Tag Archives: kesehatan

Hati-hati! Selain Loteng, Ini Jalan Masuk Tikus ke Rumah



Jakarta

Tikus merupakan salah satu hewan pengganggu di rumah. Selain bisa merusak barang-barang di rumah, tikus juga bisa mengkontaminasi makanan hingga mengancam kesehatan penghuninya.

Tentunya, tikus menjadi hama yang sangat mengganggu. Tikus juga sering masuk ke rumah tanpa disadari penghuninya. Sebab, tikus dapat mudah bersembunyi dan menyelinap sehingga tahu-tahu ada di dalam rumah.

Untuk itu, kamu perlu tahu lewat mana tikus-tikus ini masuk ke rumah. Melansir dari situs The Spruce, pada Selasa (22/04/2025), terdapat 5 jalan masuk tikus ke dalam rumah sebagai berikut.


Celah dan Lubang

Tikus memiliki kemampuan sensorik yang luar biasa dalam hal penciuman dan mengenali suhu. Mereka dapat dengan mudah mendeteksi celah tempat udara hangat yang mengalir keluar dari dalam ruangan. Pada celah ini, tikus akan menyelinap dengan mudah karena tubuhnya fleksibel.

Lebih parahnya lagi, tikus bahkan bisa menggerogoti dinding kayu dengan giginya yang kuat dan tajam. Hal ini dapat menciptakan lubang baru untuk masuk ke dalam rumah.

Pintu dan Jendela

Pintu dan jendela juga bisa menjadi akses masuk bagi tikus. Pintu yang tidak dibersihkan dengan benar, jendela yang tidak tertutup rapat, bahkan celah di bawah pintu bisa menjadi jalan tikus masuk rumah.

Tidak hanya lewat bawah, ternyata tikus juga bisa memanjat pintu dan jendela yang tinggi. Hal ini karena tikus adalah pemanjat yang pintar dan mampu memanjat permukaan bertekstur apapun.

Saluran Pembuangan dan Pipa

Tikus juga bisa merangkak melalui pipa dan masuk melalui wastafel, pancuran, bahkan bak mandi di kamar mandi. Jika kamu menemukan tikus masuk melalui saluran pembuangan, maka sebaiknya periksa pipa secara menyeluruh dan tutup semua retakan, celah, dan sambungan yang rusak. Sebab, tikus juga bisa berkembang biak di selokan.

Atap dan Ventilasi

Siapa sangka tikus bisa berjalan di sepanjang kabel, memanjat talang, bahkan melompat dari dahan pohon untuk bisa naik ke atap. Sebab, atap menjadi salah satu jalur potensial bagi tikus, seperti ventilasi, celah, hingga jendela atap.

Begitu berada di atap loteng, tikus akan membangun sarang, menggerogoti langit-langit rumah, hingga menggigit kabel. Jika kamu mendengar suara aneh dari loteng pada malam hari, kemungkinan ada tikus di atas. Sebagai pencegahan, kamu bisa tutupi talang air atau ventilasi dengan kawat untuk mencegah tikus menyelinap.

Perabotan

Tanpa disadari, tikus juga suka bersarang di kotak kardus, furnitur berlapis kain, dan kasur yang disimpan di gudang atau garasi. Maka sebaiknya, periksa kembali perabotan rumah tersebut untuk melihat tempat persembunyian tikus.

Itu dia beberapa jalan tikus masuk ke rumah yang seharusnya kamu tahu. Tetap waspada dan semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Ini Biang Kerok Jamur Tumbuh di Kamar Mandi


Jakarta

Salah satu musuh di kamar mandi adalah jamur. Ya, kamar mandi yang identik dengan kelembapan tentu menjadi tempat yang rawan ditumbuhi jamur.

Meski terkesan sepele, jamu nggak boleh dibiarkan, lho. Sebab, jamur bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti alergi, iritasi, hingga infeksi pernapasan.

Belum lagi, permukaan yang ditumbuhi jamur bisa rusak. Misalnya jamur tumbuh di laci kayu bisa membuat bahannya jadi lapuk.


Nah, kira-kira apa yang menyebabkan jamur tumbuh di kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Jamur Tumbuh di Kamar Mandi

Dilansir dari Real Simple, jamur tumbuh di tempat yang ada kelembapan dan bahan organik. Kelembapan yang bertahan selama 24-48 jam dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba di kamar mandi.

