Tag: keropos

  • 8 Tips Ampuh Basmi Rayap yang Suka Gerogotin Kayu di Rumah



    Jakarta

    Rayap adalah serangga pemakan kayu yang kehadirannya mengganggu di rumah. Serangga ini dapat merusak perabotan dan fondasi terbuat dari kayu.

    Jika dibiarkan, fondasi kayu rumah yang rapuh dapat membahayakan penghuni rumah. Begitu juga dengan perabotan yang keropos akibat rayap, misalnya kursi ambruk ketik ketika digunakan.

    Lantas, apa yang bisa dilakukan kalau rumah sudah dihinggapi rayap? Simak cara membasmi rayap berikut ini.


    Tips Basmi Rayap di Rumah

    Inilah beberapa cara untuk membasmi rayap di rumah seperti dikutip dari Southern Perimeter.

    1. Menanam Mint

    Rayap bisa diusir dengan cara alami, salah satunya daun mint yang bertindak seperti pestisida. Tanaman mint memiliki aroma yang kuat, sehingga membuat rayap kewalahan menghadapinya.

    Tak perlu bahan kimia, penghuni dapat menanam pohon mint di sekitar rumah untuk mendapatkan bantuan pengusiran rayap.

    2. Menanam Catnip

    Selanjutnya, catnip adalah tanaman juga bisa mengusir serangga secara alami. Ada banyak cara untuk menggunakan catnip buat pengusiran rayap.

    Penghuni dapat menanam catnip di sekitar rumah yang terinfeksi rayap. Cara efektif lainnya adalah dengan mengoleskan minyak esensial beraroma catnip ke area yang terkena rayap.

    3. Menanam Rumput Vetiver

    Vetiver adalah tanaman hias yang cocok dijadikan bahan sebagai pengusir rayap. Rumput vetiver mengandung senyawa kimia yang biasa disebut nootkatone. Senyawa ini mampu menangkal rayap serta berbagai macam hama lainnya secara alami.

    4. Semprot Insektisida

    Lalu, penghuni rumah bisa menyemprotkan insektisida seperti bahan kimia termisida. Selain teknik penyemprotan, campurkan termisida dalam bentuk serbuk atau granula dengan tanah di sekitar rumah.

    Aplikasikan insektisida pada bagian yang terserang rayap karena cara ini dapat membunuh rayap beserta koloni-koloninya.

    5. Taruh Daun Salam dan Kemangi

    Daun salam dan kemangi segar memiliki aroma kuat yang tidak disukai oleh rayap. Cara mengusir rayap cukup dengan meletakkan daun segar di dalam lemari maupun perabot,

    6. Semprotkan Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Bahan ini mengandung racun yang dapat mengganggu sistem pencernaan rayap.

    Masukkan cairan asam borat ke botol semprot agar mudah diaplikasikan. Lakukan penyemprotan pada beberapa sudut rumah yang dijadikan sarang oleh rayap, misalnya lemari, retakan tembok, dan sebagainya sesuai kebutuhan.

    7. Semprotkan Cairan Garam dan Sabun

    Campuran garam dan sabun juga ampuh membasmi rayap agar tidak kembali ke rumah. Kedua bahan ini dapat mengganggu sistem pencernaan sekaligus pernapasan rayap. Aroma wangi sabun juga cukup mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun bagi rayap.

    Larutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair ke dalam botol spray. Kemudian, semprotkan pada bagian lemari, lantai, maupun perabot yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    8. Taruh Kapur Barus

    Taruh kamper atau kapur barus di sekitar area yang terserang rayap. Serangga ini tidak suka dengan bau yang menyengat dan takut pada zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus.

    Cara Cegah Rayap Muncul Lagi

    Inilah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah rayap kembali lagi ke rumah.

    1. Beri Jarak Antara Furniture dan Dinding

    Rayap paling suka menggerogoti sesuatu yang lembap. Furniture bahan kayu lebih mudah lapuk ketika berdekatan dengan dinding yang lembap. Oleh karena itu, sebaiknya berikan jarak antara furniture dan dinding.

    2. Rutin Menjemur Furniture Kayu

    Kemudian, cegah kelembapan pada furniture dengan menjemurnya di bawah matahari. Pastikan setiap sisi furniture berbahan kayu benar-benar kering dan tidak ada sisi yang lembap.

