Tag Archives: kesehatan

10 Jus Buah dan Sayur yang Cocok untuk Diet, Bantu Turunkan BB

Jakarta

Ada banyak cara untuk bisa menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Selain dimakan langsung atau direbus, beberapa buah dan sayuran dapat diolah menjadi jus.

Nah, ada sejumlah jus buah dan sayur yang cocok untuk diet. Selain membuat badan lebih sehat, dengan mengkonsumsinya secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan.

Hanya saja, membuat jus buah dan sayur sebaiknya menggunakan sedikit gula saja. Bahkan, detikers tak perlu menambahkan susu kental manis karena dapat menghilangkan kandungan nutrisi serta memicu penyakit.


Jika detikers sedang menjalani program diet, simak beberapa jus buah dan sayuran yang cocok untuk diet dalam artikel ini.

Jus Buah dan Sayur untuk Diet

Ada sejumlah jus buah dan sayur yang dapat membantu turunkan berat badan. Dilansir situs Healthline dan LifeMD, berikut jus yang cocok untuk diet:

1. Jus Seledri

Jus seledri disebut dapat membantu menurunkan berat badan, sehingga cocok bagi kamu yang sedang diet. Soalnya, seledri mengandung rendah kalori dan 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air.

Menurut studi yang dipublikasikan pada 2023, mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung rendah kalori dapat memberikan efek positif dalam menurunkan berat badan.

2. Jus Delima

Jus delima bisa menjadi pilihan terbaik bagi detikers yang sedang diet. Delima termasuk buah yang rendah kalori serta mengandung polifenol.

Sebuah studi pada 2023 mengungkapkan bahwa kandungan polifenol pada jus delima dapat menekan hawa nafsu makan. Selain itu, kandungan antioksidan dalam buah ini dapat meminimalisir peradangan.

3. Jus Buah Bit

Bit juga termasuk salah satu buah yang kaya antioksidan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan tinggi dalam buah bit dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI) pada orang obesitas.

Selain itu, antioksidan juga membantu menurunkan berat badan karena dapat mendorong pemecahan sel-sel lemak. Buah bit juga rendah kalori dan tinggi serat, sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

4. Jus Wortel

Wortel merupakan salah satu sayuran yang tinggi nutrisi dan kaya serat. Mengkonsumsi wortel secara rutin diyakini mampu menekan hawa nafsu makan sekaligus memberikan rasa kenyang.

Wortel juga kaya akan karotenoid. Sebuah studi menunjukkan bahwa pengidap obesitas yang rutin mengkonsumsi karotenoid setiap hari dapat menurunkan lemak di perut secara signifikan.

5. Jus Nanas

Rekomendasi jus untuk diet berikutnya adalah nanas. Buah berwarna kuning ini ternyata mengandung enzim bromelain yang mampu meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

Selain itu, bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lainnya, seperti lipase yang fungsinya untuk mencerna lemak dan menekan hawa nafsu makan.

Nanas juga merupakan buah katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

6. Jus Buah Naga

Buah naga kaya akan serat yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus mencegah sembelit. Selain itu, buah berwarna ungu ini juga rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan.

7. Jus Timun

Meski biasanya dimakan secara langsung, tapi timun juga bisa diolah menjadi jus sehat dan menyegarkan. Timun yang rendah kalori dan mengandung banyak air dapat mengurangi asupan kalori harian serta mencapai defisit kalori.

Selain itu, timun juga kaya serat yang dapat membantu menurunkan berat badan sekaigus memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat menekan hawa nafsu makan.

8. Jus Semangka

Jus semangka bisa menjadi opsi menarik bagi detikers yang kesulitan menurunkan berat badan. Sebab, buah ini termasuk rendah kalori dan mengandung sejumlah nutrisi lainnya, seperti antioksidan, vitamin A, hingga vitamin C

Semangka termasuk buah yang mengandung banyak air. Jika dikonsumsi secara rutin, buah ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga kamu jadi nggak mudah lapar.

