Tag: kesehatan

  • Kapan Bantal Harus Diganti? Ini 4 Tandanya


    Jakarta

    Bantal merupakan salah satu perlengkapan tidur yang pasti ada di kasur. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan sebagai alas kepala agar tidur jauh lebih nyaman.

    Banyak yang belum tau nih kalau pemakaian bantal juga ada waktu kedaluwarsanya lho. Bantal nggak bisa dipakai selamanya apalagi tanpa pernah dicuci. Apabila dibiarkan justru bisa memicu penyakit, seperti alergi.

    Umur pemakaian bantal memang tidak tertera jelas pada kemasan. Namun, ada ciri-ciri yang bisa jadi alat ukur apakah bantal yang digunakan masih layak atau tidak.


    Dilansir dari Daily Mail, disebutkan umumnya waktu pemakaian bantal berbeda-beda tergantung bahan yang digunakan. Bantal sintetis misalnya, biasanya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu jangka waktu pemakainya jauh lebih lama, yakni 2-3 tahun. Untuk bahan busa memori dapat bertahan 2-3 tahun, busa poli bertahan 2-3 tahun, bahan poliester bisa bertahan sekitar 2-4 tahun.

    Tanda-tanda Bantal Harus Segera Diganti

    1. Terdapat Noda

    Pada bahan apa pun, permukaan bantal seiring waktu bisa berubah warna. Perubahan ini akan terlihat jelas pada bantal berwarna putih. Penyebabnya bisa karena bekas air atau cairan, banyaknya debu yang menempel hingga pemudaran alami.

    Jika terdapat noda coklat, kemungkinan adanya pertumbuhan jamur pada bantal. Sedangkan jika noda bantal berwarna kuning, kemungkinan hal itu terjadi karena keringat malam. Pertumbuhan jamur ini berkembang karena lingkungan yang lembab akibat dari iklim, air liur, hingga keringat.

    Cara mencegah pertumbuhan jamur dengan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari atau mencuci dengan cuka. Pastikan membaca dulu petunjuk perawatan karena sebagian jenis bantal tidak memiliki penanganan yang sama.

    Setelah bersih pakai pelindung bantal atau ekstra sarung bantal agar tetap awet dan terhindar dari keringat atau air liur, tumpahan yang tidak disengaja, serangga, debu, dan kotoran.

    2. Kendur atau Rata

    Selain warna, perubahan pada bentuk juga tanda yang jelas bantal harus segera diganti. Bantal berguna untuk menopang otot seperti area leher dan bahu agar tidak sakit, perubahan pada bentuk bantal akan berpengaruh pada tubuh ditandai dengan nyeri dan pegal.

    3. Bantal Berbau

    Sebagai perlengkapan tidur, bantal harus bersih dan tidak berbau. Apabila tercium bau apek, bau keringat, atau bau tak sedap lainnya ada dua cara mengatasinya yaitu dibersihkan atau langsung ganti.

    Jika dua tanda sebelumnya ditambah bantal tersebut juga berbau, mau tidak mau bantal harus diganti. Jika bentuk dan warnanya masih aman, coba bersihkan. Caranya dengan mencuci dicampur detergen dan dikeringkan di bawah sinar matahari.

    4. Bantal Tak Kembali ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara selanjutnya adalah coba menekuk bantal ke sisi yang sama sehingga luasnya jadi setengah. Bantal yang kondisinya masih bagus akan kembali ke bentuk semula. Sementara, jika kondisinya sudah menurun, biasanya akan tetap menekuk.

    Hal ini disebabkan oleh berkurangnya massa di dalam bantal tersebut. Tampilannya jadi lebih kempes. Ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

    Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni rata kembali, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

    Itulah beberapa tanda bantal harus segera diganti. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Bisa Bikin Rumah Adem Tanpa AC



    Jakarta

    Cuaca panas sering bikin penghuni rumah merasa gerah. Solusinya biasanya dengan menyalakan AC atau kipas angin. Padahal, ada cara yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya, yaitu memanfaatkan tanaman hias.

    Studi NASA menyebut tanaman dapat menurunkan suhu karena melepaskan uap air saat bertranspirasi. Proses ini membuat tanaman tidak hanya menyejukkan diri, tapi juga lingkungan sekitarnya.

    Dilansir dari House Beautiful, berikut lima tanaman hias yang bisa bikin rumah terasa lebih adem tanpa perlu AC.


