Tag: keset

  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Praktis! Ini Cara Cuci Keset Kamar Mandi Sesuai Bahannya


    Jakarta

    Tanpa kamu sadari, seiring keset kamar mandi yang jarang dicuci membuatnya jadi sarang bakteri dan kuman. Keset menjadi barang wajib yang ditaruh di depan pintu kamar mandi. Selain mencegah risiko terpeleset, alas lantai ini juga berguna untuk mengeringkan kaki yang basah.

    Otomatis, keset akan menjadi selalu basah dan lembap sehingga mendukung perkembangbiakan bakteri. Hal inilah yang dapat menimbulkan bau tak sedap di kamar mandi.

    Tentu hal ini sangat mengganggu, bukan? Lalu bagaimana cara cuci keset kamar mandi yang benar dan bersih? Simak penjelasan berikut.


    Melansir dari Germany Brilliant, Sabtu (30/12/2023), agar nyaman digunakan secara maksimal, keset harus dicuci secara rutin. Jika kamar mandi sering digunakan dan keset sering ditemukan dalam kondisi basah, sebaiknya dicuci setiap seminggu sekali. Berbeda jika jarang basah, maka keset bisa dicuci hanya sekali dalam dua hingga tiga minggu.

    Pada umumnya terdapat dua jenis keset berdasarkan bahannya, yaitu keset kain dan keset karet. Bahan keset yang berbeda memerlukan cara mencuci yang berbeda pula agar tahan lama. Berikut cara mencuci keset dengan bahan yang berbeda.

    Cuci Keset kain dengan Tangan

    Keset kain umumnya sering digunakan karena dapat mengeringkan kaki dengan cepat. Cara membersihkannya juga bisa manual menggunakan tangan karena dapat menghemat air dan listrik.

    Cara membersihkannya, sediakan ember besar untuk mencuci keset, lalu tuangkan air hangat beserta cairan pembersih. Jika terdapat noda membandel, tuangkan cairan pembersih tepat pada noda dan diamkan selama lima menit.

    Kemudian, sikat hingga noda hilang dan masukkan kembali ke dalam ember. Bersihkan keset dengan menyikatnya pada segala sisi dan jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    Cuci Keset Kain dengan Mesin Cuci

    Pada dasarnya, mencuci keset kain dengan mesin cuci hampir sama dengan mencuci baju pada umumnya. Sebelum memulai, cek label pada keset untuk mengetahui petunjuk khusus seperti tidak boleh dikeringkan dengan mesin pengering.

    Sebelum mencuci, kibaskan keset terlebih dahulu kemudian masukkan ke dalam mesin cuci. Hal ini bertujuan untuk membersihkan debu dan kotoran yang masih menempel. Tekan tombol pengaturan yang tepat. Pastikan menggunakan setidaknya air hangat agar dapat membunuh bakteri dan kuman yang bersarang di keset. Keringkan sesuai dengan instruksi pada label atau bisa juga langsung dijemur.

    Cuci Keset karet dengan Tangan

    Keset berbahan karet lebih anti slip dan juga lebih ringan. Meski demikian, cara mencucinya tak jauh berbeda dengan keset kain jika menggunakan cara manual. Siapkan ember untuk mencuci.

    Tuangkan air hangat secukupnya beserta dengan sabun cuci. Bersihkan dengan menggunakan sikat khusus atau spons hingga keset karet terbebas dari kotoran. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan.

    Cuci Keset Karet dengan Mesin Cuci

    Sebelum memulai sesi mencuci, masukkan handuk atau kain ke dalam mesin cuci, lalu masukkan keset.

    Mengapa demikian? sebab cara ini dapat membantu air membersihkan kotoran dengan lebih maksimal serta agar tidak ada sisa kotoran yang menempel pada keset. Jangan lupa untuk menggunakan air hangat saat mencuci.

    Setelah selesai mencuci, jangan keringkan keset karet di dalam mesin cuci karena bisa membuatnya melepuh sehingga bentuknya tidak sama seperti semula. Cukup keringkan di luar dan keset pun akan tetap memiliki bentuk yang sempurna.

    Demikian cara praktis mencuci keset kamar mandi yang benar. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keset Kamar Mandi Biang Bakteri, Begini Cara Cuci yang Benar Menurut Ahli



    Jakarta

    Tahukah kamu, salah satu barang paling kotor di kamar mandi adalah keset. Ya, keset kamar mandi dianggap paling kotor karena menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri-bakteri jahat.