Inilah beberapa situasi spesifik yang dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya jamur di kamar mandi.

1. Kurang Ventilasi

Penyebab paling umum dari masalah jamur adalah kurangnya ventilasi. Kalau kamu tidak punya kipas ventilasi, uap air akan terjebak di udara, dinding, dan ubin, sehingga menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk tumbuh.

2. Kebocoran

Kebocoran air juga meningkatkan pertumbuhan jamur. Bukan hanya keran yang menetes, tetapi juga pipa bocor di bawah meja rias atau di dalam dinding yang perlahan-lahan dapat meneteskan air tanpa disadari.

3. Kurang Bersih

Jika kamar mandi tidak dibersihkan secara teratur, akan tercipta lingkungan yang cocok buat jamur berkembang biak. Penumpukan bahan organik bertindak sebagai sumber makanan, yang memungkinkan pertumbuhan mikroba setelah masalah kelembapan.

Jamur bisa tumbuh kalau tidak membersihkan permukaan kamar mandi untuk menghilangkan partikel. Contohnya tidak mencuci keset kamar mandi, tirai kamar mandi, dan bahan kain lainnya yang dapat dicuci dengan mesin. Kemudian, penggunaan sabun atau produk yang meninggalkan residu juga membuat kamar mandi tetap kotor.

4. Masalah Ubin

Ubin yang tidak sejajar dan nat yang retak atau tidak tertutup rapat dapat menciptakan celah untuk air tergenang. Lalu, bahan organik dapat terperangkap, sehingga memicu pertumbuhan jamur.

5. Membiarkan Basah

Membiarkan handuk, bak mandi, atau ubin tetap basah, meningkatkan potensi jamur buat tumbuh. Sebaiknya bersihkan ubin dengan alat pembersih kaca, memisahkan tirai dan pelapis kamar mandi setelah digunakan, dan menggantung handuk serta keset kamar mandi agar kering.

Itulah beberapa penyebab jamur tumbuh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Mengatasi Udara Pengap di dalam Kamar, Buka Pintu dan Jendela


Jakarta

Ruangan yang pengap tentu tidak akan nyaman, bahkan bisa menimbulkan masalah seperti jamur di dalam ruangan. Saat ruangan terasa pengap, artinya udara tidak bersirkulasi dengan baik.

Menurut laman Real Simpel, saat udara terperangkap, dari waktu ke waktu, area di sekitarnya akan menjadi lembab. Kondisi ini membuat orang yang masuk ke ruangan terasa sesak, panas dan tidak nyaman. Lama kelamaan, kelembaban tersebut juga mengundang jamur dan terciumlah bau tidak sedap seperti apek. Untuk mengatasinya, lakukan langkah-langkah berikut:

Cara Mengatasi Udara Pengap di Kamar

Beberapa cara mengatasi udara pengap di kamar di antaranya dengan membuka jendela dan pintu, menggunakan dehumidifier, hingga membersihkan ruangan dengan penyedot debu. Mengutip laman Focus on Energy, Sealed, dan Real Simple, berikut penjelasannya.


1. Buka Jendela dan Pintu

Rasa pengap di dalam kamar biasanya disebabkan karena tidak adanya sirkulasi udara. Untuk itu, buka jendela dan pintu atau nyalakan exhaust jika ada.

Meski demikian, hal ini juga tergantung pada cuaca atau kualitas udara di luar rumah. Jika tidak bisa membuka jendela sepenuhnya, usahakan buka sedikit saja.

2. Gunakan Dehumidifier

Dehumidifier dapat digunakan untuk membersihkan udara. Alat ini cocok untuk memperbaiki ruangan yang tidak sehat dan lembab, sera menyaring debu, alergen, dan partikel lainnya.

3. Gunakan Kipas Angin

Kipas angin bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa pengap di ruangan tanpa jendela atau AC. Dengan kipas angin, udara akan tetap bergerak di dalam kamar.

4. Cek Pendingin Ruangan

Sistem yang berkinerja buruk bisa berdampak besar pada kualitas udara dalam ruangan. AC yang semakin melemah dari hari ke hari, dan semakin tidak mampu mendinginkan rumah biasanya merupakan tanda bahwa alat ini sudah usang dan perlu diganti.

