Tag: kerusakan

  • 5 Jurus Hadapi Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor dan Rusak



    Jakarta

    Terkadang ada saja masalah muncul di rumah saat memasuki musim hujan. Derasnya air hujan ditambah udara yang lembap bisa bikin rumah rusak.

    Kondisi seperti ini dapat merusak dinding, menimbulkan rembesan, pertumbuhan jamur, bahkan merusak pada fondasi, lho. Sebelum terjadi kerusakan, sebaiknya mengecek dan mempersiapkan rumah memasuki musim hujan.

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau saat musim hujan? Yuk, simak penjelasanya berikut ini, dikutip dari HomeWorldDesign.


    5 Hal yang Harus Diperhatikan di Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah hal-hal yang perlu kamu cek dan persiapkan di rumah untuk menghadapi musim hujan

    1. Periksa Atap

    Atap menjadi bagian rumah yang paling banyak terkena terpaan air hujan. Oleh karena itu, pastikan atap kokoh dari bebas dari kebocoran atau retakan.

    Periksa dan rawat atap secara teratur untuk mencegah kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan mahal. Pastikan Anda juga memeriksa plafon rumah karena biasanya tanda-tanda kebocoran terlihat dari sini.

    Lalu periksa juga kalau ada genteng yang rusak, retak, berlubang, bergeser, ataupun hilang. Jangan sampai ada celah untuk air masuk ke dalam rumah. Sebagai tambahan, kamu bisa menambahkan lapisan kedap air ke atap untuk mencegah kebocoran.

    2. Periksa Kabel Listrik

    Hujan deras dapat merusak isolasi saluran kabel listrik, sehingga meningkatkan risiko masalah seperti pemadaman listrik, lonjakan daya, sekring putus, dan gangguan pengaturan tegangan di rumah. Pastikan tidak ada kabel yang longgar atau sakelar yang rusak seta pemutus arus berfungsi dengan baik.

    Tutupi kabel yang terbuka untuk mencegah sengatan listrik, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Pastikan kamu tidak asal menggunakan selotip atau lakban untuk memperbaiki atau menutupi kabel ini, karena kabel tersebut tidak terbuat dari bahan isolasi yang tepat dan dapat merusak kabel lebih lanjut. Gunakan selotip listrik atau biarkan teknisi ahli menangani pekerjaan tersebut.

    Hujan deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Sebaiknya kamu juga memasang pelindung lonjakan arus untuk menjaga peralatan dan elektronik tetap aman selama lonjakan daya saat petir menyambar.

    Lalu, penting untuk mengawasi stopkontak di dekat jendela dan area semi terbuka. Sebab, ada kemungkinan stopkontak akan mengalami kerusakan akibat air.

    Kamu juga perlu memangkas cabang-cabang pohon yang terlalu dekat dengan kabel listrik. Jangan sampai ranting pohon jatuh mengenai kabel listrik saat hujan deras dan menyebabkan pemadaman listrik.

    3. Bersihkan Talang dan Saluran Air

    Sistem drainase dan talang melindungi atap dan fondasi rumah dari hujan deras. Untuk itu, salurannya harus bersih dan bebas dari penyumbatan sebelum hujan mulai turun. Kamu bisa memeriksa pipa dan saluran pembuangan secara berkala dan perbaiki retakan atau kebocoran pada pipa.

    Puing-puing seperti daun, ranting, dan batu, dapat dengan mudah terkumpul di saluran pembuangan dan talang. Hal ini akan menghalangi aliran air dan meningkatkan risiko genangan air, luapan, dan tumpahan yang dapat merusak dinding dan fondasi rumah.

    4. Periksa Halaman Rumah

    Kami harus memeriksa halaman rumah untuk mencari area yang selalu tergenang air. Ini dapat mengindikasikan perataan tanah yang tidak tepat yang pada akhirnya akan merusak fondasi rumah. Jika Anda melihat genangan air, hubungi spesialis lansekap dan drainase untuk memeriksa dan memperbaikinya. Jangan sampai perataan tanah tidak semakin memburuk.

    5. Lindungi Pintu, Jendela, dan Dinding

    Periksalah jendela dan dinding dengan benar untuk mencari retakan atau area yang tidak tertutup dengan benar. Pastikan semua jendela dan pintu dapat dibuka dan ditutup dengan benar.

    Gunakan busa atau sealant silikon berkualitas untuk menutup celah antara pintu dan jendela. Langkah Ini akan mencegah kebocoran air dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur, pembengkakan, dan pembusukan di sekitar rangka kayu jendela dan pintu. Kamu juga bisa memasang segel karet di dasar pintu masuk dan pintu balkon untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.

    Selain itu, retakan di dinding dapat dengan mudah membuat air meresap, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan akhirnya merusak dinding dan fondasi rumah. Salah satu cara untuk mengidentifikasi area yang mungkin mengalami rembesan adalah dengan mencari dinding yang lembap dan cat yang mengelupas.

    Jika menemukan jamur, kikis dan gunakan pemutih dan air untuk membersihkan dan mendisinfeksi dinding. Selanjutnya, aplikasikan lapisan cat tahan air.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di rumah ketika memasuki musim hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Biarkan Rumah Kosong Terlalu Lama, Dampaknya Lebih Ngeri dari Angker!



