Tag: kerusakan

  • Begini Tips Mudah Membersihkan Rambut Rontok di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah berpenghuni pasti tidak luput dari helaian rambut rontok yang bertebaran di mana-mana. Maka tak heran kalau harus sering membersihkan rambut rontok di berbagai tempat seperti lantai, kamar mandi, dan tempat tidur.

    Helaian rambut yang bertebaran dan menempel di berbagai sudut rumah membuat kesan kotor dan merusak pemandangan. Apalagi kalau sampai menjadi gumpalan di kamar mandi, sehingga bikin saluran mampet.

    Nah, supaya rumah bebas rambut, kamu bisa cek tips membersihkan rambut rontok berikut ini, dikutip dari Apartment Therapy, Kamis (18/7/2024).


    Tips Bersihkan Rambut Rontok di Rumah

    1. Rambut Rontok di Area Kering di Rumah

    Kalau ada banyak helaian rambut rontok yang tersebar di mana-mana, kamu bisa menggunakan sapu kemudian diarahkan ke satu tempat yang sama, lalu dibuang. Jika helaian banyak ditemukan di bahan tekstil, seperti seprai atau sofa, kamu bisa bersihkan dengan sapu lidi terlebih dahulu.

    Namun, jika kamu memiliki alat penyedot debu, itu lebih instan karena rambut langsung bisa dibersihkan tanpa mengotori tangan. Penyedot debu juga cocok untuk membersihkan debu atau helaian rambut rontok di bahan tekstil yang lembut atau perabotan yang keras.

    2. Rambut Rontok di Kamar Mandi

    Kamar mandi juga tempat yang sering didapati rambut rontok, apalagi setelah keramas. Selain membersihkan, kamu juga bisa mencegah rambut rontok bertebaran di kamar mandi.

    Saat kamu hendak mandi dan tidak mau keramas, kamu bisa menutup kepala dengan penutup rambut berjaring. Jika ingin keramas, kamu bisa sisir rambut terlebih dahulu.

    Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang rontok. Lalu, tutup lubang saluran air selama mandi agar tidak masuk ke saluran air. Kumpulkan dan buang setelah mandi. Kamu juga bisa menggunakan plastik saat mengambil rambut yang tersangkut di saluran air.

    Setelah itu bersihkan juga bagian penutup saluran air kamar mandi dengan soda kue agar tidak berlumut. Biasanya rambut yang rontok sehabis dikeramas mengandung sabun.

    Campurkan secangkir soda kue dengan secangkir cuka. Tuang ke area saluran air. Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

    Itulah tips membersihkan rambut rontok di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana agar Semen Tidak Mengeras? Simpan dengan 7 Cara Ini!


    Jakarta

    Jika detikers harus menyimpan banyak semen dalam waktu lama, maka harus dilakukan dengan benar. Semen yang disimpan secara sembarangan bisa mengeras dan tidak bisa dipakai lagi.

    Simak artikel ini untuk mengetahui 7 cara menyimpan semen dengan benar agar tidak mengeras dan tahan lama.

    7 Cara Menyimpan Semen agar Tak Mengeras

    Dilansir dari laman UltraTech Cement, berikut ini 7 cara menyimpan semen dengan benar agar tidak mengeras dan tahan lama.


    1. Jauhkan dari Tempat Lembap

    Jauhkan kantong semen dari tempat lembap karena bisa mempengaruhi kualitasnya. Memang semen sudah dilindungi wadah cukup tebal, namun situasi yang sangat lembap bisa saja berdampak pada semen di dalamnya.

    kelembapan bisa terjadi karena tanah dan lingkungan. Untuk mencegahnya,simpan semen di tempat yang kedap air dan tinggi. Tempatkan di atas papan kayu atau platform yang ditinggikan sekitar 150-200mm di atas tanah.

    Tutupi kantong dengan lembaran plastik, terutama selama musim hujan. Ruang penyimpanan atau gudang pun harus lebih tinggi dari lokasi di sekitarnya untuk mencegah terkena air jika banjir.