9. Jus Sayuran Hijau

Jus sayuran hijau bisa jadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan. Sebab, sayuran hijau mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, mulai dari serat, antioksidan, dan rendah gula.

Adapun beberapa sayuran hijau yang bisa dinikmati sebagai jus sehat, seperti bayam, kale, brokoli, dan peterseli. Kamu juga bisa menambahkan apel hijau atau timun ke dalam jus agar lebih nikmat.

10. Jus Pare

Banyak masyarakat yang umumnya tidak suka pare karena rasanya pahit. Namun siapa sangka, pare yang bisa diolah menjadi jus dapat membantu menurunkan berat badan, lho.

Sebagai informasi, pare dapat merangsang hati dan memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Selain itu, pare juga termasuk sayur rendah kalori sehingga cocok bagi yang sedang diet.

Dilansir BBC Good Food, meminum jus buah dan sayur dapat membantu tubuh lebih berenergi bahkan bisa menurunkan berat badan, tapi hanya berlaku dalam jangka pendek. Jadi, sebaiknya imbangi dengan olahraga yang cukup, menjaga pola tidur di malam hari, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Jika kamu ragu apakah program diet yang dilakukan berhasil atau tidak, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Cari tahu juga apakah kamu memiliki risiko terhadap kesehatan jika menerapkan diet.

Itu dia 10 jus buah dan sayur yang cocok untuk diet. Semoga berat badan detikers dapat turun!

(ilf/fds)



Sumber : health.detik.com

Catat Waktu Makan yang Tepat Agar Berat Badan Turun

Jakarta

Mengatur waktu makan ternyata bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga berdampak pada metabolisme tubuh yang berhubungan dengan keberhasilan menurunkan berat badan. Lalu, kapan waktu terbaik untuk makan agar berar badan bisa turun?

Dikutip dari Eating Well, meskipun tidak ada panduan waktu makan yang pasti dan cocok untuk semua orang, beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu makan tertentu dapat mendukung usaha penurunan berat badan.

Sarapan

Saat tidur, tubuh berada dalam kondisi “berpuasa,” dan banyak orang mendapat manfaat kesehatan dari memperpanjang periode puasa ini.


Para ahli merekomendasikan agar jeda antara makan malam dan makan pertama keesokan harinya berlangsung setidaknya 12 jam untuk mendukung kesehatan, termasuk mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi sel, mengurangi stres, dan memperbaiki kesehatan pencernaan, sebagaimana disampaikan dalam tinjauan tahun 2019 pada jurnal Nutrients.

Ada beberapa cara untuk menerapkan hal ini. Misalnya, jika makan malam selesai pukul 19.00, sarapan bisa dimulai sekitar pukul 07.00.

Namun, bagi yang menjalani puasa intermiten atau kurang menyukai sarapan, makan malam dapat berakhir pukul 19.00, dan makan pertama hari berikutnya dilakukan setelah pukul 11.00.

Kedua hal ini dapat membantu penurunan berat badan, baik dengan sarapan rutin maupun dengan puasa intermiten yang melewatkan sarapan. Namun, dua hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan jeda 12 jam antara makan malam dan waktu makan berikutnya tetap terjaga
  • Pastikan untuk memilih makanan yang bergizi dan mengenyangkan

Makan Siang

Waktu makan siang mungkin tidak berpengaruh sebesar sarapan atau makan malam terhadap penurunan berat badan.

Namun, idealnya, makan siang menjadi waktu makan terbesar bersama dengan sarapan (jika dilakukan), sejalan dengan ritme sirkadian tubuh yang lebih efektif dalam mencerna dan mengolah makanan pada awal hari.

Mengonsumsi sebagian besar kalori di pagi hingga siang hari secara biologis lebih menguntungkan karena tubuh membutuhkan energi untuk aktivitas fisik dan mental pada saat-saat ini.

Pandangan umum di kalangan ahli kesehatan mendukung makan siang besar untuk membantu memenuhi kebutuhan energi harian yang dibutuhkan saat aktivitas sedang berlangsung.

Makan Malam

Waktu makan malam disarankan lebih awal, setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.