    Jakarta

    Sebisa mungkin jangan pernah membiarkan rumah kosong tak berpenghuni terlalu lama. Bukan karena takut rumah itu jadi angker, tapi ada dampak yang jauh menyeramkan dari pada hal mistis, yakni rumah kamu bisa ambruk.

    Memang salah satu dampak yang akan timbul bila rumah tak berpenghuni adalah kondisinya akan cepat rusak. Rumah yang lama tak ditinggali akan cepat rusak, cepat tumbuh ilalang, lembap dan tembok akanretak hingga lama kelamaan akan ambruk.

    Lantas, kenapa rumah kosong atau tak berpenghuni lebih berisiko rusak lebih cepat. Jawabannya yakni karena faktor sirkulasi udara.


    Dikutip dari detikFinance, sirkulasi udara yang tak bagus di dalam rumah mempercepat kerusakan. Saat rumah kosong, kondisi udara lembap.

    Kemudian rumah yang kosong atau tidak ditempati, pasti tidak pernah dibersihkan. Hal ini juga memicu kerusakan lebih cepat dibandingkan rumah yang ditempati dan dirawat oleh penghuninya.

    Kondisi akan berbeda jika rumah ditempati atau dihuni. Karena, rumah akan terawat. Kondisi sirkulasi udara pun bagus. Rumah juga bersih. Sehingga, tidak mempercepat kerusakan dinding rumah.

    Nah, detikters kalau sudah memiliki rumah dan belum ditempati ada baiknya dijenguk dan dibersihkan minimal satu minggu sekali. Misalnya disapu atau dipel sampai mengelap kaca-kaca dan membuka pintu jendela agar aliran udara lebih baik.

    Selain sirkulasi udara dan kebersihan, adanya makhluk hidup lain seperti serangga sejatinya dapat mempercepat kerusakan. Rumah kosong biasanya jadi tempat sarang laba-laba. Atau bisa menjadi sarang hewan pengerat, seperti tikus.

    Kemudian, perabotan yang terbuat dari kayu juga bisa alami pelapukan karena udara yang tak bagus. Selain itu, perabotan yang terbuat dari besi juga akan mudah berkarat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Antisipasi Sambaran Petir Biar Seisi Rumah Aman


    Jakarta

    Hujan lebat kerap kali disertai petir, sehingga berpotensi menyambar rumah. Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, fenomena ini bisa menyebabkan sejumlah kerusakan.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?

    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.


    Tips Antisipasi Sambaran Petir Kena Rumah

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Menimbang Untung Rugi Beli Rumah Bekas atau Baru



    Jakarta

    Rumah merupakan salah satu kebutuhan bagi hampir seluruh orang. Namun, kendalanya tidak semua orang dapat membeli rumah terutama rumah baru. Alhasil ada yang memutuskan untuk mencari rumah bekas yang harganya lebih murah kemudian merenovasinya.

    Namun, sebelum kamu memutuskan membeli rumah bekas atau menabung untuk membeli rumah baru, pertimbangkan dahulu dengan matang untung rugi keduanya. Kira-kira apakah membeli rumah bekas lalu merenovasinya akan lebih untung atau lebih baik membeli rumah baru?

    Steve Sudijanto, Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management mengatakan dari segi harga membeli rumah second sangat menguntungkan karena harganya lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Alasannya bukan karena rumah bekas atau telah dipakai, melainkan biasanya pemilik rumah ingin menjual rumah dengan cepat.


    “Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Kelebihan lainnya membeli rumah second biasanya lokasinya berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lebih lama. Misalnya sudah banyak tempat komersial, lalu lintas lebih ramai karena sudah banyak yang tinggal di sana, dan tersedia fasilitas umum yang lebih mudah dijangkau.

    Kondisi ini mungkin akan berbeda dengan rumah baru. Biasanya rumah-rumah baru masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

    Namun, kondisi lingkungan di sekitar rumah ini bisa berbeda-beda, tergantung di mana kamu ingin tinggal. Maka, kamu perlu mencari lokasi yang strategis saat mencari rumah second ataupun baru agar saat mempertimbangkannya tetap mendapat pilihan terbaik.

    “Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

    Pertimbangan selanjutnya adalah kamu harus memilih rumah second yang tidak memiliki kerusakan parah atau struktural. Dengan begitu kamu dapat mempertimbangkan apakah rumah tersebut harus direnovasi atau tidak. Jika rumah second sudah murah dan tidak perlu direnovasi maka pengeluaranmu tidak banyak.

    Hal yang sama juga berlaku untuk rumah baru. Meski biasanya memang memiliki ketahanan yang bagus karena baru selesai dibangun, tetapi kamu tetap harus mengeceknya seperti kondisi atap bocor atau tidak, kondisi airnya, pada siang hari panas atau tidak, cek potensi jamur dan rayap, dan kondisi saluran pembuangan.

