Tag: kesan

  • Tinggal di Rumah Tua Sering Cium Bau Apek? Coba Cara Ini



    Jakarta

    Rumah-rumah yang sudah tua biasanya memiliki kesan tersendiri yang khas. Mulai dari arsitektur hingga perabotan khas rumah tua memang unik dan terkesan vintage yang membuatnya sangat berbeda dari rumah minimalis zaman kini.

    Namun, di balik keunikannya, rumah tua justru menyimpan satu masalah yang sulit diatasi yakni bau apek yang tak kunjung reda. Menurut Presiden Molly Maid Marla Mock, seperti dikutip dari Real Simple, bau yang khas pada rumah tua ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Demi menghilangkan bau ini, pemilik harus melakukan pembersihan secara menyeluruh karena bau apek khas rumah tua sifatnya sangat menempel dan susah hilang.

    Buka Seluruh Jendela

    Pertama-tama, sebelum melakukan pembersihan, pastikan seluruh jendela telah dibuka. Hal ini mampu membuat udara segar masuk dan mendorong udara kotor keluar.


    Periksa Tikus dan Serangga

    Mock mengatakan bahwa salah satu penyebab bau rumah tua tidak hilang adalah keberadaan tikus dan serangga di dalamnya. Sebaiknya, cek seluruh area rumah dan pastikan tidak ada tikus atau serangga yang mati dan menimbulkan bau busuk yang menyengat.

    Hilangkan Semua Debu

    Debu biasanya terlihat pada lantai dan perabotan rumah. Namun, jangan abaikan debu yang sering bersembunyi di tempat-tempat yang kurang terlihat. Lakukan pembersihan total dengan menyedot debu menggunakan vacuum cleaner. Setelah itu, gunakan spons atau kain mikrofiber untuk mengelap perabotan dengan campuran air hangat dan sabun cuci piring.

    Bersihkan Lemari Dapur

    Pada rumah tua biasanya memiliki tempat penyimpanan seperti lemari yang antik dan menawan. Namun, justru di dalam sana terdapat penyebab bau. Apalagi lemari dapur yang menyimpan partikel makanan hingga minyak. Bersihkan sama seperti perabotan lain yang menggunakan vacuum cleaner serta mengelapnya dengan campuran air hangat dan sabun cuci piring. Namun, ingat jangan gunakan pembersih yang keras agar tidak merusak keindahan perabotan antik.

    Bersihkan Seluruh Tempat Sampah

    Tak dapat dipungkiri, sampah menjadi sumber bau tidak sedap. Setelah membuang isinya, lakukan pembersihan tempat sampah dengan menggosok menggunakan campuran air dingin serta soda kue. Jika bau masih tercium, bilas menggunakan air dingin serta irisan jeruk.

    Bersihkan Perabotan Kain dengan Uap

    Perabotan kain seperti sofa atau tempat tidur memang lebih sulit dibersihkan. Segera hubungi layanan profesional yang dapat membersihkan perabotan kain menggunakan uap.

    Pasang Dehumidifier

    Setelah melakukan pembersihan total, jaga sirkulasi udara di dalam agar tetap lancar dan bersih. Gunakan dehumidifier supaya udara di dalam rumah tua tidak terasa lembap.

    Itu dia seputar menghilangkan bau apek pada rumah tua. Semoga membantu!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tanaman Hias yang Cantik Bisa Cepat Mati Gegara 5 Hal Ini


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik hunian dan menciptakan kesan asri di rumah. Asalkan tanaman tersebut dirawat secara rutin agar bisa tumbuh subur.

    Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara merawat tanaman dengan tepat. Seiring waktu, tanaman bisa layu dan akhirnya mati karena salah dalam merawatnya.

    Ingin tahu penyebab tanaman hias yang cantik bisa layu dan mati? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Hias Bisa Cepat Mati

    Sejumlah ahli tanaman membeberkan beberapa hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu dan akhirnya mati. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Minim Cahaya

    Ada beberapa tanaman hias yang membutuhkan banyak cahaya matahari agar bisa tumbuh subur. Jika tumbuhan diletakkan di area yang sempit dan gelap, maka tak heran bisa cepat layu dan mati.