    3. Hilangkan Genangan Air di Lingkungan Rumah

    Salah satu alasan ada banyak rayap di rumah karena genangan air. Bersihkan genangan air baik di selokan maupun di halaman, terutama di musim penghujan.

    4. Kurangi Kelembapan di Rumah

    Jika ada rembesan hujan ataupun keramik lantai rusak akibat kebocoran saluran air, segera perbaiki. Hal ini guna mencegah rumah jadi lembap dan diserang rayap.

    5. Tutup Retakan Dinding dan Kusen

    Retakan dinding dan kusen yang sudah dihinggapi rayap akan sangat terlihat. Gunakan semen putih untuk menutup retakan sebelum rayap membentuk koloni.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Kanopi Baja Ringan Mudah Berkarat dan Solusinya



    Jakarta

    Salah satu material kanopi yang banyak dipakai adalah baja ringan. Biasanya baja ringan dipakai sebagai kerangka karena strukturnya yang kokoh, tahan terhadap perubahan cuaca, pembuatannya yang mudah, dan bobotnya yang ringan.

    Namun, baja ringan juga memiliki kekurangan, material ini mudah berkarat terutama pada bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah. Ternyata alasannya tidak melulu karena faktor luar seperti cuaca, suhu, dan air, melainkan bisa disebabkan kesalahan pada pemasangannya.

    Kontraktor Albert Lim menjelaskan karat atau korosi pada baja ringan kebanyakan justru disebabkan karena cairan semen yang mengenai baja ringan. Campuran semen dengan air untuk menyangga baja ringan menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi.


    “Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert kepada detikcom, Minggu (7/4/2024) lalu.

    Banyak orang memakai semen untuk membantu kerangka kanopi baja ringan tetap berdiri karena menyamakan material tersebut sebagai pengganti besi. Padahal kedua material tersebut memiliki sifat yang berbeda.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

    Oleh karena itu, banyak kerangka kanopi baja ringan yang rapuh dan keropos akibat karat di bagian bawah atau di bagian simpul.

    Kerangka baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilannya tentu berbeda. Solusi yang paling tepat adalah mengganti satu tiang tersebut dengan yang baru dan mengganti bahan penyangga kerangka tersebut.

    Albert menyarankan untuk membuat kolom beton yang agak naik sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

    “Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” pungkasnya.

    Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

    “Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Harga Batu Bata Merah Satuan dan Paket, Mulai dari Rp 500


    Jakarta

    Batu bata merah merupakan material yang banyak digunakan sebagai bahan utama membuat fondasi rumah. Material ini banyak dipilih karena keterjangkauannya dan ketahanannya.

    Bata merah terbuat dari tanah merah, pasir silika, campuran semen, batu kapur, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Jenis batu bata ini menjadi pilihan utama untuk membangun rumah pribadi karena ketahanannya yakni kokoh, tahan terhadap api, tidak mudah keropos dan berlumut.

    Kalau dari segi harga, bata merah termasuk murah. Namun, setiap toko memiliki harga jual berbeda-beda. Selain itu, bata bata juga memiliki ukuran dan cara pembuatan yang berbeda sehingga harga juga akan disesuaikan dengan dua aspek tersebut.


    Hal yang perlu diketahui, batu bata biasanya dijualnya dalam bentuk satuan. Namun, ada pula toko yang memberikan batas minimal pembelian terutama yang ingin diantar ke rumah. Sebagai estimasi, dikutip dari beberapa toko di e-commerce, berikut kisaran harga batu bata, Kamis (3/7/2025).

    Bata Merah Eceran

    Bata merah press 20 x 10 x 5.5 cm = Rp 550/buah

    Bata merah press 16,5 x 7,5 x 5 cm = Rp 500-550/buah

    Bata merah jumbo 9,5 x 3,5 x 18,5 cm = Rp 460/buah

    Bata merah jumbo super 20 x 10 x 5 cm = Rp 700-1.150/buah

    Bata Merah Paket

    Bata merah jumbo super 20 x 10 x 5 cm (6.000 buah) = Rp 4,3-5,2 juta

    Bata merah jumbo super 20 x 10 x 5 cm (100 buah) = Rp 245-588 ribu

    Bata merah jumbo 27,5 x 13,5 x 7,5 cm (500 buah) = RP 365 ribu

    Bata merah jumbo 27,5 x 13,5 x 7,5 cm (100 buah) = RP 245 ribu

    Bata merah jumbo 27,5 x 13,5 x 7,5 cm (1.000 buah) = RP 2,2 juta

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 6 Benda Ini Mudah Rusak Jika Terkena Sinar Matahari Langsung


    Jakarta

    Konon elemen yang disebut berisiko merusak barang-barang di rumah adalah air. Sebab, air dapat mempengaruhi kualitas bahan dan membuat lembap sehingga banyak benda-benda di rumah diminta untuk diletakkan di tempat yang kering.