    “Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

    Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

    “Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Masalah yang Sering Terjadi Pada Atap



    Jakarta

    Atap merupakan salah satu elemen terpenting dalam struktur bangunan, berfungsi melindungi interior dari cuaca ekstrem dan menjaga kenyamanan penghuni. Namun, seiring berjalannya waktu, atap dapat mengalami berbagai masalah yang bisa mengganggu fungsinya.

    Simak artikel ini yang akan membahas beberapa masalah umum yang sering terjadi pada atap, seperti kebocoran, kerusakan genteng, dan penumpukan lumut, serta memberikan solusi praktis untuk memperbaikinya.

    Identifikasi

    Melansir This Old House, pemeriksaan secara berkala memungkinkan kamu untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul sebelum berkembang menjadi isu yang lebih serius. Namun, penting untuk mengetahui apa yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan tersebut.


    Periksa Indikator Visual

    Lihat masalah atap yang terindikasi dari darat, seperti kerusakan atau hilangnya flashing di sekitar cerobong asap dan ventilasi, genteng yang hilang, retak, atau melengkung, area yang kendur di atap, serta adanya garis-garis gelap atau pertumbuhan alga.

    Tanda Internal Masalah

    Waspadai titik lembab di lantai atas, cat mengelupas di samping atap yang menjorok, cahaya yang masuk melalui papan atap, noda air di langit-langit atau dinding, jika kamu menyaksikan salah satu gejala ini, silakan penyelidikan lebih lanjut atau kontak profesional untuk inspeksi.

    Kebocoran

    Kebocoran atap adalah salah satu masalah paling umum dan berpotensi merusak yang sering dihadapi oleh pemilik rumah. Kebocoran tidak selalu terlihat sebagai tetesan air yang terus-menerus.

    Terkadang, ia muncul dalam bentuk titik lembap di langit-langit atau noda air yang membesar. Untuk mendeteksi kebocoran, periksa loteng kamu untuk mencari insulasi yang basah atau area yang bernoda pada selubung.

    Kamu juga bisa meminta bantuan teman atau anggota keluarga untuk menyemprotkan air ke area atap yang dicurigai sambil kamu memeriksa dari dalam. Setelah menemukan lokasi kebocoran, kamu dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki masalah tersebut di permukaan atap.

    Kerusakan Sirap

    Cuaca ekstrem dapat merusak, mengendurkan, atau bahkan menghilangkan sirap atap. Sirap yang rusak membuat atap kamu lebih rentan terhadap infiltrasi air dan kerusakan tambahan, melakukan pemeriksaan secara berkala dapat membantu kamu mendeteksi masalah pada sirap lebih awal.

    Kegagalan Flashing

    Flashing adalah bahan yang digunakan untuk menutup sambungan dan mencegah air masuk melalui celah di atap, seperti di sekitar cerobong asap, ventilasi, dan skylight. Seiring waktu, flashing dapat mengalami keretakan, berkarat, atau terlepas, yang dapat mengakibatkan kebocoran.

    Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian ekstra pada area ini saat melakukan pemeriksaan atap.

    Masalah Ventilasi Atap

    Ventilasi atap dan skylight tidak hanya fungsional tetapi juga estetis, namun keduanya dapat mengalami kebocoran jika tidak dirawat dengan baik. Periksa adanya retakan atau celah, terutama di sekitar segel.

    Komponen yang terpasang dengan aman dan tersegel dengan baik akan membantu mencegah masuknya air.

    Masalah Sambungan dan Kelembapan

    Lereng atap, yaitu area di mana dua bidang atap bertemu, dapat mengumpulkan serpihan dan air, yang berpotensi menyebabkan keausan dan kebocoran. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa sirap di lereng tersebut terpasang dengan benar agar masalah ini dapat dihindari.

    Peralatan Perbaikan Atap Sendiri

    Sebelum memulai perbaikan atap sendiri, kumpulkan peralatan dan perlengkapan keselamatan berikut antara lain pistol mendempul, bar datar, sekop taman, palu, tangga, sepatu anti selip, paku atap, sealant atap, kacamata keselamatan, tali pengaman, dan sarung tangan kerja.

    Langkah-langkah Memperbaiki dan Mengganti Sirap yang Rusak

    Jika kamu perlu memperbaiki atau mengganti sirap atap, pilihlah hari yang cerah untuk melakukannya, karena suhu ekstrem dapat membuat sirap menjadi rapuh atau terlalu lunak kemudian, ikuti langkah-langkah berikut untuk memperbaikinya.

    Gunakan batang datar untuk memecah segel antar sirap dan cabut paku-paku, singkirkan sirap yang rusak, pasang sirap baru mulai dari tingkat terendah, pakukan sirap baru pada tempatnya, dan aplikasikan manik-manik sealant atap di bawah tepi depan setiap sirap yang diganti serta sirap di atasnya.

    Memperbaiki Flashing yang Salah

    Jika kamu menghadapi masalah kecil pada flashing, cukup bersihkan area di sekitarnya dan aplikasikan sealant atap untuk memperbaiki retakan atau menempelkan kembali bagian yang longgar.

    Pastikan permukaan sealant tetap halus agar air dapat mengalir dengan baik.
    Namun, jika kamu mengalami masalah flashing yang lebih serius, kamu mungkin perlu mengganti seluruh unit flashing tersebut.

