Tag: kerusakan

  • 6 Tips Atasi Kebocoran Dak Rumah, Tutup Retakan Aja Nggak Cukup!


    Jakarta

    Kebocoran pada dak rumah adalah masalah yang sering dialami, terutama pada rumah beratap datar atau dak beton. Kebocoran ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada bangunan jika tidak segera diatasi, seperti merusak plafon, dinding, hingga struktur bangunan. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda kebocoran.

    Melansir dari Mapei.com berikut cara mengatasi kebocoran pada dak rumah agar rumah tetap aman dan nyaman.

    1. Ketahui Sumber Kebocoran Berasal

    Langkah pertama dalam mengatasi kebocoran adalah inspeksi menyeluruh pada dak rumah, periksa bagian-bagian dak yang mengalami retak bocor atau genangan air. Identifikasi sumber kebocoran ini penting agar perbaikan dilakukan di lokasi yang benar.


    2. Lapisan Waterproofing Baru

    Jika lapisan waterproofing sudah rusak atau usang, gantilah dengan yang baru, waterproofing yang baik adalah kunci utama untuk mencegah kebocoran pada dak rumah. Waterproofing ini adalah melapisi dak dengan cat baru.

    Waterproofing dapat melindungi dak bangunan dari air hujan, cuaca panas, maupun dingin. Pilih material waterproofing dengan kualitas tinggi, seperti membran bitumen, lapisan akrilik, atau cat kedap air.

    3. Memperbaiki Retakan pada Dak

    Jika kamu menemukan retakan kecil pada dak segeralah tambal dengan menggunakan sealant khusus atau bahan pengisi retak yang tahan air, pastikan kamu membersihkan area retakan sebelum melakukan penambalan agar bahan penutup retak dapat menempel dengan baik.

    4. Perbaiki Kemiringan Dak

    Pastikan dak rumah kamu memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air ke drainase, jika dak tidak cukup miring kamu bisa menambahkan lapisan mortar untuk menciptakan kemiringan yang tepat agar air tidak menggenang di atas dak.

    5. Perbaikan Sistem Drainase

    Saluran drainase yang tersumbat bisa menjadi penyebab utama genangan air di atas dak, kamu harus memastikan saluran pembuangan air berfungsi dengan baik dan bersih seperti kotoran, daun, atau sampah yang dapat menyumbat aliran air.

    6. Pengecekan Berkala

    Lakukan pengecekan rutin pada dak rumahmu, terutama saat musim hujan atau cuaca ekstrem, pengecekan berkala ini penting untuk mendeteksi kerusakan dini, seperti retakan kecil atau lapisan waterproofing yang mulai aus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Kosong Lama Tak Dihuni Bisa Cepat Rusak? Ini Alasannya


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan rumah kosong yang lama tidak dihuni akan cepat rusak. Bahkan, penghuni rumah seakan-akan menjadi ‘nyawa’ suatu rumah, sehingga bangunannya bisa bertahan lama.

    Ya, memang rumah yang tidak ditinggali lebih rentan rusak. Kondisi rumah akan semakin buruk mulai dari cepat tumbuh ilalang, lembap dan tembok akan retak hingga sewaktu-waktu bangunan dapat ambruk.

    Lantas, kenapa rumah kosong atau tak berpenghuni lebih berisiko rusak lebih cepat. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Rumah Tak Berpenghuni Cepat Rusak

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Dikutip dari detikFinance, Senin (23/9/2024), ternyata kondisi rumah sangat dipengaruhi oleh kualitas sirkulasi udara. Kalau tidak ada yang tinggal dan beraktivitas di rumah, maka sirkulasi di dalamannya mencjadi tidak bagus.

    Udara menjadi lembap saat rumah dibiarkan kosong, sehingga bangunan dan barang di dalam rumah menjadi lebih cepat rusak.

    Nah, salah satu contohnya dampak sirkulasi udara buruk ada pada perabotan. Kualitas udara yang nggak bagus bisa membuat perabotan kayu lapuk. Selain itu, perabotan yang terbuat dari besi juga akan mudah berkarat.

