Tag: keroknya

  • AC di Rumah Tiba-tiba Mati Sendiri? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Kamu pasti pernah mengalami saat ingin mendinginkan ruangan di rumah, AC tiba-tiba mati sendiri. Hal ini pastinya cukup menyebalkan dan ada kemungkinan AC rusak. AC harus menarik aliran udara hangat untuk mendinginkannya secara efisien.

    Jika AC tidak mendapatkan cukup udara, komponen seperti blower harus bekerja lebih keras untuk menjaga rumah tetap sejuk. Sehingga komponen-komponen ini dapat menjadi terlalu panas dan menyebabkan AC sering mati sendiri.

    Dilansir beberapa sumber, berikut penyebab kenapa AC tiba-tiba mati sendiri.


    Termostat AC yang Rusak

    Melansir Aircon Mag, Kamis (14/11/2024), termostat dianggap sebagai “otak” di dalam AC. AC akan menerima sinyal dari termostat yang memberi tahu kapan harus menyala dan mati.Hal ini bisa menjadi penyebab mengapa AC mati setelah 30 detik.

    Termostat dapat rusak, atau mungkin tidak berfungsi dengan baik karena kabel yang menghubungkan termostat ke AC mengalami korsleting. Sehingga dapat menyebabkan AC tiba-tiba mati sendiri.

    Filter Udara Kotor

    Filter udara yang tersumbat merupakan salah satu faktor yang paling umum yang mempengaruhi efisiensi AC. Filter seringkali menjadi komponen sistem yang sering diabaikan dan padahal memerlukan perhatian paling besar.

    Pendingin udara akan bekerja dengan efisiensi yang menurun jika filter udara tersumbat, sehingga AC tidak dapat mendinginkan dengan baik.

    Refrigeran di AC Rendah

    Untuk mendinginkan udara di rumah membutuhkan bahan yang dinamakan refrigeran atau yang disebut juga freon. Jika AC kekurangan refrigeran, perubahan tekanan yang menyertainya dapat menyebabkan saklar pengaman aktif, yang mematikan kompresor.

    Jika menemukan indikator seperti tagihan listrik naik, AC mengeluarkan suara mendesis, unit dalam ruangan dikelilingi air, atau kehilangan daya pendinginan, kemungkinan mengalami kebocoran refrigeran.

    Masalah Kumparan

    Dilansir dari Angi, kumparan kondensor terletak di luar ruangan, saat AC menyala kumparan terasa sangat panas karena melepaskan panas dari dalam rumah.

    Jika AC terus menerus mati sendiri, kemungkinan kumparan kondensor terlalu panas. Kumparan tersebut terpapar unsur alam sepanjang tahun, sehingga lapisan kotoran menumpuk. Kumparan kondensor perlu dibersihkan secara menyeluruh.

    Kompresor Rusak

    Kompresor AC merupakan elemen mekanis dari AC. Kompresor menghasilkan tekanan yang dibutuhkan refrigeran untuk mengeluarkan udara dingin setelah menyerap panas dari rumah.

    Kompresor dapat menjadi terlalu panas karena komponen HVAC yang kotor dan refeigeran yang rendah. Kompresor juga akan aus seiring waktu, hal ini bisa menjadi penyebab AC tiba-tiba mati sendiri.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum Pemicu Septic Tank Meledak? Ini Biang Keroknya!



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kejadian septic tank meledak di rumah? Hal seperti itu biasanya terjadi saat sedang menyedot septic tank.

    Septic tank sendiri merupakan tempat penampungan air limbah. Di dalamnya terjadi proses penguraian, sehingga tak heran kalau ada unsur-unsur yang dapat menyebabkan ledakan.

    Lantas, apa pemicu ledakan pada septic tank? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pemicu Septic Tank Meledak

    Inilah penyebab septic tank bisa meledak di rumah.

