Tag Archives: kesehatan

3 Tips Pilih Pengharum Ruangan yang Aman buat Kesehatan & Lingkungan


Jakarta

Suasana rumah yang segar dan nyaman merupakan idaman setiap penghuni rumah. Tak jarang pemilik rumah memilih untuk menggunakan pengharum ruangan untuk mendapat aroma harum di dalam rumah.

Selain memilih pengharum ruangan dengan aroma yang sesuai selera, penting juga memilih pengharum yang aman dan berkualitas. Jangan sampai pengharum ruangan menimbulkan gangguan kesehatan.

Lalu, bagaimana cara memilih pengharum ruangan yang aman? Simak caranya berikut ini dari keterangan tertulis Calmic, dikutip Rabu (10/7/2024).


Cara Pilih Pengharum Ruangan yang Aman

1. Pilih Bahan yang Aman

Pastikan pengharum yang kamu pilih terbuat dari bahan dengan kadar yang tidak menimbulkan risiko kesehatan. Hindari pengharum ruangan yang mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi pernapasan.

2. Cek Izin dari Departemen Kesehatan

Sebelum membeli pengharum ruangan, periksa produk tersebut mempunyai izin resmi dari departemen kesehatan atau lembaga terkait. Izin ini menjamin kalau pengharum tersebut sudah melalui uji keamanan dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.

3. Perhatikan Sertifikasi

Pastikan pengharum ruangan yang kamu pilih mempunyai sertifikasi dari lembaga yang berhubungan dengan pengharum atau lingkungan. Sertifikasi ini menunjukkan produk sudah diuji dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Dengan mengikuti tips memilih pengharum ruangan yang aman, kamu tidak perlu khawatir akan ada efek negatif pada kesehatan. Keamanan dan kualitas pengharum ruangan memang penting untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan para penghuni rumah.

Calmic mencontohkan Signature Scent sebagai inovasi pengharum ruangan terbaru yang disertai teknologi serta ramah lingkungan. Signature scent dirancang untuk menciptakan suasana harum dan menyenangkan sepanjang hari.

Teknologi terbaru yang disematkan pada Signature Scent bernama Vibrating Mesh yang memungkinkan semprotan halus dan mampu bertahan di udara dalam waktu yang lebih lama.

“Calmic terkenal memiliki standar yang tinggi dalam setiap produk yang dimiliki. Seperti sudah menggunakan regulasi bahan dari IFRA (International Fragrance Association), bersertifikasi Halal untuk pengharum ruangan, serta sertifikasi Kemenkes. Semua regulasi kami patuhi demi untuk menghadirkan peace of mind di setiap pelanggan kami,” ujar Managing Director Rentokil Initial Indonesia selaku pemilik brand Calmic, Heri Susanto dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7/2024).

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

3 Alasan Kamu Perlu Mulai Kelola Sampah Rumah Tangga


Jakarta

Kebanyakan masyarakat Indonesia masih asal membuang sampah rumah tangga tanpa memilahnya sesuai kategori. Padahal, mengelola sampah itu penting bagi lingkungan hidup, serta dapat menguntungkan penghuni rumah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno mengatakan pengelolaan sampah rumah tangga di masyarakat belum optimal. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengelola sampah masih kurang.

Lantas, mengapa kita perlu mengelola sampah? Simak penjelasannya berikut ini.


Alasan Mengelola Sampah Rumah Tangga

1. Menjaga Lingkungan Hidup

“Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikcom, Rabu (10/7/2024).

Gulang menjelaskan sampah harus dibuang pada tempat semestinya agar tidak mengganggu ekosistem atau aktivitas manusia. Ia mengaku mendapat keluhan ada sampah di sungai dan taman, sehingga mengganggu orang-orang sekitar serta mencemari lingkungan.

Selain itu, sampah perlu dipilah berdasarkan kategorinya, seperti organik, non organik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Hal ini untuk memudahkan pengelolaan sampah lanjutan, baik untuk didaur ulang maupun dikompos.

2. Menghasilkan Uang

Selain lebih baik untuk lingkungan, memilah sampah bisa menjadi penghasilan tambahan untuk rumah tangga. Kamu bisa memisahkan sampah yang masih bernilai dan dapat didaur ulang, seperti botol plastik, kaleng, hingga kertas.

“Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” jelasnya.

3. Membuat Kompos untuk Tanaman di Rumah

Sampah rumah tangga juga bisa dimanfaatkan menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman di rumah. Siapkan wadah tertutup atau komposter untuk menyimpan sampah sisa makanan atau dedaunan dan ranting dari pekarangan. Setelah beberapa hari atau minggu, sampah organik tersebut bisa menjadi pupuk.

“Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

Itulah beberapa alasan untuk mulai mengelola sampah rumah tangga dengan baik. Pastikan kamu menyiapkan beberapa tempat sampah untuk setiap kategori ya. Semoga bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Kapan Septic Tank Perlu Dikuras agar Tidak Meledak? Pemilik Perlu Tahu!


Jakarta

Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.

Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.


1. Septic Tank Konvensional

Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

“Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

2. Septic Tank Biotank

Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

“Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Begini Posisi Kasur yang Disarankan dalam Islam yang Jarang Orang Tahu


Jakarta

Dalam Islam, terdapat beberapa adab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang baik untuk diikuti. Salah satunya adalah adab saat hendak tidur. Nabi Muhammad SAW menerapkan cara tidur yang baik dari awal hendak tidur hingga bangun kembali, termasuk posisi kasur yang disarankan.

Arah tidur ini bukan didasarkan pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW, melainkan ada pengaruh baiknya bagi kesehatan. Mengingat saat tidur, tubuh kita juga beristirahat. Berikut beberapa aturan terkait posisi kasur mengutip dari Sakti Desain, Senin (22/7/2024).

1. Posisi Kasur Menghadap ke Selatan

Posisi kasur yang baik menurut Islam adalah dengan mengarah ke selatan. Cara mengetahui posisi selatan adalah menyamping dari arah kiblat. Seluruh daerah di Indonesia saat Salat semuanya akan menghadap ka’bah yang berada di barat.


2. Tidak Disarankan Menghadap ke Arah Barat

Dalam ajaran Islam terdapat larangan tidur menghadap ke barat karena pusat gerakan bumi dan pusat gravitasi. Jika posisi tempat tidur bagian atas menghadap ke arah barat, hal ini dipercaya akan menimbulkan masalah fisik dan mental. Maka dari itu, saat mendesain interior hunian, pilih posisi rumah atau posisi pintu yang paling tepat menurut Islam.

Selain itu, posisi kasur dilarang menghadap barat juga berlaku untuk posisi kepala. Ada beberapa alasan yang mendasari pantangan ini, diantaranya tidur menjadi tidak nyenyak, tidak baik untuk kesehatan anak-anak, mempengaruhi emosi, dan bisa mengalami mimpi buruk. Jadi selain, harus membaca doa sebelum tidur, posisi tidur juga berpengaruh.

3. Posisi Tempat Tidur Mengarah ke Utara

Jika tadi meletakkan kasur harus menghadap selatan, posisinya adalah kepala tidak mengarah ke Utara, tetapi hanya berada di utara. Kemudian badan kamu arahkan ke kanan, ke arah kiblat.

Dalam Islam disarankan menerapkan posisi ini karena tulang rusuk akan berada di sebelah kanan sehingga baik untuk kesehatan. Jika posisi telah menghadap utara, disarankan pula agar kamu tidak tidur dengan posisi badan miring ke kiri.

Menurut berbagai sumber, kasur yang berada di utara akan membuat posisi tidur miring ke kiri sehingga tidak baik untuk kesehatan. Dalam posisi ini, paru-paru bakal menekan jantung sehingga tidak bekerja normal ketika tidur. Hal ini juga yang sering Nabi Muhammad SAW anjurkan di dalam sunahnya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Begini Pentingnya Punya Asuransi Kebakaran dan Ketentuannya



Jakarta

Asuransi memiliki banyak jenis, bukan hanya asuransi kesehatan. Fungsi dari asuransi ini adalah sebagai bentuk pengelolaan pembiayaan tak terduga atas suatu risiko. Salah satu risiko yang harus dipersiapkan adalah asuransi kebakaran. Tentu, tidak ada yang mau propertinya hangus karena membelinya saja membutuhkan dana yang besar. Maka dari itu, untuk mengatasi pengeluaran yang besar, kamu bisa mengajukan asuransi kebakaran untuk dana pengganti properti yang rusak.

Pentingnya Memiliki Asuransi Kebakaran

Menurut pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, memiliki asuransi kebakaran penting untuk menjaga aset propertinya. Sebab, asuransi kebakaran tidak hanya mengelola risiko karena korsleting listrik, melainkan karena sambaran petir (Lightning), ledakan (Explosion), dan kejatuhan pesawat terbang (Aircraft Impact), dan asap (Smoke) atau yang biasa disebut FLEXAS.

Dia menyebut penyebab FLEXAS ini adalah jaminan dasar, sementara penyebab kebakaran lain masuk dalam jaminan perluasan misalnya rumah rusak karena huru-hara, gempa, dan banjir. Huru-hara di sini maksudnya adalah kerusakan rumah karena adanya kerusuhan seperti kerusuhan Mei 1998.


“Kalau ingin perluasan atau jaminan yang lebih luas biasanya terhadap huru hara, gempa bumi, banjir, harus menambah premi,” kata Irvan Rahardjo saat dihubungi detikProperti, Selasa (30/7/2024).