    1. Lidah Mertua

    Lidah mertua memiliki kandungan air tinggi. Saat bertranspirasi, tanaman ini melepaskan uap air dingin yang membantu menurunkan suhu ruangan. Uniknya, lidah mertua juga menghasilkan oksigen di malam hari sehingga udara tetap sejuk meski cuaca panas. Tanaman ini tahan panas dan cocok ditempatkan di dekat jendela.

    2. Lidah Buaya

    Selain bermanfaat untuk kesehatan kulit, lidah buaya juga bisa jadi pendingin alami. Daunnya yang tebal menyimpan air dan melepaskannya ke udara sehingga ruangan jadi lebih adem.

    Tempatkan lidah buaya di area teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung, dan siram hanya saat tanah sudah kering.

    3. Aglaonema

    Aglaonema atau chinese evergreen dikenal sebagai tanaman pembersih udara. Tingkat transpirasi yang tinggi membuat udara di sekitarnya jadi lebih lembap dan sejuk.

    Perawatannya mudah, cukup siram dengan sedikit air dan letakkan di tempat bercahaya redup.

    4. Tanaman Karet Kebo (Ficus Elastica)

    Ficus elastica juga termasuk tanaman penyejuk ruangan. Tanaman ini menyerap air lewat akar dan melepaskannya kembali melalui daun.

    Rawat dengan menyiram secukupnya agar tanah tetap lembap. Letakkan di tempat terang, tapi hindari paparan matahari langsung.

    5. Beringin (Ficus Benjamina)

    Ficus benjamina atau beringin bisa tumbuh subur di dalam rumah dan menjaga udara tetap sejuk serta lembap. Supaya tetap segar, siram tanaman ini secara rutin terutama saat cuaca panas. Tempatkan di area terang dengan sedikit naungan.

    Dengan memilih tanaman yang tepat, rumah bisa terasa lebih sejuk secara alami tanpa perlu bergantung pada AC. Selain hemat energi, udara pun jadi lebih sehat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman Indoor yang Mudah Dirawat dan Cocok Jadi Hiasan Kamar Tidur


    Jakarta

    Hiasan kamar tidur tidak harus berupa barang mahal. Tanaman hidup juga bisa mengubah tampilan kamar jauh lebih indah, sejuk, dan tentunya bermanfaat bagi kesehatan.

    Tanaman yang harus diletakkan di kamar tidur sebaiknya yang bisa tumbuh tanpa sering terpapar sinar matahari. Bagi yang tidak punya waktu untuk menyiram tanaman setiap hari, tidak perlu khawatir, banyak sekali jenis tanaman yang tetap bisa hidup tanpa perlu disiram setiap hari.

    Dilansir dari Good Housekeeping, berikut daftar tanaman yang cocok diletakkan di kamar.


    1. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Tanaman satu ini pasti sudah tidak asing dari penglihatan kita. Tanaman berwarna hijau dengan pinggiran kuning ini disebut dengan lidah mertua. Perawatan tanaman satu ini juga tidak sulit karena lidah mertua tidak butuh sering terpapar sinar matahari dan tidak perlu disiram terlalu sering.

    Manfaat lidah mertua salah satunya adalah bisa menyerap polusi, membuat udara jauh lebih bersih, meningkatkan kualitas tidur, hingga menyerap bau tak sedap.

    2. Lidah Buaya

    Aloe vera indoor plant in pink pot white room with small cactus plantsAloe vera indoor plant in pink pot white room with small cactus plants Foto: Getty Images/iStockphoto/Tanya Paton

    Masih dengan bentuk yang runcing-runcing, lidah buaya cocok untuk diletakkan di kamar tidur. Tanaman ini memiliki banyak sekali manfaat baik untuk kesehatan dan kecantikan. Untuk dipajang juga tidak masalah karena tampilan yang unik cocok untuk diletakkan di sekitar kamar.

    Soal perawatannya, juga sama mudahnya dengan lidah mertua. Sukulen tropis dengan daun berdaging dan tepi runcing ini tidak perlu sering disiram cukup diletakkan di area yang terdapat cahaya terang seperti jendela.

    3. Anggrek

    Ilustrasi tanaman hias anggrek di ruang tamuIlustrasi tanaman hias anggrek di ruang tamu Foto: Getty Images/iStockphoto/Aleksandra Zlatkovic

    Bagi yang mencari tanaman hias yang lebih cantik, tinggi, dan mudah dirawat, pilihannya adalah anggrek. Tempat yang cocok untuk meletakkan anggrek adalah di atas meja di samping tempat tidur atau meja belajar. Manfaat dari tanaman ini adalah mencegah terjadinya alergi dan membersihkan udara.