    2. Rumah Jarang Dirawat

    Kemudian, rumah yang kosong atau tidak ditempati pasti jarang, bahkan tidak pernah dibersihkan dan dirawat. Hal ini juga memicu kerusakan lebih cepat dibandingkan rumah yang ditempati dan dirawat oleh penghuninya.

    Jika rumah berpenghuni, tentu saja rumah akan dirawat dan dibersihkan sehingga memperlambat berbagai kerusakan di rumah.

    3. Hewan Bersarang

    Selanjutnya, rumah kosong menjadi tempat yang cocok buat hewan bersarang dan berkembang biak. Tanpa pengawasan penghuni, makhluk hidup lain seperti laba-laba dan tikus mengotori dan merusak rumah.

    Oleh karena itu, kalau sudah mempunyai rumah dan belum ditempati, sebaiknya dijenguk dan dibersihkan minimal satu minggu sekali. Rawatlah rumah dengan menyapu dan mengepel lantai. Lalu, mengelap kaca-kaca dan membuka pintu jendela agar aliran udara lebih baik.

    Itulah beberapa penyebab rumah yang tak berpenghuni lebih cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh! 4 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kulkas Cepat Rusak


    Jakarta

    Kebanyakan orang berasumsi dengan membersihkan kulkas secara teratur sudah cukup untuk menjaganya tetap berfungsi dengan baik. Kulkas memerlukan lebih dari sekadar pembersihan berkala untuk mempertahankan kinerja yang optimal.

    Tanpa kamu sadari, banyak kebiasaan yang kamu lakukan menjadi penyebab kulkas kamu cepat rusak. Mengubah kebiasaan ini tidak sulit, jika kamu tahu apa yang harus diperhatikan.

    Melansir pro appliance, Senin (23/09/2024), berikut kebiasaan buruk yang menyebabkan kulkas jadi cepat rusak.


    Kebiasaan yang Bikin Kulkas Cepat Rusak

    1. Menyimpan Sisa Makanan Secara Asal

    Daripada membuang sisa makanan, biasanya kamu akan menyimpan dalam wadah dan menyimpannya dalam kulkas. Apabila kamu melakukan dengan tidak benar, hal ini akan membuat kulkas lebih cepat rusak.

    Untung mencegah hal ini terjadi, awasi suhu makanan yang disimpan. Sebelum memasukan ke dalam kulkas, sisa makanan harus didiamkan hingga mencapai suhu ruangan.

    Hal ini dikarenakan jika makanan dimasukkan saat masih hangat, suhu internal akan naik. Akibatnya, kulkas harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan suhu normalnya.

    2. Membiarkan Pintu Kulkas Terbuka

    Membiarkan pintu kulkas terbuka adalah hal terburuk yang dapat kamu lakukan. Dengan membiarkan udara dingin keluar, kulkas akan bekerja lebih keras untuk menurunkan suhunya.

    Hal itu membuat kompresor pada kulkas akan bekerja lebih keras, sehingga kulkas akan menjadi terlalu panas.

    3. Menempatkan Kulkas Terlalu Dekat dengan Dinding

    Jika ingin menjaga kulkas tetap dalam keadaan baik, kamu perlu memastikan kulkas memiliki cukup ruang untuk sirkulasi udara di sekitarnya. Jika kulkas memiliki ventilasi yang buruk, kulkas tidak akan bisa mengeluarkan panas secara efisien.

    Hal itu akan menyebabkan sistem mengalami peningkatan tekanan dan komponen akan rusak lebih cepat.

    Jika ingin melindungi kulkas dari kerusakan, sediakan jarak beberapa inci di atas dan di bawahnya. Menempatkan kulkas ke dalam ruang yang sangat kecil dapat menyebabkan masalah aliran udara, kecuali kulkas dibuat untuk pemasangan di dalam kabinet.

    4. Penyimpanan Berlebihan

    Terlalu banyak makanan di dalam kulkas dapat menyebabkan kerusakan karena meningkatnya hambatan terhadap aliran udara. Akibatnya, kulkas mungkin tidak dapat mempertahankan suhu yang konsisten dalam menjaga makanan tetap segar.