    Namun, ada lagi lho ancaman lain yang juga harus dijauhkan dari benda-benda di rumah, yakni sinar matahari. Hal berbahaya dari adanya sinar matahari adalah sinar UV. Sinar satu ini tidak terlihat secara kasat mata tetapi keberadaannya baru disadari setelah benda-benda di rumah banyak yang rusak.

    Dilansir Library of Congress, sinar UV dapat membuat warna pada beberapa benda memudar. Selain itu, radiasinya dapat merusak serat pakaian dan ikatan kimia pada bahan benda tersebut.


    Bahaya dari sinar UV ini membuat banyak produsen berlomba untuk membuat produk dengan bahan yang tahan terhadap sinar UV. Namun sayangnya, pasokannya tidak sebanyak dengan barang-barang yang memakai kualitas tambahan tersebut.

    Dilansir The Spruce, berikut beberapa benda yang tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

    1. Furniture Kayu

    Banyak yang mengatakan kekurangan dari bahan kayu adalah mudah lapuk dan keropos karena rayap. Namun, jarang yang mengatakan sinar matahari dapat menjadi salah satu ancaman tersebut.

    Sinar UV dapat menyebabkan perubahan warna dan pemudaran pada kayu keras dan pelapis kayu. Bahkan kayu dapat melengkung dan retak jika kondisinya sudah parah.

    Cara untuk melindungi furniture kayu dari sinar UV adalah tidak meletakkan barang dari kayu di area yang terbuka. Untuk melindungi furniture kayu yang berada di dalam rumah, bisa dengan memasang tirai atau kaca film yang dapat menghalau paparan sinar matahari langsung. Akan tetapi hal itu berisiko membuat bagian dalam rumah memang akan terasa lebih gelap.

    Cara lain yang bisa dilakukan yaitu memindahkan furniture kayu ke area yang lebih dalam dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.

    2. Bahan Tekstil

    Kepala Elaine Santos Design Elaine Santos memperingati agar bahan-bahan tekstil sebaiknya jauh dari paparan sinar matahari. Material ini paling rentan dan paling cepat rusak jika terkena sinar UV.

    Sinar UV dapat mempengaruhi warna dan daya tahan serat pada tekstil. Tekstil di sini bukan hanya pakaian, melainkan perabotan yang bahannya lembut dari kain, termasuk gorden jendela yang fungsinya untuk menghalau sinar matahari. Elaine menyarankan agar gorden juga dipasang yang memiliki daya tahan untuk menangkis sinar UV.

    3. Karpet

    Banyak karpet terbuat dari bahan kain atau tekstil. Letaknya yang berada di bawah, mudah sekali terpapar sinar matahari langsung. Hal ini dapat menyebabkan karpet berubah warna dan kualitasnya menurun. Cara untuk menjaga karpet dapat tahan lama dengan memakainya saat dibutuhkan saja dan simpan rapi saat tidak dipakai.

    4. Sarung Bantal dan Selimut

    Jenis tekstil lainnya yang juga harus dijauhkan dari sinar matahari langsung adalah kasur di rumah terutama yang memakai sarung bantal dan selimut dari bahan kain. Sarung bantal yang sering terpapar sinar matahari akan lebih pudar warnanya daripada sisi lainnya.

    5. Foto Cetak dan Lukisan

    Barang yang rentan rusak karena sinar UV adalah foto cetak dan lukisan. Menurut Presiden dan Direktur Kreatif Keita Turner Design, Keita Turner, kedua barang tersebut rentan pudar dan mengalami perubahan warna jika terkena sinar matahari langsung.

    “Sebaiknya simpan benda-benda berharga ini di tempat yang teduh agar tetap berkilau dan utuh selama bertahun-tahun mendatang. Namun, jika tidak memungkinkan, gunakan kaca pelindung UV atau akrilik saat membingkainya,” saran Turner seperti yang dikutip, Kamis (10/7/2025).