    1. Gas Metana

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho menjelaskan ada unsur gas metana yang terakumulasi di dalam tangki karena tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Septic tank tanpa pipa hawa seperti itu tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Adapun gas metana bersifat mudah terbakar.

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Endro menjelaskan hal tersebut kemungkinan besar karena septic tank tidak mempunyai pipa hawa, sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Kemudian, ledakan akhirnya terjadi saat unsur pemicu lengkap dengan ada api yang menyala di kamar mandi.

    2. Api

    Ia mengungkapkan ledakan pada septic tank yang pernah terjadi sebelumnya disebabkan oleh petugas yang memasukkan benda terbakar ke dalam tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

    Menurutnya, cara mengecek isi tanki bisa dengan menyalakan senter ke lubang kontrol. Lalu, bisa juga menggunakan tongkat panjang dimasukkan ke dalam manhole.

    Kemudian dalam proses penyedotan, SOP atau prosedur operasi standar tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi sebagai bentuk kehati-hatian. Dengan begitu sebaiknya tidak menyulutkan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Cepat Berdebu Meski Sering Dibersihkan? Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Pernahkah kamu membersihkan rumah tapi rumah tetap terasa kotor dan berdebu? Debu memang salah satu jenis kotoran yang terus muncul di rumah.

    Tak hanya membuat rumah kotor, debu bisa menjadi sumber penyakit seperti kulit gatal-gatal hingga gangguan pernapasan. Maka dari itu, kamu perlu rutin membersihkan rumah dari debu.

    Namun, kenapa rumah cepat berdebu meski sering dibersihkan ya? Simak penyebabnya berikut ini seperti yang dikutip dari Den Garden.


    Penyebab Rumah Berdebu

    Inilah beberapa alasan mengapa debu menumpuk di rumah kamu.

    1. Kotoran dari Jalan, Taman, atau Halaman Rumah

    Sinar matahari dan hujan dapat mengikis aspal atau beton di jalanan, kemudian menciptakan partikel-partikel kecil yang dapat tersapu masuk ke dalam rumah melalui udara. Udara yang masuk ke rumah kamu melalui angin di bawah pintu atau melalui jendela yang terbuka.

    Serta debu yang terbawa dengan sepatu yang kamu kenakan. Di kebun, tanah dan rumput menempel pada sol sepatu kamu. Begitu kamu menyeretnya saat berjalan, tanah dan rumput mengering dan merupakan salah satu kontributor utama debu di rumah.

    2. Serat dari Pakaian

    Pakaian dibuat dari bahan tekstil yang ditenun atau dirajut dengan menggunakan serat mentah seperti wol, katun, poliester, nilon dan akrilik. Adapun seprai umumnya terbuat dari bahan katun, linen atau polyester. Barang-barang ini terus-menerus melepaskan serat saat kamu berpakaian, membuka pakaian, serta merapikan tempat tidur. Kamar tidur mungkin adalah tempat paling kotor karena aktivitas kamu di sana.

    3. Karpet

    Sama seperti pakaian, karpet dan pelapis furnitur sering dibuat dari tekstil sintetis atau alami seperti nilon atau wol. Karena karpet sering diinjak dan dilalui maka membuat serat terbang melalui udara. Selain itu, karpet yang sering diinjak juga akan menjadi magnet debu dan kotoran.

    4. Remah Makanan

    Remah dari makanan seperti roti, kue kering, dan remah sereal adalah sumber debu lain di lantai. Remah-remah makanan ini diinjak-injak dan akhirnya hancur sampai partikel-partikel kecil terangkat ke udara dan mendarat di permukaan.

    5. Kulit Mati dan Rambut dari Tubuh dan Hewan peliharaan

    Rambut di tubuh kamu terus-menerus rontok, baik rambut di kepala, alis, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya. Adapun sel-sel baru tumbuh di bawah kulit kamu, sementara lapisan sel terluar dilepaskan menjadi kulit mati.

    6. Tisu dan Lap Dapur

    Kertas tisu terbuat dari serat pulp kayu dan saat kamu bersin atau membersihkan tumpahan dengan tisu, kertas dan seratnya akan hancur.

