Tag: kikir

  • Masuk Musim Hujan, Ini 3 Alat yang Ampuh Cegah Pagar Besi Berkarat


    Jakarta

    Besi dikenal sebagai salah satu jenis material yang mudah berkarat. Pemicunya biasanya karena air atau lingkungan yang lembap. Mengingat akhir-akhir ini beberapa wilayah sering diguyur hujan deras, kamu perlu melindungi barang di rumah dari karat, seperti pagar besi.

    Pagar adalah penutup akses masuk ke rumah agar lebih aman, tertutup, dan rapih bila dilihat dari luar. Biasanya material yang sering digunakan adalah besi. Sebab, besi cukup tahan lama, harganya lebih terjangkau, dan mudah diolah. Di satu sisi, memang ada kekurangannya yakni pagar besi mudah berkarat.

    Agar pagar besi bisa lebih tahan lama dan tidak mudah berkarat kamu perlu mencegahnya dan merawatnya. Mengutip Aberdeen Gate, Rabu (16/10/2024), kamu bisa memakai 3 alat ini untuk mengatasi masalah karat pada pagar besi.


    1. Sikat Kawat, Kikir, Bor Listrik

    Sikat kawat dan kikir dapat digunakan untuk pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas. Apabila sudah seperti itu, kamu perlu mengikisnya dahulu baru ditutupi dengan cat atau lapisan yang baru.

    Sementara itu, roda kawat yang dipasang pada mata bor juga dapat mengampelas, mengikis area yang sulit dijangkau. Lalu, ada sandblaster yang dapat digunakan untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Untuk area pagar besi yang sudah terlihat berkarat dan lebih sulit dibersihkan, kamu bisa menggunakan cairan kimia seperti asam fosfat. Dalam 24 jam, karat tersebut akan berubah menjadi serpihan hitam.

    Serpihan ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih. Jangan lupa untuk memakai masker debu untuk mencegah kamu menghirup uap cat yang mungkin mengandung timbal.

    3. Kuas Cat

    Tahap selanjutnya adalah memberikan cat primer berbahan dasar minyak pada pagar besi yang telah dibersihkan. Tahap ini untuk melindungi besi dari reaksi karat setelah ini. Pastikan kamu memakai sarung tangan dan penutup mulut dan hidung saat mengecat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan tambahan, jangan gunakan cat eksterior dinding untuk gerbang besi karena produk jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 3 Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi yang Berkarat


    Jakarta

    Pagar besi sering dipilih oleh banyak pemilik rumah karena lebih praktis saat membuka atau menutup pagar. Lalu, pagar besi juga dinilai awet dan punya tampilan yang membuat rumah terlihat lebih mewah.

    Meski terbilang awet, tetapi pagar besi tetap membutuhkan perawatan khusus. Soalnya, pagar besi berisiko mengalami karatan akibat terkena air, terutama air hujan.

    Kalau pagar besi sudah berkarat, tampilannya akan terlihat jelek dan tidak estetik lagi. Namun jangan khawatir, masalah pagar besi berkarat dapat diatasi dengan menggunakan sejumlah alat.


    Lantas, apa saja alat untuk mengatasi pagar besi yang berkarat? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi Berkarat

    Dilansir situs Aberdeen Gate, sedikitnya ada tiga alat yang wajib dimiliki untuk mengatasi karat di pagar besi. Berikut alat-alatnya:

    1. Sikat Kawat, Kikir, dan/atau Bor Listrik

    Apabila pagar rumah detikers sudah mulai berkarat, sikat kawat bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    Bulu baja pada sikat kawat berfungsi untuk menghilangkan cat atau kotoran yang lepas, terutama pada area yang sulit dijangkau seperti area yang tergulung, batang yang terpuntir, dan area yang membulat.

    Lalu, roda kawat yang dipasang pada mata bor dapat digunakan untuk mengamplas, mengikis, dan menggilir. Kemudian ada sandblaster yang bisa dipakai untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Apabila ada karat yang sulit dihilangkan, cobalah menggunakan asam fosfat yang disemprot ke area tersebut. Nantinya karat yang membandel akan berubah menjadi serpihan hitam dalam waktu 24 jam.

