Tag: kesehatan

  • 6 Cara Bikin Rumah Terasa Sejuk Meski Tak Pakai AC


    Jakarta

    Akhir-akhir ini suhu dari pagi ke siang sangat panas, lalu menjelang sore langit mendung pertanda akan turun hujan. Udara kemudian tidak lagi terasa panas, tetapi lembap dan sedikit pengap.

    Biasanya jika rumah terasa pengap, panas, atau lembap, orang akan memilih untuk menyalakan AC. Suhu AC lebih stabil dan nyaman dibandingkan udara di luar yang mengganggu konsentrasi.

    Namun, di satu sisi menyalakan AC selama 24 jam terus menerus juga tidak baik karena memakan banyak sekali energi yang dapat membuat tunggakan listrik membengkak. Selain itu, penggunaan AC terlalu lama juga bisa menyebabkan masalah kesehatan.


    Lantas, bagaimana membuat rumah terasa sejuk tanpa perlu bergantung AC? Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa caranya.

    1. Pasang Kaca Film Surya

    Dilansir CNN Indonesia, kaca film surya ternyata bisa mencegah panas di dalam rumah karena menghalau sinar matahari yang masuk. Memang dengan memasang kaca film penerangan di dalam rumah jadi lebih gelap, tetapi pandangan dari dalam ke luar tidak lantas buram karena saat ini ada produk yang hanya menghitamkan pandangan dari luar tetapi tetap jernih dari dalam.

    2. Sering Membuka Jendela

    Jendela bukan hanya sebagai akses cahaya masuk, melainkan sebagai sirkulasi udara di rumah. Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat sedang panas di luar bisa membawa angin panas ke dalam rumah. Disarankan untuk membuka jendela ketika sejuk agar angin segar masuk.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan adalah kipas yang dipasang di dinding. Penggunaan exhaust fan banyak ditemukan di kamar mandi agar suhu di dalam sana tidak lembap. Layaknya cara kerja kipas, alat ini bisa mengeluarkan udara panas dan membawa udara sejuk ke dalam ruangan.

    4. Pasang Tirai

    Selain kaca film, cara lain agar ruangan lebih sejuk adalah dengan memasang tirai pada jendela. Tirai atau gorden yang dipakai lebih baik berwarna putih agar dapat memantulkan cahaya dari luar.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tak Terpakai

    Perangkat elektronik menimbulkan panas di ruangan yang terkadang tak disadari oleh penghuninya. Saat udara terasa pengap dan panas, coba matikan lampu, TV, atau perangkat elektronik yang menimbulkan panas.

    6. Letakkan Beberapa Tanaman

    Tanaman dapat menyerap udara panas dari proses transpirasi. Tanaman juga bisa menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di udara sehingga udara tidak terasa pengap. Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Cara Bikin Rumah Terasa Sejuk Meski Tak Pakai AC


    Jakarta

    Akhir-akhir ini suhu dari pagi ke siang sangat panas, lalu menjelang sore langit mendung pertanda akan turun hujan. Udara kemudian tidak lagi terasa panas, tetapi lembap dan sedikit pengap.

    Biasanya jika rumah terasa pengap, panas, atau lembap, orang akan memilih untuk menyalakan AC. Suhu AC lebih stabil dan nyaman dibandingkan udara di luar yang mengganggu konsentrasi.

    Namun, di satu sisi menyalakan AC selama 24 jam terus menerus juga tidak baik karena memakan banyak sekali energi yang dapat membuat tunggakan listrik membengkak. Selain itu, penggunaan AC terlalu lama juga bisa menyebabkan masalah kesehatan.


    Lantas, bagaimana membuat rumah terasa sejuk tanpa perlu bergantung AC? Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa caranya.