Menghindari makan larut malam membantu mengurangi keinginan ngemil dan memberi tubuh waktu yang cukup untuk mencerna makanan sebelum beristirahat, sehingga tidur bisa lebih berkualitas.

Tidur dengan perut yang terlalu kenyang dapat mengurangi kualitas tidur dan mempengaruhi hormon yang berkaitan dengan penurunan berat badan, terutama jika kekurangan tidur terjadi terus-menerus.

Bagi pengidap asam lambung, tidur dengan perut kenyang juga dapat memperburuk kondisi ini dan mengganggu tidur.

Menurut penelitian tahun 2021 dalam Current Opinion in Biotechnology, ritme sirkadian tubuh memungkinkan proses pembakaran kalori, pengaturan glukosa, dan pencernaan berjalan lebih efisien di pagi hari.

Maka dari itu, makan malam lebih awal, misalnya pada pukul 17.00 daripada pukul 20.00, bisa membantu menurunkan berat badan dengan lebih baik melalui penyesuaian waktu makan terhadap jam internal tubuh.

Mengatur waktu makan malam lebih awal juga memperpanjang periode tanpa makanan di malam hari, yang dapat membantu pembakaran lemak serta mengatur hormon yang mempengaruhi nafsu makan, keinginan makan, dan kadar gula darah.

(kna/kna)



Sumber : health.detik.com

Pejuang Diet Merapat, 5 Teh Ini Bisa Bantu Pangkas Lemak Lebih Cepat

Jakarta

Seperti halnya kopi, teh merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh memiliki beragam varian dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda.

Beberapa varian teh juga terbukti secara ilmiah bermanfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan. Teh-teh tersebut mengandung senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, sehingga mendukung penurunan berat badan yang lebih optimal.

Namun ingat, khasiat penurun berat badan dari teh tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan pola makan seimbang dan olahraga yang teratur.


Lantas, apa saja jenis teh yang terbukti dapat mendukung penurunan berat badan? Dikutip dari Eat This, berikut daftarnya.

1. Teh Hijau

Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Studi yang diterbitkan di International Journal of Environmental and Public Health pada 2022 menunjukkan konsumsi teh hijau dalam jumlah besar dapat menurunkan risiko obesitas hingga 44 persen.

Khasiat ini berasal dari katekin yang ada dalam teh hijau, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG). EGCG diketahui dapat meningkatkan laju metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.

2. Teh Hitam

Tak hanya teh hijau, khasiat penurun berat badan juga dimiliki teh hitam. Sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Molecules pada 2016 menemukan teh hitam mengandung polifenol yang memiliki sifat antiobesitas. Polifenol ini juga dapat membantu mengurangi berat badan dan lemak visceral.

Studi lain yang dilakukan pada 2014 menunjukkan partisipan yang mengonsumsi tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih besar dibanding partisipan yang tidak minum teh hitam.

3. Teh Putih

Seperti halnya teh hijau, teh putih juga dapat meningkatkan laju metabolisme dan oksidasi lemak. Keduanya dapat berperan dalam pengelolaan berat badan secara keseluruhan.

Studi yang diterbitkan di Food Safety and Health juga menunjukkan teh putih memiliki manfaat dalam mengurangi berat badan dan lemak visceral.

4. Teh Oolong

Oolong adalah jenis teh yang daunnya mengalami proses oksidasi sebagian. Penelitian menunjukkan teh oolong mengandung polifenol yang dikaitkan dengan peningkatan metabolisme dan penurunan lemak di perut.

Penelitian lain menunjukkan polifenol yang terkandung dalam teh oolong juga dapat membantu mengurangi jaringan lemak visceral.

5. Teh Pu-erh

Teh pu-erh adalah jenis teh yang diolah melalui proses fermentasi daun tanaman Camellia sinensis, tanaman yang juga digunakan untuk membuat teh hijau, teh hitam, oolong, dan teh putih.