    “Memindahkan tanaman ke tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya alami di siang hari akan sangat membantu proses pertumbuhan,” kata ahli hortikultura Justin Hancock.

    Jika rumah kurang mendapatkan sinar matahari, Justin menyarankan untuk menggunakan lampu LED agar tanaman bisa memperoleh banyak cahaya setiap hari.

    2. Terlalu Banyak Air

    Tidak ada salahnya menyiram tanaman secara berkala. Namun kalau terlalu banyak disiram justru membuat tanaman cepat layu. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah tanaman di rumah perlu disiram rutin atau sesekali saja.

    “Setiap seminggu sekali, coba masukkan jari Anda ke dalam tanah dan cek kelembapannya. Kebanyakan tanaman membutuhkan setidaknya separuh bagian atas tanah untuk benar-benar kering saat setelah disiram,” ujar pakar tanaman Jarrod Bouchie.

    3. Terlalu Banyak Diberi Pupuk

    Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman ternyata juga tidak baik. Seiring waktu, tanaman bisa layu dengan tanda-tanda awal seperti daun berwarna kuning kecokelatan dan batang layu.

    Ada beberapa tanaman hias yang perlu diberi pupuk setiap sebulan sekali. Lalu, ada juga tumbuhan yang perlu diberi pupuk 2-4 kali dalam setahun. Jadi, penting untuk mencari tahu penggunaan pupuk untuk tanaman hias di rumah.

    4. Serangan Hama

    Penyebab berikutnya karena tanaman hias di rumah diserang hama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cairan pestisida yang dijual bebas di pasaran.

    Kalau khawatir efek samping dari bahan kimia, detikers bisa menggunakan pestisida dari sejumlah bahan alami, seperti semprotan bawang putih, tembakau, dan cabai.

    5. Terpapar Suhu Ekstrem

    Tanaman hias bisa cepat mati karena faktor cuaca ekstrem, seperti suhu panas atau tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, pilih tanaman hias yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, maka sebaiknya pilih tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    Demikian lima hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Tanda Calon Penyewa Rumah Mesti Dihindari Biar Nggak Nyesal di Kemudian Hari


    Jakarta

    Rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi bisa juga menjadi aset untuk menghasilkan uang. Jika punya rumah yang tidak terpakai, kamu bisa pertimbangkan untuk menyewakan rumah daripada dibiarkan kosong.

    Tentunya dengan catatan kamu harus berhati-hati dalam memilih penyewa rumah. Pasalnya, penyewa rumah biasanya orang asing yang bisa saja memiliki niatan buruk saat menyewa rumah.

    Jangan sampai rumah kamu menjadi tempat untuk tindakan ilegal atau menjadi sasaran kejahatan lainnya. Supaya nggak tertipu, hindari penyewa rumah dengan tanda-tanda berikut ini saat proses seleksi, dikutip dari AsiaOne, Selasa (2/7/2024).


    Ciri-ciri Penyewa yang Mesti Dihindari

    1. Tidak Ingin Bertemu Secara Langsung

    Sebagai pemilik rumah, wajar jika kita ingin berkenalan dengan calon penyewa. Kita perlu tahu siapa mereka, pekerjaan mereka, dan siapa saja yang akan tinggal bersama mereka.

    Pertemuan ini tidak hanya memberikan kesan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memastikan bahwa penyewa memiliki niat baik dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal. Jika calon penyewa menolak pertemuan, mungkin ada yang perlu dipertanyakan.

    2. Siap Membayar di Atas Nilai Pasar

    Ketika calon penyewa bersedia membayar harga sewa di atas nilai pasarnya, perlu ada peringatan di benak kita. Meskipun tawaran ini mungkin menarik, namun ada baiknya mempertanyakan alasannya.

    Apakah ada tujuan tersembunyi di balik tindakan ini? Mungkin terjadi perang penawaran dengan calon penyewa lain atau ada hal lain yang mencurigakan.

    3. Memilih Kontrak Sewa Lebih Lama dari Biasanya

    Saat calon penyewa baru bersedia menandatangani kontrak sewa jangka panjang, haruslah menjadi bahan pertimbangan serius.