    1. Pasang Kaca Film Surya

    Dilansir CNN Indonesia, kaca film surya ternyata bisa mencegah panas di dalam rumah karena menghalau sinar matahari yang masuk. Memang dengan memasang kaca film penerangan di dalam rumah jadi lebih gelap, tetapi pandangan dari dalam ke luar tidak lantas buram karena saat ini ada produk yang hanya menghitamkan pandangan dari luar tetapi tetap jernih dari dalam.

    2. Sering Membuka Jendela

    Jendela bukan hanya sebagai akses cahaya masuk, melainkan sebagai sirkulasi udara di rumah. Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat sedang panas di luar bisa membawa angin panas ke dalam rumah. Disarankan untuk membuka jendela ketika sejuk agar angin segar masuk.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan adalah kipas yang dipasang di dinding. Penggunaan exhaust fan banyak ditemukan di kamar mandi agar suhu di dalam sana tidak lembap. Layaknya cara kerja kipas, alat ini bisa mengeluarkan udara panas dan membawa udara sejuk ke dalam ruangan.

    4. Pasang Tirai

    Selain kaca film, cara lain agar ruangan lebih sejuk adalah dengan memasang tirai pada jendela. Tirai atau gorden yang dipakai lebih baik berwarna putih agar dapat memantulkan cahaya dari luar.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tak Terpakai

    Perangkat elektronik menimbulkan panas di ruangan yang terkadang tak disadari oleh penghuninya. Saat udara terasa pengap dan panas, coba matikan lampu, TV, atau perangkat elektronik yang menimbulkan panas.

    6. Letakkan Beberapa Tanaman

    Tanaman dapat menyerap udara panas dari proses transpirasi. Tanaman juga bisa menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di udara sehingga udara tidak terasa pengap. Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Ternyata Jangan Langsung Rapikan Kasur Ketika Bangun Tidur, Ini Akibatnya



    Jakarta

    Apa yang biasanya dilakukan orang ketika bangun tidur? Bagi mereka yang terbiasa rajin, merapikan tempat tidur menjadi hal utama yang langsung dilakukan setelah itu baru melakukan aktivitas lain. Namun, hal tersebut justru tidak dianjurkan, loh! Kok, bisa ya?

    Dikutip dari situs Real Simple,=, faktanya ketika bangun tidur disarankan untuk jangan langsung merapikan atau membersihkan tempat tidur. Mengapa demikian? Sebab, tungau debu yang ada di kasur dapat tumbuh di tempat yang lembap, termasuk tempat tidur yang baru saja ditiduri semalaman.

    CEO MattressNextDay Martin Seeley menjelaskan bahwa rata-rata manusia berkeringat sebanyak 500 mililiter per malam sehingga tempat tidur menjadi lembap dan cocok bagi tungau berkembangbiak pada pagi hari.


    “Oleh sebab itu, penting untuk membiarkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit agar sirkulasi udara lebih baik. Hal ini dapat mengurangi kelembapan secara menyeluruh di tempat tidur,” kata Seeley.

    Tungau debu yang hinggap pada tempat tidur dapat berbahaya bagi kesehatan manusia. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau debu dapat memicu reaksi fisik, seperti flu, mata berair, hingga bersin. Hal itu didapat dari sisa-sisa kotoran mereka yang menempel pada seprai yang kemudian dihirup manusia.

    Sebaiknya, ketika bangun pada pagi hari, bukalah seprai sebentar atau biarkan. Lalu, nyalakan kipas angin dan buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara. Jadi, ketika bangun tidur tunda dulu merapikan tempat tidurnya, ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Benda yang Harus Dibersihkan Setiap Bulan Menurut Ahli


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan hal yang wajib dilakukan. Saat membersihkan rumah, ada barang-barang yang harus dibersihkan setiap bulan.

    Barang-barang tersebut harus sering dibersihkan karena beberapa hal, misalnya cepat berdebut. Lantas, barang apa saja yang harus dibersihkan setiap bulan?

    Dilansir dari Southern Living berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah

    In de zorgIlustrasi tempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Jangan salah ya, tempat sampah juga harus dibersihkan lho! Saat membersihkannya juga jangan asal, bagian dalam dan luarnya harus dibersihkan dengan baik.