    Kurangnya kontrol suhu dapat menyebabkan kompresor dan kumparan kondensor bekerja berlebihan dan terlalu panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Penyebab AC Jadi Tidak Dingin dan Hal yang Harus Dilakukan


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) yang tidak dingin bisa jadi masalah yang mengganggu kenyamanan di ruangan bukan? Berbagai faktor bisa menyebabkan kinerja pendingin udara ini menurun.

    Mulai dari kurangnya perawatan ataupun kerusakan komponen internal. Oleh sebab itu, kenali penyebab AC tidak dingin dan cara untuk mengatasinya berikut ini.

    Penyebab AC Tidak Dingin

    1. Kebocoran Refrigerant

    Dikutip dari laman Hydes AC, refrigerant (komponen sistem AC yang menghasilkan udara dingin) mengalir lewat kumparan AC, dan memindahkan panas dari dalam rumah ke unit kondensor luar.


    Ketika sistem mengalami kebocoran refrigeran, maka sistem tidak akan mampu memindahkan panas keluar h secara memadai. AC akan tetap menyala, namun tidak bisa memberikan dingin dengan optimal.

    2. Kumparan Pendingin Kotor

    AC punya seperangkat kumparan dalam ruangan yang menyerap panas dari udara rumah, dan kumparan luar ruangan yang memindahkan panas dari rumah ke luar ruangan.

    Apabila salah satunya memiliki lapisan kotoran, maka panas akan jauh lebih sulit dipindahkan. Hal tersebut menyebabkan pengurangan kemampuan sistem untuk membuang panas dari rumah.

    3. Filter Udara yang Kotor

    Filter udara yang kotor akan membuat jumlah udara yang berhembus melewati kumparan evaporator menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan sebagian besar udara hangat yang ditarik AC dari udara rumah tidak akan benar-benar didinginkan.

    4. Unit Kondensor Tersumbat

    Unit kondensor berada di luar, sehingga rentan tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka unit kondensor tidak bisa melepaskan panas dari kumparan kondensor dengan baik.

    Dengan demikian, panas yang dikeluarkan dari rumah tidak akan dilepaskan dengan baik.

    5. Sistem yang Sudah Usang

    Sistem AC yang lama tidak akan mampu mendinginkan ruangan seperti sebelumnya. Mungkin sistem AC sudah mencapai akhir masa pakainya. Makanya, penting untuk mengganti sistem AC teika ia tidak lagi mampu bekerja secara efektif.

    6. Pengaturan Termostat yang Tidak Tepat

    Pengaturan kipas termostat diatur ke “aktif” akan penangan udara akan meniupkan udara bahkan ketika sistem tidak dalam siklus pendinginan. Akibatnya, sebagian udara yang keluar dari ventilasi menjadi terasa hangat.

    Kamu bisa menyesuaikannya dengan mengalihkan pengaturan kipas ke “otomatis”. Pengaturan lain yang bisa dicek taitu apakah sistem dalam mode “panas” atau “dingin”. Pasalnya, AC hanya akan menyala jika termostat diatur ke “dingin”.

    7. Masalah Kompresor AC

    Kompresor AC berperan untuk memastikan refrigeran berada pada tekanan optimal. Tanpa kompresor, sistem tidak akan bisa menyerap panas dari ruangan di rumah lalu memindahkannya ke luar.

    Jika kompresor mengalami masalah, AC Anda tidak akan mampu mendinginkan rumah dengan baik.

    8. Remote AC Rusak

    Remote yang rusak akan membuat pengiriman sinyal perubahan suhu ke unit AC gagal.

    Hal yang Harus Dilakukan jika AC Tidak Dingin

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika AC tidak dingin. Dilansir laman Bob Vila, berikut adalah beberapa cara mengatasi AC jika tidak dingin:

    • Periksa dan setel ulang termostat.
    • Bersihkan saluran kondensasi yang tersumbat.
    • Ganti filter yang kotor.
    • Tambahkan zat pendingin.
    • Bersihkan kumparan yang kotor.
    • Cek sistem untuk mendiagnosis kerusakan saluran.
    • Bersihkan area sekitar kompresor.
    • Beli AC baru yang lebih kuat.