    7. Bagian Tubuh serangga yang Mati

    Ketika serangga kecil misalnya laba-laba, lalat, tawon, kutu kayu, kumbang tanah, kecoak, ngengat, hingga semut mati, tubuhnya mengering dan kerangka luar mereka yang keras tertinggal, pecah dan menambah kumpulan debu atau kotoran di rumah. Jaring laba-laba juga menumpuk di sudut-sudut ruangan dan berkontribusi pada kotoran.

    8. Jamur dan Bakteri

    Di rumah yang lembab, jamur hitam bisa menjadi masalah di dinding. Bakteri juga bisa menjadi masalah pada tempat yang lembab. Pembusukan atau kekeringan benda yang disebabkan jamur dapat merusak furnitur dan kayu. Spora dari jamur dan serpihan kayu yang rapuh hanyalah sumber debu lainnya di rumah.

    9. Daun, Bunga, dan Serbuk Sari

    Selama musim kemarau, serbuk sari dan kelopak bunga bisa masuk ke dalam ruangan. Di musim hujan yang berangin, daun-daun kering berhembus di pintu. Begitu masuk, semua barang ini mengering dan menjadi berkerut, mudah hancur menjadi partikel berdebu. Daun dan bunga juga bisa berasal dari tanaman dalam ruangan.

    10. Mikroplastik

    Kamu pasti sering mendengar tentang bahaya mikroplastik di lautan dan bahaya yang ditimbulkannya saat tertelan dan terkonsentrasi di kehidupan laut. Semua barang seperti plastik, tas, perkakas dan benda berbahan plastik lain yang kamu gunakan di rumah juga dapat melepaskan partikel plastik kecil saat kamu menggunakannya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari keausan dan abrasi saat digunakan saat ditangani atau digosok pada permukaan lain.

    11. Produk Perawatan Pribadi

    Kamu pastinya memiliki sabun, deodoran, kosmetik, hairspray,maupun parfum. Beberapa dari bahan ini jatuh dari tubuh kamu setelah digunakan setelah mengering. Semprotan dari kaleng aerosol tidak selalu mendarat tepat sasaran dan beberapa berakhir di udara, menjadi partikel debu.

    12. Kotoran dan Abu dari Kompor

    Ketika memasak dengan kompor, kerap kali kotoran dan abu muncul sebagai akibat dari pembakaran. Ini dapat berakhir sebagai debu. Selain itu, debu ini sangat ringan dan mudah terbang di udara saat kamu membersihkan kompor.

    Demikian 12 sumber debu yang membuat rumah berdebu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Ambruk! Baja Ringan di Kanopi Tetap Bisa Berkarat, Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Baja ringan sering kali digunakan sebagai bahan pengganti kayu saat membangun rumah. Bahan ini biasa digunakan sebagai rangka atap, partisi dinding, hingga penyangga kanopi.

    Banyak orang menyukai material ini karena bobotnya yang ringan dan harganya yang lebih ekonomis. Tak hanya itu, baja ringan juga anti rayap, anti korosi atau karatan, serta mudah dibentuk.

    Meski banyak keunggulan, penggunaan baja ringan yang kurang tepat justru bisa merugikan pemilik rumah, lho. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan ketika membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru menyebabkan korosi yang bisa fatal bila dibiarkan.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringanya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” ujar Albert kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Apabila baja ringan dibiarkan berkarat, lama-lama bisa menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan runtuh dalam kasus ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” katanya.

    Selanjutnya, Albert menjelaskan penyebab korosi akibat cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang bisa merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ) yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dari korosi.