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia, Andy Samuel juga mengatakan memiliki asuransi kebakaran ini bukan hanya untuk rumah-rumah hunian, melainkan properti yang digunakan sebagai tempat bisnis juga.

“Pada intinya, asuransi ini penting, mempertimbangkan risiko kebakaran itu sumbernya bisa dari mana aja. Bisa dari faktor internal dan eksternal, mau itu sifatnya teknis maupun faktor human error. Terutama untuk pelaku bisnis, tentunya ketika terjadi risiko kebakaran atau gempa bumi akan mengganggu operasional bisnis mereka. Karena seperti produk asuransi kebakaran bukan hanya dapat menjamin risiko terbakarnya sebuah properti, tetapi dapat melindungi juga dari risiko seperti petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap,” ujar Andy dalam keterangannya, Selasa (30/4/2024) lalu.

“Sedangkan untuk asuransi gempa bumi (yang bisa menjadi perluasan jaminan dari asuransi kebakaran), dapat menjamin kejadian gempa bumi itu sendiri, serta letusan gunung berapi, kebakaran dan Ledakan yang mengikuti terjadinya Gempa Bumi dan atau Letusan Gunung Berapi,” tambahnya.

Ketentuan Pengajuan Asuransi Kebakaran

Irvan mengatakan untuk pengajuan asuransi kebakaran bisa langsung mengunjungi perusahaan asuransi terdekat. Kamu juga bisa memeriksa secara online melalui website atau menelpon call center.

“Tinggal pilih dari daftar perusahaan asuransi dari daftar asosiasi asuransi umum. Nanti kita hubungi mereka lewat website, call center, mengisi proposal form, dan seterusnya. Nanti pihak asuransi akan mengadakan survei, kalau survei sudah disetujui, mereka akan membuat police dan tagihan premi. Terus kita membayar premi,” jelasnya.

Dia menegaskan asuransi kebakaran ini bisa mengatasi risiko 100% sesuai dengan nilai pertanggungannya atau nilai rumah yang diasuransikan. Nilai dana yang harus dibayar atau preminya menurut Irvan sekitar 0,25% yang dibayarkan per tahun. Sejak asuransi disetujui, dana bisa cair dalam waktu 30 hari.

“Seratus persen, sesuai dengan nilai pertanggungannya. Nilai pertanggungan itu sesuai dengan nilai kondisi baru. Jadi rumah itu dalam kondisi baru,” imbuhnya.

Kemudian, asuransi kebakaran ini dapat cair untuk semua properti yang terbakar, tetapi dilihat kembali tingkat risikonya. Sebab, dana yang harus dibayarkan akan berbeda bila rumah tersebut berada di wilayah yang rawan terjadi kebakaran seperti dekat pabrik dan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi).

“Umumnya bisa (semua mendapat asuransi), tinggal mereka akan menilai tingkat risikonya seperti apa. Kalau berdekatan dengan objek-objek yang mudah terbakar, misalnya pabrik, itu preminya akan lebih mahal,” pungkasnya.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Tahan Panas, 6 Tanaman Ini Cocok Ditanam Saat Musim Kemarau


Jakarta

Memasuki musim kemarau, tanaman butuh disiram sesering mungkin agar tetap segar meski terpapar matahari. Namun, jika kamu tidak memiliki waktu sesering itu untuk menyiram tanaman, kamu bisa beralih menanam tanaman yang cocok saat musim kemarau.

Jenis tanaman ini akan tetap subur meski tidak sering mendapat air. Tanaman ini biasanya memiliki mekanisme khusus sehingga cadangan air dapat bertahan lama dan tidak cepat menguap.

Melansir dari berbagai sumber, Rabu (31/7/2024), berikut beberapa tanaman yang cocok ditanam saat musim kemarau.


1. Bougenville

Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut.Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut. Foto: ANDHIKA PRASETIA

Melansir dari Good House Keeping, Bougenville adalah tanaman yang kerap ditemui di Indonesia. Tanaman ini mempunyai bunga yang berwarna-warni dengan tekstur tipis seperti kertas, maka tumbuhan ini sering disebut bunga kertas.

Tanaman ini cocok di daerah tropis dan bisa merambat. Tetapi jika diletakkan di dalam pot tetap bisa tumbuh tinggi yang diatur agar tidak berat di satu sisi.

2. Kaktus

Group of cactus in a pot in the garden. Small decorative plant.Group of cactus in a pot in the garden. Small decorative plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/yod67

Menurut detikEdu, kaktus adalah tumbuhan yang terkenal dapat hidup di daerah yang memiliki curah hujan yang rendah dan tandus. Cara menyesuaikan dirinya dengan memfungsikan batang sebagai tempat menyimpan air. Pada setiap batang kaktus terdapat daun kecil yang terlihat seperti duri. Bentuknya ini disesuaikan dengan mekanisme bertahan hidup kaktus yakni butuh menghemat penguapan air.