    Cara perawatannya adalah dengan meletakkan anggrek di lokasi yang sejuk, disiram secukupnya jangan sampai terlalu becek, dan sering berikan pupuk khusus anggrek.

    4. Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman satu ini memiliki bentuk daun panjang ramping yang daunnya seperti membentuk janur, melengkung ke bawah. Warnanya hijau, tetapi ada beberapa yang pinggirannya berwarna putih. Spider plant dapat menghasilkan oksigen di malam hari sehingga baik untuk kesehatan karena tidur bisa jauh lebih nyenyak.

    Spider plant tidak hanya bagus saat diletakkan di meja, melainkan bagus juga jika dipajang dengan cara digantung. Perawatannya pun tidak susah, cukup siram saat tanah terlihat agak kering, arahnya ke sumber cahaya, letakkan di ruangan dengan suhu yang sejuk.

    5. Anthurium

    Ilustrasi anthuriumIlustrasi anthurium Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrey Bukreev

    Anthurium merupakan tanaman hias yang bagian bunganya memiliki warna berbeda dengan daun. Bagian bunga ini sering dijual per tangkai untuk dipakai sebagai bunga hias bouquet.

    Letakkan anthurium di tempat yang terang dan lembap. Semakin banyak cahaya yang diterimanya, semakin sering harus menyiramnya. Jeda antara jadwal menyiram adalah saat melihat tanahnya agak kering.

    6. Pohon Dolar atau Tanaman ZZ

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Tanaman pohon dolar bisa menjadi referensi jenis tanaman yang terlihat kokoh dan elegan. Tanaman ini sangat cocok tumbuh di dalam ruangan dan bisa bertahan di lingkungan yang kering.

    Itulah deretan tanaman hias yang cocok diletakkan di dalam kamar, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Semua Punya Plus-Minus, Begini Cara Tentukan Arah Hadap Rumah Terbaik



    Jakarta

    Saat membangun atau membeli rumah, hal yang perlu dicek atau ditanyakan adalah mengenai arah hadap rumah. Informasi tersebut berguna untuk mengetahui apakah rumah mendapat pencahayaan yang pas.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan manfaat dari adanya sinar matahari yang masuk ke rumah adalah untuk mencegah kelembapan dan sebagai bahan disinfektan alami yang ampuh membunuh bakteri di rumah.

    Kedua hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan lampu. Semakin banyak akses masuk cahaya, bukan hanya rumah yang terawat, melainkan penghuninya juga bisa lebih sehat.


    Dengan mengetahui arah hadap rumah, penghuni jadi tahu lokasi yang tepat untuk menjemur bayi di pagi hari. Selain itu, arah hadap rumah juga membantu untuk penentuan letak jemuran berada.

    Banyak yang mengatakan arah hadap timur sangat ideal karena mendapat cahaya matahari pagi. Apakah benar begitu?

    Agen real estat di Douglas Ellima, Christa Kenin, menyebutkan untuk menentukan arah hadap patokannya adalah posisi pintu masuk utama dan fasad depan. Kemudian, cek waktu cahaya matahari lebih banyak menyorot.

    Apabila rumah tersorot matahari langsung pada pagi hari dan lebih adem saat sore hari, berarti rumah tersebut menghadap ke timur. Jika sebaliknya, rumah menghadap ke barat.

    Agen Coldwell Banker Warburg Steven Gottlieb mengungkapkan berdasarkan pengalamannya, banyak pelanggan menyukai rumah yang menghadap selatan. Hal ini berarti cahaya matahari pagi dan sore bisa masuk ke rumah melalui jendela samping.

    “Banyak orang menginginkan rumah yang mendapatkan banyak cahaya alami, sehingga paparan sinar matahari dari arah Selatan sering dianggap sebagai nilai jual yang menarik dan diinginkan,” katanya seperti dikutip dari Better Homes and Gardens, pada Rabu (10/9/2025).

    Kemudian, ada beberapa konsumen yang menyukai rumah menghadap ke utara karena cahaya yang masuk ke rumah jauh lebih lembut. Rumah jadi tidak terlalu panas sepanjang hari tetapi tetap terang hingga sore.

    Di luar itu, menurutnya tidak ada aturan arah hadap rumah yang paling baik. Semua dikembalikan pada selera dan kebutuhan pemilik rumah. Bagi rumah yang berdempetan, tidak memiliki jendela kanan dan kiri, lebih baik memilih rumah menghadap timur atau barat.