    Adapun, sebenarnya baja ringan sebagai bahan yang sederhana menurut Albert, selama digunakan sesuai fungsinya maka akan tahan lama. Catatan yang perlu diingat adalah tidak mencampur baja ringan dengan cairan semen, maka akan aman dari korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” tutur Albert.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Pertanda Ada Serangan Rayap di Rumah, Segera Basmi Pakai Cara Ini



    Jakarta

    Material kayu sering digunakan di rumah, mulai dari struktur, kusen, pintu hingga perabotan. Meski menjadi bahan andalan, kayu bisa rusak kalau diserang rayap.

    Rayap merupakan serangga pemakan kayu yang bisa ditemui di dalam rumah. Jika menemukan benda kayu dalam keadaan kopong, kemungkinan besar rayap biang keroknya.

    Serangan rayap nggak boleh dianggap sepele karena dapat merugikan penghuni rumah. Perabotan ataupun struktur rumah yang rusak gegara rayap bisa membahayakan penghuninya. Misalnya kursi kayu yang diduduki tiba-tiba ambruk karena bagian dalamnya rapuh digerogoti rayap.


    Lantas, bagaimana caranya tahu kalau rumah diserang rayap? Simak penjelasannya berikut ini.

    Pertanda Rumah Diserang Rayap

    Inilah ciri-ciri rumah yang sedang diserang oleh rayap seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.

    1. Jalur Tanah

    Salah satu pertanda keberadaan koloni rayap adalah adanya alur tanah di sekitar rumah. Jalur ini digunakan oleh rayap untuk berpindah dari tanah ke kayu tujuan dengan aman.

    2. Kayu Berlubang

    Ciri paling mudah ditemui penghuni adalah banyak lubang pada benda terbuat dari kayu. Kayu yang berlubang menandakan ada rayap yang menggerogoti bagian dalamnya. Kayu kopong biasanya mengeluarkan suara yang nyaring ketika dipukul.

    3. Bekas Sayap Serangga

    Selain itu, beberapa rayap akan meninggalkan jejak seperti sayap yang patah. Patahan sayap tersebut juga dijadikan sebagai tanda sarang oleh rayap.

    4. Suara Klik atau Benturan

    Apabila mendengar suara klik atau benturan di dalam tembok, berarti ada rayap yang sedang mengirimkan sinyal pada koloninya. Rayap sengaja membenturkan kepala pada kayu untuk menunjukkan jalan pada rayap lainnya.

    5. Cat Mengelupas

    Serangan rayap pada dinding jenis drywall dapat diidentifikasi dari kondisi catnya. Cat mengelupas bisa menandakan ada rayap yang melubangi tembok tersebut. Udara lembap akan masuk ke sela dalam drywall, sehingga mengakibatkan cat mengelupas.

    6. Residu Kayu

    Lalu, penghuni rumah juga bisa menemukan residu kayu berupa bola-bola berwarna cokelat. Residu tersebut biasanya disebabkan oleh rayap.

    Cara Basmi Rayap

    Setelah mengidentifikasi keberadaan rayap, penghuni bisa membasminya dengan beberapa cara berikut ini.

    1. Diatomit (Tanah Diatom)

    Penghuni rumah dapat membasmi rayap menggunakan diatomit. Bahan ini aman terhadap anak-anak dan hewan peliharaan. Caranya dengan menaburkan diatomit pada tanah atau area tempat rayap menyerang.

    2. Asam Borat

    Semprotkan asam borat langsung pada kayu yang diserang rayap. Namun, pastikan untuk mengamankan hewan peliharaan dan anak-anak dari lokasi tersebut karena zat dari asam borat sangat berbahaya bagi mereka.

    3. Insektisida

    Kemudian, insektisida juga menjadi bahan andalan untuk membasmi populasi rayap. Penghuni bisa beli sendiri insektisida atau menggunakan jasa profesional.

    Sebagai catatan, jangan menggunakan insektisida dalam jumlah yang terlalu banyak.

    4. Minyak Jeruk atau Minyak Nimba

    Terakhir, penghuni dapat mencoba mengusir rayap menggunakan minyak jeruk atau minyak nimba. Kedua bahan tersebut merupakan insektisida organik yang dapat mengatasi serangan rayap dalam skala kecil.

