Tag: keselamatan listrik

  • Begini 4 Cara Perbaiki Kebocoran Listrik di Rumah


    Jakarta

    Kebocoran listrik adalah kondisi saat arus listrik mengalir di luar jalur yang seharusnya. Kondisinya dapat berbahaya karena listrik dapat menyambar ke benda atau bahkan penghuni rumah.

    Menurut SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya kebocoran listrik akan lebih berbahaya apabila dekat dengan media yang sifatnya penghantar listrik seperti besi dan air.

    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti pada Kamis (31/10/2024).


    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” lanjutnya.

    Selain dapat membahayakan keselamatan, kebocoran listrik juga dapat memicu korsleting listrik dan kebakaran. Peralatan listrik juga jadi cepat rusak karena daya yang diterima bisa jadi lebih besar dari yang bisa diproses.

    Kerugian lainnya adalah tagihan listrik dipastikan membengkak setiap bulan karena pemakaian listrik yang berlebihan meskipun sudah mengurangi penggunaan perangkat elektronik.

    “Tagihan listrik kita kan naik terus ya, maksudnya kayak gede. Jadi kenapa sih masyarakat sering kan kontraknya saya agak bengkak itu (karena kebocoran listrik),” jelasnya.

    Cara Mengatasi Kebocoran Listrik

    1. Cek Listrik di Rumah Bocor atau Tidak

    Apabila kamu merasa tagihan listrik tiap bulan besar nominalnya, sementara penggunaan listrik tidak seberapa, coba periksa kebocoran listrik melalui meteran listrik atau kWh meter. Pastikan meteran listrik di rumah berjenis pra bayar yang memiliki tombol.

    Pada saat mengecek ini, kamu harus mematikan semua perangkat listrik dan mencabut kabel dari stop kontak. Lalu, meteran listrik juga dalam keadaan mati. Setelah itu pencet angkat ’44’ lalu enter.

    Lihat angka yang muncul di layar. Apabila yang muncul angka ‘0’ maka listrik di rumah tidak bocor. Namun, apabila muncul angka lain, maka listrik di rumah kamu mengalami kebocoran.

    “Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” ungkapnya.

    2. Laporkan ke PLN

    Kamu harus segera melaporkan temuanmu itu PLN, bisa dengan menghubungi nomor bantuan atau melalui aplikasi yakni PLN Mobile. Masuk ke fitur ‘ListriQu’ di aplikasi PLN Mobile lalu jelaskan keluhan listrik di rumah.

    3. Tunggu Petugas PLN Datang

    Agar kerusakan tidak parah, lebih baik menunggu pemeriksaan dari PLN. Biaya pemeriksaan tidak dipungut biaya operasional apa pun.

    “Ya (gratis) misalkan hanya pengaduan, kita datang pengecekan,” ujarnya.

    4. Penggantian Kabel

    Apabila letak masalahnya pada pemasangan kabel atau kondisi kabel yang sudah tidak layak, maka ada pergantian kabel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Petir Berbahaya bagi Alat Elektronik di Rumah? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Saat hujan deras disertai angin dan petir, kita sering mendengar nasihat untuk segera mematikan TV, ponsel, atau radio di rumah. Peralatan elektronik itu disebut-sebut bisa tersambar petir.

    Apakah hal tersebut benar dapat terjadi atau sekadar mitos?

    Dilansir dari CNET, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, petir yang menyambar di dekat tiang listrik dapat menyebabkan lonjakan listrik yang menembus ke kabel listrik di sekitarnya.


    Salah satu cara untuk mencegah peralatan listrik tetap aman adalah dengan mencabut kabel peralatan elektronik di rumah. Namun perlu diperhatikan, waktu yang tepat untuk mencabut kabel listrik adalah sebelum petir dan hujan datang, bukan setelah terdengar sambaran petir. Sebab, apabila kamu menyentuh kabel saat terjadi lonjakan arus berisiko tersengat listrik.

    Selain mencabut kabel listrik dari colokan, bisa juga melakukan beberapa langkah antisipasi lainnya. Berikut ini informasinya.