5. Nyalakan AC

Menyalakan AC merupakan cara yang andal untuk meningkatkan aliran udara di rumah. Pastikan rutin mengganti filter AC untuk mencegah masuknya debu ke dalam ruangan.

Jika filter kotor, udara tidak bisa melewatinya. Sehingga, AC tidak mendapat aliran udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan secara efektif.

6. Bersihkan dengan Penyedot Debu

Bersihkan debu-debu di kamar dengan penyedot debu setiap minggu juga bisa membantu mengurangi bau dan pengap di kamar. Selain itu, ganti seprai dan bersihkan karpet di kamar jika ada.

Perlu diketahui, udara yang pengap tak hanya sekedar tentang kenyamanan. Udara yang tidak bersirkulasi dengan baik, lembab, dan polutan yang menumpuk di udara bisa memperburuk masalah kesehatan. Bagi orang-orang yang memiliki masalah pernapasan atau alergi yang parah, tinggal di lingkungan dengan udara yang tidak sehat sangat berbahaya.

Selain itu, menumpuk pakaian yang basah atau terkena keringat terlalu lama bisa menimbulkan bau apek dalam ruangan. Jadi, periksa kamar dan cek apakah ada barang yang menyebabkan bau apek. Jika menemukannya segera ambil dan bersihkan untuk menjaga kenyamanan kamar.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

7 Tanaman Ini Bisa Serap Kelembapan, Rumah Auto Bebas dari Jamur


Jakarta

Keberadaan jamur di rumah bisa jadi malapetaka terutama jika bentuknya adalah black mould. Pemicu adanya jamur adalah rumah terlalu lembap. Apabila dibiarkan, kesehatan penghuni rumah dapat terganggu, terutama pada bagian pernapasan.

Salah satu cara untuk mengatasi kelembapan di rumah ternyata tidak perlu dengan merenovasi rumah, melainkan meletakkan beberapa tanaman yang memang mampu menyerap kelembapan.

Sebenarnya saat ini sudah ada alat untuk menyerap kelembapan di rumah yakni dehumidifier. Namun, tidak semua orang bisa membeli alat canggih tersebut. Tanaman jauh lebih mudah dan banyak manfaat pula untuk penghuni rumah.


Dilansir House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa mencegah pertumbuhan jamur di rumah.

1. Pakis

A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

Pakis adalah tanaman yang memiliki daun yang ramping tetapi dapat melebar. Tanaman ini kebanyakan berwarna hijau dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Selain tampilannya yang menarik, tanaman ini juga memiliki manfaat yang berguna yakni menyerap kelembapan udara dan mencegah pertumbuhan jamur di sekitarnya.

2. Lidah Buaya

Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

Lidah buaya merupakan tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki banyak khasiat yang baik untuk kesehatan. Salah satunya adalah bisa menyerap kelembapan sehingga menutup celah bagi jamur untuk tumbuh. Lidah buaya juga aman diletakkan di dalam rumah bahkan di dalam kamar mandi sekalipun.

3. Palem

Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

Tanaman hias satu ini memiliki banyak jenis yang rata-rata bisa ditanam di dalam pot dan tingginya cukup untuk menghiasi interior rumah. Ternyata tanaman palem memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengendalikan kelembapan dan mencegah timbulnya jamur.

Palem bisa melakukan transpirasi yakni menyerap air melalui akar dan membuangnya kembali ke udara melalui daun. Jenis tanaman ini juga bisa menyerap bau dan asap sehingga bagus untuk menyaring udara di dalam rumah.

4. Lidah Mertua

Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Tanaman lidah mertua juga cukup mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman ini banyak dipakai untuk menyerap polusi. Namun, ada satu kegunaannya yang jarang diketahui orang, tetapi sama pentingnya yakni dapat menyerap kelembapan. Jika kamu meletakkan tanaman ini di rumah, bisa dipastikan tidak akan repot merawatnya karena lidah mertua tidak butuh banyak disiram.