    Mengapa seseorang yang baru pertama kali menyewa rumah ingin menandatangani kontrak sewa yang sangat panjang? Ada baiknya untuk berbicara secara terbuka dengan calon penyewa untuk memahami alasan di balik keputusan ini.

    4. Merahasiakan Identitas dan Pekerjaan

    Transparansi adalah kunci dalam setiap transaksi properti. Pemilik rumah harus berhati-hati terhadap calon penyewa yang tidak mau memberikan informasi pribadi atau pekerjaan mereka. Ini bisa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

    5. Pembayaran dengan Uang Tunai

    Salah satu tanda paling mencolok adalah saat calon penyewa bersikeras membayar dengan uang tunai. Pembayaran melalui transfer bank atau cek adalah praktik umum dalam transaksi properti yang dapat diandalkan dan tercatat secara resmi. Pembayaran tunai cenderung tidak dapat dilacak dan meninggalkan ruang bagi kebingungan di kemudian hari.

    Itulah beberapa ciri penyewa rumah yang patut diwaspadai untuk mencegah masalah yang tidak diinginkan. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini Ciri-ciri Penyewa Apartemen yang Harus Dihindari


    Jakarta

    Mempertimbangkan calon penyewa apartemen dengan cermat harus dilakukan pemilik untuk menghindari masalah. Penyewa biasanya orang baru yang tidak terlalu kita kenali, sehingga penting mengenali ciri-ciri penyewa apartemen red flag.

    Jangan sampai kita merasakan apes karena ulah penyewa, misalkan melakukan aktivitas ilegal hingga kabur tanpa membayar uang sewa. Sebelum hal itu terjadi, kamu perlu mengidentifikasi ciri-ciri penyewa apartemen yang mencurigakan.

    Melansir asiaone, Rabu (10/7/2024), berikut adalah ciri-ciri penyewa apartemen red flag yang perlu dihindari.


    Ciri-ciri Penyewa Apartemen Red Flag

    1. Tidak Ingin Bertemu Secara Langsung

    Sebagai pemilik apartemen, tentu kita perlu berkenalan dengan calon penyewa. Kita harus tahu pekerjaan mereka dan siapa saja yang akan tinggal bersama mereka.

    Pertemuan ini tidak hanya memberikan kesan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memastikan bahwa penyewa memiliki niat baik dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal. Jika calon penyewa menolak pertemuan, mungkin ada yang perlu dipertanyakan.

    2. Merahasiakan Identitas dan Pekerjaan

    Transparansi adalah kunci dalam setiap transaksi properti. Pemilik rumah harus berhati-hati terhadap calon penyewa yang tidak mau memberikan informasi pribadi atau pekerjaan mereka. Ini bisa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

    3. Pembayaran dengan Uang Tunai

    Salah satu tanda paling mencolok adalah saat calon penyewa bersikeras membayar dengan uang tunai. Pembayaran melalui transfer bank atau cek adalah praktik umum dalam transaksi properti yang dapat diandalkan dan tercatat secara resmi.

    Pembayaran tunai cenderung tidak dapat dilacak dan meninggalkan ruang bagi kebingungan di kemudian hari.

    4. Siap Membayar di Atas Nilai Pasar

    Ketika calon penyewa bersedia membayar harga sewa di atas nilai pasarnya, perlu ada peringatan di benak kita. Meskipun tawaran ini mungkin menarik, namun ada baiknya mempertanyakan alasannya.

    Apakah ada tujuan tersembunyi di balik tindakan ini? Mungkin terjadi perang penawaran dengan calon penyewa lain atau ada hal lain yang mencurigakan.

    5. Memilih Kontrak Sewa Lebih Lama dari Biasanya

    Saat calon penyewa baru bersedia menandatangani kontrak sewa jangka panjang, haruslah menjadi bahan pertimbangan serius. Penyewa yang baru dikenal tetapi berani menandatangani kontrak sewa yang sangat panjang perlu dipertanyakan niatannya.

    Ada baiknya untuk berbicara secara terbuka dengan calon penyewa untuk memahami alasan di balik keputusan ini.

    Itulah beberapa ciri-ciri penyewa red flag yang perlu diwaspadai. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tanaman Hias yang Cocok untuk Kamar Tidur dan Manfaatnya


    Jakarta

    Sekarang tengah marak dekorasi kamar dengan tanaman di dalamnya. Tanaman ini bukan tanaman hias yang berbunga, melainkan tanaman hijau yang bisa menambah kesan adem di kamar.

