Tag: kesalahan

  • Awas Jangan Sampai Salah! Ini 5 Kesalahan Umum Saat Pasang Ubin



    Jakarta

    Ubin kerap menjadi pilihan untuk mempercantik tampilan rumah. Namun, salah memilih dan memasang ubin bisa berakibat fatal, mulai dari lantai yang mengangkat, ubin retak, hingga ruangan tampak kurang menarik.

    Kesalahan kecil dalam proses pemasangan bahkan dapat berujung pada perombakan ulang yang memakan biaya besar. Karena itu, pemilik rumah perlu lebih cermat sebelum menentukan desain, corak, kualitas, dan cara pemasangan ubin.

    Mengutip Ideal Home, ada lima kesalahan umum saat memasang ubin yang sebaiknya dihindari:


    1. Tidak Melihat Sampel Ubin

    Banyak orang langsung membeli ubin tanpa melihat sampelnya terlebih dahulu. Padahal, melihat potongan kecil atau sampel penuh sangat penting untuk memastikan desain dan warna sesuai dengan tampilan ruangan.

    2. Tidak Menentukan Jumlah Ubin yang Dibutuhkan

    Sering kali pemasangan terkendala karena jumlah ubin yang kurang. Hal ini membuat pemilik rumah repot membeli tambahan dalam jumlah kecil, padahal biasanya ubin dijual dalam satu paket.

    3. Membeli Ukuran yang Salah

    Ubin tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kecil 7,5 x 15 cm hingga besar 60 x 120 cm. Pemilihan ukuran yang tidak sesuai bisa membuat hasil pemasangan terlihat kurang proporsional dan merusak estetika ruangan.

    4. Tidak Merencanakan Layout

    Tanpa perencanaan layout, jumlah ubin dan potongan yang dibutuhkan akan sulit diprediksi. Akibatnya, bisa terjadi kekurangan stok atau pemotongan yang tidak rapi. Layout yang matang membantu efisiensi sekaligus mempercantik hasil akhir.

    5. Tidak Menentukan Jenis Ubin yang Cocok

    Desain ubin yang cantik belum tentu cocok untuk kebutuhan ruang. Finishing dan ketahanan ubin perlu diperhatikan agar tidak mudah retak atau licin, terutama untuk area seperti kamar mandi dan dapur.

    Memilih ubin memang terlihat sederhana, tetapi jika salah perhitungan, biaya dan tenaga yang dikeluarkan bisa jauh lebih besar. Jadi, pastikan kamu teliti sebelum membeli dan memasangnya di rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Tukang Renovasi yang Amanah dan Profesional



    Jakarta

    Saat ingin merenovasi rumah, memilih tukang yang tepat menjadi langkah penting agar hasilnya sesuai harapan. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang asal memilih tukang dan berujung kecewa. Alih-alih hemat, justru biaya membengkak karena harus memperbaiki pekerjaan yang tidak rapi.

    Kesalahan memilih tukang bisa berakibat fatal, mulai dari pekerjaan asal-asalan, hasil tak sesuai kesepakatan, hingga proyek yang mangkrak di tengah jalan. Lalu, bagaimana cara menemukan tukang yang benar-benar amanah dan profesional?

    Melansir My Home Extension, berikut beberapa tips yang bisa dipertimbangkan sebelum mulai renovasi rumah:


    1. Cari Rekomendasi dan Lihat Hasil Kerjanya

    Tukang yang baik biasanya punya reputasi dari pengalaman pelanggan sebelumnya. Coba tanya rekomendasi dari teman, keluarga, atau tetangga yang baru saja melakukan renovasi.

    Kalau tidak ada rekomendasi pribadi, kita bisa langsung melihat proyek yang pernah dikerjakan tukang tersebut. Tanyakan pada klien sebelumnya: apakah hasilnya memuaskan, sesuai anggaran, dan selesai tepat waktu? Tukang yang profesional tidak akan keberatan menunjukkan portofolio hasil kerjanya.

