Tag: kerusakan

  • Toren Bocor Bikin Air Cepat Habis? Ini Cara Perbaikinya Tanpa Perlu Bongkar


    Jakarta

    Toren adalah tempat untuk menampung cadangan air bersih di rumah. Setelah lama digunakan, toren air dapat mengalami kerusakan hingga terjadi kebocoran. Kalau toren bocor, pasokan air bisa cepat habis.

    Kerusakan kecil pada toren sulit buat disadari oleh penghuni rumah. Penghuni perlu mengenali tanda-tanda toren air bocor.

    Tanda toren bocor antara lain air yang keluar dari keran kecil, bahkan cepat habis. Lalu, ketika toren sudah diisi, airnya tak kunjung penuh.


    Jika dibiarkan, kerusakan toren bakal semakin parah. Celah pada tangki pun dapat memicu pertumbuhan lumut dan alga di dalam toren.

    Lantas, bagaimana cara memperbaiki toren air yang bocor? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Toren Air Bocor

    Dikutip dari Water Tank Factory, toren air yang bocor tidak selalu harus dibongkar dan digantikan baru. Pemilik rumah masih bisa memperbaiki toren air bocor. Berikut ini cara memperbaiki toren air berbahan plastik.

    1. Tutup dengan Lem

    Pemilik rumah dapat mengatasi toren air bocor menggunakan produk penutup kebocoran menggunakan lem khusus pada tempat penyimpanan air. Cara ini cocok untuk mengatasi kebocoran kecil pada tangki air.

    2. Pengelasan Poli

    Selain itu, retakan berukuran kecil hingga besar dapat diatasi oleh tenaga ahli. Mereka bisa menutup retakan dengan teknik pengelasan poli, yakni material dipanaskan agar menyatu kembali.

    3. Perbaiki Pipa

    Toren air bocor bisa disebabkan karena ada pipa yang tersumbat, retak, atau pecah. Periksa bagian ring dan gasket untuk mencari indikasi terjadi aus. Lalu, tutup celah yang berpotensi jadi tempat keluar air menggunakan lakban khusus.

    Itulah cara memperbaiki toren air bocor tanpa perlu bongkar pasang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • CCTV Tiba-tiba Buram dan Tidak Fokus? Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Kamera CCTV harus menayangkan hasil video yang jelas agar segala kegiatan hingga wajah orang yang tertangkap bisa terlihat jelas. Bagaimana jika hasil gambar tersebut buram seperti berembun?

    Menurut Engineer CCTV Hikvision Nalendra Fahlevie, terdapat 2 alasan CCTV bisa buram seperti berembun, yakni kameranya tidak fokus dan ada kerusakan.

    1. Kamera Tidak Fokus

    Nalendra mengatakan alasan utama hasil gambar CCTV terlihat buram adalah karena kamera belum fokus membidik objek di depannya. Hal ini bisa diperbaiki dengan mengatur kembali kondisi kamera melalui website atau aplikasi yang biasa digunakan untuk pengoperasian CCTV tersebut.


    “Kalau CCTV buram itu, kalau CCTV fixed lens itu nggak bakal buram. Tapi kalau misalkan CCTV tipenya motorized tipe lensanya, dia itu harus di auto focus,” katanya saat ditemui di saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    2. CCTV Bocor

    Jika masalahnya bukan karena tidak fokus, berarti ada masalah pada CCTV tersebut, yakni mengalami kebocoran. CCTV tidak mungkin berembun hingga menyebabkan gambar kabur atau tidak jelas. Sebab, kamera tersebut seharusnya tertutup rapat atau kedap dari perubahan suhu dan angin.

    Apabila sudah berembun berarti kerusakan terjadi pada dinding terluar CCTV, bisa karena pecah, retak, atau ada celah.

    “Kalau berembun itu biasanya dindingnya udah rusak karena harusnya dia tuh kayak kedap gitu,” jelasnya.

    CCTV yang sudah mengalami kebocoran perlu diganti karena akan sulit bagi kamera merekam dan perawatannya lebih sulit.

    “Kalau misalkan memang berembun berarti memang udah ada kebocoran, harus diganti,” terangnya.