    Namun, kamu perlu mengetahui tidak semua tanaman bisa diletakkan di dalam ruangan. Sebab, karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan tanaman pada malam hari, bisa terhirup oleh kamu saat tidur. Sementara manusia hanya memerlukan oksigen.

    Mengutip dari Leaf Envy, Selasa (16/7/2024), ada beberapa tanaman yang dapat menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis. Meskipun begitu, tidak semua tanaman berbahaya, ada pula tanaman yang tetap aman diletakkan di dalam ruangan seperti di kamar. Sebab, jumlah karbon dioksida yang dilepaskan oleh tanaman di malam hari itu dalam jumlah sedikit. Alhasil, tidak ada dampak signifikan pada kadar oksigen kamar tidur kamu.


    Tanaman yang Bisa Diletakkan di Kamar

    1. Lidah buaya

    Lidah buaya atau aloe vera kerap digunakan sebagai tanaman obat karena kaya manfaat. Ternyata tanaman ini boleh diletakkan di ruangan seperti kamar karena melepaskan oksigen di malam hari dan disebut sebagai kualitas pemurni udara alami.

    2. Lavender

    Nama tanaman satu ini sudah tidak asing karena banyak pengharum ruangan memakai wewangian dari bunga ini. Ternyata tanaman lavender yang asli bisa diletakkan di dalam ruangan karena dia meninggalkan aroma yang dapat membantu meningkatkan tidur dan mengurangi tingkat kecemasan.

    3. Lidah Mertua

    Bentuknya mirip dengan lidah buaya, tetapi tanaman ini berbeda. Tanaman jenis ini bisa membuat udara dalam ruangan menjadi lebih segar dan sehat.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Pilih Sofa buat Ruangan Sempit? Begini Tipsnya



    Jakarta

    Memiliki sofa di rumah bisa membuat rumah semakin cantik sekaligus digunakan untuk duduk santai. Namun, perlu perhatian khusus saat memilih sofa, apalagi jika ruangan di rumah kamu sempit.

    Jika salah pilih sofa, bisa-bisa ruangan di rumah kamu jadi makin sempit. Lantas, bagaimana cara memilih sofa untuk ruangan yang sempit?

    Dilansir dari Homes & Gardens, Sabtu (20/7/2024), berikut ini caranya.


    1. Pastikan Ukuran Sofa Pas untuk Ruangan

    Ukuran sofa memegang peran penting agar ruangan kamu tidak terasa sesak. Jika kamu memilih sofa yang terlalu panjang, itu akan memakan banyak ruang sehingga ruangan di rumah kamu terasa makin kecil.

    “Saya menyarankan pilih sofa dengan ukuran yang kecil untuk menyesuaikan proporsi ruangan,” kata desainer interior, Brianna Untener.

    2. Pilih Sofa dengan Detail Minimalis

    Pada ruangan kecil, sebaiknya tidak terdapat detail yang berlebih. Dengan demikian, bisa membuat ruangan terasa nyaman.

    3. Pilih Sofa dengan Kaki

    Sofa yang memiliki kaki akan membantu ruangan terasa lebih ‘ringan’ dan terasa lebih luas karena ada ruang lebih.

    4. Pilih Warna yang Sesuai

    Warna terang maupun warna gelap bisa saja cocok di ruangan yang sempit. Biasanya, warna terang sangat sering digunakan. Jika dipadukan dengan warna dinding yang terang, maka ruangan bisa terasa lebih terang.

    Penggunaan warna gelap pada sofa yang dipadukan dengan warna dinding yang gelap bisa meningkatkan kesan ruang. Walau demikian, penggunaan warna gelap atau terang pada sofa tergantung dari gaya dan tampilan yang kamu inginkan.

    “Tidak ada jawaban benar atau salah ketika memilih sesuatu yang berwarna untuk ruangan kecil. Itu semua tergantung selera klien dan kemudian bekerja dari sana,” kata Untener.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menata Foto di Dinding Ruang Tamu agar Aesthetic


    Jakarta

    Menghias dinding ruang tamu dengan foto bisa menjadi cara untuk menampilkan kenangan berharga. Namun, menatanya dengan benar dan enak dilihat menjadi tantangan tersendiri.