    Serpihan tersebut akan lebih mudah dibersihkan dengan sikat pembersih lubang kawat baja tahan karat. Alat ini dirancang khusus untuk membersihkan permukaan tersembunyi secara efektif.

    3. Kuas Cat

    Untuk mencegah karat dapat terjadi lagi, kamu perlu melapisi pagar dengan cat primer berbahan dasar minyak yang telah dibersihkan sebelumnya. Untuk mengaplikasikan cat primer hanya dibutuhkan kuas cat yang kualitasnya baik.

    Jika cat primer benar-benar sudah kering, pakai kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan, jangan menggunakan cat eksterior biasa atau cat tembok untuk pagar besi. Sebab, cat jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM atau direct-to-metal.

    Tanda-tanda Pagar Besi sudah Karatan

    Dilansir BBC, karat pada besi diakibatkan hasil dari reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) yang tidak diinginkan. Jadi, besi akan bereaksi dengan air dan oksigen, lalu membentuk besi (III) oksida terhidrasi yang dikenal sebagai karat.

    Selain disebabkan oleh cuaca, terutama akibat air hujan, pagar besi dapat berkarat karena kotor, terdapat tumbuhan yang tumbuh di dekatnya, hingga caat pelindung yang mulai mengelupas.

    Untuk mengetahui apakah pagar besi di rumah sudah mulai berkarat atau tidak, simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Terdapat noda kehitaman yang kasar dan timbul pada permukaan pagar.
    2. Bentuk pagar melengkung dan terdapat permukaan yang rusak atau bolong. Hal ini karena karat bisa melemahkan struktur besi.
    3. Pagar sulit saat ditarik dan didorong serta terdengar suara berderit.

    Apabila pagar rumah sudah mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya lakukan proses pembersihan pagar dari karat dengan pengecatan ulang. Namun jika pagar mengalami karat yang cukup parah, sebaiknya mengganti pagar tersebut dengan yang baru.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Cara Cegah dan Hilangkan Karat pada Pagar Besi


    Jakarta

    Pagar dari besi merupakan salah satu jenis material pagar yang banyak dipakai selain kayu, beton, atau aluminium. Hal ini dikarenakan besi cukup kokoh, mudah untuk digeser, mudah dibentuk, dan harganya terjangkau. Namun, ada satu kekurangan dari besi yakni mudah berkarat.

    Besi yang berkarat biasanya disebabkan oleh air dan perubahan suhu. Dikutip dari Modul Biologi Kelas XII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, air mengandung banyak oksigen terlarut yang mempercepat terjadinya korosi atau munculnya karat.

    Lalu pagar yang biasanya di luar, tentu rentan terkena air hujan, di dalam air hujan ini terdapat elektrolit yakni asam yang dapat menyebabkan perubahan muatan pada besi sehingga muncul karat.


    Saat ini telah terdapat banyak inovasi untuk mencegah besi berkarat lebih cepat. Dengan begitu, besi akan tetap tampak baru, tidak keropos, dan tidak memudar warnanya. Salah satu caranya adalah dengan melapisinya dengan cat khusus untuk pagar yang bisa memberikan perlindungan anti karat.

    Dilansir Aberdeen Gate, berikut cara mencegah pagar berkarat.

    1. Bersihkan Permukaan Pagar Sikat Kawat, Kikir, Bor Listrik

    Besi sebelum dilapisi dengan cat sebaiknya dikikis atau diampelas tersebut lebih dahulu. Siapkan alat sikat kawat dan kikir untuk pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas.

    Siapkan pula roda kawat yang dipasang pada mata bor untuk mengampelas area yang sulit dijangkau. Lalu, ada sandblaster yang dapat digunakan untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Menghilangkan Karat pada Besi

    Apabila pagar yang hendak dicat adalah pagar yang sudah berkarat, besi tersebut masih bisa ditolong. Caranya dengan menyiapkan cairan kimia seperti asam fosfat yang dioleskan pada permukaan besi yang berkarat, lalu didiamkan selama 24 jam, karat tersebut akan berubah menjadi serpihan hitam.