    Jika detikers tidak bisa membuka unit AC untuk memperbaikinya, kamu bisa menyewa seorang profesional untuk membersihkannya.

    AC Akan berfungsi dengan optimal jika dirawat dalam kondisi prima. Perawatan rutin juga akan memastikan AC berfungsi dengan baik.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Pernah Dengar Flipper Properti? Pengertian dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Investasi di sektor properti bisa sangat menguntungkan bila dilakukan dengan tepat. Salah satunya adalah dengan melakukan ‘flipping’ properti.

    Flipping properti kerap dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat, biasanya dalam beberapa bulan hingga setahun. Sebelum membahasnya lebih lanjut, yuk ketahui lebih lanjut apa itu flipper maupun flipping properti.

    Apa Itu Flipper Properti?

    Flipping properti adalah strategi investasi di mana investor membeli properti dengan harga murah, melakukan renovasi atau perbaikan, dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Pelaku yang melakukan flipping properti ini disebut dengan flipper. Metode ini sangat populer di kalangan investor real estate yang mencari keuntungan cepat dibandingkan menahan properti untuk disewakan dalam jangka panjang.


    Cara Kerja Flipper Properti

    Untuk melakukan flipping properti, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan. Berikut ini informasinya.

    Persiapkan Modal yang Cukup

    Flipping properti memerlukan modal yang cukup besar, karena kamu harus membeli properti dan membiayai renovasi sebelum menjualnya kembali, pastikan kamu memiliki sumber pendanaan yang stabil, baik dari tabungan pribadi, pinjaman bank, atau kredit renovasi. Hitung semua biaya termasuk pembelian, renovasi, biaya penjualan, dan pajak.

    Riset Pasar Properti

    Melansir situs Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, langkah ini sangat penting sebelum membeli properti. Melihat ketidakpastian pasar akhir-akhir ini, beberapa flipper memilih untuk menurunkan harga demi mengurangi peningkatan biaya modal. Kamu perlu memahami pasar lokal dengan baik, termasuk area yang sedang berkembang, harga properti di wilayah tersebut, serta permintaan dari pembeli potensial.

    Temukan Properti yang Tepat

    Cari properti yang dijual di bawah harga pasar, seperti properti lelang, rumah tua, atau properti dengan pemilik yang ingin menjual cepat. Properti yang membutuhkan perbaikan kosmetik biasanya lebih ideal untuk flipping daripada properti dengan kerusakan struktural besar, karena biaya renovasinya lebih rendah.

    Menghitung Potensi Keuntungan

    Sebelum membeli, pastikan kamu menghitung dengan cermat berapa besar potensi keuntungan setelah properti direnovasi dan dijual kembali.

    Renovasi dengan Fokus pada Nilai Jual

    Renovasi adalah bagian krusial dalam flipping properti, jangan terlalu boros dalam memperbaiki properti, fokuslah pada renovasi yang meningkatkan nilai jual seperti memperbaiki dapur, kamar mandi, memperbarui lantai, atau menambah estetika eksterior. Buat perbaikan yang menarik minat pembeli, tetapi tetap sesuai anggaran.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Membersihkan Karpet


    Jakarta

    Penggunaan karpet bisa menambah kehangatan dan kenyamanan di setiap rumah. Akan tetapi, penggunaan karpet dapat mengumpulkan kotoran dan noda seiring berjalannya waktu.

    Membersihkan karpet secara asal akan merusak karpet dalam waktu cepat. Secara tidak sengaja mungkin kamu sering melakukan kesalahan dalam membersihkan karpet.

    Melansir angi.com, Jumat (4/10/2024), berikut kesalahan umum dalam membersihkan karpet sehingga menyebabkan kerusakan pada karpet.


    Tidak Membersihkan Karpet Berdasarkan Jenis

    Karpet terbagi menjadi dua kategori, yaitu serat sintetis dan serat alami. Penting bagi kamu untuk mengidentifikasi jenis karpet yang kamu miliki, hal itu akan menentukan produk pembersih mana yang cocok untuk karpet kamu.

    Sebelum menggunakan produk pembersih, baca labelnya dan lihat apakah produk tersebut aman untuk bahan karpet kamu.

