Tag: kerusakan

  • Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) kini sudah banyak digunakan di rumah-rumah untuk mendinginkan ruangan. Seiring penggunaan, AC rumah harus dicuci secara rutin agar tetap berfungsi dengan baik.

    Sayangnya, beberapa orang kerap lupa atau justru enggan mencuci AC miliknya. Meskipun masih mengeluarkan udara sejuk, tetapi jika AC tidak dicuci maka bisa saja rusak di kemudian hari.

    Untuk mencuci AC pun juga tidak bisa sembarangan. Biasanya, terdapat jasa cuci AC rumah dengan tarif yang berbeda-beda, tergantung dari jenis AC yang digunakan.


    Lantas, perlukah AC rumah dicuci secara rutin? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin?

    Dilansir situs HydroKleen, para ahli dibidang AC menyarankan agar perlu mencuci AC setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski dirasa tidak ada kerusakan pada AC yang kamu miliki, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka detikers perlu mencuci AC lebih sering lagi.

    Hal ini juga berlaku jika kamu menempatkan AC di ruangan merokok. Agar AC tetap bekerja secara optimal, pastikan filter AC dibersihkan maksimal tiga bulan sekali.

    Perlu diingat, AC dapat menyimpan debu dan kotoran seiring penggunaan, terutama di beberapa komponen seperti koil dan filter udara. Jika jarang dibersihkan, tak hanya bikin AC terasa tidak sejuk tapi juga dapat mengeluarkan partikel debu yang membahayakan kesehatan.

    Pentingnya Mencuci AC Secara Rutin

    Sama halnya seperti barang elektronik lainnya, AC perlu dirawat agar bisa mendinginkan udara secara maksimal. Nah, salah satu cara merawat AC adalah dengan membersihkannya.

    Dilansir laman Aqua Elektronik, berikut mengapa pentingnya mencuci AC secara rutin:

    1. AC Lebih Awet

    Filter AC yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan kotoran dan debu yang menumpuk. Jika dibiarkan, maka sering waktu dapat membebani kerja mesin AC.

    Selain itu, menumpuknya kotoran dan debu dapat berisiko terjadinya overheating pada evaporator hingga menyebabkan muncul bunga es pada AC. Maka dari itu, AC harus dicuci secara berkala.

    2. Mengurangi Biaya Listrik

    Karena AC kotor dapat membebani kinerja mesin, hal ini juga turut memengaruhi daya listrik yang digunakan untuk menghidupkan AC. Alhasil, biaya listrik bisa membengkak setiap bulannya hanya gara-gara AC jarang dibersihkan.

    3. AC jadi Lebih Sejuk

    Fungsi utama AC adalah untuk menyejukkan udara. Jika AC tidak dibersihkan secara rutin maka bisa memengaruhi kesejukan udaranya.

    Perlu diingat, salah satu tanda-tanda AC harus dicuci adalah ketika dalam kondisi menyala tapi udara yang terhembus tidak dingin atau justru terasa panas. Kalau sudah terjadi, maka sebaiknya AC segera dicuci.

    4. Mencegah AC Mudah Rusak

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, AC yang kotor dapat mengganggu kinerjanya. Jika AC terus menyala dalam keadaan kotor, hal ini membuat komponen AC jadi cepat rusak dan aus.

    Apabila AC sudah rusak, maka siap-siap saja harus merogoh kocek dalam-dalam. Soalnya, biaya perbaikan AC yang rusak juga tidak murah.

    Demikian penjelasan tentang pentingnya mencuci AC rumah secara rutin. Jadi, jangan lupa untuk mencuci AC agar udara tetap dingin.

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang Elektronik Ini Sebaiknya Dicabut dari Stop Kontak Usai Dipakai


    Jakarta

    Ada banyak perangkat elektronik yang terhubung ke stop kontak agar bisa menyala, mulai dari lemari es hingga komputer. Namun, ada sejumlah barang elektronik yang sebaiknya dicabut dari stop kontak setelah dipakai.

    Seperti kita tahu, barang-barang elektronik di rumah akan memakan daya listrik ketika dinyalakan. Bahkan, sejumlah benda elektronik punya watt yang cukup besar sehingga listrik cepat boros.

