Tag Archives: kesehatan

Estimasi Biaya Perbaikan Atap Bocor di Ruangan 3×4 Meter, Siapkan Dana Segini



Jakarta

Ketika menemukan atap rumah bocor, mau tidak mau harus segera diperbaiki. Sebab, plafon yang lembap dapat memicu munculnya jamur hitam atau black mold yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Untuk memperbaiki atap yang bocor pemilik rumah harus melakukan riset dahulu. Mencari tahu bagian apa saja yang harus diganti, biaya tukang, hingga biaya perbaikannya.

Menurut Kontraktor Wildan ketika mendapati atap rumah bocor, komponen bangunan yang harus diganti adalah bagian atap, kerangka atap, dan penutup atap seperti plafon. Selain itu, ada juga biaya untuk instalasi listrik yang mungkin perlu diganti atau terdampak pemindahan selama perbaikan serta biaya cat ulang.


Lama perbaikan dan jumlah pekerjanya tergantung pada luas atap yang diperbaiki.

Simulasi penghitungan Biaya Perbaikan Atap Rumah yang Bocor

Sebagai contoh, kamar ukuran 3×4 meter atapnya bocor. Rumah tersebut memakai atap dari spandek, kerangkanya baja ringan, dan ditutup plafon tipe gypsum. Kebocoran pada plafon itu cukup parah hingga muncul bolongan sebesar telapak tangan dan banyak noda jamur di sekitar plafon.

Wildan mengatakan untuk perbaikan atap bocor dengan luas 3×4 bisa selesai paling cepat sehari dan paling lama seminggu.

Ia mengatakan bagian yang pasti diganti adalah spandek dan plafonnya. Sementara itu, untuk rangka baja ringan, apabila tidak ada penurunan dan korosi tidak perlu diganti.

“Kalau baja ringan itu musti dilihat kondisinya dulu. Apakah ada penurunan atau tidak. Biasanya penurunan levelnya, ketinggiannya. Jadi kalau plafon datar, kalau ada indikasi penurunan di tengah, jadi agak kendur itu disarankan diganti,” kata Wildan saat dihubungi detikProperti, Kamis (3/7/2025).

Ia mengatakan spandek yang diganti bukan hanya satu, tetapi seluruh material yang dipakai di atas ruangan tersebut. Perkiraan untuk ruangan 3×4 meter dengan bentuk pemasangan spandek miring bawah ke depan, dibutuhkan 3 lembar spandek ukuran 5 meter. Untuk harga spandek 5 meter, dilihat detikcom dari beberapa e-comerce sekitar Rp 246 ribu dengan ketebalan 0,4 mm.

Ukuran spandek tersebut sudah termasuk untuk bagian overlap, yakni bagian atap miring yang melebihi dinding rumah.

Kemudian, gypsum yang digunakan adalah ukuran 1,2 x 4 meter, untuk ruangan ukuran 3×4 meter atau luas 12 meter persegi dibutuhkan sekitar 5 lembar. Untuk harganya sekitar Rp 67 ribu per lembar.

Kemudian, untuk biaya tukang harian sekitar Rp 200-250 ribu per orang. Wildan mengatakan dibutuhkan 2 orang untuk melakukan renovasi tersebut. Lalu, waktu yang dibutuhkan anggap 5 hari.

Maka biaya yang harus disiapkan adalah sebagai berikut.

  • Biaya ganti spandek

    Jumlah barang x harga barang = 5 lembar x Rp 246.000 = Rp 1.230.000

  • Biaya ganti plafon

    Jumlah barang x harga barang = 5 lembar x Rp 67.000 = Rp 335.000

  • Upah Tukang 5 Hari

    Jumlah hari kerja x jumlah tukang x upah tukang harian = 5 hari x 2 orang x Rp 250.000 = Rp 2.500.000 untuk 2 orang selama 5 hari. Berarti per orang mendapatkan Rp 1.250.000 selama 5 hari.

  • Biaya Cat Plafon

    Biaya untuk mengecat plafon sekitar Rp 45.000-60.000 per meter persegi. Berarti jika menggunakan cat seharga Rp 45.000 untuk 12 meter persegi dibutuhkan biaya Rp 540.000.