    Tidak Segera Membersihkan Noda

    Aturan praktis yang baik adalah semakin cepat kamu membersihkan noda, semakin sedikit waktu yang dimilikinya untuk meresap ke dalam karpet kamu. Namun, ada beberapa noda yang mungkin sulit untuk segera diatasi.

    Noda cair seperti kopi dapat meresap hingga ke bantalan karpet. Cobalah untuk menyerap sebanyak mungkin cairan dari karpet terlebih dahulu sebelum menggunakan pembersih apapun.

    Menggosok Noda

    Sering kali dalam membersihkan karpet kamu selalu menggosokan noda di karpet. Hal itu tidak disarankan karena dapat merusak serat karpet dan membuat berjumbai. Cara ini juga dapat mendorong noda semakin dalam ke dasar karpet.

    Cobalah untuk segera mengoleskan larutan pembersih pilihan kamu langsung ke area yang terkena noda. Setelah mengoleskannya, tepuk-tepuk noda dengan handuk atau kain lap. Metode ini akan membantu menyerap sisa cairan ke dalam handuk.

    Tidak Menyedot Debu Secara Teratur

    Menyedot debu secara teratur tidak hanya menghilangkan kotoran, debu, dan bulu hewan peliharaan, tetapi juga membuat serat karpet menjadi lurus dan terasa lembut.

    Menggunakan Produk Pembersih dengan Bahan Kimia Keras

    Meskipun banyak produk pembersih yang bagus di pasaran, beberapa di antaranya menggunakan bahan kimia keras yang dapat menghasilkan asap beracun, seperti naftalena dan formaldehida.

    Untuk menghindari penggunaan produk pembersih yang beresiko, pastikan kamu membaca daftar bahan-bahan dengan seksama sebelum membelinya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Cerita Aden ‘Bajaj’, Begini Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya


    Jakarta

    Komedian Aden ‘Bajaj’ menceritakan kisahnya yang merenovasi rumah namun tak kunjung selesai. Renovasi rumah sempat terhenti karena terjadinya pandemi COVID-19.

    Tak hanya itu, uang yang digunakan untuk merenovasi rumah awalnya bertumpu pada hasil syuting, namun ketika uang tersebut digunakan justru syutingnya berhenti. Alhasil, renovasi rumah juga tidak bisa berjalan terus karena pemasukannya berhenti. Kini renovasi rumahnya sudah terus berjalan dengan menggunakan uang hasil usaha jualan kacamata.

    Nah, berkaca dari hal tersebut, perlu diketahui bahwa melakukan renovasi rumah perlu perencanaan yang matang. Tak hanya itu, budget yang cukup juga diperlukan agar bisa terlaksana dan tidak menguras kantong.


    Akan tetapi, ada saja hal-hal yang membuat biaya renovasi rumah jadi membengkak. Entah anggaran untuk bahan material yang kurang atau biaya tak terduga lainnya.

    Tapi tenang! Ada sejumlah cara yang dapat kamu ikuti supaya renovasi rumah bisa sesuai budget bahkan lebih hemat. Ini informasinya.

    Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya

    Perihal renovasi rumah, Ruby Herman selaku Founder Muda Keren Punya Property membagikan tips agar bisa hemat budget saat merenovasi rumah impian.

    1. Ketahui Dulu Apa yang Ingin Direnovasi

    Saat berencana renovasi, Ruby menyebutkan kalau kamu perlu mengetahui bagian rumah mana yang ingin diperbaiki. Pahami terlebih dulu kerusakannya atau hal yang membuatmu tidak nyaman dengan itu.

    “Kita harus kuasai dulu, misalnya (renovasi rumah) karena bocor, kita cari tahu bocornya kenapa karena bocor itu banyak faktor ada yang rembes, genteng retak, jadi harus kita cari tahu,” ujarnya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Dengan mengetahui apa yang ingin direnovasi serta penyebab kerusakan atau ketidaknyamanannya, kamu akan lebih mudah untuk membuat perencanaan desain dan jenis material yang digunakan serta perhitungan budgetnya.