    1. Pasang Alat Pembatas Lonjakan Listrik

    Saat ini sistem listrik di rumah sudah cukup canggih dengan berbagai pelindung, salah satunya adalah alat khusus untuk melindungi atau membatasi lonjakan listrik di rumah. Alat ini dapat mendeteksi lonjakan arus dan secara otomatis mematikan aliran listrik di rumah. Ada pula alat yang cara kerjanya dengan mengurangi arus tersebut.

    2. Hindari Penggunaan Telepon Seluler di Lokasi Terbuka

    Dilansir dari laman Kementerian ESDM, ponsel sebaiknya tidak dalam keadaan tersambung jaringan internet saat hujan badai atau munculnya petir. Jika kamu butuh untuk menyalakan internet, cari tempat yang tertutup dan aman seperti di dalam rumah. Apabila sedang berada di luar sebaiknya atur ponsel dalam mode pesawat (flight mode).

    3. Pasang Instalasi Listrik Grounding

    Pemasangan instalasi listrik di luar jauh lebih berisiko daripada yang tertutup (grounding). Di Indonesia masih banyak yang menggunakan tiang listrik dengan tampilan kabel berantakan. Padahal penyimpanan instalasi listrik di dalam tanah jauh lebih aman dan rapi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran rumah sering kali terjadi akibat korsleting listrik. Hal ini merupakan ancaman yang serius, terutama di kawasan Jakarta.

    Wakil Gubernur DK Jakarta Rano Karno belum lama ini menyatakan 90 persen kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Umumnya, korsleting listrik berawal dari kelalaian manusia dan instalasi listrik.

    Hal ini menunjukkan pentingnya mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Berikut adalah lima langkah penting yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah.


    Cara Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah korsleting listrik, dikutip dari keterangan Schneider Electric.

    1. Cabut Aliran Listrik Perangkat Saat Tidak Digunakan

    Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah korsleting listrik.

    Perangkat seperti dispenser, setrika, kipas angin, dan rice cooker sebaiknya dicabut dari stopkontak setelah digunakan. Tak hanya mengurangi risiko kebakaran, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi listrik harian.

    Selain itu, pastikan stopkontak yang digunakan memiliki kualitas baik dan memenuhi standar keamanan. Stopkontak berbahan plastik tidak tahan panas atau tidak dirancang untuk arus tinggi sehingga berisiko meleleh, terbakar, dan memicu kebakaran.

    2. Periksa dan Rawat Sistem Kelistrikan Secara Teratur

    Kemudian, pemilik juga perlu memeriksa instalasi listrik di rumah secara rutin. Hal ini dapat membantu melindungi rumah dari risiko korsleting listrik.

    Pastikan kabel listrik di area yang sering digunakan seperti dapur, kamar tidur, dan ruang keluarga dalam kondisi baik. Jangan ada stop kontak yang longgar atau kelebihan beban. Lalu, segera ganti perangkat listrik yang sudah usang atau rusak.

    3. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

    Pemilik dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah buat mengantisipasi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik. Tempatkan APAR di titik-titik strategis seperti dapur atau dekat panel listrik. Lalu, pastikan seluruh penghuni tahu cara penggunaan APAR.

    4. Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar Keselamatan

    Pemilik dapat memastikan instalasi listrik di rumah ditangani oleh instalatur yang memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sebagai bukti bahwa teknisi telah memenuhi standar keselamatan kelistrikan nasional dan memiliki kemampuan memasang perangkat listrik dengan benar.

    Selain itu, instalasi listrik juga perlu mengikuti standar teknis yang ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). PUIL mewajibkan penggunaan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dan andal. Salah satu contohnya adalah penggunaan kabel dengan ukuran yang sesuai kapasitas arus listrik guna mencegah panas berlebih atau korsleting.

    Hal ni tak hanya mematuhi regulasi, tapi juga menjaga keselamatan keluarga dan mencegah risiko kebakaran di rumah. Untuk mendukung pemerintah dalam mencegah potensi kebakaran, Schneider Electric menjalankan kampanye nasional ‘Gerakan Listrik Aman’. Kampanye ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi instalatur listrik di lapangan.