    “Ini soal preferensi pribadi. Setiap individu punya ekspektasi berbeda untuk ruang rumah mereka. Misalnya, dalam budaya India, rumah yang menghadap ke utara dikaitkan dengan kemakmuran dan keberuntungan, sementara rumah yang menghadap ke timur melambangkan kesehatan dan keharmonisan. Menurut Vastu Shastra, sistem arsitektur Hindu tradisional yang didasarkan pada teks-teks kuno, arah rumah terbaik adalah timur laut, karena dikaitkan dengan dewa kekayaan,” ujarnya.

    Itulah pertimbangan ketika memilih arah hadap rumah yang baik, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kesal Lantai-Furniture Sering Kotor? Ini 5 Cara Cegah Debu Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Rumah perlu dibersihkan secara berkala agar tidak banyak debu dan kotoran. Meski sudah rutin disapu dan dipel, tapi terkadang debu masih sering ditemukan di sudut-sudut ruangan.

    Debu juga kerap ditemukan di meja, gorden, karpet, dan atas lemari. Jika dibiarkan, debu bisa menumpuk hingga tebal dan dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah, seperti bersin, kulit gatal, dan gangguan pernapasan.

    Selain membersihkan rumah secara rutin, penting juga untuk mengetahui cara cegah debu dan kotoran masuk ke rumah. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Cegah Debu dan Kotoran Masuk ke Rumah

    Dikutip dari Times of India, berikut sejumlah cara mencegah debu dan kotoran masuk ke dalam rumah:

    1. Buat Rumah Tetap Rapi

    Langkah yang pertama adalah dengan merapikan seluruh ruangan di rumah, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, hingga ruang kerja. Pastikan tidak ada barang-barang yang berserakan atau diletakkan sembarangan di sudut-sudut ruangan.

    Hal itu karena, semakin banyak barang yang tergeletak di atas meja, sofa, atau karpet, maka semakin banyak pula debu dan kotoran di dalam rumah.

    Pastikan juga untuk selalu menutup pintu lemari pakaian dengan rapat. Hal itu karena, partikel debu dan kotoran bisa masuk dan menempel di baju jika pintu lemari pakaian dibiarkan terbuka.

    2. Pasang Air Purifier

    Agar udara di rumah tetap bersih dan sehat, sebaiknya pasang air purifier secara rutin. Alat ini dirancang khusus untuk membersihkan udara kotor karena dapat menyaring partikel kecil seperti debu, bulu hewan, dan kotoran.

    Air purifier bekerja dengan cara menyedot udara kotor, lalu melewati serangkaian filter seperti High-Efficiency Particulate Air (HEPA). Setelah udara kotor disaring, air purifier akan menyemburkan udara bersih ke dalam ruangan.

    3. Tutup Celah di Dekat Pintu dan Jendela

    Adanya celah di dekat pintu dan jendela bisa jadi penyebab rumah cepat kotor dan berdebu. Sebaiknya tutup retakan dengan dempul agar tidak ada lagi kotoran yang masuk ke rumah.

    Apabila kamu tinggal di wilayah yang penuh debu, selalu tutup pintu rumah dan jendela dengan rapat. Sebab, celah sedikit pun bisa membuat kotoran masuk ke dalam rumah.

    4. Pasang Keset Kaki di Depan Pintu Masuk

    Kotoran dan debu juga bisa terbawa masuk ke rumah karena ulah kita sendiri. Misalnya, debu yang menempel di kaki dapat mengotori lantai rumah sehingga terasa berpasir.

    Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang keset kaki di depan pintu masuk. Setiap penghuni rumah atau tamu yang masuk perlu membersihkan kaki di keset agar tidak ada debu, kotoran, dan kuman yang ikut masuk ke dalam rumah.

    5. Jangan Terlalu Banyak Dekorasi dari Kain

    Agar tidak banyak debu dan kotoran di dalam rumah, sebaiknya kurangi furnitur atau dekorasi yang terbuat dari kain, seperti karpet, gorden, atau sofa kain. Meski dapat menambah estetika ruangan, tapi bahan ini dapat memerangkap debu, rambut, dan kotoran jika jarang dibersihkan.

    Partikel debu yang terperangkap di bahan kain sangat mudah beterbangan sehingga dapat menurunkan kualitas udara di dalam ruangan. Jika ingin menggunakan furnitur dan dekorasi dari kain, sebaiknya rutin dibersihkan secara berkala.

    Demikian lima cara mencegah debu dan kotoran bisa masuk ke dalam rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Menyapu Lantai Rumah Setiap Hari? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Menyapu merupakan pekerjaan rumah tangga yang paling dasar. Dengan menyapu, debu dan kotoran yang menempel di lantai dapat terangkat sehingga tidak memberikan kesan berpasir saat diinjak.

