Tag: kerusakan

  • Jangan Lakukan 3 Hal Ini saat Stopkontak Basah Akibat Banjir


    Jakarta

    Ketika rumah terendam banjir, kamu perlu mengevakuasi sejumlah barang berharga dan benda elektronik ke tempat aman. Meski begitu, ada satu hal yang tak bisa kamu selamatkan, yaitu stopkontak yang menempel di dinding.

    Apabila posisi stopkontak berada di dekat tanah dan ketinggian air cukup tinggi, maka sudah pasti akan terendam banjir. Tentu, kamu tak bisa melakukan apa-apa lagi karena posisi stopkontak tak bisa dipindahkan.

    Saat banjir sudah surut, bukan berarti stopkontak langsung aman digunakan. Ada beberapa hal yang wajib dihindari saat stopkontak basah akibat terendam banjir. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Hal yang Wajib Dihindari saat Stopkontak Terendam Banjir

    Stopkontak yang basah karena terendam banjir sangat berbahaya. Dikutip dari Briggs Electrical, berikut sejumlah hal yang wajib dihindari ketika stopkontak basah terendam banjir.

    1. Memicu Kebakaran

    Menggunakan stopkontak yang masih basah sangat berisiko besar menyebabkan kebakaran. Hal ini dapat terjadi karena adanya arus pendek listrik.

    Arus pendek listrik adalah suatu kondisi pada rangkaian listrik ketika arus listrik melalui jalur yang tidak semestinya dan lebih pendek. Kondisi tersebut yang akhirnya menimbulkan percikan api dan kebakaran.

    2. Tersengat Listrik

    Mencolok barang elektronik atau sekadar memegang stopkontak yang basah dapat membahayakan nyawa. Hal ini bisa terjadi karena adanya kontak langsung antara tubuh dengan bahan konduktor aktif yang membawa muatan listrik.

    Seseorang yang tersengat listrik dapat menimbulkan luka bakar, gangguan jantung dan pernapasan, hingga kerusakan saraf. Dampak yang lebih parah adalah dapat memicu jantung berhenti hingga kematian.

    3. Merusak Barang Elektronik

    Barang elektronik seperti TV, kulkas, kipas angin, hingga mesin cuci bisa rusak jika dicolok ke stopkontak yang basah. Sebab, air dapat menyebabkan arus pendek listrik sehingga merusak benda tersebut. Bahkan, jika tetap terus dicolok ke stopkontak sangat berisiko memicu kebakaran karena kabel menjadi panas.

    Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan agar Stop Kontak Mengering?

    Meskipun tidak ada jawaban pasti, tapi disarankan untuk tidak menyentuh atau mencolok barang elektronik ke stopkontak yang basah minimal selama 24 jam. Sebab, stopkontak perlu mengering secara alami sehingga sulit diprediksi kapan stopkontak bisa digunakan kembali.

    Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi cepat lambatnya stopkontak mengering. Jika rumah kamu sangat lembap, maka stopkontak sebaiknya jangan langsung digunakan selama 2 hari.

    Apabila khawatir terjadi korsleting listrik hingga kebakaran, sebaiknya matikan instalasi listrik melalui Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah.

    Itu dia tiga hal yang jangan dilakukan ketika stopkontak basah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Disedot! Ini 4 Hal yang Sebaiknya Dijauhi Vacuum Cleaner



    Jakarta

    Penyedot debu sering jadi andalan saat bersih-bersih rumah. Praktis, cepat, dan bisa mengangkat kotoran sampai ke sudut-sudut sempit. Tapi, tahukah kamu? Tidak semua jenis kotoran bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner. Salah-salah, justru bisa merusak mesinnya!

    Dilansir dari The Spruce, ada empat jenis benda yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan penyedot debu. Berikut penjelasannya:

    1. Pecahan Kaca

    Saat barang pecah belah seperti gelas atau piring jatuh, biasanya akan meninggalkan serpihan kecil yang tajam. Jangan sedot pakai vacuum ya! Pecahan kaca bisa merusak bagian dalam mesin bahkan sampai merobek kantong debunya. Lebih aman gunakan sapu dan pengki, lalu bersihkan sisa halusnya dengan kain mikrofiber.