3. Rosemary

rosemaryrosemary Foto: Getty Images/Tom Merton

Rosemary adalah tanaman herbal yang baik untuk kesehatan. Selain itu, tanaman tersebut juga sering digunakan dalam masakan. Asal tumbuhan ini dari wilayah Mediterania yang hangat sehingga dia dapat bertahan di musim kemarau.

4. Bunga Matahari

A field of blossoming sunflowers is pictured in the outskirts of Frankfurt, Germany, before sunrise on Monday, July 24, 2023. (AP Photo/Michael Probst)A field of blossoming sunflowers is pictured in the outskirts of Frankfurt, Germany, before sunrise on Monday, July 24, 2023. (AP Photo/Michael Probst) Foto: AP/Michael Probst

Bunga satu ini sangat menyukai matahari menurut House Digest. Bunga yang lebar dengan warna yang cerah membuat tampilannya banyak disukai orang-orang. Di luar negeri, tanaman ini juga banyak berbunga saat musim panas.

5. Lavender

Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

Bunga lavender terkenal dengan warna ungunya. Bunga satu ini memiliki aroma yang menenangkan. Bentuknya mirip dengan bunga snapdragon. Ternyata selain tampilannya yang indah, bunga lavender cocok untuk ditanam di musim kemarau menurut Good House Keeping.

6. Lidah Mertua

Ilustrasi tanaman lidah mertuaIlustrasi tanaman lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

Tanaman hias satu ini berbentuk memanjang berwarna hijau. Tampilannya mirip dengan lidah buaya, tetapi tidak begitu tebal. Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cocok Buat yang Sibuk, 7 Tanaman Ini Tetap Subur Meski Jarang Disiram


Jakarta

Tanaman adalah salah satu dekorasi yang tidak bisa dipisahkan dari rumah. Rumah tanpa tanaman akan terlihat gersang dan ‘kosong’. Bagi kamu yang kesulitan untuk menyiram tanaman setiap hari, ada tanaman yang tahan terhadap panas dan air sehingga tidak perlu disiram setiap hari.

Jenis tanaman seperti ini cocok untuk rumah di iklim tropis yang mengalami kemarau. Bentuknya pun tidak kalah menarik dengan tanaman hias lainnya, bahkan beberapa ada yang berkhasiat bagi kesehatan atau kebersihan udara di dalam rumah.

Melansir dari laman The Plan Collection, Rabu (31/7/2024) berikut adalah 7 tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa sering disiram.


1. Kaktus

KaktusKaktus Foto: (istimewa)

Sudah jadi rahasia umum jika kaktus adalah tanaman hias yang tidak perlu sering disiram. Kaktus sudah terbiasa bertahan hidup di iklim kering, sehingga bisa bertahan hidup sampai empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

Perawatannya, kamu perlu menyiram kaktus dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Kamu juga bisa memasukkan kaktus ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Simpan kaktus di ruangan dengan banyak cahaya alami agar kaktus dapat tumbuh subur.

2. Spider Plant (Lili Paris)

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Meskipun tidak memiliki bunga, tanaman Spider Plant atau lili paris adalah tanaman hias yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini juga susah mati. Ternyata di balik tampilannya, tanaman ini bagus untuk menyaring udara di dalam ruangan.

Perawatannya juga mudah, kamu hanya perlu menyiramnya seminggu sekali di musim kemarau. Daunnya tidak mudah layu dan bisa dihidupkan kembali meskipun kamu sempat kelupaan untuk menyiramnya. Tanaman ini lebih menyukai cahaya terang tetapi tetap berada di tempat yang teduh.

3. Tanaman Ivy

Ivy in a potIvy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

Tanaman ivy termasuk jenis tanaman hias yang menyukai tanah kering. Tanaman ini hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Lokasi yang pas untuk meletakkan tanaman Ivy adalah tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung, tetapi tidak teduh. Ivy juga bagus diletakkan di rak yang lebih tinggi sehingga batangnya menjuntai ke bawah.

4. Lidah Buaya

Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

Tanaman satu ini terkenal berkhasiat untuk rambut. Selain itu, lidah buaya mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Meskipun banyak khasiatnya, lidah buaya tidak perlu sering disiram dan ia juga menyukai sinar matahari tidak langsung. Kamu cukup menyimpan tanaman di tempat yang terang, tetapi hindari meletakkannya di ambang jendela.

5. Tillandsia (Tanaman udara)

Indoor house plant decoration for Living roomIndoor house plant decoration for Living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

Bagi kamu yang menginginkan tanaman hias yang tidak butuh media tanah, bisa merawat tillandsia atau biasa dikenal dengan air plants (tanaman udara). Tanaman ini tidak memiliki akar. Mereka bertahan hidup dengan menyerap air melalui daunnya yang berbentuk seperti tentakel. Maka dari itu, tanaman ini mudah untuk dirawat karena tidak perlu sering untuk disiram.