    Daripada tagihan listrik membengkak setiap bulannya, sebaiknya detikers mulai menerapkan hemat energi, salah satunya dengan mencabut barang-barang elektronik dari stop kontak usai dipakai. Apa saja barang-barang tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Barang Elektronik yang Sebaiknya Dicabut dari Stop Kontak

    Dilansir situs Trulia, barang-barang elektronik yang selalu terhubung ke stop kontak dapat menambah tagihan listrik. Bahkan dalam kondisi mati sekalipun barang elektronik dapat memakan daya hanya dengan mencoloknya ke stop kontak, meski dayanya tidak sebesar saat menyala.

    Maka dari itu, disarankan untuk mencabut barang elektronik dari stop kontak setelah digunakan. Berikut daftar barang-barangnya yang dilansir Better Home & Gardens:

    1. Beberapa Peralatan Dapur

    Ada sejumlah peralatan dapur yang wajib terhubung ke listrik agar berfungsi optimal, seperti lemari es. Namun, ada juga peralatan dapur lainnya yang sebaiknya dicabut dari stop kontak ketika sudah digunakan.

    Beberapa peralatan dapur tersebut di antaranya microwave, coffee maker, rice cooker, hingga pemanggang roti. Jika sudah digunakan, sebaiknya cabut saja barang-barang tersebut dari stop kontak.

    Sebagai contoh, microwave yang tidak digunakan untuk memanaskan makanan masih tetap memakan daya. Sebab, terdapat jam digital yang selalu menyala selama 24 jam.

    2. Pengisi Daya atau Charger

    Pengisi daya atau charger smartphone dan laptop terkadang tidak dicabut dari stop kontak setelah digunakan. Beberapa orang menganggap jika hal itu tidak masalah, padahal secara tidak sadar dapat memakan daya listrik yang besar.

    Selain mengemat uang, mencabut charger dari stop kontak dapat mencegah terjadinya kerusakan pada charger itu sendiri. Sebab, charger yang digunakan untuk mengisi daya HP dan laptop mengeluarkan suhu cukup panas kalau tidak segera dicabut dari stop kontak.

    3. TV

    Banyak orang membiarkan TV tetap terhubung ke stop kontak, padahal barang elektronik tersebut jarang digunakan. Untuk menghemat energi, sebaiknya cabut TV dari stop kontak jika sedang tidak digunakan dalam waktu yang lama.

    Selain itu, jangan membiarkan TV tetap menyala saat tidur di malam hari. Beberapa orang sengaja menghidupkan TV agar dapat menemani tidur, akan tettapi mereka lupa jika langkah tersebut bikin boros listrik.

    4. Komputer

    Barang elektronik berikutnya adalah komputer. Apabila kamu berencana pergi dalam waktu lama dan meninggalkan komputer di rumah, sebaiknya cabut kelistrikan dari stop kontak untuk menghemat listrik. Cara ini juga bisa dilakukan setelah menggunakan komputer di malam hari.

    Membiarkan komputer dalam mode “Sleep” atau “Hibernate” pada dasarnya tidak membuat komputer benar-benar mati. Meski daya listrik yang dikeluarkan tidak besar, tetapi jika dibiarkan dalam waktu lama bisa memicu tagihan listrik membengkak.

    5. Peralatan Multimedia dan Hiburan

    Sebagian orang memiliki peralatan multimedia seperti home speaker dan soundbar di rumah. Jika memang tidak digunakan, sebaiknya cabut peralatan tersebut dari stop kontak.

    Selain itu, peralatan hiburan seperti konsol gim juga sebaiknya dicabut dari stop kontak jika tidak digunakan dalam waktu yang lama. Langkah ini guna menghemat daya listrik sekaligus menjaga perangkat tetap awet.

    Itulah lima perangkat elektronik di rumah yang sebaiknya dicabut dari stop kontak usai digunakan. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Basmi Kumbang Bubuk Kayu yang Suka Gerogotin Furniture


    Jakarta

    Pernah lihat bubuk kayu di sekitar perabotan? Itu bukan sekadar bubuk kayu, tapi merupakan kotoran berbentuk bubuk dari kumbang bubuk kayu.