    2. Tumpuk Semen dengan Benar

    Cara menumpuk semen pun harus diatur dengan benar. Susunlah kantong semen agar mudah ditumpuk dan dikeluarkan. Jaga agar kantong semen tetap berdekatan satu sama lain untuk meminimalkan sirkulasi udara.

    Batasi juga jumlah tumpukan hingga maksimal 10 kantong untuk menghindari penggumpalan akibat tekanan. Lebar tumpukan juga tidak boleh melebihi empat kantong atau 3 meter.

    Agar semen tidak terguling, tumpukan setinggi lebih dari 8 sak harus diikat menjadi satu dan disusun secara bergantian memanjang dan melintang.

    3. Tangani dengan Hati-hati

    Tangani semen dengan hati-hati, baik saat mengangkat maupun menaruhnya. Sangga kantong semen pada bagian bawahnya agar tidak terbelah dan melorot saat membawanya.

    Hindari kantong sebelum mengangkatnya untuk melonggarkan isinya. Saat meletakkannya, sisi lebar kantong harus menghadap ke bawah.

    4. Jangan Memakai Pengait

    Jangan pernah menggunakan pengait untuk mengangkat beban. Hal ini berisiko dapat melubangi atau merobek kantong semen tanpa sengaja. Lewat sobekan atau lubang kecil pun kelembapan bisa masuk. Gunakanlah forklift, dongkrak palet, atau tali pengangkat untuk meminimalkan risiko kerusakan.

    5. Pisahkan dari Bahan Lain

    Saat menyimpan semen, sangat penting untuk memisahkannya dengan bahan lain. Cara ini dilakukan untuk mencegah risiko kontaminasi. Misalnya jauhkan dengan pupuk atau bahan lain.

    6. Gunakan yang Lama Terlebih Dahulu

    Terapkan sistem masuk pertama, keluar pertama dalam menggunakan semen. Kantong yang paling lama harus dipakai terlebih dahulu. Susunlah semen sedemikian rupa untuk bisa menerapkan cara ini.

    7. Simpan Sisa Semen dengan Hati-hati

    Jika ada semen yang tersisa, maka simpanlah dalam wadah yang benar agar tidak mudah mengeras. Gunakan kantong plastik yang kuat dan harus ditutup dengan lakban atau tali agar angin tidak mudah masuk.

    Demikian tadi 7 cara menyimpan semen agar tidak mengeras, mulai dari menjauhkan dari tempat lembap, menumpuk dengan cara benar, hingga menyimpan sisa semen dengan hati-hati.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jurus Jitu Cegah Rambut Masuk ke Saluran Air di Kamar Mandi


    Jakarta

    Helaian rambut rontok sering kali terlihat bertebaran di kamar mandi, terutama setelah keramas. Hal ini membuat kamar mandi harus rajin dibersihkan untuk cegah rambut masuk ke saluran air.

    Rambut rontok itu sebaiknya kamu buang ke tempat sampah agar tidak terbawa air masuk ke saluran hingga menyebabkan mampet. Jika dibiarkan, rambut akan menggumpal dan mengganggu aliran pembuangan air.

    Apabila sudah parah, air tidak mengalir, melainkan bisa meluap karena tertahan oleh gumpalan rambut. Berikut ini cara mencegah rambut masuk ke saluran air di kamar mandi, dilansir dari Priority Plumbing, Kamis (18/7/2024).


    Cara Cegah Rambut Masuk ke Saluran Air

    1. Rawat Rambut Sebelum Mandi

    Kalau kamu memang sering mengalami rambut rontok, terutama saat mandi, coba sisir rambut sebelum masuk ke kamar mandi. Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang jatuh saat keramas.

    Jika sedang tidak ingin keramas, gunakan penutup rambut tipis seperti yang kerap digunakan dokter saat masuk ruang operasi. Setelah itu pastikan tidak ada satu helai rambut yang keluar.