    “Bahkan dengan pelapis, tempat sampah tetap bau. Kami menyarankan untuk membilas dan menggosoknya setiap bulan. Isi air panas, tambahkan sedikit sabun cuci piring, dan semprotkan disinfektan untuk mengusir bau dan mencegah bakteri,” kata ahli kebersihan di Sparkly Maids San Antonio, Jessica Gonzalez, dikutip dari Southern Living, Senin (14/7/2025).

    Sementara itu, ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader menyarankan untuk mengeringkan tempat sampah di bawah sinar matahari untuk membantu menghilangkan bau.

    2. Lemari Dapur

    lemari dapur panel terangkat atau Raised Panel Kitchen Cabinetlemari dapur Foto: via Kitchen Cabinet Kings

    Lemari dapur ternyata bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri tanpa kamu sadari. Maka dari itu, Gonzalez menyarankan untuk membersihkannya sebulan sekali.

    “Bersihkan area ini dengan pembersih lemak yang lemah atau cuka encer, lalu keringkan sepenuhnya. Ini akan menjaga dapur Anda tetap bersih di antara pembersihan mendalam,” ungkapnya.

    3. Mesin Cuci

    Ilustrasi Tips Memilih Mesin CuciIlustrasi Mesin Cuci Foto: iStock

    Mesin cuci juga harus dibersihkan setiap bulan lho detikers. Schrader mengatakan poin utama bagian mesin cuci yang harus dibersihkan adalah tempat detergen dan gasket atau karet mesin cuci.

    “Jamur dan kotoran deterjen menumpuk di sini cukup cepat. Bersihkan laci deterjen dengan larutan cuka hangat, dan periksa karet gasketnya untuk melihat apakah ada kotoran. Pembersihan bulanan akan mengurangi bau dan mesin cuci Anda akan berfungsi dengan baik,” jelas Schrader.

    Sementara Gonzalez mengingatkan untuk tidak melupakan bagian seperti tutup, kenop, serta bagian atas mesin cuci.

    4. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Gagang pintu disarankan untuk dibersihkan sebulan sekali karena bisa terdapat banyak bakteri. Sebab, bagian tersebut yang paling sering dipegang oleh orang rumah.

    “Gunakan larutan disinfektan atau pembersih berbahan dasar alkohol lainnya, bersihkan titik-titik ini sebulan sekali. Ini hanya membutuhkan sedikit waktu, tetapi dapat meningkatkan kesehatan ruangan Anda secara signifikan,” kata Shcrader.

    5. Baling-baling Kipas

    kipas angin gantungkipas angin gantung Foto: kipas angin gantung

    Kalau di rumah memakai kipas angin, jangan lupa bersihkan baling-balingnya setiap bulan. Sebab, debu rentan menumpuk pada baling-baling kipas apalagi kalau sering digunakan.

    Cara membersihkannya bisa dengan lap atau sarung bantal yang sudah tidak dipakai untuk mengumpulkan debu.

    “Selipkan sarung bantal bekas di atas baling-baling dan tarik perlahan ke bawah, debu akan menempel di sarung bantal. Lalu, lap baling-baling dengan kain mikrofiber lembap. Melakukan hal ini setiap bulan akan sangat membantu menjaga kualitas udara di rumah Anda, terutama di kamar tidur,” ujar Schrader.

    Itulah beberapa benda yang harus dibersihkan setiap bulan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Udara Jakarta Terburuk ke-2 Dunia, Ini Cara Jaga Rumah Tetap Bersih dari Polusi


    Jakarta

    Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori buruk sehingga tidak baik untuk kesehatan. Dalam pantauan detikcom di situs IQ Air, Rabu (16/7/2025), kualitas udara di Jakarta masuk peringkat kedua terburuk di dunia.