5. Anggrek

Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

Anggrek adalah bunga hias yang harganya cukup mahal di pasaran, tergantung pada jenisnya. Selain cantik, tanaman ini ternyata bisa mencegah jamur merebak di rumah kita. Tanaman yang menyukai kelembapan ini dapat menyerap kelembapan udara di sekitarnya. Selain di ruangan inti, bunga anggrek bisa diletakkan di kamar mandi.

6. Spider Plant

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Tanaman spider plant memiliki bentuk daun panjang dan ramping. Tanaman ini menarik karena warnanya yang cerah dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Tanaman ini ternyata bisa menyerap kelembapan dan polutan seperti formaldehida dan xilena di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

7. Peace Lily

Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

Peace Lily adalah tanaman yang dapat mencegah jamur selanjutnya. Tanaman ini memiliki daun yang cantik yakni putih dengan bentuk yang unik. Namun, apabila kamu ingin dirawat di rumah, jauhkan dari anak-anak dan binatang peliharaan. Sebab, apabila sampai tertelan bisa menyebabkan keracunan. Di dalamnya terdapat kandungan kalsium oksalat yang beracun.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Nggak Cukup Pakai Pengharum, Ini 7 Cara Hilangkan Bau Rokok di Dalam Ruangan



Jakarta

Merokok merupakan kebiasaan yang sulit hilang karena bisa dilakukan di mana saja bahkan di dalam rumah atau sebuah ruangan. Padahal, merokok di dalam rumah sangat berisiko terhadap kesehatan penghuninya.

Asap rokok juga dapat menempel tak hanya pada pakaian, kulit, dan rambut, tetapi juga pada dinding, lantai, hingga perabotan di dalam rumah. Jika dibiarkan hal ini dapat membahayakan kesehatan penghuni seperti memicu timbul penyakit kanker dan paru-paru.

Rumah atau ruangan yang sudah terkena asap rokok terlalu sering juga membuat baunya dapat menempel dan sulit hilang. Ketika tidak ada yang merokok pun, bau asapnya masih menyengat. Menghilangkan bau rokok tak semudah hanya menyemprotkan pengharum ruangan karena asap rokok menempel ke seluruh benda di ruangan.


Lantas, bagaimana caranya membersihkan rumah atau ruangan agar terbebas dari bau rokok?

Melansir dari situs Real Simple, terdapat 7 cara menghilangkan bau rokok sebagai berikut.

Buka Pintu dan Jendela

Pertama-tama buka pintu dan jendela untuk meningkatkan aliran udara di dalam ruangan. Bila perlu nyalakan kipas.

Buang Asbak

Buang asbak atau singkirkan abu rokok yang ada di dalam ruangan.

Gunakan Cuka

Tuang cuka putih suling ke dalam beberapa mangkuk kecil dan letakkan di sekitar ruangan di area yang tidak terganggu. Cuka berguna untuk menyerap bau.

Bersihkan Perabotan

Bersihkan segala perabotan di dalam ruangan, misalnya bantal, gorden, atau apa saja. Bersihkan dengan deterjen dengan menambahkan satu cangkir soda kue ke cucian.

Taburkan Soda Kue

Taburkan soda kue pada furnitur yang kering seperti sofa atau apapun, bisa gosok dengan sikat yang berbulu lembut. Kemudian, biarkan 4 hingga 8 jam lalu bersihkan dengan penyedot debu.

Bersihkan Dinding

Asap rokok juga bisa meninggalkan noda pada dinding, loh. Caranya campurkan 1 sendok teh pembersih serbaguna dan ½ cangkir soda kue pada 1 liter air hangat dalam ember kemudian aduk. Celupkan spons atau kain mirofiber ke dalam larutan, lalu seka dinding dari atas ke bawah dengan lembut. Kemudian, gunakan spons lain yang sudah dibasahi dengan air biasa untuk menyeka dinding agar menghilangkan sisa sabun.

Bersihkan Karpet

Pada karpet bisa gunakan penyedot debu, tetapi lebih baik taburkan soda kue dan diamkan selama 8 jam sebelum menyedot debu. Berikan penyegar kain untuk menghilangkan bau.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar bau rokok di ruangan bisa hilang dengan maksimal. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Mengusir Cicak dari Rumah dengan Bahan Sederhana



Jakarta

Cicak merupakan salah satu hewan yang sering muncul di sekitar rumah. Hewan ini memang tidak mengganggu, tapi bagi sebagian orang merasa risih dengan hadirnya cicak. Apalagi kotorannya bisa mengenai perabot rumah.