    2. Rambut atau Bulu Hewan

    Memang menyebalkan kalau lantai penuh rambut atau bulu hewan. Tapi menyedotnya bisa membuat mesin cepat rusak! Rambut cenderung menyumbat komponen dalam penyedot debu, menurunkan daya hisap, dan bikin mesin cepat panas.

    3. Tumpahan Cairan

    Vacuum cleaner standar tidak didesain untuk menyedot cairan. Air bisa merusak komponen listrik di dalamnya, bahkan memicu tumbuhnya jamur dan bau tak sedap. Gunakan tisu atau kain lap untuk mengeringkannya terlebih dahulu.

    4. Tanah atau Debu Pot

    Tanah yang tercecer saat menyiram tanaman jangan langsung disedot, ya. Bisa jadi ada kerikil kecil di dalamnya yang berpotensi merusak filter atau kipas vacuum. Lebih aman dibersihkan secara manual dengan sapu.

    Selalu baca petunjuk penggunaan alat elektronik di rumah. Gunakan vacuum cleaner sesuai fungsinya agar lebih awet dan tidak cepat rusak.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • TV hingga Kulkas Terendam Banjir? Ini 5 Hal yang Perlu Dilakukan


    Jakarta

    Saat banjir datang sebaiknya segera memindahkan seluruh barang elektronik seperti TV dan lemari es. Meski begitu, terkadang kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang elektronik dan akhirnya terendam banjir.

    Mungkin kamu pasrah ketika ada benda elektronik yang terendam banjir karena sudah dipastikan rusak. Meski begitu, barang tersebut sebenarnya masih bisa diselamatkan tergantung pada tingkat kerusakan akibat air.

    Jika barang elektronik di rumah terendam banjir, ada beberapa hal yang wajib dilakukan untuk menyelamatkan barang tersebut. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Hal yang Perlu Dilakukan saat Barang Elektronik Terendam Banjir

    Jika ada barang elektronik yang terendam banjir, tetap tenang dan jangan panik. Ada sejumlah tindakan yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan barang tersebut.

    Dilansir situs Sears Home Services, Rabu (9/7/2025), berikut hal-hal yang wajib dilakukan:

    1. Matikan Listrik Rumah

    Langkah yang pertama adalah matikan listrik seluruh rumah. Kamu dapat mematikannya lewat Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Cara ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada stopkontak dan barang elektronik.

    2. Pindahkan Barang ke Tempat Aman

    Setelah banjir surut, kamu bisa memindahkan barang elektronik ke tempat yang aman. Jika hunian kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, silahkan pindahkan barang elektronik ke atas atau tempat yang kering.

    3. Bersihkan dari Sisa Air

    Keringkan barang elektronik yang basah menggunakan handuk atau kain kering. Lap bagian dalam dan luar secara perlahan untuk menyeka sisa-sisa air. Cara ini dilakukan untuk mencegah barang elektronik semakin rusak terkena air serta meminimalisir adanya kelembapan.

    4. Singkirkan Aksesoris pada Barang Elektronik

    Apabila ada bagian atau aksesoris yang dapat dilepas, seperti baki, rak, atau laci, maka lepas terlebih dahulu dan keringkan secara terpisah. Cara ini dilakukan untuk mencegah air menggenang yang memicu pertumbuhan jamur serta menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

    5. Keringkan Barang Elektronik

    Langkah yang terakhir adalah mengeringkan barang elektronik di tempat yang punya ventilasi baik selama kurang lebih dua hari. Kamu juga bisa mengeringkan pakai kipas angin agar lebih maksimal. Cara ini guna memastikan semua komponen internal benar-benar kering sekaligus mengurangi risiko korsleting listrik.

    Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menyalakan kembali barang elektronik. Pastikan kamu mencoloknya di stopkontak yang kering demi mencegah kerusakan hingga terjadi arus pendek listrik.

    Namun dalam beberapa kasus, kerusakan akibat air dapat menyebabkan kerusakan parah dan tak bisa ditangani dengan langkah-langkah di atas. Solusinya adalah membawa barang tersebut ke pusat layanan terdekat guna dicek dan diperbaiki oleh teknisi.