    2. Pastikan Komunikasi Lancar

    Komunikasi yang baik adalah kunci kerja sama yang lancar. Ingat, tukang akan bekerja di rumah selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

    Pastikan bisa berdiskusi dengan mudah dan terbuka soal detail pekerjaan. Bila sejak awal merasa tidak nyaman atau sulit berkomunikasi, lebih baik cari tukang lain yang lebih kooperatif dan terbuka terhadap masukan.

    3. Buat Rencana dan RAB Tertulis

    Sebelum memanggil tukang, siapkan rencana kerja yang jelas. Buat daftar tertulis mengenai pekerjaan yang ingin dilakukan, lengkap dengan gambar atau sketsa bila perlu.

    Bila memungkinkan, mintalah bantuan arsitek untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar semua pihak punya gambaran yang sama tentang biaya dan waktu pengerjaan. Dokumen ini juga bisa jadi acuan bila terjadi selisih pendapat di kemudian hari.

    4. Bandingkan Beberapa Penawaran

    Jangan langsung terpikat dengan satu tukang. Cobalah minta penawaran dari setidaknya tiga tukang berbeda untuk pekerjaan yang sama.

    Dari situ, kamu bisa membandingkan harga, layanan, dan waktu pengerjaan. Pastikan kamu menerima penawaran harga tetap (fixed quote), bukan hanya perkiraan kasar. Ini akan membantu mengetahui biaya total secara pasti.

    5. Jangan Tergiur Harga Murah

    Harga murah belum tentu sepadan dengan kualitas. Jika ada tukang yang menawarkan harga jauh di bawah rata-rata, patut dicurigai.

    Periksa kembali rincian penawarannya, apakah semua material dan pekerjaan sudah termasuk? Jangan mudah tergiur penawaran yang tidak transparan. Jika perlu, mintalah referensi dari klien sebelumnya untuk memastikan kualitas kerja mereka.

    6. Hindari Bayar Penuh di Muka

    Pembayaran sebaiknya dilakukan bertahap sesuai progres pekerjaan. Hindari membayar penuh di awal, apalagi secara tunai tanpa bukti tertulis.

    Berhati-hatilah juga jika tukang menawarkan harga lebih murah bila dibayar tunai tanpa pajak. Selain berisiko secara hukum, bisa jadi mereka juga tidak bekerja secara profesional atau tidak memberikan jaminan terhadap hasil pekerjaan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Hindari 7 Kebiasaan Ini Saat Pakai Stopkontak Sambung biar Aman


    Jakarta

    Stopkontak ekstensi atau stopkontak sambungan merupakan perangkat kelistrikan yang saat ini banyak dipakai karena cukup efisien. Kabel tersebut bisa disambungkan ke beberapa perangkat dan biasanya bisa diletakkan di dekat tempat kita beraktivitas.

    Namun, sudah banyak anjuran bahwa harus berhati-hati saat menggunakan stopkontak sambung karena perangkat ini tidak 100 persen aman. Dilansir Family Handyman, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai stopkontak sambung.

    1. Jangan Pernah Mencolokkan Stopkontak Ekstensi ke Stopkontak Sejenis

    Hal pertama yang harus dihindari adalah mencolokkan stopkontak ke stopkontak lain. Biasanya hal ini dilakukan karena lokasi kegiatan jauh dari stopkontak jadi kabel tersebut dibuat panjang. Bahaya jika melakukan hal adalah dapat memicu korsleting listrik yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran.


    2. Jangan Menggunakan Stopkontak Ekstensi Indoor untuk Outdoor

    Meskipun sama-sama stopkontak, ternyata ada stopkontak dalam (indoor) dan luar ruangan (outdoor). Kedua jenis tersebut harus digunakan sesuai tujuannya. Hal ini dikarenakan stopkontak indoor umumnya tidak bisa terkena panas berlebihan dan tidak tahan terhadap perubahan cuaca.