    Sehingga, pemilihan bingkai dan penempatan yang ideal membutuhkan pertimbangan agar hasilnya memuaskan. Tentunya kegiatan ini akan menyenangkan jika dilakukan bersama dengan anggota keluarga. Berikut beberapa cara menata foto dinding ruang tamu.

    Cara Menata Foto Dinding Ruang Tamu

    Cara menata dinding ruang tamu memang terkesan sederhana, namun konsepnya perlu dipikirkan dengan baik. Berikut beberapa rekomendasinya.


    1. Gantung Foto Secara Sejajar

    Ilustrasi ruang tamu minimalisIlustrasi ruang tamu minimalis Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Tak hanya memanfaatkan ruang, rangkaian foto di dinding bisa memberikan kesan yang nyaman pada suatu tempat. Kamu dapat memasang bingkai foto dengan ukuran sama secara sejajar.

    Memasangnya di belakang sofa yang kosong bisa jadi ide yang menarik. Pilih warna netral dengan bingkai sederhana. Menurut Living Cozy, pastikan rangkaian foto tersebut berukuran setidaknya dua pertiga dari lebar sofa.

    2. Padukan Foto, Lukisan, dan Karya Lainnya dengan Berbagai Ukuran

    Ruang tamuRuang tamu Foto: (Louisa dan Fyodor:Good House Keeping)

    Menurut Molly Torres Portnof dari Date Interiors, pemilik rumah dapat memadukan lukisan, foto, hingga gambar yang unik pada dinding ruang tamu. Penataannya bisa mencakup berbagai ukuran foto, mulai dari yang berukuran kecil, sedang, dan besar. Jangan lupa untuk memajangnya secara simetris.

    3. Gantung Foto di Sekitar TV

    Rumah minimalis seringkali menyatukan ruang tamu dan ruang keluarga, di mana terdapat televisi di dalamnya. Mengutip Good Housekeeping, agar area TV tak terlihat membosankan, letakkan foto dengan posisi membingkai salah satu siku tv.

    4. Pajang Foto Melingkar

    Mengutip salah satu situs jual beli properti, kamu dapat memajang foto melingkar seperti jam dinding. Di sini, kamu akan membutuhkan 12 foto untuk dianalogikan menjadi angka jam dinding. Jangan lupa tambahkan aksesoris jarum jam di tengah bingkai.

    Tips Saat Memajang Bingkai Foto di Dinding Ruang Tamu

    Setelah mendapatkan konsep dalam memajang foto, ada beberapa tips yang perlu diketahui. Berikut di antaranya:

    1. Pastikan Tata Letak Sudah benar

    Rencanakan tata letak sebelum menggantung foto dan pastikan konsepnya sudah benar. Jangan sampai desain beberapa bingkai foto tidak seimbang.
    Kamu bisa meletakkan bingkai di lantai terlebih dahulu untuk menentukan bagaimana susunan idealnya.

    2. Gantung Ukuran Besar Terlebih Dahulu

    Bingkai yang berukuran besar kemungkinan besar akan menjadi titik fokus utama dan memberi pengaruh pada letak foto lainnya. Jadi, penting untuk menggantungnya terlebih dahulu sebelum bingkai yang lebih kecil.

    Ketika memasang, sisakan jarak 5 cm setiap gambar saat menggantungnya. Setelah memasang 1-2 gambar, mundur untuk melihat tata letaknya dari jauh.

    “Begitu Anda mulai menggantung bingkai, mundur sesekali untuk melihat gambarannya. (Hal ini) jauh lebih mudah untuk membuat penyesuaian kecil seiring berjalannya waktu,” kata Kepala Desainer di Keepsake, Christina Capetola.

    3. Jangan Memasang Terlalu Banyak Foto

    Memasang terlalu banyak foto bisa membuat dinding menjadi terkesan terlalu ramai. Hal ini bisa mengalihkan perhatian dari foto-foto yang paling penting. Dalam hal dekorasi rumah, lebih sedikit foto lebih baik.

