Tag Archives: kesalahan

7 Cara Mudah Merawat Kasur Agar Tahan Lama


Jakarta

Tidur dapat mempengaruhi aspek kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan kinerja otak. Sehingga kasur menjadi komponen penting untuk kenyamanan saat tidur.

Faktor lamanya kasur bertahan tergantung pada bahan dan perawatan yang diberikan. Ada kasur yang bertahan enam tahun dan juga ada beberapa bahan kasur yang bertahan hingga 10 sampai 20 tahun.

Dilansir dari CNET, berikut beberapa cara mudah merawat kasur agar tetap awet selama bertahun-tahun.


Gunakan Pelindung Kasur

Pelindung kasur menjadi bagian penting dari perlengkapan tempat tidur kamu. Pelindung kasur berfungsi sebagai penghalang antara kamu dan tempat tidur, menyerap keringat, tungau, dan benda lain yang bersarang di kasur.

Pelindung kasur juga mencegah tempat tidur dari noda. Pelindung kasur yang dipasang seperti seprai akan menutupi seluruh tempat tidur kamu.

Cuci Seprai Sesering Mungkin

Idealnya, mencuci seprai dilakukan setiap minggu. Saat mencucinya, kamu dapat menggunakan pengaturan untuk pakaian halus. Mencuci seprai memastikan seprai tetap segar dan melindungi kasur dari noda serta kelembapan akibat keringat.

Jangan Loncat-loncat di Atas Kasur

Meskipun loncat-loncat di atas kasur seperti trampoline menyenangkan, seiring waktu, tindakan ini dapat merusak tempat tidur lebih cepat. Produsen mendesain tempat tidur untuk penggunaan rutin. Melompat di tempat tidur menciptakan benturan yang lebih keras yang dapat merusaknya.

Balikkan Kasur Secara Teratur

Salah satu cara paling efektif untuk membuat tempat tidur lebih awet adalah dengan membalik atau memutar kasur. Cara ini mencegah tempat tidur kamu mengalami penurunan secara permanen karena menggunakan sisi bagian tempat tidur yang sama. Biasanya hal ini harus dilakukan setiap beberapa bulan sekali, agar tempat tidur bertahan lama.

Bersihkan Noda dengan Segera

Kesalahan di tempat tidur salah satunya adalah adanya tumpahan noda. Hal ini harus segera diatasi sebelum noda menempel permanen.

Direkomendasikan untuk membuat pasta ke noda, biarkan selama 30 hingga 60 menit, lalu bersihkan dengan handuk bersih. Kamu juga bisa menggunakan air sabun cuci piring dan soda kue untuk membersihkan noda.

Hindari Makan atau Minum di Tempat Tidur

Makan dan minum di tempat tidur dapat mengakibatkan noda kecil yang tidak terlihat. Hal ini akan mengundang semut dan kecoa untuk datang yang akan membuat kasur kamu terlihat kotor.

Waspada Terhadap Kutu Busuk

Serangan kutu busuk dapat membuat kasur tidak dapat digunakan lagi. Maka dari itu, kamu perlu melindungi tempat tidur dari kutu busuk dengan menggunakan pelindung serta menjaga kamar tidur tetap bersih.

Itulah beberapa cara untuk menjaga kasur tetap awet. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Mengecat Rumah, Nanti Menyesal!


Jakarta

Mengecat dinding rumah perlu dilakukan, misalnya untuk menutupi noda atau mengganti warna agar tampak lebih fresh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga saat mengecat dinding agar tidak terjadi kesalahan.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat mengecat dinding justru bisa membuat rumah tampak kurang menarik. Maka dari itu, sebaiknya kamu jangan sampai membuat kesalahan-kesalahan berikut ini.

Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


1. Tidak Memilih Warna dengan Cermat

Sebaiknya kamu memilih warna cat dinding dengan cermat terlebih dahulu. Kamu bisa mencobanya di papan terlebih dahulu sebelum benar-benar membelinya atau mulai mengecat dinding dengan warna tersebut.

“Ambil contoh cat, cat di dinding atau papan dan biarkan selama beberapa hari. Lihatlah pada pagi dan sore hari, karena cahaya di ruangan akan memengaruhi warna. Saya rasa, kamu bisa langsung menghilangkan beberapa warna yang tidak cocok dengan segera,” kata pemilik CertaPro Painters, Paige NeJame, dikutip dari The Spruce.