    Dalam hal ini, sebaiknya hubungi profesional untuk mendapatkan bantuan.

    Memperbaiki Kebocoran Langit-langit

    Untuk memperbaiki kebocoran langit-langit, cari retakan atau celah pada langit-langit dan aplikasikan segel silikon di sekeliling tepi langit-langit. Pastikan flashing di sekeliling langit-langit masih utuh, lalu tutup semua celah atau retakan.

    Membersihkan Atap yang Lembap

    Untuk membersihkan lembah atap dari serpihan, gunakan sekop taman untuk mengangkat daun, cabang, dan tanah.

    Periksa sirap di lembah untuk melihat apakah ada kerusakan, dan ganti jika diperlukan. Pastikan sirap sudah diratakan dan disegel dengan baik agar air tidak bisa masuk.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Lumutan? Begini Cara Membersihkannya



    Jakarta

    Alga atau yang sering disebut lumut, dapat menjadi masalah yang mengganggu bagi atap rumah kamu. Tidak hanya merusak estetika, lumut juga berpotensi menyebabkan kerusakan struktural. Kehadiran lumut dapat mengakibatkan penumpukan air dan mempercepat proses degradasi material atap.

    Pahami artikel ini yang akan menjelaskan metode efektif untuk membersihkan alga dari atap kamu serta memberikan tips pencegahan agar atap tetap bersih dan terlindungi dari pertumbuhan yang tidak diinginkan. Dengan langkah-langkah yang tepat, kamu dapat menjaga keindahan dan daya tahan atap kamu dalam jangka panjang.

    Apa itu Alga?

    Melansir This Old House, Sabtu (30/11/2024), alga merupakan kumpulan organisme kecil yang memproduksi makanan dengan memanfaatkan sinar matahari. Di atap, alga biasanya terlihat sebagai noda dan garis-garis yang mirip dengan jamur.


    Meskipun alga dapat tumbuh di berbagai iklim, mereka paling sering ditemukan di daerah yang memiliki musim panas hangat dan lembap. Walaupun alga mungkin terlihat seperti masalah kosmetik, keberadaannya dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di atap, yang dapat merusak sirap dan struktur di bawahnya.

    Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengakibatkan kebocoran dan menurunkan efisiensi energi rumah kamu.

    Cara DIY untuk Menghilangkannya

    Jika kamu merasa percaya diri untuk melakukan proyek do-it-yourself atau DIY, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan alga dari atap. Setiap metode ini sebaiknya dilakukan pada hari yang tenang dan mendung.

    Produk Pembersih Atap Komersial

    Terdapat berbagai produk komersial yang dirancang khusus untuk membersihkan atap. Produk-produk ini biasanya mengandung algaesida dan dapat lebih efektif dibandingkan dengan solusi buatan sendiri dalam mengatasi pertumbuhan alga yang sulit dihilangkan.

    Pastikan untuk membaca label dengan teliti dan mengikuti petunjuk dari produsen agar tidak merusak sirap dan lingkungan sekitarnya. Untuk informasi lebih lanjut, lihat panduan kami tentang biaya pembersihan atap.

    Cuka dan Air

    Cuka tidak sekuat pemutih, namun jika kamu menghadapi masalah alga ringan di atap, cuka dapat menjadi pilihan yang baik dan relatif ramah lingkungan. Caranya adalah campur cuka putih dengan air dalam proporsi yang sama, semprotkan pada area yang terinfeksi, diamkan selama 15-20 menit, lalu bilas dengan air.

    Air dan Pemutih

    Campuran air dan pemutih dengan perbandingan 50-50 dapat secara efektif membunuh alga. Semprotkan larutan ini pada area yang terinfeksi, biarkan selama 15-20 menit, kemudian bilas hingga bersih dengan air.

    Meskipun metode ini sangat efektif, perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, pastikan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan dan melindungi tanaman di sekitarnya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah dan Mengatasi Atap Logam yang Berkarat


    Jakarta

    Atap logam menawarkan daya tahan dan estetika yang menarik. Namun tanpa perawatan yang tepat, atap logam rentan terhadap karat dan korosi. Karat tidak hanya mengurangi umur atap, tetapi juga dapat menyebabkan kebocoran dan kerusakan struktural yang lebih serius.

    Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah efektif untuk mencegah atap logam berkarat, mulai dari pemilihan bahan yang tepat hingga teknik perawatan rutin. Dengan informasi ini, kamu dapat menjaga atap logam tetap dalam kondisi prima dan melindungi rumah.

    Cara Mencegah dan Mengatasi Atap Logam Berkarat

    Melansir RPS Metal Roofing, pada (30/11/2024), langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memeriksa atap kamu untuk mencari tanda-tanda karat. Mulailah dengan mencuci atap logam untuk menghilangkan kotoran atau debu.


    Perhatikan apakah ada ring atau sekrup yang berkarat dan segera gantilah. Kamu bisa menggunakan sikat kawat untuk menghapus noda karat yang terlihat. Jika terdapat panel yang berkarat, mungkin sudah saatnya untuk meminta bantuan profesional agar dapat memeriksa dan menggantinya. Jika karat dibiarkan menyebar, hal ini dapat menyebabkan kerusakan total pada seluruh atap dan penampilannya.