    2. Pasang Penutup Saluran Air

    Setiap saluran air di kamar mandi mempunyai penutup dari stainless steel. Namun, jika itu masih kurang untuk menahan rambut, kamu bisa memasang penutup tambahan dari plastik di atasnya. Setelah mandi kamu bisa mengangkatnya dan mengambil rambut yang tersangkut.

    3. Bersihkan Saluran Air

    Setelah mandi bersihkan saluran air agar tidak berlumut karena sisa sabun atau menguarkan bau tidak sedap. Gunakan secangkir soda kue yang dicampurkan dengan secangkir cuka.

    Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Sebaiknya hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

    Itulah cara cegah rambut masuk ke saluran air di kamar mandi. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Warna pada Plafon Imbas Atap Bocor, Begini 4 Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Setiap masuk musim hujan, tanda-tanda kerusakan di rumah mulai kelihatan. Salah satunya adalah atap bocor. Berbagai jenis atap baik genteng ataupun dak bisa saja mengalami kebocoran apabila ada cela air masuk. Saat air masuk dari atap terluar, air tersebut akan jatuh ke plafon. Maka dari itu, pemasangan plafon pada rumah sangat penting untuk melindungi dari kebocoran.

    Namun, masalah kebocoran tidak selesai di sana setelah dipasang plafon. Justru plafon hanya jadi pelindung di awal. Jika plafon yang semula berwarna putih berubah kecoklatan atau ada bekas seperti jalan air, maka kebocoran sudah membesar atau terjadi terlalu sering. Jika didiamkan, plafon rumah justru akan ikut rusak, berubah melengkung hingga ambruk.

    Melansir dari depobagoesbangunan, Senin (22/7/2024), berikut cara mengatasi plafon yang muncul warna karena atap bocor.

    1. Periksa Bagian Atap

    Saat melihat bercakan warna pada plafon, kamu harus segera memeriksa bagian atap. Sebab, atap atau genteng bagian terluar sering menjadi sumber masalah kebocoran di rumah. Jika tidak ada masalah pada genteng atau atap, kamu bisa memeriksa sistem pipa yang mungkin dekat dengan area plafon yang bocor.


    2. Cari Sumber Kebocoran

    Apabila kamu yakin penyebab kebocoran karena atap yang rusak, kamu harus mencari titik tempat masuknya air melalui atap. Caranya dengan menusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

    Kamu bisa meminta jasa spesialis atap atau jasa profesional untuk memperbaiki plafon bocor jika kamu khawatir lokasinya yang tinggi atau tidak paham cara memperbaiki.

    3. Mengecek Bagian Bawah Atap

    Setelah mengecek bagian atap atau genteng, kamu harus melihat bagian plafon dari atas. Cara mencari spot yang pas dengan lokasi plafon yang memiliki bercak warna. Lihat apakah ada banyak air yang tergenang di atas drywall (papan tipis yang terbuat dari gypsum) atau bagaimana kondisinya.

    Cara meminimalisir terjadinya kerusakan yang lebih parah, kamu perlu membuat lubang pada plafon dan biarkan semua air menetes jatuh ke bawah. Dengan begitu, air tidak ada yang mengendap di atas plafon maka dan tidak merembes kepada bagian yang lainnya.

    4. Memperbaiki Atap yang Rusak

    Untuk atap rumah yang gentengnya pecah, kamu perlu segera menggantinya. Namun jika kamu menggunakan seng sebagai atap rumah, maka kamu perlu menambalnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 7 Tanda Genteng Bocor dan Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Genteng rumah bocor kerap tidak disadari oleh penghuninya karena baru ketahuan apabila atap diguyur air dalam waktu yang lama dan sering. Maka dari itu, kebocoran baru disadari setelah air masuk ke bagian dalam rumah.

    Biasanya genteng bocor bisa disadari dari sejumlah tanda yang terlihat dari dalam rumah. Mengutip dari Angi, Senin (22/7/2024) berikut 7 tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.

    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Jika kamu melihat noda warna kuning kecoklatan pada langit-langit rumah atau plafon, itu merupakan tanda genteng rumah kamu bocor. Air yang menggenang pada langit-langit atau plafon rumah membuat permukaannya lembap sehingga muncul noda warna tersebut. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.