Nah jika kamu salah satu yang merasa terganggu dengan hadirnya cicak di rumah, cobain cara berikut ini.

Dikutip dari situs Livspace, berikut ini cara ampuh mengusir cicak dari rumah:


1. Bubuk kopi

Cicak tidak menyukai aroma kopi yang kuat. Oleh karena itu, ia akan menjauhi aroma yang menyengat dari bubuk kopi. Untuk mengusir cicak menggunakan bubuk kopi, kamu dapat mencampurkan bubuk kopi ke dalam air dan menyemprotkan ke daerah yang sering dilalui cicak. Kamu juga dapat menaburkan bubuknya saja.

2. Aneka bawang

Selain bubuk kopi, hal lain yang dibenci cicak adalah bawang-bawangan yang menyengat. Simpanlah beberapa siung bawang putih mentah atau irisan bawang merah di berbagai sudut rumah.

Seiring berjalannya waktu, bau dari bawang akan membuat cicak menjauh. Jika kamu tidak ingin menggunakan potongan bawang, kamu juga dapat menggunakan air bawang dan menyemprotkannya di sekitar rumah.

3. Kapur barus

Kapur barus adalah cara yang baik untuk membasmi cicak di dalam rumah. Namun, kapur barus hanya boleh digunakan oleh rumah yang tidak memiliki hewan peliharaan atau bayi karena dapat membahayakan kesehatan mereka.

Cicak tidak tahan dengan bau yang menyengat dari kapur barus. Oleh karena itu, mereka akan menghindarinya. Usir cicak dengan meletakkan kapur barus di lemari dapur, rak penyimpanan, dan di bawah wastafel.

4. Atur suhu ruangan

Cicak merupakan hewan yang tidak mampu mengatur suhu tubuh sesuai dengan lingkungan. Oleh karena itu, mereka sering mencari ruangan yang memiliki suhu yang hangat. Suhu ruangan yang dingin dapat menghindari cicak masuk ke dalam rumah. Kamu dapat mengatur AC dan menurunkan suhu rumah menjadi 22 derajat celcius.

5. Lada dan cabai

Salah satu cara untuk mengusir adalah menggunakan lada dan cabai. Kamu dapat mencampurkan sedikit merica atau bubuk cabai ke dalam air. Lalu, semprotkan cairan tersebut ke area yang sering didatangi oleh cicak. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, kamu dapat menggantung cabai kering.

6. Cangkang telur

Kamu dapat menggunakan cangkang telur untuk mengusir cicak dari rumah. Caranya yaitu bersihkan cangkang telur dan taruh di tempat yang sering didatangi cicak, terutama di dekat pintu atau jendela. Kamu perlu membuang cangkang telur keesokan harinya untuk menjaga kebersihan.

7. Obat nyamuk

Semprotan pengusir nyamuk kimiawi dapat membasmi cicak dan nyamuk. Selain itu, jumlah cicak di rumah akan berkurang secara alami ketika kamu membasmi nyamuk atau serangga lain di rumah. Hal ini karena cicak datang untuk mencari makanan. Jika kamu memotong sumber makanan mereka, maka tidak ada alasan bagi mereka untuk tinggal.

8. Air dingin

Kamu dapat memilih cara ini jika kamu tidak ingin menggunakan alternatif bau yang telah disebutkan sebelumnya. Seperti yang kita ketahui, cicak menyukai tempat yang lebih hangat. Jika kamu menyiramkan air dingin atau air es pada mereka, maka mereka menjadi tidak bisa bergerak.

9. Memasang jaring jendela

Memasang jaring jendela adalah solusi jangka panjang yang praktis. Dengan jaring, kamu tidak perlu menutup jendela sepanjang waktu dan membiarkan semua cahaya alami masuk. Kamu dapat memilih jaring yang berwarna putih agar rumah lebih terang.

10. Menjaga kebersihan

Cicak dan jenis hama lainnya bersembunyi di dalam rumah untuk mencari makanan. Jadi, disarankan untuk tidak menyimpan makanan di tempat terbuka. Simpan semua makanan dalam wadah yang tertutup. Apabila kamu memiliki sisa makanan yang tidak dapat dikonsumsi, pastikan untuk membuangnya.