    Lakukan Pengecatan

    Mengaplikasikan lapisan cat baru dapat memberikan perlindungan tambahan pada atap logam kamu dari korosi. Kamu juga mungkin ingin mempertimbangkan untuk menggunakan lapisan primer yang mengandung setidaknya 80% seng, karena seng efektif dalam mencegah timbulnya karat.

    Pastikan untuk membersihkan atap secara menyeluruh sebelum menerapkan cat atau primer agar tidak ada kotoran yang terperangkap dalam hasil pengecatan. Sebagai aturan umum, sebaiknya cat atap setiap tiga tahun sekali untuk menjaga perlindungannya seiring waktu.

    Gunakan Panel Logam Berkualitas

    Saat memasang atap, penting untuk memastikan bahwa kamu menggunakan panel logam yang berkualitas tinggi. Sebaiknya, panel tersebut mengandung sejumlah seng yang dapat membantu mencegah karat pada atap logam. Seng berfungsi melindungi tepi yang terpotong, jadi pastikan panel yang kamu pilih mengandung elemen ini.

    Gunakan Beberapa Jenis Pelapis

    Salah satu metode yang terbukti efektif untuk mencegah karat pada atap logam adalah dengan menggunakan pelapis elastomer, silikon, atau akrilik, masing-masing memiliki keunggulannya sendiri.

    Misalnya, pelapis elastomer tersedia dalam berbagai warna, sehingga dapat menjadi pilihan menarik. Pelapis ini juga berfungsi untuk mencegah masuknya udara dan kelembapan ke dalam atap.

    Dengan adanya lapisan pelindung, korosi dan penyebaran karat pada atap dapat dihentikan, membentuk penghalang yang membantu mencegah kerusakan lebih lanjut. Kamu selalu dapat berkonsultasi dengan profesional untuk menentukan jenis pelapis yang paling sesuai untuk atap logam. Pastikan juga untuk membersihkan atap dengan baik sebelum menerapkan pelapis apapun.

    Atap Galvanis

    Salah satu langkah penting yang harus dilakukan untuk perawatan atap logam adalah melakukan galvanisasi. Untuk melakukannya, kamu perlu merawat atap dengan seng cair, yang memberikan lapisan perlindungan tambahan agar atap terhindar dari karat atau korosi.

    Mengaplikasikan lapisan pelindung ini memiliki banyak keuntungan, alasan utama untuk melakukan ini adalah untuk mencegah karat pada atap logam kamu. Namun, ada manfaat lain, seperti meningkatkan kekuatan dan daya tahan atap.

    Jika kamu sudah melihat tanda-tanda karat, galvanisasi dapat menghentikan penyebarannya. Sebaiknya aplikasikan material tersebut langsung pada area yang berkarat untuk menghentikan penyebaran karat di atap logam kamu.

    Galvanisasi dengan seng juga akan memperpanjang umur atap, menjadikannya lebih tahan terhadap berbagai kondisi cuaca seperti pada musim hujan dan panas ekstrem.

    Pemeliharaan dan Perawatan Rutin

    Jika kamu ingin mencegah karat pada atap logam, penting untuk berinvestasi dalam perawatan rutin. Salah satu keuntungan dari atap logam adalah bahwa mereka tidak memerlukan perhatian dan perawatan sebanyak beberapa alternatif lainnya.

    Namun, tetap penting untuk melakukan perawatan tahunan. Pertimbangkan untuk meminta tukang atap setempat memeriksa dan menunjukkan area yang mungkin berkarat kepada kamu.

    Dengan cara ini, kamu dapat segera menangani masalah tersebut dan mencegah karat menyebar ke bagian lain dari atap. Menemukan titik-titik karat lebih awal dapat menghindarkan kamu dari masalah dan biaya yang lebih besar di kemudian hari. Jangan lupa juga untuk mengecat atap yang seharusnya menjadi bagian dari perawatan rutin atap logam.

    Kamu perlu melapisi atap dengan pelindung. Setelah itu, kamu dapat melanjutkan dengan perawatan rutin, dan pastikan untuk menjauhkan cabang pohon dari atap logam, karena ini akan membantu mencegah goresan.

    Jika atap tergores, logam akan terpapar udara, yang memungkinkan terjadinya penumpukan air yang dapat menyebabkan karat dengan cepat. Elemen lain seperti tanah, serpihan, dan daun juga dapat menahan air di sekitar logam.

    Oleh karena itu, pastikan untuk menghilangkan semua benda ini saat membersihkan atap sebagai bagian dari perawatan rutin. Memeriksa atap juga memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi area lain yang mungkin mulai berkarat sehingga kamu dapat segera mengambil tindakan.

    Jika Atap Sudah Berkarat

    Hilangkan Semua Karat

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghilangkan karat sebanyak mungkin, bertindaklah segera, karena karat dapat dengan cepat menyebar ke area lain di atap. Jika kamu membiarkannya, kerusakan yang lebih parah mungkin akan terjadi.