    Hal ini tentu membuat banyak masyarakat khawatir karena harus menghirup udara tidak sehat sehari-hari. Belum lagi udara kotor tersebut masuk ke dalam rumah sehingga dapat mengganggu kesehatan penghuninya.

    Meski begitu, ada beberapa tips agar udara di dalam rumah tetap bersih dan bebas dari polusi. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Udara di Dalam Rumah Tetap Bersih

    Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar udara di dalam rumah tetap bersih. Dengan begitu, kamu bisa menghirup udara segar tanpa khawatir terpapar polusi. Dikutip dari Healthline, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Mencegah Udara Kotor

    Tips yang pertama adalah mencegah udara kotor dan polusi masuk ke dalam rumah. Udara kotor ini meliputi asap rokok dan asap pembakaran sampah.

    Perlu diketahui, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya, mulai dari nikotin, tar, karbon monoksida, dan benzena. Sedangkan asap pembakaran sampah juga mengandung zat beracun, seperti karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, dan hidrokarbon.

    Selain mengganggu udara bersih di dalam rumah, menghirup kedua asap tersebut bisa membahayakan kesehatan. Beberapa risiko penyakit yang ditimbulkan seperti jantung, kanker, gangguan pernapasan, dan stroke.

    2. Singkirkan Debu

    Debu dan kotoran yang menempel di furnitur, dinding, ataupun lantai bisa menyebabkan kualitas udara di dalam rumah memburuk. Hal ini bisa menyebabkan kamu jadi mudah bersin, pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan kulit gatal.

    Jika ada banyak debu di dalam rumah, cobalah untuk dibersihkan secara rutin menggunakan sapu atau vacuum cleaner. Bersihkan juga karpet dan furnitur di rumah agar tidak ada lagi sisa debu yang menempel.

    3. Pakai Air Purifier

    Agar udara di dalam rumah tetap bersih disarankan memakai air purifier. Alat ini dirancang untuk membersihkan udara kotor dengan menyaring partikel kecil seperti debu dan asap yang ada di ruangan.

    Air purifier bekerja dengan cara menyedot udara kotor, lalu melewati serangkaian filter seperti High-Efficiency Particulate Air (HEPA). Setelah udara kotor disaring, air purifier akan menyemburkan udara bersih ke dalam ruangan.

    Sejumlah air purifier telah mengusung teknologi canggih dan filter udara terbaik. Hal ini dapat menyaring patogen di udara seperti bakteri, virus, dan spora jamur.

    4. Membersihkan Ventilasi Udara

    Ventilasi udara sangat penting agar mengalirkan udara kotor di dalam rumah dan menggantinya dengan udara bersih dari luar sekaligus mencegah kelembapan. Meski begitu, pertimbangkan lagi untuk membuka ventilasi jika udara di luar sedang tidak sehat.

    Selain itu, dianjurkan juga untuk membersihkan ventilasi udara di dalam rumah dari debu dan kotoran. Langkah ini penting agar udara yang masuk ke dalam rumah tidak terkontaminasi partikel debu yang justru membahayakan kesehatan.

    5. Menanam Tanaman Hijau

    Ada banyak tanaman hijau yang cocok ditanam di dalam rumah. Bahkan, beberapa di antaranya disebut efektif menjaga udara tetap bersih di dalam ruangan, seperti tanaman dracaena, peace lily, dan ivy.

    Meski begitu, jangan hanya mengandalkan tanaman hijau untuk membasmi udara kotor di dalam ruangan. Sebab, tanaman ini hanya mampu mengurangi polusi sampai batas tertentu saja. Lalu, dibutuhkan juga perawatan rutin agar tanaman bisa menjaga udara bersih secara optimal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Seberapa Sering Jendela Rumah Perlu Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Jendela merupakan salah satu bagian dari rumah yang paling cepat kotor, terutama jendela bagian luar. Jika jarang dibersihkan, ada banyak partikel debu dan kotoran yang menempel di kaca jendela.