    Caranya dengan mencampurkan 2 gelas air, beberapa tetes sabun cuci piring, dan sekitar 9-12 tetes minyak jeruk atau minyak neem. Selanjutnya, semprotkan larutan pada lokasi yang diserang oleh rayap.

    Itulah ciri-ciri rumah yang diserang rayap dan cara membasminya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Geser Seret Susah Dibuka, Ini Biang Keroknya!


    Jakarta

    Pagar geser sering digunakan untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Jenis pagar ini sering jadi pilihan karena praktis dan tidak memakan banyak ruang.

    Namun, terkadang pagar geser bisa seret, sehingga sulit untuk dibuka. Kalau sudah seperti itu, penghuni membutuhkan tenaga ekstra buat menggeser pagar.

    Sangat merepotkan bukan? Oleh karena itu, penghuni rumah perlu mencari penyebab dan segera memperbaikinya.


    Penyebab Pagar Geser Seret

    Inilah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara mengatasi, dikutip dari Bay Area Lions Gate.

    1. Jalur Rel Kurang Pelumas

    Jalur rel pagar geser sebaiknya rutin diberikan pelumas agar tetap dalam kondisi baik. Pelumas tersebut membantu pagar meluncur dengan mulus.

    Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel. Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotnya pada roda atau pagar.

    2. Roda Aus atau Rusak

    Selain menjaga kondisi jalur rel, penghuni rumah juga perlu memastikan roda pagar bisa meluncur dengan mulus. Roda yang aus atau rusak membuat pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan. Jika sudah begitu, segera ganti dengan yang baru.

    3. Rel Kotor

    Lalu, penghuni juga bisa periksa mengecek kebersihan rel kalau pagar seret. Pagar sulit bergeser dengan mulus kalau ada kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel.

    Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Selain itu, gunakan sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

    4. Baut dan Sekrup Longgar

    Baut dan sekrup yang longgar membuat pagar bergoyang dan tidak stabil. Pastikan semua baut dan sekrup kencang menggunakan kunci pas.

    5. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

    Kemudian, periksa kesejajaran pagar dengan rel. Roda bisa keluar dari jalur rel. Hal ini membuat pagar sulit digeser.

    Caranya dengan menutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

    Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara memperbaikinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Kloset Nggak Deras dan Lama Turun Bukan karena Flush, Ini 3 Biang Keroknya


    Jakarta

    Kloset duduk telah dilengkapi banyak fitur otomatis yang bisa dimanfaatkan cukup dengan menekan tombol. Salah satunya adalah fitur menyiram sendiri. Ketika tombol ditekan, air akan keluar sendiri dengan debit air yang sudah ditentukan. Cara ini sangat praktis dan mempersingkat waktu.

    Namun, pernah nggak menemukan kloset yang mengeluarkan air yang kecil dan pelan? Hal ini ternyata bukan karena kloset tersebut telah diatur agar menghemat air, melainkan sebuah pertanda ada yang salah pada kloset tersebut.

    Dilansir Angi, berikut beberapa masalah yang menyebabkan kloset mengeluarkan sedikit air ketika penyiraman.


    1. Saluran Air Tersumbat

    Cara kerja air pada kloset sebenarnya hampir mirip dengan prinsip jalur air pada keran atau pipa. Biasanya apabila air yang keluar sedikit dan lebih pelan dari biasanya, kemungkinan terjadi sumbatan. Untuk kasus yang terjadi di kloset, penyumbatan bisa terjadi pada pipa pembuangan. Penyumbatan ini bisa diakibatkan karena ada barang yang tidak seharusnya dibuang ke kloset seperti tisu, plastik, hingga karet. Bisa juga karena septic tank yang sudah penuh sehingga banyak kotoran yang menumpuk di saluran pembuangan, tidak bisa masuk.