  • Total

    Rp 1.230.000 + Rp 335.000 + Rp 2.500.000 + Rp 540.000 = Rp 4.605.000

Sebagai catatan, biaya ini merupakan sebuah perkiraan. Harga-harga di atas bisa berbeda dengan yang ada di pasaran. Selain itu, dalam biaya tersebut belum termasuk dengan biaya penggantian instalasi listrik dan rangka baja ringan apabila diperlukan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

7 Tanaman Hias yang Ampuh Serap Kelembapan, Rumah Bisa Bebas dari Jamur


Jakarta

Kelembapan merupakan salah satu masalah yang kerap ditemukan di rumah, tetapi jarang disadari oleh penghuni. Sebab, kelembapan ini tidak terlihat, bahkan tanda-tandanya baru disadari ketika bangunan sudah terdampak.

Masalah yang ditimbulkan kelembapan banyak sekali. Menurut Head of Marketing PTICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati, salah satu dampaknya adalah bisa menyebabkan cat dinding di rumah cepat rusak dan mengelupas karena terjadi pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Selain itu, bisa juga menyebabkan munculnya jamur hitam atau black mold pada plafon dan dinding yang bahaya bagi kesehatan.

Kelembapan juga bisa mempengaruhi kesehatan penghuninya dan memicu beberapa penyakit pernapasan, seperti asma, alergi, sinusitis, dan masih banyak lagi.


Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan agar setiap rumah menginvestasikan membeli alat penyerap kelembapan daripada berobat ke rumah sakit. Selain itu, ada solusi lain yang lebih ramah lingkungan, sehat, dan ada manfaat lainnya yang tak akan ditemukan pada alat canggih sekalipun yakni dengan meletakkan tanaman yang dapat menyerap kelembapan.

Dilansir House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa menyerap kelembapan di rumah.

1. Anggrek

Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

Tanaman hias yang jenisnya sudah ada sejak 2 abad yang lalu, dapat tumbuh di lingkungan lembap. Namun, kelembapannya pun yang tidak terlalu basah karena apabila terlalu basah justru membuat akarnya menjadi cepat busuk. Di pasaran, tanaman ini memiliki banyak jenis dan warna sehingga pemilik rumah memiliki pilihan untuk merawat berbagai jenis anggrek. Selain bermanfaat, anggrek juga memiliki tampilan yang indah sehingga cocok untuk dipajang di rumah atau dijadikan hadiah yang berharga.

2. Pakis

A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

Tanaman pakis memiliki banyak sekali jenis. Salah satu yang memiliki kemampuan untuk menyerap kelembapan adalah pakis bintang biru yang memiliki daun yang lebar. Pakis satu ini tidak memiliki bunga, hanya berupa dedaunan hijau. Bentuknya yang rimbun dan panjang sangat cocok sebagai hiasan di rumah terutama di ruang tamu. Tanaman ini bisa membuat tampilan ruangan menjadi lebih hijau dan sejuk.

3. Peace Lily

Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

Peace Lily merupakan tanaman hias yang memiliki bunga berwarna putih seperti kuncup. Tanaman cantik ini bukan hanya menarik dari segi tampilan, melainkan manfaat yang diberikan. Tanaman peace lily bisa menyerap kelembapan dan mencegah pertumbuhan jamur di rumah. Tanaman ini juga bisa diletakkan di dalam rumah sehingga dapat memberikan pasokan oksigen, menyerap kelembapan, dan mencegah adanya jamur.

Namun, tanaman peace lily harus dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan karena apabila tidak sengaja memakan tanaman ini bisa menimbulkan efek samping seperti keracunan. Di dalam tanaman ini terdapat kandungan oksalat yang beracun.

4. Lidah Buaya

Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

Siapa yang nggak kenal tanaman lidah buaya? Tanaman ini terkenal dengan segudang khasiat yang dimilikinya sebagai tanaman obat, kecantikan, hingga penyedot kelembapan. Tanaman ini juga terkenal memiliki perawatan yang mudah sehingga bisa tumbuh subur meski jarang disiram air. Lidah buaya juga bisa hidup di dalam rumah bahkan di dalam kamar mandi sekalipun.

5. Palem

Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

Tanaman lainnya yang memiliki manfaat dapat menyerap udara lembap adalah palem kuning. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi manusia dan memiliki daun yang ramping dan panjang seperti daun pohon kelapa. Meskipun daunnya tidak begitu lebar, tetapi tanaman ini sangat menyukai daerah yang lembap dan bisa menyaring udara.