    Itulah penyebab CCTV buram tidak menampilkan hasil rekaman dengan jelas, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Terhindar dari Drama, Urus 3 Perizinan Ini Sebelum Renovasi Rumah


    Jakarta

    Siapa di sini yang akan renovasi rumah? Wah pasti persiapannya banyak ya? Sebab bukan hanya biaya yang harus dipersiapkan, tetapi ada izin yang wajib dipenuhi.

    Izin ini diperlukan agar tidak ada orang yang merasa terganggu selama pembangunan berjalan. Seperti yang kita tahu renovasi pasti membuat lingkungan sekitar kotor oleh debu, ketika membongkar rumah pasti menyebabkan suara, truk-truk yang mengangkut bahan bangunan pasti lalu lalang dan berhenti lama di depan rumah yang mungkin saja menghalangi jalan, serta kemungkinan terjadi kerusakan pada bangunan tetangga karena dinding yang saling menempel.

    Bisa dibilang renovasi rumah itu bukan hal sepele. Ada banyak pihak yang akan terkena dampaknya, jadi izin merupakan hal mendasar.


    Lantas, apa saja izin yang harus dipenuhi jika ingin merenovasi rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Izin yang Dilakukan Sebelum Renovasi Rumah

    Advokat hukum Andi Saputra mengatakan, ada beberapa izin yang harus dilakukan oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi, berikut diantaranya.

    1. Meminta Izin Kepada Tetangga Sekitar

    Andi mengatakan sebelum renovasi dimulai, pemilik rumah perlu meminta izin kepada tetangga sebelah, depan, dan belakang. Izin ini bisa dilakukan dengan bertemu dan berbicara baik-baik, tidak perlu sampai mengirimkan surat.

    Cara lain untuk meminta izin adalah dengan mengundang tetangga ke acara syukuran. Inti acara tersebut sebenarnya berdoa bersama untuk kelancaran renovasi, di tengah acara bisa disampaikan permohonan izin apabila beberapa bulan ke depan mungkin akan mengganggu karena pembangunan tersebut.

    Jika tinggal di komplek perumahan, detikers bisa menyampaikan kabar renovasi ke grup WhatsApp. Dalam pesan tersebut, pemilik rumah bisa menyampaikan permohonan maaf jika dalam beberapa minggu mendatang sedang dilakukan renovasi rumah.

    2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

    Selanjutnya yang tak kalah penting adalah mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Apabila renovasi dilakukan oleh perusahaan profesional, mereka bisa membantu mengurusnya. Jika kamu mengubah fungsi rumah menjadi kos-kosan atau tempat usaha juga membutuhkan IMB.

    Izin ini diperlukan jika kamu merenovasi rumah dengan mengubah layout ruang, membongkar tembok untuk memperluas ruang, menambah tingkat bangunan dari lantai 1 menjadi lantai 2, 3, atau 4, hingga merubah fasad rumah walau hanya kecil.

    Sebagai informasi, setelah adanya Undang-undang Cipta Kerja, IMB kini telah diganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Aturan ini diatur dalam ketentuan Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021.

    3. Meminta Izin Kepada Pihak Berwenang

    Selain tetangga, pemilik rumah bisa melapor kepada RT atau RW. Namun, izin satu ini tidak wajib, kecuali ada area publik yang hendak dipakai. Sebagai contoh renovasi rumah berada di samping pos siskamling, lapangan olahraga, atau memakai pinggiran jalan umum. Apabila dirasa renovasi rumah akan mengganggu ketenangan banyak orang, harus meminta izin kepada perangkat daerah.

    Akan tetapi, jika detikers ingin membangun rumah yang membutuhkan izin tertulis berupa tanda tangan dari tetangga di sekitar tempat tinggal, maka perlu menyertakan juga izin dari pihak RT dan RW setempat. Izin ini biasanya muncul karena bangunan yang direnovasi cukup besar dan pengerjaannya lama, sehingga dapat mengganggu ketertiban.

    Itu dia sejumlah izin yang wajib dipenuhi jika ingin melakukan renovasi rumah. Semoga dapat membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 3 Tanaman Ini Bisa Rusak Rumah


    Jakarta

    Menanam tanaman di rumah bisa memberikan kesan asri. Namun tidak semua tanaman cocok ditanam di rumah karena bisa menimbulkan kerusakan.