    3. Jangan Membebani Stopkontak Ekstensi dengan Penggunaan yang Berlebihan

    Saat menggunakan stopkontak ekstensi, hindari mencolokkan banyak peralatan di waktu bersamaan, terutama jika dilakukan hampir setiap hari. Daya yang besar di dalam perangkat dapat menyebabkan panas. Bagian lubang colokkan bisa meleleh jika bagian dalam terlalu panas. Apabila sudah meleleh, stopkontak harus segera diperbaiki karena berisiko menyebabkan korsleting listrik.

    Solusinya, gunakan colokan secara bergantian. Kemudian, apabila sudah selesai digunakan semua kabel harus dicabut.

    4. Jangan Meletakkan Stopkontak Ekstensi di Bawah Karpet

    Stopkontak harus diletakkan di tempat yang jauh dari panas dan basah. Tempat lain yang harus dihindari adalah di bawah karpet. Banyak orang yang melakukan hal ini karena kepala stopkontak yang dibiarkan saja mengganggu pandangan.

    Padahal meletakkan stopkontak di bawah karpet dapat membuat perangkat tersebut panas dan memicu korsleting listrik. Karpet juga biasanya memakai bahan yang mudah terbakar jadi ketika saling bertemu akan berbahaya.

    5. Hindari Mencolokkan Alat Kecantikan ke Stopkontak Ekstensi

    Sebaiknya hindari menghidupkan pengering rambut, alat pengeriting rambut, pelurus rambut, dan alat kecantikan dari stopkontak ekstensi. Hal ini dikarenakan stopkontak ekstensi tidak dirancang untuk menghasilkan arus listrik tinggi yang konsisten untuk alat-alat tersebut.

    6. Jangan Memakai Stopkontak yang Sudah Rusak

    Stopkontak yang rusak juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi. Hindari stopkontak ekstensi yang mengeluarkan percikan api saat mencolok. Perhatikan juga pada kabel, jika sudah terkelupas lebih baik jangan digunakan.

    Jika salah satu soket terbakar, kemungkinan besar ada kerusakan internal di dalam stopkontak ekstensi. Hal tersebut merupakan bahaya kebakaran.

    7. Jangan Membasahi Stopkontak Ekstensi

    Hindari menyentuh stopkontak dalam keadaan tangan basah atau membersihkan stopkontak dengan air. Sebab, listrik dapat merambat melalui air. Apabila stopkontak dipegang, orang tersebut bisa tersengat listrik.

    Demikian 7 hal ini yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah Tanpa Drama, Ini Panduan Awasi Kontraktor biar Nggak Rugi


    Jakarta

    Pembangunan rumah biasanya membutuhkan jasa kontraktor untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Kontraktor dapat memudahkan pengerjaan apalagi kalau pemilik rumah tidak punya pengalaman bangun rumah.

    Namun, terkadang ada oknum kontraktor yang membangun rumah secara asal-asalan. Hasil pembangunan tidak sesuai harapan, seperti tampilan tidak rapi, atap bocor, dan dinding retak.

    Kalau seperti itu, bisa-bisa pemilik rumah kecewa dan merugi dengan hasil pembangunannya. Oleh karena itu, pemilik perlu memantau kerja kontraktor untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.


    Cara Mengawasi Kerja Kontraktor Saat Bangun Rumah

    Inilah beberapa hal yang perlu dilakukan pemilik rumah agar pembangunan sesuai harapan.

    1. Pahami Desain Rumah dan RAB

    CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan pemilik harus memahami desain rumah dan rencana anggaran biaya (RAB). Dengan memahami dua hal itu, pemilik akan lebih mudah berkomunikasi dengan kontraktor nantinya.

    “Bangun rumah itu kan biasanya kan ada desain, ada gambar kerja, ada RAB. Nah itu kalau bangun rumah yang benar semua itu sesuai spek yang ada di gambar, yang ada di desain, dan yang ada di RAB,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    2. Buat Kontrak yang Jelas

    Kemudian, ia menyarankan agar pemilik membuat perjanjian kerja yang jelas dengan kontraktor. Kontrak ini menjadi panduan selama bekerja. Pemilik bisa menyertai perjanjian kalau kontraktor bersedia bertanggung jawab kalau ada kerusakan usai rumah rampung.