    2. Hati-hati saat Membongkar Rumah

    Kalau ingin menggunakan kembali bahan dan material dari rumah, maka kamu mesti berhati-hati ketika membongkar rumahmu itu. Usahakan agar material yang hendak dipakai lagi dicopot dengan perlahan sehingga masih dalam kondisi baik.

    Tapi jika memerlukan material yang baru, kamu dapat mencari tahu bahan-bahan apa yang bisa digunakan dan seperti apa kualitasnya sehingga dapat disesuaikan dengan anggaran yang ada.

    Ruby mengatakan kalau bahan material cukup menyita porsi budget renovasi rumah. Karena itu, penting untuk mengetahui material yang hendak dipakai.

    “Pertama kita harus cari tahu dulu, lihat YouTube bahan-bahan apa yang berkualitas dan bagaimana cara kita untuk merenovasinya,” kata Ruby.

    3. Pilih Kontraktor atau Tukang yang Terpercaya

    Renovasi rumah biasanya akan memerlukan jasa tukang bangunan. Menurut Ruby, memilih tukang untuk memperbaiki rumah tidak boleh asal karena tak jarang penipuan terjadi.

    “Saran saya pilihlah kontraktor yang sudah direkomendasikan atau terpercaya sehingga nggak mudah dibohongi. Karena di situ banyak sekali yang nipu-nipu, udah terima uang tukangnya kabur. Jadi saran saya carilah tukang yang sudah dikenal, terpercaya atau rekomendasi sehingga lebih safety,” ungkapnya.

    4. Upah Jasa Tukang

    Kata Ruby, umumnya pembayaran jasa tukang terbagi dua metode yakni harian dan borongan.

    Untuk harian berarti kamu membayar jasa tukang per hari kerjanya sesuai biaya yang disepakati. Dengan cara ini, bahan material yang dibutuhkan menjadi tanggung jawabmu sehingga kamu mesti membeli dan mencarinya sendiri di toko bangunan atau tempat lain.

    Sementara borongan, upah jasa tukangnya mencakup biaya material dan peralatan bangunan yang digunakan. Sehingga budget yang dibayarkan untuk jasa borongan adalah anggaran total yang telah dihitung.

    “Kalau borongan biasanya untuk kebutuhan alat-alatnya, materialnya mereka sudah hitung semua. Mereka yang bayarin, kita tinggal bayar ke mereka (total biaya dari jasa dan material),” tutur Ruby.

    “Entah itu bayarannya borongan atau harian, teman-teman bisa hitung lagi karena ada pilihannya,” tambahnya.

    Tapi jika kamu memiliki pengetahuan tentang material rumah dan ingin menghemat pengeluaran maka bisa menggunakan metode pembayaran harian. Dengan begitu, kamu dapat memilih jenis bahan yang sesuai dengan kebutuhan renovasi rumahmu.

    5. Lakukan Renovasi Secara Bertahap

    Renovasi rumah yang bertahap disebutkan lebih hemat biaya. Ini karena renovasi secara menyeluruh bisa membuat kamu sekeluarga pergi mengungsi sementara ke tempat lain. Dengan kata lain, ada budget lain yang dikeluarkan untuk sewa tempat tinggal.

    Itulah sederet tips renovasi rumah agar hemat pengeluaran. So, diingat-ingat ya sejumlah tips di atas kalau kamu akan merenovasi rumah!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Menentukan AC Sesuai Ukuran Ruangan



    Jakarta

    Menentukan ukuran AC yang tepat merupakan faktor yang krusial. Namun, ukuran AC tidak terlalu berkaitan dengan seberapa banyak ruang yang ditempati unit tersebut tetapi lebih berkaitan dengan daya pendinginan yang disediakan.

    AC yang terlalu kecil untuk ruangan kamu harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan ruang secara efektif. Penggunaan yang berlebih ini menyebabkan kerusakan yang parah pada sistem.

    Unit yang terlalu besar juga tidak efisien, unit lebih ini lebih mahal untuk dibeli dan akan mendinginkan ruangan terlalu cepat. AC yang mendinginkan terlalu cepat tidak akan mampu menghilangkan kelembapan dari dunia.


    Melansir Architectural Digest, Selasa (15/10/2024), berikut cara menghitung ukuran AC untuk rumah kamu bergantung pada seberapa banyak luas persegi yang perlu didinginkan.