    Perbaiki bagian-bagian yang karatnya dapat ditangani dengan cepat untuk menghentikan proses korosi. Sebaiknya, hubungi perusahaan atap setempat yang dapat datang untuk mengevaluasi kerusakan dan merawat area yang berkarat.

    Gunakan Lapisan Pelindung

    Jika atap kamu berkarat, penting untuk mengaplikasikan lapisan pelindung. Ini akan membantu mencegah masalah karat yang lebih lanjut dengan memberikan penghalang yang lebih efektif antara atap dan lingkungan serta elemen cuaca.

    Sebelum memilih pelapis, periksa berbagai opsi yang tersedia, karena beberapa pelapis menawarkan daya tahan dan ketahanan yang lebih baik dibandingkan yang lain.

    Itulah cara mencegah atap logam berkarat. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! 5 Tanda Jendela Rumah Harus Diganti



    Jakarta

    Jendela menjadi elemen yang penting dalam bagian rumah, jendela memberikan pandang dari dalam ke luar ruangan. Saat dilihat dari luar, jendela dapat memberikan karakter, gaya, dan daya tarik.

    Dengan melihat pentingnya jendela, bagian ini layak mendapatkan perawatan penuh dan juga perlu diganti saat waktunya tiba. Ada beberapa tanda yang bisa kamu lihat, apakah jendela rumah perlu diganti atau tidak.

    Melansir Southern Living, berikut beberapa tanda saatnya mengganti jendela di rumah kamu.


    Kesulitan dalam Pengoperasian

    Salah satu tanda yang paling jelas jendela mungkin perlu diganti adalah kesulitan dalam pengoprasian. Rangka jendela yang melengkung dan rusak, seringkali menjadi penyebab hal ini terjadi.

    “Rangka jendela yang melengkung akan membuat jendela lengket, sulit dibuka, dan menimbulkan angin,” kata Jeramy Sibley, presiden Glass Doctor.

    Usia rumah juga dapat mempengaruhi cara kerja dan fungsi jendela karena pergeseran pondasi. Proses tersebut dapat menyebabkan tanda-tanda kerusakan yang terlihat, retakan, dan kerentanan yang lebih besar terhadap kerusakan.

    Masalah Kondensasi dan Kelembapan

    Paparan kelembapan yang berkepanjangan akan dapat merusak jendela, terutama jika jendela terbuat dari kayu. Pengembunan jendela menjadi masalah yang lebih besar bila terjadi diantara panel kaca.

    Karena hal ini menjadi bukti adanya masalah segel dan kemungkinan besar sudah saatnya jendela perlu diganti.

    Penampilan yang Ketinggalan Zaman

    Meskipun tampilan rumah mungkin tidak cukup berpengaruh untuk menjamin penggantian jendela, hal ini hanya faktor yang perlu dipertimbangkan. Jendela baru dapat memberikan tampilan yang lebih menarik dan memungkinkan visibilitas yang lebih baik ke dunia luar.

    Memperbarui rumah dengan jendela yang memberikan tampilan modern dan menarik, akan mengubah tampilan dan nuansa rumah.

    Efisiensi Energi

    Seiring dengan pergeseran dan penurunan struktur bangunan dari waktu ke waktu yang perlahan kehilangan daya lindungnya sehingga dapat mengalami penurunan suhu.

    Hal ini membuat pengaturan suhu di rumah menjadi tidak sesuai. Di rumah manapun, rangka dan panel harus disegel dengan benar untuk menghindari perpindahan suhu.

    Jendela dan rangka pintu menjadi bukaan ke luar, sehingga menjadi penyebab utama hilangnya energi rumah tangga. Pengembunan di sekitar kaca dan aliran udara baru merupakan tanda bahwa jendela tidak seefisien energi yang semestinya.

    Kebisingan yang Berlebih

    Jika tinggal di kota atau daerah yang memiliki lebih banyak kebisingan jalan raya, pengendalian suara harus menjadi pertimbangan saat memilih jendela baru.

    Apabila kamu memperhatikan kebisingan berlebih yang masuk ke dalam rumah, hal ini bisa menjadi tanda bahwa jendela harus diganti agar dapat menjadi peredam suara dengan maksimal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pasang Lantai atau Lemari Dulu? Ini Jawabannya!



    Jakarta

    Saat merencanakan renovasi atau pembangunan interior, salah satu pertanyaan penting yang sering muncul adalah apakah sebaiknya memasang lantai terlebih dahulu atau lemari.

    Keputusan ini dapat memengaruhi hasil akhir dan efisiensi proyek kamu. Dalam hal ini pembahasan mengenai pro dan kontra dari masing-masing pendekatan, serta faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membantu kamu menentukan urutan yang paling tepat dalam proses pemasangan.

    Kapan Harus Memasang Kabinet Sebelum Lantai?

    Melansir The Spruce, Selasa (3/12/2024), dalam banyak kasus, dengan ketinggian lantai standar, kamu sebaiknya memasang lemari atau pulau dapur sebelum menambahkan penutup lantai. Selain itu, lantai juga harus dipasang sebelum peralatan.