    Lebih dari 7.800 instalatur dari 15 asosiasi dan komunitas di 10 kota besar di Indonesia telah menerima pelatihan instalasi listrik hunian dari Schneider Electric. Pelatihan ini tidak menggantikan sertifikasi resmi dari pemerintah, melainkan menjadi pendukung untuk memastikan para instalatur benar-benar siap memasang sistem kelistrikan yang andal dan sesuai regulasi.

    5. Tambahan Proteksi MCB

    Miniature circuit breaker (MCB) atau yang dikenal sebagai anti korsleting adalah perangkat pengaman listrik. Alat ini secara otomatis memutus aliran listrik saat terjadi korsleting atau beban berlebih.

    Pemilik perlu memastikan MCB yang digunakan memiliki kualitas baik dan sesuai standar keamanan. Penggunaan MCB yang murah tanpa jaminan mutu berisiko gagal atau terlambat memutus arus, terutama jika bahan pembuatnya tidak tahan panas.

    Meskipun MCB penting untuk mencegah korsleting dan beban berlebih, perlindungan instalasi listrik tidak cukup dengan satu perangkat saja. Pemilik rumah perlu gawai proteksi arus sisa (GPAS) atau residual current circuit breaker (RCCB). Alat ini berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan arus sekecil 30 mA.

    Penggunaan MCB dan RCCB secara bersamaan menjadi standar wajib dalam instalasi listrik rumah tangga untuk memastikan perlindungan maksimal sesuai regulasi yang berlaku. GPAS atau RCCB Domae dari Schneider Electric memberikan proteksi kelistrikan yang ideal untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen.

    Domae tersedia dalam dua varian sensitivitas. Varian pertama dengan sensitivitas 30 mA membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik. Lalu, varian kedua dengan sensitivitas 300 mA dirancang untuk membantu mencegah potensi bahaya kebakaran akibat arus sisa.

    “Schneider Electric berkomitmen untuk membantu masyarakat mengenali risiko kelistrikan sejak dini dan mendorong penggunaan perangkat proteksi seperti MCB dan RCCB secara tepat. Melalui kampanye Gerakan Listrik Aman, kami secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah nyata untuk mencegah potensi kebakaran di rumah akibat korsleting atau kebocoran arus listrik,” ujar President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

    “Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap sistem kelistrikan yang aman dan sesuai standar, kita dapat melindungi lebih banyak keluarga dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih terlindungi,” sambungnya.

    Peralatan dan alat proteksi listrik adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan rumah. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu menggunakan perangkat yang berkualitas dan andal serta tidak tergoda harga murah.

    Dengan menerapkan lima langkah perlindungan kelistrikan di rumah, pemilik meningkatkan keamanan bagi keluarga. Pemilik juga mencegah risiko korsleting dan kebakaran yang dapat merugikan dari segi materi maupun nyawa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya! Jangan Colokkan Benda Elektronik Ini ke Stopkontak Ekstensi


    Jakarta

    Stopkontak ekstensi punya kabel panjang untuk menambah jangkauan ke sumber listrik. Kabel ini memudahkan penghuni mengalirkan listrik ke benda elektronik yang berjarak jauh dari stopkontak pada dinding.

    Namun, stopkontak ekstensi tidak cocok digunakan untuk benda elektronik yang membutuhkan banyak listrik. Menyalakan benda berdaya tinggi dengan kabel ekstensi berisiko menyebabkan kabel kelebihan beban, terlalu panas, bahkan berpotensi menyebabkan kebakaran.

    Lalu, benda elektronik apa saja yang tidak cocok dicolokkan ke stopkontak ekstensi? Simak penjelasannya berikut ini dilansir dari Tom’s Guide, Selasa (9/9/2025).


    Benda yang Tak Boleh Dicolokkan ke Stopkontak Ekstensi

    Inilah benda-benda berdaya tinggi yang sebaiknya tidak dicolokkan ke stopkontak ekstensi.

    1. Kulkas

    Perangkat besar seperti kulkas dan freezer membutuhkan aliran listrik yang stabil langsung dari stopkontak pada tembok. Kalau dicolokkan ke stopkontak ekstensi, bakal terjadi fluktuasi voltase yang bikin kulkas rusak.

    Jika terpaksa harus pakai stopkontak ekstensi, disarankan untuk memilih yang kabelnya tebal dan besar. Pastikan daya listriknya berada di atas daya kulkas.