    4. Pastikan Warna Bingkai Sesuai dengan Warna Dinding

    Warna dinding menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan ketika akan memajang bingkai. Pastikan warna bingkai tidak bertabrakan dengan dinding atau furnitur di dekatnya.

    5. Jangan Gantung Foto Terlalu Tinggi

    Menggantung foto terlalu tinggi menjadi kesalahan umum yang seringkali dilakukan. Jadi, pastikan foto tetap enak untuk dipandang.

    Itulah sejumlah cara menata foto di dinding ruang tamu. Semoga menginspirasimu detikers.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Menata Tanaman Bunga di Teras Biar Rumah Segar dan Menawan


    Jakarta

    Tanaman bunga menjadi hiasan rumah alami yang banyak disukai orang-orang. Rumah yang tampak biasa saja, bisa terlihat lebih indah dan segar dengan bunga.

    Namun, jangan sembarangan menaruh tanaman bunga di teras rumah. Penampilan rumah menjadi lebih estetik kalau kamu menata tanaman bunga dengan memerhatikan komposisinya.

    Lalu, bagaimana cara menata tanaman bunga di teras? Yuk, simak caranya berikut ini yang dilansir dari Cleanipedia, Senin (12/8/2024).


    Cara Menata Tanaman Bunga di Teras

    1. Kelompokkan Berdasarkan Jenis

    Cara pertama, Kamu dapat mengelompokkan tanaman bunga berdasarkan jenisnya. Susun tanaman sejenis di satu sudut atau bagian teras, dan beri jarak dengan jenis tanaman yang lain. Penataan seperti ini akan menciptakan kesan serasi dan tidak berantakan.

    Bila luas taman Kamu terbatas, Kamu dapat memanfaatkan rak untuk memajang tanaman secara lebih rapi. Dengan cara ini, taman Kamu tetap dapat diramaikan oleh beraneka jenis tanaman, meski lahan sempit. Terdapat juga pilihan rak estetik, mulai dari rak susun, gantung, dinding, dan lain sebagainya, yang tentu dapat memperindah area teras Kamu.

    2. Tentukan Tatanan Tanaman

    Kamu dapat menata tanaman bunga kamu sesuai keinginan kamu. Kamu bisa dengan cara disejajarkan, dikumpulkan dalam bentuk lingkaran, dikumpulkan dalam bentuk persegi, atau diletakkan secara acak.

    Kamu juga bisa menerapkan penataan campuran, misalnya di satu area tanaman ditata secara melingkar, sementara di area lain tanaman cukup dibariskan.

    Cara menata bunga di teras rumah yang juga dapat Kamu coba adalah memakai pot gantung. Pot gantung berukuran kecil dan berwarna-warni dapat menghidupkan sekaligus menyegarkan suasana teras yang asri.

    3. Ciptakan Titik Pusat

    Kamu dapat memilih satu jenis tanaman bunga yang terlihat menonjol dibandingkan tanaman lainnya. Letakkan tanaman tersebut di tengah taman atau hiasi sekelilingnya dengan batu hias atau ornamen hias lain.

    Cara lainnya adalah meletakkan tanaman tersebut di pot berbentuk unik yang menarik perhatian. Dengan adanya titik pusat ini, pandangan orang akan langsung tertuju pada tanaman tersebut saat melihat taman teras kamu.

    4. Atur Posisi Tanaman

    Pengaturan ini bisa berdasarkan ukuran tanaman. Misalnya, tanaman yang berukuran kecil jangan ditaruh di belakang tanaman berukuran besar karena nanti jadi tidak kelihatan.

    Cara menata bunga di teras rumah yang lain yaitu dengan meletakkan tanaman pot kecil di atas batu tinggi sehingga sejajar dengan tanaman yang berukuran besar. Kamu juga dapat meletakkan tanaman pot di atas bangku kayu atau besi untuk menciptakan variasi.

    5. Bersihkan Teras dari Daun Kering atau Layu

    Dalam merawat tanaman, kamu juga perlu rajin membersihkannya dari daun atau bunga yang sudah layu, kering, atau mati. Kumpulkan rontokan daun dan bunga di satu tempat untuk kemudian dijadikan kompos yang dapat menyuburkan tanah halaman kamu.