    Penghuni rumah tentunya harus berhati-hati dalam memilih tanaman yang diinginkan jika tidak mau bangunan rusak. Tanaman apa saja yang bisa membuat rumah rusak?

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


    1. Dedalu Tangis

    pohon willow atau dedalupohon willow atau dedalu Foto: Photo by ROMAN ODINTSOV via pexels

    Pohon dedalu tangis atau weeping willow kerap ditemukan di Indonesia. Jika di tanam di lokasi yang tepat tentu bisa membuat suasana menjadi indah, namun bisa menyebabkan banyak kerusakan kalau ditempatkan di area yang tidak tepat.

    “Meskipun pemandangannya menakjubkan, pohon-pohon ini memiliki sistem akar agresif yang dapat merusak pipa, fondasi, sistem septik, dan infrastruktur bawah tanah lainnya,” kata pendiri Grown by Design Sam Nieman, dikutip dari Homes & Gardens, Selasa (23/9/2025).

    Apabila tetap ingin menanam dedalu tangis di halaman, ia menyarankan untuk memberikan jarak sekitar 50 kaki atau 15 meter dari rumah.

    2. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman rambat yang satu ini juga bisa menghias dinding luar rumah agar tampak lebih cantik. Tapi hati-hati ya, karena English ivy ternyata bisa merusak properti.

    English ivy bisa merusak cat dinding karena memerangkap kelembapan. Belum lagi, akar gantung tanaman tersebut bisa tumbuh ke dalam retakan atau sambungan pada pasangan bata yang bisa menyebabkan cacat struktural yang memungkinkan kelembapan masuk.

    “Meskipun sangat indah, English ivy juga dapat memerangkap kelembapan di dinding dan mengeksploitasi mortar yang lemah, yang menyebabkan masalah jangka panjang,” ujar pendiri Tropical Tree Guide, Matthew Rowlings.

    Tanaman merambat ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada jendela, talang air, dan genteng.

    Namun, English ivy umumnya menjadi masalah di rumah-rumah tua. Rumah-rumah baru atau dinding tanpa retakan tidak akan mengalami kerusakan, dan tanaman ivy dapat dikendalikan dengan pemangkasan agar tidak mengganggu talang air atau atap.

    Trumpet Vine

    Campsis radicans, commonly called trumpet vine or trumpet creeper, is a dense, vigorous, multi-stemmed, deciduous, woody, clinging vine that attaches itself to structures and climbs by aerial rootlets. Clusters of red trumpet-shaped flowers appear throughout the summer (June to September). Flowers are followed by long, bean-like seed pods which split open when ripe, releasing numerous 2-winged seeds for dispersal by the wind.Campsis radicans atau trumpet vine. Foto: Getty Images/iStockphoto/magicflute002

    Tanaman rambat yang satu ini memang cantik dengan warna-warna yang cerah. Pemilik rumah disarankan untuk menanamnya di pergola maupun pagar alih-alih merambat di dinding.

    Hal itu karena akarnya yang kecil bisa menempel dan menembus setiap permukaan yang memungkinkan. Akarnya dapat merusak dinding, menembus retakan dan melemahkan sambungan, serta menembus pelapis dinding, talang, dan pipa pembuangan.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa merusak rumah. Hati-hati ya detikers kalau mau tanam tanaman tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Nyalakan AC Seharian Non Stop, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Penghuni rumah di iklim tropis seperti Indonesia sering kali merasa panas dan gerah. Tak jarang menyalakan AC menjadi solusi andalan. Namun, jangan sampai kebablasan menyalakan AC seharian non stop ya.

    Dilansir dari SoCool, menyalakan AC dengan kekuatan penuh selama 24 jam tidak direkomendasikan. Hal ini justru menghabiskan banyak energy, mengurangi efisiensi, hingga merusak AC.

    Sebaiknya pasang suhu dengan temperatur yang masuk akal dan memberi jeda AC istirahat beberapa kali seharian. Cara pakai seperti ini akan mengurangi tagihan listrik dan memperpanjang masa pakai AC.


    Jika penghuni rumah membiarkan AC menyala seharian tanpa henti, ada berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Berikut ini dampak buruk menyalakan AC seharian.

    Dampak Menyalakan AC Seharian

    Inilah dampak kalau menyalakan AC seharian non stop.