    1. Hitung Luas Ruangan

    Luas persegi tetap menjadi faktor penentu terbesar dalam ukuran unit AC yang optimal. Untuk AC sentral, kamu perlu mengukur luas persegi setiap ruangan di rumah kamu. Kalikan panjang setiap ruangan dengan lebarnya.

    Setelah memperoleh semua perhitungan, jumlahkan untuk memperoleh luas persegi interior rumah kamu. Jika kamu membeli unit AC jendela untuk satu ruangan, kamu perlu mengukur panjang dan lebar ruangan dan mengalikan angka-angka tersebut.

    2. Tentukan Kapasitas Pendinginan yang Dibutuhkan

    Karena ukuran AC ditentukan oleh kapasitas pendinginan, bukan ukuran fisik unik. Kamu perlu menggunakan luas persegi untuk menghitung kapasitas pendinginan yang kamu perlukan.

    Kapasitas pendinginan AC dihitung menggunakan pengukuran yang disebut BTU atau British Thermal Units.

    Aturan umumnya adalah bahwa AC membutuhkan 20 BTU untuk mendinginkan setiap kaki persegi ruang hunian. Untuk menentukan kapasitas pendinginan yang dibutuhkan, kalikan luas persegi yang kamu hitung dengan 20.

    3. Lakukan Penyesuaian

    Karena setiap rumah berbeda, faktor lain dapat mempengaruhi beban pendinginan. Faktor-faktor ini dapat membuat rumah lebih mudah atau lebih sulit didinginkan. Misalnya, iklim yang lebih dingin dan tingkat kelembapannya lebih rendah memerlukan upaya pendinginan.

    Disarankan untuk ruangan yang secara teratur ditempati lebih dari dua orang, tambahkan 600 BTU untuk setiap orang tambahan, tingkatkan kapasitas untuk ruangan yang sangat cerah sebesar 10%.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Tanda Listrik di Rumah Butuh Dipasang Stabilizer



    Jakarta

    Stabilizer adalah salah satu alat yang dapat membantu menyeimbangkan tegangan listrik di rumah. Alat ini tidak seperti meteran listrik yang pasti ada di rumah karena tidak wajib. Pemasangan stabilizer hanya pada saat kondisi listrik yang tidak stabil. Pemasangannya pun bisa dilakukan oleh perusahaan penyedia produk tersebut.

    Lantas, apa tanda listrik di rumah butuh bantuan dari stabilizer?

    SPV Teknik PLN Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan tujuan dari pemasangan stabilizer ini adalah mengarahkan dan menyeimbangkan tegangan listrik yang mengalir ke perangkat elektronik di rumah.


    “Jadi stabilizer ini mengarahkan tegangan. Seandainya terjadi listrik tidak stabil, dia menstabilkan voltase yang keluar dari kWh meter (meteran listrik) ke peralatan-peralatan elektronik. Jadi dia bukan untuk penanganan drop tegangan, bukan,” kata Yudhi saat dihubungi detikProperti pada Jumat (18/10/2024).

    Stabilizer ini hanya membantu tegangan listrik yang tidak stabil. Maka dari itu, saat kamu ingin memasang stabilizer, kamu perlu mengecek kondisi tegangan listrik di rumah. Apakah stabil atau tidak?

    Cara mengeceknya bisa melalui meteran listrik. Yudhi mengatakan pengecekannya bisa dilakukan sendiri dengan arahan PLN. Tanda kedua yang bisa menunjukkan kondisi tegangan listrik di rumah adalah apabila alat elektronik di rumah banyak yang rusak setelah digunakan.

    Tegangan yang tidak stabil bisa berpengaruh pada kinerja perangkat elektronik di rumah. Namun, kamu juga perlu memastikan kualitas perangkat elektronik itu pula, apakah sudah berstandar SNI atau belum. Bisa saja perangkat elektronik rusak karena kualitasnya yang tidak begitu bagus.

    Apabila kamu sudah memastikan listrik di rumah tegangannya tidak stabil, baru kamu bisa menambahkan stabilizer. Jumlah pemasangan stabilizer ini juga bisa lebih dari satu. Hal ini tergantung dari jumlah perangkat elektronik yang digunakan.