6. Lidah Mertua

Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Tanaman lidah mertua merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Tanaman ini banyak dipakai untuk menyerap polusi. Namun, ada satu kegunaannya yang jarang diketahui orang, tetapi sama pentingnya yakni dapat menyerap kelembapan. Jika kamu meletakkan tanaman ini di rumah, bisa dipastikan tidak akan repot merawatnya karena lidah mertua tidak butuh banyak disiram.

7. Spider Plant

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Tanaman spider plant memiliki bentuk daun panjang dan ramping. Tanaman ini menarik karena warnanya yang cerah dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Tanaman ini ternyata bisa menyerap kelembapan dan polutan seperti formaldehida dan xilena di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

Itulah beberapa tanaman yang bisa menyerap kelembapan di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

4 Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC Kalau Nggak Mau Rusak


Jakarta

Meletakkan benda di bawah AC sebenarnya sah-sah saja. Meski begitu, tidak semua benda terbilang aman jika diletakkan di bawah AC langsung.

AC memang mengeluarkan udara yang dingin sehingga dapat menyejukkan ruangan. Namun, udara dingin itu justru dapat merusak beberapa benda penting. Kalau dibiarkan terus-menerus bisa jadi benda kesayanganmu malah rusak.

Ingin tahu apa saja benda yang tidak boleh ditaruh di bawah AC? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC Kalau Nggak Mau Rusak

Dilansir situs Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut sejumlah benda yang tidak aman jika ditaruh tepat di bawah AC:

1. Furnitur Besar

Meletakkan furnitur berukuran besar di bawah AC sangat tidak disarankan. Furnitur seperti lemari atau rak buku diyakini dapat menghalangi udara sejuk untuk mengalir ke seluruh ruangan.

Alhasil, ruangan tidak akan terasa dingin meski AC sudah diatur ke suhu paling rendah. Jadi, sebelum memasang AC pastikan letaknya tidak di bawah furnitur besar.

2. Kompor dan Oven

Peralatan seperti kompor dan oven dapat mengeluarkan suhu panas ketika digunakan. Jika kamu memasang AC di dekat kedua barang tersebut maka harus bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan. Di sisi lain, tagihan listrik bisa membengkak gara-gara harus mengatur suhu AC paling rendah.

3. Barang Elektronik

Beberapa orang sering meletakkan barang elektronik seperti TV, komputer, atau konsol game di bawah AC. Alasannya karena udara dingin dari AC dapat mendinginkan benda elektronik tersebut yang terus digunakan hampir setiap hari.

Padahal, meletakkan barang elektronik di bawah AC justru dapat memengaruhi suhu ruangan. Apalagi jika barang elektronik tersebut terus digunakan selama berjam-jam, selain membuat ruangan terasa hangat sekaligus berisiko merusak barang itu sendiri karena dipakai non-stop.

4. Tanaman Hidup

Meletakkan tanaman hidup di bawah AC juga tidak disarankan. Aliran udara dingin dari AC secara langsung bisa berdampak langsung pada kesehatan, pertumbuhan, dan penampilan tanaman hias.

Padahal tanaman hias dapat hidup di lingkungan yang hangat dan lembap. Udara yang terlalu dingin justru membuat tanaman dehidrasi serta membuat daunnya mengerut, layu, kering, atau berubah warna.

Itulah empat benda yang jangan ditaruh di bawah AC karena dapat merusaknya. Semoga menambah pengetahuan detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

4 Hal yang Wajib Diperiksa Setelah Rumah Terendam Banjir


Jakarta

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (6/7/2025) sore telah menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dikutip dari detikNews, sebanyak 41 RT di Jakarta masih dilanda banjir hingga Senin (7/7/2025) dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

Apabila rumah kamu termasuk yang kebanjiran, sebaiknya lakukan sejumlah pengecekan terlebih dahulu. Banjir tak hanya membuat rumah jadi kotor, tapi bisa merusak beberapa benda yang tak sempat diselamatkan.