    1. Tagihan Listrik Membengkak

    Sebagian masyarakat percaya menyalakan AC seharian dapat menghemat energi karena mesin tidak perlu kerja keras untuk mendinginkan ruangan. Padahal, AC menguras banyak listrik semakin lama dipakai sehingga tagihan listrik menjadi membengkak.

    2. Masa Pakai Berkurang

    Masa pakai AC umumnya bertahan selama 10-12 tahun. Namun, masa pakai tersebut dapat berkurang kalau AC dinyalakan secara terus-menerus. Sistem AC mengalami tekanan berlebihan sehingga meningkatkan risiko kerusakan.

    3. Filter Udara Tersumbat

    AC mempunyai filter udara untuk menyaring kotoran. Kalau AC nyala seharian, semakin banyak kotoran yang menyumbat filter tersebut. Jika filter tidak rutin diganti, kualitas udara di dalam rumah akan menurun.

    4. Korsleting Listrik

    Selain itu, menyalakan AC seharian non stop bisa membuat kabel listrik terlalu panas. Kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan korsleting listrik, bahkan kebakaran.

    5. Gangguan Kesehatan

    Berlama-lama di ruangan ber-AC pun tidak baik bagi kesehatan penghuni rumah. Mereka bisa mengalami gangguan kesehatan seperti sakit tenggorokan, kulit kering, dan alergi.

    AC yang terlalu sering dipakai biasa filter yang tersumbat. Debu dan polutan akan terhirup penghuni rumah sehingga dikhawatirkan menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Mudah Tambal Lantai Keramik yang Retak


    Jakarta

    Rumah semakin berusia tentu akan mengalami kerusakan, termasuk bagian lantai. Lantai keramik yang terkena benturan keras atau tekanan kencang bisa pecah atau retak.

    Kondisi seperti ini bikin rumah kelihatan tidak estetik. Oleh karena itu, pemilik rumah sebaiknya memperbaikinya.

    Tenang aja, pemilik enggak harus ganti ubin seluruh lantai kok. Kalau kerusakan tergolong ringan, pemilik bisa menambal retakan pada lantai keramik.


    Lalu, bagaimana cara menambal lantai keramik yang retak? Berikut ini penjelasannya.

    Cara Tambal Lantai Keramik yang Retak

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki lantai keramik yang pecah, dikutip dari Home Decor Bills.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, bersihkan retakan keramik dengan menggunakan amplas atau pengikis. Kikis bagian dalam retakan yang terlalu tajam. Kemudian, bersihkan kotoran pada keramik menggunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, isi retakan dengan epoxy. Siapkan dulu campuran epoxy sesuai petunjuk pada kemasan serta karton atau alat khusus buat meratakan permukaan keramik.

    Setelah siap, tuangkan epoxy ke bagian keramik yang retak, lalu biarkan mengeras. Jika retakan lantai tipis dan kecil, pemilik bisa pakai tusuk gigi. Untuk retakan lebar, gunakan alat dengan permukaan rata. Namun, sebaiknya tidak pakai pisau ya karena bikin epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain. Jika itu kondisinya, bersihkan dengan mengikis bagian epoxy sebelum cairan mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Jika epoxy sudah mengering, pemilik bisa mengecatnya agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Sebaiknya pilih warna cat yang serupa dengan keramik dan memiliki finishing mengkilap. Pilih juga cat berbahan dasar minyak supaya tidak cepat pudar kalau kena air.

    Itulah cara mudah menambal lantai keramik yang retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Rumah Langganan Bocor Tiap Hujan? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Atap bocor biasanya diketahui pertama kali saat hujan turun. Hal ini bisa terjadi pada rumah baru dan rumah lama.

    Penyebabnya cukup banyak, mulai dari pemasangan atap yang tidak rapih, tidak dilengkapi dengan bahan-bahan pelindung air, adanya sumbatan pada talang air, hingga memang ada retakan atau kerusakan pada atap.

    Tanda kebocoran pada atap rumah umumnya adalah muncul rembesan air pada atap dan dinding. Kemudian, jika kerusakannya sudah parah tetesan air akan terdengar dengan jelas dan lama kelamaan akan muncul noda kehitaman pada plafon. Noda tersebut sebenarnya jamur yang tumbuh di area yang lembap.