    Kumbang bubuk kayu ini merujuk pada beberapa spesies kumbang perusak kayu yang termasuk pada tiga famili berbeda dalam kumbang, yaitu Lyctidae, Bostrichidae, dan Anobiidae. Seperti namanya, kumbang ini menghasilkan kotoran halus seperti tepung. Serangga ini mirip rayap yang bisa merusak furniture kayu.

    Dilansir dari Michigan State University Plant & Pest Diagnostics dalam artikel berjudul Powderpost beetles, disebutkan bahwa serangga ini kerap memakan bagian dalam kayu secara berulang yang menyebabkan adanya lubang. Beberapa spesies hanya memakan kayu keras, namun ada juga yang memakan kayu lunak bahkan keduanya.


    Lantas, bagaimana caranya untuk menghilangkan serangga ini? Berikut ini informasinya.

    1. Beri Lapisan Kayu

    Salah satu cara untuk mencegah kayu keropos karena dimakan kumbang bubuk kayu adalah melapisinya. Lapisi permukaan kayu dengan lak, cat, atau pernis agar kumbang bubuk kayu betina enggan bertelur di permukaan benda.

    2. Jaga Kelembapan Kayu

    Cara lain yang bisa dilakukan adalah menjaga kayu agar tidak terlalu lembap. Serangga ini sangat menyukai kayu yang lembap, maka dari itu kelembapan kayu kalau bisa dijaga di bawah 20 persen. Beberapa ahli percaya, jika kayu dijaga tetap kering maka tidak perlu menggunakan insektisida untuk membasmi kumbang bubuk kayu.

    3. Buang Kayu yang Sudah Digerogoti Kumbang Bubuk Kayu

    Dilansir dari The Spruce, apabila furniture kayu di rumah sudah ada kumbang bubuk kayu, sebaiknya segera disingkirkan dan ganti kayu apabila yang dimakan kayu struktural. Saat mengganti kayu, jangan lupa untuk memeriksa bahan bangunan sebelum membawanya ke rumah.

    4. Pakai Insektisida

    Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan insektisida. Dilansir dari Department of Entomology University of Kentucky dalam artikel berjudul Powderpost Beetles, borat yang terkandung dalam insektisida bisa membunuh kumbang di dalam kayu maupun yang masuk atau keluar di permukaan kayu. Kedalaman penetrasi borat tergantung pada kadar air kayu, semakin lembap kayu semakin dalam borat akan menembus.

    Agar borat dapat menembus permukaan kayu, sebaiknya penyemprotan insektisida dilakukan sebelum finishing. Sebab, cairan tersebut tidak akan menembus cat maupun pelapis anti-air lainnya. Insektisida ini biasanya digunakan untuk mencegah kumbang bubuk kayu famili anobiidae yang memakan kusen, tiang, dan elemen struktural bangunan lainnya.

    Itulah beberapa cara mencegah dan menghilangkan kumbang bubuk kayu. Semoga membantu ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Nggak Boleh Buang Tisu ke Toilet? Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Sering kali ada tulisan dilarang membuang tisu ke dalam WC di toilet umum. Meski terkesan sepele, kalau imbauan itu dilanggar lama-lama bakal timbul masalah, lho.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi dampaknya bisa bikin rugi pemilik toilet. Lembaran tisu yang dibuang terus-menerus ke toilet bakal merusak saluran toilet.

    Lantas, apa saja risiko membuang tisu ke dalam toilet ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Toilet

    Inilah sederet alasan mengapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

    1. Efek Fatberg

    Membuang tisu ke toilet dapat memicu fatberg, sehingga pipa perlu diperbaiki. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Tisu yang disiram ke toilet mungkin tidak tersangkut di pipa, tetapi mencapai sistem saluran pembuangan. Hal ini dapa menyebabkan kerusakan di sistem septic tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota.

    3. Tisu Susah Terurai

    Tisu tidak akan terurai meski disiram ke dalam toilet. Tisu dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Alhasil, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan penyumbatan saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Plafon Gampang Roboh, Salah Satunya karena Air


    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu komponen penting di dalam rumah. Sebab, plafon berfungsi untuk melindungi para penghuni agar tidak kepanasan maupun kehujanan serta terhindar dari paparan debu.