    Jangan dibiarkan berserakan karena akan mengurangi nilai estetika pada tampilan rumah kamu.

    Demikian cara menata tanaman bunga di teras. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Gerah, Ini 6 Cara Jitu Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah


    Jakarta

    Indonesia telah memasuki musim kemarau yang artinya intensitas hujan akan menurun dan paparan sinar matahari semakin terik dan terasa panas. Cuaca panas bisa membuat ruangan yang ada di dalam rumah terasa panas.

    Posisi rumah penting untuk diperhitungkan, supaya rumah tidak terlalu terpapar sinar matahari yang menyengat. Bagi rumah yang menghadap timur atau barat bisa saja terpapar sinar matahari yang cukup intens pada pagi maupun sore hari.

    Lantas, bagaimana cara menangkal sinar matahari supaya rumah tidak terlalu panas?


    “Untuk mengoptimalkan kenyamanan, hadap rumah di Indonesia sebaiknya ke arah utara-selatan,” kata Direktur Home-Works Wahyu Achadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Terpapar sinar matahari langsung cukup lama akan membuat suhu udara di dalam rumah panas,” lanjut Wahyu.

    Wahyu mengatakan bahwa ada beberapa rekayasa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah. Berikut ini beberapa cara untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam rumah.

    Cara Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah

    1. Menanam Pohon

    Pohon bisa membantu untuk mengurangi pancaran sinar matahari yang masuk ke rumah. Biasanya, rumah yang menghadap ke arah barat akan sangat silau dari pukul 14.30 sampai 16.30.

    Jenis pohon yang disarankan adalah yang tumbuh meninggi dengan tajuk ranting tidak melebar, seperti palem, bambu, glodokan tiang, atau pucuk merah yang mudah dibentuk.

    “Fungsi pohon ini juga bukan hanya menahan sinar matahari, tapi juga menyerap polusi, penyedia oksigen, hingga buffer suara dari luar,” jelas Wahyu.

    2. Tanaman Rambat

    Tanaman rambat dapat menjadi alternatif jika menanam pohon tidak memungkinkan. Agar dapat mempercantik rumah, kamu harus memperhatikan estetika tanaman dengan rajin merapikan sudut-sudut rambatannya. Jika tidak, tanaman rambat malah akan memberikan kesan seperti rumah yang tidak terawat.

    “Selain bisa menahan sinar matahari yang masuk, tanaman rambat juga bisa mempercantik tampilan ataupun fasad rumah,” jelas Wahyu.

    3. Optimalkan Teras

    Untuk mengurangi dampak buruk sinar matahari, fungsi teras dapat dioptimalkan dengan meletakkan banyak tanaman di dalam pot. Dengan begitu, sinar matahari dapat tersaring sebelum masuk ke rumah.

    “Dengan banyak tanaman di teras juga membuat udara yang masuk ke dalam rumah lebih segar,” jelas Wahyu.

    4. Kisi-Kisi

    Rekayasa yang dapat dilakukan selanjutnya adalah dengan membuat kisi-kisi sebagai celah udara. Kisi-kisi ini dipasang di area teras atau dinding bagian depan rumah untuk menghambat cahaya matahari yang menyilaukan.

    “Cahaya yang silau bisa dihambat dengan keberadaan kisi-kisi sebagai secondary skin pada bagian dinding terluar yang akan menyaring sinar matahari,” kata Wahyu.

    5. Overstek atau Kanopi

    Kamu bisa juga memasang overstek atau kanopi untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk.

    “Overstek atau kanopi bisa menjadi solusi dengan membuat semacam bidang transparan atau seunscreen dengan bentuk vertikal maupun horizontal,” kata Wahyu.

    Untuk rumah bergaya tropis, gunakan overstek atau kanopi yang lebar. Sementara itu, rumah minimalis sebaiknya menggunakan overstek atau kanopi di atas jendela.

    6. Kaca Film

    Sebagai solusi terakhir, kamu juga bisa memasang kaca film jika pancaran sinar matahari yang masuk terlalu kuat. Kaca film ini dipasang pada jendela besar di depan rumah. Di bagian dalam rumah, kamu juga bisa memasang gorden transparan (vitrase).

