Tag: keselamatan rumah

  • Catat! Ini yang Harus Dilakukan 24 Jam Pertama saat Rumah Kebanjiran



    Jakarta

    Banjir dapat terjadi dengan cepat dan meninggalkan kerusakan yang signifikan pada rumah bahkan harta benda. Dalam situasi darurat ini, tindakan yang tepat dalam 24 jam pertama sangat krusial untuk meminimalkan kerugian dan melindungi keselamatan keluarga kamu.

    Dari persiapan sebelum banjir hingga langkah-langkah pemulihan setelah air surut harus dipahami. Mengetahui apa yang harus dilakukan dapat membuat perbedaan besar. Simak pembahasan untuk menelusuri langkah-langkah penting yang perlu diambil untuk menyelamatkan rumah kamu dan mengurangi dampak bencana ini.

    Mendokumentasikan

    Percaya atau tidak, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengeluarkan ponsel kamu. Mulai mengambil foto secara menyeluruh untuk mendokumentasikan kerusakan.


    Tujuan dari langkah ini adalah untuk keperluan asuransi. Kamu perlu mencatat seberapa parah kerusakan yang terjadi sebelum mencoba melakukan perbaikan.

    Kamu dapat menggunakan kamera jenis apa pun untuk mendokumentasikan kerusakan. Namun, perusahaan asuransi biasanya lebih menyukai gambar atau video digital karena lebih mudah untuk disimpan dan diakses nantinya.

    Setelah kamu selesai mendokumentasikan semua kerusakan dengan baik, saatnya untuk melakukan panggilan.

    Hubungi Pihak Berwenang

    Melansir dari BMS CAT, insting pertama kamu mungkin adalah bergegas masuk ke rumah untuk menyelamatkan barang-barang kamu. Namun, sangat penting untuk terlebih dahulu menghubungi pihak berwenang dan perusahaan asuransi kamu.

    Polisi setempat memiliki pengalaman dan pelatihan yang diperlukan untuk menangani situasi seperti ini. Mereka juga dapat membantu menghubungkan kamu dengan profesional lain yang perlu dihubungi.

    Semakin cepat kamu menghubungi pihak berwenang, semakin cepat mereka dapat melakukan pemeriksaan terhadap rumah dan memastikan keamanannya.

    Meskipun kamu tetap harus berhati-hati saat melangkah yang akan dijelaskan lebih lanjut nanti, pemeriksaan yang menyeluruh dapat membantu memastikan bahwa dinding tidak runtuh dan membahayakan kamu secara tiba-tiba.

    Yang Perlu Dibawa dan Dipakai

    Dengan izin dari pihak berwenang, saatnya untuk masuk ke rumah. Namun, sebelum melakukannya, kamu perlu mempersiapkan diri. Pastikan kamu mengenakan sarung tangan dan masker.

    Selain itu, gunakan sepatu boot atau sepatu bot setinggi pinggul untuk melindungi diri saat berjalan di area yang mungkin dipenuhi air. Kamu juga akan membutuhkan kantong sampah pada kunjungan pertama ke dalam rumah, baik untuk mengumpulkan dokumen penting maupun untuk menampung barang-barang yang tidak bisa diselamatkan.

    Pada kunjungan berikutnya, kamu mungkin perlu membawa peralatan seperti ember dan kain pel untuk membantu mengeluarkan kelebihan air.

    Perhatikan Setiap Langkah Saat Memasuki Rumah Setelah Banjir

    Sekarang setelah kamu memeriksa rumah, terdapat saran yang sangat sederhana, perhatikan setiap langkah yang kamu ambil, bahkan tim inspeksi terbaik pun bisa saja melewatkan sesuatu, dan kamu bisa mengalami cedera serius jika menginjak tangga yang tidak stabil atau terpeleset di lantai yang licin.

    Jika memungkinkan, sebaiknya kamu masuk ke rumah bersama orang lain. Kalian dapat saling membantu sesuai kebutuhan, dan satu orang dapat meminta bantuan jika yang lainnya terluka.

    Dengan memperhatikan setiap langkah, kamu dapat memastikan keselamatan dalam setiap gerakan yang dilakukan.