Khasiat teh pu-erh untuk menurunkan berat badan pun sudah terbukti secara ilmiah. Sebuah studi yang diterbitkan di Phytotherapy Research pada 2014 menemukan pria dengan sindrom metabolik yang mengonsumsi teh pu-erh mengalami penurunan berat badan dan indeks massa tubuh.

Studi lain yang diterbitkan di Nutrition Research juga menunjukkan ekstrak teh pu-erh dapat membantu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, dan lemak visceral pada pria dewasa di Jepang.

(ath/kna)



Sumber : health.detik.com

Berat Badan Stuck Susah Turun? Mungkin karena Masih Keseringan Minum Ini


Jakarta

Berat badan yang stuck selama proses penurunan berat badan merupakan hal yang umum dialami ketika seseorang sedang diet. Selain makanan dan olahraga, rupanya ini juga dapat berkaitan dengan apa yang diminum.

Ahli diet Annemarie Abburow membagikan sebuah perubahan kecil yang mungkin dapat memperlancar proses diet, yaitu dengan menghindari jus buah. Jus buah memang sehat, namun kandungan gula yang ada di dalamnya sering diremehkan, sehingga orang cenderung akan mengonsumsinya secara berlebihan.

Ketika jus buah dikonsumsi berlebihan, maka kandungan gula yang terlalu banyak dapat memberikan dampak kurang baik untuk kesehatan. Belum lagi banyak produk jus kemasan yang memberikan gula tambahan.


“Meskipun jus buah merupakan sumber vitamin yang baik, jus buah mengandung banyak gula, karena proses pembuatan jus melepaskan gula alami dari sel-sel buah,” kata Abburow dikutip dari Mirror, Minggu (20/10/2024).

Sebagai gantinya, ia menyarankan masyarakat untuk beralih ke air putih yang bebas gula. Abburow juga lebih menyarankan orang-orang untuk mengonsumsi buah potong utuh, dibandingkan dengan jus buah.

Pola makan yang tinggi gula tidak hanya membuat tubuh lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan. Namun, juga dapat menimbulkan komplikasi. Konsumsi jangka panjang secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga jantung koroner.

Meta-analisis dari 42 penelitian, yang diterbitkan dalam JAMA Paediatrics, segelas besar jus buah 100 persen setiap hari dapat menyebabkan penambahan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa.

Menurut peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, setiap porsi tambahan jus 100 persen per hari dikaitkan dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi sebesar 0,03 pada anak dan 0,02 untuk orang dewasa.

“Segelas jus jeruk sama dengan tiga buah jeruk yang dapat dihabiskan dalam satu atau dua menit, dan kita dapat kembali dan makan lagi, dan itu akan menambah banyak kalori dan menyebabkan lonjakan glukosa darah,” kata penulis studi.

Bukannya tidak boleh mengonsumsi jus buah. Terpenting adalah masyarakat bisa memperhatikan jumlah porsi jus buah yang dikonsumsi.

(avk/up)



Sumber : health.detik.com

Berat Badan Stuck Susah Turun? Mungkin karena Masih Keseringan Minum Ini


Jakarta

Berat badan yang stuck selama proses penurunan berat badan merupakan hal yang umum dialami ketika seseorang sedang diet. Selain makanan dan olahraga, rupanya ini juga dapat berkaitan dengan apa yang diminum.

Ahli diet Annemarie Abburow membagikan sebuah perubahan kecil yang mungkin dapat memperlancar proses diet, yaitu dengan menghindari jus buah. Jus buah memang sehat, namun kandungan gula yang ada di dalamnya sering diremehkan, sehingga orang cenderung akan mengonsumsinya secara berlebihan.

Ketika jus buah dikonsumsi berlebihan, maka kandungan gula yang terlalu banyak dapat memberikan dampak kurang baik untuk kesehatan. Belum lagi banyak produk jus kemasan yang memberikan gula tambahan.


“Meskipun jus buah merupakan sumber vitamin yang baik, jus buah mengandung banyak gula, karena proses pembuatan jus melepaskan gula alami dari sel-sel buah,” kata Abburow dikutip dari Mirror, Minggu (20/10/2024).