Cara merawat tillandsia adalah memasukkannya ke dalam bak cuci selama dua puluh menit setiap seminggu sekali. Tillandsia ini tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang dan tampak menakjubkan baik ditempatkan sendiri di rak atau di dalam terarium kaca.

6. Tanaman Lidah Mertua

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Selanjutnya, ada tanaman lidah mertua yang tidak membutuhkan banyak perawatan tetapi dapat tumbuh dengan baik. Tanaman ini hanya perlu disiram dua kali sebulan. Selama musim hujan atau cuaca dingin, tanaman ini hampir tidak membutuhkan penyiraman sama sekali. Tanaman lidah mertua bisa bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya, meski akan tumbuh lebih besar jika ditempatkan di tempat yang lebih terang.

7. Echeveria

Tanaman satu ini berbentuk kecil seperti kaktus dan memiliki banyak kelopak yang keras. Warna Echeveria yang biasa ditemukan adalah hijau tetapi di bagian ujung-ujungnya terdapat warna lain sehingga terlihat unik.

Sama seperti kaktus, echeveria hanya membutuhkan sedikit penyiraman karena terbiasa dengan kondisi gurun yang ekstrim. Tanaman ini menyukai cahaya, jadi sebaiknya diletakkan di tempat yang terang dan di dalam pot yang memiliki drainase yang baik. Kamu hanya perlu menyiram echeveria sekitar sebulan sekali, atau saat tanahnya sudah benar-benar kering.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Mudah Perawatannya, Ini 7 Jenis Tanaman yang Cocok di Dalam Rumah


Jakarta

Keberadaan tanaman di dalam rumah dapat membawa banyak manfaat. Namun, memang tidak semua tanaman bisa diletakkan di dalam rumah karena ada yang memiliki akar yang besar atau butuh pencahayaan matahari yang maksimal. Lantas, tanaman apa saja yang bisa diletakkan di dalam rumah?

Sebelum memilih tanaman yang pas untuk diletakkan di dalam rumah, kamu harus tau tujuannya. Kamu butuh tanaman untuk memperindah ruangan atau ingin digunakan untuk pengharum ruangan alami, atau sebagai pengusir hama. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui tanaman tersebut perlu disiram sesering mungkin atau tidak.

Agar lebih mudah memilihnya, berikut detikcom rangkumkan beberapa tanaman yang aman diletakkan di dalam rumah. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (31/7/2024), berikut di antaranya.


7 Jenis Tanaman Hias Indoor

1. Bunga Peace Lily

Evergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leavesEvergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leaves Foto: Getty Images/iStockphoto/IKvyatkovskaya

Menurut Gardeners World, tanaman peace lily atau biasa disebut juga dengan Spathiphyllum wallisii adalah tanaman rumah yang populer dengan perawatan yang mudah. Bentuk tanaman peace lily memiliki lengan daun hijau mengkilap dan bunga putih di tengahnya yang disebut spathes.

Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan memang hidup di lingkungan yang hangat dan lembab. Peace lily cocok diletakkan di kamar mandi yang terang. Selain cantik, tanaman ini juga dipercaya bisa membawa hoki dan mampu menyerap zat kimia beracun di dalam ruangan, seperti senyawa kimia pada cat dinding dan peralatan rumah tangga.

2. Palem Kuning

Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

The Spruce mengatakan pohon palem kuning memiliki bentuk yang tinggi, menarik dengan batang halus, warnanya bisa keemasan seperti daun bambu yang mengering. Asaltanamn ini dari Madagaskar dan kerap diletakkan di luar ruangan di daerah yang hangat Amerika Serikat.

Jika ingin merawat palem kuning di dalam rumah, kamu harus memilih lokasi yang terpapar sinar matahari yang cukup, kemudian pastikan tanaman ini mendapat drainase baik, siram saat tanah mulai mengering, dan tidak lupa berikan pupuk secara teratur terutama saat kemarau.

Pohon palem memiliki tingkat pertumbuhan yang lambat hingga sedang dan paling baik ditanam pada musim semi.

3. Tanaman Lidah Mertua

Sansevieria plant in big metal potTanaman Lidah Mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/IKvyatkovskaya

Tanaman lidah mertua cocok diletakkan di dalam ruangan dan menjadi tanaman dalam ruangan karena tidak membutuhkan banyak perawatan, cahaya, dan air. Bagi kamu yang baru pertama kali merawat tanaman dalam ruangan, pilihan utamanya ada tanaman ini.

Selain indah, menurut The Stem, lidah mertua baik dalam menyaring udara di rumah. Alasan penamaan lidah mertua terinspirasi dari bentuk daunnya yang runcing dan ikonik.