    Serpihan ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih. Jangan lupa untuk memakai masker untuk mencegah menghirup uap cat tersebut yang mungkin mengandung timbal.

    3. Cat Permukaan Besi

    Setelah permukaan besi bersih, sekarang besi siap untuk dicat. Untuk mengecatnya, perlu menyiapkan dua jenis cat yakni cat primer sebagai dasar dan cat logam untuk permukaan di atasnya. Cat primer sebaiknya berbahan dasar minyak. Tahap ini untuk melindungi besi dari reaksi karat setelah ini.

    Pastikan pemilik pagar memakai sarung tangan dan penutup mulut dan hidung saat mengecat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan, jangan gunakan cat eksterior dinding untuk gerbang besi karena produk jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Ampuh Hilangkan Karat di Pagar Besi dengan Mudah


    Jakarta

    Banyak orang yang menggunakan pagar rumah dari besi karena dinilai kokoh, mudah dibentuk, dan harganya terjangkau. Namun, pagar besi memiliki satu kekurangan yaitu mudah berkarat.

    Pada umumnya, pagar besi dapat berkarat karena terkena air dan terjadi perubahan suhu. Sebab, air mengandung banyak oksigen terlarut yang mempercepat terjadinya korosi atau munculnya karat pada material besi.

    Selain itu, posisi pagar besi yang berada di luar ruangan membuatnya rentan terkena air hujan yang mengandung elektrolit, yakni asam yang bisa menyebabkan perubahan muatan pada besi sehingga menimbulkan karat.


    Meski mudah berkarat, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan pagar besi untuk melindungi rumah. Kini, ada sejumlah cara ampuh untuk menghilangkan karat di pagar besi. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Cara Ampuh Hilangkan Karat di Pagar Besi

    Pagar besi yang berkarat dapat menimbulkan masalah seiring waktu, seperti penurunan kekuatan struktural, mudah keropos, warna memudar, dan bisa membahayakan kesehatan.

    Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara menghilangkan karat di pagar besi yang dilansir situs Aberdeen Gate:

    1. Bersihkan Permukaan Pagar yang Berkarat

    Langkah pertama adalah dengan membersihkan permukaan pagar yang berkarat. Khusus pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas, kamu bisa menggunakan alat sikat kawat dan kikir.

    Lalu, siapkan roda kawat yang dipasang pada mata bor untuk mengampelas area yang sulit dijangkau. Kamu juga bisa menggunakan sandblaster untuk mencegah pembentukan karat.

    2. Menghilangkan Karat di Besi

    Ternyata, pagar rumah yang berkarat masih bisa dicat ulang agar tampilannya seperti baru lagi. Namun, kamu harus menghilangkan karat tersebut dengan cairan kimia asam fosfat.

    Untuk cara pakainya, oleskan asam fosfat pada permukaan besi yang berkarat, lalu diamkan selama 24 jam agar cairan tersebut bereaksi. Setelah itu, karat akan berubah menjadi serpihan hitam. Nah, serpihan tersebut bisa dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih.

    Sebagai catatan, gunakan masker dan sarung tangan saat mengoleskan dan melepas serpihan pada pagar besi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah uap cat dapat terhirup karena mengandung timbal.

    3. Cat Permukaan Besi

    Setelah permukaan pagar sudah bersih dari karat, kini saatnya dicat agar terlihat indah lagi. Untuk mengecatnya harus menyiapkan dua jenis cat, yakni cat primer dan cat logam. Apa bedanya?

    Cat primer digunakan sebagai dasar untuk pagar besi, sedangkan cat logam untuk permukaan di atasnya. Cat primer sebaiknya berbahan dasar minyak agar melindungi besi dari reaksi karat.

    Saat proses pengerjaan, pastikan kamu menggunakan sarung tangan dan masker agar tidak terhirup dan terpapar cat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Perlu diingat, jangan menggunakan cat eksterior dinding untuk pagar besi. Soalnya, produk cat tersebut tidak mengandung komponen penghambat karat yang dibutuhkan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Demikian tiga cara ampuh menghilangkan karat di pagar besi dengan mudah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Inilah Golongan Manusia yang Paling Iblis Sukai dan Benci


    Jakarta

    Keberadaan iblis disebutkan dalam sejumlah ayat suci Al-Qur’an. Sebagaimana diketahui, iblis merupakan makhluk yang sombong dan enggan sujud kepada Nabi Adam AS.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 34,

    وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ ٣٤


    Artinya: “(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.”