    Apabila tidak dirawat, plafon bisa mengalami kerusakan seiring waktu. Jika tidak segera diperbaiki maka plafon bisa roboh dan menimpa penghuni di dalamnya.

    Plafon roboh tak hanya bikin kamu rugi dari segi finansial, tapi juga membahayakan penghuni rumah karena bisa saja tertimpa reruntuhan. Lantas, apa saja penyebab plafon gampang roboh? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Ini 5 Penyebab Plafon Roboh

    Plafon roboh dapat terjadi bukan tanpa sebab. Dilansir situs Prance Building, Rabu (14/5/2025) berikut sejumlah penyebab plafon rumah gampang roboh:

    1. Tergerus Air

    Penyebab yang pertama karena plafon tergerus air secara terus menerus. Hal ini bisa disebabkan oleh dua hal, yakni karena atap yang bocor atau ada pipa yang bocor.

    Jika atap mengalami kebocoran, air hujan dapat turun melalui celah-celah atap dan langsung mengenai plafon. Alhasil, plafon bisa lembap dan berjamur sehingga merusak struktur dan materialnya.

    Hal yang sama juga terjadi ketika ada pipa bocor. Tetesan air yang terus keluar bisa menyebabkan plafon berjamur dan menghitam. Jika tidak segera ditangani, struktur plafon bisa rusak dan akhirnya roboh.

    2. Material Plafon yang Buruk

    Saat membangun plafon, sebaiknya pilih material yang berkualitas agar kokoh dan tahan lama. Pemilihan material plafon yang kurang bagus dapat memperpendek masa pakai plafon, sehingga harus sering diperbaiki atau diganti dengan yang baru.

    Adapun sejumlah jenis plafon yang sering dipakai di banyak rumah, mulai dari plafon PVC, lapisan plester, hingga lapisan kayu.

    3. Serangan Hama

    Penyebab selanjutnya karena serangan hama, seperti rayap, tikus, dan semut tukang kayu (carpenter ant) yang dapat memakan material sehingga merusak struktur plafon. Hama-hama tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada balok penyangga serta komponen plafon.

    Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan jasa pembasmi hama profesional untuk mengusir hama-hama di plafon rumah. Nantinya, beberapa sudut rumah juga akan dilapisi cairan khusus agar hama tidak muncul lagi.

    4. Plafon Sudah Usang

    Plafon bisa saja roboh karena usianya sudah usang sehingga harus diganti dengan yang baru. Disarankan untuk mengecek plafon apakah kondisinya masih bagus atau muncul tanda-tanda kerusakan.

    Setelah diganti dengan yang baru, kamu bisa perkuat langit-langi dengan bahan logam modern, seperti balok aluminium atau penyangga baja tahan karat agar lebih awet. Biasanya, plafon dapat bertahan hingga mencapai 30 tahun, tapi tergantung juga dari material plafon yang dipilih.

    5. Beban Berlebih

    Pemasangan perabotan rumah di langit-langit, seperti lampu gantung atau kipas angin juga dapat merusak struktur plafon, terutama jika bebannya terlalu berat. Selain itu, penggunaan struktur penyangga atap yang kurang tepat bisa mempercepat plafon roboh.

    Jika memang ingin memasang furniture di langit-langit, sebaiknya pilih yang ringan agar tidak merusak struktur plafon. Apabila masih ragu, kamu bisa berkonsultasi dengan arsitek rumah.

    Demikian lima penyebab plafon rumah gampang roboh. Semoga bermanfaat!

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Perbaiki WC yang Mampet Tanpa Perlu Dibongkar


    Jakarta

    Tanda-tanda WC mampet adalah kotoran tidak mau turun meskipun sudah disiram berkali-kali. Biasanya kloset dapat bekerja dalam hitungan di bawah lima menit untuk membuang kotoran.

    Penyebab WC mampet cukup beragam. Penyebab yang paling banyak ditemukan adalah adanya penyumbatan di dalam toilet. Penyumbatan ini bukan hanya karena penumpukan kotoran di dalamnya, melainkan bisa pula disebabkan karena ada benda-benda padat selain kotoran yang menutupi jalannya air di pipa pembuangan yang mengarah ke area septic tank. Benda-benda tersebut biasanya tisu, makanan, kertas, atau benda yang keras dan tidak dapat terurai di saluran pembuangan.