    Penutup lantai, atau pelapis lantai, adalah permukaan yang terlihat dan diinjak bukan sublantai atau lapisan dasar, dan dapat terdiri dari bahan laminasi, vinil, kayu, atau ubin.

    Penutup lantai perlu dipotong sesuai ukuran dan disandarkan pada lemari atau pulau dapur, sehingga menyisakan celah minimal antara lantai dan lemari. Celah ini nantinya akan ditutupi oleh alas tiang atau cetakan sepatu yang dipaku pada bagian bawah lemari.

    Kelebihan Memasang Lantai Lebih Dulu

    Menurut Build Direct, banyak orang lebih memilih untuk memasang lantai terlebih dahulu guna menghindari pemotongan material di sekitar lemari dan peralatan. Ini menjadi daya tarik utama bagi mereka yang baru memulai pemasangan lantai.

    Selain itu, beberapa orang khawatir bahwa jika mereka memasang lemari terlebih dahulu, akan lebih sulit untuk menggantinya di masa depan, karena mereka terikat pada ukuran lemari yang sama.

    Namun, jika kamu sedang merenovasi dapur, kemungkinan besar kamu akan melakukannya dengan gaya yang tidak ingin diubah di kemudian hari. Terakhir, memasang lantai di bawah lemari dasar memberikan tampilan yang rapi dan menghemat waktu, karena kamu tidak perlu memasang lemari seperempat lingkaran.

    Kekurangan Memasang Lantai Lebih Dulu

    Selain itu, jenis material yang dipilih dapat memengaruhi urutan pemasangan. Lantai kayu cenderung mengembang dan menyusut akibat perubahan suhu dan kelembapan, sehingga memerlukan ruang untuk proses tersebut.

    Memasang lantai di bawah lemari dapat menyebabkan kayu melengkung saat berusaha mengembang, yang bisa merusak lantai baru kamu. Oleh karena itu, beberapa ahli merekomendasikan agar pemasangan lantai kayu dilakukan setelah kabinet terpasang.

    Di samping itu, lantai yang mengambang tidak bisa dipasang di bawah kabinet karena berat kabinet akan membatasi ruang gerak lantai untuk mengembang dan menyusut, yang dapat menyebabkan kerusakan pada lantai.

    Kelebihan Memasang Lemari Lebih Dulu

    Memulai proyek dengan lemari dapat membantu kamu menghindari berbagai masalah yang mungkin muncul jika kamu melakukannya dengan cara yang berbeda. Dengan cara ini, kamu tidak akan menghabiskan waktu dan uang untuk lantai yang tidak akan terlihat.

    Selain itu, memulai dengan lemari juga mengurangi risiko kerusakan pada lantai baru kamu . Jika kamu memasang lantai terlebih dahulu dan kemudian menambahkan lemari, ada kemungkinan kamu akan menggores atau menciptakan penyok pada lantai saat proses pemasangan.

    Kekurangan Memasang Lemari Lebih Dulu

    Dengan memulai proyek dengan kabinet, kamu pada dasarnya menetapkan fondasi yang harus diikuti selama renovasi yang akan datang. Selain itu, kamu perlu memotong lantai agar sesuai dengan kabinet bawah, yang dapat membuat proses pemasangan menjadi lebih mahal dan memakan waktu.

    Peralatan yang terpasang akan terjebak di tempatnya selama kamu menggunakan lantai ini, sehingga penggantian peralatan tersebut menjadi jauh lebih sulit. Tentu saja, kamu bisa memilih untuk membeli peralatan yang tidak terpasang untuk mengatasi masalah ini.

    Seperti yang dapat dilihat, ada kelebihan dan kekurangan dalam memilih apakah akan memasang lantai atau kabinet terlebih dahulu, meskipun ada lebih banyak risiko jika kamu memilih untuk memasang lantai terlebih dahulu.

    Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat bahan yang kamu pilih, jenis peralatan yang kamu miliki, dan rencana renovasi di masa depan saat membuat keputusan. Jika kamu bekerja sama dengan kontraktor, jangan ragu untuk menanyakan metode apa yang biasanya mereka gunakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Air Keran Terus Menetes dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Jika kamu mengalami masalah dengan air keran yang terus menetes, bahkan setelah menutupnya, tentu akan sangat mengganggu. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa bikin tagihan air membengkak.

    Untungnya, memperbaiki keran yang bocor atau mengalir terus tidak selalu sulit dan dapat dilakukan sendiri dengan beberapa alat sederhana. Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keran kamu ke kondisi normal.

    Penyebab Air Keran Mengalir Terus

    Melansir Mc Roberts Heating, terdapat beberapa kemungkinan penyebab keran bocor, dan mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu kamu merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


    Kamu mungkin dapat memperbaiki sendiri beberapa masalah, tetapi yang lain memerlukan layanan profesional. Tukang ledeng bisa menemukan cara baru untuk mengetahui keran bocor dan cara memperbaikinya.

    Kartrid Keran Rusak

    replacing defective ceramic disc cartridge covered with limescale in shower mixer using wrenchkartrid keran/tap cartridge Foto: Getty Images/iStockphoto/asadykov

    Kartrid keran berfungsi untuk mengatur aliran dan suhu air yang keluar, menjadikannya salah satu komponen terpenting. Meskipun kartrid sangat tahan lama, benda itu bisa aus seiring waktu atau kerusakan akibat penumpukan sedimen.