    Prioritaskan Dokumen Penting

    Setelah kamu berada di dalam rumah, kamu mungkin ingin mengambil barang-barang seperti album foto dan video keluarga. Namun, penting untuk tetap fokus pada dokumen-dokumen penting.

    Ini termasuk item seperti akta kepemilikan rumah, dokumen asuransi, kartu Jaminan Sosial, dan sejenisnya. Jika dokumen-dokumen tersebut terkena air, simpanlah di dalam freezer agar dapat dibaca dengan lebih mudah nanti.

    Kamu juga bisa memeriksa dengan pihak-pihak seperti bank atau perusahaan asuransi mengenai dokumen apa saja yang benar-benar mereka perlukan. Namun, saat ini, usahakan untuk mengambil semua yang tampak penting.

    Prinsip lama ini sangat relevan, lebih baik memiliki dan tidak membutuhkannya daripada membutuhkan dan tidak memilikinya.

    Hubungi Lebih Banyak Profesional

    Perusahaan asuransi kamu dapat membantu menghubungkan kamu dengan para profesional yang diperlukan, tetapi kamu mungkin masih perlu menghubungi beberapa di antaranya secara langsung.

    Sebagai contoh, jika kamu mendapatkan air dari sumur, penting untuk memeriksa kondisi sumur tersebut. Kamu juga mungkin perlu menghubungi perusahaan gas, terutama jika kamu mencium bau kebocoran gas.

    Terakhir, jangan mencoba menyalakan peralatan listrik apapun sebelum semuanya diperiksa secara menyeluruh oleh teknisi listrik yang terpercaya.

    Segera Hubungi Perusahaan Asuransi

    Sangat penting untuk segera menghubungi perusahaan asuransi kamu. Untuk menghemat waktu, sebaiknya hubungi agen lokal kamu secara langsung, daripada menggunakan nomor telepon nasional atau negara bagian.

    Polisi asuransi biasanya menjelaskan dengan jelas apa yang ditanggung dan apa yang tidak. Perusahaan asuransi perlu mengevaluasi kerusakan pada rumah kamu, dan mereka akan meninjau semua foto dan video yang kamu ambil terkait kerusakan tersebut.

    Selain itu, kamu perlu bekerja sama dengan perusahaan asuransi dalam proses perbaikan rumah. Mengikuti pedoman mereka akan membantu mencegah banyak masalah di kemudian hari.

    Jika rumah kamu belum pernah terkena banjir, masih ada kesempatan untuk mendapatkan asuransi. Banyak orang tinggal di daerah yang berisiko banjir tetapi tidak memiliki asuransi banjir sama sekali.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini 5 Tips Amankan Listrik dan Rumah Saat Banjir



    Jakarta

    Belakangan ini beberapa wilayah di Indonesia terus menerus diguyur hujan lebat. Kondisi ini tentu membuat para warga yang tinggal di wilayah rawan banjir khawatir.

    Jika terjadi banjir besar banyak korban yang memilih untuk meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. Nah sebelum melakukan itu sebaiknya pastikan rumah dan listrik dalam keadaan aman dengan cara berikut. Berikut ini tipsnya.

    1. Matikan Listrik di Rumah

    Saat air sudah masuk ke dalam rumah, langsung matikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) karena ditakutkan ada stopkontak terjadi korsleting listrik.


    Mengutip dari situs Perusahaan Listrik Negara (PLN), peralatan listrik yang masih tersambung dengan stopkontak dan alat elektronik sebaiknya dinaikkan ke tempat yang lebih aman. Selain itu, cabut barang elektronik yang masih tersambung ke listrik.

    Apabila terjadi banjir dan belum sempat mematikan listrik, kamu bisa melaporkan melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat.

    2. Pakai Lampu Darurat

    Selama listrik mati, otomatis rumah dalam keadaan gelap atau kurang pencahayaan, kamu bisa menerangi rumah dengan cahaya dari senter, ponsel, atau lampu darurat yang tersedia di rumah. Hindari menggunakan lilin karena permukaan rumah yang tidak stabil akibat pergerakan air.