    Selain itu, penyumbatan juga bisa dikarenakan kotoran yang berada di dalam jumlahnya sudah banyak dan tidak pernah dilakukan penyedotan. Akhirnya kotoran tidak bisa masuk ke septic tank karena sudah terlalu penuh.


    Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah WC mampet?

    Dilansir dari Caccia Plumbing dan Apartment Therap berikut cara untuk mengatasi WC mampet tanpa perlu sampai dibongkar.

    Cara Memperbaiki WC yang Mampet

    1. Cobalah Soda Kue dan Cuka

    Bahan seperti soda kue dan cuka adalah bahan pembersih yang ampuh untuk melancarkan saluran yang mampet. Hal ini dikarenakan ketika dua bahan ini bertemu, akan muncul gelembung gas karbon dioksida yang dapat memperlancar dan melarutkan kotoran atau bahan yang menyumbat. Bahkan, dua bahan ini ampuh untuk membersihkan noda membandel pada sebuah barang karena mengandung bahan abrasi yang tidak akan menghancurkan barang.

    Cara menyiapkan kedua bahan ini cukup mudah yakni campurkan 2 cangkir cuka dengan satu cangkir soda kue. Diamkan dua bahan tersebut selama 1 jam. Kemudian, siram larutan tersebut ke dalam toilet. Jika toilet masih belum mengering, mungkin perlu melakukan proses ini lagi dan mendiamkan larutan tersebut semalaman.

    2. Pompa Sedot WC

    Saat ini sudah banyak alat praktis yang bisa mengatasi masalah di rumah, termasuk WC mampet. Alat yang biasa dipakai untuk mengatasi masalah ini bentuknya adalah logam panjang yang bentuknya fleksibel dan kecil sehingga masuk ke pipa pembuangan. Setelah lengan tersebut masuk, coba dorong dan putar, cara ini bisa untuk membuka jalan air masuk ke dalam septic tank atau akses pembuangan sehingga tidak menyumbat saluran.

    3. Air Panas

    Suhu air yang dipakai bukan yang mendidih karena jika mendidih justru dapat merusak pipa pembuangan. Tuang air ke dalam WC secara perlahan dan tunggu beberapa saat. Setelah itu, coba flush WC atau siram kotoran secara manual.

    4. Panggil Tukang Sedot WC

    Jika kalian tidak punya waktu untuk membersihkan atau khawatir membuat kerusakan, lebih baik panggil tukang sedot WC. Mereka memiliki peralatan lebih lengkap untuk mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Barang yang Tak Boleh Dibersihkan Vacuum Cleaner, Bahaya!


    Jakarta

    Menggunakan penyedot debu untuk membersihkan rumah memang seperti jalan ninja. Sebab, penyedot debu dapat membersihkan kotoran, debu, dan sisa-sisa di lantai atau karpet dengan cepat, mudah, dan efektif. Hal ini membuat kegiatan bersih-bersih jadi lebih menyenangkan.

    Namun, ternyata tidak semua benda bisa dibersihkan dengan penyedot debu loh. Dikutip dari situs The Spruce, pada Rabu (21/05/2025), hal ini untuk mencegah kerusakan pada komponen listrik dan mekanik dari penyedot debu. Jadi, sebaiknya hindari membersihkan 4 benda berikut ini.

    Pecahan Kaca

    Barang-barang pecah belah yang terbuat dari kaca atau keramik lalu terjatuh dan menimbulkan serpihan-serpihan kecil dapat sangat berbahaya. Pecahan tajam itu dapat merusak bagian dalam penyedot debu hingga merobek kantong penyedot debu. Selain itu, serpihan kaca yang tersangkut di dalam dapat keluar lagi.


    Sebaiknya bersihkan pecahan kaca dengan sapu dan pengki. Gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan sisa-sisanya.

    Rambut

    Rambut atau bahkan bulu hewan peliharaan yang berserakan di mana-mana memang sangat mengganggu. Akan tetapi, jangan coba-coba bersihkan serpihan rambut dengan penyedot debu ya karena hal ini dapat menyumbat komponen bagian dalam penyedot debu. Akibatnya dapat mengurangi daya hisap dan membuat penyedot debu cepat panas karena mesin motornya bekerja lebih keras.