    Iblis tergolong sebagai jin. Diterangkan dalam buku Mengungkap Rahasia Iblis susunan Muhammad Abduh Mughawiri, iblis menaungi tempat yang bernama Al Jazair dan letaknya di atas permukaan bumi.

    Meski dikenal sebagai makhluk yang sangat membenci manusia, ada sejumlah golongan manusia yang paling disukai. Ada juga sejumlah manusia yang ia benci, siapa saja mereka?

    Iblis Suka Manusia yang Kikir dan Benci Manusia yang Pemurah

    Melalui sebuah dialog dengan Nabi Yahya AS, iblis mengungkap golongan manusia yang ia sukai dan benci. Dialog ini tercantum dalam kitab Ihya Ulumuddin susunan Imam Al Ghazali.

    Nabi Yahya AS pernah bertemu dengan iblis dalam bentuk aslinya. Kemudian Yahya AS bertanya, “Hai iblis, terangkan kepadaku tentang manusia yang paling kau sukai dan manusia yang paling kaubenci.”

    Iblis menjawab, “Manusia yang paling kusukai adalah orang mukmin yang kikir dan manusia yang paling kubenci adalah orang fasik yang pemurah,”

    Nabi Yahya AS pun kembali bertanya mengenai alasan mengapa iblis menyukai dan membenci kelompok manusia tersebut, “Mengapa demikian?”

    Lalu, iblis menjawab, kekikiran manusia sudah cukup memuaskan baginya dan sebaliknya, orang dermawan membuatnya takut.

    “Apabila orang yang dermawan (meskipun fasik) melakukan perbuatan dosa, aku takut Allah memperlihatkan kasih sayang-Nya kepada orang itu karena kedermawannnya.”

    Setelahnya, iblis pergi dan berkata lagi, “Jika bukanlah kamu Yahya, niscaya aku tidak akan memberitahukan kepadamu.”

    Bahaya Sifat Kikir bagi Muslim

    Menurut buku Ad Daulah Al Haditsah Al Muslimah; Da’a’imuha wa Wazha ‘ifuha susunan Muhammad Ash Shallabi terjemahan Ali Nurdin, ada sejumlah bahaya sifat bakhil atau kikir bagi muslim.

    1. Rezekinya Sempit

    Manusia yang kikir maka rezekinya akan disempitkan oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Janganlah kamu bakhil yang menyebabkan kamu disempitkan rezekimu.” (HR Bukhari)

    2. Jadi Pemutus Silaturahmi

    Kikir adalah sifat yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang sekitar. Jika seseorang mempertahankan sifat kikirnya, maka banyak orang atau saudaranya yang memutus tali silaturahmi dengannya.

    3. Penghalang Seseorang Masuk Surga

    Sifat kikir juga menjadi penghalang seseorang masuk surga. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Tidak akan masuk surga orang yang menipu, bakhil, dan orang yang buruk.” (HR At Tirmidzi)

    Naudzubillah min dzaalik.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Sedekah Apa yang Paling Besar Pahalanya? Ini Jawaban Rasulullah SAW


    Jakarta

    Salah seorang umat Rasulullah SAW pernah bertanya langsung padanya mengenai bentuk sedekah yang paling besar pahalanya. Keterangan tersebut bersumber dari riwayat Abu Hurairah RA dalam kitab Zakat.

    Hadits tersebut menceritakan tentang seorang lelaki yang mendatangi Rasulullah SAW. Kemudian ia bertanya hal berikut,

    جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانِ.


    Aritnya: Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata, “Ya Rasulullah, sedekah mana yang paling besar pahalanya?”