    “Rumah itu kan biasanya ada kontrak tuh, kesepakatan kontraknya itu seperti apa? Tadi kan ditanya apakah itu masih bisa diperbaiki atau nggak. Jadi misalnya rumah udah jadi, kontraktor masih bertanggung jawab pada masa perawatan, berapa lama, nah itu biasanya ada gitu,” katanya.

    3. Minta Didampingi Arsitek

    Selain itu, pemilik bisa minta pendampingan dari arsitek, insinyur, atau jasa pengawas pembangunan agar lebih memahami soal pembangunan. Langkah itu dapat mengantisipasi kesalahpahaman atau penipuan.

    “Kalau nggak ngerti harus ada pendamping, pendamping arsitek, pendamping insinyur. Apa kata mandor, kontraktor, (bisa) dibohongi gitu kan, kita cari orang yang ngerti,” ucapnya.

    4. Tentukan Cara Pembayaran

    Pemilik dan kontraktor dapat menyepakati cara pembayaran. Salah satu metodenya adalah pembayaran setiap ada progres.

    Cara seperti itu memberikan peluang ke pemilik buat memeriksa hasil pekerjaan sebelum membayar. Jika hasilnya tidak sesuai, pemilik bisa menahan pembayaran sampai perbaikan selesai.

    “Jadi kalau mau bikin kamar mandi, fondasinya dulu. Fondasi udah selesai dibayar. Naik ke dinding, dinding selesai dibayar, terus atap, atap selesai dibayar. Keramik, keramik selesai dibayar,” jelas Taufiq.

    Selain itu, ada juga pembayaran kontraktor langsung secara penuh. Pembayaran itu bisa di muka atau di akhir.

    5. Sering Tanya Progres

    Untuk mencegah kesalahan pembangunan, pemilik rumah harus aktif bertanya soal progres ke kontraktor. Terus bertanya sampai tidak ada keraguan. Jika kurang paham, pemilik bisa minta pendampingan ke arsitek atau ahli lainnya.

    “Cara yang paling gampang, tanya sama yang mengerjakan, ‘itu bocor apa nggak’, ‘gimana caranya’, itu nanti dijelasin sama dia gitu. ‘Bisa ditunggu waktu hujan nggak?’, ‘nanti bapak cek, ceknya yang mana?’,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan Saat Bebersih Rumah, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin. Tak hanya menyapu dan mengepel lantai, tapi juga membersihkan jendela hingga meja dapur.

    Namun, tak semua orang melakukan kegiatan bersih-bersih rumah dengan teknik yang benar. Misalnya, membersihkan cermin di kamar dengan cara menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin.

    Meski tujuannya untuk membersihkan debu dan kotoran, tapi jika tekniknya salah malah justru bisa merusak permukaan kaca. Alih-alih cermin terlihat kinclong, tapi justru tambah kusam dan muncul goresan halus.


    Agar perabotan di rumah tidak rusak saat dibersihkan, penting untuk mengetahui teknik membersihkannya yang benar. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan saat Bebersih Rumah

    Menurut pakar kebersihan, banyak orang yang belum tahu teknik yang tepat dalam membersihkan rumah. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut sejumlah kebiasaan buruk saat bebersih rumah yang masih sering dilakukan:

    1. Membersihkan Lantai Kayu Pakai Pel Basah

    Pakar kebersihan dari Good Housekeeping Institute Carolyn Forte menyebut masih banyak yang membersihkan lantai kayu dengan kain pel basah. Padahal, terlalu banyak air dapat menyebabkan kayu cepat rusak hingga berubah warna.

    “Hal terburuk dalam mengepel lantai kayu adalah membiarkan air menggenang di lantai. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan jamur,” kata Forte.