2. Tidak Menyiapkan Permukaan

Kamu tidak bisa langsung mengecat tembok begitu saja. Perhatikan dulu permukaan dindingnya, apakah ada lubang atau retak. Jika ada, perbaiki terlebih dahulu.

Selain itu, kamu perlu menghilangkan debu pada permukaan dinding terlebih dahulu agar bisa mengecat dengan benar. Jika sudah bersih, kamu bisa menggunakan primer terlebih dahulu baru kemudian mengecat dengan warna pilihan.

“Ini akan meningkatkan warna cat dan mencegah terkelupas,” kata Kepala Desain Interior di Renowell, Mariya Snisar.

3. Salah Pilih Jenis Cat

Ada beberapa jenis cat yang beredar di pasaran, misalnya cat indoor dan cat outdoor.

“Cat untuk ruangan tidak akan mampu menahan terik matahari dan hujan, sedangkan cat untuk luar ruangan mengandung lebih banyak bahan kimia yang dapat berbahaya bagi orang yang sensitif,” ujar Snisar.

4. Tidak Membiarkannya Kering

Saat mengecat dinding, pastikan cat sudah mengering terlebih dahulu sebelum menambah lapisan. Biarkan cat lapisan pertama mengering dengan sempurna baru ditimpa dengan lapisan berikutnya. Jika cat pertama belum kering dan langsung ditimpa cat selanjutnya, dapat menyebabkan cat mengelupas dan retak bahkan warnanya tidak sama.

“Cat berbahan dasar air seperti akrilik membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengering pada suhu sedang hingga hangat,” ucap Snisar.

“Cat berbahan dasar minyak seperti enamel dapat membutuhkan waktu mulai dari delapan hingga 24 jam untuk mengering sepenuhnya, tergantung pada iklim. Jika Anda tidak membiarkan cat enamel mengering sebelum mengaplikasikan lapisan kedua, cat tersebut dapat tetap lengket selama beberapa hari.”

Mengecat dinding mungkin terlihat sederhana, tetapi prosesnya memerlukan pemikiran ke depan, persiapan, dan ketelitian. Maka dari itu, perlu kehati-hatian saat mengecat rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Air Tiba-tiba Muncul dari Lantai? Ini Penyebabnya


Jakarta

Munculnya air dari bawah lantai bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya saat musim hujan.

Umumnya, air muncul dari retakan sela keramik atau pecahan keramik. Retakan ini bisa terjadi karena rusak tertimpa beban yang berat, kesalahan saat pembangunan, atau ulah hewan.

Selain itu, posisi rumah juga bisa menjadi salah satu penyebab. Apakah di dataran yang terjal atau datar. Saat hujan deras, tanah dengan mudah tergeser karena gerusan air. Gerusan ini dapat membuat tanah menjadi lebih turun. Ditambah tidak adanya area resapan air.


Ada juga beberapa penyebab lainnya yang menyebabkan munculnya air dari lantai. Berikut ini informasinya dilansir dari Angi.

1. Adanya Kebocoran Pipa

Kemungkinan besar air yang muncul dari bawah keramik berada di dekat area yang dilalui oleh pipa air seperti kamar mandi, westafel, atau dapur.

Setelah mengetahui lokasinya, cek meteran air di rumah. Apabila tidak bergerak, berarti kebocoran air bukan berasal dari pipa air. Melainkan sumber lain seperti air tanah yang meluap.

Menurut Forbes, tanda-tanda pipa bocor utama sebagai berikut.

– Suara mendesis dan gemericik

– Tekanan air rendah

– Sebelumnya terjadi penyumbatan saluran air yang terus-menerus

– Air juga menggenang di sekitar halaman

2. Kelebihan Air Tanah atau Naiknya Permukaan Air

Saat hujan, air dapat menyebabkan kenaikan permukaan air tanah hingga meluap ke bagian atas. Air dapat dengan mudah muncul di dalam rumah apabila banyak celah pecahan keramik.

Pemilik rumah bisa memasang sistem drainase interior di pertemuan dinding dan lantai. Sistem drainase ini semacam parit atau tanah menurun yang bisa mengalirkan air ke dalam pipa dan keluar dari rumah.