    Apabila kamu melihat air rembesan mencapai tembok, maka kamu perlu mengecek sumber kebocoran dan memperbaikinya. Dengan begitu tidak ada lagi kerusakan pada plafon seperti terbentuknya bingkai yang membusuk hingga tumbuh jamur.

    2. Muncul Jamur pada Dinding terluar

    Munculnya jamur pada dinding luar, bisa menjadi tanda-tanda genteng bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu,ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    3. Ada Suara Air Menetes dari Atap

    Tanda paling mudah yang dikenali adalah suara air jatuh dari atap. Biasanya air menetes kita dengar dari kamar mandi, keran, atau wastafel, tetapi jika sumber suaranya dari atap itu sudah menjadi tanda paling jelas genteng bocor.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Air masuk jika ada celah pada genteng. Celah ini bisa timbul karena posisi genteng yang bergeser, genteng rusak, hingga genteng tersebut retak. Jika kamu melihat ada genteng dengan kondisi seperti itu, pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    5. Flashing Rusak atau Hilang

    Biasanya pada atap rumah yang memiliki ventilasi, terdapat flashing untuk melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini juga bisa jadi jalan masuknya air. Biasanya disebabkan karena kerusakan karena badai dan angin kencang. Jika sudah begitu, kamu harus mengganti dengan flashing baru atau merombak ventilasi tersebut.

    6. Genangan air

    Setelah mendengar ada tetesan air pada plafon, kamu juga perlu melihat apakah ada genangan air di balik plafon tersebut. Jika kamu melihat genangan air, kamu harus mencari sumber air di dekat sana, lalu mengganti plafon yang rusak. Selain itu genangan air juga bisa ditemukan pada lantai. Air bisa sampai ke bawah karena ada celah juga pada plafon.

    7. Pipa Air Rusak

    Pipa air berperan penting untuk membuang air terutama saat hujan. Jika pipa kamu rusak atau tersumbat, air justru meluap dan tidak maksimal terbuang melalui pipa tersebut. Alhasil ada air yang menyebar ke area lain yang seharusnya tetap kering.

    Cara Mengatasi Genteng Rumah Bocor

    1. Cari lokasi atap yang bocor
    2. Cek kerusakan pada pipa air
    3. Ganti genteng yang pecah atau rusak
    4. Ganti lapisan atap yang lama
    5. Pasang dek atap yang baru

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Begini Cara Mengatasi Rembesan Air pada Dinding dan Plafon


    Jakarta

    Rembesan air adalah masalah yang sering dijumpai di rumah. Biasanya rembesan air terlihat pada dinding dan plafon setelah rumah diguyur hujan deras. Tandanya dengan muncul bercak air seperti garis berwarna putih atau coklat pada dinding dan plafon.

    Jika rembesan air terjadi pada dinding, biasanya dikarenakan adanya retakan atau rongga. Rembesan air ini biasa terjadi pada dinding yang tidak tertutup oleh apa pun. Rembesan di dinding juga bisa disebabkan oleh kusen atau pelapis jendela yang rusak. Lalu, jika rembesan air terjadi pada plafon, masalahnya bisa dari genteng atau atap terluar.

    Rembesan air ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena lama kelamaan dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Sebab, masuknya air juga dikarenakan ada keretakan pada struktur bangunan.


    Efek lainnya jika dinding dan plafon yang terkena rembesan air dibiarkan adalah muncul jamur di sekitar bekas air tersebut. Dinding jadi mudah lembab dan cat dinding akan mudah rusak. Selain itu, plafon rumah juga bisa ambruk karena permukaannya yang sudah lunak.

    Jika rumah kamu mengalami serupa, tidak perlu khawatir, melansir dari Housing, rembesan air pada dinding dan plafon bisa diatasi dengan cara berikut.

    Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Dinding Dalam

    1. Perbaiki retakan dan bagian yang mudah basah dengan bahan acian yang kedap air.

    2. Hilangkan semua plester pada bagian yang basah dan gunakan mortar atau semen putih dua kali untuk lapisan terluarnya.

    3. Gunakan cat tahan air atau cat yang mengandung silikon agar air tidak masuk ke tembok.

    Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Dinding Luar

    Untuk area dinding luar kamu perlu berhati-hati karena terkadang ada lokasi dinding luar yang berada di lantai atas dan ada pula yang lokasinya sempit karena berdekatan dengan dinding lain. Kamu bisa meminta bantuan tukang agar perbaikannya maksimal dan aman. Berikut cara perbaikan rembesan air pada dinding luar.

    1. Sama seperti cara untuk dinding dalam, kamu perlu menutup semua permukaan yang retak atau terbuka pakai plester semen yang dicampur dengan bahan tambahan yang kedap air.

    2. Perbaiki celah dan retakan menggunakan mortar.

    3. Lapiskan permukaan dinding dengan cat tahan air atau yang memiliki kandungan seperti silikon.

    4. Sebagai tambahan, kamu bisa menggunakan membran bitumen untuk melindungi dinding luar.

    Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Plafon Rumah

    1. Cari tahu sumber rembesan air, dengan menungkan air pada atapnya.

    2. Setelah itu tutup celah retakan yang menjadi sumber air masuk.

    3. Periksa atap dan dinding pembatas atap serta isi semua celah dan retakan yang ada. Lalu, cat tembok pembatas dengan cat tahan air.

    4. Ganti plafon yang sudah ada bercak coklat hingga hitam dengan yang baru.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Kebakaran, Ini Tips Aman Tinggalkan Rumah Saat Liburan


    Jakarta

    Saat hendak liburan, banyak hal yang harus dipersiapkan. Bukan hanya soal keperluan ketika liburan, melainkan memastikan rumah yang ditinggal selama berhari-hari tetap aman. Salah satu masalah yang bisa terjadi saat rumah ditinggal adalah potensi kebakaran. Musibah satu ini, bukan hanya akan merugikan satu rumah saja, terkadang api bisa merambat ke rumah lain.

    Maka dari itu, sebelum liburan kamu harus memastikan keadaan rumah aman dan tidak ada kejanggalan yang bisa memicu kebakaran di rumah. Salah satu yang harus dicek adalah aliran listrik di rumah. Mulai dari kabel listrik, kabel peralatan elektronik, hingga stop kontak.

    Untuk lebih jelasnya, melansir dari dari situs PLN, Selasa (30/7/2024), berikut beberapa tips agar aman tinggalkan rumah saat liburan agar terhindar dari kebakaran.


    1. Cek Sambungan Listrik

    Pastikan sambungan listrik di rumah tidak dalam keadaan tersambung ke stop kontak. Cabut semua kabel listrik termasuk AC dan kulkas.

    2. Bayar Listrik di Awal Bulan

    PLN menyarankan sebelum berlibur, pastikan listrik di rumah sudah dibayarkan. Hal ini untuk menghindari pemutusan jaringan listrik saat penghuninya tidak ada di rumah. Sementara bagi pengguna prabayar, isi token listrik secukupnya dan siapkan cadangan jika diperlukan. Hal ini dilakukan agar listrik tetap menyala, khususnya untuk penerangan.

    3. Cek Instalasi Listrik

    Korsleting listrik biasa bermula dari kerusakan pada instalasi listrik di rumah. Maka dari itu, sebelum berlibur cek instalasi listrik terlebih dahulu. Jika bisa dari jauh-jauh hari agar apabila benar ada kerusakan bisa diperbaiki oleh ahli atau PLN.

    4. Lapor ke RT atau RW Setempat

    Saat kamu tidak ada di rumah dalam jangka waktu lama, kamu harus mengabari RT dan RW. Hal ini membantu mereka untuk mengawasi rumahmu dan apabila ada kejadian mencurigakan, mereka bisa bertindak dan memberitahu penghuni rumah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Pipa Wastafel Bocor di Rumah? Segera Atasi Pakai Cara Ini


    Jakarta

    Terkadang ada saja kerusakan di sekitar rumah seperti masalah pipa wastafel bocor. Masalah ini cukup menjengkelkan karena membuat lantai rumah menjadi basah.