Membersihkan rumah secara rutin adalah cara ampuh utama yang dapat kamu melakukan untuk mengusir cicak. Dengan menjaga rumah tetap bersih, hewan pengganggu lain juga akan berkurang. Jadi, jangan malas bersih-bersih ya detikers.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

7 Tips Membersihkan Toilet Duduk, Seberapa Sering Perlu Disikat?


Jakarta

Toilet, sebagai bagian dari fasilitas sebuah properti, wajib dijaga kebersihannya. Tak terkecuali toilet duduk yang banyak bersentuhan langsung dengan kulit.

Jika tidak dibersihkan menyeluruh, berbagai jejak usai buang air besar dan buang air kecil berisiko tertinggal di toilet duduk. Jejak berupa bakteri, virus, dan noda inilah yang berisiko mengganggu kesehatan pengguna toilet duduk lainnya.

Tips Membersihkan Toilet Duduk dengan Benar

Sejumlah hal perlu diperhatikan saat membersihkan toilet duduk. Simak tips yang dibagikan ahli kebersihan, yang dikutip dari Good Housekeeping dan Martha Stewart:


1. Kenakan Sarung Tangan

Sarung tangan perlu dikenakan saat membersihkan toilet duduk untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Gulung lengan baju dan kenakan sarung tangan karet panjang selama membersihkan toilet.

Setelah pembersihan toilet duduk selesai, jangan lupa menggosok tangan yang bersarung tangan dengan sabun dan air panas di wastafel atau keran. Upaya ini adalah cara terbaik untuk membersihkan tangan sekaligus sarung yang telah dipakai.

Kemudian, buang sarung tangan sekali pakai atau biarkan sarung tangan tak sekali pakai mengering dengan sendirinya. Sarung tangan bisa dikenakan kembali saat toilet duduk dibersihkan kembali.

2. Baca Petunjuk Penggunaan Pembersih

Periksa petunjuk penggunaan cairan pembersih yang dipakai sebelum membersihkan toilet. Setiap produk punya metode pemakaian yang berbeda. Cek cara penggunaan dan lama waktu rekomendasi cairan perlu didiamkan. Biasanya pembersih perlu dibiarkan terlebih dahulu selama 5-10 menit.

3. Buat Larutan Pembersih Sendiri

Cairan pembersih toilet juga dapat dibuat sendiri jika kehabisan. Diperlukan cuka dan soda kue. Cuka digunakan sebagai pembersih pertama dan soda kue dapat ditambahkan jika noda tidak sepenuhnya hilang.

Cuka perlu dibiarkan meresap selama 30-60 menit dan barulah disikat. Biarkan soda kue sekitar 10 menit untuk pembersihan lebih lanjut. Bisa juga menggunakan pemutih, gosok dan biarkan selama 5 menit sebelum disiram.

4. Bersihkan Bagian Dalam Toilet Terlebih Dahulu

Pembersihan toilet duduk dapat dimulai dengan bagian dalam alias mangkuknya. Tuang seluruh bagian mangkuk toilet dengan cairan pembersih. Biarkan selama beberapa menit lalu sikat menyeluruh. Siram menggunakan air bersih atau tekan tombol flush.

5. Bersihkan Bagian Luar Toilet Lebih Sering

Bagian luar toilet dapat disikat berikutnya menggunakan sikat dan cairan pembersih. Bisa juga dibersihkan dengan tisu, kain, atau tisu disinfektan.

Toilet umumnya digunakan setiap hari. Jika tak sempat membersihkan toilet harian secara menyeluruh, setidaknya bersihkan bagian luar lebih sering termasuk penutup dan dudukan. Dengan begitu toilet akan tetap bersih.

6. Jangan Lupa Bersihkan Dudukan Toilet

Dudukan toilet juga jangan sampai terlewat untuk dibersihkan. Gunakan cairan pembersih yang sama lalu siram ke kedua sisi dudukan. Gosok menyeluruh dan semprot disinfektan agar semakin bersih. Jangan lupa turunkan kembali dudukan setelah selesai pembersihan.