    Demikian lima hal yang perlu dilakukan jika barang elektronik di rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Harus Dibongkar? No, Pakai Cara Ini Aja


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa retak atau pecah. Biasanya hal itu terjadi kalau lantai terkena benturan keras atau tekanan yang besar.

    Selain itu, keramik yang terkena sumber panas juga bisa menyebabkan guratan retak. Retakan itu akan semakin jelas ketika lantai diberi tekanan.

    Lantai keramik rusak kemungkinan juga bisa terjadi karena proses pemasangan yang kurang tepat. Bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik terdengar kopong atau kosong ketika diketuk.


    Jika menemukan lantai keramik retak, sebaiknya segera diperbaiki. Sebab, keramik rusak bakal merusak estetika rumah. Lalu, keramik retak biasanya memiliki ujung-ujung tajam yang berisiko melukai penghuni rumah.

    Untuk memperbaiki ubin keramik retak, pemilik rumah tidak harus membongkar lantai. Semua tergantung tingkat kerusakan lantai. Terkadang pemilik hanya perlu menggunakan lem untuk mengatasi lantai keramik pecah.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Inilah langkah-langkah untuk menyambung kembali keramik retak tanpa harus membongkarnya, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik perlu membersihkan ubin keramik untuk melihat jalur retakannya. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy untuk mengisi retakan. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Kemudian, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Pemilik bisa memakai tusuk gigi untuk mengaplikasikan epoxy ke retakan yang tipis. Untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Namun, hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang pemilik menuang terlalu banyak epoxy, sehingga menyebar ke bagian lain. Jika demikian, rapikan dengan cara mengikis bagian tersebut. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Pilihlah cat yang warnanya mirip dengan keramik dan finish-nya mengkilap. Lalu, sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar kalau terkena air.

    Itulah cara mudah memperbaiki lantai keramik retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Percikan Api saat Pasang Kabel ke Stopkontak? Bisa Jadi Ini Sebabnya


    Jakarta

    Barang elektronik seperti TV, kulkas, hingga mesin cuci wajib dicolok ke stopkontak agar bisa menyala. Meski sederhana, ada sebagian orang yang khawatir saat mencolok kabel karena sering muncul percikan api.

    Api yang muncul dari stopkontak bikin sebagian orang kaget sekaligus takut. Munculnya percikan api sering dianggap ada masalah pada kabel atau stopkontak itu sendiri dan dikhawatirkan jadi pemicu korsleting listrik.

    Apakah muncul percikan api saat mencolok kabel ke stopkontak merupakan hal normal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Muncul Percikan Api saat Mencolok Kabel ke Stopkontak Apakah Aman?

    Dikutip dari situs Angi, Jumat (11/7/2025), muncul percikan api kecil saat mencolok kabel ke stopkontak merupakan hal normal dan mirip dengan listrik statis.

    Ketika kamu mencolokkan kabel ke stopkontak, sebagian daya akan berpindah ke perangkat elektronik yang terhubung. Saat arus listrik beralih cepat maka terjadi perpindahan daya yang juga cepat. Hal itu yang menyebabkan ada percikan api kecil di stopkontak.

    Meski begitu, dalam beberapa kasus percikan api dari stopkontak dapat berbahaya. Jika melihat percikan api yang terus berlanjut, muncul suara mendesis, dan mengeluarkan bau terbakar, maka segera cabut kabel dari stopkontak atau matikan aliran listrik rumah dari Mini Circuit Breaker (MCB).

    Penyebab Muncul Percikan Api Besar saat Mencolok Kabel ke Stopkontak

    Ada beberapa hal yang memicu percikan api besar saat mencolok kabel ke stopkontak. Berikut penjelasannya:

    1. Kelebihan Beban

    Kelebihan beban sirkuit dapat terjadi ketika arus listrik melebihi kemampuan sirkuit. Saat sirkuit kelebihan beban maka kabel listrik menjadi terlalu panas sehingga dapat merusak isolasi di sekitar kabel.

    Kondisi ini tak hanya menimbulkan percikan api besar pada stopkontak tapi berdampak fatal pada peralatan elektronik karena bisa memicu kerusakan total. Jika tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan kebakaran.