    6. Perabotan Kulit

    Bukan hanya tekstil dan perabotan kayu, barang-barang dari rumah yang berbahan kulit asli juga sebaiknya dijauhkan dari sinar matahari langsung. Paparan sinar UV yang terlalu lama dapat memudarkan dan mengeringkan kulit, serta yang paling parah adalah membuat permukaannya kaku dan retak.

    Cara mencegahnya dengan membuat penghalang agar sinar matahari tidak menyorot langsung ke barang-barang berbahan kulit. Bisa juga dengan memasang penutup pada perabotan tersebut.

    Itulah beberapa benda yang sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Ampuh Hilangkan Karat di Pagar Besi dengan Mudah


    Jakarta

    Banyak orang yang menggunakan pagar rumah dari besi karena dinilai kokoh, mudah dibentuk, dan harganya terjangkau. Namun, pagar besi memiliki satu kekurangan yaitu mudah berkarat.

    Pada umumnya, pagar besi dapat berkarat karena terkena air dan terjadi perubahan suhu. Sebab, air mengandung banyak oksigen terlarut yang mempercepat terjadinya korosi atau munculnya karat pada material besi.

    Selain itu, posisi pagar besi yang berada di luar ruangan membuatnya rentan terkena air hujan yang mengandung elektrolit, yakni asam yang bisa menyebabkan perubahan muatan pada besi sehingga menimbulkan karat.


    Meski mudah berkarat, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan pagar besi untuk melindungi rumah. Kini, ada sejumlah cara ampuh untuk menghilangkan karat di pagar besi. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Cara Ampuh Hilangkan Karat di Pagar Besi

    Pagar besi yang berkarat dapat menimbulkan masalah seiring waktu, seperti penurunan kekuatan struktural, mudah keropos, warna memudar, dan bisa membahayakan kesehatan.

    Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara menghilangkan karat di pagar besi yang dilansir situs Aberdeen Gate:

    1. Bersihkan Permukaan Pagar yang Berkarat

    Langkah pertama adalah dengan membersihkan permukaan pagar yang berkarat. Khusus pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas, kamu bisa menggunakan alat sikat kawat dan kikir.

    Lalu, siapkan roda kawat yang dipasang pada mata bor untuk mengampelas area yang sulit dijangkau. Kamu juga bisa menggunakan sandblaster untuk mencegah pembentukan karat.

    2. Menghilangkan Karat di Besi

    Ternyata, pagar rumah yang berkarat masih bisa dicat ulang agar tampilannya seperti baru lagi. Namun, kamu harus menghilangkan karat tersebut dengan cairan kimia asam fosfat.

    Untuk cara pakainya, oleskan asam fosfat pada permukaan besi yang berkarat, lalu diamkan selama 24 jam agar cairan tersebut bereaksi. Setelah itu, karat akan berubah menjadi serpihan hitam. Nah, serpihan tersebut bisa dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih.

    Sebagai catatan, gunakan masker dan sarung tangan saat mengoleskan dan melepas serpihan pada pagar besi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah uap cat dapat terhirup karena mengandung timbal.

    3. Cat Permukaan Besi

    Setelah permukaan pagar sudah bersih dari karat, kini saatnya dicat agar terlihat indah lagi. Untuk mengecatnya harus menyiapkan dua jenis cat, yakni cat primer dan cat logam. Apa bedanya?

    Cat primer digunakan sebagai dasar untuk pagar besi, sedangkan cat logam untuk permukaan di atasnya. Cat primer sebaiknya berbahan dasar minyak agar melindungi besi dari reaksi karat.

    Saat proses pengerjaan, pastikan kamu menggunakan sarung tangan dan masker agar tidak terhirup dan terpapar cat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Perlu diingat, jangan menggunakan cat eksterior dinding untuk pagar besi. Soalnya, produk cat tersebut tidak mengandung komponen penghambat karat yang dibutuhkan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Demikian tiga cara ampuh menghilangkan karat di pagar besi dengan mudah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menjaga Kitchen Set Tetap Awet dan Jauh dari Sasaran Rayap hingga Jamur


    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari atau ruang penyimpanan yang biasa dipasang di dapur. Fungsinya sebagai ruang penyimpanan peralatan memasak dan makan.

    Model penyimpanan seperti ini sangat digandrungi terutama pada dapur-dapur modern. Sebab, ukurannya yang besar, bisa menyesuaikan dengan ukuran dapur yang kecil hingga besar, dan tampilannya yang elegan serta terlihat lebih rapi.