7. Rutin Bersihkan Alat Pembersih

Penting juga untuk membersihkan alat pembersih yang digunakan. Ini karena alat tersebut bersentuhan langsung dengan kotornya toilet duduk. Peralatan dapat dibersihkan menggunakan larutan pembersih yang sama.

Termasuk membersihkan sarung tangan, spons, atau perlengkapan pembersih plastik lainnya. Rendam selama 5 menit dalam larutan 1 liter air yang dicampur 3 sdm pemutih untuk memastikannya bebas kuman.
Gantung agar kering secara alami dengan angin-angin. Selain sarung tangan, pastikan sikat benar-benar kering sebelum menyimpannya kembali ke dalam tabung agar tidak mendorong pertumbuhan bakteri.

Seberapa Sering Perlu Membersihkan Toilet Duduk?

Toilet yang digunakan setiap hari harus sering dibersihkan menyeluruh, setidaknya seminggu sekali. Jika ada orang sakit di rumah, toilet harus dibersihkan dan didisinfeksi lebih sering sebanyak 2-3 hari sekali.

Sementara toilet duduk yang jarang digunakan tidak perlu dibersihkan secara menyeluruh setiap minggu. Namun perlu disiram secara teratur untuk mencegah penumpukan mineral air yang dapat menjadi noda.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Kapan Septic Tank Harus Dikuras? Ini Jawabannya



Jakarta

Pemilik rumah perlu tahu kapan septic tank perlu dikuras. Bila tidak, septic tank yang penuh akan menimbulkan risiko berbahaya seperti meledak dan meluap.

Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.


Kapan Waktunya Kuras Septic Tank?

Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.

1. Septic Tank Konvensional

Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

“Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

2. Septic Tank Biotank

Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

“Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Penting! Ini 5 Posisi Pemasangan AC yang Harus Dihindari


Jakarta

AC saat ini menjadi salah satu perangkat modern yang banyak digunakan oleh masyarakat. Bukan hanya di rumah, AC juga banyak dipakai di gedung perkantoran, rumah sakit, restoran, hingga kamar mandi.

Agar AC dapat berfungsi dengan baik, lokasi penempatannya harus tepat. Salah satunya adalah AC harus berada di ruangan yang tertutup sehingga proses pendinginannya cepat dan tidak banyak udara panas dari luar yang masuk.

Terdapat beberapa lokasi menurut House Digest yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan AC, berikut di antaranya.


1. Dekat Tempat Sampah

Pemasangan AC sebaiknya tidak dihadapkan langsung ke tempat sampah. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebarkan bau tak sedap dari tempat sampah.

Bau dari tempat sampah biasanya berasal dari proses pembusukan. Apabila bau tersebut menyebar ke seluruh rumah dan bertahan cukup lama di dalam, tanpa adanya ventilasi dapat berefek pada kesehatan penghuninya.

Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

2. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

Proses pendinginan ruangan akan lebih mudah jika di dalam ruangan tersebut tidak ada sumber panas. Selain itu, AC juga lebih mudah berfungsi apabila ruangan tersebut terisolasi atau tertutup. Ruangan yang di dalamnya terdapat cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka sebaiknya memaksimalkan ventilasi daripada memasang AC. Ventilasi tersebut juga bisa berbentuk kipas angin atau exhaust fan.

Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja dua kali lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

3. Tempat Terpanas di Rumah

Beberapa bangunan pasti memiliki ruangan yang sering terasa pengap atau panas saat masuk ke sana. Hal ini biasanya dikarenakan ruangan tersebut tidak memiliki luas yang cukup, tidak memiliki ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi di dalamnya minim.

AC dapat membantu mendinginkan ruangan tersebut, tetapi cara kerjanya akan lebih keras karena perbedaan suhu yang jauh. Hal seperti ini jangan dianggap sebagai kinerja yang bagus dari AC karena jika dibiarkan, AC akan cepat rusak.

4. Lokasi yang Tersembunyi

AC sebaiknya tidak ditutupi dengan apa pun agar mesin tersebut bisa mengeluarkan angin dan panas dengan leluasa. Menutup fisik AC atau menempatkan barang lain di depan AC justru membuat AC cepat rusak karena sirkulasi untuk mengeluarkan angin dan panas terhalang.