    2. Korsleting Listrik

    Stopkontak yang memunculkan percikan api besar dapat disebabkan korsleting listrik. Hal ini bisa dipicu oleh sejumlah hal, seperti sambungan kabel longgar, kabel bocor, lembap, atau perangkat elektronik sudah usang.

    Ketika salah satu penyebab di atas memengaruhi sirkuit, arus listrik akan mulai bergerak cepat di luar jalur dan menyebabkan arus yang mengalir terlalu banyak di sirkuit. Kondisi ini dapat merusak stopkontak hingga memicu kebakaran.

    3. Stopkontak Sudah Aus

    Stopkontak juga memiliki usia pakai karena bisa mengalami aus seiring waktu. Jika stopkontak sudah aus maka sambungannya akan mengendur sehingga meningkatkan risiko terjadinya arus pendek listrik.

    4. Pemasangan yang Tidak Tepat

    Kabel yang dicolok ke stopkontak dengan tidak tepat dapat memicu percikan api. Misalnya, mencolok kabel charger HP tapi dalam kondisi terlilit atau berantakan.

    Kabel yang sudah terkelupas juga dapat memicu api pada stopkontak. Kondisi itu dapat menyebabkan busur listrik yang dapat merusak kabel dan memicu kebakaran.

    Itulah penyebab muncul percikan api saat mencolok kabel ke stopkontak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Sisa Makanan yang ‘Haram’ Dibuang ke Wastafel, Bisa Bikin Mampet


    Jakarta

    Wastafel atau bak cuci piring harus selalu dijaga kebersihannya. Area ini tempat kita mencuci tangan dan membilas atau mencuci barang. Jangan sampai ada kotoran atau sisa makanan yang menghambat jalannya air sehingga air menggenang di permukaan.

    Sisa makanan yang dapat menghambat jalannya air bukan hanya dari kotoran padat, melainkan benda cair juga bisa menghambat dari dalam pipa. Biasanya hambatan dari dalam pipa dikarenakan terdapat penumpukan sampah atau kerusakan pada permukaan pipa.

    Dilansir Mr. Rooter, berikut beberapa sisa makanan yang tidak boleh dibuang di wastafel atau bak cuci piring.


    1. Sisa Tulang

    Sehabis makan sop, ayam goreng, atau ikan biasanya terdapat sisa tulang yang harus dibuang. Tulang ini berbeda dengan nasi, telur atau sayur yang bisa membusuk dan berubah lembut. Tulang membutuhkan waktu yang lama untuk berubah lunak.

    Benda yang keras apabila dibuang di tempat yang sempit seperti pipa wastafel dan bak cuci piring berisiko menyumbat saluran. Tempat yang tepat untuk membuang tulang adalah tempat sampah.

    2. Nasi, Mie, dan Pasta

    Setelah makan, biasanya ada sisa makanan yang sering lewat dibuang ke tempat sampah adalah sisa nasi, mie, dan pasta. Beberapa orang berpikir tidak masalah jika hanya 1-4 buah, tetapi sedikit apa pun nasi, mie, dan pasta yang terbuang ke pipa pembuangan wastafel tetap berisiko tersumbat.

    Sebab, ketiga macam sisa makanan tersebut dapat menyerap air dengan baik termasuk beberapa jenis cairan lain. Hal ini membuat sisa nasi, mie, dan pasta mudah lengket pada pipa pembuangan.

    3. Kopi Bubuk

    Pecinta kopi terutama yang bubuk, setelah menyesap habis, pasti terdapat sisa ampas kopi di permukaan cangkir tersebut. Sebaiknya ampas kopi tersebut dibuang di tempat sampah karena apabila dibuang ke saluran wastafel dan bak cuci piring dapat menyumbat jalan air.

    4. Air Panas

    Setelah merebus mie, masak air untuk kopi atau teh, sisa air panas jangan dibuang ke saluran pembuangan di wastafel. Air panas justru membuat saluran air meleleh dan penipisan dinding pipa.

    5. Minyak dan Lemak

    Selain air panas, sisa makanan berminyak dan berlemak juga penyebab paling fatal rusaknya pipa pembuangan di wastafel dan bak cuci piring. Minyak dan lemak susah hancur meskipun terus tersiram air. Selain itu, sisa makanan minyak dan lemak juga bisa menempel pada dinding pipa yang dapat mengeras dan menyumbat jalan air.