Itulah beberapa penyebab timbulnya air dari bawah lantai.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Anjuran Posisi TV di Kamar Tidur, Jangan Sembarangan!


Jakarta

Menaruh TV atau televisi di kamar tidur semakin lumrah dilakukan. Hal ini memudahkan penghuni rumah untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan kasur atau keluar ruangan.

Nah, buat kamu yang mau menaruh TV di dalam kamar tidur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah jangan menaruh TV di depan jendela yang memancarkan cahaya matahari ke dalam kamar.

Hal itu karena bisa membuat mata lelah akibat cahaya yang masuk. Di sisi lain, jangan meletakkan TV di seberang jendela karena akan membuat layar menjadi silau.


Lantas, bagaimana posisi TV yang baik di kamar tidur? Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips meletakkan TV di kamar tidur.

1. Pasang TV di Dinding

TV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur. Foto: Onurdongel/Getty Images via The Spruce

Memasang TV di dinding menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana. Untuk meningkatkan tampilan TV, kamu bisa menambahkan dekorasi pada dinding, misalnya membuat latar dengan desain yang estetis atau menambahkan dekorasi lainnya.

2. Taruh di Dekat Area Duduk

TV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The SpruceTV di area duduk. Foto: Nile Johnson Interior Design via The Spruce

Apabila kamar kamu cukup luas dan ada area duduk, sebaiknya letakkan TV di area duduk tersebut. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

3. Taruh di Atas Rak

TV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The SpruceTV di rak. Foto: Mats Silvan/Getty Images via The Spruce

Jika di kamarmu ada rak, kamu bisa menaruh TV di atas rak tersebut. Tambahkan dekorasi yang diperlukan, misalnya tanaman, buku, atau lukisan agar tampilan tampak lebih natural.

Itulah beberapa tips untuk meletakkan TV di kamar tidur. Selamat mencoba!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Kesalahan yang Bikin Kamar Mandi Jadi Lebih Sesak



Jakarta

Kamar mandi merupakan bagian rumah yang biasanya berukuran lebih kecil dari ruangan lainnya. Namun kesalahan dalam desain atau bisa membuat kamar mandi terkesan jauh lebih sempit.

Oleh karena itu, sebelum membuat kamar mandi tentukan dengan bijak desain yang akan diimplementasikan. Melansir The Spruce setidaknya ada 5 kesalahan desain yang wajib dihindari jika tidak ingin kamar mandi terlihat sempit.

Kurangnya Cahaya Alami

Menurut Pendiri Samantha Voges Design, Samantha Voges ada baiknya kamar mandi memiliki akses cahaya alami. Karena hal tersebut akan membuat kamar mandi terlihat lebih luas.


Namun banyak kamar mandi tidak memiliki akses cahaya alami. Jika itu terjadi usahakan agar kamar mandi mendapat pencahayaan yang cukup. Semakin terang kamar mandi, maka semakin baik.

Penggunaan lampu portabel, lampu dinding, dan lampu LED, akan membuat perbedaan besar pada kamar mandi.

Plafon yang Terlalu Tinggi

Menurut Voges, plafon rumah yang tinggi belum tentu membuat ruangan semakin baik, termasuk di kamar mandi. Sebab plafon yang tinggi tidak membantu kamar mandi terlihat lebih luas.

“Anda harus mempertimbangkan proporsi ruangan, dan sering kali denah kamar mandi utama yang umum akan tampak lebih kecil dengan langit-langit setinggi 12 kaki,” katanya.

Bak Mandi atau Bathtub yang Terlalu Besar

Bak mandi ataupun bathtub menjadi salah satu hal yang krusial. Jika memilih bathtub yang terlalu besar akan membuat kamar mandi terlihat kecil. Meskipun bathtub tersebut muat di dalam kamar mandi.

Voges menjelaskan, dalam memilih bathtub sebaiknya memprioritaskan ruang yang cukup untuk akses ke seluruh kamar mandi.

Peralatan Mandi yang Berantakan

Usahakan kamar mandi selalu terlihat rapih. Sebab peralatan mandi yang berantakan akan membuat kamar mandi terlihat sempit.

Contoh, jika memiliki vanities atau rangkaian kabinet kamar mandi, Jangan terlalu banyak menempatkan barang di atasnya.