Periksa 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir

Ada beberapa hal yang wajib diperiksa usai rumah terendam banjir. Dilansir dari Flood Info, berikut penjelasannya:


1. Cek Kabel Listrik

Langkah pertama yang wajib diperiksa adalah kabel listrik. Saat terendam banjir, ada potensi sejumlah kabel mengalami korsleting. Apabila tidak hati-hati maka kamu bisa tersengat listrik bahkan memicu kebakaran.

Apabila ingin membersihkan rumah, sebaiknya jangan langsung menyalakan aliran listrik dari Miniatur Circuit Breaker (MCB). Lalu, pastikan juga peralatan listrik sudah dicabut dari stop kontak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Periksa Tabung Gas

Saat rumah kebanjiran mungkin kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang, termasuk tabung gas. Jika banjir sudah surut, segera cek tabung gas di rumah karena dikhawatirkan mengalami kebocoran.

Jika mencium bau menyengat dari tabung gas, segera keluarkan ke tempat terbuka. Hal ini dapat terjadi karena tabung gas terlalu lama berada di tempat tertutup dan minim ventilasi.

Sebaiknya, jika sudah mengetahui tanda-tanda rumah akan terendam banjir segera lepas tabung gas dari selang kompor gas. Kemudian pindahkan tabung gas ke posisi yang aman dan tidak terendam banjir.

3. Pakai Sarung Tangan dan Alas kaki Tertutup

Ketika akan membersihkan rumah dari sisa banjir, disarankan memakai sarung tangan lateks dan alas kaki tertutup, misalnya sepatu boot yang setinggi mata kaki. Selain itu, gunakan juga kaus atau celana lengan panjang.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Soalnya, banjir berasal dari air selokan maupun kali yang mengandung banyak bakteri jahat yang berbahaya bagi kesehatan.

4. Mengecek Dinding dan Lantai Rumah

Penting juga untuk mengecek seluruh kondisi rumah setelah terendam banjir. Dinding dan lantai tentunya sudah kotor sehingga wajib dibersihkan. Meski begitu, kamu juga wajib melihat apakah ada kerusakan yang ditimbulkan atau tidak.

Terutama pada dinding, setelah terendam banjir selama berhari-hari membuat dinding jadi basah dan lembap. Kondisi ini bisa membuat cat dinding jadi rusak, merusak struktur bangunan, hingga memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

Sementara itu, lantai yang terendam air dan lumpur akibat banjir dapat menyebabkan kerusakan pada keramik. Kalau tidak segera dibersihkan, warna keramik bisa kusam sehingga tidak terlihat estetis.

Itu dia empat hal yang wajib diperiksa setelah rumah terendam banjir. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal, Ini 8 Cara Bersihkan Rumah Usai Terendam Banjir


Jakarta

Banjir sering kali melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ketika banjir mulai surut, tentu kamu harus segera membersihkan rumah karena sangat kotor akibat lumpur.

Membersihkan rumah dari banjir juga tak bisa sembarangan. Sebab, lumpur dan sisa air banjir mengandung banyak bakteri. Kalau tidak dibersihkan dengan tepat bisa berbahaya bagi kesehatan.

Di sisi lain, membersihkan rumah dari banjir secara asal juga meninggalkan sisa lumpur atau kotoran yang menempel. Hal ini bisa menyebabkan bau tak sedap ke seluruh rumah.


Ingin tahu apa saja tips membersihkan rumah setelah terendam banjir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat membersihkan rumah usai kebanjiran. Dilansir situs NSW Health, Senin (7/7/2025), berikut langkah-langkahnya:

1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

Langkah yang pertama adalah menyiram air bersih ke seluruh ruangan. Hal ini dilakukan untuk membersihkan lumpur dan kotoran dari sisa banjir. Kamu dapat menyiram air dengan selang dari posisi paling tinggi agar bisa menjangkau ke seluruh sudut rumah.

2. Keringkan Rumah

Setelah disiram air, kamu perlu mengeringkan seluruh rumah yang terendam banjir. Soalnya, rumah yang masih basah atau lembap bisa memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

Caranya adalah dengan membuka seluruh jendela dan pintu rumah ketika cuaca panas. Disarankan juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

3. Bersihkan Dinding dan Lantai

Lantai dan dinding wajib dibersihkan setelah rumah terendam banjir. Kamu dapat membersihkannya dengan air panas dan sabun. Agar kuman dan bakteri mati, bisa juga menggunakan sabun antiseptik atau semprotkan larutan pemutih klorin.

