yang tidak memakai angkur, yakni elemen pengikat yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara batu bata atau hebel dengan kolom beton bertulang. Angkur bisa memastikan bahwa dinding yang dibangun tersebut akan kuat menahan berbagai tekanan agar tidak mudah ambruk.

    Pembangunan tanpa angkur, kata Wildan, mungkin saja terjadi terutama pada pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli.

    “Mungkin di daerah belum teredukasi dengan baik, jadi bangun rumah yang penting berdiri,” ujarnya.

    Kondisi struktur dinding yang tidak kuat sebenarnya ada hubungannya dengan pembangunannya yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah sangat disarankan untuk melibatkan tenaga ahli seperti arsitek, ahli sipil, kontraktor, hingga tukang bangunan.

    Wildan memperingatkan agar hati-hati atau sebaiknya pindah sementara dari rumah yang dindingnya sudah jebol. Sebab, satu sisi yang sudah jebol bisa berpengaruh pada dinding yang lain.

    Itulah 2 penyebab dinding rumah ambruk ketika hujan angin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Kucing? Jangan Panik, Ini Biang Kerok & Cara Hilangkannya!


    Jakarta

    Memelihara hewan peliharaan seperti kucing tentu sangat menggemaskan. Namun, hewan berbulu ini terkadang mengeluarkan bau tak sedap ke seluruh rumah.

    Bau kucing ini mungkin sudah dianggap hal bias bagi pemilik rumah, tapi bagaimana jika ada tamu yang datang? Belum tentu mereka terbiasa mencium aroma tidak sedap itu.

    Ada sejumlah penyebab munculnya bau kucing hingga ke seluruh rumah. Jangan khawatir, aroma tersebut bisa diatasi dengan beberapa cara mudah.


    Ketahui penyebab muncul bau kucing di rumah dan cara mengatasinya dengan mudah dalam artikel ini.

    Penyebab Muncul Bau Kucing di Rumah

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya bau kucing di dalam rumah. Dilansir situs Furrbby, Rabu (19/11/2025), berikut beberapa penyebabnya:

    1. Kotoran Kucing

    Faktor utama karena terdapat kotoran kucing di dalam rumah. Sebab, di dalam kotoran tersebut mengandung konsentrasi urea yang tinggi dan komposisi kimia. Campuran konsentrasi itu memicu bau yang kuat dan beraroma busuk.

    2. Kotak Pasir Jarang Dibersihkan

    Meski kucing sudah paham untuk buang air di kotak pasir (litter box), tetapi jika kotak pasirnya tidak dibersihkan maka bisa memicu bau tak sedap di dalam rumah. Apalagi jika kotoran sudah menumpuk dalam jumlah banyak, baunya terasa semakin menyengat.

    3. Bulu Kucing

    Kucing memiliki bulu yang mudah rontok. Jika bulu sudah rontok maka bisa cepat menyebar ke seluruh ruangan dan menempel di karpet, sofa, atau tempat tidur.

    Pada bulu kucing terdapat partikel mikroskopis yang merupakan sumber bau. Ketika bulu sudah menyebar ke seluruh ruangan maka bisa menimbulkan aroma tidak sedap.

    4. Tempat Tidur Kucing yang Sudah Kotor

    Apabila kucing di rumah memiliki tempat tidur sendiri, maka kain untuk alas tidurnya perlu dicuci secara berkala. Sebab, bulu-bulu dan sisa kotoran yang menempel bisa memicu bau tak sedap ke seluruh ruangan.

    Cara Mudah Hilangkan Bau Kucing di Rumah

    Bau kucing yang menyebar ke seluruh ruangan tentu bikin tidak nyaman. Dikutip dari The Spruce, berikut cara mudah menghilangkannya:

    1. Bersihkan Kotak Pasir

    Membersihkan kotak pasir kucing wajib dilakukan secara berkala. Semakin banyak anabul di rumah, maka perlu dibersihkan minimal setiap 2-3 hari sekali atau sebelum kotoran kucing menumpuk.

    2. Grooming Kucing

    Penting juga untuk membersihkan kucing dengan cara di-grooming. Kamu bisa membawa anabul kesayangan ke pet shop agar bisa dilakukan perawatan tubuh, seperti dimandikan, mencukur bulu, dan menggunting kuku.

    Pastikan juga makanan yang diberikan cocok dan aman sehingga tidak mengganggu pencernaan. Lalu, rawat bulu kucing agar tetap wangi dan tidak mudah rontok, serta rutin membawanya ke dokter hewan untuk dicek kondisi kesehatan.

    3. Rajin Bersihkan Rumah

    Bulu-bulu kucing yang beterbangan di udara dapat menempel di karpet, sofa, hingga tempat tidur. Maka dari itu, pastikan rumah dibersihkan setiap hari, terutama pada area yang sering didatangi kucing karena kerap ditemukan banyak bulu.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi bau kucing yang tidak sedap di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com