    Cara yang benar adalah menggunakan pel microfiber lembap atau kain pel dengan semprotan. Cara ini lebih efektif untuk membersihkan debu dan kotoran di lantai kayu tanpa merusaknya.

    2. Semprot Cairan Pembersih Langsung ke Cermin

    Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin. Forte menilai cara ini kurang efektif karena cairan pembersih dapat menetes ke bawah dengan cepat dan ikut membawa debu yang menempel. Alhasil, kaca akan tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    Untuk membersihkan cermin tanpa menimbulkan goresan, semprotkan cairan pembersih ke kain. Setelah itu, baru membersihkan cermin dengan gerakan membentuk huruf ‘S’ dari atas ke bawah.

    3. Produk Stainless Steel

    Ada banyak peralatan rumah tangga yang terbuat dari material stainless steel. Jika dibersihkan secara asal maka bisa muncul goresan pada perabotan tersebut.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, Forte menyarankan untuk memakai cairan pembersih khusus untuk produk stainless steel.

    “Untuk menghindari goresan, gunakan pembersih yang dibuat khusus untuk membersihkan stainless steel. Pakai kain microfiber dan bersihkan perlahan,” paparnya.

    4. Membersihkan Jendela Saat Siang

    Forte menyebut ada satu kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan jendela dan pintu kaca, yakni dibersihkan ketika cuaca sedang cerah. Ia menyarankan untuk melakukan kegiatan ini saat cuaca cenderung mendung.

    “Membersihkan jendela dan pintu kaca di bawah terik matahari menyebabkan cairan akan mengering dengan cepat sebelum Anda sempat mengelapnya, sehingga meninggalkan goresan yang sulit dihilangkan,” ujarnya.

    5. Pakai Bahan Kimia Keras Saat Bersihkan Meja Dapur dari Batu Alam

    Hindari penggunaan bahan kimia keras saat membersihkan meja dapur dari batu alam, seperti penggunaan cairan pemutih. Selain itu, hindari juga penggunaan pembersih yang mengandung asam tinggi, seperti cuka atau air perasan lemon.

    Sebab, meja dapur yang terbuat dari batu alam akan mudah rusak dan permukaannya dapat terkikis jika menggunakan bahan-bahan tersebut. Dianjurkan memakai cairan pembersih khusus dengan pH netral.

    Itulah lima kebiasaan salah yang ternyata masih sering dilakukan banyak orang saat bersih-bersih rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Simpel Cek Kemiringan Lantai Kamar Mandi, Cuma Butuh 1 Benda



    Jakarta

    Bentuk lantai kamar mandi berbeda dengan lantai di ruangan lain. Jika lantai di ruangan lain dibuat rata, lantai kamar mandi justru dibuat agak miring sekian derajat.

    Fungsinya adalah agar tidak ada genangan di dalam kamar mandi. Air yang bercecer di kamar mandi bisa langsung mengalir ke lubang air atau floor drain. Lantai yang miring juga membantu sisa-sisa sabun, rambut, dan kotoran di kamar mandi bisa langsung terbuang terbawa air.

    Secara kasat mata, lantai yang miring ini biasanya tidak akan terlihat karena kemiringinnya tidak ekstrem. Namun, calon pemilik rumah tetap dapat mengecek bagian ini dengan cara yang sederhana.


    Menurut Profesional Kontraktor di PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky cara mengeceknya adalah dengan memakai kelereng. Benda kecil yang kerap dipakai sebagai mainan anak kecil ini, sangat mudah bergerak pada permukaan yang miring. Apabila lantai kamar mandi benar-benar dibuat miring, kelereng bisa bergerak ke sisi yang sama.

    Cara mengeceknya hanya membutuhkan beberapa kelereng yang dibiarkan bergerak dari berbagai sisi. Kemudian, lihat apakah arah gerakannya ke ara yang sama, yakni floor drain. Apabila benar berarti kemiringinnya sudah tepat.