    Tentu untuk mengetahui penyebab harus dilakukan pengecekan. Coba panggil tukang ledeng. Apabila ingin mengatasinya sendiri, pakai alat pendorong sumbatan pada pipa, bentuknya pipih, fleksibel dan bisa memanjang. Nantinya alat tersebut akan masuk melalui lubang kloset dengan cara didorong.

    2. Tekanan Air di Tangki Rendah

    Apabila tidak ada sumbatan, masalah kedua mungkin disebabkan dari tangki air kloset. Bagian ini berfungsi untuk memasok air dan mengeluarkan ketika tombol flush ditekan. Letaknya berada di bagian kepala kloset yang bentuknya seperti sandaran kursi.

    Ketika tekanan air di tangki tersebut rendah, air yang keluar juga tidak akan begitu deras dan lambat. Penyebab tekanan air di tangki rendah biasanya karena penggunaannya berlebihan, tabung siramnya rusak, adanya kebocoran, hingga penguapan air.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengisi ulang tangki manual untuk membantu menyiram toilet. Jika kamu memiliki modal yang cukup, perbaiki tangki air kloset atau perbaiki kerusakan di dalam tangki tersebut.

    3. Adanya Penumpukan Material Sisa di Rim Jets

    Pada kloset banyak sekali bagian-bagian detail yang jarang terlihat apabila dilihat dari atas, salah satunya adalah rim jets. Fungsinya untuk menciptakan gerakan berputar pada saat menyiram kloset dan mendorong kotoran ke saluran pembuangan. Rim jets merupakan lubang untuk keluarnya air dari tangki.

    Lubang ini tentu harus dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat agar semua lubang dapat mengaliri air. Namun, pada prosesnya bisa saja ada partikel-partikel yang menyangkut di pipa atau lubang pembuangan. Seiring waktu, partikel tersebut menyumbat jalur air sehingga menghambat tekanan air yang turun.

    Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan secara teratur. Bahan pembersihnya pun tidak mahal, bisa dengan sabun cuci piring dan air panas sebanyak 1-2 panci. Air panas tidak perlu sampai mendidih.

    Pertama, tuangkan sabun ke dalam lubang kloset. Lalu, tuangkan 1-2 cangkir sabun cuci piring tersebut secara perlahan. Diamkan sekitar lima menit. Selanjutnya, tuangkan air panas sedikit demi sedikit. Tunggu sekitar 30 menit.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Flush Kloset Macet dan Air Susah Keluar, Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Masalah yang kerap ditemui di kloset duduk adalah air flush yang macet dan air yang sedikit keluar. Normalnya, flush dapat mengeluarkan air sesuai debit yang sudah ditentukan.

    Jika terjadi hal seperti ini, ternyata masalahnya ada pada sistem air flush yang berada di tangki atau disebut dengan tank rim. Menurut Sales Merchandiser PT Trilliun Prima Sukses Ugih menjelaskan, di dalam tangki air kloset terdapat 4 komponen. Pertama, selang untuk mengisi air. Kedua, pelampung yang fungsinya untuk menghentikan air dari selang tadi untuk berhenti, ketiga tombol flush, dan keempat lubang tempat air masuk ke dalam kloset ketika flush ditekan.

    Isi tank rim kloset: pelampung (kiri), tombol flush (tengah), selang keluar air (yang panjang), dan pipa tempat air masuk ke dalam kloset (kanan).Isi tank rim kloset: pelampung (kiri), tombol flush (tengah), selang keluar air (yang panjang), dan pipa tempat air masuk ke dalam kloset (kanan). Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Apabila air yang keluar dari flush sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali, berarti masalahnya ada pada selang tempat keluarnya air. Hal yang dapat menyumbat keluarnya air dari selang tersebut adalah lumut, penumpukan sedimen, atau kapur yang mengendap.