    Setelah memasak, kamu perlu berhati-hati saat mencuci alat masak terutama yang berminyak. Minyak dan lemak mudah menempel di dinding saluran air dan apabila terjadi penumpukan kotoran dapat menyebabkan saluran air tersumbat.

    6. Kulit Kentang dan Buah

    Sisa makanan padat lainnya yang harus dibuang di tempat sampah adalah kulit kentang dan buah. Kulit kentang dan buah sulit untuk terurai dan membusuk sehingga apabila terbuang ke dalam pipa saluran akan menyumbat saluran air.

    Itulah beberapa sisa makanan yang sebaiknya tidak dibuang ke wastafel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Bau Terbakar di Rumah dan Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Pernah nggak mencium bau terbakar di rumah, padahal kalau keluar rumah tidak ada bau terbakar dari pembakaran sampah? Bau tersebut hanya tercium di dalam rumah saja.

    Saat memeriksa semua stopkontak atau colokan listrik, tidak ada yang mengeluarkan api dan listrik juga tidak ada yang padam. Kira-kira dari mana ya asal baunya?

    Penyebab Ada Bau Plastik Terbakar di Rumah

    Dilansir The Spruce bau terbakar yang tercium di dalam ruangan atau rumah pertanda ada barang yang terbakar. Biasanya barang tersebut dari listrik. Namun, memang kebanyakan sumbernya tidak diketahui karena kemungkinan berada di area yang tak terlihat. Bisa juga bagian yang terbakar hanya meleleh karena paparan panas langsung.


    Jika mencium bau terbakar tiba-tiba dan hanya berada di dalam rumah, segera cek area dapur terutama saat sedang memasak, cari barang yang terbakar. Jika tidak ada, bisa juga cek barang elektronik di kamar atau ruangan lain seperti catokan, setrika, atau kipas angin.

    Apabila bukan dari dapur dan perangkat elektronik, coba cek kabel listrik yang sedang tersambung ke stopkontak atau yang kondisinya rusak. Biasanya kabel tersebut terbakar karena menerima panas berlebih sehingga ada komponen yang terbakar. Mencari kerusakan pada kabel lebih sulit daripada di area lain. Jadi ketika mengecek harus hati-hati dan menggunakan sarung tangan khusus.

    Penyebab lainnya bisa dikarenakan penggunaan stopkontak yang terlalu banyak, seperti penggunaan untuk 4 perangkat elektronik atau lebih.

    Cara Menghilangkan Bau Plastik Terbakar

    Jika kamu mengalami hal tersebut, hal yang harus penghuni rumah lakukan adalah menemukan sumber bau tersebut agar bisa melihat kondisi barang yang terbakar tersebut. Kemudian singkirkan benda tersebut dan buka semua jendela agar sirkulasi udara lancar atau menyalakan kipas angin. Selain itu, bisa juga menghilangkan bau tersebut dengan menaruh mangkuk berisi cuka putih pada ruangan yang bau plastik terbakar.

    Apabila sumber bau plastik terbakar berasal dari sistem kelistrikan, segera matikan atau cabut semua peralatan yang ada di rumah. Hubungi PLN atau teknisi kelistrikan untuk dilakukan pengecekan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda Jamur pada Plafon Kamar Mandi Bisa Dibasmi, Begini Caranya!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan paling lembap di rumah. Segala jenis benda dan bagian di kamar mandi mudah sekali berjamur. Apabila didiamkan justru dapat mempengaruhi kesehatan penggunanya.

    Sekarang, coba cek kondisi plafon di kamar mandi masing-masing. Apabila kelihatan muncul noda air, noda kecoklatan, hingga noda kehitaman, berarti plafon tersebut sudah ditumbuhi jamur. Biasanya kamar mandi jadi sering tercium bau tak sedap karena pertumbuhan jamur tersebut.

    Hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi jamur pada plafon adalah dengan menghentikan pertumbuhannya. Caranya dengan mencegah kamar mandi terlalu lembap. Usahakan kamar mandi memiliki ventilasi agar ketika tidak digunakan kamar mandi bisa kering.