    Meski jendela bagian dalam tidak sekotor area luar, tapi bukan berarti jarang dibersihkan. Sebab, debu dan kotoran yang menumpuk dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah, seperti timbul kulit gatal dan gangguan pernapasan.

    Oleh sebab itu, penting untuk membersihkan jendela rumah secara berkala. Lantas, seberapa sering jendela harus dibersihkan? Simak penjelasan dari para ahli dalam artikel ini.


    Seberapa Sering Jendela Harus Dibersihkan?

    Jendela rumah memang perlu dibersihkan secara rutin. Namun, seberapa sering jendela harus dibersihkan?

    Dilansir situs Real Simple, jendela bagian luar rumah perlu dibersihkan dua kali dalam setahun. Artinya, kaca dan bingkai jendela dapat dibersihkan setiap enam bulan sekali.

    Lain halnya dengan jendela bagian dalam yang perlu dibersihkan secara berkala, terutama bagi pemilik rumah yang memiliki hewan peliharaan. Soalnya, bulu-bulu hewan bisa beterbangan dan menempel di kaca jendela.

    Selain itu, lingkungan rumah yang kotor dan penuh polusi membuat kaca jendela harus rutin dibersihkan agar tidak ada partikel debu yang menempel serta menumpuk hingga tebal.

    Disarankan untuk membersihkan jendela bagian dalam setiap sebulan sekali. Apabila tak sampai sebulan kacanya sudah kotor dan berdebu, maka jendela harus dibersihkan lebih sering lagi minimal dua minggu sekali.

    Waktu yang Tepat Membersihkan Jendela

    Ternyata, ada waktu tertentu untuk membersihkan jendela rumah. Pakar kebersihan dari AspenClean Alicia Sokolowski mengatakan waktu yang tepat untuk membersihkan jendela adalah saat pagi atau sore hari.

    “Pagi-pagi sekali atau sore hari adalah waktu terbaik, terutama untuk jendela eksterior,” kata Alicia.

    Alicia juga menyarankan untuk membersihkan jendela ketika cuaca sedang mendung. Mengapa demikian?

    “Hari yang mendung juga ideal. Hal ini untuk mencegah sinar matahari mengeringkan cairan pembersih terlalu cepat sebelum Anda sempat mengelapnya, sehingga mengurangi goresan,” jelasnya.

    Pada intinya, Alicia mengimbau untuk menghindari sinar matahari langsung ketika membersihkan jendela. Sebab, cairan pembersih dapat menguap lebih cepat dan berisiko meninggalkan goresan.

    Hal Ini yang Bikin Jendela Harus Rutin Dibersihkan

    Selain karena memelihara hewan dan faktor lingkungan yang kotor, ada hal lainnya yang membuat jendela rumah harus rutin dibersihkan. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut penyebabnya:

    1. Pohon dan Dedaunan

    Apabila halaman rumah ditumbuhi banyak pohon, bunga, semak, dan dedaunan maka jumlah serbuk sari, getah, serta kotoran lainnya dapat menempel di jendela. Kondisi ini membuat jendela akan cepat kotor meski sudah dibersihkan secara rutin.

    2. Aktivitas Serangga

    Munculnya serangga di rumah dalam jumlah banyak bukan pertanda baik. Sebab, aktivitas serangga seperti laba-laba dan cicak dapat mengotori jendela.

    Laba-laba bisa membuat sarangnya di bagian atas jendela atau di dalam gorden yang tebal. Sementara itu, cicak bisa membuang kotorannya secara sembarangan di kaca jendela, sehingga menimbulkan noda hitam kecil.

    3. Air Sadah

    Masih ada beberapa rumah yang menghadapi masalah terhadap air sadah. Kandungan mineral yang terlalu tinggi dapat menyebabkan air meninggalkan noda, terutama pada jendela setelah dibersihkan.

    Namun, masalah air sadah dapat ditangani dengan memasang sistem filter air. Fungsinya untuk mengurangi konsentrasi mineral yang ada di dalam air.