    “Sebar kelereng di lantai kamar mandi. Nantinya kelereng akan menuju arah floor drain. Jika semua kelereng menuju titik yang sama, dapat disimpulkan bahwa aliran air sudah sesuai menuju titik yang dituju dan pemasangan keramik bisa dikatakan sudah benar.” Kata Panggah saat dihubungi detikcom, Kamis (14/9/2023).

    Apabila kelereng tidak menuju ke titik floor drain, terdapat kesalahan pada pemasangan keramik dan harus segera diperbaiki sebelum rumah tersebut benar-benar dihuni. Proses perbaikan sendiri dimulai dari pengecekan leveling keramik lalu jika ada bagian yang tidak sesuai maka dilakukan pembongkaran dan pemasangan kembali.

    “Pertama yang harus dilakukan adalah pengecekan leveling keramik menggunakan alat waterpass, leveling laser. Jika ada bagian yang tidak sesuai, area tersebut dapat dibongkar dan dipasang kembali dengan menyesuaikan kemiringan area yang sudah benar,” terangnya.

    Apabila tidak memiliki kelereng, coba gunakan air yang disiram agak jauh dari floor drain. Kemudian, lihat ke mana air tersebut mengalir atau area mana yang menggenang.

    Dilansir Ideal Home, kemiringan lantai kamar mandi yang ideal menurut Direktur Bathroom Mountain Shamila Iqbal adalah 1,5-2 persen menuju floor drain.

    Begitu cara untuk mengecek kondisi kemiringan lantai dan memastikan tidak ada genangan di kamar mandi. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 4 Hal Ini Karena Bisa Bikin Dapur Kelihatan Makin Sempit!


    Jakarta

    Dapur yang terasa sempit nggak melulu karena ukuran. Dapur dengan ukuran yang luas bisa juga terasa sempit.

    Hal itu bisa saja karena tata letaknya yang salah, desain yang nggak tepat, dan lainnya. Tapi nggak usah khawatir karena penghuni rumah bisa bikin dapur terasa luas dengan tanpa renovasi. Cukup jangan lakukan beberapa hal ini saja.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini hal-hal yang bisa bikin dapur terasa sempit.


    1. Terlalu Banyak Barang Berserakan

    Ini merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan. Jangan letakkan banyak barang di atas meja dapur karena akan terlihat berantakan. Hal ini juga bisa membuat area dapur terasa sempit karena terlalu banyak barang.

    Cukup taruh peralatan yang sering dipakai di atas meja dapur. Sisanya, taruh di dalam laci.

    2. Pencahayaan yang Buruk

    Pencahayaan juga bisa mempengaruhi kesan luas pada suatu ruangan. Pencahayaan yang buruk bisa membuat ruangan terasa sempit.

    Cara yang mudah untuk mengatasinya adalah dengan mengganti lampu bohlam dengan yang lebih terang. Bisa juga menambahkan lampu di bawah kabinet atau lemari dapur di bagian yang gelap.

    3. Lemari Dapur yang Berantakan

    Lemari dapur yang berantakan dan terlalu banyak barang bisa membuat penghuni rumah berpikir tak punya cukup ruang di dapur. Untuk mengatasinya adalah dengan mengatur isi lemari dapur.

    4. Pilihan Zonasi yang Buruk

    Setiap dapur memiliki zona khusus untuk mengeluarkan makanan, menyiapkan makanan, memotong dan mengiris sayuran, dan lainnya. Namun, ketika zona-zona ini ditumpuk, rasa sempit dapat muncul. Bahkan, seluruh ruangan terasa sempit.

    “Zonasi yang buruk-hal-hal seperti menyiapkan makanan, memasak, dan membersihkan-menciptakan ‘kemacetan’ yang tidak perlu dan membuat dapur terasa lebih sempit daripada yang sebenarnya,” kata managing director di Jewel Toned Interiors, Jaclyn Szerdi Morrison, dikutip dari The Spruce.