    “Di sini (dalam selang dan tangki) ada kotoran. Kalau flushnya sampai ke dalam begini (ditekan penuh), nggak mungkin airnya kecil, kalau nggak (disebabkan) kotor,” kata Ugih saat ditemui di acara Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Penyebab kedua adalah karena dan lubang untuk air masuk bagian katupnya tidak bekerja. Lubang air tersebut bentuknya seperti pipa tegak yang terdapat 2 jalan keluar yakni bagian atas dan bawahnya. Ketika flush ditekan, kedua katup tersebut akan terbuka dan air akan keluar. Namun, apabila katup tidak terbuka, air tidak akan muncul di dalam kloset untuk menyiram kotoran.

    Ugih mengatakan untuk flush eror yang disebabkan karena kloset kotor, bisa diatasi sendiri oleh pengguna kloset. Namun, apabila masalahnya pada sistem, harus diatasi oleh ahli ledeng yang berpengalaman.

    “Kalau itunya (selang dan tank rimnya) kotor, itu bisa (diperbaiki). Tapi kalau misalnya ada kendala di tank rimnya itu, kita (pengguna) nggak bisa,” jelasnya.

    Ugih berpesan kepada pengguna kloset duduk untuk sering-sering mengecek bagian tank rim dan secara berkala dibersihkan. Minimal 3 bulan sekali perlu dibersihkan. Hal ini untuk menghindari adanya penyumbatan yang membuat air flush macet atau keluar sedikit.

    Begitu pula untuk rumah yang memiliki kualitas air yang buruk seperti kekuningan atau mengandung sedimen, membersihkan tank rim kloset harus dilakukan lebih sering.

    Solusi lainnya adalah memilih kloset yang bagian tank rimnya sudah didesain anti lumut sehingga perawatannya lebih mudah. Ugih menjelaskan ciri-ciri tank rim kloset yang anti lumut adalah yang memiliki permukaan dalamnya halus seperti keramik glossy.

    Senada, Sales Consultant PT Surya Pertiwi Tbk (TOTO) Muhammad Dhika mengatakan, apabila ada flush macet masalahnya terletak pada tangki air kloset tersebut. Hal ini biasa terjadi pada kloset yang sudah lama dipakai.

    “(Masalahnya) di pelampung air ada mampet kotoran,” terangnya di temui di tempat yang sama.

    Dhika menyarankan, jika mengalami hal seperti itu agar segera menghubungi pihak produsen untuk dibantu perbaikannya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Capek Pel Lantai Malah Muncul Bau Amis, Ternyata Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan wangi membuat penghuni betah tinggal di dalamnya. Nah, salah satu cara untuk merawat rumah adalah rajin mengepel lantai.

    Penghuni rumah bisa berjalan di sekitar rumah di atas lantai yang kesat dan bersih habis dipel. Rumah akan semakin nyaman kalau lantai memancarkan aroma yang menyegarkan.

    Akan tetapi, penghuni rumah nggak boleh sembarangan ngepel. Cara ngepel yang kurang tepat membuat lantai tetap kotor dan malah mengeluarkan bau amis.


    Jika penghuni mendapati lantai bau amis setelah dipel, kemungkinan ada yang salah dengan metode ngepelnya. Jangan sampai sudah capek ngepel lantai malah berujung sia-sia. Simak apa saja penyebab dan cara mengatasi lantai bau amis berikut ini.

    Penyebab Lantai Bau Amis Habis Ngepel

    Inilah beberapa faktor yang membuat lantai bau amis beserta tips membersihkannya dengan benar, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Air Pel Kotor

    Lantai bau amis setelah dipel bisa disebabkan penggunaan air yang kotor. Penghuni harus rajin mengganti air pel dengan yang bersih. Jangan gunakan air yang sudah butek dan berbau.

    2. Ember Kotor

    Ember pel yang sering digunakan lama-lama bakal kotor dan meninggalkan kerak. Lantai tidak akan bersih maksimal kalau menggunakan air pel yang ditampung dalam ember kotor.

    Oleh karena itu, ember perlu dibersihkan dan dikeringkan setiap habis digunakan. Akan lebih baik jika menjemur ember di bawah sinar matahari untuk membantu proses sanitasi.