    Itulah beberapa rekayasa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Ide Rumah dengan Atap Miring Satu Sisi


    Jakarta

    Rumah dengan atap miring di satu sisinya sedang diminati. Tampilannya yang unik dan berbeda dari umumnya tampak menarik dan memberikan kesan modern pada hunian. Karena itu, banyak orang menginginkan atap berdesain satu ini untuk rumah mereka.

    Atap miring satu sisi disebut juga atap gudang. Bukan hanya diterapkan pada gudang, implementasi atap seperti ini bisa pula dibuat pada bangunan rumah utama. Nah, kamu dapat temukan contoh rumah dengan atap miring satu sisi di bawah ini.

    Ide Atap Rumah Miring Satu Sisi

    Berikut desain beberapa rumah dengan atap mirip satu sisi di belakang, samping, dan depan yang dapat dijadikan referensi, dirangkum dari catatan detikcom dan Getty Images:


    1. Atap Miring Model Kesatu

    Home overlooking the country, Virginia, USARumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Jon Lovette

    Atap miring satu sisi dapat diaplikasikan di belakang atau samping rumah seperti pada foto. Model atap satu ini bisa banget diterapkan untuk ruang keluarga atau dapur.

    Bentuknya yang miring bantu air hujan turun langsung menuju pipa pembuangan. Dengan begitu, genangan air yang bisa bikin bocor dapat dicegah. Sederet jendela yang dipasang berjejer juga dapat memudahkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ke hunian.

    2. Atap Miring Model Kedua

    Lake house on Canandaigua Lake, NYRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Ninepence

    Bangunan rumah yang terletak di bagian samping boleh dipakaikan atap rumah miring. Beberapa jendela kaca bisa dipasangkan agar rumah selalu terang dari banyaknya cahaya matahari yang masuk. Ruang tamu dan ruang kerja cocok sekali ditempatkan di bagian rumah tersebut.

    Jarak atap dan bagian dalam rumah yang lebih dekat memungkinkan pula untuk memasang jendela atap yang jadi jalur masuk pencahayaan alami.

    3. Atap Miring Model Ketiga

    Rumah atap miring satu sisi.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Ivan Hunter

    Penempatan atap miring satu sisi yang berada di area pintu masuk samping menciptakan tampilan rumah yang unik. Karena dipasangkan pintu satu daun, ukuran atapnya pun jadi lebih pendek sehingga mempercepat waktu pemasangannya.

    4. Atap Miring Model Keempat

    USA, South CarolinaRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Thomas Northcut

    Kebanyakan orang menempatkan garasi di dekat teras rumah. Tapi tak sedikit yang membangun ruangan di sisi hunian sebagai gudang maupun tempat parkir kendaraan.

    Atap miring satu sisi dapat digunakan pada ruangan yang menempel di samping rumah ini agar biaya pemasangannya lebih terjangkau.

    5. Atap Miring Model Kelima

    Beautiful suburban home with wrap-around porch.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/EricVega

    Area gudang dan garasi mobil juga boleh ditempatkan di bagian sisi rumah. Kamu bisa membuat sedikit ruang tambahan dengan jendela dan pintu di samping. Tambahan ruang yang tidak terlalu luas sangat cocok dipasangkan atap miring satu sisi seperti pada foto.

    6. Atap Miring Model Keenam

    Rumah atap miring satu sisi.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Comstock Images

    Kalau ingin membangun bagian rumah tambahan yang menempel bangunan utama, penggunaan atap miring satu sisi bisa jadi pilihan tepat. Karena dibuat menyatu dengan rumah utama, pemasangannya dapat memudahkan air mengalir langsung ke pipa pembuangan saat turun. Sehingga genangan air di atap dapat dicegah.

    7. Atap Miring Model Ketujuh

    new house with a concrete roof under constructionRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Sirisak Boakaew

    Teras kecil di area pintu depan rumah dapat dibuatkan atap miring satu sisi sebagai tempat berteduh saat keluar masuk hunian. Jenis atap ini lebih cocok karena ukuran teras yang kecil. Di sisi lain, bisa jadi variasi atap berbeda dari bangunan utama rumah.

    Itu dia sederet model rumah dengan atap miring satu sisi di bagian samping dan belakang yang dapat dijadikan referensi.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com