    Sedimen adalah material padat yang mengendap di dasar cairan, biasanya terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Sedimen ini dapat menyebabkan erosi, pelapukan, dan pengendapan partikel yang dibawa oleh air, angin, atau es seiring berjalannya waktu.

    Jika kamu mengetahui ukuran kartrid yang diperlukan, kamu mungkin bisa menggantinya sendiri, tetapi kamu akan memerlukan beberapa alat khusus dan pemahaman tentang cara kerja keran. Jika kamu ragu, disarankan untuk menghubungi profesional.

    Masalah Pipa

    Bocornya keran dapat dipicu oleh gangguan pada pipa, seperti retakan, korosi, atau kerusakan akibat akar pohon. Pipa yang rusak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan air, yang pada gilirannya menyebabkan keran menetes.

    Namun, kerusakan pipa merupakan masalah serius, dan kurang kemungkinan bahwa itu sendiri akan menyebabkan keran menetes. Jika pipa kamu rusak, kamu mungkin akan mengalami masalah lain, seperti bau tak sedap, perubahan warna air, dan kebocoran yang lebih luas.

    Tekanan Air Tinggi

    Tekanan air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aliran air di pipa kamu. Jika tekanannya berlebihan, air tidak dapat mengalir dengan efektif.

    Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan, dan jika air tidak menemukan jalan keluar, ia akan mulai menetes dari keran kamu. Seorang tukang ledeng dapat menguji tekanan air kamu dan memberikan solusi untuk menurunkannya jika diperlukan.

    Cara Memperbaiki Keran yang Bocor

    Mengutip dari Selleys, jika kamu mempertimbangkan untuk memperbaiki keran bocor sendiri, berikut adalah beberapa langkah sederhana dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

    Peralatan yang Diperlukan

    Kamu akan memerlukan kunci pas yang dapat disesuaikan, obeng kepala datar dan kepala silang, kunci L, dan komponen baru seperti kartrid keran atau cincin O, serta kain (opsional).

    Matikan Pasokan Air Utama

    Langkah pertama yang paling penting dalam proses ini adalah mematikan pasokan air ke rumah kamu, untuk mencegah terjadinya banjir di dapur atau kamar mandi secara tidak sengaja.

    Setelah air dimatikan, lakukan pemeriksaan dengan menyalakan keran. Jika tidak ada air yang mengalir, berarti kamu sudah siap untuk memulai.

    Lepas Pegangannya

    Setelah mematikan pasokan air, langkah selanjutnya adalah melepas gagang. Cara melepasnya akan tergantung pada jenis perlengkapan yang kamu miliki.

    Beberapa gagang keran memiliki tutup yang menyembunyikan sekrup di bawahnya dan dapat dibuka dengan obeng pipih.

    Sementara gagang yang menggunakan sekrup grub memerlukan kunci L untuk melonggarkan sekrup sebelum bisa ditarik, dan ada juga gagang dengan tuas yang dapat dibuka untuk mengakses sekrup lainnya.

    Serta gagang yang dapat dilepas tanpa sekrup yang mungkin memerlukan obeng pipih untuk mencungkilnya jika kamu mengalami kesulitan.

    Lepas Kartrid Keran

    Setelah pegangan dilepaskan, kamu akan menemukan kartrid atau batang keran. Sementara beberapa kartrid dapat dilepas dengan tangan, yang lainnya mungkin memerlukan kunci pas untuk membukanya.

    Sebelum mengeluarkan kartrid, disarankan untuk meletakkan kain di bawahnya karena kemungkinan akan ada sedikit air yang bocor.

    Periksa Bagian Penyebab Kebocoran

    Setelah semua komponen dilepas, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyebab kebocoran. Periksa setiap bagian dengan teliti untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau korosi, serta perhatikan apakah ada komponen yang rusak. Jika semua dalam kondisi baik, kemungkinan penyebab kebocoran adalah tekanan air yang terlalu tinggi.

    Perbaiki Masalahnya

    Jika kamu menemukan komponen yang rusak, berkarat, atau pecah, sebaiknya ganti dengan yang baru. Untuk ring atau o-ring, penting untuk memastikan bahwa keduanya memiliki ukuran yang tepat untuk mencegah kebocoran.

    Jika kebocoran disebabkan oleh tekanan air yang tinggi, cari regulator tekanan air dan lakukan penyesuaian secara perlahan.

    Pasang Kembali Keran

    Setelah kamu mengganti komponen yang diperlukan, pasang kembali keran dengan cara memasukkan kartrid dan kemudian mengaitkan pegangannya.

    Hidupkan Pasokan Air Utama dan Periksa Adanya Kebocoran

    Setelah keran terpasang dengan sempurna, langkah terakhir adalah menyalakan kembali pasokan air dan memeriksa apakah ada kebocoran. Jika diperlukan, sesuaikan kembali pengatur tekanan air hingga mencapai tingkat yang optimal.

    Itulah penyebab air keran terus menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com