    Namun, tenang saja, ada banyak cara untuk mengatasi pipa wastafel bocor. Tanpa perlu tukang pun kamu bisa mengatasi masalah ini sendiri, lho.

    Lantas, bagaimana caranya? Yuk, simak caranya berikut ini yang dikutip dari HomeServe, Selasa (6/8/2024).


    Cara Atasi Pipa Wastafel Bocor di Rumah

    1. Selotip Fiber

    Kamu bisa menambal pipa air wastafel bocor menggunakan selotip fiber. Pastikan sudah membersihkan area bocor pada pipa sebelum ditambal menggunakan selotip fiber.

    Lalu, jangan dulu nyalakan air tapi tunggu 15 menit sampai selotip tersebut betul-betul merekat dengan sempurna. Bila bocornya sedikit, selotip fiber ini bisa jadi solusi jangka panjang.

    2. Dempul Epoksi

    Untuk kebocoran pipa yang cepat dan mudah bisa menggunakan dempul epoksi pada pipa yang rusak. Setelah diaplikasikan, dempul epoksi akan mengeras menjadi permukaan padat, secara efektif menyegel kebocoran kecil di dalam pipa.

    Meskipun kebocoran yang lebih besar akan membutuhkan solusi yang lebih komprehensif. Setelah menemukan tempat yang tepat di mana pipa bocor, siapkan area tersebut dengan menyeka sisa kelembapan dengan handuk kering. Kemudian, haluskan kerusakan atau karat di sekitar area yang terkena dengan amplas.

    3. Selongsong Karet dan Jepitan

    Selain itu, kamu bisa pakai tambalan gasket karet dan penjepit yang berfungsi untuk menutup bagian pipa yang rusak dengan rapat. Barang ini tersedia di toko perangkat keras lokal mana pun, tetapi pastikan membeli selongsong dengan ukuran yang benar dan tahan bocor.

    Jika tidak, segel Anda tidak akan sekencang yang seharusnya, dan kebocoran akan tetap ada. Sejajarkan paking dengan bagian pipa yang rusak. Kemudian, letakkan di atas lubang agar kebocoran tertutup seluruhnya.

    Tempatkan klem di sekitar pipa sehingga pas di atas gasket. Kemudian, mirip dengan klem selang, kencangkan baut yang disertakan di bagian luar klem. Pastikan untuk mengencangkan baut sepenuhnya untuk keamanan maksimum.

    4. Sambungan Pipa

    Solusi perbaikan yang disebutkan di atas umumnya dianggap sebagai perbaikan sementara. Nah, untuk perbaikan yang lebih permanen, bisa dengan memasang sambungan pada pipa.

    Sambungan yang dimaksud adalah sambungan kedap air yang menghubungkan dua buah pipa. Sebelum membelinya, pastikan ukuran dan diameternya sama dengan pipa Anda saat ini dan bahannya sama, seperti PVC, tembaga, dll.

    Ukur sambungan dan tandai pengukuran pada pipa menggunakan spidol. Kemudian, gunakan pemotong pipa untuk menghilangkan bagian pipa yang rusak.

    Kamu dapat menggunakan gergaji besi. Namun, kamu akan mendapatkan potongan yang jauh lebih bersih dan akurat dengan menggunakan pemotong pipa. Dari sana, geser sambungan ke ujung pipa.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Lembap Bisa Bikin Rumah Rusak, Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Dinding rumah sewaktu-waktu bisa lembap, terutama saat musim hujan. Meski terkesan sepele, ternyata dinding lembap bisa bikin rumah kamu rusak, lho.

    Dampaknya mulai dari cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin gegara dinding lembap. Sangat merepotkan bukan?

    Biar dinding rumah kamu nggak lembap, kenali lebih lanjut dampak, penyebab, dan cara cegahnya berikut ini, dikutip dari Livspace, Jumat (9/8/2024).


    Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

    1. Rusaknya Struktur Rumah

    Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

    2. Kayu Membusuk

    Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

    3. Cat Dinding Terkelupas

    Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

    Penyebab Dinding Bisa Lembap

    Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.

    • Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding
    • Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan atap yang miring dapat menampung air yang meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan
    • Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap
    • Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi
    • Pipa talang air yang bocor
    • Terdapat kebocoran atap

    Cara Mencegah Dinding Lembap

    1. Periksa Retakan pada Dinding

    Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

    Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

    2. Buat Dinding dan Atap Rumah jadi Tahan Air

    Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

    Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

    Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

    Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Rawat Rumah Kosong yang Belum Dihuni Biar Nggak Terlantar


    Jakarta

    Punya rumah kosong tapi belum mau dihuni? Jangan dibiarkan aja ya, pastikan kamu merawat rumah agar tidak terlantar.

    Merawat rumah kosong memang cukup menantang. Sebab, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar kondisi rumah terjaga. Apalagi kalau rumah itu suatu ketika mau dijual atau dihuni, kamu nggak mau rumah rusak dan usang kan?

    Lantas, gimana cara merawat rumah kosong yang belum dihuni? Yuk, simak caranya berikut ini yang dikutip dari situs KS Realty Agents, Senin (19/8/2024).


    Cara Rawat Rumah Kosong yang Belum Dihuni

    1. Inspeksi Kerusakan

    Lakukan inspeksi rumah secara berkala untuk menemukan kerusakan, terutama yang disebabkan oleh cuaca atau vandalisme. Jika ada kerusakan, segera perbaiki untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    Setelah perbaikan, lakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak rusak kembali. Berikut ini beberapa kerusakan yang perlu kamu perhatikan.

    • Kerusakan akibat air
    • Pertumbuhan jamur dan lumut
    • Serangan hama
    • Vandalisme atau grafiti

    2. Ganti Semua Kunci Pintu Masuk

    Penting untuk mengganti kunci di rumah kosong untuk mencegah penyusup memasuki rumah. Mengganti kunci juga untuk memastikan hanya orang yang berwenang yang memiliki akses ke rumah.

    Jika kamu mencoba menjual atau menyewakan properti, mengganti kunci sangatlah penting.

    3. Bersihkan Seluruh Rumah

    Bersihkan rumah dari atas ke bawah, termasuk jendela dan pintu, lantai, dinding, dan langit-langit. Rumah yang bersih adalah rumah yang terawat dengan baik.

    Penting untuk membersihkan properti secara teratur walau masih kosong. Ini akan mencegah penumpukan kotoran dan debu, dan juga akan membuat rumah lebih rapi saat akan dijual atau disewakan.

    Beberapa hal yang harus bersihkan secara teratur adalah:

    • Jendela
    • Lantai
    • Dinding
    • Plafon
    • Pintu dan kusen pintu
    • Perlengkapan lampu
    • Peralatan rumah tangga
    • Perabotan

    4. Tambal Lubang

    Lubang di dinding atau langit-langit dapat disebabkan oleh kerusakan air, hama, atau hal lainnya. Lubang harus segera ditambal agar tidak membahayakan keselamatan penghuni rumah nantinya.

    5. Pasang Sistem Keamanan

    Sistem keamanan sangat penting untuk mencegah pencuri, penyusup, dan membantu melindungi properti dari kerusakan. Jika rumah dibiarkan kosong, sebaiknya pasang sensor gerak seperti lampu detektor gerakan.

    6. Potong Rumput dan Rapikan Pekarangan

    Jangan lupa menjaga rumput di pekarang agar rumah tampak lebih rapi. Hal ini juga membantu mencegah penyusup masuk rumah.

    7. Sering Kunjungi Rumah

    Sebaiknya kamu memeriksa properti setidaknya seminggu sekali. Ini akan membantu kamu mengidentifikasi potensi masalah dengan cepat, sehingga bisa segera melakukan perbaikan sebelum tambah parah.

    Itulah beberapa tips merawat rumah yang belum dihuni. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com