    “Boleh (lebih dari satu), mungkin anggap misalkan rumahnya bertingkat. Nah, untuk khusus di atas, kamar atas itu punya stabilizer ruangan atas sendiri boleh, kamar bawah, dapur, ruang tamu, ini boleh. Tapi biasanya untuk di rumah-rumah, hanya untuk peralatan elektroniknya saja, misalkan di ruangan atas, ada TV, ada komputer, ada laptop,” jelasnya.

    Lalu, kamu harus pastikan dahulu besaran daya rumah saat ini. Listrik yang mengalir di rumah harus lebih besar dayanya dari daya stabilizer yang akan terpasang. Minimal listrik di rumah di atas 200 VA agar stabilizer dapat berfungsi.

    “Pastikan kebutuhan dengan daya yang terpasang lebih besar dari daya terpasang. Misal daya 2.200 VA, maka stabilizier yang digunakan antara 3.000 watt sampai 5.000 watt,” sebutnya.

    Ada pun, fungsi dari stabilizer ini selain menyeimbangkan tegangan listrik di rumah, juga mencegah perangkat listrik di rumah rusak. Sebab, tegangan yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan pada sistem listriknya.

    “Untuk peralatan (elektronik) itu awet,” ungkapnya.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! Begini Panduan dan Perawatan Stabilizer yang Benar



    Jakarta

    Stabilizer kerap digunakan untuk menyiasati tegangan listrik yang tidak seimbang. Alat ini juga dapat melindungi perangkat elektronik dari kerusakan karena tegangan listrik yang tidak stabil.

    Pemasangan stabilizer perlu dilkukan oleh orang yang ahli. Jika tidak, stabilizer dapat menimbulkan api karena aliran listrik kacau. Ada beberapa kejadian, pemasangan stabilizer yang salah justru menimbulkan listrik di rumah mati hingga kebakaran.

    SPV Teknik PLN Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan sebelum memasang stabilizer, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah pastikan tegangan di rumah lebih besar dari daya stabilizer yang akan terpasang.


    “Dia itu ada kapasitor yang bisa bekerja di atas 190 Volt, (sekitar) di 200 Volt, di 220 Volt,” kata Yudhi saat dihubungi detikProperti pada Jumat (18/10/2024).

    Kemudian, pastikan stabilizer yang digunakan merupakan produk yang berkualitas dan telah berstandar SNI. Apabila ingin menaikkan tegangan listrik di rumah, pastikan kabel yang terpasang di rumah juga ikut disesuaikan.

    “Saat pemasangan, pastikan juga kabel tersebut sudah sesuai standar dengan arus yang akan dihantarkan. Misalkan daya 2.200, kabel itu harus sesuai juga. Setelah itu kita pastikan juga produk stabilizernya apa, apakah sudah SNI,” ujarnya.

    Kamu juga perlu memastikan kabel yang terpasang sudah kencang, dalam keadaan tertutup, dan disimpan dengan rapih.

    “Dari pemasangan, pemasangan pengawatan yang terpasang dipasang oleh instalatir. (yang menyebabkan stabilizer rusak) kabelnya bisa kurang kencang dan masih menggunakan isolasi terbuka, nah itu kan tidak boleh,” tambahnya.

    Apabila dari pemasangannya sudah tepat, bisa dipastikan stabilizer dapat bekerja dengan optimal dan aman. Namun kamu juga tetap mengawasi dan merawat alat tersebut agar tahan lama. Berikut beberapa hal yang harus diterapkan.

    1. Letakkan stabilizer di tempat yang kering, terhindar dari air dan area basah.

    2. ⁠Gunakan kabel penyaluaran stabilizer yang telah berstandar untuk beban listrik. Hal ini untuk mencegah kerusakan stabilizer akibat korsleting atau over heating.

    3. ⁠Pengecekan secara berkala dan menjaga kebersihannya. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada kabel, soket, atau kemungkinan ada binatang yang bersarang di dalam stabilizier.

    4. ⁠Matikan stabilizer jika tidak digunakan dan saat keluar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com