    Atasi masalah ini dengan memperlebar jarak antar zona, terutama di meja dapur di mana barang-barang yang berantakan terasa lebih terlihat dibandingkan area dapur lainnya.

    Itulah beberapa hal yang bisa membuat dapur terasa sempit.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kesalahan dalam Menjemput Jodoh yang Sering Tak Disadari


    Jakarta

    Menikah adalah ibadah yang mulia dan termasuk sunnah Rasulullah SAW. Islam mengajarkan bahwa jodoh adalah takdir Allah SWT, namun manusia tetap diperintahkan untuk berikhtiar menjemputnya dengan cara yang benar.

    Sayangnya, dalam proses mencari dan menjemput jodoh, banyak kaum muslimin yang secara tidak sadar terjebak dalam kesalahan-kesalahan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

    Buya Yahya dalam tayangan di channel YouTube-nya yang berjudul “Susah Ketemu Jodoh? Simak Nasehat Buya Yahya” menjelaskan bahwa menjemput jodoh dalam Islam adalah bagian dari ikhtiar ibadah. Namun, dalam prosesnya, banyak orang yang belum juga dipertemukan dengan jodoh yang tepat, bahkan setelah menunggu bertahun-tahun. Bukan karena jodohnya tidak ada, tapi bisa jadi karena ada kesalahan dalam cara menjemputnya.


    Kesalahan dalam Menjemput Jodoh

    Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering tak disadari dalam menjemput jodoh:

    1. Tidak Kembali kepada Allah SWT

    Buya Yahya menegaskan bahwa jodoh adalah urusan Allah SWT, maka langkah pertama dalam mencarinya haruslah dengan kembali kepada Allah SWT. Banyak orang yang terlalu sibuk mencari jodoh, tapi lupa memperbaiki hubungan dengan Sang Pemberi jodoh.

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Talaq ayat 3,

    وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا
    Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

    Sebagai solusi, mulai dengan memperbanyak istighfar dan taubat, kemudian perkuat hubungan dengan Allah SWT lewat tahajud dan dzikir serta berdoa dengan khusyuk. Allah SWT Maha Tahu kapan waktu terbaik untuk mendatangkan jodoh.

    2. Menganggap Meminang atau Dipinang Itu Malu

    Buya Yahya menekankan juga bahwa tidak ada yang salah dalam meminang atau menyampaikan keinginan untuk menikah, baik oleh laki-laki maupun perempuan. Selama dilakukan dengan cara yang syar’i dan penuh adab, hal ini boleh menjadi ikhtiar.

    Sayangnya, budaya malu, gengsi, atau takut ditolak membuat banyak orang menahan niat baik untuk menikah, padahal Islam telah memberikan jalan.

    Dalam Sirah Nabawiyah dikisahkan, “Dulu Khadijah meminang Nabi Muhammad SAW lewat perantara.”
    (Sirah Nabawiyah)

    3. Tidak Melihat Jodoh di Sekitarnya

    Salah satu penyebab seseorang tak kunjung menikah adalah karena akalnya tertutup. Maksudnya, ia tidak mampu melihat peluang jodoh yang sudah ada di sekitarnya karena terlalu fokus pada kriteria yang tinggi, khayalan, atau bayangan yang tidak realistis.

    “Bisa jadi jodoh itu adalah orang yang setiap hari kamu lihat, namun tidak kamu sadari. Jangan terlalu banyak menetapkan kriteria,” ujar Buya Yahya.

    Terkadang seseorang enggan menerima pinangan karena terlalu perfeksionis, artinya hanya mau menikah dengan orang yang sesuai 100% dengan keinginan.

    Ada yang menuntut pasangan harus mapan, tinggi, tampan, cerdas, lucu, dan seterusnya. Akibatnya, jodoh yang baik dan telah datang pun ditolak karena “tidak sesuai standar pribadi”.

    Islam tidak memerintahkan kita mencari pasangan sempurna, tetapi pasangan yang baik agamanya, siap membangun rumah tangga, dan punya niat tulus.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com