    Itulah penjelasan mengenai seberapa sering jendela rumah harus dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hindari Pasang AC di 5 Tempat Ini biar Tagihan Listrik Aman dan Bebas Bau


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) atau pendingin ruangan merupakan perangkat elektronik andalan di negara tropis. Jika dahulu kipas angin menjadi perangkat pendingin nomor satu, kini posisinya dilangkahi oleh AC sebagai perangkat instan yang banyak dipilih masyarakat.

    Padahal jika dibandingkan antara kipas angin dan AC, jelas AC lebih banyak memakai listrik dan membuat tagihan listrik bulanan membengkak. Namun, fungsinya yang bisa membuat ruangan lebih sejuk dalam waktu singkat membuat banyak orang rela untuk tetap menggunakan AC ketimbang kipas angin.

    Pemakaian listrik yang besar bukan hanya disebabkan oleh lama pemakaian, tetapi juga bisa karena lokasi pemasangannya yang salah. Apabila AC diletakkan di tempat yang benar, mesin AC akan bekerja normal untuk mendinginkan ruangan. Sebaliknya, jika dipasang di lokasi yang salah justru menyita banyak daya.


    Oleh karena itu, agar tetap bisa memakai AC tanpa perlu khawatir listrik boncos, dilansir dari House Digest, berikut lokasi-lokasi yang harus dihindari untuk pemasangan AC.

    1. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    Sebagai perangkat yang berfungsi mendinginkan ruangan, AC harus jauh-jauh dari sumber panas, seperti cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka. Oleh karena itu, kebanyakan dapur di rumah jarang ada yang memakai AC. Ketika AC berada dekat dengan sumber panas, sistem pendingin AC bekerja 2x lebih keras karena harus membuat ruangan dingin.

    2. Tempat Terpanas di Rumah

    Sebenarnya salah satu alasan pemilik rumah memasang AC adalah untuk mendinginkan udara di ruangan tersebut. Namun, perlu dipertimbangkan jika ruangan tersebut banyak tersorot sinar matahari dan di dekat sumber panas, sebaiknya ubah interior ruangan agar lebih banyak ventilasi atau pasang kipas angin agar suhu panas bergerak menjauh dari pusat aktivitas penghuninya.

    Sama seperti di atas, AC yang ditempatkan di ruangan yang terlalu panas harus bekerja 2x lebih keras agar ruangan tersebut dingin seperti yang diinginkan penghuninya. Jika AC dibiarkan seperti ini, lama-lama akan timbul masalah pada mesin.

    Solusi lainnya, coba halau sinar matahari masuk ke dalam ruangan dengan memasang tirai. Apabila sedang tahap pembangunan, bisa mengukur arah matahari akan mengarah ke mana. Selain sinar matahari, uap dari dapur atau asap panas yang dihasilkan di dalam rumah juga harus jauh dari lokasi AC dipasang.

    3. Lokasi yang Tersembunyi

    AC harus ditempatkan di area yang tidak ada penghalang tepat di depannya. Hal ini untuk memudahkan udara dingin menyebar ke seluruh ruangan. Namun ada saja yang memasang AC tanpa pengukuran sehingga memilih tempat-tempat yang sempit dan banyak barang besar yang menghalangi.

    Kasus seperti ini banyak ditemukan pada peletakan AC outdoor. Alasannya AC outdoor kerap disimpan di area tersembunyi agar tampilan rumah enak dilihat. Sebab, menampakkan AC outdoor dianggap dapat merusak dekorasi rumah.

    Banyak orang yang menutupi keberadaan AC outdoor dengan memasang penutup atau memasang penghalang seperti tanaman atau lemari. Cara ini justru membuat AC jadi cepat rusak karena udara panas dari unit tidak dapat terbuang dan justru kembali ke dalam sirkulasi AC. Solusinya, penghuni rumah boleh menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    4. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    Cara untuk menghemat pemakaian listrik adalah tidak menggunakan perangkat elektronik berdaya besar secara bersamaan. Saat hendak menyalakan AC perangkat lain seperti blender, oven, mesin air sebaiknya tidak dalam keadaan menyala. Listrik turun atau jeglek bisa mengakibatkan korsleting listrik dan berbahaya apabila terjadi kebakaran.