Sebagai gantinya, ia menyarankan masyarakat untuk beralih ke air putih yang bebas gula. Abburow juga lebih menyarankan orang-orang untuk mengonsumsi buah potong utuh, dibandingkan dengan jus buah.

Pola makan yang tinggi gula tidak hanya membuat tubuh lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan. Namun, juga dapat menimbulkan komplikasi. Konsumsi jangka panjang secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga jantung koroner.

Meta-analisis dari 42 penelitian, yang diterbitkan dalam JAMA Paediatrics, segelas besar jus buah 100 persen setiap hari dapat menyebabkan penambahan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa.

Menurut peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, setiap porsi tambahan jus 100 persen per hari dikaitkan dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi sebesar 0,03 pada anak dan 0,02 untuk orang dewasa.

“Segelas jus jeruk sama dengan tiga buah jeruk yang dapat dihabiskan dalam satu atau dua menit, dan kita dapat kembali dan makan lagi, dan itu akan menambah banyak kalori dan menyebabkan lonjakan glukosa darah,” kata penulis studi.

Bukannya tidak boleh mengonsumsi jus buah. Terpenting adalah masyarakat bisa memperhatikan jumlah porsi jus buah yang dikonsumsi.

(avk/up)



Sumber : health.detik.com

6 Makanan Ini Bikin Perut Kenyang Tahan Lama, Cocok Dikonsumsi yang Lagi Diet

Jakarta

Mengatur pola makan menjadi alah satu kunci keberhasilan seseorang untuk menurunkan berat badan. Agar diet menjadi lebih mudah,penting untuk memilih makanan yang bisa membuat perut kenyang lebih lama.

Makanan mengenyangkan yang dimaksud kaya akan serat, protein, dan air, yang semuanya berperan dalam memperlambat proses pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

Makanan ini membantu menekan rasa lapar sehingga dapat menghindari keinginan untuk makan berlebihan. Karenanya, proses menjaga berat badan menjadi lebih mudah dan tidak terlalu membatasi. Berikut makanan mengenyangkan yang sehat untuk bantu jaga berat badan, dikutip dari Healthline.


1. Kentang Rebus

Kentang yang dimasak bersama kulitnya adalah sumber vitamin C dan kalium yang baik. Makanan ini memiliki kandungan air dan karbohidrat yang tinggi, serta dilengkapi dengan serat dan protein dalam jumlah sedang, namun hampir tidak mengandung lemak.

Dibandingkan sumber karbohidrat lain, kentang terbukti lebih mengenyangkan. Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa mengonsumsi kentang bersama daging dan sayuran memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan dengan nasi atau pasta.

Hal ini dikarenakan kepadatan energinya yang rendah, sehingga dengan jumlah karbohidrat yang sama, porsi kentang bisa lebih besar, meningkatkan volume makanan yang dikonsumsi dan mempercepat rasa kenyang.

2. Telur

Telur merupakan sumber protein yang sangat baik dan padat nutrisi. Sebagian besar nutrisi penting, seperti antioksidan lutein dan zeaxanthin, yang bermanfaat bagi kesehatan mata, ditemukan dalam kuning telur.

Telur juga mengandung protein berkualitas tinggi, satu butir telur besar mengandung sekitar 6 gram protein lengkap dengan sembilan asam amino esensial.

Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi telur untuk sarapan dapat membuat seseorang merasa lebih kenyang dan mengurangi asupan kalori pada waktu makan berikutnya, dibandingkan dengan sarapan sereal dan susu. Oleh karena itu, telur tidak hanya kaya nutrisi tetapi juga membantu dalam pengelolaan nafsu makan.

3. Oatmeal

Oatmeal, yang terbuat dari oat, merupakan pilihan sarapan yang populer dan sehat. Dengan kandungan kalori yang relatif rendah dan kaya akan serat, terutama serat larut yang disebut beta-glukan, oatmeal menjadi pilihan yang mengenyangkan.