    Menurut kontraktor Wildan, apabila plafon sudah berjamur, solusinya adalah dengan mengganti plafon tersebut dengan yang baru, apalagi jika permukaannya sudah berlubang. Namun, menurut laman The Spruce, ada cara untuk menghilangkan noda jamur tersebut.

    Cara Menghilangkan Jamur pada Plafon

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Untuk menghilangkan noda jamur pada plafon dibutuhkan larutan yang ampuh. Larutan pembersih tersebut terdiri dari sabun pencuci piring, pemutih pemutih, air hangat.

    Cara membuat larutan pembersih adalah dengan mencampurkan sabun pencuci piring, pemutih pemutih, dan air dengan perbandingan 1:2:1 dalam sebuah ember atau wadah plastik.

    Apabila noda jamur tidak begitu besar bisa dengan campurkan satu sendok makan sabun pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam botol semprot.

    2. Gunakan Alat Pelindung

    Saat membersihkan plafon berjamur, diperlukan beberapa alat pelindung karena terdapat spora yang bahaya apabila terhirup manusia. Spora ini tidak terlihat sehingga sulit untuk mendeteksi ketika sudah terhirup. Pakai pakaian yang jarang dipakai, kacamata bening yang menutupi mata, masker tebal yang menutupi mulut dan hidup. Kemudian pakai sarung tangan dan ketika memanjat ada orang lain yang mengawasi.

    Pastikan ventilasi di kamar mandi terbuka untuk sirkulasi udara. Sebab, ketika membersihkan biasanya akan mudah berkeringat. Semprot atau lap plafon dengan larutan pembersih. Pastikan permukaan plafon basah, tetapi tidak terlalu berlebihan untuk mencegah kerusakan. Biarkan larutan pembersih mengering di udara.

    3. Periksa Kembali Noda

    Setelah plafon benar-benar kering, periksa noda jamur. Biasanya noda jamur yang baru beberapa hari muncul dapat hilang. Jika masih terlihat bintik-bintik gelap, kamu bisa ulangi proses pembersihan. Pasalnya, jika tidak benar-benar membunuh jamur pada plafon kamar mandi, maka dipastikan jamur tersebut akan tumbuh kembali. Apabila setelah 1-2 bulan noda jamur tersebut masih ada, bahkan bertambah, satu-satunya cara untuk membersihkannya adalah dengan mengganti plafon tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kata Ahli, Singkirkan Barang Ini Kalau Mau Rumah Cepat Laku DIjual


    Jakarta

    Biasanya, kesan pertama yang ditimbulkan sangat penting saat menjual rumah. Selain itu, apa yang dilihat oleh calon pembeli bisa membuat perbedaan.

    Para ahli real estat menyarankan untuk menyingkirkan beberapa barang agar rumah bisa cepat terjual. Umumnya, barang-barang yang harus disingkirkan menyangkut dengan personal pemilik rumah, seperti foto keluarga maupun atribut kesukaan dari tim olahraga favorit.

    Berikut ini merupakan informasi mengenai benda-benda yang harus disingkirkan agar rumah bisa cepat laku terjual dilansir dari The Spruce.


    Foto Keluarga

    Para ahli real estat sepakat sebaiknya foto keluarga tidak terlihat atau disingkirkan dulu sebelum rumah dijual. Menyingkirkan barang-barang personal membuat rumah terasa lebih netral yang bisa membuat calon pembeli membayangkan tinggal di sana.

    Furniture Besar

    Saat calon pembeli meninjau rumah, mereka memperhatikan beberapa hal utama, salah satunya adalah ukuran ruangan. Jadi, sebaiknya meminimalkan jumlah furniture.

    Furniture yang diletakkan secukupnya saja agar tetap nyaman dan tidak terkesan berantakan. Dengan begitu, furniture besar sebaiknya disingkirkan.

    “Pertimbangkan untuk menyingkirkan furniture tambahan untuk menciptakan kesan (ruangan) yang lebih terbuka dan lapang,” kata seorang agen properti di Los Angeles, Alan Taylor, dikutip dari The Spruce.

    Barang Berharga

    Saat rumah ingin dijual, sebaiknya singkirkan barang-barang berharga seperti perhiasan, uang, dokumen, hingga resep obat. Simpan barang-barang berharga itu dengan baik ketika rumah dibuka untuk calon pembeli.