    5. Dekat Tempat Sampah

    Tempat sampah bisa menjadi sumber bau di rumah. Terutama untuk tempat pembuangan sampah bekas makanan. Memasang AC di ruangan yang di dalamnya terdapat tempat sampah justru dapat membawa masalah kesehatan.

    Seperti yang diketahui pemasangan AC lebih baik di dalam ruangan yang tertutup, apabila ada bau menguar dari tempat sampah, seluruh penghuninya bisa mencium bau tersebut. Efek jangka pendeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Itulah beberapa lokasi yang sebaiknya tidak dipasang AC, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


    Jakarta

    Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

    Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

    Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


    Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

    Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

    Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

    Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

    Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

    Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

    Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

    Tips Saat Mengganti Air Aquarium

    Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

    Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan? Ternyata Ini Sebabnya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Tidak cukup menyapu dan mengepel lantai, tapi juga perlu membersihkan debu yang menempel di sudut-sudut ruangan.

    Meski sudah rutin dibersihkan secara berkala, tapi terkadang rumah masih terasa kotor dan berdebu. Terkadang masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang menempel di lantai atau karpet.

    Hal ini tentu menyebalkan karena rumah yang harusnya tampak bersih tapi malah tetap kotor. Lantas apa penyebabnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Sering Dibersihkan

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan rumah masih tetap kotor meski sudah rutin dibersihkan. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Menyapu Lantai Secara Asal

    Terdengar sepele, tapi jika menyapu lantai secara asal bisa menyebabkan rumah tetap kotor. Mungkin ada beberapa sudut rumah yang tidak disapu sehingga debu dan kotoran masih menempel. Seiring waktu, debu tersebut akan menumpuk dan bisa memicu masalah kesehatan.

    Cobalah menyapu lantai secara perlahan dan gunakan pengki (pengeruk sampah) untuk menampung kotoran di lantai. Pastikan sapu bagian kolong meja, kolong lemari, dan sudut ruangan karena area tersebut sering ditemukan banyak debu.

    2. Karpet Jarang Dibersihkan

    Jika memiliki karpet di rumah sebaiknya juga rutin dibersihkan secara berkala. Karpet jadi salah satu tempat paling berdebu di rumah karena sering diinjak atau diduduki oleh penghuninya.

    Untuk membersihkan karpet bisa menggunakan vacuum cleaner. Lakukan pembersihan setiap seminggu sekali jika karpet sering digunakan, seperti dipasang ruang tamu atau kamar tidur.

    3. Jendela dan Pintu Rumah Dibiarkan Terbuka

    Membuka jendela dan pintu dapat mengalirkan udara ke dalam rumah sehingga terasa lebih adem. Meski begitu, pintu dan jendela yang selalu dibiarkan terbuka justru membuat debu masuk ke dalam rumah.

    Sebaiknya buka pintu dan jendela rumah saat pagi dan sore agar meminimalisir debu yang masuk ke rumah. Selain itu, membuka jendela dan pintu saat siang hari berpotensi membuat rumah terasa panas.

    4. Punya Hewan Peliharaan

    Memelihara hewan seperti kucing atau anjing juga memicu rumah cepat kotor meski sudah rutin dibersihkan. Sebab, bulu-bulu hewan bisa beterbangan ke udara dan menempel di sofa, lantai, karpet, hingga kamar tidur.

    Solusinya adalah dengan lebih sering membersihkan rumah agar tidak ada sisa-sisa bulu hewan. Selain itu, pastikan hewan peliharaanmu rutin dibersihkan agar bulunya tidak mudah rontok.