    Beliau bersabda, “Yaitu jika engkau bersedekah, engkau itu masih sehat dan sebenarnya engkau kikir. Kau takut menjadi fakir dan engkau sangat berharap menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkongan lalu berkata, ‘Yang ini untuk fulan dan yang ini untuk fulan,’ padahal yang demikian itu memang untuk fulan.” (HR Muttafaq’alaih)

    Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 1 menafsirkan hadits di atas bahwa kondisi sedekah dalam keadaan sehat adalah bentuk sedekah yang paling besar pahalanya. Sebab, menurutnya, sifat kikir dalam seseorang paling terlihat saat dalam keadaan sehat.

    “Bila ia bersikap dermawan dan bersedekah, dalam keadaan sehat, maka itu membuktikan keikhlasan hatinya dan cintanya yang besar pada Allah SWT,” jelas Imam an-Nawawi.

    Keadaan tersebut berbeda dengan kondisi orang yang sudah sakit atau berada di penghujung ajalnya. Menurut Imam an-Nawawi, kondisi tersebut membuat seseorang melihat harta bukan lagi miliknya karena sudah putus asa dengan hidup.

    Senada dengan itu Asy Syarqawi mengatakan, hadits tersebut menunjukkan anjuran muslim untuk bersedekah pada saat sehat, kaya, dan kikir untuk meraih pahala besar.

    Sebab menurut keterangannya yang diterjemahkan Syaikh Muhammad Musthafa Imarah dalam Jawahir Al-Bukhari, keadaan demikian menunjukkan kebenaran tujuan dari bersedekah dan kuatnya keinginan utnuk mendekatkan diri kepada-Nya. Bukan sebaliknya, bersedekah dalam keadaan sakit atau menjelang kematian.

    Dalil Keutamaan Sedekah

    Menurut peraturan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) No 2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau nonharta yang dikeluarkan seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Keutamaan sedekah sudah banyak dijelaskan dalam Al-Qur’an dan sabda Rasulullah SAW, salah satunya dalam surah Al Hadid ayat 18.

    اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”

    Selain itu, disebutkan pula dalam sebuah riwayat hadits Bukhari, salah satu keutamaan sedekah adalah dapat menjaga dari siksa api neraka. Berikut bunyi haditsnya,

    عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثَلَاثًا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

    Artinya: “Dari Adi bin Hatim mengatakan, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jagalah diri kalian dari api neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma.” Kemudian beliau berpaling dan menyingkir, kemudian beliau bersabda lagi: “Jagalah diri kalian dari neraka”, kemudian beliau berpaling dan menyingkir (tiga kali) hingga kami beranggapan bahwa beliau melihat neraka itu sendiri, selanjutnya beliau bersabda: “Jagalah diri kalian dari neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma, kalaulah tidak bisa, lakukanlah dengan ucapan yang baik.”

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Takut Miskin dan Menunda Sedekah Jadi Tanda Orang Kikir



    Jakarta

    Orang yang menunda melakukan sedekah karena takut miskin termasuk dalam golongan orang kikir. Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang kikir.

    Sedekah bisa dikerjakan kapan pun dan di mana pun. Sedekah tidak harus dengan harta, oleh karenanya amalan ini termasuk yang harus dikerjakan dengan segera.

    Dalam bersedekah, seorang muslim terkadang melakukan kesalahan yang tidak disadari padahal dampaknya besar. Misalnya menunda melakukan sedekah atau merasa khawatir akan menjadi susah dan miskin jika bersedekah.


    Mengutip buku 100 Kesalahan dalam Sedekah oleh Reza Pahlevi Dalimuthe, Lc, M.Ag dijelaskan bahwa orang yang menunda melakukan sedekah menjadi tanda ketidakikhlasan, ketidaktulusan, ketidakteguhan jiwa, dan ada rasa takut miskin. Padahal dianjurkan ketika seseorang mempunyai keinginan untuk bersedekah, hendaknya ia segera mendistribusikannya dengan segera tanpa berpikir banyak lagi.

    Diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,

    “Haritsah bin Wahab berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ʻBersedekahlah sesungguhnya akan datang suatu zaman kepadamu di mana seseorang membawa sedekahnya, namun dia tak menemukan seorang pun yang mau menerimanya. Orang itu berkata. Kalau kamu datang kemarin, mungkin aku akan menerimanya, tetapi hari ini aku tidak sedang membutuhkannya.”