    Namun, beberapa orang kerap malas untuk menyapu rumah sehingga lantai disapu hanya beberapa kali dalam seminggu. Di sisi lain, justru ada pemilik rumah yang rutin menyapu lantai, bahkan bisa tiga kali dalam sehari.

    Adanya perbedaan prinsip dalam menyapu lantai menimbulkan pertanyaan, apakah perlu menyapu lantai rumah setiap hari? Biar nggak bingung, simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Perlukah Menyapu Lantai Setiap Hari?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, tidak ada aturan tertulis soal menyapu lantai. Kamu boleh menyapu lantai satu kali dalam sehari atau tiga hari sekali. Semua itu tidak masalah asalkan seluruh kotoran dan debu dapat terangkat.

    Namun, ada sejumlah faktor yang mengharuskan kamu untuk menyapu lantai setiap hari. Berikut faktor-faktornya:

    1. Ada Anak Kecil di Rumah

    Apabila kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak, disarankan untuk menyapu lantai setiap hari. Sebab, debu dan kotoran yang menempel di lantai bisa saja masuk ke dalam tubuh si kecil secara tidak sengaja. Kuman dan bakteri yang tertelan ke dalam tubuh bisa menimbulkan penyakit bagi sang buah hati.

    2. Punya Hewan Peliharaan

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan berbulu di rumah seperti kucing, maka dianjurkan untuk menyapu lantai secara rutin. Sebab, bulu hewan yang rontok dapat berbahaya bagi kesehatan para penghuni rumah.

    “Penting untuk menjaga kebersihan lantai yang sering dilalui, jika Anda memiliki hewan peliharaan maka kamu perlu menyapu lantai lebih sering,” kata pakar pembersih profesional Ivan Ivanov.

    3. Faktor Lingkungan Rumah

    Jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka kamu harus rutin menyapu lantai secara rutin. Sebab, debu dan kotoran bisa menempel di lantai, furnitur, hingga sela-sela pintu dan jendela.

    Apabila tetangga di sebelah rumah sedang melakukan renovasi besar-besaran, maka kamu harus menyapu lantai setiap hari. Soalnya, partikel debu dan pasir bisa terbang ke halaman rumah, sehingga jadi berdebu dan lantai terasa berpasir saat diinjak.

    4. Ruangan

    Seberapa sering kamu harus menyapu lantai juga tergantung dari ruangan di rumah. Untuk area dapur, ruang makan, ruang tamu, dan pintu masuk rumah perlu disapu secara rutin karena sering dilalui.

    Khusus dapur dan ruang makan, kamu perlu menyapu lantai setelah masak dan menyantap makanan. Terkadang, ada sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari penghuni rumah. Kalau sisa makanan dibiarkan saja maka dapat mengundang semut, lalat, dan kecoak masuk ke rumah.

    Untuk ruangan seperti kamar tidur dan ruang kerja sebaiknya tidak perlu disapu setiap hari, tapi tetap dibersihkan secara teratur agar tidak ada debu dan kotoran. Kamu bisa menyapu ruangan tersebut setiap 2-3 hari sekali.

    “Sangat penting untuk menyapu lantai, lalu dilanjutkan dengan mengepel. Sebab, seiring waktu debu dan kotoran dapat menumpuk dan membuat lantai Anda berpasir,” pungkas Ivan.

    Itulah penjelasan tentang menyapu lantai di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda di Rumah yang Paling Kotor dan Jarang Dibersihkan


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sangatlah penting agar tetap nyaman untuk dihuni. Kamu dapat menyapu, mengepel, dan membersihkan barang-barang yang sudah kotor.

    Sayangnya, tidak semua orang rutin membersihkan perabotan dan furnitur rumah. Bahkan, ada beberapa benda yang justru dibiarkan kotor karena jarang dibersihkan.

    Perlu diingat, debu dan kotoran yang menumpuk di perabotan rumah tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga membahayakan kesehatan. Jika debu masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan gangguan pernapasan.


    Penasaran, apa saja benda di rumah yang paling kotor dan jarang dibersihkan? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Benda di Rumah yang Paling Kotor dan Jarang Dibersihkan

    Dilansir situs Times of India, ada sejumlah benda di rumah yang sangat kotor dan jarang dibersihkan. Alasannya bermacam-macam, seperti karena malas atau lupa untuk membersihkannya.