4. Lili Paris atau Spider Plant

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Lili paris, tidak seperti bentuk bunga lili, tanaman satu ini lebih mirip rumput yang menjuntai dan tidak kaku. Lili paris termasuk jenis tanaman yang cepat tumbuh, bahkan rekornya mencapai 60 cm.

Tanaman ini mampu menyaring toksin dan menyerap zat-zat kimia yang dihasilkan kulit. Selain itu, tanaman ini juga bisa memberikan kesan alami dalam ruangan. Kamu bisa menggantung tanaman ini dalam pot kecil yang sudah dilubangi supaya bisa tumbuh dengan baik.

5. Tanaman Pachira (Money Plant)

Pachira Aquatica - Guiana Chestnut from Central and South America, commonly sold as a Pachira Aquatica – Guiana Chestnut from Central and South America, commonly sold as a “money tree” Foto: iStock

Tanaman pachira atau money plant adalah tanaman yang sangat disarankan dalam feng shui dan harus dimiliki di dalam rumah karena membawa keberuntungan. Secara ilmiah, money plant bisa memproduksi oksigen pada malam hari sehingga bisa membuat rumah lebih sejuk dan segar. Cara perawatan money plant cukup mudah yakni cukup disiram setiap minggu.

6. Memelong atau Philodendron

Philodendron xanaduPhilodendron xanadu Foto: Getty Images/iStockphoto/Jummie

Menurut The Spruce, memelong merupakan tanaman hias yang cocok diletakkan di dalam rumah karena mudah perawatannya.Ketika merawat tanaman ini, pastikan lokasinya berada di tempat yang terang, tetapi tidak terkena matahari langsung. Tempatkan di tempat dengan cahaya terang namun tidak langsung di dekat jendela yang terkena sinar matahari.

Manfaat dari memelong adalah menyaring udara di rumah. Namun, jauhkan tanaman ini dari jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan karena terdapat kristal kalsium oksalat yang cukup berisiko jika terkonsumsi.

7. Lidah Buaya

Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

Lidah buaya menjadi tanaman sejuta umat yang paling disukai, baik sebagai tanaman kebun ataupun tanaman dalam ruangan. Lidah buaya bisa menghancurkan senyawa benzena yang buruk bagi kesehatan. Senyawa benzena itu sendiri biasanya terkandung di dalam cat dinding rumah. Menurut Good Housekeeping, lidah buaya harus diletakkan di area yang mudah terkena sinar matahari dan tidak masalah jarang disiram seperti dua minggu sekali.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Tanaman Hias yang Irit Air, Seminggu Nggak Disiram Masih Segar


Jakarta

Merawat tanaman sebenarnya mudah asalkan pintar memilih tanaman yang sesuai. Kebanyakan orang enggan menanam banyak tanaman di rumah karena repot untuk menyiramnya. Padahal jenis tanaman yang irit air dan tak perlu sering disiram banyak jenisnya.

Tanaman-tanaman ini memiliki mekanisme penyimpanan air dalam waktu lama karena minim penguapan. Biasanya tanaman-tanaman ini memang tumbuh di kawasan tropis atau iklim yang ekstrem.

Lantas, apa saja jenis tanaman yang irit air dan tak perlu sering disiram? Melansir dari Better Homes and Garden, Kamis (1/8/2024), berikut di antaranya.


1. Lidah Buaya

tanaman lidah buayatanaman lidah buaya Foto: istimewa

Tidak perlu diragukan lagi, tanaman lidah buaya memiliki segudang kegunaan. Mulai dari dekorasi yang pas di rumah, bermanfaat untuk kesehatan serta kecantikan. Kelebihan lainnya adalah lidah buaya ini adalah tanaman yang irit air. Kamu tidak perlu sering menyiram tanaman ini. Kamu bisa menyiram tanaman ini jika dirasa tanah di sekitarnya terlihat kering. Selain itu, kamu harus meletakkan lidah buaya di lokasi yang sejuk, tidak terpapar sinar matahari.

2. Sirih Gading

Golden pothos background.Devil's ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house.Golden pothos background.Devil’s ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nalin Prutimongkol

Tanaman rambat satu ini memiliki warna hijau muda yang indah. Tanaman satu ini mudah ditemukan di Indonesia, tetapi jangan sampai kamu memakan tanaman ini karena mengandung kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan

Tanaman yang juga disebut dengan Pothos ini adalah tanaman yang irit air, bahkan dia bisa hidup tanpa bantuan tanah dan sinar matahari langsung. Asalkan dalam ruangan tersebut memiliki cahaya dan air, sirih gading dapat tumbuh.

3. Howarthia

HowarthiaHowarthia Foto: Marty Baldwin via Better Homes & Garden

Tanaman hias satu ini memiliki bentuk yang unik. Howarthia termasuk tanaman yang mudah dirawat bahkan karena tidak butuh banyak air dan lebih menyukai tanah yang kering di dalam potnya.