Tidak Mempercantik Kamar Mandi

Memang jika terlalu banyak dekorasi di kamar mandi dapat membuat ruangan terkesan lebih sempit. Tapi bukan berarti dilarang untuk mempercantik kamar mandi. Sebab kurangnya daya tarik visual dapat membuat area rumah ini tampak lebih kecil dari ukuran sebenarnya.

Oleh karena itu, direkomendasikan untuk berkreasi dengan pilihan warna dan motif yang menarik perhatian.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Bisakah Gugat Pengembang Jika Komplek Perumahan Banjir hingga Bikin Rugi?



Jakarta

Tentu tidak ada yang mau membeli rumah di kawasan yang rawan banjir. Oleh karena itu penting untuk memastikan rumah yang kamu hendak apakah berada di wilayah rawan banjir atau tidak.

Namun, jika kamu sudah terlanjur beli rumah di komplek perumahan yang sering banjir, apakah bisa menggugat pengembang? Ini penjelasannya.

Banjir tentu sangat merugikan pemilik rumah karena dampaknya akan langsung terasa. Aktivitas pemilik terhambat, kerugian harta benda, hingga masalah kesehatan.


Dalam ulasan yang dikutip dari Hukum Online, sebenarnya sudah ada aturan hukum yang mengatur soal tanggung jawab pengembang perumahan.

Agar tidak terjadi banjir di komplek perumahan, pihak pengembang wajib menyediakan drainase/saluran pembuangan air hujan. Ada pula beberapa standar yang perlu dipenuhi oleh pengembang sebelum membangun perumahan, berikut diuraikan standar prasarananya.

Standar prasarana yang perlu dipenuhi oleh pengembang, minimal meliputi:

  1. Jaringan jalan
  2. Saluran pembuangan air hujan atau drainase
  3. Penyediaan air minum
  4. Saluran pembuangan air limbah atau sanitasi
  5. Tempat pembuangan sampah

Berdasarkan ketentuan tersebut, disimpulkan bahwa drainase atau saluran pembuangan air hujan adalah salah satu prasarana yang perlu disiapkan dan dipastikan oleh pengembang sebelum membangun suatu perumahan.

Adapun pemasaran lewat sistem Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) cuma bisa dilaksanakan setelah persyaratan terpenuhi. Misal terbangunnya prasarana, sarana, dan utilitas umum seperti drainase/saluran pembuangan air hujan.

Wajib hukumnya pelaku pemasaran memberi informasi yang jelas, sebenar-benarnya, dan menjamin kepastian tentang kondisi fisik dan perencanaan yang ada terhadap masyarakat saat melaksanakan pemasaran. Dikarenakan informasi ini adalah hal yang diperjanjikan di PPJB.

Jika ternyata didapati tidak adanya drainase/saluran pembuangan air hujan yang disediakan oleh pengembang, dan menyebabkan kebanjiran di perumahan tersebut. Maka sebagai pembeli, kamu bisa menggugat pengembang atas perbuatan melawan hukum.

Sebagai konsumen, kamu bisa menggugat pengembang lewat pengadilan atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Jangan lupa untuk terlebih dahulu mempelajari dan mengumpulkan bukti kesalahan pengembang.

Perlu dicatat, sebelum melakukan penggugatan kamu harus memastikan kalau banjir tersebut adalah murni kesalahan pengembang. Mengingat bahwa banjir juga termasuk peristiwa alam.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Mau Beli Furniture Outdoor? Hindari 4 Kesalahan Ini Ya



Jakarta

Furniture outdoor terkadang diperlukan apabila kamu memiliki area luar rumah untuk berkumpul. Nah, saat ingin membeli furniture outdoor, pastikan kamu menghindari kesalahan-kesalahan berikut ini, salah satunya tergiur karena harga yang murah.

Harga yang murah memang menggiurkan. Namun, jangan sampai hanya karena harganya yang murah kamu langsung membeli perabotan tersebut padahal kualitasnya tidak tahan lama.

Di sisi lain, menyeimbangkan antara estetika dengan daya tahan merupakan kunci saat memilih furniture outdoor. Sebab, jika memilih furniture yang salah justru bisa merusak tampilan atau bahkan perlu mengeluarkan uang untuk perbaikan.


Dilansir dari Real Simple, berikut ini kesalahan yang harus dihindari saat mau membeli furniture outdoor.