    Sayangnya, banyak ahli yang menyebut bahwa bagian ini justru jarang dibersihkan. Padahal, sebaiknya, keset kamar mandi minimal harus dicuci seminggu sekali.

    “Keset kamar mandi adalah tempat berkembang biaknya bakteri jahat di kamar mandi. Anda harus membersihkannya setidaknya seminggu sekali, tergantung seberapa sering digunakan.” ujar Seorang ahli spesialis kamar mandi dari Big Bathroom Shop dikutip dari Mirror, Selasa (2/1/2024).


    Para ahli mengatakan bahwa keset kamar mandi dapat menumpuk kelembapan yang dapat menyebabkan jamur. Menurut laporan Express.co.uk. Pakar kebersihan Belinda Everingham memberi nasihat tentang cara membersihkan keset kamar mandi Anda dengan “benar”. Katanya, hal itu sebaiknya dilakukan minimal seminggu sekali dan harus memperhatikan petunjuk perawatan pada keset agar keset tidak rusak saat proses pencucian.

    “Keset tidak hanya menyerap kelembapan dan uap tetapi juga mengumpulkan debu, kotoran, dan rambut. Mengibas keset kamar mandi sebelum dicuci sangat penting untuk menghilangkan kotoran yang tidak diinginkan dan menghindari penyumbatan mesin cuci di kemudian hari.”

    Untuk keset dengan sisi karet, dia menyarankan untuk mengelapnya secara menyeluruh dengan kain untuk menghilangkan kotoran atau kotoran yang menumpuk, dia juga mengatakan di sela-sela pencucian, membersihkan mandi akan membantu meminimalkan kotoran.

    Ia juga menyarankan untuk tidak mencuci keset kamar mandi dengan suhu hangat, bukan suhu panas, karena mencuci keset kamar mandi dengan suhu panas akan menyebabkan perubahan warna.

    “Gunakan deterjen beraroma favorit Anda dan tambahkan soda kue, setengah cangkir sudah cukup. Ini akan membantu menghilangkan bau, mencerahkan warna, dan mengurangi bakteri. Menambahkan lavendel juga dapat membantu menjaga kesegaran dan membantu mengurangi jamur. “

    Keset kamar mandi tidak boleh dimasukkan ke dalam mesin cuci dan kemudian juga tidak boleh dicuci dengan handuk karena ada risiko bakteri berpindah dari satu bahan ke bahan lainnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Keset Kaki Beserta Fungsinya

    Jakarta
    Keset kaki memiliki kegunaan yang baik untuk menyeka telapak kaki kamu dari kotoran sebelum melangkah ke ruangan lainnya. Selain itu, keset kaki berguna untuk mencegah selip dari lantai karena bahannya mampu untuk memberikan perlindungan ketika kamu melangkah. Namun, meskipun utamanya digunakan untuk perlindungan tetapi ada beberapa fungsi tergantung jenisnya.

    Dikutip dari Blibli, Kamis (25/1/2024), keset kaki memiliki beberapa jenis yang perlu kamu ketahui. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini detikProperti telah merangkum 6 jenis keset kaki beserta fungsinya. Simak berikut ini.

    1. Keset Anti Selip

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Jenis ini khususnya untuk mencegah selip ketika kamu melangkah kaki ketika lantai dalam keadaan basah. Biasanya jenis keset kaki ini khusus ditaruh depan pintu kamar mandi atau berdekatan dengan shower atau bathtub untuk mengamankan kamu ketika memijakkannya. Jenis dari keset ini memiliki bahan yang bukan kain tetapi bentuknya mirip seperti buntalan dimana bagian tengahnya terdapat lubang yang tinggi dan bertekstur serta pada bagian bawahnya memiliki daya cengkram yang kuat.

    2. Keset Katun

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Keset katun memiliki fungsi yang sama yakni mengeringkan kaki secara maksimal dan mengeringkan dari bakteri atau jamur yang menempel. Bahan katun ini sama seperti bahan pada sprei, bed cover, atau baju pada umumnya. Keset ini biasanya diletakkan di tempat yang mudah lembab, tetapi keset ini memiliki kemampuan pengeringan yang rendah jika terkena daerah yang mudah berair berlebih.

    Bahan ini memiliki tekstur yang lembut dan empuk di kaki sehingga kaki tidak mengalami iritasi kulit. Model dan bentuknya juga beragam dan memiliki variasi warna dan motif sehingga keset ini juga menambah nilai estetika pada lantai rumah.