    Namun, kitchen set juga memiliki kekurangan, terutama yang menggunakan material dari kayu, yakni mudah berjamur dan keropos. Pemilik rumah bisa melihat tanda-tanda jamur tersebut dengan jelas dari noda kehitaman atau warna lain yang muncul pada sudut-sudut kitchen set. Dalam jangka waktu lama, jamur tersebut bisa membuat serat kayu rusak dan membuatnya keropos. Belum lagi jika kitchen set jadi sasaran serbuan rayap, kerusakannya bisa semakin parah.

    Cara Mencegah Kitchen Set Berjamur dan Keropos

    Menurut manajer FurnitureMu Sidiq cara merawat kitchen set tidak sulit. Berikut cara menjaga kitchen set tetap awet dan jauh dari sasaran rayap serta tidak mudah berjamur.

    1. Hindari Lingkungan yang Lembap

    Bagi yang memakai kitchen set dari kayu, hal yang perlu kamu ketahui adalah musuh dari kayu. Material alami ini mudah sekali rentan sekali ditumbuhi jamur apabila sering terpapar udara lembap.

    Dapur adalah ruangan yang lembap di rumah setelah kamar mandi. Kelembapan tersebut tidak hanya berasal dari air, melainkan dari uap api ketika memasak. Uap tersebut bisa menjadi air dan menempel pada kitchen set.

    Selain itu, kayu juga material favorit rayap. Apabila tidak dilapisi cat anti rayap, kitchen mudah sekali keropos. Penyebab kitchen set lembap juga bisa disebabkan oleh dinding dapur yang bocor, rembesan air, atap yang bocor, hingga pipa yang bocor

    “Memastikan bahwa lingkungan tempat yang ada aman dari rembesan air dan kelembapan. Bisa juga dengan ditambahkan cairan anti jamur pada kabinet kayu,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Kitchen set memiliki beragam warna, bentuk, dan material yang digunakan. Terdapat beberapa bahan kitchen set yang dijamin aman dari jamur, yakni HPL, Multiplek, Decosheet, Medium Density Fiberboard (MDF), Poly Vinyl Chloride (PVC), dan Blockboard.

    2. Tambahkan Ventilasi di Dapur

    Sidiq menyarankan di dalam dapur harus ditambahkan ventilasi untuk mengeluarkan panas dan udara lembap. Ventilasi akan membantu udara segar masuk ke rumah dan mendorong udara panas keluar.

    “Menjaga sirkulasi ruangan ataupun mengecek dinding jika terjadi kebocoran atau rembesan air dari luar. Kalau mau lebih aman gunakan kitchen set yang berbahan dasar waterproof seperti aluminium maupun PVC board,” ungkapnya.

    3. Hindari Meletakkan Muatan Berlebihan di Kitchen Set Atas

    Kitchen set ada yang letaknya di atas kompor dan ada yang berada di bawah. Pada setiap ruang pasti ada maksimal bobot yang bisa ditampung di dalamnya. Setiap pembeli harus bertanya kepada produsen. Jangan sampai muatannya melebihi kapasitas. Risikonya kitchen set bisa ambruk dan menimpa pemilik rumah yang sedang memasak.

    “Rak di atas bisa diisi sesuai dengan kebutuhan misalnya seperti wadah-wadah yang berbahan dasar plastik yang lebih ringan, sementara untuk peralatan yang berbahan dasar logam biasanya sudah disediakan wadah di kabinet bawah. Piring juga boleh diletakkan di rak gantung atas wastafel, namun sebagian piring yang lain juga biasanya tersedia rak di kabinet bawah,” pungkasnya.

    itulah 3 cara untuk merawat kitchen set di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Usir Rayap biar Benda Kayu Nggak Keropos di Rumah


    Jakarta

    Rayap suka memakan benda berbahan kayu sampai keropos. Kehadiran serangga berkoloni ini cukup meresahkan penghuni rumah.

    Perlahan furnitur hingga bingka pintu pun rusak di rumah gegara rayap. Alhasil, penghuni rumah menjadi rugi secara material. Apalagi keselamatan penghuni dapat terancam, misalkan akibat terjatuh dari kursi yang keropos.

    Jika mengetahui ada serangan rayap di rumah, penghuni perlu segera mengatasinya. Temukan cara mengusir rayap dalam artikel ini.


    Cara Mengusir Rayap

    Inilah beberapa cara untuk mengatasi rayap di rumah, dikutip dari Southern Perimeter.