    Berikut benda di rumah yang paling kotor dan jarang dibersihkan:

    1. Kipas Angin Gantung

    Kipas angin gantung jadi salah satu benda yang paling kotor dan jarang dibersihkan. Sebab, benda ini dipasang di langit-langit sehingga sulit untuk dibersihkan.

    Apabila sering digunakan, bilah kipas angin sangat mudah berdebu dan kotor. Kalau tidak segera dibersihkan, partikel debu akan beterbangan ke udara dan bisa terhirup manusia.

    Kamu dapat membersihkan bilah kipas angin gantung dengan kemoceng. Setelah debu terangkat, bersihkan bilah pakai kain atau spons basah, lalu keringkan dengan kain microfiber. Pastikan kipas angin dalam kondisi mati (off) saat dibersihkan.

    2. Gagang Pintu

    Benda yang satu ini bisa dibilang paling kotor karena mengandung banyak kuman dan bakteri. Sayangnya, gagang pintu juga termasuk benda yang jarang sekali dibersihkan padahal selalu dipegang setiap hari.

    Untuk membersihkan gagang pintu tak cukup menggunakan air bersih. Kamu perlu menyemprotkan cairan disinfektan agar kuman benar-benar mati. Setelah itu, lap dengan kain kering agar gagang pintu tidak cepat karat.

    3. Rak Dapur

    Rak dapur sering luput dari perhatian karena dianggap selalu bersih. Padahal, ada banyak debu yang menumpuk di bagian belakang atau atas rak dapur.

    Meski tidak terlihat, tapi partikel debu bisa beterbangan dan hinggap di makanan yang dikonsumsi. Sebagai solusinya, kamu dapat membersihkan rak dapur satu kali dalam sebulan dengan sabun cuci piring yang dicampur dengan air.

    4. Mesin Cuci

    Mesin cuci dapat mengandung banyak kotoran yang menumpuk di bagian dasar, seperti sisa detergen, helai rambut, bulu hewan, dan jamur. Apabila jarang dibersihkan, pakaian yang seharusnya wangi dan bersih setelah dicuci malah justru kembali kotor.

    Selain itu, penting juga untuk membersihkan bagian sisi samping dan penutup mesin cuci. Biasanya, ada bercak sidik jari dan kotoran yang kerap menempel.

    5. Jendela

    Banyak pemilik rumah yang sering lupa untuk membersihkan jendela, sehingga kaca tampak kotor dan berdebu. Padahal, jendela memiliki fungsi agar penghuni bisa melihat keluar rumah sekaligus memiliki nilai estetika.

    Untuk membersihkan jendela, kamu bisa menggunakan cairan pembersih khusus kaca. Semprotkan cairan ke permukaan jendela, lalu dilap dengan kain atau squeegee.

    Sebagai pengingat, debu yang menempel di jendela harus dibersihkan terlebih dulu dengan kemoceng. Lalu, bersihkan jendela saat cuaca sedang cerah agar cepat kering.

    Itulah lima benda di rumah yang paling kotor dan jarang dibersihkan. Yuk segera bersih-bersih!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Sofa Harus Dibersihkan? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Sofa di ruang tamu menjadi tempat yang nyaman bagi penghuni rumah maupun tamu yang datang untuk duduk santai sambil mengobrol. Maka dari itu, banyak orang yang membeli sofa dengan harga puluhan juta rupiah agar mendapatkan kenyamanan ekstra.

    Walau harga sofa yang dibeli punya harga selangit dan begitu empuk saat diduduki, tapi kenyamanan tersebut akan sirna jika sofa jarang dibersihkan. Seiring waktu, sofa akan cepat kotor dan berdebu karena selalu diduduki setiap hari.

    Apalagi kalau kamu sering menyantap makanan di sofa ruang tamu. Terkadang, sisa remahan makanan yang jatuh ke sofa bisa masuk ke dalam sela-sela, sehingga dapat mengundang serangga seperti semut dan kecoak untuk datang.


    Maka dari itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan sofa secara berkala agar tetap nyaman saat diduduki. Lantas, seberapa sering sofa harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Seberapa Sering Sofa Harus Dibersihkan?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, idealnya sofa di ruang tamu harus dibersihkan seminggu sekali. Paling telat setiap dua minggu sekali agar sofa tetap nyaman untuk digunakan.

    Sofa dapat dibersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner. Langkah ini efektif untuk menyedot debu dan kotoran yang menempel di permukaan, bagian bawah, dan sela-sela sofa.