1. Tidak Mengukur Ruangan

Sebelum membeli furniture, sebaiknya mengukur ruangan terlebih dahulu, tidak peduli perabotan yang dibeli berukuran kecil maupun besar. Tanpa ukuran yang tepat, furniture yang dibeli bisa saja terlalu kecil atau terlalu besar.

2. Tidak Peduli Material yang Digunakan

Saat membeli furniture, apalagi furniture outdoor, harus ketahui dulu material yang tepat. Kalau bisa pilih material yang tahan cuaca panas maupun hujan.

“Untuk furniture luar ruangan, jati adalah pilihan kayu terbaik karena daya tahan dan keindahannya yang tahan lama,” kata Presiden di Ballard Designs, Karen Mooney, dikutip dari Real Simple.

Kamu bisa menyimpan furniture di gudang atau garasi jika sedang tidak digunakan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan penutup supaya furniture outdoor tetap dalam keadaan yang bagus. Jika furniture dibiarkan begitu saja di luar, sering terkena hujan maupun panas matahari, bisa-bisa cepat rusak.

4. Asal Membeli Furniture dengan Harga Murah

Furniture outdoor biasanya memiliki harga yang cukup mahal karena daya tahan yang kuat dan tidak mudah rusak. Jangan sampai karena harga yang murah, kamu tergiur membelinya tanpa memperhatikan material yang digunakan.

“Jika kamu membeli hanya berdasarkan harga, kemungkinan besar barang-barangnya tidak akan tahan lama dan perlu diganti hanya dalam beberapa musim. Jadi pilihlah (furniture) kualitas tinggi sesuai anggaran kamu,” papar Mooney.

Itulah beberapa kesalahan yang harus dihindari saat ingin membeli furniture outdoor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Setop 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Cuci Piring!


Jakarta

Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang sering dilakukan sehari-hari. Alat makan atau masak memang harus segera dibersihkan setelah digunakan.

Namun, terkadang tanpa disadari kita melakukan kebiasaan yang justru membuat piring ataupun gelas tidak bersih maksimal. Belum lagi ada kebiasaan yang malah membuat kegiatan mencuci piring menjadi semakin berat.

Lantas, apa saja kebiasaan buruk atau kesalahan ketika mencuci piring? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.


5 Kebiasaan Buruk Saat Cuci Piring

Inilah beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat mencuci piring agar pekerjaan jadi lebih mudah dan efektif.

Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

2. Menggunakan Spons Kotor

Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

3. Merendam Cucian

Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

4. Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

5. Menyimpan Cucian Basah

Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Pakai 3 Cara Ini Hadapi Tetangga yang Suka Buang Sampah di Tempat Sampah Kita



Jakarta

Pernahkah kamu mendapati tetangga membuang sampah tanpa izin di tempat sampahmu? Hal itu tentu bisa bikin jengkel kalau dilakukan berulang kali.

Padahal, setiap rumah sudah diatur lokasi tempat sampahnya oleh Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Namun, masih ada yang suka menumpang buang sampah ke tempat sampah orang lain.

Belum lagi biasanya ada pungutan iuran sampah. Kalau tetangga membuang sampah ke tempat kita, seakan-akan kita yang menanggung iuran sampah mereka.


Jika menghadapi situasi seperti ini, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan agar tetangga berhenti melakukannya.

Cara Hadapi Tetangga yang Suka Buang Sampah di Tempat Sampah Kita

Inilah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi tetangga yang suka buang sampah tanpa izin ke tempat sampahmu.

1. Kumpulkan Bukti

Pengacara properti Muhammad Rizal Siregar mengatakan pemilik rumah dapat mengumpulkan bukti fisik, foto, dan video yang menunjukkan aksi tetangga membuang sampah ke tempat sampahmu. Bukti tersebut bisa digunakan sebagai bahan laporan saat hendak mengadukan tetangga.

2. Mediasi Bersama RT/RW

Tindakan membuang sampah tanpa izin ke tempat tetangga sebenarnya tidak mempunyai ketentuan khusus yang memberi ancaman hukuman pidana. Pelaku hanya mendapat teguran atau mediasi dari RT/RW.

“Tidak ada ketentuan pidana jika dilanggar, hanya teguran saja dari RT/RW atau mediasi dalam level bawah,” ujar Rizal kepada detikProperti, Selasa (25/2/2025).