Serat beta-glukan dalam oatmeal membantu memperlambat pengosongan perut dan meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, kemampuan oatmeal untuk menyerap air juga membantu memperbesar volume makanan di dalam lambung, memberikan rasa kenyang lebih lama.

4. Sup

Meskipun sering dianggap bahwa makanan cair kurang mengenyangkan dibandingkan dengan makanan padat, penelitian menunjukkan bahwa sup bisa menjadi pengecualian.

Dalam satu studi, partisipan yang mengonsumsi sup kental atau sup halus dilaporkan merasa lebih kenyang dibandingkan dengan mereka yang makan makanan padat.

Sup halus memberikan efek kenyang terbesar, diikuti oleh sup kental, dan keduanya memperlambat pengosongan perut dibandingkan makanan padat. Ini menunjukkan bahwa sup bisa menjadi pilihan yang baik jika ingin merasa kenyang lebih lama dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

5. Greek Yogurt

Greek yogurt berbeda dari yogurt biasa karena teksturnya yang lebih kental dan kandungan protein yang lebih tinggi. Ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk sarapan atau sebagai camilan sehat yang membantu menjaga rasa kenyang hingga waktu makan berikutnya.

Dalam sebuah penelitian, partisipan yang mengonsumsi greek yogurt sebelum makan pizza dilaporkan makan lebih sedikit pizza dibandingkan dengan partisipan yang mengonsumsi produk susu lainnya.

Ini menunjukkan bahwa greek yogurt tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga dapat membantu mengurangi asupan kalori pada waktu makan berikutnya.

6. Daging Tanpa Lemak

Daging tanpa lemak merupakan sumber protein tinggi yang sangat mengenyangkan. Meningkatkan asupan makanan berprotein tinggi seperti daging dapat membantu mengontrol nafsu makan.

Penelitian menunjukkan bahwa makanan berprotein tinggi berdampak lebih besar pada hormon pengatur rasa lapar dan nafsu makan dibandingkan dengan makanan yang kaya karbohidrat. Mengonsumsi daging dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama, yang membantu mengurangi asupan kalori.

(suc/suc)



Sumber : health.detik.com

Cara Terbaik Minum Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan

Jakarta

Teh hijau memiliki banyak manfaat kesehatan karena kaya kandungan nutrisi dan antioksidan. Salah satu manfaatnya adalah penurunan berat badan.

Teh hijau mengandung kafein dan sejenis flavonoid yang disebut katekin, yang merupakan antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa kedua senyawa ini dapat mempercepat metabolisme. Katekin dapat membantu memecah lemak berlebih, sementara katekin dan kafein dapat meningkatkan jumlah energi yang digunakan tubuh.

Dikutip dari Medical News Today, sebuah tinjauan yang diterbitkan pada tahun 2010 menemukan bahwa suplemen teh hijau, yang mengandung katekin atau kafein, memiliki dampak kecil tetapi positif pada penurunan berat badan dan pengelolaan berat badan. Tinjauan yang lebih baru menyelidiki penggunaan klinis teh hijau untuk merangsang penurunan berat badan pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.


Minum antara 2 dan 3 cangkir teh hijau panas sepanjang hari seharusnya cukup untuk melengkapi penurunan berat badan. Jumlah pastinya akan bervariasi dari orang ke orang, tergantung pada seberapa banyak kafein yang mereka konsumsi dan metabolisme alami mereka.

Dikutip dari National Library of Medicine, suhu ideal untuk menyeduh teh hijau tidak lebih dari 90 derajat celcius. Jika melewati batas itu, kandungan katekin dalam teh hijau bisa rusak sehingga mengurangi khasiatnya untuk menurunkan berat badan.

Meski bermanfaat untuk kesehatan dan penurunan berat badan, konsumsi teh hijau tetap harus dibatasi. Teh hijau mengandung kafein, yang jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan.

Berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan sehat dengan banyak sayuran merupakan strategi penurunan berat badan yang sangat efektif. Teh hijau yang dikonsumsi bersamaan dengan metode ini dapat meningkatkan hasil positif terkait penurunan berat badan.