    1. Insektisida

    Penghuni rumah dapat mengaplikasikan insektisida atau lebih tepatnya termisida buat membasmi rayap. Caranya dengan menyuntikkan termisida pada bagian benda yang terserang rayap.

    2. Catnip

    Catnip adalah tanaman pengusir serangga yang juga ampuh terhadap rayap. Penghuni dapat menanam catnip di sekitar area yang terinfeksi rayap. Cara lain adalah mengoleskan minyak esensial beraroma catnip pada area yang terkena rayap.

    3. Kapur Barus

    Rayap tidak suka bau menyengat dan zat kimia naftalena pada kapur barus. Letakkan kamper atau kapur barus di daerah yang terserang rayap.

    4. Borat

    Selain itu, asam borat punya kandungan racun yang bisa mengganggu sistem pencernaan rayap. Penghuni dapat membasmi rayap dengan menyemprotkan cairan asam borat pada sarangnya.

    5. Garam dan Sabun

    Campuran garam dan sabun juga bisa mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan rayap. Larutkan 1 sendok makan garam dengan 2 sendok makan sabun cair ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan pada bagian lemari, lantai, maupun perabot yang menjadi sarang rayap secara rutin sampai hilang.

    6. Daun Salam dan Kemangi

    Daun salam dan kemangi segar mempunyai aroma kuat yang tidak disukai oleh rayap. Letakkan dedaunan ini di dalam lemari atau perabotan lainnya untuk mengusir rayap.

    Itulah beberapa tips untuk mengusir rayap dari rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kanopi Baja Ringan Bisa Berkarat, Begini Biar Tetap Kokoh Menurut Kontraktor



    Jakarta

    Baja ringan sering dipilih sebagai material penyangga atau kerangka kanopi rumah. Selain strukturnya yang kokoh, material ini juga ringan, mudah dibentuk, dan tahan lama.

    Hanya satu kekurangannya yang harus diwaspadai, yakni baja ringan bisa berkarat. Area paling rentan berkarat biasanya bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah dan yang sering terkena air. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena ketika karat kondisinya sudah parah, bisa merusak permukaannya hingga muncul lubang yang membuat strukturnya rapuh.

    Kontraktor Albert Lim mengungkapkan salah satu penyebab munculnya karat pada baja ringan adalah cairan semen yang mengenai baja ringan. Hal ini dikarenakan semen tersebut telah dicampur dengan air yang menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi. Sementara penggunaan semen juga penting untuk merekatkan baja ringan tersebut dengan bagian yang solid.


    “Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert saat berbincang dengan detikProperti, Minggu (7/4/2024) lalu.

    Menurut Albert, baja ringan seharusnya diperlakukan sama dengan besi, yakni dijauhkan dari bahan yang bisa memicu karat karena keduanya memiliki kondisi yang sama.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

    Oleh karena itu, temuan karat pada baja ringan pasti terjadi karena dari pemilihan bahan-bahannya yang tidak pas.

    Cara Mengatasi Karat pada Baja Ringan

    Albert mengatakan baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilan kanopi akan berbeda. Apabila ingin mempertahankan bentuknya, tiang kanopi yang berkarat harus diganti dengan yang baru.

    Untuk pencegahan karat sedari awal, perlu adanya kolom beton yang tinggi sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

    “Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” ungkapnya.

    Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

    “Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi karat pada kanopi baja ringan. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Material yang Cocok buat Dinding Shower, Nggak Gampang Jamuran


    Jakarta

    Dinding kamar mandi tidak cukup dilapisi dengan cat anti air, bagian ini butuh material tambahan agar tidak mudah ditumbuhi jamur. Material ini tentu yang harus tahan dari air, mudah dibersihkan, dan tidak gampang berjamur.

    Adapun, area yang wajib dilapisi dengan material tambahan adalah area shower. Sebab, area ini mudah sekali lembap karena cipratan air dan pengaruh panas dari air panas jika shower tersebut memakai water heater.

    Jadi, pastikan material dinding shower tidak sembarangan. Sebagai referensi, dilansir The Spruce, berikut 10 material terbaik digunakan untuk dinding shower.


    1. Batu Alami

    Batu alami merupakan material yang memiliki kualitas dan penampilan yang bagus. Namun, biasanya harganya cukup mahal. Bahan ini tahan terhadap panas, kerusakan abrasif, dan kerusakan akibat benturan.