    Sayangnya, saat ini tidak ada jenis atap yang benar-benar 100 persen dapat melindungi rumah dari kebocoran. Namun, kebocoran pada atap bisa diatasi, dilansir How Home, berikut caranya.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Ketika hendak memperbaiki atap, kita harus tahu titik kerusakan dahulu agar tahu bagaimana cara mengatasinya. Caranya adalah dengan naik ke atas. Jangan lupa ingat-ingat lokasi kebocoran yang terlihat dari dalam untuk dijadikan patokan kemungkinan letak kerusakannya.

    Terkadang air mengalir jauh dari tempat kerusakan karena perbedaan ketinggian permukaan atap, maka dari itu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Setelah mengetahui letak kerusakan, lakukan perbaikan dari bagian yang terbesar agar tidak bekerja dua kali. Apabila ada retak besar berarti harus dilakukan waterproofing berupa cairan mirip cat tetapi dengan hasil yang lebih tebal dan kental. Apabila hanya retakan kecil, bisa ditutup dengan cairan resin. Jangan lupa ditutup dengan bahan-bahan anti bocor lainnya sebelum genteng baru dipasang kembali.

    3. Mengganti Genteng

    Jangan memakai genteng atau jenis atap yang rusak. Apabila sudah retak, pecah, atau hancur, harus diganti dengan yang baru. Bisa juga meminta bantuan ahli untuk pemasangannya apabila tidak memiliki pengalaman.

    4. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti roll roofing atau genteng double.

    5. Bersihkan Talang Air

    Talang air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi talang air. Sering kali talang air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera bersihkan talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat talang air jebol.

    6. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    Itulah beberapa tips mencegah rumah bocor kala dilanda hujan lebat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda-tanda AC di Rumah Sudah Harus Diganti yang Baru


    Jakarta

    Agar terasa sejuk dan lebih nyaman, banyak pemilik rumah yang memasang AC di sejumlah ruangan, seperti ruang tamu, kamar tidur, atau ruang kerja. Meski AC hampir digunakan setiap hari, tapi jika dirawat secara tepat maka akan berumur panjang.

    Meski begitu, bisa saja AC yang dimiliki sudah tidak lagi mampu berfungsi maksimal. Meski sudah diperbaiki dan dibersihkan secara rutin, tapi ternyata AC sudah tidak sedingin seperti saat pertama kali dibeli.

    Hal yang wajar jika AC lama kamu di rumah mulai terasa tidak dingin. Pada dasarnya, barang elektronik yang diproduksi memiliki masa siklus yang terbatas karena telah digunakan selama ribuan kali atau hitungan tahun.


    Selain AC yang sudah tidak dingin, ada tanda-tanda lain yang mengharuskan kamu merogoh kocek untuk membeli AC baru. Apa saja? Simak dalam artikel ini.

    Tanda-tanda AC di Rumah Perlu Diganti yang Baru

    Dilansir situs Smarter Air & Electrical, berikut tanda-tanda AC di rumah sudah harus diganti dengan yang baru:

    1. Muncul Suara Berisik

    Ketika AC sedang menyala dan terdengar suara berisik maka bisa menjadi pertanda ada kerusakan pada unitnya. Suara tersebut bisa menandakan ada masalah kecil seperti filter udara yang kotor.

    Namun, jika filter udara sudah dibersihkan dan masih terdengar suara berisik maka ada kerusakan yang lebih serius pada unit internal. Segera panggil teknisi untuk mengecek penyebab suara berisik di AC.

    2. Ruangan Tidak Terasa Dingin

    Fungsi utama AC adalah untuk mendinginkan ruangan agar terasa sejuk. Namun, jika ruangan tidak terasa dingin dan cenderung hangat maka perlu dicurigai ada kerusakan pada unit AC.

    Ketika sudah mengatur suhu AC yang paling rendah dan ternyata ruangan tidak terasa dingin, sebaiknya segera hubungi teknisi untuk dilakukan perbaikan. Kalau ternyata kerusakannya cukup parah, sebaiknya beli AC yang baru.

    3. Tagihan Listrik Membengkak

    Terkadang AC yang bermasalah tidak terlihat secara fisik. Tak ada suara berisik dan masih bisa menyemburkan udara dingin ke seluruh ruangan. Hal itu membuat penghuni rumah menganggap AC masih berfungsi normal

    Namun jangan terkecoh, masalah pada AC baru terlihat ketika mengecek tagihan listrik setiap bulannya yang terus membengkak. Hal itu bisa disebabkan karena unit AC di rumah sudah tidak berfungsi secara efisien.