4. Lidah Mertua

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Tanaman hias satu ini berbentuk memanjang berwarna hijau. Tampilannya mirip dengan lidah buaya, tetapi tidak begitu tebal. Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

5. Pohon Dolar

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Warna daun pohon dolar hampir mirip dengan Aspidistra Elatior, hijau tua mengkilat. Namun, ukurannya kecil-kecil seperti koin logam. Jika dilihat dari jauh terlihat seperti bunga palsu karena mengkilat permukaannya dan kaku.

Tanaman ini irit air dan cukup diletakkan di daerah yang terpapar cahaya, meski tidak harus cahaya matahari. Namun, perlu diketahui tanaman pohon dolar termasuk tanaman yang tumbuh lambat.

6. Kaktus

KaktusKaktus Foto: (istimewa)

Kaktus adalah tanaman paling terkenal memiliki mekanisme pencegahan penguapan. Kaktus yang berasal dari daerah beriklim ekstrem sudah bias tidak terkena air sehingga perawatannya lebih mudah.

7. Nolina

Nolina.Nolina. Foto: Jacob Fox via Better Homes & Gardens

Tidak banyak yang tahu nama tanaman ini. Mereka hanya familiar dengan sebutan pohon palem. Di luar negeri tanaman ini disebut palem ponytail. Tanaman dalam ruangan ini cukup disiram seminggu sekali dan diletakkan di ruangan minim cahaya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Ada yang Cukup ‘Dicelup’ hingga Kuat Seminggu Tanpa Air


Jakarta

Meletakkan tanaman di dalam rumah adalah cara mendekorasi rumah yang tidak pernah gagal karena bukan hanya mempercantik ruangan, melainkan juga bermanfaat bagi kesehatan. Ada berbagai jenis tanaman yang bisa tumbuh di dalam ruangan dan ada pula yang bagus jika diletakkan di luar ruangan. Kamu bisa mencari jenis tanaman yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Jika kamu sibuk dan tidak ada waktu untuk menyiram tanaman, ada tanaman yang tidak perlu disiram atau tidak memerlukan tanah untuk hidup. Jenis tumbuhan ini cocok untuk ditanam di rumahmu. Kira-kira jenis tanaman apa saja yang memenuhi kriteria tersebut?

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (1/8/2024), berikut detikcom rangkum.


1. Chinese Evergreen

Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

Tanaman pertama yang bisa tumbuh tanpa tanah adalah chinese evergreen atau cemara cina. Tumbuhan ini memiliki dedaunan yang lebat dengan bentuk seperti lidah. Warna daunnya pun beragam, ada yang hijau tua dan hijau muda, atau ada yang corak merah jambu dan hijau kekuningan. Tanaman satu ini harus diletakkan di area yang teduh dan tidak tersorot matahari langsung. Jika ingin dibuat merambat, kamu bisa memotong batangnya dengan panjang minimal 4 inci atau 10 cm.

Perlu diketahui chinese evergreen tidak cocok untuk dikonsumsi karena mengandung kristal kalsium oksalat yang tidak larut, artinya ini bisa berbahaya untuk gangguan pencernaan.

2. Sirih Gading

selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

Tanaman sirih gading atau pothos adalah tanaman rambat yang bisa tumbuh dengan dimasukkan ke dalam air. Tanaman ini bisa tumbuh meski minim sinar matahari. Sama seperti chinese evergreen, sirih gading memiliki kandungan kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan, meskipun tidak sampai membahayakan nyawa.

3. Lucky Bamboo

Lucky bamboo (Dracaena sanderiana) in a glass potLucky bamboo (Dracaena sanderiana) in a glass pot Foto: Getty Images/iStockphoto/bentaboe

Layaknya anakan bambu, lucky bamboo adalah tanaman berbentuk batang panjang berwarna hijau yang dapat tumbuh dengan dimasukkan ke dalam wadah berisi air. Lucky bamboo ini ukurannya tidak sebesar bambu pada umumnya sehingga cocok untuk menjadi tanaman hias, kamu bisa memotong batang induk secara bersih dan tajam sekitar 10-15 cm. Sisakan satu set daun lalu kupas dedaunan agar tidak masuk ke dalam air. Tanaman ini bisa diletakkan di dalam rumah yang jauh dari matahari asalkan terkena sinar lampu.

Bagi yang memiliki hewan peliharaan, perlu berhati-hati dengan tanaman satu ini karena memiliki kandungan berbahaya bagi manusia, tetapi beracun bagi hewan peliharaan.