    Kekurangan batu alami adalah bisa keropos atau terkikis oleh air. Sebagai gambaran, batu-batu di sekitar air terjun dan sungai yang sudah beratus tahun di aliran air tersebut pasti ada bagian yang berubah karena kontak secara terus menerus dengan air. Proses pengikisannya memakan waktu yang lama, bukan dalam hitungan belasan tahun saja.

    2. Kaca

    Material kedua adalah kaca. Material satu ini bisa membuat tampilan kamar mandi tampak elegan. Selain itu, mudah dibersihkan dan mudah mendeteksi apabila terdapat kotoran. Kaca juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut, serta tahan terhadap noda karena kaca merupakan bahan yang tidak berpori.

    Namun seperti cermin, kaca rentan terhadap tekanan. Apabila tidak sengaja menekan terlalu berat pada permukaannya atau ada benda yang jatuh dan menyenggol kaca bisa pecah berserakan. Pecahan kaca ini juga bisa berbahaya bagi penggunanya.

    3. Granit

    Granit merupakan salah satu material yang memiliki tampilan yang indah tetapi tidak semahal marmer. Ubin yang terbuat dari batu alam ini hadir dalam berbagai warna dan terdapat pola unik yang tercipta dari bentukan alami granit. Granit cocok untuk dinding shower karena tahan panas, tahan gores, dan tahan noda.

    Perlu diketahui granit materialnya berpori namun rentan terhadap air. Biasanya granit disegel dengan benar sebelum pemasangan dan ditutup kembali secara teratur setiap satu atau dua tahun sekali untuk melindungi kualitasnya dari air tidak akan menjadi masalah.

    4. Akrilik

    Pilihan material selanjutnya untuk dinding shower adalah akrilik. Material ini banyak dipakai sebagai dinding pembatas antara area basah dan kering di kamar mandi. Tampilannya yang transparan juga indah dilihat seperti kaca. Harganya juga relatif terjangkau dan tahan terhadap jamur.

    5. Fiberglass

    Material fiberglass juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut sehingga lebih mudah dirawat dan dijaga kebersihannya. Dinding shower fiberglass umumnya juga relatif mudah dipasang. Jadi ini bisa jadi referensi material dinding shower selain ubin keramik, porselen, atau kaca mungkin kamu dapat memilih material fiberglass untuk dinding shower.

    6. Marmer

    Marmer merupakan jenis material yang sering digunakan untuk interior yang mewah karena harganya yang mahal dan tampilannya yang indah. Material ini lebih ringan dari granit sehingga pemasangannya lebih mudah. Mirip batu alam lainnya, marmer juga berpori sehingga perlu perawatan secara rutin. Perlu juga diingat bahwa jika marmer tidak dirawat dengan benar, marmer dapat retak atau pecah.

    7. Keramik

    Material keramik merupakan material yang paling umum dipakai di Indonesia karena harganya yang murah dan tampilannya yang beragam. Keramik tahan terhadap noda sehingga hanya perlu dibersihkan seminggu sekali untuk mencegah jamur dan lumut menumpuk. Namun, keramik rentan retak, terkelupas, dan tergores.

    8. PVC Laminasi

    PVC Laminasi adalah pilihan yang ringan dan terjangkau serta relatif mudah dipasang. Meskipun material ini tahan terhadap panas, air, noda, dan jamur, namun rentan terhadap kerusakan abrasif. Oleh karena itu, berhati-hatilah selama dan setelah pemasangan agar tidak menggores, memotong, atau mengiris laminasi.

    9. Porselen

    Material porselen dikenal punya tingkat keawetan dan ketahanan air yang lebih tinggi dibandingkan material keramik meskipun tampilan kedua material tersebut mirip. Walaupun ubin ini rentan terkelupas dan retak, ubin porselen tahan terhadap goresan, noda, dan pertumbuhan jamur.

    10. Permukaan Solid

    Material terakhir ini punya permukaan padat yang mudah dibersihkan dan hanya perlu dibersihkan setiap dua minggu sekali, namun perlu diingat bahwa dinding shower ini rentan terhadap kerusakan akibat benturan. Jika sudah penyok atau retak, dinding dengan permukaan padat akan sulit diperbaiki sehingga pengguna harus berhati-hati agar tidak merusak dinding saat menggunakan shower.

    Itulah beberapa material yang cocok untuk area shower kamar mandi, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com