    4. Tercium Bau Tidak Sedap

    Tanda-tanda lain yang sering muncul adalah tercium aroma tidak sedap ketika AC menyala. Aroma tersebut seperti bau apak atau terbakar yang bikin tidak nyaman.

    Sebenarnya, ada banyak faktor yang menyebabkan AC mengeluarkan bau. Misalnya, ada banyak jamur atau lumut yang tumbuh di dalam unit atau penumpukan kotoran di bagian filter.

    Jika AC masih dipaksa untuk menyala maka dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan. Seiring waktu, udara kotor yang terhirup manusia dapat memicu masalah pernapasan.

    5. Usia AC Sudah Lebih dari 10 Tahun

    Pada umumnya, AC dirancang untuk digunakan selama 10-15 tahun dengan perawatan secara berkala. Seiring waktu, AC tidak akan berfungsi secara optimal untuk mendinginkan ruangan.

    Meskipun bisa menyala, AC tersebut dinilai kurang efisien dibandingkan model terbaru yang lebih hemat energi dan memiliki beragam fitur canggih.

    Kalau AC di rumah kamu sudah berusia lebih dari 10 tahun, disarankan untuk menggantinya dengan yang baru. Langkah ini dilakukan agar ruangan tetap terasa dingin. Selain itu, kamu tak perlu pusing memikirkan biaya perawatan yang mahal.

    Demikian lima tanda-tanda AC di rumah sudah harus diganti dengan yang baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Talang Air Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sebaiknya detikers segera mengecek atap rumah guna memastikan tidak ada genting yang bocor. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan talang air.

    Talang air berfungsi untuk menampung air hujan yang turun di atap rumah. Air hujan akan diarahkan menuju pipa yang nantinya mengalir ke saluran pembuangan atau got untuk dibuang.

    Akan tetapi, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar jika talang air dalam kondisi sangat kotor dan dipenuhi sampah daun. Oleh karena itu, talang air perlu dibersihkan secara berkala.


    Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan talang air di rumah? Simak penjelasannya dari para ahli dalam artikel ini.

    Ini Waktu yang Tepat Membersihkan Talang Air

    Dilansir The Spruce, banyak pemilik rumah yang membersihkan talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, ada juga yang membersihkannya dalam hitungan enam bulan sekali.

    Pada dasarnya, seberapa sering talang air dibersihkan tergantung dari jumlah dan jenis pohon yang ada di halaman rumah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka talang air harus rutin dibersihkan karena daun dari pohon bisa berguguran dan menumpuk di talang air.

    Pakar renovasi rumah dari Leaf Home Chris Counahan mengatakan talang air harus dibersihkan secara rutin minimal sebulan sekali jika lokasi tempat tinggal sering turun hujan. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah daun yang menumpuk.

    “Pemilik rumah seharusnya membersihkan talang air mereka dengan tujuan mencegah penumpukan, bukan mengatasi penumpukan setelah terjadi,” kata Counahan.

    Talang air yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut akibat sampah daun dan ranting yang menumpuk. Jika dibiarkan, kelembapan bisa sangat tinggi sehingga turut merusak struktur talang air.

    Tak hanya itu, jamur dan lumut yang muncul di talang air juga dapat menyebar melalui pipa pembuangan hingga ke dinding rumah. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kerusakan cukup parah serta mengganggu estetika hunian.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Letaknya yang berada di atap membuat pemilik rumah terkadang merasa malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal, talang air yang sudah kotor bisa saja merusak material rumah yang lain.

    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda talang air sudah harus dibersihkan. Simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Demikian penjelasan soal waktu yang tepat untuk membersihkan talang air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Muncul Rayap di Rumah? Ini Cara Ampuh Mengatasinya


    Jakarta

    Rayap merupakan salah satu jenis serangga yang sering ditemukan di dalam rumah, terutama di tempat-tempat tersembunyi. Meski berukuran kecil, serangga ini dapat mengganggu kenyamanan hingga merusak hunian.