    3. Keset Handuk

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Sesuai dengan namanya, keset ini memiliki bahan seperti handuk atau polimer yang memiliki ketebalan yang tinggi, termasuk bulu halus dan serat yang padat jadi teksturnya sangat empuk dan lembut. Fungsi dari handuk ini agar dapat mengeringkan kaki dai area yang mudah berair atau lembab serta terhindar dari sarang bakteri atau jamur.

    Pastikan bagian bawahnya terdapat keset anti slip, sebab keset handuk cenderung licin ketika dipijak sehingga berbahaya nantinya. Selain itu, keset ini memiliki banyak ukuran, pola dan warna yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

    4. Keset PVC

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Keset PVC memiliki kemampuan penyerapan air yang bagus jika kadarnya berlebih dan biasanya memiliki beban yang ringan. Uniknya keset PVC mampu membuat lantai tetap kering meskipun permukaannya becek. Selain itu, ketahanan keset ini juga lebih awet sebab tidak mudah rusak seperti robek. Keset jenis ini jarang memiliki motif, tetapi warnanya beragam. Untuk perawatannya pun juga mudah yakni bisa menggunakan mesin cuci atau menyikatnya memakai sabun cuci.

    5. Keset Besi

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Keset jenis ini lembut tetapi kaku sehingga biasanya sering digunakan di area yang banyak minyak dan air seperti di restoran atau pabrik. Keset ini memiliki fungsi penyerapan dengan baik jika daerah rawan becek, misalnya seperti di pasar ikan. Bahan pada keset ini juga membuatnya awet dan tidak mudah rusak jika perawatannya benar sebab keset ini terbuat dari besi. Meskipun begitu, sebetulnya jenis keset ini tidak perlu perawatan khusus tetapi untuk hunian rumah, keset ini kurang direkomendasikan pada kehidupan sehari-hari.

    6. Keset Ijuk

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Keset ini memiliki bahan yang kasar dan sudah digunakan sejak zaman dulu. Keset ini mampu membersihkan kotoran dan debu secara maksimal dan biasanya diletakkan pada bagian luar rumah dimana kaki memijak selama mengenakan sepatu. Sehingga kotoran dan debu dari sepatu bisa dibersihkan sebelum terbawa masuk ke dalam rumah.

    Halaman 2 dari 7

    (dna/dna)




    Sumber : www.detik.com

  • Tips Cuci Keset Kamar Mandi yang Baik dan Benar


    Jakarta

    Keset kamar mandi punya peran penting untuk kebersihan rumah. Seperti yang kita ketahui kalau keset kamar mandi membantu mengeringkan kaki kita yang basah.

    Pasti kamu sering temui keset kamar mandi umum yang jarang diperhatikan kebersihannya. Keadaan seperti keset basah, bau, dan lusuh sering terlihat di kamar mandi umum seperti di minimarket, SPBU, dan mushola. Termasuk di rumah juga kita kerap mengabaikan kebersihan keset.

    Keset kamar mandi harus selalu diperhatikan kebersihan dan kelembabannya agar terhindar dari bau tidak sedap dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti terpeleset.


    Dilansir dari Germany Brilliant, Sabtu (30/12/2023), kamu harus rajin mencuci kain keset kamar mandi agar memperpanjang usia pakainya. Kalau per hari banyak yang menggunakan kamar mandi, disarankan untuk mencuci keset seminggu sekali. Sebaliknya jika per hari sedikit penggunaanya, kamu hanya perlu mencuci keset dua sampai tiga minggu saja.

    Begini cara mencuci keset kamar mandi

    Cuci Keset Kain dengan Tangan

    Sediakan ember lalu tuang air hangat dan deterjen. Kalau ada noda, kamu bisa kasi deterjen tepat di nodanya dan diamkan selama lima menit. Setelah itu sikat dna jemur.

    Cuci Keset Kain dengan Mesin Cuci

    Karena bahannya kain, kamu bisa mencucinya dengan mesin cuci tapi harus diperhatikan labelnya. Bersihkan dulu kesetnya dari debu lalu langsung masukkan ke dalam mesin cuci. Gunakan air hangat dan keringkan sesuai label di keset kain.

    Cuci Keset Karet dengan Tangan

    Tuang air hangat dan deterjen, lalu kamu bisa bersihkan dengan spons hingga bersih dan keringkan.

    Cuci Keset Karet dengan Mesin Cuci

    Pertama, masukkan handuk atau kain terlebih dahulu agar tidak ada kotoran yang tertinggal. Pakai air hangat untuk mencucinya. Setelah kering, keringkan keset di luar agar bentuknya tetap sama.