    “Hal ini terutama berlaku untuk sofa berbahan kain karena debu dan kotoran cenderung menempel dan tersangkut di serat sofa,” kata pakar interior dan kebersihan di Dyson Asaph Ooi.

    Apabila terdapat noda di sofa, kamu bisa membersihkannya dengan larutan detergen cair atau sabun cuci piring yang dicampur air hangat, lalu oleskan menggunakan kain secara perlahan.

    Untuk noda membandel di sofa, kamu dapat membersihkan dengan bahan alami seperti cuka putih atau soda kue. Sedangkan khusus sofa dari bahan kulit, disarankan dilap dengan kain lembap dan cairan pembersih khusus material kulit.

    Tidak hanya menyingkirkan debu dan noda yang menempel, Asaph menyebut membersihkan sofa setiap minggu dapat mencegah tungau bersarang dan berkembang biak di dalam sofa. Sebab, serangga kecil ini dapat hidup di tempat gelap dan lembap.

    “Banyak orang yang mungkin tidak sadar akan hal ini, tetapi tungau dapat berkembang biak di tempat gelap, hangat, dan lembap dengan banyak sel kulit mati. Ini termasuk sofa dan tempat tidur,” ujarnya.

    Membersihkan sofa secara berkala juga dapat menjaga kesehatan penghuni rumah. Sebab, partikel debu dan kotoran bisa beterbangan di udara. Jika debu terhirup ke dalam tubuh maka bisa memicu penyakit seperti alergi dan gangguan sistem pernapasan.

    Penting juga untuk membersihkan bantal kecil yang ada di sofa. Sebab, tungau jugs bisa tumbuh di dalam sarung bantal sehingga dapat mengganggu kenyamanan ketika sedang bersantai.

    Tips Membersihkan Sofa dengan Vacuum Cleaner

    Agar debu dan kotoran di sofa bisa terangkat secara maksimal, Asaph menyarankan memakai vacuum cleaner nirkabel dengan daya hisap tinggi. Dengan begitu, seluruh debu yang menempel bisa terangkat.

    Sedot debu di permukaan sofa pakai vacuum cleaner secara perlahan. Setelah itu, lepas bagian jok sofa dan bersihkan area bawah serta sela-sela sofa. Terkadang, area ini kerap ditemukan banyak helai rambut, sisa makanan, semut, hingga tungau.

    Bersihkan juga sarung bantal sofa dan sedot dengan vacuum cleaner. Bila perlu, cuci sarung bantal di mesin cuci dengan detergen cair agar bersih dan wangi.

    Demikian tips membersihkan sofa dan seberapa sering sofa harus dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Indah, 5 Tanaman Hias Ini Konon Bawa Untung di Rumah


    Jakarta

    Beberapa jenis tanaman dalam feng shui disebut dapat menarik hal baik seperti keberuntungan dan memperlancar aliran energi di dalam rumah. Sebab, tanaman disebut sebagai lambang energi murni kehidupan.

    Ada pun feng shui sendiri menurut Lelyana Rahardjo dan Mauto dalam buku Feng Shui Terapan adalah ilmu yang mempelajari tata letak dan lingkungan untuk mempengaruhi energi di sekitar kita. Ilmu ini dapat dipelajari oleh siapa saja dan tidak sulit, tetapi membutuhkan waktu untuk benar-benar memahaminya.

    Dalam feng shui meletakkan tanaman di dalam ruangan sangat dianjurkan. Namun, terdapat aturannya, mulai dari lokasi dan jenis tanamannya. Setiap tanaman yang disebut baik dalam feng shui juga memiliki manfaat yang berbeda-beda.


    Untuk lebih jelasnya, dilansir Thrusd, berikut beberapa tanaman yang membawa hal baik jika diletakkan di dalam rumah.

    1. Bambu Keberuntungan

    Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana in Glass vase placed in front of mirror Selective focus. Foto: iStock

    Bambu keberuntungan atau dracaena sanderiana adalah tanaman yang dipercaya dapat meningkatkan keberuntungan, keberuntungan, dan energi positif. Jika ingin meletakkan tanaman ini di rumah, minimal ada tiga batang di dalam satu wadah.

    Hal ini melambangkan kebahagiaan, kesehatan, dan umur panjang dalam feng shui. Sebagai aturan umum, tanaman feng shui ini sebaiknya ditempatkan di sudut timur laut ruang tamu karena dapat mengaktifkan energi yang berkaitan dengan keuangan.