Setelah dibersihkan, keringkan lantai dan dinding agar tidak lembap. Cek kembali apakah masih ada sisa kotoran yang menempel di dinding ataupun lantai.

4. Bersihkan Furnitur

Beberapa furnitur juga wajib dibersihkan setelah terendam banjir, seperti meja, kursi, hingga lemari. Cuci dengan sabun antiseptik agar tidak ada kuman dan bakteri yang menempel di benda tersebut.

Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

5. Cuci Bahan Kain

Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

6. Disinfektan Benda-benda di Rumah

Beberapa benda di rumah mungkin tak sempat diselamatkan saat terendam banjir. Maka dari itu, penting untuk melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak.

Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

7. Atasi Jamur dan Lumut

Salah satu risiko jika membersihkan rumah yang terendam banjir dengan tidak tepat adalah menimbulkan jamur dan lumut. Jika menemukan jamur atau lumut kamu dapat membasminya dengan cairan pemutih.

8. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

Banyak orang yang membersihkan rumah bekas banjir tidak menggunakan sarung tangan dan alas kaki khusus, seperti sepatu boot. Padahal, kamu bisa saja menginjak atau memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman.

Selain itu, alas kaki juga melindungi diri dari sampah-sampah yang berserakan karena terseret arus banjir. Hal ini untuk mencegah kamu menginjak kayu, kaca, atau benda tajam lainnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Bau Bangkai Tikus di Rumah? Ini Cara Cepat Menghilangkannya!



Jakarta

Tikus adalah salah satu hewan pengerat yang kerap bikin resah penghuni rumah. Selain merusak makanan dan perabotan, tikus juga bisa menjadi sumber penyakit karena habitatnya yang kotor dan jorok.

Yang lebih menjengkelkan, tikus terkadang bisa mati tanpa diketahui. Akibatnya, pemilik rumah baru sadar saat mencium bau bangkai yang menyengat. Jika tidak segera ditangani, bau tersebut bisa menyebar ke seluruh ruangan dan sangat mengganggu kenyamanan.

Dilansir dari Apartment Therapy, berikut ini langkah-langkah menghilangkan bau bangkai tikus yang bisa kamu coba di rumah:


1. Temukan dan Buang Bangkainya

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melacak sumber bau. Biasanya, bangkai tikus tersembunyi di balik lemari, langit-langit, atau sudut-sudut gelap rumah.

Saat menemukannya, gunakan sarung tangan dan masker untuk mengambil bangkai. Masukkan bangkai ke kantong plastik, lalu lapisi lagi dengan kantong lain (2-3 lapis). Buang bangkai tersebut di tempat sampah luar ruangan.

2. Bersihkan Area Bekas Bangkai

Setelah bangkai dibuang, area tempat ditemukannya perlu didisinfeksi. Campurkan larutan pemutih dan air, lalu semprotkan pada area tersebut. Diamkan selama 10 menit, kemudian lap bersih menggunakan tisu atau kain.

Tujuannya agar bakteri dan virus yang mungkin terbawa oleh tikus benar-benar hilang.

3. Netralisir Bau Secara Alami

Untuk menghilangkan sisa bau, kamu bisa taburkan soda kue atau bubuk kopi di area tersebut. Kedua bahan ini efektif menyerap bau tak sedap.

Alternatif lain, kamu bisa membuat semprotan dari campuran air dan cuka, lalu semprotkan ke udara atau area yang bau.

4. Alirkan Udara Segar

Buka jendela dan nyalakan kipas angin agar udara segar mengalir ke dalam rumah. Ini bisa membantu menghilangkan bau bangkai lebih cepat dan membuat sirkulasi udara kembali normal.

Menghilangkan bau bangkai tikus tidak cukup hanya dengan membuangnya. Diperlukan pembersihan menyeluruh dan netralisasi bau agar rumah kembali nyaman dan sehat.

Kalau kamu sedang mencium bau aneh di rumah dan tidak tahu sumbernya, bisa jadi itu bangkai tikus yang tersembunyi. Segera cari dan bersihkan sebelum baunya menyebar lebih parah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Waspada Curut di Rumah! Ini 7 Cara Ampuh Mengusirnya


Jakarta

Curut adalah hewan mirip tikus yang mempunyai hidung mancung. Hewan kecil ini bisa muncul di sekitar rumah, seperti pekarangan, dapur, atau tempat penyimpanan makanan.