    Dekorasi yang Mengganggu

    Saat rumah ingin dijual sebaiknya simpan barang seminimal mungkin. Kalau bisa singkirkan barang-barang yang dianggap kontroversial, misalnya mengandung unsur politik, agama, maupun atribut tim olahraga favorit.

    “Kami pernah memiliki pembeli yang menolak rumah hanya karena rumah tersebut didekorasi dengan tema tim lawan mereka,” kata CEO Staging Studio Andress Eichstadt.

    Barang-barang Hewan Peliharaan

    Bisa saja calon pembeli tidak begitu menyukai atau memiliki hewan peliharaan. Menurut CEO, agen properti, dan broker di West + Main, Stacie Staub, kehadiran hewan peliharaan di rumah bisa menjadi hal yang tidak baik untuk sebagian calon pembeli rumah. Mereka akan mempertanyakan mengenai kebersihan, alergi, atau kerusakan umum rumah.

    Maka dari itu, ahli real estat menyarankan untuk menyembunyian perlengkapan hewan peliharaan, seperti kotak pasir, wadah makanan, kandang, tempat tidur hewan peliharaan, dan mainan, saat calon pembeli sedang melihat-lihat rumah.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya disingkirkan agar rumah bisa cepat terjual.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Risih Keran Air Menetes Terus? Begini Cara Mudah Perbaikinya


    Jakarta

    Keran air yang terus menetes bisa membuat risih pemilik rumah. Meski sudah tutup keran rapat-rapat, tetesan air terus berjatuhan.

    Jika menemui masalah seperti ini, pemilik perlu segera memperbaikinya. Sebab, air yang mengalir terus bisa jadi pemborosan.

    Sebelum memperbaiki keran, pemilik rumah perlu menyiapkan beberapa peralatan, antara lain kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip ledeng. Simak cara perbaiki keran air menetes berikut ini.


    Cara Perbaiki Keran Air Menetes

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki keran air yang menetes, dikutip dari Your Repair dan My Plumber London.

    1. Matikan Saluran Air

    Pertama, matikan saluran air untuk memudahkan proses perbaikan. Langkah ini menghindari munculnya air secara tiba-tiba.

    2. Tutup Saluran Pembuangan Sekitar Keran

    Tutup juga saluran pembuangan di sekitar keran. Hal ini untuk mencegah komponen keran masuk ke lubang pembuangan saat perbaikan.

    3. Lepas Gagang Keran

    Lepaskan sekrup pada gagang keran menggunakan obeng secara hati-hati. Sebagian gagang memiliki penutup yang harus dibuka pelan-pelan, lalu bisa membuka sekrup pengaman.

    4. Buka Cartridge atau Katup

    Selanjutnya, buka cartridge atau katup menggunakan kunci pas sesuai ukuran. Putar kunci pas berlawanan arah jarum jam. Komponen keran akan terlihat setelah terbuka.

    5. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Jika ada tanda kerusakan, keausan, dan kelonggaran, gantilah dengan washer atau ring-O yang baru.

    6. Pasang Selotip Ledeng

    Kalau desain keran terdapat sambungan berulir, pasanglah selotip ledeng di sekitar ulir sebelum memasang keran kembali. Hal ini agar pemasangan lebih kencang, sehingga mencegah air merembes lewat ulir.

    7. Pasang Keran

    Kemudian, pasang kembali katup secara pelan-pelan pada lokasi semula. Pastikan katup terpasang sejajar dengan komponen internal keran. Gunakan kunci pas untuk mengencangkannya dengan memutar searah jarum jam. Pastikan keran kencang tapi tidak terlalu kencang.

    8. Pasang Kembali Gagang Keran

    Pasang kembali gagang keran dengan memasang sekrupnya. Kalau ada bagian penutup, pasang kembali pada tempatnya.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Terakhir, nyalakan kembali saluran air. Coba buka dan tutup keran untuk mengecek aliran air normal dan ada tidak kebocoran.

    Jika keran air masih bocor, pastikan lagi komponen sudah terpasang dengan kencang. Apabila masih belum teratasi, mungkin sudah saatnya mengganti dengan keran yang baru.

    Itulah tips memperbaiki keran air yang bocor. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com