    2. Oven Microwave

    Oven microwave juga menyedot daya yang cukup besar. Mencolokkan microwave ke stopkontak ekstensi bisa menyebabkan panas berlebih. Pasokan daya pun tidak stabil sehingga memengaruhi kinerja microwave.

    3. AC

    AC atau pendingin ruangan tidak disarankan untuk dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Hal ini dapat menimbulkan panas berlebih dan berisiko kebakaran. Belum lagi arus listrik yang rendah membuat motor unit AC bekerja berlebihan dan rusak.

    4. Mesin Cuci

    Mesin cuci dan mesin pengering pakaian harus disambungkan langsung ke stopkontak tembok. Barang elektronik ini membutuhkan daya listrik yang tinggi sehingga tidak cocok menggunakan stopkontak ekstensi. Penggunaan kabel ekstensi bisa bikin komponen mesin lebih cepat rusak.

    Itulah penjelasan soal benda elektronik yang tidak boleh dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebelum Terlambat, Begini Cara Cek Kebocoran Listrik di Rumah



    Kebocoran listrik merupakan kerusakan pada arus listrik yang bisa mengancam keselamatan. Kebocoran listrik dapat menyebabkan sengatan listrik ketika menyentuh area yang mengalami kebocoran, korsleting listrik, hingga kebakaran.

    SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan kebocoran listrik dapat berbahaya terutama jika berada di dekat besi dan air karena listrik dapat dengan mudah menyambar ke sekitarnya.

    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor,” lanjutnya.

    Cara Mengetahui Ada Kebocoran Listrik

    Sayangnya, kebocoran listrik terkadang tidak terdeteksi sejak awal karena jarang orang mengecek kondisi listrik di rumah. Padahal kebocoran listrik sebenarnya bisa dicek. Yudhi mengatakan pengecekannya pun tidak harus memanggil pihak PLN, pemilik rumah dapat melakukan sendiri di meteran listrik yang biasanya terpasang di depan rumah. Namun, ini hanya berlaku pada meteran listrik pra bayar yang memiliki tombol. Berikut caranya.

    1. Matikan dan cabut semua kabel perangkat elektronik di rumah

    2. Matikan aliran listrik di rumah

    3. Tekan angka ’44’ lalu enter

    4. Lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0 (nol)’ yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, apabila ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda listrik di rumah bocor.

    “Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” jelasnya.

    Penyebab Kebocoran Listrik

    1. Kabel Listrik Sudah Tua

    Yudhi mengatakan kualitas kabel listrik dapat mempengaruhi ketahanan bahan isolatornya. Umumnya kabel yang sudah dipakai cukup lama, terjadi penurunan kualitas Disarankan untuk mengecek kondisi kabel-kabel tua di rumah atau bisa cek secara menyeluruh jika tidak mengetahui lokasi kabel yang sudah tua.

    “Dari kabel yang sudah usianya sudah lama. Kabel di instalasi kita, lampu, stop kontak, dan peralatan elektronik,” sebut Yudhi.

    2. Pemasangan Kabel yang Tidak Sesuai

    Kesalahan yang kerap terjadi dan sangat berbahaya adalah kabel di rumah dipasang asal-asalan tidak memikirkan standar keamanan. Kesalahan pemasangan ini bukan hanya mengenai lokasi dan posisinya, melainkan jenis kabel yang dipakai. Meskipun bentuk kabel sama, ternyata setiap besaran arus listrik jenis kabel yang digunakan berbeda lho. Yudhi menuturkan penyambungan kabel yang sembarangan dan tidak sama besarannya dapat menyebabkan arus listrik bocor.

    “Dari sisi pemasangan mungkin ada sambungan atau kabel yang masih terbuka, tidak terisolasi dengan baik, itu juga bisa menyebabkan kebocoran atau korsleting,” tuturnya.

    3. Kabel Stop Kontak Berbeda Dipakai Bersambung

    Pemakaian kabel stop kontak yang disambung begitu banyak dapat menyebabkan kebocoran listrik. Jika didiamkan dari kabel tersebut bisa muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.

    Itulah penyebab dan tanda kabel listrik mengalami kebocoran, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com