    2. Pothos

    Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Tanaman satu ini bisa ditemukan di Indonesia dan mudah dirawat. Pothos dipercaya dapat memancarkan energi yang menenangkan dan harmonis ke seluruh ruangan. Manfaat lainnya secara ilmiah adalah pothos bisa membersihkan udara kotor di rumah. Lokasi yang bagus untuk meletakkan tanaman ini adalah dapur dan kamar mandi.

    3. Peace Lily

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Bunga peace lily atau lili perdamaian merupakan tanaman yang memiliki bunga putih yang indah lentur. Dalam feng shui tanaman satu ini dapat mengubah energi buruk menjadi energi positif. Lokasi yang disarankan adalah tempat biasa penghuni rumah merasa stres.

    Bunga putih bulat dimaksudkan untuk membawa keberuntungan, sementara daun hijau tua menarik kekayaan. Perhatikan

    daun yang terkulai, karena itu berarti bunga itu haus. Sebagian besar tanaman ini membutuhkan cahaya yang lebih terang.

    4. Giok

    ilustrasi tanaman giokilustrasi tanaman giok Foto: Getty Images/Andrey Nikitin

    Tanaman giok sangat erat kaitannya dengan keberuntungan, kekayaan, dan kesuksesan. Tanaman ini sering disebut sebagai tanaman uang dan tanaman keberuntungan. bentuknya berdaun bulat menyerupai koin, serta batang cokelat kokoh yang menyerupai batang pohon kecil.

    5. Lidah Mertua

    Indoor houseplants next to a window in a beautifully designed home or flat interior.Indoor houseplants next to a window in a beautifully designed home or flat interior. Foto: Getty Images/iStockphoto/Grumpy Cow Studios

    Tanaman satu ini memiliki daunnya tajam dan runcing. Tanaman lidah mertua atau snake plant dianggap membawa keberuntungan dan energi positif dalam feng shui. Secara ilmiah tanaman ini dapat menyaring udara. Lokasi paling tepat untuk meletakkan tanaman ini adalah dekat dengan sumber cahaya matahari.

    Itulah dia beberapa pilihan tanaman hias terbaik untuk rumah menurut feng shui. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Nyalakan AC Seharian Non Stop, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Penghuni rumah di iklim tropis seperti Indonesia sering kali merasa panas dan gerah. Tak jarang menyalakan AC menjadi solusi andalan. Namun, jangan sampai kebablasan menyalakan AC seharian non stop ya.

    Dilansir dari SoCool, menyalakan AC dengan kekuatan penuh selama 24 jam tidak direkomendasikan. Hal ini justru menghabiskan banyak energy, mengurangi efisiensi, hingga merusak AC.

    Sebaiknya pasang suhu dengan temperatur yang masuk akal dan memberi jeda AC istirahat beberapa kali seharian. Cara pakai seperti ini akan mengurangi tagihan listrik dan memperpanjang masa pakai AC.


    Jika penghuni rumah membiarkan AC menyala seharian tanpa henti, ada berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Berikut ini dampak buruk menyalakan AC seharian.

    Dampak Menyalakan AC Seharian

    Inilah dampak kalau menyalakan AC seharian non stop.

    1. Tagihan Listrik Membengkak

    Sebagian masyarakat percaya menyalakan AC seharian dapat menghemat energi karena mesin tidak perlu kerja keras untuk mendinginkan ruangan. Padahal, AC menguras banyak listrik semakin lama dipakai sehingga tagihan listrik menjadi membengkak.

    2. Masa Pakai Berkurang

    Masa pakai AC umumnya bertahan selama 10-12 tahun. Namun, masa pakai tersebut dapat berkurang kalau AC dinyalakan secara terus-menerus. Sistem AC mengalami tekanan berlebihan sehingga meningkatkan risiko kerusakan.

    3. Filter Udara Tersumbat

    AC mempunyai filter udara untuk menyaring kotoran. Kalau AC nyala seharian, semakin banyak kotoran yang menyumbat filter tersebut. Jika filter tidak rutin diganti, kualitas udara di dalam rumah akan menurun.

    4. Korsleting Listrik

    Selain itu, menyalakan AC seharian non stop bisa membuat kabel listrik terlalu panas. Kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan korsleting listrik, bahkan kebakaran.

    5. Gangguan Kesehatan

    Berlama-lama di ruangan ber-AC pun tidak baik bagi kesehatan penghuni rumah. Mereka bisa mengalami gangguan kesehatan seperti sakit tenggorokan, kulit kering, dan alergi.

    AC yang terlalu sering dipakai biasa filter yang tersumbat. Debu dan polutan akan terhirup penghuni rumah sehingga dikhawatirkan menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com