    Sekarang kamu sudah tahu cara-cara membersihkan keset, selamat mencoba!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tempat yang Tepat Untuk Meletakkan Keset Kaki di Rumah


    Jakarta

    Keset adalah perlengkapan rumah yang berfungsi untuk membersihkan kaki. Di Indonesia sendiri wujud keset adalah kain yang diletakkan di lantai dan diinjak saat ingin masuk atau keluar dari suatu ruangan.

    Menurut KBBI, keset adalah pengesat kaki, terbuat dari sabut kelapa dan sebagainya atau tempat mengesat (membersihkan) kaki.

    Keset memang dulunya dibuat dari serabut kelapa, teksturnya kasar, keras, dan warnanya coklat kemerahan. Seiring berkembangnya zaman, keset mengalami perubahan. Rata-rata rumah modern saat ini menggunakan keset yang terbuat dari kain agar bisa menyerap air. Selain itu, kain juga mudah dibersihkan.


    Biasanya kamu menemukan keset di depan pintu utama, depan kamar tidur, atau kamar mandi. Lantas, sebenarnya apakah lokasi-lokasi tersebut adalah tempat yang tepat untuk meletakkan keset?

    Dilansir situs Americohome, Rabu (25/9/2024), berikut beberapa tempat atau lokasi yang disarankan untuk meletakkan keset.

    1. Luar atau Belakang Pintu Utama

    Apa pun ukuran rumahnya, setiap pintu masuk sebaiknya memiliki keset. Dengan adanya keset, tamu dapat terbantu saat ingin membersihkan kakinya sebelum masuk ke rumah. Selain itu, keset juga bisa menjadi dekorasi rumah agar terlihat lebih hangat. Keset yang diletakkan di belakang pintu masuk bisa mencegah debu, air, atau angin yang kerap masuk ke dalam rumah melalui celah bawah pintu.

    2. Kamar Mandi

    Setelah keluar dari kamar mandi, biasanya kaki dalam keadaan basah. Bekas kaki yang basah ini apabila tidak langsung dikeringkan dapat membahayakan orang lain. Lantai yang licin dapat membuat orang lain terpeleset. Maka dari itu, penting ada keset untuk mengeringkan kaki setelah keluar dari kamar mandi.

    3. Dapur

    Dapur adalah area yang juga mudah basah pada bagian lantainya. Misalnya kamu habis mencuci piring di wastafel, pasti ada air yang terciprat. Dengan adanya keset kamu bisa langsung mengelapnya sehingga tidak licin saat dilewati.

    4. Teras

    Area terluar rumah, sering kali cepat kotor. Misalnya terkena tiupan debu, air hujan, atau bekas tanah yang basah. Agar kamu lebih aman berjalan saat melewati teras, letakkan keset kering untuk membersihkan kaki agar tidak terpeleset.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya, Begini Tips Pilih Bahan Keset Kaki Berdasarkan Penempatannya


    Jakarta

    Keset kaki adalah salah satu perlengkapan kebersihan yang wajib ada di rumah. Namun, masalahnya kaset memiliki banyak jenisnya yang bisa dibedakan dari jenis bahan yang digunakan. Lantas, bagaimana cara memilih keset yang cocok untuk di rumah?

    Pengertian Keset

    Menurut KBBI, keset adalah pengesat kaki, terbuat dari sabut kelapa dan sebagainya atau tempat mengesat (membersihkan) kaki.

    Fungsi Keset

    Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa fungsi keset.


    1. Mencegah selip jika lantai dalam keadaan basah.

    2. Mengeringkan kaki dan mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

    3. Sebagai elemen dekorasi rumah.

    4. Mengeringkan lantai yang basah dan lembap.

    5. Mencegah kotoran dan debu masuk ke rumah.

    Tips Memilih Keset yang Tepat di Rumah

    Dilansir situs Make an Entrance, Rabu (25/9/2024), saat ingin memilih kaset, kamu perlu tahu ingin diletakkan di mana keset tersebut. Apakah di luar ruangan seperti pintu masuk dan teras atau di dalam ruangan, seperti di depan kamar mandi dan kamar tidur.

    Area Outdoor

    Barang yang akan diletakkan di luar ruangan, sebisa mungkin harus bisa beradaptasi terhadap perubahan cuaca. Maka dari itu, bahan yang disarankan adalah material yang tidak berpori seperti keset karet dan keset dari serabut kelapa.

    Keset yang terbuat dari karet tahan luntur dan memiliki permukaan anti selip yang baik. Bahan ini juga tahan lama dan biasanya modelnya cocok untuk dekorasi apa pun.

    Keset dari anyaman serabut kelapa yang terbuat dari batok kelapa memiliki tekstur kasar yang sangat bagus untuk mencegah kotoran masuk ke dalam rumah dan membersihkan sepatu yang berlumpur.

    Kedua jenis bahan ini dapat mengering dengan cepat sehingga tidak akan menimbulkan efek menggelembung pada permukaannya dan mudah dalam perawatannya.

    Area Indoor

    Bahan keset yang cocok untuk area dalam rumah harus bisa menyerap air, memiliki ketebalan yang cukup, dan desain yang menyesuaikan dengan gaya ruangan.

    Jenis keset yang disarankan di antaranya sebagai berikut.

    1. Keset Anti Slip

    Biasanya jenis keset kaki ini cocok diletakkan di depan pintu kamar mandi atau berdekatan dengan shower atau bathtub untuk mengeringkan kaki yang basah agar ketika berjalan di atas keramik tidak terpeleset. Jenis dari keset ini memiliki bahan yang bukan kain tetapi bentuknya mirip seperti buntalan dimana bagian tengahnya terdapat lubang yang tinggi dan bertekstur serta pada bagian bawahnya memiliki daya cengkram yang kuat.

    2. Keset Katun

    Bahan katun ini mirip dengan bahan pada sprei, bed cover, atau baju pada umumnya. Keset ini biasanya diletakkan di tempat yang mudah lembab sehingga mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri pada kaki. Namun, keset ini memiliki kemampuan pengeringan yang rendah jika terkena daerah yang mudah berair berlebih.

    3. Keset PVC

    Keset PVC adalah keset yang terbuat dari plastik. Meskipun sifat plastik tidak menyerap air, tetapi untuk keset digunakan plastik yang bisa menyerap air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Dicuci, Keset Kamar Mandi Bisa Jadi Sarang Bakteri!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan paling cepat kotor di rumah. Salah satu benda yang tak luput kotor adalah keset kamar mandi.

    Sayangnya, keset kamar mandi sering kali luput dari perhatian penghuni rumah, sehingga jarang dicuci. Padahal, keset harus rajin dicuci atau diganti karena bisa menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang biak.

    Dengan mencuci keset kamar mandi, kebersihan kamar mandi lebih terjaga karena terhindari dari pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal itu membantu menurunkan risiko timbulnya penyakit.


    Selain itu, tampilan kamar mandi bakal lebih bersih kalau penghuni rajin mencuci keset. Aroma kamar mandi pun bakal lebih segar.

    Lantas, kapan dan seberapa sering penghuni rumah perlu mencuci keset kamar mandi? Simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari HappyNest, Rabu (2/7/2025).

    Seberapa Sering Keset Kamar Mandi Harus Dicuci?

    Intensitas mencuci keset kamar mandi tergantung pada beberapa faktor, termasuk berapa penghuni rumah, seberapa sering keset dilalui, serta kebersihan kamar mandi secara menyeluruh. Keset kamar mandi di rumah yang sibuk sebaiknya dicuci setiap 3-5 hari.

    Jika kamar mandi hanya digunakan oleh segelintir orang serta tidak terlalu sering, penghuni bisa mengulur waktu buat mencuci keset. Namun, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi, sehingga keset tidak perlu sering dibersihkan. Dalam hal ini, mencuci keset kamar mandi bisa seminggu sekali.

    Di sisi lain, seberapa sering mencuci keset kamar mandi bisa ditentukan tergantung kondisi keset. Kalau keset terlihat ada berubah warna atau muncul bau tak sedap, itulah tanda untuk mencucinya.

    Penghuni rumah juga perlu memperhatikan kapan harus mengganti keset dengan yang baru. Keset kamar mandi lama-lama dapat rusak dan kehilangan kemampuannya menyerap air. Jika sudah tidak berbentuk, inilah saatnya untuk menggantinya.

    Cara Cuci Keset Kamar Mandi

    Cara terbaik untuk mencuci keset kamar mandi adalah menggunakan mesin cuci dengan air hangat. Namun, kalau bahan keset raput, penghuni bisa mencucinya menggunakan tangan dengan air hangat dan detergen.

    Sebaiknya menggunakan detergen yang lembut dan memiliki pH netral. Bahan kimia keras seperti pemutih dapat merusak keset kamar mandi, jadi hindari bahan kimia tersebut. Keset kamar mandi akan lebih awet jika digantung hingga kering setelah dicuci dan dijauhkan dari area lembap.

    Itulah informasi seputar mencuci keset kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com