    Hadits ini menegaskan bahwa sedekah sebaiknya langsung dilakukan tanpa menunda dan berpikir tentang hal-hal negatif yang akan terjadi.

    Dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 79, Allah SWT berfirman,

    ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ ٱلْمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ فِى ٱلصَّدَقَٰتِ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Artinya: (Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

    Orang yang Takut Miskin karena Bersedekah

    Ketulusan dalam melakukan sedekah semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT akan menumbuhkan rasa aman bagi orang yang bersedekah.

    Seseorang yang terbiasa melakukan sedekah dengan ikhlas maka tidak akan ragu dan merasa takut dalam memberi sedekah. Dengan rasa ikhlas juga, seseorang tidak takut miskin atau kekurangan harta maupun kebahagiaan dan kemudahan di masa depan.

    Sementara, sedekah yang tidak tulus akan menghalangi semua kebahagiaan dan ganjaran yang dijanjikan.

    “Abu Mas’ud RA berkata, “Tatkala ayat sedekah turun (At Taubah ayat 79), kami mengamalkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah seorang sahabat bersedekah dengan banyak sekali, kemudian orang munafik berkata, ‘Mereka melakukannya dengan riya.’ Dan salah seorang sahabat lainya bersedekah dengan semampunya (sedikit). Mereka (orang munafik) mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah SWT terlalu kaya untuk menerima sedekah yang sedikit itu. Oleh karena itu, turunlah ayat tersebut.” (HR Bukhari)

    Seorang muslim yang takut bersedekah karena khawatir dirinya akan menjadi miskin, termasuk dalam golongan orang yang kikir. Orang-orang seperti ini biasanya mendapat bisikan dalam hatinya, baik dari dalam dirinya atau dari orang lain, yang menganjurkannya untuk tidak bersedekah atau tidak terlalu banyak memberi.

    Yang paling berperan dalam membisikkan rasa takut akan kemiskinan dalam bersedekah adalah setan. Setan sering membisikkan dalam hati manusia dan menghasut agar tidak melakukan sedekah.

    Melalui surat Al-Baqarah ayat 268, Allah SWT berfirman,

    ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya: Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

    Ketika setan telah berhasil menghasut seseorang pada sikap kikir, mereka akan terus menggoda agar orang tersebut melakukan aneka kejahatan seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya. Di sisi lain, kekikiran melahirkan sifat rakus dan pada gilirannya menjadi lahan yang subur bagi setan untuk mengantar kepada aneka kejahatan.

    Orang dengan kepribadian pelit selalu enggan mengeluarkan sedekah, atau apapun, kepada orang lain. Orang pelit akan selalu merasa kalau ia bersedekah maka rezekinya akan jauh berkurang dan ia takut jatuh miskin karenanya. Padahal sesungguhnya orang yang kikir akan berakibat buruk bagi dirinya sendiri. la bukan hanya akan mendapat cap buruk dari lingkungan sekitarnya, namun Allah SWT juga tidak menyukai orang yang kikir.

    Orang yang kikir sebenarnya bukan pelit pada orang lain, namun hakikatnya ia sedang kikir pada dirinya sendiri.

    Rasulullah pernah bersabda, “Tidak akan berkurang harta seorang hamba karena disedekahkan.” (HR Tirmidzi)

    Mengutip buku Mengapa Sedekahku Tak Dibalas? oleh Ustaz Ahmad Zacky el-Syafa dijelaskan bahwa sedekah yang terbaik pahalanya adalah sedekah di saat tubuh masih sehat dan tidak menunda melakukan sedekah.

    Dalam sebuah hadits dijelaskan, suatu ketika para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah SAW, apakah sedekah yang paling besar pahalanya? Rasul menjawab, ‘Sedekahmu ketika kamu masih sehat, merasa takut miskin dan mendambakan kekayaan. Janganlah menunda-nunda sedekah. Sehingga, apabila ajalmu sampai di kerongkongan maka barulah kamu katakan, ‘Berikan hartaku sekian pada si Fulan dan sekian pada si Fulan. Ketahuilah bahwa harta tersebut pada hakikatnya memang untuk si Fulan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com