    3. Kain Pel Kotor

    Selain itu, bau tak sedap pada lantai dapat bersumber dari kain pel yang kotor. Tentunya, pel tidak akan bersih maksimal kalau dibersihkan menggunakan kain kotor.

    Jaga kebersihan pel dengan mencucinya secara rutin dengan detergen, lalu jemur kain pel hingga kering. Kain pel yang disimpan dalam kondisi lembap akan timbul bau amis.

    Selain itu, sebaiknya mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali. Sebab, kain pel yang sering digunakan bakal usang.

    4. Tidak Pakai Cairan Pembersih dan Pewangi

    Bau amis sebenarnya pertanda bahwa lantai belum bersih. Penghuni perlu membasmi kuman dan bakteri penyebab bau menggunakan cairan pembersih lantai. Lalu, pilih pembersih lantai yang mengandung pewangi agar lantai mengeluarkan aroma yang segar.

    5. Metode Ngepel Kurang Tepat

    Terakhir, cara mengepel yang kurang tepat membuat lantai kurang bersih, sehingga memicu bau amis. Pastikan untuk menggunakan alat dan metode ngepel yang cocok dengan jenis lantai. Lantai keramik biasanya lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel.

    Jika memakai kain pel dengan kepala berupa rumbai-rumbai tali, gunakan gerakkan menyerupai angka delapan. Sementara pel yang terbuat dari spons bisa menggunakan gerakan maju mundur buat mengepel lantai.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi bau amis pada lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Pernah merasa udara di dalam rumah tidak segar atau bau apek? Suasana rumah seperti ini bisa membuat penghuni merasa kurang nyaman.

    Bukan tanpa alasan, bau apek itu dapat muncul karena berbagai faktor. Kalau merasa terganggu, penghuni sebaiknya mengatasi bau langsung pada sumbernya karena jika hanya menyemprot pewangi tak cukup menghilangkan baunya.

    Namun, kenapa rumah bisa bau apek ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Bau Apek

    Inilah sederet hal yang membuat rumah bau, dikutip dari Homes and Gardens.

    1. Kurang Sirkulasi Udara

    Bau tidak sedap bisa timbul dari aktivitas penghuni rumah seperti memasak, berolahraga di rumah, dan membersihkan rumah. Aroma itu bisa terperangkap di dalam rumah yang kurang sirkulasi udara. Nah, pastikan rumah sudah memiliki cukup ventilasi udara.

    2. Kelembapan Rumah Tinggi

    Rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan bau apek dan lembap. Kondisi seperti ini juga memicu pertumbuhan jamur dan lumut sehingga menambah bau. Penghuni dapat mengurangi kelembapan menggunakan dehumidifier atau membuka jendela setiap pagi selama setengah jam.

    3. Karpet Kotor

    Selain itu, bau apek bisa berasal dari karpet yang sudah tua dan jarang dibersihkan. Sebenarnya sekadar menyedot debu pada karpet tidak cukup. Sebaiknya menyedot debu dan menggunakan semprotan pembersih seminggu sekali untuk menjaga kebersihan karpet.

    4. Pakaian Lembap

    Pakaian dan linen yang belum sepenuhnya kering alias lembap bisa menimbulkan bau apek di rumah. Pastikan semua bahan kain kering sempurna sebelum menyimpannya di lemari.

    5. Jamur

    Rumah yang lembap sangat rawan ditumbuhi jamur. Beberapa tanda pertumbuhan jamur adalah muncul bercak hitam di tembok, furniture, dan karpet disertai bau apek. Cara menyingkirkannya bisa dengan menyemprotkan cuka pada jamur hitam lalu bilas dengan air hangat secara perlahan.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh debu dan kotoran di rumah. Setiap sudut rumah dan furnitur harus rajin dibersihkan agar tidak bau. Penghuni dapat menggunakan kain kanebo dan cairan pembersih.

    Itulah beberapa sumber bau apek di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com