Penghuni rumah patut waspada dengan kehadiran curut. Sebab, kotoran curut dapat mengandung sumber penyakit yang mengancam kesehatan penghuni rumah.

Jika menemukan curut, segera basmi agar rumah tetap bersih dan sehat. Berikut ini cara mengatasi curut di rumah.


Cara Basmi Curut di Rumah

Inilah cara membasmi curut di rumah menurut situs Do My OWN, Madsenpest, penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama.

1. Gunakan Bawang Putih

Penghuni rumah bisa mengusir curut menggunakan bahan alami seperti bawang putih. Aroma bawang putih membuat curut enggan mendekati rumah.

2. Gunakan Minyak Esensial

Selain itu, gunakan minyak esensial misalnya peppermint untuk mengusir curut. Gunakan kapas yang sudah ditetesi minyak esensial untuk mengoleskan pada beberapa area yang sering dilewati curut.

3. Pasang Perangkap Jepit Tikus

Pasang perangkap tikus untuk menangkap curut. Namun, curut tidak mudah terpikat perangkap yang tertutup.

Sebaiknya gunakan perangkap jepit tikus yang diberi potongan daging atau ikan. Lalu, taruh perangkap di tempat yang terdapat curut.

4. Pasang Perangkap Lem Tikus

Kemudian, penghuni juga bisa menggunakan perangkap berupa lem tikus untuk menangkap curut. Cara ini terbilang aman karena tidak mengandung racun atau bau.

5. Jangan Tinggalkan Makanan Peliharaan

Makanan peliharaan dapat memancing curut dan serangga. Jangan tinggalkan makanan hewan di luar ruangan. Segera bersihkan setelah hewan peliharaan selesai makan.

6. Bersihkan Halaman

Bersihkan halaman rumah dengan membersihkan genangan air dan menutup rapat tempat sampah. Cara ini membantu mengendalikan aktivitas serangga yang disukai curut.

7. Tutup Celah Masuk

Terakhir, tutup dan perbaiki celah atau lubang di sekitar rumah. Curut dapat masuk ke rumah melalui celah kecil di dinding atau lantai.

Itulah tips membasmi tikus di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-Hati Jamur Hitam di Kamar Mandi, Ini Cara Ampuh Menghilangkannya!



Jakarta

Pernah lihat noda hitam di pojok kamar mandi atau di sudut dinding yang lembap? Hati-hati, itu bisa jadi black mold atau jamur hitam yang berbahaya bagi kesehatan.

Jamur ini biasanya muncul akibat sirkulasi udara yang buruk dan kelembapan tinggi. Dilansir dari Real Simple, black mold tak hanya mengganggu tampilan kamar mandi, tapi juga bisa memicu alergi hingga gangguan pernapasan jika tidak ditangani dengan benar.

Wajib Pakai Alat Pelindung

Sebelum membersihkan jamur hitam, pastikan kamu mengenakan perlengkapan berikut:


  • Masker
  • Sarung tangan karet
  • Kacamata pelindung

Jangan lupa juga buka jendela atau pintu kamar mandi agar sirkulasi udara lancar saat proses pembersihan berlangsung.

3 Bahan Rumahan untuk Menghilangkan Black Mold

1. Pakai Pemutih

Bahan ini ampuh membasmi jamur membandel, tapi harus digunakan hati-hati.

Langkah-langkah:

  • Campur 1 cangkir pemutih dan air dalam ember.
  • Celupkan spons, lalu oleskan ke area yang terkena jamur.
  • Basahi bola kapas dalam larutan, tempelkan di permukaan jamur, dan diamkan 15 menit.
  • Sikat hingga bersih, bilas, dan keringkan. Ulangi jika perlu.

2. Gunakan Cuka Putih

Cuka adalah solusi alami yang aman dan efektif.

Caranya:

  • Tuang cuka putih ke dalam botol semprot.
  • Semprotkan langsung ke jamur, diamkan 1 jam.
  • Semprot lagi dan gosok dengan sikat.
  • Bilas hingga bersih.

3. Coba Pasta Soda Kue

Bahan dapur satu ini juga bisa jadi solusi untuk membasmi jamur.