(kna/kna)



Sumber : health.detik.com

Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


Jakarta

Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


“Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

“Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

“Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

(kna/kna)



Sumber : health.detik.com

Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


Jakarta

Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


“Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

“Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

“Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

(kna/kna)



Sumber : health.detik.com

Transformasi Sukses Pria Inggris usai BB Sempat Sentuh 140 Kg


Jakarta

Pandemi COVID-19 pada 2020 silam membawa perubahan besar dalam hidup Ben Keatley. Akibat lockdown pandemi, pria Inggris itu mengalami kenaikan berat badan signifikan hingga 140 kilogram.

Semua berawal ketika kantor tempat Keatley bekerja memberlakukan aturan work from home (WFH). Saat bekerja dari rumah, Keatley sering melampiaskan kebosanannya dengan melahap makanan yang ada di dapur.

Lambat laun, Keatley mulai merasakan perubahan pada dirinya. Pekerjaan rumah yang ringan pun mulai terasa semakin berat. Bahkan untuk memangkas rumput di pekarangan rumah Keatley harus mengumpulkan tenaga selama seminggu penuh.


“Itu membuat saya merasa stres dan tidak nyaman, dan saya mengerjakannya selama setengah hari. Saya berkeringat sangat banyak,” ujar Keatley dikutip dari Wales Online, Kamis (1/8/2024).

Meskipun begitu, Keatley masih merasa dirinya baik-baik saja dan tidak obesitas. Namun, dia tersadarkan saat bergabung dengan Man V Fat, klub sepakbola pria khusus untuk menurunkan berat badan.

Saat bermain bersama klub tersebut, Keatley sudah kehabisan tenaga dalam lima menit pertama.

“Saya bermain dengan orang-orang yang badannya seukuran saya, tapi saya merasa sangat kelelahan. Saya kehabisan tenaga setelah lima menit, dan saya hampir tidak bisa bergerak,” ucapnya.

Sadar akan kondisi kesehatannya, Keatley berkomitmen untuk tetap berlatih dan menurunkan berat badannya. Selang setahun rutin berlatih sepakbola bersama Man V Fat, Keatley berhasil menurunkan hingga 10 persen massa tubuhnya.

Namun pada awal 2023, Keatley mengalami cedera yang membuatnya harus beristirahat dari aktivitas fisik. Akibatnya, berat tubuhnya kembali membengkak.

Untuk memangkas kelebihan berat badan tersebut, Keatley meningkatkan intensitas olahraganya dengan berolahraga tiga kali seminggu di gym, sembari tetap berlatih sepakbola bersama Man V Fat.

Akhirnya pada Juli 2024, Keatley sukses menurunkan berat badan menjadi 86,4 kilogram, atau sekitar 35 persen dari berat badan awalnya.

“Olahraga juga memberikan saya ruang tersendiri, di luar pekerjaan dan waktu bersama istri. Itu benar-benar membantu meningkatkan kesehatan mental saya dan saya benar-benar menikmatinya,” imbuhnya.

Untuk semakin mendukung proses menurunkan berat badan, Keatley pun mulai mengadopsi diet puasa intermiten.

“Saya makan dalam rentang waktu enam jam, jadi saya makan camilan sore dan makanan sehat, tidak berlebihan. Saya tidak tahu apakah ini berhasil untuk semua orang, tapi ini membantu saya,” tuturnya.

Berat badan yang lebih ideal memberikan banyak perubahan dalam hidup Keatley. Salah satu yang paling dia rasakan adalah saat memilih pakaian.

“Saya masih merasa aneh karena saya bisa membeli pakaian berukuran sedang setelah sekian lama. Saya terbiasa memakai baju dan jeans ukuran XXXL dan saya terus memakainya sampai mereka melar,” katanya.

“Beberapa waktu lalu saya membeli skinny jeans dan sebelumnya saya tidak pernah melakukan itu. Saya biasanya akan mengenakan celana jeans longgar untuk menutupi ukuran paha saya, akan tetapi sekarang saya merasa lebih percaya diri,” tandasnya.

(ath/naf)



Sumber : health.detik.com