    Sebab, rayap merupakan serangga pemakan kayu sehingga furniture atau perabotan kayu di rumah jadi rusak dan berlubang. Bahkan, rayap juga bisa menggerogoti atap rumah yang masih menggunakan kayu.

    Agar furniture kesayanganmu di rumah tidak rusak gara-gara dimakan rayap, sebaiknya segera basmi serangga tersebut sebelum kerusakan makin bertambah parah.


    Ingin tahu kenapa ada banyak rayap yang muncul di rumah? Lalu bagaimana cara atasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Kenapa Ada Banyak Rayap di Rumah

    Sebagai informasi, ada tiga jenis rayap yang umum menyerang rumah, yaitu rayap kayu lembap, rayap kayu kering, dan rayap tanah. Meski sama-sama tertarik pada kayu, tetapi ketiga jenis rayap itu memiliki sejumlah perbedaan.

    Dilansir situs Orkin, rayap kayu kering cenderung mencari kayu yang kondisinya kering, sedangkan kayu lembap jadi incaran para rayap kayu basah. Lain halnya dengan rayap tanah yang harus berada di tanah lembap dan mencari apa pun kayu yang terdapat di tanah.

    Setelah mengetahui jenis-jenisnya, berikut sejumlah alasan mengapa rayap sering kali muncul di rumah:

    1. Kondisi Rumah yang Lembap

    Udara lembap menjadi alasan utama mengapa ada banyak rayap di rumah. Pada umumnya, rayap kayu basah akan masuk ke dalam untuk mencari kayu yang bisa dimakan.

    Jumlah rayap bisa semakin banyak jika furniture di rumah umumnya menggunakan material kayu. Ditambah lagi udara lembap yang membuat rayap semakin puas menggerogoti perabotan kayu.

    2. Muncul Retakan atau Celah di Rumah

    Adanya retakan pada dinding menjadi kesempatan bagi rayap untuk masuk ke rumah. Mereka akan mencari kayu yang lembap untuk sumber makanan mereka.

    Celah pada jendela atau pintu juga bisa dilalui oleh serangga kecil tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk menambal retakan pada dinding serta menutup celah terbuka di jendela.

    3. Ada Pipa Air yang Bocor

    Pipa air yang bocor di rumah bisa menyebabkan area di sekitar menjadi lembap. Kondisi tersebut sangat ideal bagi rayap untuk masuk dan berkembang biak di rumah.

    Populasi rayap di rumah bisa semakin bertambah jika struktur atap masih menggunakan kayu. Seiring waktu, struktur bangunan bisa rusak dan akhirnya roboh karena habis dimakan rayap.

    Cara Membasmi Rayap di Rumah

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membasmi rayap di rumah. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

    1. Pakai Cat Kayu Anti Rayap

    Langkah pertama adalah menggunakan cat kayu anti rayap untuk furniture dengan material kayu. Pastikan seluruh permukaan furniture, terutama bagian belakang telah dilapisi cat kayu agar tidak digerogoti rayap sehingga tahan lama.

    2. Hindari Area Lembap di Rumah

    Guna mencegah rayap datang ke rumah, pastikan seluruh ruangan di rumah tidak lembap. Dengan begitu, furniture kayu tak akan digerogoti oleh serangga kecil tersebut.

    Cek juga bagian langit-langit rumah karena rayap sering bersembunyi di tempat tersebut. Jika ditemukan rayap dalam jumlah banyak, segera panggil pest control atau layanan pengendali hama.

    3. Bersihkan Selokan

    Penting untuk membersihkan selokan secara berkala. Sebab, selokan yang tersumbat oleh sampah membuat air tidak mengalir dengan lancar. Kondisi ini dapat menciptakan genangan air yang masuk ke rumah dan membasahi furniture kayu, sehingga menarik rayap untuk memakannya.

    4. Lakukan Pengecekan Rutin

    Sebagai bentuk pencegahan, lakukan pengecekan rutin pada ruangan yang mudah lembap dan terdapat banyak furniture kayu. Cek juga bagian atap rumah guna memastikan tidak ada rayap yang bersarang.

    Jika menemukan ada celah atau lubang di beberapa titik, sebaiknya segera ditutup agar rayap tidak bisa masuk ke dalam rumah.

    Itulah alasan mengapa banyak rayap di rumah dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com