4. Kaktus

KaktusKaktus Foto: (istimewa)

Sudah jadi rahasia umum jika kaktus adalah tanaman hias yang tidak perlu sering disiram. Kaktus sudah terbiasa bertahan hidup di iklim kering, sehingga bisa bertahan hidup sampai empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

Perawatannya, kamu perlu menyiram kaktus dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Kamu juga bisa memasukkan kaktus ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Simpan kaktus di ruangan dengan banyak cahaya alami agar kaktus dapat tumbuh subur.

5. Spider Plant (Lili Paris)

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Meskipun tidak memiliki bunga, tanaman spider plant atau lili paris adalah tanaman hias yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini dapat bertahan lama. Ternyata di balik tampilannya, tanaman ini bagus untuk menyaring udara di dalam ruangan.

Perawatannya juga mudah, kamu hanya perlu menyiramnya seminggu sekali di musim kemarau. Daunnya tidak mudah layu dan bisa dihidupkan kembali dengan cara disiram. Selain itu, tanaman ini lebih menyukai cahaya terang tetapi tetap berada di tempat yang teduh.

6. Tanaman Ivy

Ivy in a potIvy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

Tanaman ivy termasuk jenis tanaman hias yang menyukai tanah kering. Tanaman ini hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Lokasi yang pas untuk meletakkan tanaman Ivy adalah tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung, tetapi tidak teduh. Ivy juga bagus diletakkan di rak yang lebih tinggi sehingga batangnya menjuntai ke bawah.

7. Lidah Buaya

Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

Tanaman satu ini terkenal berkhasiat untuk rambut. Selain itu, lidah buaya mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Di samping itu, lidah buaya juga mudah perawatannya, tidak perlu sering disiram dan menyukai sinar matahari tidak langsung. Kamu cukup menyimpan tanaman di tempat yang terang, tetapi hindari meletakkannya di ambang jendela.

8. Tillandsia (Tanaman udara)

Indoor house plant decoration for Living roomIndoor house plant decoration for Living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

Bagi kamu yang menginginkan tanaman hias yang tidak butuh media tanah, bisa merawat tillandsia atau biasa dikenal dengan air plants (tanaman udara). Tanaman ini tidak memiliki akar. Mereka bertahan hidup dengan menyerap air melalui daunnya yang berbentuk seperti tentakel. Maka dari itu, tanaman ini mudah untuk dirawat karena tidak perlu sering untuk disiram.

Cara merawat tillandsia adalah memasukkannya ke dalam bak cuci selama dua puluh menit setiap seminggu sekali. Tillandsia dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang dan tampak menakjubkan baik ditempatkan sendiri di rak atau di dalam terarium kaca.

9. Tanaman Lidah Mertua

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Selanjutnya, ada tanaman lidah mertua yang tidak membutuhkan banyak perawatan, tetapi dapat tumbuh dengan baik. Tanaman ini hanya perlu disiram dua kali sebulan. Selama musim hujan atau cuaca dingin, tanaman ini hampir tidak membutuhkan penyiraman sama sekali. Tanaman lidah mertua bisa bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya, meski akan tumbuh lebih besar jika ditempatkan di tempat yang lebih terang.

10. Howarthia

HowarthiaHowarthia Foto: Marty Baldwin via Better Homes & Garden

Tanaman hias satu ini memiliki bentuk yang unik. Howarthia termasuk tanaman yang mudah dirawat bahkan karena tidak butuh banyak air dan lebih menyukai tanah yang kering di dalam potnya.

11. Pohon Dolar

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Warna daun pohon dolar hampir mirip dengan Aspidistra Elatior, hijau tua mengkilat. Namun, ukurannya kecil-kecil seperti koin logam. Jika dilihat dari jauh terlihat seperti bunga palsu karena mengkilat permukaannya dan kaku.

Tanaman ini irit air dan cukup diletakkan di daerah yang terpapar cahaya, meski tidak harus cahaya matahari. Namun, perlu diketahui tanaman pohon dolar termasuk tanaman yang tumbuh lambat.

12. Nolina

Nolina.Nolina. Foto: Jacob Fox via Better Homes & Gardens

Tidak banyak yang tahu nama tanaman ini. Mereka hanya familiar dengan sebutan pohon palem. Di luar negeri tanaman ini disebut palem ponytail. Tanaman dalam ruangan ini cukup disiram seminggu sekali dan diletakkan di ruangan minim cahaya.

13. Bougenville

Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut.Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut. Foto: ANDHIKA PRASETIA

Melansir dari Good House Keeping, Bougenville adalah tanaman yang kerap ditemui di Indonesia. Tanaman ini mempunyai bunga yang berwarna-warni dengan tekstur tipis seperti kertas, maka tumbuhan ini sering disebut bunga kertas.

Tanaman ini cocok di daerah tropis dan bisa merambat. Tetapi jika diletakkan di dalam pot tetap bisa tumbuh tinggi yang diatur agar tidak berat di satu sisi.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com