Solusinya, bisa dengan menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

5. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

Saat hendak membeli perangkat elektronik, pastikan pemiliknya sudah tahu kemampuan daya listrik. Misalnya AC, perangkat satu ini memiliki daya yang besar untuk dapat berfungsi.

Apabila setiap menyalakan AC listrik di rumah sering mati, berarti daya di rumah tidak kuat untuk mengoperasikan banyak perangkat elektronik di waktu bersamaan. Sebaiknya pakai perangkat elektronik secara bergantian sehingga tidak memicu korsleting atau kebakaran ke depannya.

Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk pemasangan AC.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin? Ini Penjelasannya


Jakarta

Air Conditioner (AC) kini sudah banyak digunakan di rumah-rumah untuk mendinginkan ruangan. Seiring penggunaan, AC rumah harus dicuci secara rutin agar tetap berfungsi dengan baik.

Sayangnya, beberapa orang kerap lupa atau justru enggan mencuci AC miliknya. Meskipun masih mengeluarkan udara sejuk, tetapi jika AC tidak dicuci maka bisa saja rusak di kemudian hari.

Untuk mencuci AC pun juga tidak bisa sembarangan. Biasanya, terdapat jasa cuci AC rumah dengan tarif yang berbeda-beda, tergantung dari jenis AC yang digunakan.


Lantas, perlukah AC rumah dicuci secara rutin? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin?

Dilansir situs HydroKleen, para ahli dibidang AC menyarankan agar perlu mencuci AC setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski dirasa tidak ada kerusakan pada AC yang kamu miliki, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka detikers perlu mencuci AC lebih sering lagi.

Hal ini juga berlaku jika kamu menempatkan AC di ruangan merokok. Agar AC tetap bekerja secara optimal, pastikan filter AC dibersihkan maksimal tiga bulan sekali.

Perlu diingat, AC dapat menyimpan debu dan kotoran seiring penggunaan, terutama di beberapa komponen seperti koil dan filter udara. Jika jarang dibersihkan, tak hanya bikin AC terasa tidak sejuk tapi juga dapat mengeluarkan partikel debu yang membahayakan kesehatan.

Pentingnya Mencuci AC Secara Rutin

Sama halnya seperti barang elektronik lainnya, AC perlu dirawat agar bisa mendinginkan udara secara maksimal. Nah, salah satu cara merawat AC adalah dengan membersihkannya.

Dilansir laman Aqua Elektronik, berikut mengapa pentingnya mencuci AC secara rutin:

1. AC Lebih Awet

Filter AC yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan kotoran dan debu yang menumpuk. Jika dibiarkan, maka sering waktu dapat membebani kerja mesin AC.

Selain itu, menumpuknya kotoran dan debu dapat berisiko terjadinya overheating pada evaporator hingga menyebabkan muncul bunga es pada AC. Maka dari itu, AC harus dicuci secara berkala.

2. Mengurangi Biaya Listrik

Karena AC kotor dapat membebani kinerja mesin, hal ini juga turut memengaruhi daya listrik yang digunakan untuk menghidupkan AC. Alhasil, biaya listrik bisa membengkak setiap bulannya hanya gara-gara AC jarang dibersihkan.

3. AC jadi Lebih Sejuk

Fungsi utama AC adalah untuk menyejukkan udara. Jika AC tidak dibersihkan secara rutin maka bisa memengaruhi kesejukan udaranya.

Perlu diingat, salah satu tanda-tanda AC harus dicuci adalah ketika dalam kondisi menyala tapi udara yang terhembus tidak dingin atau justru terasa panas. Kalau sudah terjadi, maka sebaiknya AC segera dicuci.

4. Mencegah AC Mudah Rusak

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, AC yang kotor dapat mengganggu kinerjanya. Jika AC terus menyala dalam keadaan kotor, hal ini membuat komponen AC jadi cepat rusak dan aus.

Apabila AC sudah rusak, maka siap-siap saja harus merogoh kocek dalam-dalam. Soalnya, biaya perbaikan AC yang rusak juga tidak murah.

Demikian penjelasan tentang pentingnya mencuci AC rumah secara rutin. Jadi, jangan lupa untuk mencuci AC agar udara tetap dingin.

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com