Begini langkahnya:

  • Campur ½ cangkir soda kue dengan air hingga membentuk pasta.
  • Oleskan pasta ke area berjamur dan diamkan 30 menit.
  • Sikat lalu bilas dengan air bersih.

Jika jamur terus muncul, coba cek sirkulasi udara di kamar mandi. Pasang exhaust fan atau buka ventilasi agar udara lembap tak terperangkap.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tempati Ruangan yang Habis Dicat, Bisa Bahaya!


Jakarta

Saat mengecat dinding, setiap prosesnya memerlukan waktu, mulai dari menunggu lapisan mengering hingga baunya benar-benar hilang.

Beberapa orang mungkin bisa menunggu lapisan cat mengering. Sebab, hanya membutuhkan waktu tunggu 1-2 jam hingga harus dicat kembali dengan lapisan baru. Namun, untuk menunggu bau cat benar-benar hilang, beberapa orang memilih untuk menyampingkan perihal tersebut.

Ada yang beralasan ruangan tersebut perlu segera dipakai karena tidak ada ruangan pengganti. Ada pula yang menganggap peringatan tersebut tidak berbahaya karena akibatnya tidak terasa langsung.


Senyawa Berbahaya pada Cat Dinding

Dilansir How Stuff Works, VOC (Volatile organic compounds) merupakan senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.

Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti pusing, sesak napas, mata, hidung, atau tenggorokan perih, dan mual. Sementara untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal. Dampak yang ditimbulkan pada tubuh seseorang tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.

Lama Ruangan Harus Dibiarkan Kosong Setelah Pengecatan

Menurut kontraktor Wildan ruangan yang baru saja dicat sebaiknya ditinggalkan selama 2-3 hari. Kondisi ruangan tersebut sebaiknya dibuka atau minimal memiliki ventilasi agar uap tersebut bisa keluar, bukan terperangkap di dalam ruangan.

“Biasanya 2-3 hari bau catnya sudah hilang. Amannya semingguan,” ujarnya kepada detikcom, Rabu, (9/7/2025).

Ketika proses pengecatan agar tidak terasa pusing, ruangan tersebut harus memiliki ventilasi atau setidaknya terdapat kipas angin agar udara di dalam ruangan tersebut bergerak.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Cacing Muncul di Kamar Mandi? Pakar Ungkap Penyebab dan Cara Basminya



Jakarta

Pernahkah menemukan cacing di dalam kamar mandi? Hewan ini memang bisa muncul, lalu membuat penghuni rumah panik karena merasa jijik atau geli.

Meski tak berbahaya, kehadiran cacing cukup mengganggu ketenangan penghuni yang ingin menggunakan kamar mandi. Jurus andalan orang-orang buat menghadapi cacing mungkin menyiramn air. Namun, cacing tetap bisa datang kembali, lho.

Lantas, kenapa cacing masuk ke kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi

Inilah beberapa penyebab cacing kerap muncul di kamar mandi menurut ahli.

1. Celah Lantai Keramik

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, cacing dapat muncul di kamar mandi karena ada celah atau retakan di lantai keramik. Cacing mendapat akses masuk ke kamar mandi lewat celah tersebut.

2. Lingkungan Lembap

Cacing biasanya tinggal di lingkungan yang lembap seperti di kamar mandi. Apalagi kalau tempat itu juga terdapat potensi sumber makanan cacing.

“Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Cara Cegah Cacing di Kamar Mandi

Nah, untuk mencegah keberadaan cacing di kamar mandi, penghuni dapat melakukan beberapa tips berikut ini.

  • Menjaga kebersihan kamar mandi
  • Menjaga tingkat kelembapan kamar mandi
  • Rutin bersihkan saluran air
  • Hilangkan genangan air
  • Mengelola limbah rumah tangga dengan baik
  • Pastikan sumber air tidak terkontaminasi telur atau larva cacing

Cara Basmi Cacing di Kamar Mandi

Jika kamar mandi sudah terlanjur diserang cacing, penghuni rumah bisa mempertimbangkan untuk membasminya dengan insektisida. Akan tetapi, penghuni perlu berhati-hati ketika menggunakan insektisida.

“Studi menunjukkan bahwa insektisida seperti abamektin dan diazinon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi cacing tanah. Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com