3. Lapor ke Satpol PP

Namun, jika tetangga tetap mengulangi kesalahan yang sama, pelaku bisa diperkarakan. Perkara ini masuk dalam tindak pidana ringan (tipiring) yang diproses hukum melalui Satuan Polisis Pamong Praja (Satpol PP).

“Jika memang tidak ada jalan keluar, maka warga meminta pendamping RT/RW untuk lapor ke Satpol PP melalui kantor kecamatan dengan dasar mengganggu ketertiban umum warga,” tuturnya.

Pelaku dapat diancam hukuman kurungan maksimal selama satu bulan. Akan tetapi, pelaku juga bisa memilih membayar denda sebagai pengganti hukuman penjara. Adapun masa kurungan dan denda bisa berbeda-beda sesuai peraturan daerah setempat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tak Banyak yang Tahu, Ini Alasan Letak Toilet Lantai Atas dan Bawah Harus Sama



Jakarta

Saat kita membangun atau merenovasi rumah dua lantai, ada hal penting yang harus diperhatikan soal tata letak ruangan khususnya kamar mandi. Posisi kamar mandi tidak bisa sembarangan bila kita punya rumah bertingkat.

Sebenarnya, alasan utama letak kamar mandi harus berada di posisi yang sama adalah karena terkait kenyamanan dan efisiensi. Selain itu, kamar mandi di posisi yang sama juga bisa mengurangi risiko-risiko seperti rembesan air dan kebocoran.

Bisa dibayangkan bila posisi kamar mandi di lantai atas berada di tengah-tengah rumah yang lantai bawahnya ruang keluarga, dapur atau bahkan kamar. Pasti tidak nyaman dan akan ada risiko kebocoran.


Lalu, apa alasan sebenarnya dari letak kamar mandi atas dan bawah yang harus sama? Yuk! Simak penjelasan lengkap berikut.

Memudahkan Sistem Perencanaan Pipa (Plumbing)

Seperti yang kita tahu, kamar mandi perlu memiliki sistem pembuangan limbah dan kotoran. Maka dari sangat penting untuk memiliki sistem perencanaan pipa yang baik. Selain pipa pembuangan untuk air kotor juga terdapat pipa untuk air bersih dan air panas.

Jika rumah memiliki 2 lantai atau lebih, sebaiknya sistem pipa air atau plumbing kamar mandi dibuat segaris pada jalur vertikal. Jadi, kamar mandi atas dan bawah dibuat di satu zona vertikal yang sama.

Jika sistem pipanya dibuat terlalu berliuk-liuk dan punya banyak percabangan, maka seiring waktu pipa bisa mampet karena air tidak dapat mengalir dengan lancar.

Meminimalisir Masalah Rembesan Air dari Kamar Mandi Lantai Atas

Salah satu masalah yang sering terjadi pada kamar mandi lantai atas adalah rembesan air jatuh ke lantai bawah. Mengutip dari Ambpi, masalah rembesan air ini terjadi karena adanya insiden kebocoran pada lantai kamar mandi atas.

Nah, alasan mengapa kamar mandi lantai atas dan bawah perlu pada lokasi yang sama adalah selain memudahkan sistem perencanaan pipa juga dapat meminimalisir rembesan air jatuh ke ruangan lain.

Jika letak kamar mandi atas sama dengan lantai bawah, maka otomatis rembesan hanya akan jatuh ke kamar lantai bawah. Jadi, kamu tak perlu khawatir jika ruangan lain jadi kotor dan bau akibat rembesan air.

Mempermudah Perbaikan Pipa yang Mampet dan Bocor

Seperti yang sudah disinggung tadi, jika jalur pipa vertikal diperlukan untuk kamar mandi atas dan bawah sehingga letak perlu sama.

Nah, selain agar saluran air tidak mampet, letak kamar mandi lantai atas dan bawah yang sama juga dapat membuat kamu terhindar dari permasalahan sistem plumbing berikut.

  • Kesalahan dalam menentukan ukuran pipa yang tepat
  • Kesalahan dalam perencanaan jalur pipa
  • Kurangnya akses ke area pipa
  • Kesalahan instalasi pipa secara menyeluruh

Dengan demikian, hal ini juga mempermudah tukang untuk memperbaiki saluran pipa jika terjadi masalah mampet atau bocor.

Demikian alasan mengapa letak kamar mandi lantai atas dan bawah harus sama. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com