    Jika perlu keluar saat banjir atau berjalan di dalam rumah bisa gunakan alat untuk memandu jalan seperti kayu panjang, tiang payung, sapu, dan atau barang panjang lainnya agar tidak tersandung atau terperosok di lubang.

    3. Taruh Perabotan di Tempat Tinggi

    Pindahkan perabotan yang ringan dan kecil ke atas dan kering agar tidak terendam banjir terutama yang berbahan kain atau besi yang mudah berkarat dan timbul jamur. Untuk barang-barang berharga, simpan ke tempat yang kering dan aman sehingga saat meninggalkan rumah tidak ada barang yang hilang dan rusak.

    4. Jangan Tutup Saluran Air

    Biarkan saluran air tetap terbuka untuk mempercepat air surut. Namun, tetap gunakan semacam penyaring agar hewan seperti ular tidak keluar dari lubang di dalam rumah.

    5. Kunci Rumah

    Saat listrik dimatikan tidak ada barang elektronik yang berfungsi termasuk alat keamanan di rumah seperti smart door atau CCTV. Dengan demikian kamu perlu menggunakan sistem keamanan manual. Sebelum meninggalkan rumah untuk mengungsi pastikan sudah mengunci pintu, jendela, pagar, menutup gorden, dan akses lainnya agar tetap aman.

    Itulah tips supaya rumah dan listrik aman saat terjadi banjir. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 4 Hal Sepele di Rumah yang Bisa Picu Kebakaran



    Jakarta

    Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sangat mungkin diakibatkan oleh ulah manusia. Kebakaran juga bisa terjadi di mana saja, termasuk di rumah kita sendiri. Jika terjadi kebakaran di rumah tentu kerugian yang diterima pasti sangat besar. Oleh karena itu, menjaga keamanan dan keselamatan rumah dari kebakaran merupakan hal yang penting.

    Salah satu penyebab kebakaran di rumah bisa terjadi dari hal-hal yang tidak disadari. Menurut situs Family Handyman, berikut … hal yang perlu diantisipasi.

    Kebakaran Saat Memasak

    Memasak merupakan aktivitas yang melibatkan api untuk mematangkan makanan. Bahaya dari aktivitas memasak dapat timbul dari kain yang diletakkan dekat kompor, menyalakan api yang terlalu besar, hingga kompor penuh minyak dan kotor sehingga bisa memicu potensi kebakaran. Untuk itu, selalu berhati-hati saat memasak dan perhatikan keselamatan serta keamanan.


    Kabel dan Perangkat Listrik

    Kabel di rumah juga bisa menjadi potensi kebakaran, misalnya kelebihan beban, sambungan yang buruk, dan hal ceroboh yang bisa melelehkan isolasi kabel. Selain itu, korsleting listrik yang tidak diketahui juga bisa menjadi pemicu kebakaran tanpa disadari. Perhatikan juga stopkontak di rumah. Jika stopkontak longgar dan kabelnya sudah kendur dapat menimbulkan lengkung listrik yang berbahaya.

    Buang Baterai ke Tempat Sampah

    Baterai jika sudah tidak digunakan merupakan sampah elektronik yang sebaiknya tidak dibuang ke tempat sampah. Khususnya baterai dengan tegangan 9 volt merupakan pemantik api yang hebat. Jika baterai tersebut bertemu dengan bahan logam lain maka dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Barang Pecah Belah

    Jika kamu punya barang pecah belah seperti akuarium, toples kaca, atau apapun yang terbuat dari kaca, maka hindari paparan sinar matahari langsung. Hindari meletakkannya dekat jendela atau area terkena sinar matahari. Sebab, barang pecah belah juga termasuk salah satu pemicu kebakaran.

    Itu dia hal-hal di rumah yang bisa memicu kebakaran. Tetap hati-hati, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Panik, Ini Cara Atasi Tabung Gas Bocor



    Jakarta

    Sebagian dari kita pasti akan panik saat mengetahui tabung gas di rumah bocor. Bau gas yang menyengat menjadi tanda awal kemungkinan tabung gas bocor.

    Kebocoran tabung gas harus diatasi dengan cara yang benar karena bila salah akan menimbulkan kebakaran. Meski demikian, kita tak perlu panik bila mengalami hal ini di rumah.

    Sejatinya tabung gas bocor bisa ditangani sendiri tanpa harus melibatkan bantuan profesional seperti damkar atau petugas lainnya.


    Gas bocor bisa saja terjadi setelah memasang tabung gas baru karena regulator tidak terpasang dengan benar. Jadi setiap memasang tabung gas baru, selalu pastikan regulator rapat dan tidak bocor.

    Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

    Tanda awal kebocoran tabung gas biasanya diketahui dari bau yang tercium di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

    Jika mencium aroma gas, tidak diperkenankan untuk melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik, biarkan saja sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

    Cabut Regulator Tabung Gas

    Apabila yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, maka penanganannya dengan segera mencabut regulator pada tabung ketika menemukan tanda kebocoran. Selain untuk menghentikan aliran gas ke kompor, juga untuk memungkinkan memindahkan tabung.

    Buat Sirkulasi Udara

    Selanjutnya, pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi agar gas di dalam ruangan bisa keluar. Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya.

    Gas yang keluar dari tabung akan bercampur dengan udara sekitar, sehingga menjadikannya netral dan aman. Lalu, amankan juga lingkungan sekitar agar tidak ada yang menyalakan api.

    Tabung Gas Terbakar

    Jika sudah muncul api pada tabung gas, berarti tabung tidak akan meledak. Maka cara penanganannya adalah dengan menutup titik api dengan karung, seprai, handuk, atau kain yang lembap. Kemudian, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Kamar Mandi Licin Bikin Celaka, Amankan Pakai Ini


    Jakarta

    Lantai kamar mandi sering kali licin karena terdapat genangan air dan sisa sabun bekas penghuni yang mandi. Kondisi lantai seperti ini berisiko membuat seseorang terpeleset kalau tidak berhati-hati.

    Biasanya lantai kamar mandi menjadi licin karena jarang dibersihkan. Lalu, penggunaan ubin yang kurang tepat juga membuat lantai licin.

    Pemilik rumah sebaiknya menyiasati lantai licin agar penghuni bisa aman menggunakan kamar mandi tanpa takut tergelincir. Bagaimana cara mengatasi lantai kamar mandi licin? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Atasi Lantai Kamar Mandi Licin

    Inilah beberapa tips agar lantai kamar mandi tidak licin, dikutip dari Enviro Master, Jumat (4/7/2025).

    1. Pilih Ubin Khusus Kamar Mandi

    Cegah lantai licin sejak awal dengan memilih ubin lantai khusus kamar mandi. Pilihlah ubin dengan permukaan bertekstur kasar. Ubin ini berbeda dengan lantai kamar tidur atau ruang tamu yang halus.

    2. Bersihkan Kamar Mandi Secara Rutin

    Pastikan untuk rutin membersihkan kamar mandi minimal seminggu sekali. Sebaiknya gunakan pembersih khusus kamar mandi agar ampuh membersihkan kerak atau kotoran membandel.

    Kamar mandi yang sering digunakan lama-lama akan kotor dan licin. Cara ini juga mencegah timbulnya lumut dan kotoran menempel pada ubin.

    3. Pakai Semprotan Anti Slip

    Selain itu, pemilik dapat menyemprotkan larutan anti slip ke lantai. Cairan tersebut mampu mengubah lantai licin jadi lebih kasar, sehingga mencegah penghuni terpeleset di kamar mandi.

    4. Pakai Alas Tambahan

    Kemudian, pemilik bisa memakai alas atau stiker anti slip pada lantai. Solusi ini terbilang murah dan efisien untuk mengatasi lantai kamar mandi licin.

    5. Jaga Lantai Tetap Kering

    Terakhir, penghuni dapat menjaga lantai kamar mandi tetap kering biar nggak licin. Salah satu caranya dengan memasang kipas atau exhaust fan, sehingga kamar mandi cepat kering dan tidak lembap.

    Itulah beberapa cara agar lantai kamar mandi tidak licin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com