    Cairan atau Tumpahan

    Penyedot debu tidak dirancang untuk membersihkan tumpahan cairan. Hal ini karena cairan dapat merusak komponen listrik dan menciptakan tempat berkembangbiaknya jamur di dalam penyedot debu. Akibatnya dapat menimbulkan bau tidak sedap. Oleh karena itu, keringkan cairan dengan tisu atau kain.

    Tanah

    Saat menyiram, memindahkan pot, atau memindahkan tanaman hias, biasanya tanahnya akan berceceran ke lantai. Segera bersihkan dengan sapu dan jangan gunakan penyedot debu. Tanah dapat menyumbat filter karena di dalam tanah kemungkinan ada kerikil atau batu yang bisa membahayakan keselamatan.

    Itu dia 4 benda yang tidak bisa dibersihkan menggunakan penyedot debu, tetap hati-hati ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jamur di Dinding Rumah Berbahaya, Ini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Musim hujan bisa memicu timbulnya jamur pada dinding rumah. Kondisi yang lembap bisa mempercepat tumbuhnya jamur.

    Apalagi jika terdapat kebocoran di dalam rumah, maka jamur dengan bisa tumbuh di sudut-sudut ruangan yang lembap.

    Nah jamur di dinding sebenarnya bukan hanya mengganggu estetika rumah, tapi juga berbahaya buat kesehatan. Oleh karena itu, jika ada jamur di rumah maka secepatnya harus ditangani.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Dilansir dari The Spruce, berikut cara membersihkan jamur di dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air.

    Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering.

    Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu.

    Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Ini Bahaya Tanam Pohon Terlalu Dekat dengan Rumah


    Jakarta

    Beberapa pemilik rumah menanam pohon di dekat huniannya. Hal ini bisa menjadikan tampilan rumah tampak asri dan membuat suasana sejuk.

    Walau demikian, dianjurkan untuk tidak menanam pohon terlalu dekat dengan rumah. Sebab, ada beberapa bahayanya, salah satunya adalah menimbulkan kerusakan fondasi rumah akibat akar pohon yang menyebar.

    Selain itu masih ada beberapa bahaya dari menanam pohon yang dekat dengan rumah. Dilansir dari jimstrees.com.au berikut ini informasinya.


    Bahaya Tanam Pohon Dekat Rumah

    1. Akar yang Menyebar

    Akar pohon terkenal akan mencari tempat atau kelembapan seiring dengan bertumbuhnya tanaman yang bisa saja menimbulkan kerusakan. Contohnya seperti keretakan fondasi rumah, pecahnya dan tersumbatnya pipa utilitas, hingga menyebabkan lantai sedikit miring.

    Maka dari itu, sebelum menanam pohon, pastikan pertumbuhan akar saat memutuskan seberapa jauh pohon akan ditanam.

    2. Daun dan Ranting Berjatuhan

    Jika pohon ditanam dekat rumah, siap-siap sampah daun dan ranting yang menumpuk. Tumpukan daun dan ranting tersebut akan jadi masalah ketika musim hujan karena bisa menyumbat saluran air apabila tidak dibersihkan. Tak hanya itu, batang atau ranting pohon yang jatuh juga bisa merusak atap rumah maupun jendela.

    3. Terhalangnya Cahaya

    Menanam pohon dekat rumah bisa menghalangi cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan. Hal ini bisa membuat ruangan rumah menjadi gelap sehingga harus terus menyalakan lampu yang dapat meningkatkan tarif listrik.

    4. Menarik Serangga

    Menanam pohon di dekat rumah dapat memudahkan akses berbagai hama, seperti tawon hingga semut. Bisa saja burung-burung bersarang di pohon tepat di sebelah jendela kamar tidur rumah karena tersedia sumber makanan, yaitu serangga. Selain itu, bisa juga serangga masuk ke dalam rumah melalui jendela yang dekat dengan pohon.

    Jarak Aman Tanam Pohon Dekat Rumah

    Jarak penanaman pohon bisa dilakukan berdasarkan tinggi pohon. Berikut daftarnya.

    – Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak amannya setidaknya 3 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon 8-15 meter, jarak amannya sekitar 4-6 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak amannya setidaknya 10-15 meter

    Itulah beberapa bahaya menanam pohon di dekat rumah. Semoga membantu ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 6 Tips Membersihkan Sajadah dengan Benar


    Jakarta

    Sajadah merupakan alas yang digunakan untuk salat. Pada umumnya, sajadah menggunakan jenis bahan katun, beludru, taslan, sutera, hingga suede.

    Apabila digunakan terus-menerus maka sajadah akan cepat kotor dan bisa mengeluarkan bau tak sedap. Hal ini tentu dapat mengganggu konsentrasi kamu saat melaksanakan salat.

    Jika sajadah terlihat kotor, sudah saatnya untuk dicuci dan dibersihkan. Namun, mencuci sajadah juga tidak bisa dilakukan sembarangan.


    Lantas, bagaimana cara mencuci sajadah yang benar? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Cara Mencuci Sajadah yang Baik dan Benar

    Sebagai umat muslim, tentu kamu harus menjaga alat salat dalam kondisi bersih dan wangi. Dilansir situs NU Online, Selasa (10/6/2025), Allah SWT juga menyukai tempat-tempat yang bersih. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kekayaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi)

    Nah, ada sejumlah tips untuk membersihkan sajadah dengan baik dan benar. Dikutip dari situs Saku Laundry, berikut langkah-langkahnya:

    1. Perhatikan Bahan Sajadah

    Tips yang pertama adalah memperhatikan bahan sajadah yang akan dicuci. Langkah ini dilakukan agar proses mencuci jadi lebih mudah dan meminimalisir kerusakan yang dipicu oleh cairan deterjen, pewangi, atau alat mesin cuci itu sendiri.

    Khusus sajadah berbahan sutera atau katun, kamu perlu hati-hati saat mencucinya karena lebih rentan rusak jika dicuci memakai deterjen biasa. Untuk sajadah dengan jenis kain itu sebaiknya dicuci dengan teknik dry cleaning.

    2. Pakai Cairan Pembersih Pakaian

    Agar noda yang menempel di sajadah bisa hilang, pastikan kamu menggunakan cairan pembersih khusus pakaian. Cairan tersebut bisa kamu beli di mini market dengan harga terjangkau.

    Dengan menggunakan cairan pembersih, maka kuman dan bakteri yang menempel di sajadah dapat terangkat. Selain itu, cairan pembersih juga bisa membuat sajadah jadi lebih wangi dan terasa segar.

    3. Jangan Dicampur dengan Pakaian Lain

    Saat mencuci sajadah, pastikan kamu tidak mencampurnya dengan pakaian lain ke dalam mesin cuci, seperti kaus, celana, atau pakaian dalam. Langkah ini dilakukan agar proses pencucian sajadah lebih maksimal sekaligus tidak bikin kotor pakaian lain.

    4. Bilas Sajadah dengan Air Bersih

    Setelah sejadah dicuci di mesin cuci, sebaiknya bilas dengan air bersih sebanyak 2-3 kali. Cara ini dilakukan agar sisa deterjen dan busa yang menempel di sela-sela sajadah dapat hilang secara menyeluruh.

    5. Keringkan Sajadah

    Tahap berikutnya adalah mengeringkan sajadah dengan cara digulung. Hal ini dapat mengeluarkan banyak air yang terkumpul di dalam sajadah.

    Disarankan untuk tidak memeras sajadah agar air cepat turun. Soalnya, cara tersebut dapat merusak bahan dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Jika ingin cepat kering, kamu bisa menggunakan mesin cuci untuk mengeringkan sajadah. Gunakan mode sedang atau standar pada mesin cuci agar tidak merusak serat kain.

    6. Jangan Dijemur di Bawah Sinar Matahari

    Perlu diingat, hindari menjemur sajadah di bawah sinar matahari langsung karena dapat merusak bahan. Selain itu, sinar matahari juga dapat membuat warna kain jadi memudar sehingga terlihat jelek.

    Apabila ingin dikeringkan di luar rumah, pastikan tidak terpapar sinar matahari langsung. Letakkan sajadah di tempat terbuka atau bisa menggunakan kipas angin agar sajadah cepat kering.

    Itulah enam tips membersihkan sajadah dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com