    5. Memakai Sepatu di Dalam Rumah

    Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah membuat lantai jadi cepat kotor. Apalagi jika sepatu atau sendal yang dipakai penuh lumpur dan tanah, tentu lantai rumah yang seharusnya bersih jadi kembali kotor.

    Untuk itu, hindari kebiasaan menggunakan sepatu di dalam rumah karena berpotensi membuat lantai cepat kotor. Pastikan sepatu dan sendal diletakkan di luar rumah serta disusun di rak sepatu agar terlihat rapi.

    Demikian lima penyebab rumah cepat kotor meski rutin dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 3 Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu, Lebih Bersih dan Sehat!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala agar rumah jadi lebih bersih, sehingga bebas dari debu dan kotoran yang dapat memengaruhi kesehatan.

    Namun, debu dan kotoran terkadang bisa muncul dengan cepat sehingga mengotori rumah lagi. Padahal, kamu baru saja membersihkan rumah beberapa jam sebelumnya.

    Meski debu dapat dibersihkan, tapi proses pembersihannya dapat memakan waktu dan menghabiskan tenaga. Hati juga menjadi jengkel karena debu yang kembali muncul terus-menerus.


    Sebenarnya, ada sejumlah tips agar rumah bebas debu meski sudah dibersihkan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu

    Sejumlah pakar kebersihan membeberkan beberapa tips sederhana agar rumah bebas dari debu, bahkan hingga berminggu-minggu. Dilansir situs The Spruce, Kamis (13/11/2025), berikut tipsnya:

    1. Bersihkan Debu Pakai Kain Lembap

    Debu yang menempel di permukaan meja, lemari, karpet, atau perabotan rumah bisa dibersihkan pakai vacuum cleaner atau kemoceng. Namun, cara ini belum efektif mengangkat partikel debu secara menyeluruh.

    Pakar kebersihan dari Filthy Clean Bree Uebergang menyarankan penggunaan kain lembap untuk mengatasi debu. Jika material rentan tergores maka disarankan pakai kain microfiber yang halus.

    “Menyedot debu hanya akan mengangkat sebagian partikel-partikel debu. Pakai kain lap lembap dengan cara melipatnya menjadi empat bagian, lalu balikkan ke sisi yang bersih saat Anda mengelapnya,” ujarnya.

    2. Bersihkan Perabotan dari Sisi Atas ke Bawah

    Banyak pemilik rumah yang mengeluh karena masih ditemukan banyak debu meski sudah dibersihkan. Masalah ini bisa terjadi karena teknik membersihkan yang kurang tepat.

    Pakar kebersihan Marla Mock mengatakan cara yang tepat membersihkan debu di rumah yakni dari atas ke bawah. Sebagai contoh, bersihkan dulu bagian atas lemari, baru setelah itu mengelap debu di bagian dalam dan bawah lemari.

    Teknik bersih-bersih ini juga bisa dilakukan dengan membersihkan bagian langit-langit dan kipas angin gantung terlebih dulu, lalu perlahan turun ke jendela, dan terakhir ke area lantai.

    “Ingat, gravitasi sangat memengaruhi proses bersih-bersih di rumah,” ungkap Mock.

    3. Cuci Kain Secara Berkala

    Mock mengatakan debu dapat terus muncul karena kain yang ada di rumah jarang dibersihkan, seperti kain seprai, kain selimut, hingga gorden. Semakin kotor kain tersebut maka bisa muncul tungau debu yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan.

    “Debu dan tungau dapat terperangkap di seprai, gorden, dan kain lainnya di rumah,” ungkapnya.

    Mock menganjurkan untuk rutin mencuci kain setiap seminggu sekali dengan menggunakan air panas. Khusus gorden dapat dicuci setiap sebulan sekali.

    “Cuci kain seprai dengan air panas dengan suhu minimal 54 derajat Celcius untuk membunuh tungau debu,” pungkas Mock.

    Demikian tiga tips sederhana agar rumah bebas debu menurut sejumlah pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason