Tag: ketuk

  • Macam-macam Teknik Mengecat Dinding Berdasarkan Alatnya


    Jakarta

    Mengecat dinding perlu dilakukan untuk menambah estetika rumah. Saat mengecat, ternyata ada teknik-tekniknya tersendiri lho tergantung dari alat yang digunakan.

    Beberapa alat yang umum digunakan saat mengecat seperti kuas, roller, hingga dalam bentuk spray. Ketiganya memiliki teknik tersendiri agar memberikan hasil yang bagus.

    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian PUPR @kemepupr yang diunggah pada Rabu (17/7), berikut ini teknik-teknik pengecatan berdasarkan alatnya.


    Pakai Kuas

    Man painting interior of home in gray paintMan painting interior of home in gray paint Foto: Getty Images/Bill Oxford

    Saat menggunakan kuas untuk mengecat, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini.

    – Celupkan kuas ke dalam cat hingga 1/3 panjang bulu
    – Ketuk sisi kaleng untuk menghilangkan cat berlebih
    – Sapukan kuas dengan menekan secara perlahan dan menariknya sesuai arah yang diinginkan
    – Lanjutkan hingga menutup semua area
    – Biarkan mengering, oleskan lapisan kedua atau ketiga jika diperlukan

    Pakai Roller

    Young woman with hearing aid, during reconstruction of apartment, enjoying while painting her wallsYoung woman with hearing aid, during reconstruction of apartment, enjoying while painting her walls Foto: Getty Images/Sladic

    Saat mengecat menggunakan roller paint, kamu bisa menggunakan cara berikut ini.

    – Tuangkan cat ke dalam baki
    – Celupkan rol ke baki dan gerakkan hingga cat membasahi rol dengan merata
    – Oleskan rol dengan pola zigzag vertikal atau W tanpa mengangkat rol dari permukaan. Hal itu untuk meratakan cat ke seluruh area
    – Biarkan mengering, oleskan lapisan kedua atau ketiga jika perlu

    Pakai Spray atau Penyemprot

    Artist paints gold in a temple area in Thailand,  Gold is an auspicious color for Buddhists.Ilustrasi mengecat pakai spray Foto: Getty Images/0802290022

    Saat mengecat menggunakan spray atau penyemprot, kamu bisa menggunakan cara berikut ini.

    – Tuangkan cat ke dalam tabung penyemprot
    – Atur tekanan udara sesuai standard
    – Atur jarak dengan permukaan dan semprotkan cat pada sudut tegak lurus
    – Supaya merata, posisikan agar hasil semprotan menumpuk sekitar 50% dari semprotan sebelumnya
    – Semprotkan lapisan kedua/ketiga bila perlu

    Nah, sebelum mengecat dinding, sebaiknya kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini supaya hasilnya maksimal.

    – Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dan bebas dari kotoran/partikel/debu
    – Gunakan primer/undercoat sesuai standard
    – Encerkan cat sesuai rekomendasi dan aduk rata

    Itulah beberapa teknik yang bisa digunakan saat mengecat dinding berdasarkan alat yang digunakan. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! ini 5 Tanda Ada Rayap di Rumah Kamu


    Jakarta

    Rayap adalah hama yang kerap memakan kayu di rumah. Serangga ini merupakan hama yang mengganggu karena dapat merusak perabotan, bahkan struktur bangunan rumah.

    Benda-benda kayu bila terus digerogoti oleh rayap, maka akan membuatnya jadi keropos dan rusak. Serangga ini juga hadir dalam jumlah yang banyak karena berkembang biak membentuk koloni.

    Jangan sampai benda-benda dan bangunan rumah kamu rusak gegara rayap. Segera kenali tanda-tanda untuk mendeteksi keberadaan rayap di rumah. Berikut ini tandanya dikutip dari US Pest pada Senin (5/8/2024).


    Tanda-tanda Ada Rayap di Rumah

    1. Struktur Benda Kayu di Rumah Mulai Berongga

    Coba ketuk permukaan kayu yang Kamu curigai sedang diserang rayap. Jika terdengar hampa, maka dapat dikatakan bahwa barang yang terbuat dari kayu sedang dimakan oleh serangga kecil namun berbahaya ini.

    Rayap tumbuh subur di lingkungan yang gelap dan lembab, artinya mereka akan mulai memakan bagian dalam bangunan kayu, bukan permukaannya. Kayu di permukaannya akan terlihat masih baik-baik saja, namun saat diketuk akan terdengar hampa karena sudah berongga akibat digerogoti oleh rayap.

    2. Cat Retak atau Robek pada Permukaan Kayu

    Rayap dapat memasuki celah terkecil sekalipun pada permukaan kayu, meninggalkan benjolan atau riak di bawah cat. Jadi, pastikan Kamu menutup semua retakan atau bukaan pada dinding serta permukaan kayu lainnya untuk menghindari serangan kutu.

    3. Terlihat Kawanan Laron

    Laron atau rayap bersayap yang sedang dalam tahap reproduksi disebut gerombolan. Mereka berkerumun untuk menciptakan koloni baru. Mereka biasanya akan muncul saat kelembaban tinggi menjelang musim penghujan. Rayap bersayap ini menyukai cahaya terang dan mudah ditemukan di dekat jendela.

    Jejak yang ditinggalkan bisa terlihat dari tumpukan sayap lepas berserakan di ambang jendela, lantai dan tempat lainnya. Laron adalah tanda pertama bahwa ada rayap di sekitar kita, dibawah tanah, di dalam tembok atau pada plafon rumah, pohon di halaman atau di rumah tetangga.

    4. Terdapat Tabung Lumpur di Dinding

    Rayap membuat tabung lumpur untuk menjaga kelembabannya saat mencari makanan. Biasanya, mereka akan mulai membuat tabung ini di kayu lembab yang biasanya ditemukan di ruang bawah tanah atau di fondasi rumah Kamu.

    Jauhkan semua bahan bekas yang dapat mereka gunakan untuk membuat tabung lumpur seperti daun-daun membusuk atau serpihan kayu dari rumah Kamu sehingga tidak menciptakan lingkungan yang ideal jadi tempat berkembang biaknya rayap.

    5. Ada Kotoran Rayap di Sekitar Rumah

    Rayap akan meninggalkan kotoran berwarna cokelat ketika melahap kayu. Kotoran ini bernama frass atau sering dikenal sebagai kotoran teter kayu.

    Biasanya ketika Kamu melihat frass, itu jadi tanda rumah kamu sudah berada pada tahap serangan rayap serius. Kamu mungkin butuh memanggil pengusir hama untuk melakukan penyemprotan insektisida di sekitar rumah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Penyebab Lantai Keramik Meledak dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Lantai keramik yang meledak bisa menjadi masalah yang meresahkan pemilik rumah. Biasanya lantai keramik pada awalnya akan menggelembung dan terangkat.

    Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti air yang merembes masuk hingga pemasangan yang kurang teliti. Ketahui berbagai penyebab lantai keramik meledak berikut ini.

    10 Penyebab Lantai Keramik Meledak

    Penyebab lantai keramik meledak penting untuk diketahui oleh pemilik rumah. Mengutip laman Medium, Ultrarechcement, serta situs jual bahan bangunan, berikut beberapa penyebabnya.


    1. Air Merembes Masuk

    Saat air merembes melalui retakan atau garis nat yang tidak tertutup dengan baik, air bisa mencapai perekat atau mortar di bawah ubin. Seiring waktu, air bisa melemahkan perekatan dan menyebabkan ubin terlepas atau meledak.

    2. Paparan Sinar Matahari

    Keramik atau ubin yang dipasang di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari langsung rentan terhadap perubahan suhu yang signifikan.

    Pemuaian dan penyusutan yang terus menerus akibat paparan sinar matahari bisa melemahkan struktur keramik.

    3. Bahan Perekat Berkualitas Buruk

    Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih bahan perekat untuk memasang keramik adalah kualitasnya.

    Apabila bahan perekatnya berkualitas buruk, maka keramik tidak bisa membentuk ikatan yang kuat dan rapat.

    Jadi, jika terjadi perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu atau kelembaban, cengkeraman bahan pengikat ubin akan mengendur. Hal tersebut membuat ubin rusak atau melengkung.

    4. Keramik Sudah Tua

    Keramik atau ubin yang sudah lama cenderung menjadi getas, karena kehilangan fleksibilitas dan kemampuannya dalam menahan perubahan suhu. Sehingga, penggunaan keramik lama meningkatkan kemungkinan untuk meledak.

    5. Terdapat Rongga

    Rongga di bawah keramik yang terisi angin akan memuai ketika temperatur meningkat di musim panas.

    Pemuaian dalam rongga sebab angin yang terperangkap di bawah ubin akan mendorong keramik terlepas dari tanah.

    6. Cacat Produksi

    Penyebab keramik meledak selanjutnya adalah kecacatan pada keramik itu sendiri.

    Keramik dengan cacat bawaan seperti gelembung udara atau ketebalan yang tidak rata rentan terhadap kerusakan.

    7. Ada Beban Berlebih di Atas Keramik

    Adanya beban berlebih di atas permukaan keramik juga bisa membuatnya meledak. Mungkin, ada lemari yang berat atau benda lain diletakkan di atas keramik dalam waktu yang lama.

    8. Pemasangan yang Kurang Teliti

    Penyebab selanjutnya yaitu pemasangan keramik yang kurang teliti. Misalnya, kualitas semen yang digunakan buruk, komposisi adukan tidak tepat, hingga proses pengeringan yang terburu-buru.

    9. Pernah Terendam Air

    Lantai keramik yang pernah terendam air seperti kebanjiran ketika musim hujan.

    Saat merembes ke sela-sela keramik, air menyebabkan turunnya permukaan tanah di bawah keramik, sehingga semen perekatnya lepas.

    10. Permukaan Lantai yang Tidak Rata

    Faktor selanjutnya adalah permukaan lantai yang tidak rata. Kondisi ini akan menciptakan titik-titik tekanan yang tidak merata pada lapisan keramik. Hal tersebut membuat keramik tidak stabil dan rentan pecah.

    Cara Mencegah Lantai Keramik Meledak

    Saat lantai keramik menggelembung, kamu harus waspada. Sebab, bisa jadi hal ini menjadi pertanda lantai akan meledak. Untuk mencegahnya meledak, lakukan pencegahan ini.

    1. Periksa Nat Keramik

    Pertama, periksa kondisi nat keramik, khususnya jika area tersebut pernah terendam banjir atau pernah mengalami gempa. Jika sudah habis atau renggang, segera isi dengan semen yang baru.

    2. Periksa Kondisi Permukaan Lantai

    Perhatikan lantai keramik, apakah masih rata atau ada gejala menggelembung. Jika sudah menggelembung, segera bongkar dan ganti dengan yang baru

    3. Periksa Apakah Ada Rongga di Bawah Keramik

    Ketuk perlahan permukaan keramik, apakah ada rongga yang berisi udara di bawahnya. Jika iya, bongkar dan ganti dengan keramik baru.

    4. Pastikan Permukaan Lantai Rata

    Permukaan lantai yang rata bisa mengurangi risiko keramik meledak. Jika perlu, gunakan perataan atau perbaikan pada permukaan lantai demi memastikan kestabilan dan keamanan keramik.

    5. Pilih Keramik Berkualitas Baik

    Jika seluruh lantai keramik harus diganti, pilih keramik yang berkualitas baik, semen perekat yang tepat, serta tukang yang berpengalaman.

    Itulah 10 penyebab keramik meledak dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini membantumu ya.

    (inf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Memperbaiki Pintu Berdecit



    Jakarta

    Ingin tahu cara mengatasi pintu yang Berdecit? Engsel yang Berdecit bisa sangat mengganggu, terutama saat pintu dibuka atau ditutup, dan suaranya bisa menjadi masalah, misalnya jika kamu memiliki bayi yang sedang tidur atau sedang melakukan panggilan kantor yang tidak ingin diganggu.

    Apa Penyebab Pintu Berdecit?

    Melansir thespruce.com pada Senin (10/1/2024), ada berbagai penyebab yang mengakibatkan pintu Berdecit salah satunya adalah sebagai berikut ;

    Engsel kering, Kurangnya pelumasan pada engsel membuat logam bergesekan, menyebabkan suara Berdecit.


    Kotoran atau debu, debu atau kotoran yang menumpuk pada engsel dapat menghalangi pergerakan mulus dan memicu suara.

    Korosi atau karat, engsel yang berkarat atau korosi dapat menghambat kelancaran gerakan dan menyebabkan suara.

    Engsel longgar, jika engsel tidak terpasang dengan kuat, bagian pintu bisa bergeser dan menimbulkan derit saat bergerak.

    Penyusutan kayu, kayu pintu yang menyusut akibat perubahan suhu atau kelembaban bisa menyebabkan ketegangan pada engsel, sehingga terdengar Berdecit.

    Langkah-langkah Memperbaikinya

    Identifikasi Sumber Derit

    Sebelum memulai, buka dan tutup pintu untuk mengidentifikasi bagian mana yang mengeluarkan suara Berdecit. Biasanya, suara tersebut berasal dari engsel, tetapi ada kemungkinan sumbernya dari tempat lain.

    Bersihkan Engsel Pintu

    Menurut bobvila.com, kotoran dan debu yang menumpuk pada engsel bisa menjadi salah satu penyebab pintu Berdecit. Gunakan kain bersih untuk membersihkan area di sekitar engsel. Jika terdapat karat pada engsel, amplaslah karat tersebut dengan amplas halus.

    Oleskan Pelumas pada Engsel

    Dalam ulasan tomsguide.com, langkah selanjutnya adalah mengoleskan pelumas pada engsel. Gunakan minyak pelumas seperti WD-40 atau minyak goreng dengan cara, semprotkan atau teteskan pelumas pada engsel secara merata, buka dan tutup pintu beberapa kali untuk memastikan pelumas meresap dan bekerja secara efektif. Jika suara Berdecit masih terdengar, tambahkan pelumas sedikit lagi dan ulangi proses ini.

    Periksa dan Kencangkan Sekrup Engsel

    Jika pelumasan tidak cukup efektif, periksa kondisi sekrup pada engsel pintu. Sekrup yang longgar dapat menyebabkan pintu tidak bergerak dengan lancar. Gunakan obeng untuk mengencangkan semua sekrup yang ada.

    Bersihkan Minyak dan Pasang Kembali Engsel

    Ganti pin engsel dengan memasukkannya melalui lubang di bagian atas engsel. Ketuk pin menggunakan palu hingga menembus bagian-bagian engsel. Setelah itu, buka dan tutup pintu beberapa kali untuk menyebarkan minyak ke seluruh engsel dan pin, lalu bersihkan minyak yang tersisa.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Tile Popping, Lantai Rumah Menggelembung dan Pecah



    Jakarta

    Lantai di rumah menggelembung memang kelihatannya ngeri, ya. Namun, ternyata lantai menggelembung menjadi masalah umum yang sering ditemui di rumah. lantai menggelembung atau yang disebut juga tile popping ini tidak hanya tidak enak dilihat tetapi juga bisa menimbulkan bahaya dan risiko kecelakaan bagi penghuni rumah.

    Melansir dari Orient Bell, Jumat (14/3/2025), ternyata terdapat beberapa penyebab lantai menggelembung, yaitu

    Penyebab Tile Popping

    Pemasangan Buruk

    Pemasangan tidak terampil menjadi alasan utama munculnya gelembung pada lantai. Misalnya, campuran beton yang tidak tepat dapat menyisakan ruang udara di bawah lantai yang menjadi penyebab munculnya gelembung di kemudian hari. Pada pemasangan juga harus menyisipkan celah di antara lantai sekitar 2 milimeter agar lantai memiliki ruang yang cukup untuk bergeser, mengerut, dan mengembang.


    Permukaan Tidak Rata

    lantai harus dipasang pada permukaan yang rata agar tidak menimbulkan kantong udara di bawah lantai.

    Kualitas Bahan Rendah

    Selain keterampilan memasang, juga perlunya kualitas bahan yang baik seperti lem, semen, dan lainnya untuk mencegah timbulnya gelembung pada lantai.

    Lantai Terlalu Besar

    Ukuran lantai yang terlalu besar membutuhkan teknik pemasangan khusus agar tepat dan sesuai. Jika pemasangannya tidak benar akan menyebabkan lantai menggelembung.

    Masalah Cuaca

    Cuaca juga ikut memengaruhi timbulnya gelembung pada lantai. Perubahan suhu yang ekstrim dan cepat bisa berbahaya bagi lantai. Suhu terlalu tinggi dan terlalu rendah secara cepat dapat membuat lantai mengembang atau menyusut secara tiba-tiba dan mengakibatkan kurangnya daya rekat pada lantai. Bahkan, seiring berjalannya waktu bisa menyebabkan lantai meletus.

    Kerusakan Screed

    Tidak hanya material lantai, seiring berjalannya waktu kerusakan juga bisa terjadi pada screed. Dalam beberapa kasus, lantai akhirnya mulai longgar dan meletus.

    Cara Mencegah Tile Popping

    Sebelum Pemasangan

    Sebelum memasang, pastikan lantai dasar sudah diratakan dan dihaluskan dengan tepat. Pekerjakan tukang yang berpengalaman dan kompeten., serta beri jarak sekitar 2 milimeter di antara tepi lantai agar ada cukup ruang. Gunakan juga perekat dan beton berkualitas baik.

    Setelah Pemasangan

    Setelah lantai terpasang, ketuk lantai dengan lembut untuk memastikan bahwa lantai telah sejajar dengan sempurna pada posisi yang telah ditentukan.

    Adapun, jika sudah menggelembung terdapat cara memperbaiki masalah tersebut, yaitu

    Jika sudut lantai tidak rusak, maka coba tekan bagian yang menggelembung dengan lembut.

    Jika lantai mengalami keretakan, segera bersihkan kotoran atau serpihan dengan hati-hati. Buang lantai yang pecah menggunakan sarung tangan. Kemudian, pasang lantai baru di atasnya dengan lapisan screed secara merata. Tekan lantai dengan lembut dan ketuk dengan palu kayu untuk mengencangkannya.

    Jangan berjalan di atas lantai yang baru setidaknya selama satu atau dua hari.

    Gunakan jasa profesional untuk mengatasi masalah ini jika sudah cukup parah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com